Dari Pelatihan ke Peluang, 20 Warga Kotamobagu Ikuti Pelatihan Barista

22
Dari Pelatihan ke Peluang, 20 Warga Kotamobagu Ikuti Pelatihan Barista
Pokja II TPP PKK Kotamobagu Bersama Peserta dan Traineer (Foto: Udi)

Kotamobagu, ZONABMR.COM – Tim Penggerak (TP) PKK Kota Kotamobagu menggelar pelatihan barista yang menyasar kelompok rentan, Kamis (30/04/2026), di Red Corner Cafe, Jl. Hi. Zakaria Imban, Kelurahan Molinow, Kecamatan Kotamobagu Barat.

Kegiatan yang dimotori Pokja II TP PKK Kotamobagu ini bertujuan meningkatkan keterampilan dasar sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.

Pelatihan tersebut diikuti sekitar 20 warga dari berbagai kalangan, mulai dari kelompok rentan, penyandang disabilitas, ibu rumah tangga, hingga remaja usia produktif yang belum memiliki pekerjaan tetap.

Para peserta mendapatkan pembelajaran teknik meracik kopi menggunakan metode manual brew dari tenaga ahli.

Fenomena menjamurnya usaha street coffee di Kotamobagu menjadi salah satu latar belakang pelatihan ini. Dalam beberapa waktu terakhir, lapak kopi sederhana semakin mudah ditemui, mulai dari kawasan Alun-alun Boki Hontinimbang hingga pertokoan, yang ramai dikunjungi masyarakat, khususnya kalangan anak muda.

Ketua Pokja II TP PKK Kotamobagu, Retna S. Damopolii, mengungkapkan pihaknya memilih pelatihan di bidang kopi didasari pertimbangan matang.

“Karena kopi sekarang sedang menjadi tren, usaha kreatif yang diminati banyak orang, serta merupakan salah satu produk unggulan Kotamobagu,” ujar Retna.

Ia menjelaskan, materi pelatihan difokuskan pada teknik dasar agar peserta dapat langsung memulai usaha secara mandiri dengan modal yang relatif terjangkau.

“Pelatihan ini dirancang sederhana dan aplikatif. Harapannya, peserta bisa memulai usaha kecil seperti street coffee atau usaha rumahan tanpa membutuhkan modal besar,” tambahnya.

“Kegiatan semacam ini diharapkan mampu mendorong kemandirian ekonomi masyarakat, sehingga mampu mencukupi kebutuhan keluarga,” lanjut Retna.

Salah satu peserta, Sriyanti Mamonto, mengaku sangat terbantu dengan adanya pelatihan tersebut.

“Saya sangat bersyukur bisa ikut pelatihan ini. Selain menambah keterampilan, saya jadi lebih percaya diri untuk mencoba usaha kecil di rumah. Harapannya, dari sini saya bisa membantu ekonomi keluarga sedikit demi sedikit,” ungkap Sriyanti.

(Foto: Udi)

Pelatihan ini juga menghadirkan Nandi Saputra Angkara sebagai trainer, yang merupakan pelaku usaha di bidang kopi.

Nandi berharap kegiatan ini tidak berhenti pada pelatihan semata, tetapi mampu membangun ekosistem perkopian di Kotamobagu.

“Saya berharap setelah kegiatan ini, teman-teman peserta bisa terus belajar dan bahkan bergabung untuk bersama-sama mengembangkan industri kopi di Kotamobagu,” ujar Nandi.

Menurutnya, semakin banyak pelaku usaha kopi justru menjadi peluang besar bagi daerah.

“Saya tidak khawatir dengan bertambahnya pelaku di industri kopi. Rezeki sudah ada yang mengatur. Justru semakin banyak yang bergerak di bidang ini, semakin besar peluang Kotamobagu dikenal sebagai salah satu sentra industri kopi, yang tentunya berdampak positif bagi perekonomian daerah,” tambahnya.

Ketua TP PKK Kotamobagu, Rindah Gaib Mokoginta, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi bukti setiap individu memiliki peluang yang sama untuk berkembang, tanpa terhalang keterbatasan.

“Siapa bilang keterbatasan adalah akhir. Di pelatihan ini, kami buktikan semua orang bisa berdaya,” ujarnya.

Menurutnya, pelatihan barista ini tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis meracik kopi, tetapi juga menjadi investasi keterampilan jangka panjang bagi para peserta.

“Ini adalah investasi keterampilan, bukan cuma mahir meracik kopi, tapi juga siap bersaing di industri kuliner,” tambahnya.

Ia juga menekankan bahwa TP PKK Kotamobagu terus mendorong terciptanya masyarakat yang mandiri dan produktif. Pemberdayaan melalui peningkatan keterampilan dinilai menjadi salah satu kunci dalam membuka peluang kerja.

“Pelatihan barista ini menjadi salah satu langkah mewujudkan masa depan yang lebih baik,” kata Rindah.

Lebih lanjut, kegiatan ini disebut sebagai bagian dari program TP PKK dalam mendukung visi dan misi Pemerintah Kota Kotamobagu, dengan menghadirkan program yang inklusif dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

“Dengan semangat inklusivitas, TP PKK Kotamobagu akan terus menghadirkan program yang relevan bagi masyarakat,” tutupnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here