
Kotamobagu, ZONABMR.COM — Atmosfer berbeda terlihat dalam gelaran Totabuan Champions League (TCL) 2026 di Stadion Nunuk Kelurahhan Matali. Turnamen yang diselenggarakan oleh TCW itu tak lagi identik sebagai tontonan kaum pria semata. Dalam beberapa pertandingan awal, kehadiran penonton perempuan mulai mendominasi sejumlah sudut tribun.
Mulai dari pelajar hingga ibu rumah tangga tampak antusias menyaksikan pertandingan secara langsung. Fenomena ini menunjukkan bahwa TCL 2026 perlahan berkembang menjadi ruang hiburan yang dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat.
Hal itu diakui salah satu penonton, Iva Mokoagow, warga Kampung Baru. Menurutnya, selain memang menyukai sepak bola, faktor keamanan juga menjadi pertimbangan paling penting untuk datang menonton langsung di stadion.
“Sejauh ini, suasana pertandingan TCL 2026 cukup tertib dan membuat penonton perempuan merasa nyaman,” ujar Iva.
Menurut Iva, kehadiran petugas keamanan dan pengaturan penonton yang baik membuat perempuan maupun anak-anak tidak ragu datang menyaksikan pertandingan.
“Kalau keamanan dan kenyamanan seperti ini terus dipertahankan, saya yakin semakin banyak perempuan yang akan datang menonton. TCL bukan hanya menjadi hiburan bagi kaum pria, tetapi juga bagi masyarakat secara umum,” katanya.

Panitia penyelenggara mengakui meningkatnya jumlah penonton perempuan tidak terlepas dari berbagai upaya menciptakan suasana pertandingan yang aman dan nyaman bagi semua kalangan.
Salah satu panitia TCL 2026, Aulia Gaib, Sabtu (11/7/2026), mengatakan pihaknya berupaya semaksimal mungkin menjaga keamanan selama turnamen berlangsung. Menurutnya, sepak bola seharusnya menjadi tontonan yang bisa dinikmati bersama keluarga.
“Panitia berusaha semaksimal mungkin menjaga keamanan dan kenyamanan penonton selama pertandingan berlangsung. Karena itu, kami mengajak anak-anak maupun perempuan untuk datang dan menyaksikan langsung pertandingan TCL 2026 di Stadion Nunuk Matali,” ujar Aulia.

Hal senada disampaikan Sekretaris Panitia, Sisman Damopolii. Ia menegaskan bahwa penyelenggara telah membangun koordinasi dengan berbagai pihak guna memastikan seluruh rangkaian pertandingan berjalan aman dan tertib.
“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian, Satpol PP, serta Pemerintah Kelurahan Matali untuk menjamin keamanan selama pelaksanaan turnamen. Keselamatan dan kenyamanan penonton menjadi prioritas panitia,” kata Sisman.
Sementara itu, Ketua Panitia TCL 2026, Hendra Mokoagow, menegaskan bahwa komitmen menghadirkan kompetisi yang sehat tidak hanya diwujudkan di dalam lapangan, tetapi juga melalui pengamanan yang ketat di area stadion.
Menurut Hendra, panitia ingin menjadikan TCL sebagai ajang olahraga yang ramah keluarga sekaligus menghadirkan pengalaman menonton yang menyenangkan bagi masyarakat.
“Sejak awal kami berkomitmen menghadirkan turnamen yang profesional, sehat, dan menghibur. Karena itu, aspek keamanan menjadi perhatian utama panitia. Kami ingin memastikan seluruh penonton, termasuk perempuan dan anak-anak, merasa aman dan nyaman saat datang ke Stadion Nunuk Matali,” ujarnya.
Meningkatnya antusiasme penonton perempuan dalam beberapa laga awal TCL 2026 menjadi sinyal bahwa sepak bola lokal kini mampu menjangkau audiens yang lebih luas. Dengan dukungan pengamanan dari berbagai pihak, turnamen ini diharapkan tidak hanya melahirkan pertandingan berkualitas, tetapi juga membangun budaya menonton sepak bola yang lebih inklusif di Kotamobagu.




