Korban Drag Race Kotamobagu Jadi Sembilan, Polisi Belum Ungkap Hasil Penyelidikan

4
Korban Drag Race Upai Jadi Sembilan, Polisi Belum Ungkap Hasil Penyelidikan
TKP tragedi drag race yang menyebabkan sembilan orang meninggal dunia dan sejumlah korban luka-luka di Kelurahan Upai. (Foto: Udi)

ZONABMR.com– Korban meninggal dunia dalam insiden kecelakaan drag race di Kelurahan Upai, Kecamatan Kotamobagu Utara, kembali bertambah. Muksin Dondo, warga Desa Pontodon Timur, meninggal dunia setelah menjalani perawatan di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado, Minggu (16/8/2026).

Muksin sebelumnya menjalani perawatan akibat luka yang dialaminya dalam kecelakaan pada Minggu (9/8/2026), saat berlangsungnya Open Tournament Tidar Drag Race dan Drag Bike Kotamobagu 2026.

Ia sempat mendapatkan penanganan medis di Kotamobagu sebelum dirujuk ke Manado untuk mendapat perawatan lebih lanjut.

Kabar meninggalnya Muksin dikonfirmasi pihak keluarga pada Minggu dini hari.
“Iya, tadi sudah dinyatakan meninggal. Tadi subuh,” kata pihak keluarga.

Meninggalnya Muksin menambah jumlah korban jiwa dalam tragedi tersebut menjadi sembilan orang.

Kecelakaan terjadi pada hari terakhir pelaksanaan kejuaraan di Jalan A.P. Mokoginta, Kelurahan Upai, 9 Agustus 2026. Sebuah mobil peserta drag race kehilangan kendali di braking area dan melaju bebas ke area penonton.

Selain sembilan korban meninggal dunia, sejumlah orang lainnya mengalami luka-luka dalam peristiwa tersebut.

Penyelidikan Masih Berjalan

Pasca kejadian, aparat kepolisian melakukan penyelidikan untuk mengetahui rangkaian peristiwa dan faktor yang menyebabkan kecelakaan.

Pemeriksaan di lokasi kejadian juga telah dilakukan oleh tim Traffic Accident Analysis (TAA), bersama unsur kepolisian terkait, termasuk Ditlantas Polda Sulawesi Utara, Polres Kotamobagu dan Korlantas Polri.

Penyelidikan tidak hanya berkaitan dengan peristiwa kecelakaan, tetapi juga mencakup penyelenggaraan kegiatan serta pihak-pihak yang memiliki keterkaitan dengan pelaksanaan kejuaraan.

Sejumlah pihak telah dimintai keterangan oleh penyidik. Namun, hingga Ahad (16/8/2026), atau tepat satu pekan setelah kejadian, kepolisian belum menyampaikan hasil penyelidikan terkait penyebab kecelakaan.

Hingga saat ini, belum ada pihak yang ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara tersebut.

Penyelidikan masih berlangsung dan kepolisian belum menyampaikan kesimpulan mengenai pihak yang bertanggung jawab maupun kemungkinan adanya unsur pidana dalam tragedi tersebut.

Dengan bertambahnya korban meninggal dunia menjadi sembilan orang, perhatian terhadap proses penyelidikan dan penanganan perkara tersebut kembali menjadi sorotan, terutama terkait keselamatan pelaksanaan kegiatan dan mekanisme penyelenggaraan drag race di lokasi kejadian.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here