
ZONABMR.com-Tujuh malam setelah tragedi Tidar Drag Race, Ketua Panitia Lucky Sugeha hadir di tengah keluarga korban dalam prosesi adat Mongondow Mobingkat Kong Bolad, Minggu (16/8/2026).
Lucky hadir dalam prosesi yang digelar di rumah Lisma Mokoginta di Desa Bilalang Baru Kecamatan Bilalang, salah satu korban meninggal dunia dalam insiden di Kelurahan Upai, Kecamatan Kotamobagu Utara.
Kehadiran Lucky menjadi bentuk kepedulian panitia kepada keluarga korban yang masih berada dalam suasana duka. Ia menegaskan, panitia tidak meninggalkan keluarga korban dan tetap bertanggung jawab atas musibah tersebut.
“Kehadiran kami sebagai bentuk tanggung jawab dan empati kepada keluarga korban. Jadi panitia tidak lepas tangan atas musibah ini,” ujar Lucky.
Menurut Lucky, bentuk tanggung jawab panitia juga diwujudkan dengan membantu kebutuhan keluarga korban selama masa duka.
“Bentuk tanggung jawab kami berupa menanggung semua biaya. Termasuk catering untuk takziah hingga nanti pembuatan kubur. Kami turut merasakan duka yang mendalam atas musibah ini,” katanya.
Tragedi tersebut telah merenggut sembilan nyawa. Delapan korban sebelumnya telah dimakamkan pada Senin (10/8/2026).
Sementara korban kesembilan, Muksin Dondo, meninggal dunia pada Minggu (16/8/2026) setelah menjalani perawatan di RSUP Prof. Kandou Manado.
Muksin kemudian dimakamkan pada hari yang sama.
Dalam prosesi tersebut, Asisten I Setda Kotamobagu Sahaya Mokoginta bersama sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah turut hadir.
Sahaya mengatakan, kehadiran Pemerintah Kota Kotamobagu merupakan bentuk empati kepada keluarga korban.
“Keberadaan kami Pemkot sampai pada malam hari ini tentu bagian dari empati, turut merasakan duka keluarga. Dan lebih daripada kehadiran itu, lebih daripada tugas, semua korban ini adalah keluarga. Sehingga pemerintah kota dan keluarga korban tidak dibiarkan sendiri. Kita sama-sama ikut merasakan apa yang mereka rasakan saat ini,” tegas Sahaya.
Lucky Sugeha sendiri di malam yang sama, menemui empat keluarga korban lainnya yang tersebar di Desa Bilalang III, Bilalang IV dan Bilalang Baru.

Di tengah prosesi duka tersebut, keluarga korban masih menunggu perkembangan proses penyelidikan atas tragedi Tidar Drag Race.
Sembilan nyawa telah menjadi korban dalam insiden tersebut. Sementara keluarga masih menanti kepastian mengenai proses hukum dan hasil penyelidikan aparat terkait.




