Beranda blog Halaman 366

Sukses Kembangkan Usaha, Supratman Manggo Raup Omzet Miliaran Rupiah Perbulan

ZONA EKONOMI — Perjuangan hingga sukses membangun usaha tentu tidaklah mudah. Dibutuhkan kesabaran, ketekunan dan paling utama adalah hilangkan gengsi serta memahami pengelolaan bisnis yang kita jalani.

Kunci sukses dalam berbisnis ini disampaikan pengusaha muda asal Kota Kotamobagu, Supratman Manggo yang akrab disapa Icu’, Kamis (15/10/2020), saat ditemui sejumlah awak media di Toko Komputer miliknya, di jalan veteran Kelurahan Motoboi Kecil, Kotamobagu Selatan.

Sosok yang ramah dan pandai bergaul ini merintis usaha sejak 14 tahun silam. Saat itu usianya masih terbilang cukup muda, 22 tahun, dengan tempat usaha kontrakan di Kelurahan Mogolaing, Kecamatan Kotamobagu Barat. “Modal hanya nekat, berawal dari nol. Karena banyak bergaul sehingga munculah motivasi untuk membuka usaha. Modal awal saya pinjam uang dari koperasi, untuk buka usaha konter tahun 2006. Karena punya basic IT, selain jual pulsa, asesoris dan handphone bekas, saya juga menerima jasa service printer,” tuturnya.

Seiring berjalan waktu, dari konter berkembang dan beralih pada usaha jual beli computer. Kontrakan tempat usahanya pindah di jalan amal Tahun 2008 sampai 2009. “Dari hasil usaha itu saya kumpul dan beli lahan tahun 2009 dan bangun Toko Komputer, yang diberi nama Carper Komputer,” kata suami dari Niki Saniman itu.

Lanjut Icu, ia pernah mengalami tantangan besar di tahun 2012. Dimana usahanya hampir kolaps dan itu adalah ujian terberat yang dihadapinya. Namun, dengan kesabaran dan keyakinan akhirnya ia mampu melewatinya. Meskipun harus kembali meminjam uang untuk tambahan modal. “Itulah resiko ketika berbisnis yang penting pinjam uang itu harus tepat sasaran. Banyak spekulasi tapi tidak tepat sasaran, bukan untung malah rugi. Pasang surut dalam dunia usaha itu menjadi sebuah ujian. Memang banyak sekali tantangannya,” ujarnya.

“Yang membuat lagi saya bersemangat disaat banyaknya ujian yang datang, saya ini adalah tulang punggung keluarga. Jika saya berhenti maka semua usaha yang saya rintis ini akan berakhir sia-sia,” sambungnya.

Setelah usahanya kembali berjalan normal, ia dan istrinya kembali mengembangkan usaha dengan membuka toko pakaian khusus perempuan dan toko seluler di pusat Kotamobagu, tepatnya di Kelurahan Mogolaing. Dari semua tempat usaha itu, Icu dan istrinya mampu menghasilkan omzet hingga miliaran rupiah. “Alhamdulillah tahun 2019 saya dan istri membuka lagi dua tempat usaha sekaligus yang diberi nama NS Fashion dan INCOM. Omzet dari 3 tempat usaha ini 1 bulan kurang lebih Rp1 miliar,” terangnya.

Icu’ yang berlatar belakang pendidikan Sarjana Ekonomi ini menjelaskan, jatuhnya usaha karena banyak keinginan yang muncul. “Ini yang sering terjadi. Belajar dari orang China kenapa mereka sukses, karena yang diutamakan kebutuhan bukan keinginan. Kemudian membangun usaha harus ada pembimbing dan jangan gengsi,” pungkas ketua MMA Bogani itu. (*/guf)

Sekda Bolmut Buka Workshop Penunjang Akreditasi FKTP 

ZONA BOLMUT — Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bolmut Dr. Drs. Hi. Asripan Nani, M.Si membuka kegiatan Workshop Keselamatan Pasien, Manajemen Resiko dan Pencegahan Penyakit Infeksi Penunjang Akreditasi FKTP yang bertempat di Aston Hotel Manado.

Dalam sambutannya, Sekda Bolmut mengatakan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas, Puskesmas sebagai Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) wajib terakreditasi.

