Kepala SMK Kristen Kotamobagu, Bobby Tulalo (Foto: Gie)
Kotamobagu, ZONABMR.COM – SMK Kristen Kotamobagu mendapat bantuan revitalisasi sekolah dari Kementerian Pendidikan senilai Rp 2 miliar 200 juta.
Anggaran tersebut digunakan untuk pengadaan mobiler sebagian seperti kursi dan meja, serta pembangunan baru sejumlah fasilitas, di antaranya ruang praktek, ruang komputer, ruang Bimbingan Konseling (BK), toilet, dan UKS.
Kepala SMK Kristen Kotamobagu, Bobby Tulalo, menjelaskan, proyek revitalisasi akan berlangsung selama 120 hari kerja.
Hal itu disampaikannya saat diwawancarai di ruang kerjanya, Rabu, 1 Oktober 2025, di kompleks sekolah yang beralamat di Kelurahan Tumubui, Kecamatan Kotamobagu Timur.
“Program ini untuk meningkatkan kualitas sarana pendidikan serta kenyamanan siswa dan guru dalam proses belajar mengajar,” ujarnya.
Saat ini SMK Kristen Kotamobagu memiliki sekitar 160 siswa dengan berbagai jurusan, di antaranya Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), Bisnis Daring dan Pemasaran (BDP), Akuntansi, Teknik Kendaraan Ringan (TKR), Listrik, hingga Keperawatan.
Menurut Bobby, dalam proyek ini pihak sekolah juga didampingi fasilitator tenaga ahli dari Politeknik, sehingga kualitas pembangunan tetap terjaga.
“Koordinasi antara sekolah, fasilitator, dan pengawas berjalan baik. Kami berharap dengan fasilitas yang lebih lengkap, siswa bisa lebih fokus belajar dan guru semakin termotivasi memberikan pengajaran terbaik,” kata Bobby.
Sementara itu, salah satu wali kelas jurusan TKJ menyambut baik program ini. “Dengan adanya revitalisasi, fasilitas sekolah menjadi lebih memadai dan tentunya akan semakin menarik minat siswa untuk masuk di SMK Kristen Kotamobagu.
“Saya berharap ini juga bisa meningkatkan motivasi mereka untuk terus bersekolah,” ungkapnya.
DLH dan FKUB Kotamobagu Teken MoU Lintas Agama (Foto: Diskominfo Kotamobagu)
Kotamobagu, ZONABMR.COM – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Kotamobagu bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) menandatangani nota kesepahaman (MoU) tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, Rabu (1/10/2025).
Penandatanganan MoU yang berlangsung di Kantor DLH Kotamobagu tersebut dihadiri Kepala DLH Refli Mokoginta, Ketua FKUB Jusuf Dani Pontoh, para tokoh lintas agama, serta sejumlah pejabat terkait. Kesepakatan ini menjadi langkah kolaboratif lintas sektor dalam menjaga kelestarian lingkungan di wilayah Kotamobagu.
Kepala DLH Kotamobagu, Refli Mokoginta, mengatakan kerja sama tersebut tidak hanya berorientasi pada kebijakan, tetapi juga membangun kesadaran kolektif masyarakat melalui peran tokoh agama.
“Tokoh agama memiliki kedekatan langsung dengan umat. Harapannya, gerakan peduli lingkungan bisa tumbuh dari komunitas masyarakat itu sendiri,” ujar Refli.
Sementara itu, Ketua FKUB Kotamobagu, Jusuf Dani Pontoh, menegaskan bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari nilai keimanan yang diajarkan seluruh agama.
“Semua agama mengajarkan pentingnya merawat ciptaan Tuhan. Karena itu, keterlibatan FKUB bukan sekadar program sosial, tetapi juga tanggung jawab moral dan spiritual,” tegasnya.
Melalui MoU tersebut, DLH dan FKUB berkomitmen mendorong edukasi dan kampanye peduli lingkungan, termasuk pengelolaan sampah berbasis rumah ibadah, sekolah keagamaan, serta komunitas lintas agama.
Kerja sama ini diharapkan menjadi titik awal penguatan kesadaran bersama bahwa menjaga kelestarian bumi bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.
