
ZONABMR.com — Tiga hari setelah kesepakatan penataan antrean solar diberlakukan sejak Senin, 5 Oktober 2026, mekanisme baru di SPBU Matali mulai dirasakan para sopir kendaraan truk.
Antrean yang sebelumnya kerap mengular hingga mengganggu arus lalu lintas di Jalan K.S. Tubun kini dialihkan ke area sekitar Lapangan Nunuk. Sopir yang hendak mendapatkan BBM terlebih dahulu mengambil nomor antrean dengan syarat berada di lokasi.

Anang Sugeha, salah satu sopir yang mengikuti antrean saat diwawancarai Zonabmr, Rabu (7/10/2026), mengaku puas dengan pengaturan yang diterapkan.
Menurutnya, mekanisme tersebut membuat proses mendapatkan BBM menjadi lebih jelas karena setiap sopir mengikuti urutan yang telah ditentukan.
Hal serupa disampaikan Gani Mokodompit, sopir lainnya yang ditemui saat mengikuti antrean. Ia menilai mekanisme baru cukup mempermudah kendaraan truk mendapatkan BBM.
“Dengan pengaturan ini cukup mempermudah kendaraan truk untuk mendapatkan BBM,” ujarnya.
Dari pengamatan di lokasi, para sopir terlihat mengikuti urutan antrean. Tidak tampak kendaraan yang mencoba mengambil posisi dengan memotong antrean.
Mekanisme tersebut merupakan tindak lanjut kesepakatan yang dibuat dalam pertemuan antara Pemerintah Kelurahan Matali, pengelola SPBU Matali, Komunitas Dump Truck Bersahabat Kotamobagu-BMR, serta unsur terkait pada Sabtu malam, 3 Oktober 2026.

Dalam kesepakatan itu, antrean dipindahkan ke lingkar Lapangan Nunuk agar kendaraan tidak lagi memenuhi badan Jalan K.S. Tubun.
Revol Bara, pemuda Matali yang turut bertugas mengatur antrean di lokasi, mengatakan pelaksanaan antrean berjalan sesuai kesepakatan.
Ia menegaskan, nomor antrean hanya diberikan kepada kendaraan yang sopirnya berada langsung di lokasi antrean.
“Tidak ada ceritanya titip nomor atau menelpon untuk minta simpankan nomor,” kata Revol.
Menurutnya, aturan tersebut dibuat agar mekanisme antrean benar-benar berdasarkan urutan kedatangan, bukan berdasarkan hubungan pribadi atau permintaan melalui telepon.
“Yang diberikan nomor antrean hanya kendaraan yang sopirnya ada di lokasi antrean di area Lapangan Nunuk,” ujarnya.
Pengaturan lokasi antrean juga mendapat dukungan dari Pemerintah Kelurahan Matali. Lurah Matali Rafik Andhika Alamri sebelumnya meminta agar antrean tidak lagi mengganggu jalan raya.
Pemerintah kelurahan kemudian menyediakan lahan di sekitar Lapangan Nunuk sebagai area antrean sehingga kendaraan yang menunggu giliran tidak menumpuk di Jalan K.S. Tubun.
Kesepakatan SPBU dan Komunitas
Sistem yang kini diterapkan merupakan bagian dari kesepakatan yang sebelumnya mendapat dukungan pengelola SPBU dan komunitas sopir.
Direktur SPBU Matali Franky Pandelaki menyatakan pihaknya menyepakati penggunaan sistem nomor antrean tersebut.
Dalam skema yang disepakati, sebanyak 40 nomor diperuntukkan bagi sopir pekerja dan 45 nomor bagi sopir umum. Sebagian kuota lainnya disiapkan untuk kendaraan dengan kebutuhan prioritas.
Kuota penyaluran solar di SPBU Matali disebut sekitar 8.000 liter per hari.
Franky juga menegaskan tidak boleh ada permainan dari pihak internal SPBU dalam pengaturan antrean.
“Kalau ada oknum dalam SPBU main mata dalam antrean, akan langsung dipecat,” tegasnya.
Ketua Komunitas Dump Truck Bersahabat Kotamobagu-BMR, Sarjan Korompot, juga menyambut kesepakatan tersebut.
Komunitas, kata dia, tidak meminta perlakuan khusus. Yang diharapkan adalah mekanisme yang telah disepakati benar-benar dijalankan secara konsisten.
“Kami tidak meminta diprioritaskan, tapi tetap jaga komitmen sesuai kesepakatan,” kata Sarjan.

Dengan mekanisme tersebut, sekitar 80 sopir aktif dalam komunitas diharapkan mengikuti aturan antrean yang telah disepakati.
Tiga hari penerapan aturan itu kini menjadi ujian awal apakah kesepakatan antara sopir, pengelola SPBU dan pemerintah setempat mampu menjaga antrean tetap tertib sekaligus mengembalikan fungsi Jalan K.S. Tubun agar tidak lagi menjadi tempat kendaraan menunggu giliran mengisi BBM.
Untuk sementara, para sopir yang ditemui di lokasi mengaku mekanisme tersebut membuat antrean lebih tertata dan proses mendapatkan BBM menjadi lebih mudah.



