Kotamobagu, ZONABMR.COM – Sebagai bagian dari inovasi pelayanan publik sekaligus upaya menumbuhkan kesadaran pajak sejak usia muda, Samsat Kotamobagu bersiap meluncurkan program bertajuk “Samsat Masuk Sekolah” di sejumlah sekolah di wilayah Kota Kotamobagu.
Kepala Samsat Kotamobagu, Lendy A. Daud, SH, MSi, mengatakan pajak kendaraan bermotor merupakan kewenangan provinsi yang sebaiknya dipahami masyarakat sejak dini.
“Edukasi pajak harus dimulai sedini mungkin. Melalui kegiatan Samsat Masuk Sekolah, kami ingin memberikan pemahaman kepada para pelajar tentang pentingnya pajak, khususnya pajak kendaraan bermotor,” jelas Lendy saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa 26 Agustus 2025.
Program ini menjadi bagian dari rangkaian Bulan Sadar Pajak 2025 yang berlangsung dari bulan Juli di seluruh wilayah Sulawesi Utara.
Tidak hanya sebatas sosialisasi, kegiatan tersebut juga melibatkan Satlantas Polres Kotamobagu dan Jasa Raharja untuk melakukan pemeriksaan pajak kendaraan bermotor yang terparkir di sekolah-sekolah.
Menurut Lendy, hasil pemeriksaan menunjukkan masih ada kendaraan siswa yang pajaknya belum dibayar.
“Kami tidak langsung menindak, hanya menempelkan surat pemberitahuan agar segera ditindaklanjuti,” ujarnya.
Selain edukasi dan pemeriksaan, Bulan Sadar Pajak juga diisi dengan penelusuran Kendaraan Tidak Melakukan Daftar Ulang (KTMDU) serta operasi khusus di lapangan.
Lendy pun mengimbau masyarakat agar tidak menunda kewajiban pajak.
“Pembayaran pajak kendaraan dapat dilakukan di titik-titik layanan Samsat terdekat yang sudah disiapkan,” tambahnya.
Langkah ini tidak hanya memperkuat kualitas pelayanan publik, tetapi juga menegaskan komitmen Samsat Kotamobagu untuk menumbuhkan budaya taat pajak sejak dini, demi mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Produk Lokal Sulit Menembus Rak Minimarket, Indomaret dan Alfamart Dituding Lebih Utamakan Barang dari Luar Daerah (Foto: Udi)
Kotamobagu, ZONABMR.COM – Di hampir setiap gerai Indomaret dan Alfamart di Kotamobagu, rak kebutuhan harian terlihat penuh.
Namun jika diperhatikan lebih detail, mayoritas produk yang terpajang bukan berasal dari UMKM lokal.
Dari puluhan rak yang tersedia, hanya segelintir menampilkan produk asli Kotamobagu.
Hasil penelusuran ZONABMR.COM di sejumlah gerai, Senin 25 Agustus 2025, menunjukkan fakta mencolok: produk olahan makanan ringan, bumbu dapur, hingga minuman kemasan sebagian besar dipasok dari Manado, Gorontalo, hingga Makassar. Sementara produk UMKM Kotamobagu bisa dihitung dengan jari.
“Kami sudah ikuti semua prosedur, bahkan sampai menandatangani perjanjian bermaterai. Tapi ujung-ujungnya tidak ada kepastian,” keluh Nassar Bin Awwat, Selasa 26 Agustus 2025, pemilik UD. Berlian NBA yang memproduksi bumbu dapur lokal.
UD. Berlian NBA sendiri bukan pemain baru. Usaha keluarga yang berlokasi di Kelurahan Pobundayan ini telah beroperasi sejak tahun 1985, dikenal dengan produk bumbu dapur tradisional yang menjaga cita rasa khas daerah.
Berbagai generasi keluarga di Kotamobagu sudah akrab dengan produk tersebut, namun ironisnya hingga kini justru sulit menembus rak minimarket modern.
Padahal, produk UD. Berlian NBA telah mengantongi izin BPOM, sertifikasi halal MUI dan secara kemasan telah cukup modern.
Namun semua itu belum cukup untuk menjamin produknya masuk ke rak minimarket.
“Biaya operasional dan waktu yang habis sangat memberatkan,” tambah Nassar.
Produk Bumbu Dapur UD. Berlian NBA (Foto: Ifa)
Tak hanya pelaku usaha, konsumen pun ikut merasakan dampaknya.
