Beranda blog Halaman 328

Tindaklanjuti Permenkeu, Pemkab Boltim Siapkan Rp27 Miliar Penanganan Covid-19

Wakil Bupati Boltim, Oskar Manoppo.

ZONA BOLTIM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow Timur (Boltim) mulai melakukan refocusing atau pemangkasan anggaran untuk menindaklanjuti Peraturan Menteri Keuangan (Permenkeu) dalam penanganan pandemi Covid-19.

Wakil Bupati, Oskar Manoppo mengatakan, refocusing anggaran sebesar delapan persen bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU). “Ini sesuai PMK (Peraturan Menteri Keuangan). Pemangkasan minimal delapan persen dihitung dari total DAU kurang lebih Rp324 Miliar,” kata Oskar.

Menurutnya, adapun khusus pemangkasan delapan persen itu, untuk hitungan sementara kurang lebih R27 miliar. “Itu untuk program vaksinasi di Kabupaten Boltim,” ungkapnya.

Dirinya menyebut, diupayakan akan selesai secepatnya di bulan Maret ini. “Mudah-mudahan Maret ini sudah selesai, supaya kegiatan dan program di SKPD sudah bisa jalan,” ujarnya.

Sebelumnya, ada surat edaran dari Sekretariat Daerah (Setda) perihal pemberitahuan proses permintaan pencairan dana. Surat edaran tersebut ditandatangani Sekretaris Daerah (Sekda), Sonny Warokka, dan ditujukan kepada Kepala Badan/Dinas/Kantor/UPTD/Kecamatan se-Kabupaten Boltim.

Surat edaran tersebut merupakan tindak lanjut dari surat edaran Direktorat Jenderal Kementrian Keuangan nomor: SE-2/PK/2021 tanggal 8 Januari 2021 tentang penyesuaian penggunaan anggaran transfer ke daerah dan Dana Desa (Dandes) Tahun 2021 untuk penanganan pandemi Covid-19, serta dalam mendukung penyesuaian penggunaan (refocusing) anggaran Pemkab Boltim.

Sedangkan batas pelaporan ke Pemerintah Pusat paling lambat 14 Maret 2021. (*/guf)

Mommy’s Dessert Utamakan Kepuasan Pengunjung

ZONA EKONOMI – Sajikan menu makanan yang enak serta menjaga kebersihan dan kenyamanan tempat adalah hal yang sangat penting bagi Gita Paputungan, owner/pemilik Mommy’s Dessert Kotamobagu.

Tempat usaha yang terletak di Kelurahan Motoboi Kecil, Kecamatan Kotamobagu Selatan ini, memberikan nuansa santai saat makan atau nongkrong dan memanjakan para pengunjung.

“Saya sudah geluti usaha ini sejak tahun 2010. Dan untuk bisa memasak, saya belajar sendiri karena saya juga memang suka memasak,” kata Gita.

Dengan usia usaha yang sudah terbilang tua, Gita bisa memperoleh omset sampai dengan jutaan rupiah dalam sehari.

“Untuk pendapatan sehari, bisa sampai Rp 3-5 juta. Dan kami juga selalu menerima kritikan dan saran dari pembeli, karena memberikan pelayanan yang baik dan kepuasan pembeli ada tujuan kami,” ujarnya.

Meski pun begitu, Dirinya sempat menceritakan suka duka awal membuka usaha tersebut. Karena untuk mencocokan rasa dengan pembeli itu tidaklah mudah.

“Saya sangat senang jika ada pembeli yang mengatakan bahwa mereka sangat suka dengan rasa makanan yang saya buat. Tapi, ada juga yang sudah memesan makanan, tapi tidak di ambil. Dan menurut saya itu adalah jatah rezeki untuk keluarga saya,” pungkasnya. (*/guf)

Dinas Dukcapil Kotamobagu Mudahkan Masyarakat Urus Dokumen Kependudukan

Irianto Mokoginta

ZONA KOTAMOBAGU – Berbagai inovasi pelayanan yang dilakukan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Kotamobagu selang tahun 2020, yang salah satunya memudahkan masyarakat untuk mengurus administrasi dan kependudukan di tengah pandemi Covid-19, berbuah penghargaan dari pemerintah pusat.

