Beranda blog Halaman 379

Tanaman Cabe Rawit Roni, Hasilkan 30 Kg Per Minggu

Wawali Nayodo Koerniawan meninjau tanaman cabe rawit Roni Papene di Desa Kobo Kecil.

ZONA EKONOMI – Meski baru menggeluti bisnis menanam cabai, Roni Papene salah satu petani cabai di Desa Kobo Kecil, Kecamatan Kotamobagu Timur, telah merasakan hasil dari tanamannya tersebut.

Roni mengatakan, lahan garapannya seluas 1 hektar dengan jumlah pohon cabai yang di tanam sekira 4.000 pohon.

Dalam sekali panen Roni mengaku bisa memetik cabai rawit hingga 30 kilogram per minggunya dan dijual dengan harga di kisaran Rp25 ribu per kilogram. Kendala yang dihadapi saat ini yakni harga jual yang kadang tidak menentu karena harus menyesuaikan harga dipasaran.

“Jika harganya bagus ya pasti untungnya juga lumayan, kalau pas harga turun, ya kadang hasilnya sedikit, karena ada biaya operasional, perawatan tanaman cabai juga lumayan,” ujar Roni.

Dirinya berharap, kepada Pemerintah Kotamobagu khususnya Dinas Pertanian untuk dapat memperhatikan para petani cabai. “Kami juga berharap ada bantuan seperti pupuk untuk menunjang usaha pertanian kami,” ungkapnya. (*/guf)

Program P3-TGAI, Wawali Letakkan Batu Pertama Pembangunan Irigasi Kobo Kecil

ZONA KOTAMOBAGU – Wakil Wali Kota (Wawali) Nayodo Koerniawan, melakukan peletakan batu pertama pembangunan saluran irigasi di Kelurahan Kobo Kecil, Kecamatan Kotamobagu Timur, Selasa (15/9).

Kegiatan tersebut merupakan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) oleh mitra kerja DPR RI Komisi V Herson Mayulu melalui Balai Sungai Provinsi Sulawesi Utara.

Pembangunan Saluran Irigasi dikerjakan dengan cara padat karya, dimana salah satu pelaksananya adalah Kelompok Swadaya Masyarakat Dapuon Desa Kobo Kecil.

Wawali berharap manfaat dari hasil pekerjaan pembangunan tersebut dapat dirasakan oleh para petani sekitar. “Ini juga membantu pemulihan ekonomi masyarakat, serta memperbaiki saluran air yang nantinya juga memberikan manfaat untuk para petani,” ujar Wawali.

Sementara itu, Kepala Desa Kobo Kecil, Refly M Ginintu, mengatakan pembuatan saluran air irigasi ini dengan total anggaran sekitar Rp195 juta yang akan di buat sepanjang 250 meter. “Saya mengucapkan terima kasih ke Pemerintah Kotamobagu, Pemerintah Pusat, Bapak Herson Mayulu selaku Anggota DPR RI Komisi V, yang telah memberikan bantuan ini, semoga saluran irigasi ini nantinya bisa meningkatkan kualitas pertanian dan untuk mensejahterakan masyarakat,” ungkapnya.

“Semoga program seperti ini juga terus dilakukan, karena wilayah di Kobo Kecil juga cukup luas, sehingga masih banyak butuh drainase saluran air melalui Program P3-TGAI,” pungkasnya. (*/guf)

Pemkot Swab Test 89 ASN, Sekda: Hasilnya Keluar Pekan Depan

Sekda Kotamobagu, Sande Dodo saat mengikuti tes swab di Aula kantor wali kota.

ZONA KOTAMOBAGU – Untuk mengantisipasi meningkatnya kasus Covid-19 di Kotamobagu, Pemerintah Kota (Pemkot) melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) melakukan swab test kepada puluhan Aparatur Sipil Negara (ASN) bertempat di Aula Kantor Wali Kota, Selasa (15/9).

Kepala Dinas Kesehatan, dr Tanty Korompot, mengatakan sebanyak 89 ASN yang akan di-swab test, mulai dari Sekretaris Daerah, seluruh pimpinan SKPD dan ASN yang mengikuti kegiatan di Aula rumah dinas Wali Kota. “Swab test ini dikhususkan bagi ASN yang mengikuti kegiatan di Aula Rumah Dinas Wali kota beberapa waktu lalu,” kata dr Tanty.

