GGMNU Kotamobagu Dimulai, Pawai Obor Tarik Atensi Warga hingga Tuai Aksi Spontan Berbagi

13
GGMNU Kotamobagu Dimulai, Pawai Obor Tarik Atensi Warga hingga Tuai Aksi Spontan Berbagi
GGMNU Kotamobagu Dimulai, Pawai Obor Tarik Atensi Warga hingga Tuai Aksi Spontan Berbagi (Foto: Udi)

Kotamobagu, ZONABMR.COM — Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kotamobagu resmi memulai rangkaian Gebyar Gemilang Muharram Nahdlatul Ulama (GGMNU) dengan menggelar pawai obor dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah, Senin (15/6/2026) malam. Kegiatan ini sekaligus menandai dimulainya agenda tahunan baru PCNU Kotamobagu dalam menyemarakkan bulan Muharram.

Sekitar 600 peserta ambil bagian dalam pawai tersebut. Mereka berasal dari jajaran pengurus PCNU Kotamobagu, lembaga dan lajnah, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU), siswa-siswi MAN 1 Kotamobagu, MTsN 1 Kotamobagu, MTsN 2 Kotamobagu, MA Al-Hikmah, MTs Al-Hikmah, hingga masyarakat umum.

Anak-anak Kecil Berinisiatif Turut Serta Mengikuti Pawai Obor (Foto: Udi)

Ketua Tanfidziyah PCNU Kotamobagu, Hi. Nasrun Koto, mengatakan pawai obor menjadi pembuka rangkaian GGMNU sekaligus bentuk syiar Islam dalam menyemarakkan pergantian Tahun Baru Hijriah.

“Pawai obor dilaksanakan sebagai bentuk syiar Islam sekaligus upaya memeriahkan Tahun Baru Hijriah dengan kegiatan yang positif. Momentum ini diharapkan dapat mempererat ukhuwah Islamiyah, menanamkan semangat hijrah kepada generasi muda, serta mengajak masyarakat menjadikan pergantian tahun Hijriah sebagai awal untuk meningkatkan keimanan, ketakwaan, dan kepedulian sosial,” ujar Nasrun.

Pawai dimulai dari Masjid DC Manoppo di Kelurahan Matali dan berakhir di Masjid Al-Munawwarah, Kelurahan Molinow. Iring-iringan peserta membentang sepanjang kurang lebih 500 meter, melintasi tiga kecamatan dan empat kelurahan, dengan waktu tempuh sekitar 80 menit. Kehadiran ratusan peserta yang membawa obor sukses menarik perhatian warga di sepanjang rute.

Salah satu momen yang paling menyentuh terjadi di Kelurahan Motoboi Kecil. Pemilik Kios Meki, Meki Paputungan bersama istrinya, secara spontan mengambil sejumlah makanan ringan dari dagangan mereka untuk dibagikan kepada peserta pawai sebagai bentuk kebahagiaan menyambut Tahun Baru Islam.

Warga Melakukan Aksi Spontan Membagikan Snack Kepada Peserta Pawai (Foto: Udi)

Aksi tersebut membuat Sekretaris PCNU Kotamobagu, Fiqra Rosain Paputungan, terharu.

“Masya Allah, masih ada suami istri yang tergerak memberikan snack kepada peserta pawai obor sebagai bentuk kebahagiaan menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua PC Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Kotamobagu, Merdi F. Mamonto, menyampaikan apresiasi atas suksesnya pelaksanaan kegiatan pembuka GGM-NU.

Menurutnya, keberhasilan pawai obor menjadi bukti kekompakan seluruh pengurus PCNU beserta lembaga, lajnah, dan MWCNU yang langsung bergerak menjalankan program setelah pelaksanaan Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab).

“Alhamdulillah, GGMNU Kota Kotamobagu sukses di bawah komando langsung Ketua Tanfidziyah bersama seluruh pengurus. Ini menunjukkan bahwa berkhidmat di NU bukan sekadar berkarya lewat kata-kata, tetapi diwujudkan melalui kerja nyata. Semoga seluruh pengurus senantiasa diberikan kesehatan, umur yang berkah, kemudahan dalam menjalankan program, serta memperoleh ridha Allah SWT dan Rasul-Nya,” katanya.

Antusiasme juga datang dari kalangan peserta. Jihan Ligatu, siswi kelas X MAN 1 Kotamobagu, mengaku senang dapat mengikuti kegiatan tersebut.

“Jangan hanya Tahun Baru Masehi yang dirayakan. Harapannya tahun depan pesertanya lebih banyak lagi, bahkan seluruh masyarakat Muslim di Kotamobagu bisa ikut memeriahkannya,” harap Jihan.

Jihan Ligatu Bersama Rekan-rekan Siswi MAN 1 Kotamobagu, Beharap GGMNU Rutin Dilaksanakan (Foto: Udi)

Usai pawai obor, rangkaian GGMNU masih akan berlanjut dengan sejumlah agenda keagamaan dan kebudayaan, di antaranya menghadirkan Syekh Muhammad Jaber sebagai penceramah dalam tabligh akbar serta Festival Musik Islami.

PCNU Kotamobagu menargetkan GGMNU menjadi agenda tahunan yang terus berkembang sebagai wadah syiar Islam, penguatan ukhuwah, sekaligus ruang ekspresi budaya Islami di Kota Kotamobagu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here