Lebih lanjut dijelaskannya Akreditasi Puskesmas bukan sekedar penilaian untuk mendapatkan sertifikat, melainkan bertujuan sebagai pembinaan peningkatan mutu kinerja melalui perbaikan yang berkesinambungan terhadap sistem manajemen, sistem manajemen mutu serta penerapan manajemen resiko.

Dirinya berharap melalui workshop ini dapat memberikan pemahaman lebih jelas tentang instrument penunjang criteria-kriteria akreditasi FKTP yang telah ditetapkan, sehingga nantinya seluruh Puskesmas, Klinik maupun tempat praktek mandiri Dokter di Kabupaten Bolmut dapat terakreditasi melalui tahapan dan ketentuan yang berlaku.

Ditegaskannya bahwa pelayanan kesehatan Puskesmas yang berkualitas memegang peran penting dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kinerja Pemerintah sebagai pelayan publik yang merupakan salah satu pilar dalam memenuhi tuntutan Reformasi Birokrasi. (rendi)

Pemkot Bantu Petani Dua Unit Bangunan Pengering Padi

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kotamobagu melalui Dinas Pertanian dan Perikanan (DPP) memberikan bantuan berupa dua bangunan pengering padi kepada petani.

Kepala DPP melalui Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Holtikultura, Ramjan Mokoginta mengatakan, bantuan bangunan pengering padi itu dibangun di dua tempat yakni di desa Moyag Todulan dan Desa Poyowa Kecil dengan ukuran 8×20 meter, yang dianggarkan dari APBD senilai Rp200 juta per bangunan.

“Unit pengering tersebut sangat membantu petani padi, apalagi cuaca yang sering hujan. Jika menggunakan bangunan pengering ini, padi milik petani bisa kering dalam jangka waktu sekitar dua hari saja,” ujar Ramjan, Jumat (23/10).

Menurutnya, bangunan unit pengering ini sebenarnya juga bisa digunakan untuk mengeringkan jagung, kopi, coklat, dan tanaman pangan lain.

“Tapi bantuan tersebut khusus untuk petani padi, nanti kalau belum digunakan petani padi, bisa digunakan untuk mengeringkan tanaman jenis lain,” pungkasnya. (guf)

Wali Kota Imbau Masyarakat Waspada Fenomena La Nina

Tatong Bara

ZONA KOTAMOBAGU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan fenomena La Nina sedang terjadi di Samudera Pasifik dengan intensitas sedang. BMKG mengatakan fenomena La Nina berpotensi meningkatkan jumlah curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, Wali kota Kotamobagu Tatong Bara mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada dan berhati-hati jika terjadi hujan deras disertai angin kencang. “Jadi harus waspada jiga terjadi hujan deras disertai angin kencang, jika berada di luar rumah sebaiknya seluruh aktifitas dihentikan untuk menghindari sesuatu yang tidak diinginkan,” imbau wali kota.

Lanjutnya, untuk mengantisipasi pohon tumbang di pinggir jalan, wali kota telah memerintahkan Dinas Lingkungan Hidup untuk memotong pohon yang tua karena bisa membahayakan baik pengendara yang melintas maupun warga sekitar.

“Kami juga telah meminta untuk pohon-pohon yang di pinggir jalan yang rawan tumbang untuk segera di potong demi keselamatan warga serta pengguna jalan,” ujar wali kota.

Wali kota juga mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada terhadap perubahan cuaca ekstrim termasuk fenomena La Nina. “Dimohon kepada warga untuk tidak membuang sampah sembarangan, agar tidak menyumbat saluran air yang bisa mengakibatkan banjir ketika turun hujan,” tandasnya. (guf)

Sukses Kawal Program PRS, Kementerian PUPR Apresiasi Pemkot Kotamobagu

ZONA KOTAMOBAGU — Wali Kota Tatong Bara menerima kunjungan kerja Kepala Satuan Kerja Penyediaan Rumah Swadaya (PRS) Direktorat Rumah Swadaya Ditjen Perumahan Kementerian PUPR, Sardju Bindarum, di rumah dinasnya, Kamis (22/10).

Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman (PRKP) Kotamobagu, Chelsia Paputungan ST, yang turut mendampingi Wali Kota saat menerima tim menyampaikan, kunjungan tersebut terkait Program Rumah Swadaya (PRS) Kementerian PUPR di Kota Kotamobagu.

“Kunjungan lapangan sekaligus silaturahmi dengan Pemerintah Kota Kotamobagu dalam rangka keberlanjutan program hingga tahun 2021 mendatang,” ungkap Chelsia.