Selain yang mengikuti LAKIP lalu, kata Tanty, juga seluruh ASN dan THL di Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan juga akan diswab test. “Kita bagi jadwal pelaksanaan swab ini. Swab test ini sebagai tracking kontak erat dengan salah satu pasien positif covid-19,” jelasya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda), Sande Dodo, mengatakan swab test ini wajib diikuti seluruh ASN yang mengikuti kegiatan di Aula rumah dinas wali kota. “Tes swab ini sampai hari kamis. Hari umat sampel akan dikirim ke Manado dan hasilnya keluar minggu depan, antara kamis atau jumat. Jadi ASN yang terlibat pada kegiatan LAKIP dan SIPD wajib mengikuti swab test,” ujar Sekda. (guf)

50 Pelamar CPNS Kotamobagu Ikut SKB di Luar Sulut

Wawali memantau pelaksanaan SKB CPNS Kotamobagu formasi tahun 2019 di Kantor BKN Regional XI Manado.

ZONA KOTAMOBAGU – Selain putra-putri Bolaang Mongondow Raya (BMR) atau dari kabupaten/kota lain di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), ternyata ada juga pelamar dari luar Sulut yang tertarik menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu.

Hal ini dikatakan Sekretaris Daerah (Sekda), Sande Dodo. Menurutnya, ada 50 pelamar CPNS Kotamobagu dari luar Provinsi Sulut. “Iya, data yang kami terima, ada 50 pelamar dari luar Provinsi Sulut. Kami mengetahui hal itu, berdasarkan jadwal tes Seleksi Kompetensi Bidang (SKB). Dimana, terdapat 50 pelamar yang membidik beberapa formasi jabatan di Kota Kotamobagu, terdapat dalam jadwal tes SKB di beberapa daerah,” ungkap Sande.

Ia menyebut bahwa 50 pelamar CPNS luar Sulut itu, berasal dari wilayah Sumatera di Indonesia bagian barat, Pulau Jawa, hingga belahan timur Indonesia. Secara rinci, 50 pelamar dimaksud berasal dari Aceh (1 orang), Medan (1), Jambi (1), Palembang (1), Jakarta (1), Yogyakarta (2), Makassar (6), Kendari (2), Palu (17), Gorontalo (17), serta satu orang lagi dari Ternate, Provinsi Maluku Utara.

Lalu, formasi atau jabatan apa yang dibidik oleh ke-50 pelamar luar Sulut itu, lanjut Sande, sebagian besar mereka melamar di formasi tenaga Kesehatan. “Namun ada juga beberapa yang mengincar formasi teknis,” sebutnya.

Dirinya juga menambahkan, 50 pelamar tersebut mengikuti tes SKD dan SKB di Kantor Regional (Kanreg) ataupun Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Kepegawaian Negara (BKN) daerah mereka masing-masing. “Kami belum tahu seperti apa atau bagaimana hasil tes dari 50 pelamar itu. Sebab, sama seperti yang diikuti 299 pelamar di Kanreg BKN Manado, seluruh hasil tes mereka dikirim ke panitia seleksi (pansel) pusat. Nanti pansel yang merekonsiliasi atau mengintegrasi hasil tes itu, sekaligus mengumumkan,” pungkasnya. (guf)

Tekan Penyebaran Covid-19, Kapolres Kotamobagu Imbau Masyarakat Patuhi Prokes

ZONA HUKUM – Guna menekan angka penyebaran Covid-19, Kapolres Kotamobagu, AKBP Prasetya Sejati SIK, mengajak seluruh elemen masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan (Prokes). Hal ini disampaikan Kapolres saat coffee morning bersama sejumlah awak media, di halaman Mapolres Kotamobagu, Senin (14/9) pagi.

“Mari kita dukung bersama anjuran pemerintah untuk selalu mematuhi protokol kesehatan sebagai upaya dalam menekan angka pandemi Covid-19. Terapkan 3 M saat kita beraktivitas, Mencuci tangan, Menggunakan Masker dan Menjaga jarak,” ujar Kapolres.

Lanjutnya, pandemi Covid-19 sangat mempengaruhi aktifitas masyarakat hampir di semua sektor. Seperti bidang pariwisata dan entertainment. “Kesadaran menggunakan masker saat berada di luar rumah terbilang masih kurang. Padahal, dengan menggunakan masker, bisa meminimalisir terpaparnya virus Corona. Kondisi seperti sekarang ini membuat ekonomi masyarakat tidak berjalan dengan normal,” ujar Kapolres.

Kapolres menjelaskan, kasus covid-19 di Provinsi Sulut saat ini masih berada pada zona orange atau masih tinggi dibanding Provinsi lainnya di Indonesia.