Seperti diketahui Dinas Dukcapil Kotamobagu meraih penghargaan sebagai penyelenggara pelayanan publik kategori ‘Sangat Baik’ tahun 2020, yang diberikan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) Republik Indonesia.

Adapun terobosan yang dilakukan Dinas Dukcapil Kotamobagu dimasa pandemi covid-19 yakni, membuka pelayanan secara online dalam pengurusan dokumen administrasi dan kependudukan.

“Jadi sejak pandemi covid-19 melanda Indonesia hingga dampaknya ke daerah Kotamobagu, pelayanan kepada masyarakat langsung dilakukan secara online. Hal ini untuk memudahkan masyarakat agar tetap aman tanpa ada kontak fisik,” kata Kepala Dinas Dukcapil Kotamobagu, Irianto Mokoginta, Jumat (12/3).

Menurutnya, pelayanan yang diberikan Dinas Dukcapil yakni, masyarakat hanya dengan mengirim berkas melalui aplikasi whatsapp yang sudah ditentukan sebagai syarat kelengkapan dokumen.

“Setelah dokumen selesai, kemudian kami informasikan kepada yang bersangkutan untuk menjemput KTP ataupun Kartu Keluarga yang dimohon, dengan membawa berkas fisik yang sudah dikirim via whatsapp sebagai syarat penerbitan dokumen,” terangnya. (guf)

Berikut Kontak Whatsapp Pelayanan Dokumen Kependudukan di Dinas Dukcapil Kotamobagu:

  •  Perekaman dan Cetak KTP-El (Ivhan, No WA: 0858-2523-2732)
  •  Kartu Keluarga (Pak Amar, No WA: 0813-8731-7315)
  •  Surat Pindah Datang (Pak Irfand, No WA: 0815-2799-3337)
  •  Kartu Identitas Anak (Atek, No WA: 0821-8924-3156)
  •  Akta Kelahiran/Kematian (Ibu Helli, No WA: 0823-4612-5288)
  •  Akta Perkawinan/Perceraian (Pak Ven, No WA: 0852-5666-6611)
  •  Update NIK dan KK (Ridwan, No WA: 0821-8720-6300)

Sumber: Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Kotamobagu.

Pengurus Forum Anak Daerah Kotamobagu Periode 2021-2023 Terbentuk

Virginia Olii
Virginia Olii

ZONA KOTAMOBAGU- Kepengurusan Forum Anak Daerah Kotamobagu periode 2021-2023 telah terbentuk. Hal ini setelah Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) memfasilitasi kegiatan pemilihan Ketua Forum Anak Daerah Kota Kotamobagu, yang dilaksanakan di Aula Kantor Dinas setempat, Rabu (10/3) kemarin.

Pemilihan calon ketua ini diikuti 7 peserta yang datang dari sejumlah sekolah mulai tingkat SMP hingga SMA di wilayah Kota Kotamobagu. Setelah melalui proses pemilihan secara langsung, Kalia Ratu Mongilong siswi asal SMU Negeri 1 Kotamobagu terpilih sebagai Ketua Forum Anak Kota Kotamobagu periode 2021-2023.

Kepala DP3A Kotamobagu, Virginia Olii, mengatakan, kegiatan pemilihan Ketua Forum Anak yang diselenggarakan hari ini merupakan kali kedua dilaksanakan oleh pihaknya. “SK-nya per 2 tahun, sehingga dengan berakhirnya kepengurusan yang lama maka dilakukan kembali pemilihan ketua yang baru,” kata Virginia.

Menurutnya, tujuan dibentuknya forum anak ini, guna menunjang berbagai program Dinas P3A. “Jadi mereka bersinergi dengan DP3A untuk membantu sejumlah program. Salah satunya mensosialisasikan program perlindungan anak dari tindak kekerasan. Apalagi saat ini ada penilaian Kota Layak Anak, sehingga forum ini sangat membantu kami,” ujarnya.