Ryan Mokodompit, warga Kotamobagu Timur, mengaku sering mencari produk lokal di minimarket namun jarang menemukannya.
“Saya suka beli sambal dan keripik buatan lokal karena rasanya beda. Tapi di Indomaret dan Alfamart hampir tidak ada. Kalau mau cari, ya harus ke pasar atau langsung ke rumah produksinya,” tutur Ryan.
Suara serupa datang dari Nayla Mutty, seorang pegawai swasta yang kerap belanja di minimarket.
“Harusnya produk lokal diberi tempat khusus, jadi kami tahu mana yang asli Kotamobagu. Sekarang lebih banyak barang dari luar. Sayang sekali, padahal produk lokal tidak kalah kualitasnya,” ujarnya.
Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UMKM Kotamobagu, Ariono Potabuga, juga mengakui persoalan tersebut.
“Sejauh ini, produk lokal yang berhasil masuk jumlahnya masih sangat kecil. Dari puluhan UMKM yang mencoba, hanya sekitar 2–3 yang berhasil terpajang di rak. Sisanya didominasi produk luar daerah,” ungkapnya.
Ia menilai, perlu ada langkah konkret dari pihak ritel.
“Idealnya, Indomaret dan Alfamart membuka divisi khusus produk lokal di Kotamobagu. Dengan begitu, pelaku UMKM tidak perlu lagi menanggung ongkos tinggi hanya untuk ke Manado. Sosialisasi standar produk juga harus dilakukan secara terbuka,” ujarnya.
Ariono menambahkan, seharusnya ada keberpihakan nyata dari ritel modern terhadap pelaku UMKM lokal.
Ia menyinggung adanya payung hukum yang bisa menjadi dasar memperkuat kolaborasi, yaitu Peraturan Kepala BKPM Nomor 1 Tahun 2022.
“Inti dari aturan ini adalah mengatur tata cara kemitraan antara usaha besar dengan UMKM di daerah. Tujuannya jelas: membangun hubungan yang saling menguntungkan, memberikan kepastian hukum, dan mendorong pemerataan pertumbuhan ekonomi. Jadi, minimarket sebagai usaha besar seharusnya memberi ruang lebih bagi UMKM Kotamobagu untuk masuk ke rantai pasok mereka,” tegas Ariono.
Menurutnya, jika regulasi tersebut dijalankan secara konsisten, UMKM lokal tidak hanya menjadi penonton, tapi ikut menikmati dampak ekonomi dari hadirnya jaringan ritel modern di Kotamobagu.
Pengamat ekonomi lokal dari Universitas Dumoga Kotamobagu, Dr. Rachman Mokoginta, menilai fenomena ini merupakan bentuk asimetris pasar yang merugikan daerah.
“Ketika jaringan ritel modern hadir, seharusnya mereka menjadi mitra strategis UMKM. Tapi jika pintunya terlalu sempit, justru mereka hanya menjadi saluran distribusi produk luar. Dampaknya, uang belanja masyarakat Kotamobagu lebih banyak mengalir keluar daerah,” jelasnya.
Menurut Rachman, pemerintah daerah perlu lebih agresif memperjuangkan produk lokal agar mendapat porsi di minimarket modern.
“Ada regulasi di beberapa daerah yang mewajibkan ritel modern menyediakan minimal 20 persen rak untuk produk lokal. Mungkin Kotamobagu perlu mempertimbangkan kebijakan serupa,” tambahnya.
Minimnya keterlibatan produk lokal di minimarket besar tak hanya merugikan UMKM, tetapi juga konsumen Kotamobagu.
Warga kehilangan kesempatan menikmati produk asli daerah, sementara keuntungan ekonomi lebih banyak mengalir keluar.
Di balik slogan manis soal keberpihakan pada UMKM, realitas di rak-rak minimarket justru memperlihatkan jurang yang nyata.
Pertanyaannya kini: apakah dua raksasa ritel nasional ini benar-benar serius membuka ruang bagi UMKM lokal, atau sekadar menjadikannya jargon pemasaran?
Kepala SMA N 1 Kotamobagu bersama Theresia Natalie Batara Randa dan Rekan-rekannya
Kotamobagu, ZONABMR.COM – Upacara bendera di halaman SMA Negeri 1 Kotamobagu pada Senin, 25 Agustus 2025, berlangsung khidmat sekaligus penuh kebanggaan.
