
ZONA BOLMUT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolmong Utara (Bolmut) menggelar rembuk stunting online tingkat Kabupaten Tahun 2020. Kegiatan itu dilaksanakan melalui Video Conference (Vicon) di ruang rapat Dinas Kesehatan (Dinkes), Kamis (4/6).
Sekertaris Daerah (Sekda) Dr Drs Hi Asripan Nani MSi yang mewakili Bupati Drs Hi Depri Pontoh, saat membuka kegiatan itu menyampaikan, berdasarkan pemantauan status gizi tahun 2016, prevalensi stunting di Bolmut sebesar 43,80 persen. Kemudian turun di tahun 2017 menjadi 36,80 persen, selanjutnya data riset kesehatan daerah menyebutkan bahwa tahun 2019 prevalensi stunting di Kabupaten Bolmut berhasil turun diangka 15,30 persen.
“Dengan melihat data-data itu, maka bukan tidak mungkin pemerintah daerah akan mencapai target stunting pada RPJMD, yakni pada angka 10 persen serta mendukung target stunting pemerintah pada RPJMN Tahun 2020-2024 yaitu 19 persen,” kata Sekda.
“Sebagai wujud komitmen pemerintah daerah dalam upaya memutus mata rantai siklus kemiskinan dan kekerdilan di Kabupaten Bolmut, maka dilaksanakan rembuk stunting online pada hari ini dengan berpedoman pada surat Menteri Dalam Negeri RI nomor :440/2159/Bangsa perihal pelaksanaan rembuk stunting pada kondisi pandemi Covid-19,” sambungnya.
Rembuk stunting ini merupakan tahapan aksi ketiga dari delapan aksi konvergensi penurunan stunting di Kabupaten Bolmut. Pada aksi pertama, telah ditentukan dan disepakati lotus desa-desa yang menjadi fokus penanggulangan stunting tahun 2021. Sedangkan di aksi kedua, disepakati program, kegiatan dan pendanaan terhadap 16 desa lokus stunting tahun 2021. (rendi)
Berikut 16 Desa Lokus Stunting di Kabupaten Bolmut Tahun 2021:
Desa Apeng Sembeka
Desa Sang Tombolang
Desa Sompiro
Desa Bintauna Pantai
Desa Biontong
Desa Biontong Satu
Desa Binjeita
Desa Binjeita satu
Desa Biontong dua
Desa Binuanga
Desa Mokoditek
Desa Saleo Satu
Desa Ollot dua
Desa Paku Selatan
Desa Bigo
Desa Tuntung Timur


