PETI Oboy Diduga Beraktivitas Kembali, APH Diminta Bertindak Tegas

12
PETI Oboy Diduga Beraktivitas Kembali, APH Diminta Bertindak Tegas
Ilustrasi. (Foto: Generated by AI)

ZONABMR.com — Aroma logam berat dan deru mesin pencari cuan kembali mencuat di balik rimbunnya kawasan Perkebunan Oboy, Kecamatan Dumoga, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong). Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang sebelumnya sempat dipetieskan lewat tindakan penutupan, diduga bangkit dari kubur dan kembali beroperasi dengan menggunakan alat berat.

​Kabar kembalinya aktivitas tambang ilegal ini sontak memantik reaksi keras. LSM Kibar Nusantara Merdeka langsung melayangkan sorotan tajam ke hadapan publik.

​Ketua LSM Kibar Nusantara Merdeka, Hengki Kaunang, dengan tegas meminta aparat penegak hukum (APH), terkhusus Polres Bolmong, untuk tidak menutup mata dan segera turun melakukan pengecekan langsung ke titik lokasi.

​”Kami meminta APH tidak tinggal diam. Jika benar aktivitas PETI kembali beroperasi menggunakan alat berat setelah sebelumnya ditutup, maka harus ada tindakan tegas,” ujar Hengki, Senin (14/9/2026).

​Tak hanya berhenti pada level pekerja di perut bumi, Hengki juga mendesak jajaran Polres Bolmong untuk menguliti tuntas siapa aktor intelektual di balik layar. Menurutnya, tangan-tangan pemodal, pengendali, atau para cukong yang berdiri kokoh menyokong aktivitas ilegal tersebut wajib diseret sesuai koridor hukum yang berlaku.

​Bahkan, langkah strategis turut diarahkan ke level komando yang lebih tinggi. LSM Kibar Nusantara Merdeka secara terbuka meminta Kapolda Sulawesi Utara agar memberikan atensi serius terhadap kembalinya aktivitas PETI di kawasan Oboy ini.

​Publik kini menanti langkah nyata dari para pengemban tongkat keadilan untuk membuktikan kebenaran di lapangan sekaligus menindak tegas segala bentuk pelanggaran hukum tanpa pandang bulu. Hingga berita ini diturunkan, konfirmasi resmi dari pihak Polres Bolmong maupun Polda Sulut masih terus dinantikan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here