Pagi itu, tidak hanya bendera Merah Putih yang berkibar dengan gagah, tetapi juga rasa haru dan bangga yang menyelimuti seluruh peserta upacara.
Momen tersebut menjadi istimewa karena pihak sekolah memberikan apresiasi kepada para siswa yang telah membawa nama harum sekolah lewat tugas mulia sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tahun 2025.
Kepala SMA Negeri 1 Kotamobagu, Masyuri Podomi, S.Pd., MM., memimpin langsung prosesi penyerahan sertifikat penghargaan.
Satu per satu nama dipanggil untuk menerima apresiasi di hadapan seluruh siswa, guru, serta jajaran sekolah.
Mereka adalah Theresia Natalie Batara Randa, Nazril Alfarizi Olii, Rafi Al Albani Mokodompit, Muh. Cakra Pratama Salim, Ashraf Faisal Dondo Mogimpe, Chayla Syahira Amiranty Puteri, dan Megrisa Hidayat Lasena.
Dalam sambutannya, Masyuri menegaskan bahwa pencapaian para siswa ini adalah kebanggaan besar, tidak hanya bagi SMA Negeri 1 Kotamobagu, tetapi juga bagi masyarakat daerah.
“Saya bangga karena kalian sudah mengharumkan nama SMA Negeri 1 Kotamobagu sebagai anggota Paskibraka tahun 2025. Sekolah memberikan apresiasi sebagai bentuk ucapan terima kasih atas tugas yang telah dilaksanakan dengan baik. Harapan kami, tujuh utusan sekolah ini bisa menjadi orang-orang hebat di masa depan,” ungkapnya.
Suasana hening sejenak ketika sertifikat penghargaan diterima.
Tepuk tangan meriah kemudian pecah dari peserta upacara, menandai betapa pencapaian ini menjadi kebanggaan kolektif bagi keluarga besar SMA Negeri 1 Kotamobagu.
Theresia Natalie Batara Randa Menerima Sertifikat dari Kepala Sekolah SMA N 1 Kotamobagu, Masyuri Podomi, S.Pd, MM
Di tengah rasa haru, Theresia Natalie Batara Randa tampil mewakili rekan-rekannya untuk menyampaikan ucapan syukur.
Ia mengakui bahwa kesempatan menjadi Paskibraka merupakan pengalaman yang tak ternilai.
“Pertama-tama saya bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan saya juga berterima kasih kepada Bapak Kepala Sekolah, guru-guru, serta seluruh pihak sekolah yang telah memberi dorongan dan motivasi. Saya berjanji akan terus berusaha melakukan yang terbaik demi mengharumkan nama sekolah dan daerah kita,” ujar Theresia.
Lebih jauh, Theresia menegaskan tekadnya untuk tidak berhenti sampai di sini.
Baginya, menjadi Paskibraka adalah langkah awal untuk terus berkarya dan berkontribusi.
Ia pun menyampaikan pesan khusus bagi generasi muda Bolaang Mongondow Raya (BMR).
“Mari kita sebagai anak muda berani tampil, berprestasi, dan melakukan yang terbaik untuk mengisi pembangunan daerah dan negeri Indonesia tercinta,” tegasnya.
Di balik prestasi yang telah diraihnya, Theresia menyimpan cita-cita besar: menjadi seorang dokter militer.
Putri pertama dari pasangan Yohanis Batara Randa dan Ni Ketut Sayang ini menaruh harapan tinggi agar kelak bisa mengabdikan diri di bidang kesehatan sekaligus pertahanan negara.
Cita-cita tersebut menjadi dorongan kuat baginya untuk terus berdisiplin, belajar sungguh-sungguh, dan tidak mudah menyerah dalam meraih masa depan.
Apresiasi ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa SMA Negeri 1 Kotamobagu tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga mendukung penuh pengembangan karakter, kepemimpinan, dan jiwa nasionalisme para siswanya.
Tidak heran jika sekolah ini kembali mengukir prestasi dengan meloloskan tujuh siswa sebagai Paskibraka di tahun 2025.
Bagi Theresia dan keenam rekannya—Nazril, Rafi, Cakra, Ashraf, Chayla, dan Megrisa—pengalaman ini akan menjadi modal penting untuk menatap masa depan.
Mereka tidak hanya berhasil menunaikan tugas negara dengan baik, tetapi juga telah menularkan semangat disiplin, tanggung jawab, dan kebanggaan kepada seluruh siswa lain.