Menurutnya, dalam kesempatan ini Kasatker menyampaikan apresiasi atas peran Pemerintah Kota Kotamobagu, hingga program dapat berjalan dengan baik.

“Kasatker menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program lewat kunjungan lapangan. Dimana, menurut Kasatker Bapak Sardju Bindarum peran pemerintah daerah sangat konsen dalam mengawal program ini sampai di tingkatan desa maupun kelurahan,” ujarnya.

Bahkan lanjut Chelsea, dalam kunjungan ini Kasatker juga berjanji akan mensuport usulan-usulan yang telah disampaikan pihak Pemkot Kotamobagu.

“Alhamdulillah mendapat respon positif, karena Kasatker juga berjanji akan mendukung penuh usulan yang masuk ke (Ditjen) Penyediaan Perumahan Swadaya Kementerian PUPR, yang dimana Pemkot Kotamobagu melalui dinas terkait telah menyiapkan Redines Criteri,” tandasnya. (*/guf)

Beromset Jutaan Rupiah Perhari, Kedai Ratu’Z Sediakan Menu Kuliner Sesuai Selera Pengunjung

ZONA EKONOMI – Usaha kuliner di Kota Kotamobagu memang tak ada matinya. Setiap hari selalu ada inovasi menu-menu baru termasuk olahan makanan rumah. Hal itulah yang menjadi tekad Lidia Ratela untuk membuka usaha yang diberi nama Kedai Ratu’Z yang terletak di Jalan Ahmad Yani, depan Masjid Agung Baitul Makmur (MABM), Kelurahan Kotamobagu, Kecamatan Kotamobagu Barat.

Berbagai macam menu kuliner yang dijajakan di Kedai Ratu’Z seperti, nasi campur, mujair bakar/goreng paket, ikan bakar/woku paket, ayam lalapan paket, nasi goreng kampung, bubur ayam, tinutuan, mie cakalang, mie ojo, indomie ceplok/goreng, sup brenebon tulang sapi, mie brenebon tulang sapi serta bakso biasa/tetalan/tulang sapi.

Menurut Mama Ratu sapaan akrab Lidya, usaha yang ia rintis sejak tahun 2015 ini, dibuka sejak pagi hingga malam hari. “Alhamdulillah sampai saat ini, usaha ini berjalan dengan lancar, sebab banyak pengunjung mulai dari ASN, karyawan bank, hingga sopir bentor yang datang makan saat jam istirahat. Di kedai Ratu’Z, pengunjung bisa mengambil nasi dan menu makanan sesuai takaran dan seleranya sendiri. Dan harganya hanya 15 ribu per porsi,” ucap Lidia.

Selain menjajakan menu makanan, kedai Ratu’Z juga menyediakan minuman sesuai keinginan pengunjung. Diantaranya, kopi hitam, kopi susu, kopi susu coklat, kopi jahe, jahe susu, cappucino, latte coffe, es teh, teh susu, teh hangat, es teh tawar, nutrisari, fanta susu, hingga menu gorengan seperti pisang goreng kipas, goroho stik, pisang keju/coklat, roti bakar dan es teler, es buah, es brenebon dan es kacang tanah.

“Untuk kopi kita ambil langsung kopi asli kotamobagu. Karena cita rasa kopi tradisional sangat dicari para penikmat kopi di Kotamobagu. Selain ikut mempromosi kopi asli daerah, kita juga bisa membantu para petani kopi di kota kotamobagu,” ujar Lidia yang merupakan istri ASN Kotamobagu dan bertugas sebagai driver wali kota, Alfian Tumbol.

Berkat usahanya tersebut, ia mampu meraup omset hingga jutaan rupiah per hari. “Alhamdulillah dalam sehari bisa mendapat Rp1 juta sampai Rp1,5 juta. Kalau sepi biasanya hanya Rp500 ribu,” tuturnya.

Selain itu, Lidia juga memanfaatkan media sosial untuk memasarkan menu kuliner khas kedai Ratu’Z. “Kita juga melayani pesanan lewat online. Bisa delivery atau pesan langsung lewat ojek online,” tutupnya. (guf)

Wali Kota Beber 8 Prioritas Pembangunan Tahun 2021

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu menyiapkan 8 program prioritas pembangunan di tahun 2021. Hal ini diungkapkan Wali Kota Tatong Bara ketika menyampaikan nota Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD Tahun 2021, Selasa (20/10) lalu.

