
Kotamobagu, ZONABMR.COM – Tepuk tangan, rasa haru, dan kebanggaan menyatu di lingkungan Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al-Khairaat Mogolaing setelah para atlet cilik yang merupakan murid MI tersebut tampil bersinar pada Gorontalo Swimming Championship 2026, yang berlangsung 29–31 Januari 2026.
Salah satu yang paling menyita perhatian adalah Anggrainy Putri Haryanto Bibisa, bocah mungil yang akrab disapa Ayi.
Di usianya yang masih sangat belia, Ayi mampu berdiri tegak di podium tertinggi, menyabet tiga medali emas pada Kelompok Umur ≤7 tahun, masing-masing di nomor 50 meter gaya bebas, gaya dada, dan gaya kupu-kupu.
Bagi para guru MI Al-Khairaat, prestasi Ayi dan rekan-rekannya bukan sekadar deretan medali. Ia adalah simbol ketekunan, disiplin, dan keberanian bermimpi sejak usia dini.
“Ini kebanggaan yang luar biasa bagi kami. Terlebih Ayi masih duduk di kelas 1, tetapi sudah mampu mengharumkan nama sekolah dan daerah,” ujar Siti Nurcahyanita Hanafi, wali kelas Ayi, Senin (09/02/2026).
Siti mengaku, sejak awal pihak sekolah berkomitmen untuk tidak membatasi potensi siswa, termasuk di bidang olahraga. Ketika jadwal latihan renang bertabrakan dengan jam pelajaran, solusi selalu dicari.
“Kami carikan waktu belajar untuk mengejar ketertinggalan. Prinsip kami, prestasi akademik dan non-akademik harus berjalan beriringan,” tuturnya.

Prestasi Ayi juga menjadi bagian penting dari keberhasilan Totabuan Citawaya Akuatik yang keluar sebagai peringkat ketiga perolehan medali terbanyak pada kejuaraan renang bergengsi tingkat Indonesia Timur tersebut.
Tak hanya Ayi, panggung prestasi juga diisi oleh siswa MI Al-Khairaat lainnya. Agista Aisya Tunggali tampil luar biasa dengan raihan 9 medali emas dan 1 perak, sementara Aisyafiah Zufaira Burase dan Azqiara Khairunissa Bengga masing-masing mempersembahkan 1 medali perunggu.
Kepala MI Al-Khairaat Mogolaing, Hj. Ulfa Aldjeredi, S.Ag., M.Pd., menyebut capaian tersebut sebagai anugerah sekaligus amanah.
“Kami bangga dan bersyukur. Prestasi ini menunjukkan bahwa jika anak-anak diberi ruang, dukungan, dan kepercayaan, mereka mampu melampaui batas yang sering kita anggap mustahil,” ucapnya.
Di balik medali emas yang berkilau, tersimpan kisah sederhana. Ayi mengaku kecintaannya pada renang tumbuh dari sosok sang ibu, yang merupakan mantan atlet nasional.
“Ayi memang suka berenang. Ayi ingin seperti bunda,” katanya lirih, sembari tersenyum malu-malu saat didampingi wali kelasnya.
Kejuaraan ini bukan hanya soal kemenangan, tetapi juga tentang harapan. Harapan bahwa dari Kota Kotamobagu, dari sekolah sederhana, akan lahir atlet-atlet hebat yang kelak mengharumkan nama daerah di panggung yang lebih besar.
Prestasi Ayi dan kawan-kawan di Gorontalo Swimming Championship 2026 menjadi penegas bahwa pembinaan olahraga usia dini di Kotamobagu berada di jalur yang tepat—menyemai mimpi, sejak anak-anak masih belajar mengeja cita-cita.