Sejarah pun mencatat, SMA Negeri 1 Kotamobagu hampir setiap tahun berhasil melahirkan anggota Paskibraka baik di tingkat kota, provinsi, hingga nasional.
Tradisi prestasi ini tidak lepas dari pembinaan intensif serta dukungan penuh sekolah terhadap kegiatan ekstrakurikuler, terutama di bidang kepramukaan dan kepemimpinan.
Dengan konsistensi tersebut, sekolah ini semakin meneguhkan diri sebagai salah satu pencetak kader-kader muda berjiwa nasionalis di Bolaang Mongondow Raya.
Momen sederhana namun penuh makna ini menegaskan bahwa setiap langkah kecil anak muda, ketika dilakukan dengan dedikasi, bisa menjadi sumber inspirasi besar.
Dan dari halaman sekolah itulah, semangat kebangsaan terus ditumbuhkan, agar kelak lahir generasi penerus yang siap membanggakan daerah dan Indonesia di kancah yang lebih luas.
Hanindhito Mokodompit Nahkodai Perbasi Kotamobagu, Targetkan Prestasi Basket Daerah
Kotamobagu, ZONABMR.COM – Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Kota Kotamobagu kini resmi memiliki nakhoda baru.
Melalui Musyawarah Kota (Muskot) yang digelar di ruang rapat Komisi II DPRD Kotamobagu pada, Jumat 22 Agustus 2025, Hanindhito Lazuardi Mokodompit terpilih memimpin organisasi basket untuk periode 2025–2029.
Hanindhito menggantikan ketua sebelumnya, Royke Kasenda, yang telah menakhodai Perbasi di periode lalu.
Muskot tersebut turut dihadiri perwakilan Pemerintah Kota Kotamobagu, yakni Kabid Olahraga Dispora Hendra Mokoagow, serta pengurus Perbasi Sulawesi Utara.
Kehadiran mereka memberi sinyal dukungan terhadap arah pembinaan olahraga basket di daerah ini.
Dalam sambutannya, Hanindhito menyampaikan rasa terima kasih atas amanah yang diberikan.
Ia menegaskan, Perbasi Kotamobagu akan fokus membina talenta muda dan menghadirkan lebih banyak kompetisi lokal.
“Perbasi Kotamobagu harus jadi wadah aktif untuk generasi muda pecinta basket. Kami akan bersinergi dengan semua pihak agar olahraga ini makin berkembang dan bisa melahirkan atlet berprestasi,” ujar Hanindhito.
Harapan besar pun dipasang pada kepengurusan baru ini.
Dengan program yang lebih terarah, Perbasi Kotamobagu ditargetkan mampu melahirkan pemain-pemain basket potensial yang bisa mengangkat nama daerah di tingkat provinsi bahkan nasional.
Peringati Hari Juang Polri, Polres Kotamobagu Gelar Upacara Dipimpin Kapolres
Kotamobagu, ZONABMR.COM – Polres Kotamobagu melaksanakan upacara peringatan Hari Juang Polri Tahun 2025 di halaman Mapolres, Kamis 21 Agustus 2025.
Upacara yang berlangsung khidmat tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Kotamobagu, AKBP Irwanto, S.I.K., M.H.
Upacara diikuti oleh Wakapolres, pejabat utama, para perwira, bintara, hingga Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Polres Kotamobagu.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan sejarah singkat Hari Juang Polri serta pembacaan Teks Proklamasi Polisi oleh Inspektur Upacara.
Dalam amanatnya, Kapolres Kotamobagu menegaskan bahwa Hari Juang Polri menjadi momentum untuk merefleksikan kembali semangat pengabdian dan loyalitas kepolisian kepada negara.
“Hari Juang Polri bukan hanya peringatan seremonial, tetapi pengingat bagi seluruh personel bahwa kita adalah garda terdepan dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta keutuhan NKRI. Semangat Polisi Istimewa Surabaya tahun 1945 harus terus hidup dalam diri setiap anggota Polri,” ujar AKBP Irwanto.
Kapolres juga menambahkan, tantangan tugas Polri ke depan semakin kompleks, baik dalam menghadapi perkembangan teknologi, dinamika sosial, maupun potensi gangguan keamanan.
Oleh karena itu, seluruh jajaran dituntut untuk terus meningkatkan profesionalisme, kedisiplinan, dan kepekaan terhadap masyarakat.
