Beranda blog Halaman 20

DPRD Kotamobagu Gelar Rapat Dengar Pendapat, Warga PCI Desak Developer Tepati Janji PSU

DPRD Kotamobagu Gelar Rapat Dengar Pendapat, Warga PCI Desak Developer Tepati Janji PSU
DPRD Kotamobagu Gelar Rapat Dengar Pendapat, Warga PCI Desak Developer Tepati Janji PSU (Foto: Udi)

Kotamobagu, ZONABMR.COM – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kotamobagu menggelar rapat dengar pendapat (RDP) lintas komisi, Senin, 6 Oktober 2025, di ruang Paripurna, Gedung Legislatif, Kelurahan Kotobangon, Kecamatan Kotamobagu Timur.

Rapat ini membahas aspirasi warga Perumahan Puri Citra Indah (PCI) yang mendesak pihak developer segera menuntaskan kewajiban penyediaan prasarana, sarana, dan utilitas umum (PSU) yang belum juga terealisasi sesuai janji awal pembangunan.

Rapat dipimpin langsung oleh Wakil Ketua DPRD Kotamobagu, Achmad Sabir, didampingi Wakil Ketua Jusran Debby Mokolanot, dan diikuti sejumlah anggota lintas komisi, di antaranya Suriadi Basso, Henny Kaseger, Djurain Achmadi, Saidin Mokoginta, Titi Jonatan Gumolili, Pandji Merdeka Putra, Bob Paputungan, Hanindhito Lazuardi Mokodompit, Djayadi Paputungan, Fachrian Mokodompit, Shandri Mokoginta, Sande Dodo, dan Deddy Pontoan.

Turut hadir pula Kadis PU, Kadis Perkim, Kadis PM-PTSP, Bagian Umum Setda, perwakilan BTN, Sangadi Poyowa Kecil, Lurah Mocil, perwakilan developer Perum PCI, serta Forum Warga PCI.

Pihak pengembang diwakili oleh CEO PT Dwi Citra Lestari, Jimmy Adrianus Limen.

Sementara, Forum Warga PCI diwakili sejumlah warga yang dipimpin Ketua I Nyoman Arsana, Sekretaris Michael Manoppo dan Penasihat Yohanis Batara Randa.

Warga Keluhkan Drainase Buntu dan Jalan Utama Rusak

Dalam forum tersebut, penasihat Forum Warga PCI, Yohanis Batara Randa, mempertanyakan alasan developer masih diizinkan melanjutkan pembangunan padahal kewajiban PSU belum juga dilaksanakan.

Ia menyoroti kondisi lapangan yang memprihatinkan — drainase tidak memiliki jalur pembuangan, sering tersumbat, dan menyebabkan genangan air di beberapa titik, terutama saat hujan.

Selain itu, jalan utama perumahan yang menjadi akses keluar-masuk utama warga hingga kini belum pernah diperbaiki, sementara beberapa jalan di dalam blok justru sudah dipaving.

Kondisi ini menimbulkan ketimpangan dan keresahan di kalangan penghuni.

“Warga bertanya-tanya, kenapa izin pembangunan terus diberikan sementara fasilitas dasar belum dipenuhi? Kami merasa hak-hak konsumen diabaikan,” ujar Yohanis di hadapan forum.

DPRD Minta Pengawasan Diperketat

Ketua Fraksi Hanura DPRD Kotamobagu, Agus Suprijanta, menegaskan bahwa pihak developer tidak boleh menjual rumah sebelum kewajiban PSU diselesaikan.

Ia menyebut kondisi lapangan di PCI sudah cukup lama dibiarkan tanpa penanganan yang memadai, padahal warga telah menempati rumah sejak bertahun-tahun lalu.

“Kalau PSU belum diperbaiki, sebaiknya izin pengembang ditinjau kembali. Jangan ada permainan. Kami juga minta warga tidak lagi membayar angsuran jika developer terus mengabaikan kewajibannya,” tegas Agus.

Ia juga meminta pihak pengembang menyerahkan seluruh dokumen legal dan teknis seperti akta pendirian perusahaan, NPWP, izin lokasi, izin prinsip, IMB kolektif, izin lingkungan, serta gambar rancangan utilitas, agar DPRD bisa melakukan pengawasan secara objektif.

Developer Akui Proses Belum Selesai

Menanggapi hal itu, Jimmy Adrianus Limen selaku pihak pengembang menjelaskan bahwa izin lokasi perumahan diperoleh sejak 2015 melalui Bappeda Kotamobagu.

Ia mengklaim pihaknya telah menyediakan Ruang Terbuka Hijau (RTH), rumah ibadah, dan sekitar 200 sambungan air bersih, namun sebagian belum terpasang di Blok D karena kendala teknis.