“Untuk itu, tidak bosan-bosannya saya mengajak masyarakat untuk selalu menerapkan protokol kesehatan agar bisa ditekan menjadi zona hijau. Dengan begitu jam operasional dan kebiasaan beraktifitas akan kembali normal. Operasi yustisi terkait penerapan prokes juga selalu kita gelar,” pungkasnya. (*/guf)

RM Panggung Sajikan Hidangan Khas Kuliner

ZONA EKONOMI – Dikalangan pencinta kuliner, Kota Kotamobagu dikenal sebagai salah satu pusat makanan enak. Di kota yang dijuluki kota model jasa ini, para penikmat kuliner juga bisa merasakan menu masakan khas paling enak di beberapa rumah makan.

Satu lagi wisata kuliner yang menyajikan berbagai menu makanan dan minuman murah dan enak di Kota Kotamobagu, yakni Rumah Makan (RM) Panggung yang terletak di jalan Veteran, Kelurahan Molinow, Kecamatan Kotamobagu Barat yang wajib dikunjungi.

Rumah Makan Panggung yang dikelola Ma’ Nen ini menawarkan berbagai menu masakan seperti steak ayam kampung, bubur ayam kampung dan masih banyak lagi menu andalannya. Rumah Makan ini tak hanya menyediakan makanan berat, tetapi juga memiliki menu khas mongondow berupa Mie Ojo, Tinutuan, pisang goroho, kentang goreng, roti bakar dan Nugget.

Begitu masuk area rumah makan, kamu bisa langsung merasakan suasana perpaduan alam dan budaya. Bangunannya didominasi oleh unsur kayu dengan design menyerupai rumah adat Bolaang Mongondow.

Menurut Ma’ Nen, rumah makan miliknya itu sudah berjalan selama setahun. Tak sedikit pengunjung yang datang menikmati hidangan kulinernya tersebut. Sebab, untuk kualitas rasa maupun pelayanannya bisa dijamin tidak mengecewakan.

Dalam menjalankan bisnisnya, Ia juga melakukan promosi lewat media, selain itu ia menggunakan jasa ojek sebagai untuk mengantar pesanan.

“Disini juga menyediakan pesanan katering, kemudian bisa pesan lewat online dan delivery. Alhamdulillah cukup banyak pesanan, baik itu dari kantoran maupun rumahan,” ungkap Ma Nen, Senin (14/9).

Untuk masyarakat Bolaang Mongondow Raya khususnya kotamobagu yang ingin melakukan pemesanan bisa langsung menghubungi kontak telopon/WA 089698032395. (guf)

Kegiatan BDR Dihentikan Sementara, Siswa Belajar Via Daring

Rastono Sumardi

ZONA KOTAMOBAGU — Dinas Pendidikan (Disdik) Kotamobagu menghentikan sementara Kegiatan Belajar Dari Rumah (BDR). Hal ini dilakukan karena kasus Covid-19 semakin meningkat.

“Dengan adanya kasus Covid-19 yang semakin meningkat ini, kami minta kunjungan guru-guru TK maupun SD untuk kegiatan BDR itu dihentikan sementara. Maksimalkan belajar jarak jauh atau via Daring,” kata Sekretaris Dinas Pendidikan, Rastono Sumardi.

Menurutnya, kebijakan ini diambil disebabkan meningkatnya kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di wilayah Kota Kotamobagu. Dimana penyebarannya, sudah hampir merata di seluruh desa dan Kelurahan.

“Terkait dengan upaya pencegahan Covid-19, Dinas Pendidikan juga mengeluarkan kebijakan. BDR itu kan ada aktivitas pertemuan, bisa saja itu menjadi potensi penularan. Oleh sebab itu, kegiatan itu kami minta dihentikan sementara sambil menunggu hasil kajian Pemkot kapan diaktifkan kembali. Karena nantinya juga akan dilakukan pemantauan dan pengendalian serta perkembangan covid-19,” ungkapnya.

Dirinya menambahkan, bagi orang tua siswa yang belum memiliki HP Android, diharapkan dapat memaksimalkan buku-buku mata pelajaran yang sudah dibagikan oleh guru-guru kepada siswa. “Daring itu tetap jalan. Kecuali BDR itu di stop dulu. Jika ada yang tidak ada HP Android, optimalkan buku pelajaran yang ada,” harapnya. (*/guf)

DED Pembangunan Gelora Ambang kembali Dianggarkan Tahun Depan

Hendra Mokoagow

ZONA KOTAMOBAGU – DED (Detail Engineering Design) atau perencanaan pembangunan Stadion Gelora Ambang akan kembali dianggarkan pada APBD tahun 2021. Pasalnya, anggaran DED yang sudah tertata sekira Rp750 juta pada tahun ini dialihkan untuk penanganan dan penanggulangan Covid-19.