“Polri harus hadir di tengah masyarakat dengan sikap humanis, melayani dengan tulus, dan bekerja berdasarkan integritas. Itu adalah wujud nyata semangat juang yang diwariskan oleh para pendahulu kita,” imbuhnya.
Upacara kemudian ditutup dengan doa bersama, dipimpin oleh rohaniawan, sebagai bentuk harapan agar Polri senantiasa diberi kekuatan dan perlindungan dalam mengemban tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.
Sebagai informasi, Hari Juang Polri diperingati setiap tanggal 21 Agustus. Peringatan ini lahir dari peristiwa bersejarah ketika Polisi Istimewa Surabaya dengan tegas menyatakan kesetiaan kepada Republik Indonesia pasca Proklamasi 1945.
Momen tersebut menegaskan peran Polri dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan, sekaligus menjadi warisan nilai perjuangan yang terus relevan hingga saat ini.
Dinas Kominfo Kotamobagu Terima Kunjungan Studi Lapangan Peserta PKA Pemkot Manado
Kotamobagu, ZONABMR.COM– Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Kotamobagu menerima kunjungan studi lapangan peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Pemerintah Kota Manado Tahun 2025.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis, 21 Agustus 2025, di Kantor Dinas Kominfo Kotamobagu.
Kepala Dinas Kominfo Kotamobagu, M. Fahri Damopolii menyampaikan rasa syukur dan kebanggaan karena instansinya dijadikan salah satu lokus studi lapangan oleh peserta PKA.
“Alhamdulillah, jajaran Dinas Kominfo Kota Kotamobagu menerima kunjungan studi lapangan peserta PKA Tahun 2025 Pemerintah Kota Manado. Tentu kami bersyukur dan merasa bangga, karena Dinas Kominfo dijadikan salah satu lokus studi lapangan,” kata Fahri.
Dalam kunjungan tersebut, berbagai hal dibahas bersama, mulai dari komitmen kepala daerah dalam percepatan transformasi pemerintah digital, ketersediaan infrastruktur pendukung, layanan publik, pengelolaan kerja sama media publikasi, pengelolaan data statistik sektoral di tingkat perangkat daerah, hingga penanganan insiden siber.
Fahri menambahkan, pihaknya bersyukur karena dapat saling berbagi informasi terkait kinerja pelayanan, khususnya upaya dalam pencapaian indikator kinerja utama Dinas Kominfo Kotamobagu.
“Kami juga tentu menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada BPSDM Sulut dan BPSDM Pemkot Manado atas pelaksanaan studi lapangan ini. Mudah-mudahan hal-hal yang dibahas bisa menjadi bahan referensi dalam penyusunan laporan peserta PKA,” ujarnya.
Peserta studi lapangan yang merupakan pejabat eselon III lingkup Pemkot Manado diterima langsung oleh jajaran Dinas Kominfo Kotamobagu.
Turut hadir Sekretaris Dinas Kominfo, Hasna Pasambuna, Kepala Bidang Statistik Informasi dan Komunikasi Publik, Hendry Mokodompit, Kepala Bidang TIK, Indra Sutriadi, dan Kepala Bidang Penyelenggaraan e-Government, Faisal Muis.
Ariono Potabuga dan Tim DisdagkopUMKM Kotamobagu bersama Pemilik SELEVEL Resto & Caffe
Kotamobagu, ZONABMR.COM – Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UMKM (Disdagkop UMKM) Kotamobagu, Ariono Potabuga, memberikan apresiasi tinggi terhadap SELEVEL Resto & Caffe.
“Makanannya recommended, tempatnya recommended, menandakan kualitas sekaligus kenikmatan kuliner yang mampu memikat masyarakat lokal maupun pengunjung,” ucap Ariono, Kamis 21 Agustus 2025, saat mengunjungi SELEVEL bersama tim DisdagkopUMKM Kotamobagu.
Inisiatif Sosial: Memperkuat Ekosistem UMKM Lokal
Lebih dari sekadar restoran, SELEVEL Resto & Caffe turut mendukung pengembangan UMKM di sekitarnya.
Destinasi kuliner ini kini menjadi wadah bagi pelaku usaha mikro lokal, dengan menyediakan ruang penjualan bagi produk-produk mereka—seperti kue-kue dan snack—untuk dipasarkan melalui gerai mereka.