“Kami juga sudah menyiapkan empat sumur bor untuk menjamin ketersediaan air bersih di lingkungan perumahan. Proses penyerahan PSU sudah kami percepat bersama pihak BTN sejak 2023,” ujarnya.

Jimmy menambahkan, beberapa fasilitas sudah dalam tahap pengerasan dan sebagian lain akan dilanjutkan dalam waktu dekat.

“Target kami, hingga November 2025 seluruh jalan utama sudah rampung diperbaiki,” katanya.

Perkim: Belum Bisa Diterima Sebagai Aset

Sementara itu, Kepala Dinas Perkim Kotamobagu, Alfian Hassan, menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak dapat menerima aset PSU dari pihak developer apabila belum memenuhi semua ketentuan teknis dan administratif.

“Semua fasilitas harus memenuhi standar sebelum diserahkan menjadi aset daerah. Jika belum lengkap, itu akan membebani APBD Kotamobagu,” jelas Alfian.

DPRD Tegaskan Komitmen Kawal Aspirasi Warga

Rapat yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Kotamobagu, Achmad Sabir, menghasilkan kesepakatan bahwa pihak developer wajib menyelesaikan pengerasan jalan utama paling lambat 6 November 2025.

Serta melanjutkan pembangunan drainase dan fasilitas pendukung lainnya secara bertahap.

DPRD Kotamobagu Gelar Rapat Dengar Pendapat, Warga PCI Desak Developer Tepati Janji PSU
Jimmy Limen Saat Mengikuti RDP (atas) dan saat Berdialog dengan Warga Usai RDP (Bawah). (Foto: Udi)

DPRD juga berkomitmen untuk melakukan pengawasan berkala hingga kewajiban PSU benar-benar terpenuhi.

Warga menyambut baik hasil rapat tersebut dan mengapresiasi langkah DPRD yang cepat menanggapi keluhan mereka.

“Kami berterima kasih kepada DPRD yang sudah menampung dan memperjuangkan aspirasi kami. Yang kami inginkan sederhana saja: developer tepati janji,” ujar salah satu perwakilan warga PCI.

Kapolres Kotamobagu Tinjau Kerapian dan Disiplin Anggota di Lapangan

Kapolres Kotamobagu Tinjau Kerapian dan Disiplin Anggota di Lapangan
Kapolres Kotamobagu Tinjau Kerapian dan Disiplin Anggota di Lapangan (Foto: Humas Polres Kotamobagu)

Kotamobagu, ZONABMR.COM — Kapolres Kotamobagu, AKBP Irwanto, S.I.K, M.H., turun langsung memeriksa kerapian dan kelengkapan personel usai apel pagi di halaman Mapolres Kotamobagu, Senin 6 Oktober 2025.

Kegiatan yang berlangsung seusai apel itu menjadi bagian dari penegakan dan penertiban disiplin (Gaktibplin) di lingkungan Polres Kotamobagu.

Pemeriksaan meliputi sikap tampang, kerapian seragam, hingga kelengkapan surat-surat pribadi dan kendaraan dinas setiap anggota.

Kapolres AKBP Irwanto menegaskan, pemeriksaan rutin seperti ini penting untuk menjaga kedisiplinan serta menumbuhkan rasa tanggung jawab dalam menjalankan tugas.

“Sebelum menegakkan aturan di tengah masyarakat, setiap anggota Polri harus lebih dulu menegakkan disiplin pada dirinya sendiri,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, penampilan yang rapi dan profesional akan mencerminkan citra Polri yang siap melayani dan melindungi masyarakat dengan baik.

Pemeriksaan berjalan tertib dan penuh kekeluargaan. Sejumlah anggota terlihat antusias mengikuti kegiatan yang menjadi bentuk komitmen bersama dalam mewujudkan Polri yang disiplin, profesional, dan humanis.

Tumpeng, Tawa, dan Persaudaraan: Kejutan Kapolres Kotamobagu di Hari Ulang Tahun TNI ke-80

Tumpeng, Tawa, dan Persaudaraan: Kejutan Kapolres Kotamobagu di Hari Ulang Tahun TNI ke-80
Tumpeng, Tawa, dan Persaudaraan: Kejutan Kapolres Kotamobagu di Hari Ulang Tahun TNI ke-80 (Foto: Humas Polres Kotamobagu)

Kotamobagu, ZONABMR.COM — Minggu pagi di Markas Kodim 1303 Bolmong terasa berbeda. Suasana yang biasanya tenang tiba-tiba riuh oleh tawa dan tepuk tangan.

Di tengah halaman, tampak rombongan Polres Kotamobagu datang membawa tumpeng dan kue ulang tahun — sebuah kejutan manis untuk para prajurit TNI yang tengah memperingati HUT ke-80.