Wali Kota Weny Gaib saat Memberikan Sambutan (Foto: Diskominfo Kotamobagu)
Kotamobagu, ZONABMR.COM – Sekitar ribuan jamaah memadati Alun-alun Boki Hontinimbang, Kotamobagu, dalam puncak perayaan Maulid Akbar Iqomah Nusantara, Senin (1/10/2025).
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Maulid Arbain yang sebelumnya telah digelar di sejumlah wilayah Bolaang Mongondow Raya (BMR).
Ketua Panitia, Isharianto Jamaludin, mengatakan Maulid Akbar merupakan agenda tahunan Pengurus Cabang Iqomah Nusantara yang tahun ini memasuki pelaksanaan kelima.
Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan menumbuhkan kecintaan masyarakat kepada Nabi Muhammad SAW.
“Setiap tahun kami berupaya menghadirkan kegiatan yang mampu menanamkan semangat cinta kepada Rasulullah SAW di tengah masyarakat, khususnya di Kotamobagu dan BMR,” ujar Isharianto.
Wali Kota Kotamobagu, Weny Gaib, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut mengaku terharu melihat antusiasme jamaah yang diperkirakan mencapai ribuan orang.
Ia menekankan bahwa kehadiran dalam majelis keagamaan memiliki nilai spiritual yang besar.
“Insya Allah, jejak langkah kita ketika hadir di tempat ini akan menjadi penerang bagi kita di akhirat kelak,” tutur Weny Gaib dalam sambutannya.
Dalam kesempatan itu, Weny juga mengajak seluruh jamaah untuk meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menyebutkan bahwa peringatan Maulid Nabi bukan sekadar seremonial, tetapi momentum untuk memperkuat keimanan dan persaudaraan umat.
Weny turut memberikan apresiasi kepada kaum perempuan, khususnya ibu-ibu majelis, yang dinilainya memiliki peran besar dalam menyukseskan pelaksanaan Maulid Akbar Iqomah Nusantara tahun ini.
> “Dukungan ibu-ibu sangat luar biasa dan tulus. Ini menunjukkan peran penting perempuan dalam kegiatan keagamaan,” katanya.
Ia menambahkan bahwa terselenggaranya kegiatan tersebut tidak lepas dari izin Allah SWT. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa bersyukur serta menjaga ukhuwah Islamiyah.
Rangkaian acara diisi dengan maulid hasanah oleh KH Abdullah Aniq Nawawi, MA dari Lembaga Bahtsul Masail PBNU, tausiah oleh Imam Besar DPP Iqomah Nusantara KH Aang Abdullah Zein, pembacaan maulid Rasul oleh Habib Na’im Al-Jailani, serta mahalul qiyam yang dipimpin Habib Umar bin Thalhah Alhabsyi.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Wali Kota Kotamobagu Rendy Virgiawan Mangkat, Ketua TP-PKK Rindah Gaib Mokoginta, Kapolres Kotamobagu AKBP Irwanto, perwakilan Dandim 1303 Bolmong Mayor Arhanud Ahmad Yanis, Wakil Ketua DPRD Jusran Deby Mokolanot, Ketua Fraksi PKB Refly Setiawan Mamonto, para ulama, tokoh masyarakat, pimpinan OPD, camat, serta jamaah dari berbagai daerah di BMR.
Perayaan Maulid Akbar Iqomah Nusantara ini menjadi cerminan kuatnya semangat kebersamaan umat dalam menjunjung nilai-nilai cinta Rasul sekaligus mempererat persaudaraan antar sesama Muslim di Kotamobagu.
Kotamobagu, ZONABMR.COM – The sound of light footsteps filled the courtyard of Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kotamobagu that Monday morning, September 29, 2025.
The students moved in rhythm, welcoming someone they had been eagerly waiting for.
The schoolyard turned into a stage of culture as traditional Bolaang Mongondow dances—Momosad and Kabela—were performed with joy and pride.
The celebration marked the arrival of Mr. Jonathan Morris, affectionately called Mas Jono, an Australian educator from Finigan School of Distance Education, New South Wales.
Behind his warm smile, Mas Jono looked genuinely amazed.
“He was deeply impressed with our students’ performances,” said the school’s principal, Drs. Arkam Lahiya, M.Pd.
