Dugaan Aktivitas Mabuk di Makam Abo Tadohe Tuai Sorotan

2

Makam Abo Tadohe berstatus sebagai Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB) dan pernah diusulkan sebagai Cagar Budaya pada tahun 2022 lalu

Dugaan Aktivitas Mabuk di Makam Abo Tadohe Tuai Sorotan
Bungkus obat batuk berserakan di sekitar Makam Abo Tadohe. Temuan tersebut menjadi bagian dari informasi yang ditelusuri dalam dugaan aktivitas yang dinilai tidak sesuai dengan kesakralan kawasan makam (Foto: Koko)

Kotamobagu, ZONABMR.COM—Makam Raja Abo Tadohe yang terletak di Kelurahan Upai, Kota Kotamobagu diduga menjadi tempat mabuk-mabukan. Dugaan tersebut muncul usai salah seorang peziarah menemukan sejumlah pembungkus obat batuk di sekitar Makam Raja Bolmong tersebut.

Dari video yang diunggah di akun Instagram Koko Potabuga pada Kamis (30/07/2026) terlihat sejumlah pembungkus obat batuk yang sering disalahgunakan untuk mabuk-mabukan berserakan di sekitar area makam.

Koko yang dihubungi via WhatsApp membenarkan temuan tersebut. “Iya, itu saya temukan saat ziarah tadi pagi,” ucap Koko Kamis siang.

Sontak hal itu mengundang atensi Budayawan Bolmong, Uwin Mokodongan. Menurutnya, dugaan mabuk-mabukan di makam leluhur itu terjadi karena minimnya pengetahun mengenai sejarah dan budaya daerah.

“Karena kurangnya kesadaran sehingga tempat yang seharusnya sakral justru dijadikan tempat nongkrong,” ucapnya.

Uwin menegaskan, hal paling dasar yang harus dilakukan adalah dengan menumbuhkan kesadaran masyarakat secara umum agar kejadian serupa tak terus menerus terulang.

“Yang paling penting adalah membangun kesadaran. Percuma walaupun makam itu dijaga tapi kesadaran tidak tumbuh,” tegasnya.

Lanjutnya, salah satu langkah yang bisa dilakukan pemangku kebijakan adalah dengan menggalakkan sosialisasi atau seminar mengenai pentingnya keberadaan makam-makam leluhur dalam pemajuan kebudayaan daerah.

Di sisi lain, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Sitti Rafiqa Bora menyayangkan adanya kejadian temuan bekas pembungkus obat batuk di sekitar makam Abo Tadohe.

Baginya kejadian tersebut juga merupakan cerminan minimnya kesadaran masyarakat, termasuk generasi muda untuk sama-sama merawat peninggalan budaya.

“Saya mengecam dan prihatin atas ditemukannya pembungkus obat batuk di sekitar makam,” tegasnya saat dihubungi.

Dengan adanya kejadian itu, ia mengaku pihaknya akan lebih intens dalam hal pengawasan objek-objek peninggalan budaya.

“Ini menjadi perhatian serius bagi kami untuk lebih intens lagi dalam pengawasan. Kami juga mengimbau masyarakat sekitar agar ikut turut serta menjaga dan memelihara peninggalan budaya agar tidak punah dan dirusak orang-orang yang tidak bertanggungjawab,” pungkasnya. (Indra)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here