Ditambahkan, meski dengan keterbatasan anggaran, namun pihaknya tetap mengupayakan agar kegiatan pemilihan ketua forum anak bisa terlaksana. “Kita tahu bersama keadaan pandemi seperti saat ini, sejumlah anggaran dikurangi. Namun dengan apa adanya, kami tetap laksanakan rekrutmen dan pemilihan ketua forum anak daerah ini,” tandasnya. (guf)

BP2MI Buka Lowongan Kerja Jadi Nurse dan Careworker ke Jepang

Kepala UPT BP2MI Manado, Hendra Makalalag.

ZONA MANADO – Pemerintah melalui Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) kembali membuka lowongan kerja untuk jabatan Nurse (Perawat) dan Careworker (Perawat Lansia) melalui program Government to Government (G to G), untuk Penempatan tahun 2022 dalam kerangka Indonesia Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA) Angkatan ke – 15.

Kepala UPT BP2MI Manado, Hendra Makalalag, mengatakan bahwa penempatan Nurse dan Careworker ke Jepang merupakan program penempatan yang selalu rutin dibuka setiap tahunnya. “BP2MI selalu membuka program ini secara rutin setiap tahun. Bagi masyarakat yang ingin mendaftar, bisa mulai mempersiapkan berkas karena pendaftaran telah dibuka mulai tanggal 1 Maret 2021 dan akan ditutup tanggal 31 Mei 2021 nanti,” ungkapnya.

Hendra menyebutkan, untuk pendaftaran dilakukan secara online  melalui website khusus dari BP2MI. “Untuk mendaftar, masyarakat dapat langsung mengakses website www.g2g.bnp2tki.go.id. Disana semua prosedur untuk mendaftar telah dijelaskan secara lengkap dan jelas mulai dari persyaratan administrasi sampai dengan cara mengunggah dokumen. Namun apabila ingin mendapatkan informasi lebih lanjut, bisa mendatangi kantor UPT BP2MI Manado di Jalan Babe Palar,” katanya.

Setiap tahunnya, negara Jepang menerima sekitar 330 pekerja migran untuk bekerja sebagai Nurse dan Careworker di Jepang. Untuk program G to G Jepang, kata Hendra, merupakan salah satu program unggulan pemerintah.

“Program G to G Jepang adalah salah satu program unggulan dari BP2MI karena dari segi penghasilan saja gaji yang ditawarkan bisa mencapai 20 jutaan rupiah per bulan.  Legalitasnya pun sudah tidak perlu diragukan lagi, karena peserta langsung terdaftar di pemerintah,” terangnya.

Dirinya menuturkan, ada beberapa tahapan tes yang harus diikuti oleh calon pekerja migran untuk dapat lolos dalam seleksi program G to G Jepang ini. Yaitu mulai dari tahapan verifikasi dokumen, tes keperawatan dan psikotes, wawancara Aptitude Test dan Japanese Quiz, serta medical check-up tahap I dan II. “Negara Jepang sangat ketat untuk menseleksi kandidat pekerjanya. Untuk itu, kami harapkan agar calon pekerja dapat mempersiapkan diri sebaik mungkin dan menjaga kesehatannya untuk kelancaran proses seleksi nanti,” tutur Hendra.

Hendra juga mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak percaya begitu saja setiap tawaran untuk bekerja ke luar negeri dengan iming-iming gaji yang besar. “Jangan percaya begitu saja, mau dari teman, dari saudara atau calo PMI karena hal ini sarat dengan unsur penipuan dan perdagangan manusia.  Apalagi untuk program G to G Jepang maupun G to G Korea yang seringkali dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab untuk penipuan dengan memungut sejumlah biaya bahkan sampai puluhan juta. Saya tegaskan agar jangan percaya, program ini hanya dibuka oleh BP2MI dengan mendaftarkan diri di website kami dan di UPT BP2MI di seluruh Indonesia,” tegasnya.