For Arkam, this visit was more than just a cultural exchange—it was a chance to strengthen the teaching and learning of English, a key skill to prepare his students for the global stage.
With his distinct accent, Mas Jono encouraged students to speak in English. Simple exchanges soon turned into bridges connecting Kotamobagu with another continent.
“I’m happy to support both teachers and students in learning English. The Zoom program that links Indonesian and Australian students is an important step to build language skills,” he said.
Yet, he also shared a concern: the declining interest in learning Indonesian in his country.
“Sadly, not many universities in Australia still teach Bahasa Indonesia. It’s actually a simple language to learn, and it’s very important considering how widely it’s spoken and Indonesia’s growing economy,” he pointed out.
Even so, Mas Jono left the students with more hope than worry. He encouraged them to pursue opportunities abroad through exchange programs.
“Those opportunities exist, whether through government initiatives or scholarships. Students just need to be proactive in looking for information,” he reminded them.
For Principal Arkam, the message was clear: education at MAN 1 Kotamobagu must not be confined by borders.
“We will continue to build international collaborations to improve our quality. Our hope is that this madrasah will produce graduates ready to compete not just nationally, but globally,” he concluded.
That day, MAN 1 Kotamobagu was not just welcoming a guest from afar. Together with Mas Jono, they were embracing the world through English—building confidence, breaking barriers, and preparing to step onto the global stage.
Kotamobagu, ZONABMR.COM – Hi. Nasrun Koto kembali terpilih sebagai Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kotamobagu dalam Konferensi Cabang (Konfercab) IV NU Kotamobagu yang digelar di Hotel Sutanraja, Kelurahan Kobo Besar, Ahad, 28 September 2025.
Usai terpilih, Nasrun menegaskan langkah awal yang akan dilakukan adalah membentuk tim formatur untuk menyusun kabinet pengurus PC NU Kotamobagu.
Setelah struktur pengurus terbentuk, pihaknya akan segera merancang program kerja, terutama yang menjadi prioritas 100 hari pertama.
“Yang pasti saya sudah menyiapkan program-program yang akan dilakukan PC NU Kotamobagu ke depan. Termasuk menghidupkan kembali lembaga-lembaga NU seperti Lesbumi, PDNU, Pagar Nusa, dan lainnya. Bahkan tak menutup kemungkinan ditambah sesuai kebutuhan umat di Kotamobagu,” ujar Nasrun.
Lebih jauh, ia juga menegaskan bahwa PC NU Kotamobagu di bawah kepemimpinannya telah menyiapkan strategi dakwah dan kaderisasi bagi generasi Z. “Strategi itu tentunya menyesuaikan dengan kondisi dan psikologi gen Z,” tambahnya.
Tak hanya itu, Nasrun menegaskan bahwa NU tidak berjuang sendiri, melainkan harus berkolaborasi dengan seluruh elemen daerah, termasuk pemerintah.
“NU tidak berjuang sendiri. Ulama dan umara harus berjalan beriringan dalam membangun daerah. NU hadir bukan hanya untuk beribadah dan berzikir, tetapi juga sebagai kontrol sosial dan penyeimbang kebijakan agar selalu berpihak pada kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Nasrun juga menekankan bahwa kemenangan aklamasi yang ia raih bukan sekadar legitimasi, melainkan sebuah amanah besar.
“Kemenangan aklamasi ini bukan sekadar legitimasi, melainkan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Saya juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah yang telah membuka ruang sinergi dengan NU, serta terima kasih kepada para pengurus dan badan otonom NU Kotamobagu yang setia mendampingi organisasi selama lima tahun terakhir,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua PWNU Sulawesi Utara, KH. Ulyas Taha, yang hadir dalam pembukaan Konfercab IV, menyampaikan harapan agar hasil konferensi ini melahirkan pemimpin yang amanah dan berintegritas.
“Pemimpin yang mampu merawat nilai-nilai ahlussunnah wal jama’ah an-nahdliyah serta menghadirkan NU sebagai kekuatan peradaban di tengah masyarakat,” tuturnya.
Ulyas juga menekankan bahwa Konfercab merupakan momentum penting dalam konsolidasi organisasi, refleksi perjalanan, serta penataan arah perjuangan NU ke depan di Kotamobagu.