Langkah SELEVEL yang tidak hanya menjual menu sendiri, tetapi juga membuka peluang bagi UMKM lain agar produknya dikenal dan diterima masyarakat menjadi perhatian khusus Ariono.
“Ini menunjukkan semangat kolaboratif yang nyata, memperkuat sinergi antar pelaku ekonomi lokal,” ujar Ariono.
Penyerapan Tenaga Kerja: Kontribusi Untuk Komunitas
Selain dukungan terhadap sesama UMKM, SELEVEL Resto & Caffe diapresiasi Ariono karena telah menyerap tenaga kerja lokal secara signifikan.
“Restoran ini memberi kesempatan bekerja kepada warga sekitar—mulai dari pramusaji, koki, hingga staf pendukung lainnya—memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan serta pengurangan pengangguran di Kotamobagu,” kata Ariono.
Konteks Wilayah: Peran UMKM di Sulawesi Utara
Apresiasi ini datang di tengah tren pertumbuhan UMKM di Sulawesi Utara yang kuat.
Data BPS Sulut menunjukkan bahwa jumlah usaha mikro dan kecil meningkat dari 44.308 unit pada 2022 menjadi 60.961 unit pada 2023, sementara jumlah tenaga kerja sektor tersebut melonjak dari 78.643 menjadi 113.996 orang .
Kolaborasi antara SELEVEL Resto & Caffe dengan UMKM lokal, lanjut Ariono, serta penyerapan tenaga kerja setempat menunjukkan bahwa peran wirausaha tidak hanya soal mencari keuntungan, tetapi juga memperkuat komunitas.
“Usaha seperti SELEVEL bisa menjadi contoh teladan dalam membangun ekosistem UMKM yang inklusif, inovatif, dan berkelanjutan,” tutup Ariono.
Inayah Warso dan Firman, Bersama Para Karyawan Selevel Resto & Cafe
Kotamobagu, ZONABMR.COM – Di balik gemerlap lampu dan riuh suasana Selevel Resto & Caffe yang selama ini menjadi salah satu ikon tempat nongkrong di Kotamobagu, kini tersimpan kegelisahan yang mendalam.
Bukan soal kualitas makanan atau pelayanan, melainkan ancaman nyata dari hoaks yang datang dari sebuah postingan di media sosial.
Bagi sebagian orang, mungkin itu hanya sekadar status, sekadar “curahan hati” di jagat maya.
Namun, bagi puluhan karyawan Selevel, dampaknya begitu nyata: ancaman kehilangan pekerjaan.
Pengunjung Turun, Nasib Puluhan Karyawan Terancam
Inayah Warso, pemilik Selevel Resto & Caffe, mengaku dua hari terakhir usahanya mengalami penurunan jumlah pengunjung yang cukup signifikan.
Suaranya terdengar berat saat menyampaikan kemungkinan terburuk yang harus dihadapi.
“Akibat jari yang begitu ringan memposting hal negatif, padahal ada banyak orang yang menggantungkan penghasilannya kepada Selevel. Kalau keadaan ini terus berlanjut, saya tidak punya pilihan selain mengurangi karyawan hingga setengahnya,” ucap Inayah, Rabu, 20 Agustus 2025.
Selevel saat ini mempekerjakan 54 karyawan. Angka yang tidak kecil untuk sebuah usaha kuliner di kota kecil seperti Kotamobagu.
Inayah sadar, di balik angka itu ada puluhan keluarga yang mengandalkan keberadaan Selevel untuk tetap bertahan hidup.
“Saya sedih memikirkan jika terpaksa ada karyawan yang di-PHK. Banyak di antara mereka adalah tulang punggung keluarga, ada yang anak yatim piatu, ada pula mahasiswa yang bekerja demi biaya kuliahnya,” katanya.
Suara Harapan dari Para Karyawan
Kekhawatiran itu bukan hanya milik pemilik, tetapi juga para karyawan yang kini dihantui rasa cemas.
Syaulia Zafitri Ramadhani, karyawan asal Motoboi Kecil, tak kuasa menahan air mata ketika ditanya soal kemungkinan adanya PHK.
“Saya seorang piatu dan merupakan tulang punggung keluarga. Bagaimana nasib keluarga saya jika saya masuk daftar yang di-PHK?” katanya lirih tak kuasa menahan tetes air mata yang jatuh.
Ia berharap masalah ini cepat selesai, agar Selevel kembali ramai seperti biasa.