Kapolres Kotamobagu, AKBP Irwanto, S.I.K., M.H., memimpin langsung kunjungan itu.

Ia datang tanpa seremoni, hanya dengan senyum lebar dan niat tulus untuk berbagi kebahagiaan.

“Dirgahayu TNI ke-80. Semoga semakin kompak, semakin jaya, dan makin dicintai masyarakat. TNI Prima, TNI Rakyat, Indonesia Maju,” ucapnya, disambut sorak gembira para prajurit.

Kedatangan Kapolres dan jajarannya disambut hangat oleh Kasdim Mayor Arh. Achmad Janis, yang mewakili Dandim Letkol Inf. Fahmil Harris, S.I.P., sedang bertugas di Manado menghadiri puncak peringatan HUT TNI.

Tanpa protokol resmi, suasana berubah akrab. Polisi dan tentara bercanda, saling menyuapi tumpeng, dan tertawa bersama.

Kejutan itu bukan sekadar seremoni. Ia menjadi simbol kuatnya sinergi dan persaudaraan antara TNI dan Polri — dua pilar utama yang menjaga keamanan dan kedamaian di Bolmong Raya.

Tak berhenti di Kodim, Polres Kotamobagu juga menyiapkan kejutan serupa di Mako Kipan C 713 Satyatama serta sejumlah Koramil di wilayah hukum mereka.

Dari satu lokasi ke lokasi lain, suasananya sama: penuh senyum, kebersamaan, dan rasa saling menghormati.

Di hari jadi ke-80 TNI ini, Kapolres dan jajarannya seolah mengingatkan, bahwa kekuatan bangsa bukan hanya pada senjata dan seragam, tapi juga pada persaudaraan dan rasa saling mendukung di antara mereka yang berdiri di garis depan pengabdian.

Polsek Kotamobagu Utara Beri Kejutan Manis di HUT ke-80 TNI

Polsek Kotamobagu Utara Beri Kejutan Manis di HUT ke-80 TNI
Polsek Kotamobagu Utara Beri Kejutan Manis di HUT ke-80 TNI (Foto: Ysr)

Kotamobagu, ZONABMR.COM – Suasana hangat dan penuh keakraban terlihat di Markas Koramil 1303-02/Passi, Ahad, 5 Oktober 2025.

Jajaran Polsek Kotamobagu Utara datang membawa kejutan manis untuk keluarga besar TNI yang tengah merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80.

Dipimpin langsung Kapolsek IPDA Magenda Dimas Adrianto, S.TrK, rombongan Polsek membawa kue ulang tahun lengkap dengan ucapan selamat dan doa untuk TNI.

Kehadiran mereka disambut penuh kehangatan oleh Danramil 1303-02/Passi, Kapten Inf Muyassir, S.IP, bersama seluruh anggota Koramil.

Canda, tawa, dan potongan kue menjadi warna dalam momen sederhana namun bermakna itu.

“Ini bentuk nyata dari soliditas antara TNI dan Polri di Kotamobagu Utara,” ujar Kapolsek Magenda.

“Kami ingin menunjukkan bahwa kebersamaan dan sinergi ini nyata adanya, terutama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Selamat ulang tahun untuk TNI, semoga semakin jaya dan selalu dicintai rakyat.”

Sementara itu, Danramil Kapten Muyassir menyampaikan rasa haru dan terima kasih atas perhatian dari jajaran Polsek Kotamobagu Utara.

“Terima kasih atas kejutan ini. Sederhana, tapi sangat bermakna. Semangat kebersamaan seperti inilah yang membuat hubungan TNI dan Polri di Kotamobagu selalu solid,” ungkapnya.

Ia berharap sinergitas ini terus terjaga dalam setiap langkah pengabdian.

“Semoga kebersamaan ini terus terjalin demi keutuhan NKRI dan keamanan masyarakat,” tambahnya.

Kejutan kecil di hari itu menjadi potret indah kedekatan TNI dan Polri di Kotamobagu—bukan sekadar rekan tugas, tapi juga sahabat seperjuangan dalam menjaga kedamaian di tengah masyarakat.

PSU Perumahan PCI Belum Layak Diserahkan, Perkim Kotamobagu Tegaskan Drainase dan IPAL Bermasalah

PSU Perumahan PCI Belum Layak Diserahkan, Perkim Kotamobagu Tegaskan Drainase dan IPAL Bermasalah
PSU Perumahan PCI Belum Layak Diserahkan, Perkim Kotamobagu Tegaskan Drainase dan IPAL Bermasalah (Foto: Gie)

Kotamobagu, ZONABMR.COM — Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Kotamobagu menegaskan bahwa Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU) Perumahan Puri Citra Indah (PCI) Motoboi Kecil belum dapat diterima sebagai aset daerah.