“Marilah kita jadikan NU sebagai rumah besar yang mempersatukan umat, menjawab persoalan kebangsaan, dan membawa maslahat bagi seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.
Ia pun berharap Konfercab IV PC NU Kotamobagu berjalan lancar, penuh khidmat, dan menghasilkan keputusan terbaik.
“Saya juga memberikan apresiasi kepada pengurus NU Kotamobagu yang telah melaksanakan Konfercab, sesuai amanat konstitusi anggaran dasar dan anggaran rumah tangga NU,” pungkasnya.
Dukung Ketahanan Pangan, Polres Kotamobagu Panen Raya Jagung Kuartal III (Foto: Humas Polres Kotamobagu)
Kotamobagu, ZONABMR.COM — Dalam upaya mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan nasional, Polres Kotamobagu melaksanakan Panen Raya Serentak Kuartal III di lahan jagung Perkebunan Bubak, Desa Bungko, Kecamatan Kotamobagu Selatan, Sabtu, 27 September 2025.
Kegiatan yang digelar secara serentak melalui Zoom Meeting bersama Mabes Polri ini turut diikuti seluruh Polda dan Polres jajaran se-Indonesia.
Di Kotamobagu sendiri, pelaksanaan panen diwakili oleh Wakapolres Kotamobagu Kompol Romel MC AJ Pontoh, SIP, MAP, bersama unsur Forkopimda, perwakilan dinas terkait, dan kelompok tani setempat.
Dalam kegiatan tersebut, Polres Kotamobagu tak hanya hadir untuk panen, tetapi juga membagikan 300 paket sembako kepada para petani sebagai bentuk dukungan dan kepedulian sosial.
Selain itu, turut diresmikan 5 unit mesin penggiling jagung serta 21 unit mesin pengering jagung yang diperuntukkan bagi kelompok tani di wilayah Kotamobagu.
Wakapolres Kompol Romel Pontoh menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam memperkuat sinergi dengan masyarakat, terutama dalam menjaga stabilitas pangan.
“Kami berharap panen raya ini tidak hanya menjadi momentum kebanggaan, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan para petani,” ujarnya.
Suasana penuh semangat terlihat di area perkebunan. Para petani tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan panen dan penyerahan bantuan, yang diakhiri dengan sesi foto bersama di tengah hamparan jagung siap panen.
Melalui kegiatan ini, Polres Kotamobagu menunjukkan bahwa pengabdian Polri tak hanya di bidang keamanan dan penegakan hukum, tetapi juga hadir untuk memperkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat di tingkat akar rumput.
Golkar Kotamobagu Gelar Rapat Pleno Perdana Usai Pilkada 2024. (Foto: Udi)
Kotamobagu, ZONABMR.COM– Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golongan Karya (Golkar) Kota Kotamobagu menggelar Rapat Pleno perdana pasca pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Wali Kota dan Wakil Wali Kota pada Pemilu 2024.
Rapat yang dipimpin Sekretaris DPD II Golkar Kotamobagu, Herdy Korompot, digelar di Café Kusu-Kusu Kelurahan Kotobangon pada Jumat, 26 September 2025, dan dihadiri jajaran pengurus DPD II serta DPC.
Meski hingga kini DPD II Golkar Kotamobagu masih mengalami kekosongan posisi ketua definitif, Korompot menegaskan hal itu tidak menghambat soliditas maupun agenda partai.
“Kami menunggu hasil DPD I Sulawesi Utara, karena provinsi sendiri juga belum melaksanakan pemilihan. Nantinya kami akan menyesuaikan hasil dari provinsi,” ujarnya.
Terkait Musyawarah Daerah (Musda) untuk pemilihan Ketua DPD II Golkar, agenda tersebut belum menjadi pokok bahasan dalam rapat perdana kali ini.
Menurut Korompot, wacana bakal calon ketua juga belum mengerucut, meski sejumlah kader eksternal yang memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) disebut berminat maju.
“Partai Golkar itu sangat terbuka. Siapa saja dari eksternal pengurus bisa mencalonkan, asalkan memiliki KTA dan memenuhi persyaratan,” jelasnya.