“Apabila menerima informasi yang meragukan mengenai lowongan pekerjaan ke luar negeri, segera konfirmasi dengan mendatangi kantor Dinas Tenaga Kerja setempat atau dengan mendatangi kantor UPT BP2MI Manado untuk memastikan keabsahan informasi lowongan pekerjaan tersebut. Jangan sampai kita tertipu dengan oknum yang mencoba memanfaat niat mulia kita untuk bekerja ke luar negeri,” tutupnya. (guf)

IGA 2021, Masyarakat dan OPD Diimbau Segera Mendaftar

Fahmi Iman

ZONA KOTAMOBAGU — Masyarakat dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Kotamobagu yang akan mengikuti lomba Inovative Government Award (IGA) Tahun 2021, diimbau untuk segera mendaftarkan Inovasinya pada pelaksanaan ajang Lomba tersebut, sebelum batas akhir pemasukan, tanggal 26 Maret Tahun 2021 mendatang.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) Kota Kotamobagu, Fahmi Iman, Rabu (10/3).

“Kepada perangkat daerah dilingkungan Pemerintah Kota Kotamobagu, dan seluruh masyarakat yang memiliki Inovasi, untuk segera mendaftarkan Inovasinya, pada kegiatan Lomba Inovative Government Award (IGA) Tahun 2021,” Imbaunya.

Dikatakannya lagi, pada konsep yang lebih luas, Kelitbangan untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat terhadap proses Inovasi yang sedang dilakukan pemerintah daerah, atau meningkatkan pengawasan dan peran serta masyarakat dalam setiap perumusan kebijakan dan program yang diterapkan pemerintah daerah, sehingga dapat diterima (Accepted) masyarakat, tepat (Appropriated), dan berkelanjutan (Suistainable).

“Tujuan kegiatan IGA Tahun 2021, adalah untuk mendorong perangkat daerah, agar lebih mengedepankan aspek pemanfaatan Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Informasi serta Inovasi (Iptekin), sebagai faktor pembentuk daya saing,” terang Fahmi. (*/guf)

Pekan Depan Giliran DPRD, ASN dan Wartawan di Kotamobagu Disuntik Vaksin Tahap II

Foto Ilustrasi.

ZONA KOTAMOBAGU – Setelah TNI/Polri, giliran Anggota DPRD, Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Wartawan Biro Kotamobagu akan mendapat suntikan vaksin Covid-19 tahap II, yang akan dilaksanakan Senin (15/3) pekan depan.

“Insha Allah vaksinasi untuk DPRD dan semua ASN di sekretariat dewan serta para wartawan akan dilaksanakan Senin pekan depan,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), dr Tanty Korompot melalui Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan, Yudi Pontoh AMd, Rabu (10/3).

Lanjutnya, untuk vaksinasi bagi ASN yang ada di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kotamobagu, menunggu jadwal yang akan dirilis Dinas Kesehatan. “ASN yang ada di OPD, baik dinas atau SKPD masih dalam persiapan perhitungan dosis hari ini (Rabu) sampai jumat kita rilis jadwal vaksinasi,” ujarnya.

Sekadar informasi, sasaran pelaksanaan program vaksinasi gelombang kedua yakni; TNI/Polri, DPRD, Wartawan, Polisi Pamong Praja, Guru dan ASN, Lansia, BUMN, serta Pedagang Pasar dan Pihak Hotel. (guf)

Porprov ke-XI 2021, Dispora Kotamobagu Siap Ikutkan 22 Cabor

Hendra Mokoagow.

ZONA KOTAMOBAGU – 22 Cabang Olahraga (Cabor) di Kota Kotamobagu telah disiapkan untuk diikutsertakan pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Utara (Sulut) ke-XI tahun 2021 yang akan dihelat di Kabupaten Bolaang Mongondow.

Menurut Kepala Bidang Keolahragaan, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kotamobagu, Hendra Mokoagow, untuk kesiapan pihaknya sudah diangka 90 persen. “Total ada 22 Cabor yang disiapkan untuk mengikuti Porprov di Kabupaten Bolmong,” ujar Hendra.

Pria yang akrab dengan para jurnalis itu menyebutkan, Porprov tahun 2019 di Kota Bitung, Kotamobagu berhasil mendapatkan juara IX. Sehingga, tahun 2021 ini akan mengupayakan agar lebih baik lagi.

“Kami optimis, karena sejauh ini kita sudah jauh-jauh menyiapkan 42 pelatih yang diberikan insentif, sehingga kegiatan mereka dievaluasi,” kata Hendra.