Adapun 8 prioritas pembangunan yang akan dilaksanakan pada 2021 itu, terdiri atas 1) pertumbuhan ekonomi; 2) penanggulangan kemiskinan dan pengangguran; 3) peningkatan kualitas pendidikan dan Kesehatan; 4) peningkatan infrastruktur pariwisata, kebudayaan dan daya saing daerah; 5) pelestarian lingkungan dan mitigasi bencana; 6) peningkatan keamanan dan ketertiban masyarakat; 7) reformasi birokrasi; serta 8) keadilan dan kesetaraan gender.

“Delapan prioritas pembangunan Kota Kotamobagu Tahun 2021 tersebut, dirumuskan dengan mempertimbangkan hasil evaluasi serta capaian kinerja tahun sebelumnya. Isu-isu strategis, prioritas pembangunan nasional maupun Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), serta untuk penanganan dan pemulihan sosial ekonomi akibat pandemi Covid-19, sehingga diharapkan dapat terlaksana kesinambungan program pembangunan dari tingkat pusat hingga daerah,” terang Tatong.

Dengan demikian, lanjut Tatong, penyampaian KUA-PPAS Tahun 2021 pada rapat paripurna ini, juga merupakan upaya dalam rangka menjaga kesinambungan pelaksanaan pembangunan yang terarah serta sistematis. “Di mana semua itu dilakukan dengan memanfaatkan berbagai sumber daya yang tersedia secara optimal, efisien, efektif, dan akuntabel,” tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, DPRD Kotamobagu menggelar rapat paripurna tingkat I KUA-PPAS APBD Tahun 2021, Selasa (20/10) lalu. Rapat paripurna yang dilaksanakan dengan mengedepankan protokol kesehatan (prokes) masa pandemi ini, dipimpin oleh Ketua DPRD Meiddy Makalalag ST.

Akan halnya peserta rapat paripurna, terpisah dalam dua kelompok besar. Yaitu, hadir secara fisik di dalam ruang rapat paripurna DPRD Kotamobagu, serta Sebagian lainnya mengikuti rapat lewat virtual atau fasilitas zoom meeting. Wali Kota Tatong Bara ikut secara virtual, sedangkan Wakil Walikota (Wawali) Nayodo Koerniawan SH hadir langsung di gedung DPRD, di Jalan Paloko Kinalang. (*/guf)

Cegah Penyebaran Covid-19, Tatong: Duta Genre Wajib Sosialisasikan 3M

Tatong Bara

ZONA KOTAMOBAGU – Setelah dinobatkan sebagai Bunda Generasi Berencana (Genre) Kotamobagu, Wali Kota Tatong Bara juga berpesan kepada Duta Genre dan generasi muda dalam menghadapi Pandemi Covid-19 serta pencegahannya.

“Selain tugas sebagai Duta Genre yang mencakup tiga kategori yaitu, generasi yang terbebas dari perkawinan dini, generasi yang menjauhi seks bebas dan generasi anti narkoba, dan salam Genre; sehat, cerdas dan ceria, mereka (duta Genre) juga wajib mensosialisasikan protokol pencegahan Covid-19 dengan 3M, Yakni Menggunakan masker, Mencuci tangan dengan sabun dan Menjaga jarak,” kata wali kota.

Lanjutnya, bagi generasi muda yang tergabung dalam forum Genre ini agar selalu mengingatkan kepada masyarakat akan pentingnya menjaga protokol kesehatan ditengah pandemi. “Karena sudah banyak keluarga kita, tetangga dan masyarakat yang terkena covid-19. Nah, 3M ini wajib disosialisasikan bukan saja kepada anak muda, tetapi mereka yang ada di forum-forum ini dijadikan juga sebagai corong untuk menyampaikan pesan-
pesan 3M,” ujarnya.

“Saya senang duta Genre Kotamobagu juga mendapat anugerah lewat program inovasi dimasa pandemi. Saya juga sejak tadi malam mengikuti mereka latihan. Bagaimana mereka membawa diri sebagai duta Genre dan bagaimana mensosialiasikan protokol kesehatan kepada masyarakat,” tukasnya. (guf)

Tatong Bara Kepala Daerah Pertama Dikukuhkan sebagai Bunda Genre

ZONA KOTAMOBAGU – Wali Kota Kotamobagu, Ir Tatong Bara menjadi kepala daerah pertama di 15 kabupaten/kota se-Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) yang dikukuhkan sebagai Bunda Generasi Berencana (Genre) oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) perwakilan Sulut, bertempat di Aula rumah dinas wali kota, Rabu (21/10).