Ditanya soal peluang dirinya maju sebagai calon ketua, Herdy yang juga Ketua Fraksi Golkar di DPRD Kotamobagu tak menampik kemungkinan tersebut.
“Kalau saya menunggu hasil dari provinsi,” katanya singkat.
Selain membahas dinamika kepemimpinan, rapat pleno ini juga fokus pada persiapan perayaan HUT ke-61 Partai Golkar.
Salah satunya terkait rencana pembagian sembako yang akan diserahkan langsung oleh Ketua Golkar Kotamobagu, Ibu CEP (Christina Euginia Paruntu), dalam waktu dekat.
“Pasca Pilkada, ini merupakan rapat perdana kami dalam rangka HUT ke-61 Golkar sekaligus membahas kaderisasi partai serta visi-misi untuk memperkuat solidaritas kerakyatan,” tutup Korompot.
~ Dari teras rumahnya, musisi legendaris BMR itu membuka kisah di balik lagu Kon Bonawang—lagu yang melambungkan namanya dan hingga kini masih menjadi penanda rindu banyak orang pada kampung halaman ~
Jodi Mamonto. (Foto: Arsip Pribadi Jodi Mamonto)
Kotamobagu, ZONABMR.COM – Hujan baru saja reda ketika saya tiba di rumah Jodi Mamonto di Kelurahan Pobundayan, Kotamobagu Selatan. Udara malam masih menyisakan aroma tanah basah, sementara tetes-tetes air jatuh pelan dari atap seng, menambah nuansa hening.
Di teras rumah, sebuah meja sederhana telah tersaji: secangkir kopi hitam yang mengepul hangat dan semangkuk mie bakso yang uapnya perlahan memudar.
Kami duduk berhadapan. Tatapan mata Jodi yang teduh segera membawa saya pada perbincangan panjang tentang perjalanan musiknya—perjalanan yang melahirkan lagu legendaris Kon Bonawang (Umpaka Nogiyayuandon).
“Lagu itu awalnya digubah oleh Idris Daapala, ayah dari Bayu Daapala (frontman band Skaire, red.) Beliau kemudian memberikan kepercayaan kepada saya untuk menyanyikannya,” ujar Jodi, suaranya pelan namun penuh keyakinan.
Proses rekaman lagu tersebut, kenangnya, berlangsung sekitar tahun 1997 di studio D.L Record yang berada di kompleks Pasar 45 Manado.
“Aslinya lagu itu bernuansa mars tradisional. Tapi saya mencoba menyesuaikan aransemen menjadi pop, agar bisa diterima pendengar lebih luas.
“Uniknya, Kon Bonawang bukanlah lagu utama di album itu. Kompilasi tersebut menampilkan banyak penyanyi, seperti Lola Draekel sebagai main artist, Desi Mokodompit dari Bongkudai, juga Marmamo Daeng Ali. Tapi justru lagu saya yang kemudian diterima luas masyarakat.”
Mata Jodi menerawang jauh ke masa itu. “Saya masih ingat jelas. Saat rekaman, jadwal saya seharusnya pukul setengah tiga dini hari. Ketika diminta istirahat dulu, saya menolak. Saya ingin segera menyanyi. Begitu memasang headphone, saya larut sepenuhnya dalam lirik.
“Gugup, tapi justru itulah yang menghadirkan penghayatan paling dalam. Sampai sekarang, saya tidak pernah bisa lagi menyanyikan Kon Bonawang dengan rasa yang sama. Penghayatan itu hanya terjadi sekali—dan tidak pernah terulang.”
Kata-katanya menggantung di udara. Untuk sesaat, hanya terdengar suara sendok beradu dengan mangkuk bakso. Malam yang hening seolah menegaskan betapa dalam pernyataan itu.
Sejak saat itulah nama Jodi Mamonto melekat di ingatan masyarakat Bolmong Raya.
Lagu Kon Bonawang diputar di pesta-pesta, hajatan, hingga di mikrolet yang wara-wiri sebelum moda itu digantikan bentor.
“Kepuasan itu tidak bisa diukur dengan uang. Setiap kali ada yang bilang lagu ini membuat mereka rindu pulang, saya merasa sudah mendapatkan lebih dari sekadar bayaran.”