Sejumlah fasilitas dinilai belum memenuhi standar teknis yang ditetapkan pemerintah daerah.

Kepala Dinas Perkim Kotamobagu, Alfian Hassan, mengungkapkan hasil verifikasi sementara menunjukkan nilai aset PSU di Perumahan PCI mencapai sekitar Rp5 miliar, meliputi jalan, drainase, dan fasilitas umum lainnya. Namun kondisi di lapangan masih dinilai belum layak.

“Nilai asetnya kurang lebih Rp5 miliar, tapi kami pertanyakan apakah aset yang akan diserahkan ini sudah sesuai kriteria. Dari hasil pantauan, masih banyak yang belum memenuhi standar,” tegas Alfian saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DPRD Kotamobagu, Senin (6/10/2025).

Ia menjelaskan, salah satu persoalan utama adalah kondisi drainase yang meski telah dibangun, namun kualitas dan fungsinya belum memenuhi unsur teknis.

Selain itu, fasilitas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) juga belum tersedia, sehingga PSU belum memenuhi syarat penyerahan aset.

“Kalau semua persyaratan sudah terpenuhi dan sesuai ketentuan, kami pasti terima. Tidak lama, paling sebulan langsung bisa disahkan,” ujarnya.

Penilaian Perkim tersebut sejalan dengan keluhan warga Perumahan PCI yang tergabung dalam Forum Persatuan Warga PCI. Ketua forum, I Nyoman Arsana, menyebut drainase di lingkungan perumahan buntu dan tidak memiliki jalur pembuangan, sehingga kerap menimbulkan genangan air saat hujan.

“Setiap hujan, air meluap dan menggenangi lingkungan warga. Drainase yang dibangun tidak berfungsi,” tegasnya.

Sekretaris forum, Michael Manoppo, menilai drainase tersebut hanya dibangun sebagai formalitas tanpa fungsi nyata. Sementara penasihat forum, Yohanis Batara Randa, mengingatkan genangan air berpotensi menimbulkan dampak kesehatan bagi warga.

Perkim Kotamobagu menegaskan penyerahan aset PSU tidak boleh dipaksakan. Jika diterima dalam kondisi belum sesuai standar, biaya pemeliharaan akan menjadi beban APBD.

“Kalau belum sesuai standar lalu dipaksakan diterima, yang menanggung risikonya adalah daerah,” tutup Alfian.

Michelle Bakken, Darah Viking Mongondow dari Babo Siap Wakili Sulut di Miss Teenager Indonesia

Michelle Bakken, Darah Viking Mongondow dari Babo Siap Wakili Sulut di Miss Teenager Indonesia
Miss Teenager Sulut 2025 asal Desa Babo, Michelle Bakken (Foto: Udi)

Kotamobagu, ZONABMR.COM – Malam di TCW Bintang Café Kotamobagu terasa hangat dan penuh warna. Di antara riuh suara pengunjung, denting gelas, dan musik akustik dari panggung kecil di sudut café, seorang gadis muda duduk tenang.

Rambutnya tergerai rapi, wajahnya memantulkan cahaya lampu kuning yang lembut. Sesekali ia tersenyum malu, lalu tertawa kecil setiap kali bercerita tentang mimpinya.

Dialah Michelle Bakken, remaja asal Desa Babo, Kabupaten Bolaang Mongondow, yang baru saja dinobatkan sebagai Miss Teenager Sulawesi Utara 2025.

Lahir di Bali, 5 Juli 2010, Michelle kini berusia 15 tahun. Meski masih muda, remaja yang duduk di kelas 1 SMA Citra Kasih Manado ini telah menapaki panggung prestasi yang membawanya menuju ajang nasional Miss Teenager Indonesia di Jakarta pada akhir Oktober 2025.

Dengan tinggi 168 sentimeter dan berat 48 kilogram, Michelle tampil anggun, percaya diri, dan memiliki karakter kuat khas generasi muda yang berani bermimpi besar.

Perpaduan Dua Darah: Viking dan Mongondow

Michelle adalah anak bungsu dari dua bersaudara, putri pasangan Bernt Harald Bakken dan Sarintan Damogalad.

Dari sang ayah yang berasal dari Norwegia, ia mewarisi darah Skandinavia, keturunan Viking yang dikenal tangguh, berani, dan mencintai petualangan.

Dari sang ibu, ia membawa darah Mongondow, yang memiliki kearifan tinggi dalam menjaga alam dan kebersamaan.

“Michelle suka bilang, darah Michelle itu Viking Mongondow,” ucapnya sambil tersenyum, suaranya hampir tenggelam di tengah tepuk tangan pengunjung yang menikmati musik malam itu.

