
ZONABMR.com — Musik, udara sejuk pegunungan, dan panorama Gunung Lokon menjadi perpaduan yang ditawarkan Tomohon Jazz Festival 2026. Festival musik terbuka ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari, 23–24 Oktober 2026, di Metland Marron Hotel, Taman Kelong, Kota Tomohon, Sulawesi Utara.
Menghadirkan sejumlah musisi nasional, mulai dari Kahitna, Maliq & D’Essentials, Andien, Kunto Aji hingga Nadin Amizah, festival ini dirancang bukan sekadar sebagai panggung pertunjukan musik, tetapi juga ruang rekreasi keluarga sekaligus sarana memperkenalkan potensi wisata Tomohon.
Informasi tersebut disampaikan penyelenggara melalui siaran pers (press release) yang diterima Zonabmr usai konferensi Pers pada Kamis, (22/10/2026), di lokasi pelaksanaan kegiatan.
Dalam keterangan itu, Tomohon Jazz Festival 2026 disebut sebagai penyelenggaraan perdana yang diinisiasi Metland Marron Hotel Tomohon. Festival ini sekaligus menjadi momentum peresmian hotel bintang empat pertama di Kota Tomohon tersebut, yang dikembangkan melalui kolaborasi Karyadeka Group dan Metland Group.
Selain nama-nama besar di industri musik nasional, festival ini juga menghadirkan LS Band, Rony Parulian, Idgitaf, Wizz Baker, Ever Salikara, Donfree, Kaban, dan Jarvvv.
Penyelenggara mengusung konsep family friendly and kids friendly, dengan pengalaman menikmati musik di ruang terbuka yang menyatu dengan suasana alam. Konsep tersebut diarahkan agar festival dapat dinikmati berbagai kalangan dan lintas generasi.
Direktur PT Metropolitan Karyadeka Tomohon, Wahyu Sulistio, mengatakan Tomohon memiliki potensi wisata yang perlu terus dikembangkan dan diperkenalkan kepada masyarakat luas.
“Lewat Tomohon Jazz Festival, kami ingin mengenalkan Kota Tomohon melalui musik, bahasa universal yang kami yakin dapat diterima hangat oleh semua orang,” ujarnya, sebagaimana dikutip dalam siaran pers.
Direktur Utama PT Metropolitan Karyadeka Tomohon, Anhar Sudradjat, menyampaikan bahwa penyelenggaraan festival merupakan salah satu bentuk kontribusi perusahaan untuk memperkenalkan Tomohon kepada khalayak yang lebih luas.
Sementara itu, Direktur PT Metropolitan Karyadeka Tomohon, Solidi Silvester Korompis, mengatakan pemilihan Tomohon juga dilatarbelakangi keinginan untuk memperluas perspektif masyarakat dalam melihat destinasi wisata Sulawesi Utara.
Menurutnya, potensi pariwisata daerah ini tidak hanya bertumpu pada destinasi bahari seperti Bunaken atau Kota Manado, tetapi juga mencakup keindahan pegunungan Tomohon serta kekayaan kuliner yang menarik untuk dijelajahi.
Di luar pertunjukan musik, Tomohon Jazz Festival 2026 turut menghadirkan sejumlah kegiatan seni, budaya, kebugaran, dan rekreasi keluarga.
Berkolaborasi dengan Yayasan Masarang, penyelenggara menyiapkan program Kumpul Bocah yang didukung Titik Tumbuh, lokakarya Bloom and Create, Jeda Tawa, Pojok Interaktif, serta Denyut Minahasa.
Pengunjung juga dapat mengikuti sesi kebugaran bersama Pilates & Yoga Manado, melalui Mat Pilates pada hari pertama dan Hatha Yoga pada hari kedua.
Pengalaman tersebut dilengkapi dengan Taste of Tomohon yang menghadirkan kuliner khas Sulawesi Utara serta pertunjukan Kolintang Ansambel sebagai bagian dari pengenalan budaya lokal.
Aspek lingkungan turut menjadi bagian dari agenda festival. Penyelenggara menggandeng Yayasan Masarang untuk menjalankan inisiatif less waste event atau kegiatan yang berupaya mengurangi timbulan sampah.
Ketua Badan Pengurus Yayasan Masarang, Aulia Reinozha Akbar, mengatakan inisiatif tersebut ditujukan untuk membangun kesadaran pengunjung agar ikut menjaga kebersihan selama kegiatan berlangsung.
“Kami berharap festival ini dapat menjadi momentum untuk membangun kesadaran bersama, khususnya bagi para pengunjung, agar lebih peduli terhadap sampah dengan membuangnya pada tempat yang telah disediakan serta tidak meninggalkan sampah di area festival,” ujarnya dalam siaran pers.
Direktur Utama Rajawali Indonesia, Tovic Raharja, mengatakan konsep ramah keluarga yang diusung festival diharapkan dapat membuka ruang pertemuan bagi masyarakat dari berbagai latar belakang, sekaligus mendekatkan pengunjung dengan alam.
Pada penyelenggaraan perdananya, festival ini juga melibatkan Djayanti Aprilia sebagai commissioned artist. Karya visual yang dihadirkan seniman tersebut disebut mengusung karakter penuh warna dan permainan visual yang merefleksikan identitas Kota Tomohon.
Sementara itu, Metland Marron Hotel Tomohon berdiri di atas lahan seluas 3,3 hektare dengan bangunan enam lantai. Berdasarkan keterangan dalam siaran pers, hotel tersebut memiliki total 105 kamar yang direncanakan, dengan 60 kamar telah dioperasikan.
Fasilitas hotel meliputi Lokon Ballroom serta dua Mahawu Meeting Room. Hotel ini juga menawarkan pemandangan Gunung Lokon dan danau, dengan konsep yang menggabungkan akomodasi, alam, budaya, dan kuliner Minahasa.
Tiket Tomohon Jazz Festival 2026 tersedia melalui platform FASTicket. Informasi lebih lanjut mengenai jadwal dan kegiatan festival dapat diperoleh melalui akun Instagram resmi @tomohonjazz.