Namun Kon Bonawang bukan satu-satunya karya yang ia tinggalkan. Jodi menyebut deretan lagu lain seperti Totabuan ciptaan Gabs Gobel, Tuhan In Monantu ciptaan Chairul A. Luli, Dendang Tanobku, hingga dua lagu duet Mongondow bertajuk Tumpala Molukad dan Gasoku.
“Kalau disebut semua memang banyak. Tapi biasanya orang lebih sering menyanyikan Totabuan dan Tuhan In Monantu. Itu yang paling melekat di telinga masyarakat,” katanya sembari tersenyum.
Kini, perjalanan hidup membawanya menapaki jalan yang berbeda. Jodi adalah seorang Aparatur Sipil Negara (ASN), menjabat sebagai Kepala Sub Bagian Pembinaan (Kasubbagbin) di Kejaksaan Negeri Kotamobagu.
Dua dunia itu—musik dan birokrasi—ia jalani berdampingan. Satu dunia berisi lampu panggung dan tepuk tangan, dunia lainnya berisi rapat-rapat dan administrasi.
Namun jauh di lubuk hatinya, gema Kon Bonawang tak pernah padam. Ia sadar, karya adalah warisan terindah seorang musisi.
“Kalau dulu ukuran lagu diterima itu kalau diputar di hajatan atau mikrolet. Sekarang kan sudah ada YouTube, Spotify, dan platform lain. Tapi esensinya sama: karya harus bisa hidup di tengah masyarakat.”
Pesannya sederhana, tapi dalam. “Generasi sekarang harus saling mendukung. Lihat saja lagu-lagu Ambon yang bisa viral sampai nasional, itu karena mereka saling mengangkat satu sama lain. Kalau kita di BMR bisa begitu, saya yakin karya kita juga bisa dikenal lebih luas.”
Ia juga menitipkan harapan kepada penyelenggara acara musik. “Kalau ada konser besar yang mendatangkan artis lokal atau artis timur, jangan lupakan kami para penyanyi senior.
“Bukan soal bayaran, tapi soal penghargaan. Kami ingin memperdengarkan kembali karya-karya lama, agar generasi baru bisa mengenal dan menghargai sejarah musik BMR. Itu sekaligus bukti bahwa musisi BMR sejak dulu sudah berani melahirkan karya yang abadi.”
Malam semakin larut. Kopi di cangkir sudah tinggal ampas, dan kuah bakso yang tadi mengepul kini dingin. Namun, hangatnya cerita Jodi masih terasa.
Ketika saya pamit meninggalkan rumahnya, sisa hujan masih jatuh pelan dari atap seng, menimbulkan irama sederhana yang berpadu dengan dinginnya malam. Jodi berdiri di teras, melambaikan tangan dengan senyum hangat.
Saat langkah saya menjauh, gema Kon Bonawang seolah ikut mengiringi, menjadi pengingat bahwa ada karya yang tak lekang dimakan waktu—dan bukti nyata bahwa musisi BMR sejak dulu sudah berani melahirkan karya yang abadi.
Kotamobagu, ZONABMR.COM – Perum Bulog Cabang Bolaang Mongondow (Bolmong) memastikan stok beras di wilayah Bolaang Mongondow Raya dalam kondisi aman hingga akhir 2025 bahkan berlanjut sampai awal 2026.
Hal ini disampaikan Kepala Cabang Bulog Bolmong, Ismail Azis, STP, saat diwawancarai di ruang kerjanya Jumat, 26 September 2025.
Ia mengungkapkan, saat ini ketersediaan beras di gudang Bulog mencapai 220 ton, ditambah 500 ton yang sedang dalam proses pengiriman dari Bitung. Pihaknya juga telah mengajukan tambahan permintaan sebanyak 1.500 ton untuk memperkuat ketahanan pangan di wilayah ini.
“Perputaran beras di Bulog lancar, keluar masuk secara rutin. Tidak ada istilah jatah, karena prinsipnya semua wilayah terhubung secara nasional. Jika stok di sini berkurang, maka akan disuplai dari daerah sentra produksi seperti Sulawesi Selatan atau Jawa Timur,” jelas Ismail.