Nada serupa diungkapkan Ningsih Mamonto, karyawan asal Kotobangon. Baginya, bekerja di Selevel bukan sekadar mencari nafkah karena statusnya sebagai tulang punggung keluarga, tetapi juga tentang ikatan emosional dengan pemilik usaha.
Ningsih Mamonto, Salah seorang Karyawan Selevel Resto & Caffe, Berstatus Tulang Punggung Keluarga yang Berharap Agar Permasalahan Cepat Selesai
“Dengan bekerja di sini saya bisa membiayai kebutuhan keluarga. Apalagi Kak Inayah dan suaminya begitu peduli, mereka sering memberi bonus saat resto ramai pengunjung. Bahkan, mess pun disediakan bagi karyawan yang tidak punya tempat tinggal,” ungkap Ningsih.
Harapan Penyelesaian Kekeluargaan
Meski tengah dirundung masalah, Inayah masih membuka pintu untuk jalan damai. Ia berharap ada itikad baik dari Monica Elsa Dilapanga untuk meminta maaf dan menyelesaikan persoalan ini secara kekeluargaan.
“Bagi kami, ini bukan sekadar soal nama baik usaha, tetapi tentang masa depan puluhan orang yang bekerja di sini,” tegasnya.
Di satu sisi, kasus ini memperlihatkan betapa besar pengaruh media sosial dalam kehidupan nyata.
Satu unggahan bisa berdampak pada keberlangsungan sebuah usaha, bahkan mengancam nasib banyak orang.
Kini, Selevel Resto & Caffe tengah berjuang bukan hanya untuk mempertahankan reputasi, tetapi juga untuk menjaga asa puluhan karyawannya yang menggantungkan harapan di sana.
Owner Selevel, Inayah Warso dan Firman bersama Wali Kota Weny Gaib, Kapolres AKBP Irwanto dan Dandim 1303 Letkol Inf. Fahmil Harris
Kotamobagu, ZONABMR.COM – Bagi banyak warga Kotamobagu, nama SELEVEL Resto & Cafe sudah bukan sekadar tempat makan, melainkan bagian dari gaya hidup.
Dari luar, resto ini tampak modern dengan sentuhan minimalis. Namun, daya tarik sesungguhnya terasa ketika kaki melangkah masuk.
Tempat yang nyaman dengan wangi hidangan hangat langsung menyapa, seakan mengundang siapa pun untuk duduk lebih lama.
Lampu-lampu gantung bernuansa hangat menerangi setiap sudut ruangan.
Ada meja panjang yang sering dipilih oleh keluarga besar, ada pula sudut-sudut kecil yang pas untuk pasangan atau sahabat berbagi cerita.
Di dinding, beberapa ornamen sederhana memberi sentuhan estetik yang menenangkan mata.
Pelayan-pelayan SELEVEL dikenal ramah dan sigap. Senyum mereka selalu hadir sejak langkah pertama pelanggan masuk.
Suasana itu yang juga dirasakan Kapolres Kotamobagu, AKBP Irwanto, SIK, MH, saat singgah di tempat ini.
Tanpa kesan kaku, beliau menikmati sajian yang dihidangkan dengan ekspresi puas. Hidangan berat, camilan renyah, hingga segelas es segar tersaji di meja.
Setelah mencicipi, komentarnya langsung terlontar dengan penuh antusias.
“Pelayanan mantap, makanannya enak, dan esnya enak-enak. Pokoknya recommended,” ucapnya sembari mengangkat dua jempol.
Bagi SELEVEL, pujian ini bukan sekadar kata-kata.
Owner SELEVEL, Inayah Warso, bahkan menyebutnya sebagai bentuk penghargaan yang begitu berarti.
“Alhamdulillah, apresiasi ini membuat kami semakin bersemangat. Semua karyawan bekerja dengan hati, dan dukungan dari Bapak Kapolres ini menjadi motivasi untuk terus menjaga pelayanan dan kualitas menu,” ungkapnya.
Keistimewaan SELEVEL bukan hanya terletak pada menunya yang beragam.
Ada pelanggan yang datang untuk makan malam keluarga, ada pula sekumpulan anak muda yang menjadikan tempat ini sebagai ruang nongkrong.
Beberapa pengunjung bahkan terlihat asyik membuka laptop, memanfaatkan suasana nyaman untuk bekerja sambil menyeruput kopi.