Kegiatan pengukuhan Bunda Genre kepada wali kota Tatong Bara ini dilakukan langsung oleh Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulut, Ir Tino Tandayu M.Erg dan turut dihadiri ketua tim Penggerak PKK Kotamobagu, Anki Taurina Mokoginta, Asisten I Setda Kotamobagu, Teddy Makalalag, pimpinan OPD, pegawai dan staf BKKBN Sulut serta duta Genre Sulawesi Utara.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PP-KB) Kotamobagu, Al Jufri Ngandu, dalam laporan kegiatan tersebut, menyampaikan bahwa adapun yang melatarbelakangi pengukuhan Bunda Genre ini adalah komitmen dan Ketokohan Wali Kota Tatong Bara dalam meningkatkan partisipasi dan peran remaja dalam program kesehatan reproduksi dan pembangunan karakter remaja di Kota Kotamobagu yang mencakup tiga kategori utama yaitu, generasi yang terbebas dari perkawinan dini, generasi yang menjauhi seks bebas dan generasi anti narkoba.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulut, Ir Tino Tandayu M.Erg mengatakan, penganugerahan ini merupakan yang pertama di tingkat kabupaten/kota se Provinsi Sulawesi Utara. Menurutnya, Wali kota Kotamobagu sangat layak mendapatkan penghargaan Bunda Genre karena keberhasilannya dalam membina generasi muda. “Generasi muda perlu ada seorang tokoh pemimpin yang mengarahkan setiap generasi
untuk menjadi sumber daya manusia Indonesia ke depan. Oleh karena itu, kami memberikan penghargaan Bunda Genre kepada ibu wali kota karena berkat keberhasilan-keberhasilan beliau baik di tingkat provinsi maupun nasional Kota Kotamobagu sudah berbicara,” ungkapnya.

Dirinya berharap, ke depan Kota Kotamobagu bisa menghasilkan pemimpin yang sudah diberi contoh sebagai role model adalah wali kota Tatong Bara dan generasi muda boleh tampil menjadi tonggak untuk Indonesia emas tahun 2010. “Bukan hanya untuk sulawesi utara, tapi juga untuk tingkat internasional,” ujarnya.

Dirinya juga menjelaskan, bahwa Genre itu punya forum yakni Forum Genre Indonesia. “Jadi forum genre Indonesia itu ada terbagi di 15 kabupaten/kota, termasuk di Kota Kotamobagu. Tetapi yang membedakan adalah prestasi. Kita menilai semua berdasarkan prestasi yang sudah ada,” jelasnya.

Sementara itu, Wali Kota Tatong Bara menyampaikan ucapan syukur dan terima kasih kepada pihak BKKBN provinsi yang telah memberikan penghargaan Bunda Genre. “Ini penghargaan mulia, namun berat. Karena yang kita urus adalah satu masa kehidupan yang masuk pada periode yang sangat rawan di masa remaja. Nah, di sini kita tahu persis tahun 2030 dalah tahun emas, perempuan juga 50 terlibat di dalam semua kegiatan. Oleh sebab itu, mulai dari sekarang kalau kita mau menuju ke era ke sana, maka itu kita harus mulai membangun dari sekarang,” kata wali kota.

Lanjutnya, Kota Kotamobagu juga sudah jauh melakukan banyak hal dan tanpa disadari mendapat penghargaan baik tingkat nasional maupun di provinsi terkait diruang lingkup BKKBN. “Baik saya secara pribadi mendapat lencana maupun kegiatan-kegiatan baik PIKR maupun Genre ini kita menuai prestasi di tingkat provinsi. Jadi mari kita emban sama-sama tugas ini untuk bagaimana memberikan edukasi kepada generasi muda untuk katakan tidak pada tiga hal yaitu; seks pra nikah, pernikahan dini dan menjauhi narkoba, itu yang menjadi misi dari pemuda untuk kita jadikan satu garda untuk mensosialisasikan ini dan diharapkan ini terlaksana karena pemuda itu pasti kuat. Pemuda kuat Indonesia pasti maju,” pungkasnya. (Advertorial)

Berikut Prestasi-prestasi di bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana dan Genre Kotamobagu:

1. Juara I Putri dan Juara III Putra Duta Genre Sulawesi Utara Tahun 2018
2. Juara III Putri dan Juara III Putra Duta Genre Sulawesi Utara Tahun 2019
3. Winner Social Media Putri Duta Genre Sulawesi Utara Tahun 2019
4. Mewakili Provinsi Sulawesi Utara dalam Sharing Session Voice Your Right Tingkat Nasional pada ADU-JAK Genre 2019
5. Juara III Nasional Lomba Cover Theme Song BKKBN mewakili provinsi Sulawesi Utara Tahun 2020
6. Juara II Nasional vlog Competition Activity Edukasi Covid-19 dengan judul “Fungsi Keluarga di Tengah Corona” tahun 2019
7. Juara I dan III Putri, Juara III Putra dan Best Motivator Duta Genre Sulawesi Utara Tahun 2020
8. Penghargaan Manggala Karya Kencana dari BKKBN Pusat tahun 2016
9. Penghargaan Satya Lencana Pembangunan Program KKBPK dari Presiden Republik Indonesia tahun 2018
10. Piagam penghargaan sebagai kota dengan kuantitas Pencanangan SSK dan Pojok Kependudukan Terbanyak tahun 2019
11. Piagam Penghargaan Juara II Pelayanan KB Serentak Sejuta Akseptor dalam rangka HARGANAS ke-27 kategori Capaian KB Pasca Persalinan/Pasca Keguguran Sulawesi Utara

Wabup Buka Rapat Kordinasi TPID Tingkat Kabupaten Bolmut

ZONA BOLMUT — Wakil Bupati Bolmut Drs. Hi. Amin Lasena, MAP membuka rapat kordinasi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) tingkat Kabupaten Bolmut Senin 19 Oktober diruang rapat Bupati.

Wakil bupati mengatakan kepada seluruh peserta forum yang tergabung dalam TPID Kabupaten Bolmut. “Kehadiran kita saat ini merupakan wujud dari adanya komitmen yang kuat dari kita sekalian, untuk membangun sinergitas yang baik dalam upaya menjaga perekonomian daerah,”ungkap Lasena.

Rapat kordinasi TPID merupakan salah satu agenda pemerintah dalam rangka mengendalikan kebutuhan pokok masyarakat untuk menghindari jangan sampai terjadi inflasi. “Yang tinggi dan bisa menyebabkan terjadi peningkatan kemiskinan karena ketidakberdayaan masyarakat dalam membeli bahan pokok,”ujarnya.

“Saat ini kita dihadapkan pada situasi pandemi Covid-19, dimana situasi ini tidak hanya menyebabkan krisis kesehatan global tapi juga menyeret ke bidang-bidang lainnya terutama bidang sosial dan ekonomi masyarakat umumnya mungkin banyak yang terfokus pada aspek kesehatan padahal adapula hal sangat penting untuk diperhatikan saat ini yaitu aspek kebutuhan pangan,” Wabup menambahkan.

Untuk itu inflasi diharapkan mampu dikendalikan agar dapat menjadi indikator keseimbangan sektor pangan. “Industri dan sebagainya. Dan ada empat hal yang menjadi entry point bagi pemerintah,”ujarnya.

Pertama TPID selain menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok juga harus memikirkan strategi yang mendukung pemulihan ekonomi daerah. Dengan menjaga kecukupan stok pangan sekaligus mengupayakan kelancaran distribusinya. “Kedua, mendukung industri rumah tangga dan UMKM agar dapat hidup kembali, faktanya industri rumah tangga dan UMKM menjadi basis dan garda terdepan pengendalian harga-harga kebutuhan pokok di masyarakat,”jelas Bupati.

Ketiga ukuran keberhasilan TPID dari tinggi rendahnya inflasi. Akan tetapi yang paling penting adalah bagaimana TPID bersama seluruh pemangku kepentingan secara sinergis melakukan kegiatan untuk mendorong upaya pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat secara mandiri. “Misalnya dengan menggalakkan pemanfaatan lahan-lahan pekarangan atau lahan kosong sebagai sumber untuk memperoleh bahan makanan pokok yang biasa dikonsumsi,”Ungkapnya.

“Keempat stabilitas keamanan menjadi salah satu poin penting dalam menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi di daerah. Kondisi demikian perlu mendapat perhatian kita bersama. Sejalan dengan percepatan pembangunan daerah kedepan,”tambah Wabup.