Dari sisi kualitas, beras SPHP (Stabiltas Pasar Harga Pangan) yang didistribusikan Bulog disebut memiliki standar ketat: bebas bau, tidak menguning, tidak menghitam, serta memenuhi kadar maksimal air dan kerapatan butir.
Lebih lanjut, Ismail menambahkan, meski harga gabah di tingkat petani sempat naik hingga Rp13 ribu per kilogram pada musim hujan lalu, Bulog tetap berupaya menjaga keseimbangan harga.
“Pemerintah ingin petani tidak rugi, tetapi juga menjaga agar harga beras di masyarakat tidak terlalu tinggi,” ujarnya.
Untuk penyaluran kepada rekanan, Bulog memberikan batas maksimal 2 ton per minggu dengan harga Rp11 ribu per kilogram.
Seluruh transaksi pembayaran dilakukan melalui transfer ke rekening Bulog.
Dengan cadangan beras nasional yang kini tercatat lebih dari 3 juta ton, Bulog optimistis stok pangan di Bolmong Raya tetap aman dan terjaga, meski ada tantangan cuaca maupun transportasi.
Plt Direktur Utama PDAM Bolmong, Rudi Mokoagow, SP, CFra
Kotamobagu, ZONABMR.COM – Pergantian kepemimpinan di tubuh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bolmong mulai menunjukkan hasil positif.
Di bawah kepemimpinan Plt Direktur Utama PDAM Bolmong, Rudi Mokoagow, SP, CFra, kinerja keuangan perusahaan daerah tersebut mengalami penguatan dengan tren positif hingga 20 persen.
Saat diwawancarai di ruang kerjanya, Jumat, 26 September 2025, Rudi mengungkapkan salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah mengubah kebijakan pembayaran tunggakan pelanggan.
Jika sebelumnya pelanggan diwajibkan melunasi minimal tiga bulan tunggakan ditambah iuran bulan berjalan, kini cukup membayar satu bulan tunggakan ditambah iuran bulan berjalan.
Skema ini dinilai lebih meringankan pelanggan sekaligus menekan angka piutang.
“Kebijakan ini kami berlakukan secara bertahap hingga nantinya tidak ada lagi tunggakan. Dari awal saya dipercaya sebagai Plt Dirut, kondisi PDAM dimulai dari minus. Alhamdulillah, sekarang sudah ada peningkatan sekitar 20 persen,” ujar Rudi.
Rudi menambahkan, kondisi keuangan PDAM yang sebelumnya sering was-was menjelang pembayaran gaji karyawan kini jauh lebih stabil.
“Kalau dulu setiap tanggal gajian kami menunggu apakah uang masuk cukup atau tidak. Sekarang, insya Allah keuangan PDAM cukup untuk tiga bulan ke depan, termasuk biaya perbaikan, pemeliharaan, dan operasional. Meski ada beberapa pos yang harus dipangkas karena efisiensi,” jelasnya.
Selain kebijakan pembayaran tunggakan, pendekatan persuasif juga diterapkan kepada pelanggan yang masih menunggak.
Cara ini dinilai lebih efektif dibanding langsung melakukan pencabutan meteran. Hasilnya, angka piutang pelanggan mulai berkurang signifikan.
Tak hanya itu, PDAM Bolmong juga menyiapkan kebijakan khusus bagi pelanggan yang mengajukan komplain terkait lonjakan tagihan akibat kebocoran pada meteran.
Jika terbukti, pelanggan cukup membayar tagihan sesuai pemakaian bulan sebelumnya, sementara pihak PDAM segera melakukan perbaikan pada meteran tersebut.
Lebih jauh, Rudi memastikan PDAM Bolmong menargetkan setoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun ini akan meningkat dari capaian sebelumnya.
“Tahun lalu, PAD yang masuk dari PDAM berada di angka Rp180 juta. Targetnya tentu harus naik, dan kami optimistis dengan perbaikan manajemen saat ini hal itu bisa tercapai,” tegasnya.
Menurut Rudi, tujuan utama penguatan dan penyehatan PDAM Bolmong bukan untuk memperkaya diri, melainkan demi kesejahteraan masyarakat melalui pelayanan air bersih yang lebih baik dan kontribusi nyata terhadap PAD daerah.