Semua itu membuat SELEVEL lebih dari sekadar resto—ia adalah ruang pertemuan, tempat cerita-cerita sederhana warga kota terjalin.
Dua jempol dari Kapolres hanyalah satu potret kecil dari banyak alasan mengapa SELEVEL terus menjadi magnet kuliner di Kotamobagu.
Di balik sajian yang lezat, ada keramahan, ada kenyamanan, dan ada rasa “pulang” yang membuat siapa pun betah berlama-lama.
Dan mungkin, di situlah letak rahasia mengapa setiap pujian yang datang selalu terdengar tulus.
Theresia Natalie Batara Randa, Putri SMA N 1 Kotamobagu Tahun 2024-2025
Kotamobagu, ZONABMR.COM – SMA Negeri 1 Kotamobagu kembali menorehkan prestasi membanggakan.
Pada upacara peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI tahun 2025, sejumlah siswanya dipercaya menjadi anggota Paskibraka Kota Kotamobagu.
Dari deretan nama itu, Theresia Natalie Batara Randa, yang dinobatkan sebagai Putri SMA Negeri 1 Kotamobagu Tahun 2024-2025, menjadi salah satu sorotan utama.
Theresia tampil sebagai pendamping pembawa baki pada upacara penaikan bendera pagi hari.
Malam harinya, ia kembali unjuk kebolehan dengan menyampaikan ucapan terima kasih mewakili rekan-rekan Paskibraka, menggunakan bahasa Indonesia dan Inggris.
Kepercayaan itu menjadi pengalaman berharga sekaligus bukti kemampuan siswi kelas XI ini.
Apresiasi Kepala Sekolah
Kepala SMA Negeri 1 Kotamobagu, Masyuri Podomi, S.Pd., MM., memberikan apresiasi tinggi kepada para siswanya yang berhasil lolos sebagai anggota Paskibraka.
Ia menyebut pencapaian ini bukan hanya kebanggaan pribadi, tetapi juga bukti kualitas pendidikan di sekolah tersebut.
“Kami sangat bangga. Anak-anak ini telah menunjukkan kedisiplinan, tanggung jawab, dan jiwa kepemimpinan. Theresia dan teman-teman Paskibraka adalah teladan bagi generasi muda lainnya,” ujar Masyuri.
Selain Theresia, nama-nama lain dari SMA Negeri 1 Kotamobagu yang juga terpilih sebagai anggota Paskibraka adalah Nazril Alfarizi Olii, Rafi Al Albani Mokodompit, Muh. Cakra Pratama Salim, Ashraf Faisal Dondo Mogimpe, Chayla Syahira Amiranty Puteri dan Megrisa Hidayat Lasena.
Theresia, Putri SMA yang Berambisi Jadi Dokter Militer
Di balik prestasi yang diraihnya, Theresia menyimpan cita-cita besar: menjadi dokter militer.
Anak pertama dari pasangan Yohanis Batara Randa dan Ni Ketut Sayang ini bertekad memperdalam bahasa Inggris, bahkan berencana mengikuti tes TOEFL sebagai bekal untuk meraih mimpinya.
Selain itu, Theresia juga memiliki ambisi mengikuti ajang pemilihan uyo nanu Kotamobagu, sebuah kontestasi tahunan bergengsi yang mencari putra-putri daerah berprestasi.
Ajang ini bukan sekadar lomba penampilan, melainkan wadah untuk menampilkan kecerdasan, wawasan budaya, kemampuan komunikasi, dan kepedulian sosial.
Bagi generasi muda Kotamobagu, uyo nanu adalah simbol representasi anak daerah yang siap membawa nama kota di kancah yang lebih luas.
“Theresia ingin ikut pemilihan uyo nanu Kotamobagu. Itu menjadi motivasi tambahan baginya selain mengejar cita-cita sebagai dokter militer,” ungkap Yohanis penuh kebanggaan.
Generasi Harapan Kota Kotamobagu
Kehadiran Theresia—Putri SMA Negeri 1 Kotamobagu Tahun 2024 – 2025—dan rekan-rekannya di barisan Paskibraka menjadi bukti bahwa SMA Negeri 1 Kotamobagu terus melahirkan generasi unggul.
Dari lapangan upacara hingga panggung resepsi kenegaraan, langkah mereka bukan hanya sebuah seremoni, melainkan simbol harapan baru bagi daerah dan bangsa.