Hendra menambahkan, diantara cabang olah raga yang akan diikuti yakni, sepakbola, futsal, tinju, bulutangkis, catur, karate, selam, renang, atletik, tenis, meja, bilyar, taekwondo, silat, voli dan basket.

“Iya tentunya ada yang kita unggulkan untuk mendulang medali emas, seperti dari silat, karate, taekwondo, catur, renang, selam, serta sepak bola,” tukasnya. (guf)

Modal Pengetahuan, Tahir Hasilkan Rupiah dari Hasil Kerajinan Tangannya

ZONA EKONOMI – Bermodal pengetahuan terkait cara membuat oven dari bahan seng pelat, Tahir (49) warga Kelurahan Gogagoman, Kecamatan Kotamobagu Barat, mencoba peruntungan dengan membuka bisnis penjualan oven buatan tangannya.

Oven buatannya pun tidak kalah menarik dengan oven-oven yang bermerk.

Dirinya menceritakan, dalam kesehariannya ia berprofesi sebagai petani, dan sudah mulai mencoba usahanya tersebut sejak tahun 2020 kemarin. Ia yang dulunya sempat tinggal di Kota Manado, pernah sesekali melihat cara pembuatan oven yang berbahan dasar dari seng pelat itu.

“Dulu itu kan saya sempat tinggal di Manado. Nah, saat itu saya sering bermain dan
melihat cara pembuatannya. Dan sekarang ini saya coba dengan membuat oven di rumah saya dengan pengetahuan yang saya miliki,” tuturnya.

Dengan usahanya itu, ia bisa mengembangkan potensi yang ia miliki, hingga bisnisnya tersebut berjalan dengan lancar. “Meski pun saya masih bekerja menggunakan alat yang sederhana, tapi saya berharap hasil kerja saya ini bisa masuk ke toko-toko yang ada di kotamobagu,” harapnya.

Untuk harganya sendiri bermacam-macam, dan tergantung ukuran dan jenis oven yang dipesan. “Oven gas yang berukuran 60cm dibanderol dengan harga Rp 2,5 juta, ukuran 1 meter bisa sampai Rp 4 juta. Untuk oven biasa yang ukuran sedang diberi harga Rp.200 ribu, ukuran besar Rp 250 ribu itu untuk harga eceran, sedangkan per lusin harganya lebih murah lagi,” tukasnya. (guf)

Satu-satunya di Sulut, Dinas Dukcapil Kotamobagu Raih Predikat ‘Sangat Baik’ dari Kemenpan-RB

Irianto Mokoginta

ZONA KOTAMOBAGU – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Kotamobagu mendapat penghargaan sebagai penyelenggara pelayanan publik kategori ‘Sangat Baik’ tahun 2020 oleh Kementerian Pendayaagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) Republik Indonesia.

“Syukur alhamdulillah hasil penilaian kinerja pelayanan publik di Dinas Dukcapil Kotamobagu tahun 2020 kategori sangat baik. Predikat ini sudah kedua kalinya secara berturut-turut, sejak tahun 2019. Tentu ini berkat kerjasama teman-teman di Dinas Dukcapil dibawah kepemimpinan Kadis lama. Saya berharap tentu prestasi ini dapat terus dipertahankan, bahkan ditingkatkan dimasa-masa mendatang,” ujar Kepala Dinas Dukcapil Kotamobagu, Irianto Mokoginta, Selasa (9/3).

Menariknya, Kota Kotamobagu merupakan satu-satunya daerah di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) yang menerima penghargaan dari Kemenpan-RB tersebut, dan masuk diantara 44 kabupaten/kota se-Indonesia.

“Dari 44 kabupaten/kota yang mendapat penilaian sangat baik, Kotamobagu menjadi satu-satunya di Sulut. Untuk hasil penilaian kita mendapat nilai A. Penghargaan tadi sudah diserahkan langsung kepada kepala dinas bagi daerah yang memperoleh predikat pelayanan prima sebanyak 7 daerah,” ucapnya.

Ditambahkannya, untuk penghargaan sendiri masih menunggu informasi dari pihak Kemenpan-RB. “Untuk penghargaan kita masih menunggu, apa dikirim dalam bentuk plakat atau seperti apa,” pungkasnya. (guf)