“Dua-duanya sama-sama suka alam dan petualangan. Dari kecil Michelle tidak bisa diam di rumah lama-lama. Pasti pengin ke gunung, tempat yang masih hijau, atau sekadar eksplor pesisir pantai di Babo.”

Campuran dua budaya itu menjadikan Michelle unik — ia tumbuh dengan nilai-nilai keberanian dan rasa ingin tahu ala bangsa Viking, tapi juga membawa kelembutan dan kecintaan terhadap alam sebagaimana orang Mongondow menjaga tanah leluhur mereka.

Anak Alam yang Tak Tega Melihat Kerusakan

Michelle menyebut dirinya “anak alam”. Ia gemar hiking, menjelajah hutan, atau ba pontar — istilah lokal untuk berpetualang di alam bebas bersama teman-temannya.

“Michelle paling nggak tahan lihat orang bunuh hewan atau rusak alam,” tuturnya dengan nada serius.

“Sekarang banyak tambang ilegal yang bikin sungai kotor dan hutan gundul. Rasanya sakit lihat itu. Makanya Michelle pengin kembangkan sesuatu, entah proyek sosial atau desain yang bisa bantu edukasi tentang pentingnya menjaga lingkungan.”

Baginya, lingkungan bukan sekadar latar tempat tinggal, tapi bagian dari identitas dan kehidupan. “Alam itu bukan untuk dieksploitasi, tapi dijaga. Itu rumah kita,” ujarnya tegas.

Seni, Desain, dan Jiwa Entrepreneur

Selain cinta alam, Michelle juga menyalurkan sisi kreatifnya lewat melukis, merajut, dan desain visual.

Jiwa seni itu mengalir dari darah sang ayah, Bernt Harald Bakken, yang sejak muda dikenal gemar berkarya dan menghargai keindahan alam dalam bentuk visual.

“Kalau lagi menggambar atau merajut, Michelle dengar musik R&B. Suaranya lembut, bikin fokus,” katanya sambil tertawa kecil.

“Biasanya Michelle gambar pemandangan, laut, bunga, pokoknya yang berhubungan sama alam. Dari situ juga kadang muncul ide buat desain.”

“Papa sering bilang, setiap karya itu punya jiwanya. Jadi waktu melukis, rasanya kayak ngobrol sama diri sendiri,” ujar Michelle pelan, suaranya nyaris tenggelam oleh dentuman lembut bass dari panggung café.

Meski kini masih menganggapnya sebagai hobi, Michelle tak menutup kemungkinan jika suatu saat hasil karyanya akan dikomersilkan.

“Kalau nanti bisa, Michelle mau jual hasil rajutan atau desainnya,” ucapnya mantap. “Bukan cuma soal uang, tapi biar bisa kasih nilai lebih dari karya yang Michelle buat sendiri.”

Pandangan itu mencerminkan jiwa entrepreneur dalam dirinya — keinginan untuk mandiri, berproses, dan memberi makna dari hal-hal kecil yang ia sukai. “Papa selalu bilang, kalau mau sesuatu, buatlah dengan tangan sendiri. Jangan tunggu orang lain bantu,” ujarnya.

Dari Babo Menuju Jakarta

Perjalanan Michelle dimulai dari panggung Grand Final Miss Teenager Sulut yang digelar 2 Agustus 2025. Ia tampil percaya diri di antara finalis lain dan akhirnya berhasil membawa pulang mahkota kemenangan.

Kini, ia tengah bersiap ke Jakarta untuk berkompetisi di ajang nasional.

Dalam persiapannya, Michelle mendapat dukungan penuh dari Gabriel Barera Lengkong, manajer yang turut membimbingnya menghadapi masa karantina dan kompetisi nasional nanti.

“Kak Gabriel sangat bantu banyak,” katanya. “Mulai dari cara jalan di catwalk sampai cara bicara di depan juri. Michelle belajar banyak hal baru.”

Tak hanya membawa nama Sulawesi Utara, Michelle juga ingin memperkenalkan potensi keindahan alam Desa Babo kepada masyarakat nasional.

“Babo itu kecil, tapi indah banget,” ucapnya penuh semangat. “Pantai Babo Moonow dan Pantai Nyiur Hijau Babo, yang menawarkan daya tarik alam indah dan berpotensi menjadi tujuan wisata berkelas dunia.

“Selain itu, potensi wisata lainnya mencakup keindahan danau, jejeran bukit hijau, dan perkebunan warga, menciptakan suasana alam yang asri dan cocok untuk agrowisata.  Michelle mau orang-orang tahu kalau di Bolmong juga banyak tempat cantik yang layak dikenal.”

