
ZONA KOTAMOBAGU – Pembahasan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan sedang bergulir. Terinformasi, Rabu (15/8) hari ini, akan dilaksanakan paripurna tahap I sebelum dilanjutkan pada tahap pembahasan di tingkatan komisi.
“Rencananya besok (hari ini, red) paripurna tahap I. Kita memang merencanakan akan mempercepat proses pembahasan agar bisa segera ditetapkan, karena setelah ini (APBD-P) kita langsung fokus pada APBD 2019,” kata Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), Adnan Massinae.
Ia mengungkapkan, APBD Perubahan tahun ini takkan mengakomodir kegiatan-kegiatan yang belum terlalu mendesak serta kegiatan rutin lainnya. Meski tak merinci rancangan APBD-P, namun ia memastikan ada efisiensi anggaran untuk mengurangi beban belanja pada APBD-P. “Ada efisiensi anggaran. Kegiatan-kegiatan yang belum terlalu mendesak kita pending dulu. Ini dilakukan karena keterbatasan anggaran,” ungkapnya.
Dijelaskannya, pemangkasan kegiatan tersebut merata di semua Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Kegiatan yang dimaksud adalah perjalanan dinas, honorarium pengelola keuangan, belanja Bahan Bakar Minyak (BBM), pakaian dinas, sewa gedung, makan minum rapat dan kegiatan lainnya. “Semua diefisiensi, kecuali DAK itu tak bisa disentuh serta kegiatan yang berkaitan dengan pelayanan publik,” jelasnya.
Sebelumnya, Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD), Inontat Makalalag, mengungkapkan ada beberapa hal yang menjadi prioritas pada APBD Perubahan, salah satunya adalah peluntasan utang ke pihak ketiga yang belum sempat terbayarkan di tahun anggaran sebelumnya. “Ada sekitar enam miliar untuk beberapa kegiatan, termasuk pembangunan tower rumah sakit,” ungkapnya. (ads/gito)


