
ZONABMR.com – Mahasiswa tidak cukup hanya datang ke ruang kuliah, mengejar nilai dan menyelesaikan pendidikan. Mereka perlu berani mengambil peran, membangun pengalaman, serta memperluas jejaring sebagai bekal menghadapi kehidupan setelah kampus.
Pesan itu disampaikan Ketua Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) Kota Gorontalo, Dr. Kristina Mohamad Udoki, S.Sos., M.Si., saat membuka pelantikan Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Justitia Cabang Gorontalo periode 2026-2027.
Pelantikan berlangsung di Aula Usman Puluhulawa Fakultas Hukum Universitas Negeri Gorontalo, Sabtu (29/8/2026).
Femmy Udoki, sapaan akrab Kristina Mohamad Udoki, yang juga merupakan anggota Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo, hadir sekaligus memberikan dukungan terhadap keberlanjutan proses perkaderan HMI.
Dalam kesempatan itu, Femmy membagikan pengalamannya selama berproses dalam organisasi. Menurutnya, organisasi mahasiswa menjadi salah satu ruang penting untuk membentuk keberanian, kemampuan berkomunikasi dan kepemimpinan.
Salah satu hal yang menurutnya tidak kalah penting adalah jejaring atau networking.
Organisasi, kata Femmy, mempertemukan mahasiswa dengan banyak orang dari latar belakang, pengalaman dan lingkungan yang berbeda. Relasi tersebut tidak berhenti ketika seseorang menyelesaikan masa kuliah, tetapi dapat menjadi modal sosial ketika memasuki dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat.
Namun, jejaring bukan semata-mata tentang seberapa banyak orang yang dikenal.
Proses organisasi juga mengajarkan mahasiswa membangun kepercayaan, bekerja sama, menyelesaikan persoalan, berkomunikasi dengan berbagai pihak serta mempertanggungjawabkan amanah yang diberikan.
Pesan tersebut sejalan dengan tema yang diangkat dalam pelantikan HMI Komisariat Justitia, yakni “No More NPC: Saatnya Jadi Mahasiswa yang Punya Peran.”
Tema tersebut menjadi respons terhadap fenomena menurunnya minat mahasiswa untuk terlibat dalam organisasi dan kecenderungan sebagian mahasiswa menjalani rutinitas akademik tanpa memanfaatkan ruang pengembangan diri di luar perkuliahan.
Istilah “NPC” (Non-Playable Character) yang populer di kalangan generasi muda mengacu pada karakter dalam game yang tidak bisa dimainkan, digunakan sebagai metafora untuk menggambarkan seseorang yang hanya mengikuti alur tanpa memiliki inisiatif dan arah yang jelas.
Melalui tema itu, HMI Komisariat Justitia mengajak mahasiswa, terutama mahasiswa baru, untuk tidak menjadi penonton dalam perjalanan akademiknya.
Mahasiswa didorong menjadi aktor utama yang berani mengambil kesempatan, mengembangkan kemampuan, membangun jejaring dan terlibat dalam berbagai persoalan di lingkungan kampus maupun masyarakat.
Evaluasi Internal HMI
Momentum pelantikan sekaligus menjadi ruang evaluasi bagi kepengurusan baru HMI Komisariat Justitia.
Ketua Umum HMI Komisariat Justitia periode 2026-2027, Farshah A. P. Paputungan, mengakui adanya persoalan terkait menurunnya motivasi kader dalam mengikuti proses organisasi.
Menurut Farshah, kondisi tersebut harus dijawab dengan menghadirkan organisasi yang lebih relevan dengan kebutuhan mahasiswa.

“HMI, khususnya Komisariat Justitia, harus mampu menjadi jawaban atas demotivasi kader dalam mengikuti proses organisasi serta degradasi minat mahasiswa pada umumnya untuk berproses di organisasi. Komisariat harus hadir sebagai ruang yang relevan, terbuka, dan mampu memberikan pengalaman nyata bagi perkembangan mahasiswa,” tegas Farshah.
Ia menilai organisasi mahasiswa tidak boleh terjebak pada rutinitas kelembagaan maupun kegiatan seremonial.
Karena itu, kepengurusan baru akan diarahkan pada penguatan perkaderan, peningkatan tradisi intelektual dan pelaksanaan program yang memberi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kepemimpinan, komunikasi serta kepekaan terhadap persoalan hukum dan sosial.
Komisariat sebagai Basis Perkaderan
Ketua Umum HMI Cabang Gorontalo, Moh. Rifai Silama, turut menekankan pentingnya keberlanjutan proses perkaderan di tingkat komisariat.
Menurutnya, komisariat merupakan basis utama organisasi yang memiliki tanggung jawab menjaga semangat kader sekaligus memperkuat tradisi intelektual.
Komisariat juga dituntut menghadirkan program yang mampu menjawab kebutuhan mahasiswa, sehingga organisasi tidak hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi menjadi ruang untuk bertumbuh.
Kepengurusan HMI Komisariat Justitia periode 2026-2027 sendiri dipimpin Farshah A. P. Paputungan sebagai Ketua Umum dan Adipradana Ramadhan Taha sebagai Sekretaris Umum.
Kepengurusan baru berkomitmen membangun kolaborasi dengan organisasi kemahasiswaan, lembaga kampus, alumni dan berbagai pemangku kepentingan.
Kolaborasi tersebut diharapkan melahirkan program yang tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi memberikan manfaat dan dampak nyata bagi mahasiswa maupun masyarakat.
Sebab, menjadi mahasiswa bukan sekadar hadir di ruang perkuliahan dan mengejar gelar. Menjadi mahasiswa juga berarti bersedia belajar, bertumbuh, memperluas jejaring dan berani mengambil peran dalam menentukan arah perubahan.