“Masih seperti mimpi,” katanya sambil tersenyum. “Dari Babo, tempat kecil di Bolaang Mongondow, Michelle bisa sampai di titik ini. Tapi Michelle mau buktikan kalau anak daerah juga bisa bersuara, bisa berprestasi.”

Bagi Michelle, kemenangan bukan sekadar gelar. Ia melihatnya sebagai tanggung jawab untuk membawa pesan tentang pentingnya menjaga alam dan memperkenalkan nilai-nilai baik dari daerahnya.

Gen Z dengan Arah yang Jelas

Ketika membahas soal generasi Z, Michelle mengaku prihatin dengan pandangan bahwa generasinya sering dianggap “suka membangkang” atau “tidak fokus.”

“Padahal banyak juga anak Gen Z yang mau maju,” katanya. “Mereka cuma butuh ruang dan kepercayaan. Michelle bersyukur karena punya keluarga yang support. Papa sama Mama tak pernah larang, tapi mereka selalu percaya.”

Ia berpesan kepada teman-teman seusianya agar terus mengembangkan diri.
“Kalau suka game, seriusin — biar bisa jadi pro player. Kalau suka desain, tekuni. Pokoknya kembangkan potensi diri masing-masing, tapi untuk tujuan yang baik,” katanya mantap. “Kita tidak harus tunggu dewasa dulu buat berdampak. Mulai dari sekarang.”

Dukungan untuk Viking Mongondow dari BMR

Menjelang akhir wawancara, suasana di TCW Bintang Café makin ramai. Musik berubah lebih cepat, pengunjung bersorak, namun Michelle tetap tenang. Tatapannya lembut, tapi suaranya penuh keyakinan.
“Michelle pengin membuktikan kalau anak Babo juga bisa,” ujarnya.

Michelle Bakken, Darah Viking Mongondow dari Babo Siap Wakili Sulut di Miss Teenager Indonesia
Michelle Bakken mendapat Dukungan Penuh dari Founder TCW Group, Risman “Ung” Bibisa di Grand Final Miss Teenager Indonesia (Foto: Udi)

“Darah Viking Mongondow itu bukan cuma soal keturunan, tapi semangat. Semangat buat terus maju, tanpa lupa dari mana kita berasal.”

Sebelum meninggalkan café, Michelle menyampaikan harapan besarnya.
“Michelle mohon dukungan dari seluruh masyarakat Bolaang Mongondow Raya,” katanya dengan senyum tulus.

“Bukan cuma untuk Michelle pribadi, tapi untuk membawa nama baik daerah kita di tingkat nasional. Semoga bisa kasih yang terbaik untuk Sulut dan BMR.”

Malam di Kotamobagu terus bergerak. Lampu café berpendar keemasan, musik berpadu dengan tawa pengunjung, namun di antara riuh itu, kisah Michelle terasa berbeda — sederhana namun kuat.

Dari sebuah desa kecil di Bolmong, gadis berdarah Viking Mongondow ini bersiap melangkah ke panggung nasional, membawa pesan tentang lingkungan, kreativitas, semangat wirausaha, dan kebanggaan anak daerah.

Weny Gaib Turun Langsung Dengarkan Aspirasi Warga Terkait Pagar RSUD Kotamobagu

Weny Gaib Turun Langsung Dengarkan Aspirasi Warga Terkait Pagar RSUD Kotamobagu
Weny Gaib Turun Langsung Dengarkan Aspirasi Warga Terkait Pagar RSUD Kotamobagu (Foto: Diskominfo Kotamobagu)

Kotamobagu, ZONABMR.COM – Wali Kota Kotamobagu Weny Gaib, turun langsung menemui warga di kawasan Pobundayan untuk mendengarkan aspirasi masyarakat yang terdampak pembangunan pagar RSUD Kota Kotamobagu.

Kehadiran Wali Kota di tengah masyarakat mendapat apresiasi dari warga. Mereka menilai langkah tersebut mencerminkan kepedulian, empati, serta sikap terbuka pemimpin daerah dalam menyikapi persoalan yang dihadapi warganya.

Dialog antara pemerintah dan masyarakat berlangsung dalam suasana hangat dan kekeluargaan. Warga menyampaikan berbagai pandangan dan masukan, sementara pemerintah mendengarkan secara langsung untuk mencari solusi terbaik demi kepentingan bersama.

Dalam dialog tersebut, Weny Gaib menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen menyelesaikan persoalan pembangunan dengan mengedepankan musyawarah dan kepentingan masyarakat.

“Pemerintah hadir untuk mendengarkan dan mencari solusi bersama. Setiap aspirasi masyarakat akan menjadi perhatian kami dalam mengambil kebijakan,” ujar Weny Gaib.

Turut hadir mendampingi Wali Kota dalam pertemuan tersebut Sekretaris Daerah Kota Kotamobagu Sofyan Mokoginta, Asisten II Adnan Masinae, Kepala Inspektorat Yusrin Mantali, Kasat Pol PP Sahaya Mokoginta, Kabag Hukum Rendra Dilapanga, serta Staf Khusus Wali Kota Haris Mokoginta dan Hamri Mokoagow, bersama sejumlah warga yang terdampak langsung pembangunan pagar RSUD Kota Kotamobagu.

Dialog ini diharapkan menjadi titik temu antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus memperkuat kepercayaan publik melalui penyelesaian masalah yang mengedepankan pendekatan persuasif dan kebersamaan.

Di Tengah Efisiensi Anggaran, Weny Gaib Apresiasi Perbaikan Jalan di Tiga Wilayah

Di Tengah Efisiensi Anggaran, Weny Gaib Apresiasi Perbaikan Jalan di Tiga Wilayah
Di Tengah Efisiensi Anggaran, Weny Gaib Apresiasi Perbaikan Jalan di Tiga Wilayah (Foto: Yen)

Kotamobagu, ZONABMR.COM – Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara tetap mengalokasikan dana untuk perbaikan infrastruktur jalan di Kota Kotamobagu.

Hal ini mendapat apresiasi dari Wali Kota Kotamobagu dr. Weny Gaib, Sp.M, saat meninjau langsung pekerjaan perbaikan jalan di wilayah Pontodon, Upai, dan Bilalang, Jumat (3/10/2025).

Dalam peninjauan tersebut, Weny Gaib menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara atas perhatian yang diberikan kepada masyarakat Kotamobagu, khususnya di tiga wilayah tersebut.

“Pemerintah Kota Kotamobagu bersama seluruh masyarakat menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, khususnya kepada Bapak Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, yang telah memberikan perhatian kepada masyarakat Kotamobagu dengan menurunkan anggaran untuk memperbaiki jalan di Pontodon, Upai, dan Bilalang,” ujar Weny.

Wali Kota menegaskan bahwa perbaikan jalan tersebut merupakan kebutuhan mendesak masyarakat yang berdampak langsung pada kelancaran aktivitas dan mobilitas warga.

Ia juga berharap pekerjaan yang dilaksanakan oleh pihak ketiga dapat berjalan sesuai rencana dan dilaksanakan secara profesional serta bertanggung jawab.

“Anggaran ini adalah uang negara yang bersumber dari masyarakat. Karena itu, kita bersama-sama harus memastikan pekerjaan ini dilaksanakan sebaik-baiknya,” tambahnya.

Peninjauan lapangan tersebut dilakukan sebagai bagian dari pengawasan pemerintah daerah guna memastikan kualitas pekerjaan serta manfaat jangka panjang dari perbaikan jalan bagi masyarakat di Pontodon, Upai, dan Bilalang.

Mendung di Langit Kotamobagu: Dua Perempuan dan Sunyi yang Bersuara untuk Palestina

Langit Mendung di Langit Kotamobagu: Dua Perempuan dan Sunyi yang Bersuara untuk Palestina
Mendung di Langit Kotamobagu: Dua Perempuan dan Sunyi yang Bersuara untuk Palestina. (Foto: Sri, Citra & Fandi)

Kotamobagu, ZONABMR.COM – Rabu, 2 Oktober 2025. Langit Kotamobagu tampak berat sore itu. Awan kelabu menggantung rendah di atas Tugu Permesta, monumen yang lebih dikenal warga sebagai Bundaran Paris, di Kelurahan Kotamobagu, Kecamatan Kotamobagu Barat.

Rintik hujan mulai turun perlahan ketika dua perempuan berdiri di sana — tanpa panggung, tanpa sorak, hanya membawa pesan sederhana yang mengguncang nurani: “Di sini hujan air, di sana hujan rudal.”

Tulisan itu tertera jelas di atas selembar kertas putih yang mereka bentangkan di tengah jalan basah.

Di belakang mereka, tugu Permesta berdiri tegak di bawah langit kelabu, seolah ikut menjadi saksi diam dari aksi sunyi tersebut.

Di pagar bundaran, beberapa lembar kertas lain menempel, bertuliskan pesan-pesan yang menggigit:

“GAZA MASIH BERDARAH,”

“GENOSIDA MASIH BELUM BERHENTI DAN TIDAK ADA YANG MENGHENTIKAN.”

Sementara di salah satu pojoknya, tergantung kain bergambar bendera Palestina — warnanya mencolok di antara kabut hujan dan aspal yang menghitam.

“Di sana mereka berjuang dengan nyawa,” ucap Sri Paputungan, dengan suara lembut namun menggetarkan. “Di sini kita berjuang dengan suara, doa, harta, dan aksi nyata.”

Sri berdiri mengenakan pakaian hitam panjang dan kerudung bermotif keffiyeh, simbol solidaritas rakyat Palestina.

Di sampingnya, Citra Tomaili memegang poster serupa, langkahnya tegap meski air hujan membasahi sandal dan celananya.

Bagi keduanya, aksi kecil itu adalah cara untuk merawat ingatan dan kesadaran. Sri mengaku khawatir isu kemanusiaan di Palestina perlahan mulai dilupakan di tengah derasnya arus informasi.

“Mungkin ada yang mulai bosan, lupa, atau sudah menganggap biasa saja dengan berita Palestina,” katanya. “Maka dengan langkah kecil ini kami ingin mengingatkan kembali. Mereka di sana hingga detik ini masih terus digenosida.”

Ia menatap langit mendung yang semakin gelap, lalu menambahkan dengan lirih,

“Aksi ini adalah bentuk merawat dukungan dan kepedulian, walau kami berada di barisan paling jauh. Semoga menjadi penyemangat bahwa selalu ada yang peduli — walaupun hanya lewat aksi dan kontribusi paling kecil.”

Citra menimpali, menegaskan bahwa langkah mereka juga merupakan refleksi nilai kemanusiaan dan semangat konstitusi bangsa.

“Ini bukan sekadar aksi pribadi,” katanya. “Tapi juga perwujudan sikap bangsa kita. Bertepatan dengan Hari Kesaktian Pancasila kemarin, kami ingin menegaskan kembali sila kedua — kemanusiaan yang adil dan beradab. Karena penjajahan harus dihapuskan, sebab kemerdekaan adalah hak segala bangsa.”

Rintik hujan kian deras. Kertas-kertas mulai lembap, tinta di sebagian poster menetes perlahan, namun semangat dua perempuan itu tetap utuh.

Di bawah langit yang muram, Bundaran Paris sore itu menjadi ruang kecil bagi suara kemanusiaan — tempat dua warga Kotamobagu kembali berdiri untuk kedua kalinya melawan lupa(keduanya telah melakukan aksi serupa dua pekan silam di alun-alun Boki Hontinimbang, red.), membawa pesan dari kota kecil di Sulawesi untuk dunia yang lebih besar: bahwa nurani belum padam, dan kepedulian masih hidup.

Indah Gobel Dilantik Jadi Lurah Mongkonai, Camat Minta Hadirkan Energi Baru

Indah Gobel Dilantik Jadi Lurah Mongkonai, Camat Minta Hadirkan Energi Baru
Indah Gobel Dilantik Jadi Lurah Mongkonai, Camat Minta Hadirkan Energi Baru (Foto: Diskominfo Kotamobagu)

Kotamobagu, ZONABMR.COM – Indah Cipta Kusumawardhani Gobel, resmi dilantik sebagai Lurah Mongkonai, Kecamatan Kotamobagu Barat, Rabu (1/10/2025).

Camat Kotamobagu Barat Sofyan Abdjul, meminta lurah yang baru mampu menghadirkan energi dan semangat baru dalam pelayanan kepada masyarakat.

Sofyan menyampaikan ucapan selamat usai penyerahan Surat Keputusan (SK) Lurah Mongkonai.

Ia berharap amanah yang diberikan dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab sesuai arahan pimpinan daerah.

“Selamat kepada Ibu Indah CK Gobel. Selamat menjalankan tugas sebagai Lurah Mongkonai sesuai amanah Bapak Wali Kota Kotamobagu,” ujar Sofyan.

Ia menjelaskan, pengangkatan Lurah Mongkonai yang baru dilakukan untuk mengisi kekosongan jabatan setelah lurah sebelumnya memasuki masa purnabakti.

Pada kesempatan itu, Sofyan juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dedikasi lurah sebelumnya selama bertugas.

“Semoga seluruh pengabdian yang telah diberikan bernilai ibadah di sisi Tuhan Yang Maha Esa,” ucapnya.

Kepada lurah yang baru, Sofyan berpesan agar mampu membangun kolaborasi dan menghadirkan semangat baru demi kemajuan Kelurahan Mongkonai.

“Ciptakan energi baru agar Mongkonai menjadi lebih maju dan bersahabat,” tegasnya.

Sementara itu, Indah Cipta Kusumawardhani Gobel menyatakan siap menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai Lurah Mongkonai.

Ia menyebut langkah awal yang akan dilakukan adalah konsolidasi internal, dilanjutkan dengan koordinasi bersama aparatur kelurahan, pemangku kepentingan, dan tokoh masyarakat.