Menurut Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Marham Anas Tungkagi melalui Kepala Bidang Keolahragaan, Hendra Mokoagow, untuk DED Stadion Gelora Ambang tahun 2021 masuk pada tahap penyusunan dokumen lelang, termasuk didalamnya akan memuat Kerangka Acuan Kerja (KAK) bagi konsultan perencana. “Anggaran DED pembangunan stadion Gelora Ambang akan kembali diusulkan di APBD tahun depan, termasuk ada ketambahan satu usulan yakni Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL),” kata Hendra.

Perencanaan pembangunan stadion dengan luas lahan 13,5 hektare itu, lanjut Hendra, akan dimaksimalkan termasuk seluruh fasilitas olahraga akan dibangun di Gelora Ambang. “Jadi dalam rencana pembangunannya nanti, sarana dan prasarana seluruh cabang olahraga akan diadakan. Dukungan semua stakeholder mulai dari perencanaan sampai pada tahapan pembangunannya nanti juga sangat diharapkan demi kemajuan seluruh cabang olahraga di Kota Kotamobagu,” ujarnya.

Selain itu, sirkuit balap motor juga salah satu yang akan masuk pada design Gelora Ambang. “Rencana pembangunan sirkuit balap motor ini juga masuk dalam DED. Ini merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Kotamobagu terhadap semua cabang olahraga,” pungkasnya. (guf)

DPRD Uji Publik Ranperda Retribusi Penjualan Produk Usaha Daerah Benih dan Bibit

ZONA POLITIK — DPRD Kotamobagu menggelar uji publik Rancangan peraturan daerah (Ranperda) tentang retribusi penjualan produk usaha daerah benih dan bibit tanaman, Sabtu (12/9).

Uji publik dipimpin Wakil Ketua DPRD Kotamobagu Herdy Korompot, Ketua Bapemperda Beggie Chandra Gobel, Kabag Hukum Setda Kotamobagu, Rendra S. Dilapanga serta Kabid Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan DPP Kotamobagu, Ramjan Mokoginta.

Menurut Wakil Ketua DPRD Kotamobagu, Herdy Korompot, uji publik ranperda yang digelar bersama sejumlah pihak ini, merupakan upaya dalam meningkatkan produk pertanian di Kota Kotamobagu.

“Tujuan ranperda ini nantinya untuk mensukseskan petani di Kotamobagu, dari segi pendapatan ekonomi sehingga petani bisa sejahtera. Sehingga, diharapkan produk pertanian di Kotamobagu dapat bersaing dengan produk pertanian dari daerah lain,” kata Herdi.

Senada disampaikan Ketua Bapemperda DPRD Kotamobagu Beggie Chandra Gobel, menurutnya, secara umum ranperda benih dan bibit tanaman dengan kualitas unggul merupakan salah satu modal utama pembangunan di bidang pertanian. “Olehnya, pemerintah daerah dituntut dapat menyediakan benih dan bibit tanaman untuk dibudidayakan oleh masyarakat khususnya para petani di daerah ini,” ucap Beggie.

Sementara itu, Kabag Hukum Pemkot Kotamobagu Rendra S. Dilapanga, mengungkapkan, berdasarkan ketentuan pasal dan undang-undang tentang pajak dan retribusi daerah dapat memungut retribusi atas penjualan hasil produksi usaha pemerintah daerah, salah satunya berupa benih dan bibit tanaman.

“Pemerintah daerah bisa memanfaatkan potensi yang diberikan oleh undang-undang tersebut untuk memperoleh pandapatan asli daerah yang nantinya dimanfaatkan dalam kegiatan penyedia benih dan bibit tanaman yang menjadi kebutuhan masyarakat,” terangnya.

Di tempat yang sama, Kabid Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan DPP Kotamobagu Ramjan Mokoginta, menyebutkan sejumlah tanaman yang menjadi produk unggulan di Kotamobagu. “Ada delapan jenis bibit tanaman yang mulai dipasarkan tahun depan. Diantaranya, durian, cokelat serta nenas,” imbuhnya.

Kegiatan yang digelar di Restoran Lembah Bening Kotamobagu ini, menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 dan turut dihadiri Ketua Komisi III DPRD Kotamobagu Royke Kasenda, anggota DPRD Yossi Samad, Rewi Daun, Alfitri Tungkagi, Yunita Lontoh serta Abas Limbalo. (guf)

Minuman Boba ‘No Name’ Banjir Pemesan

ZONA EKONOMI – Minuman Boba saat ini sudah sangat trending di Kota Kotamobagu. Sudah banyak yang menjalankan bisnis minuman kekinian ini. Salah satunya Minuman Boba ‘No Name’ milik Fauji Mamonto, warga Desa Moyag, Kecamatan Kotamobagu Timur.

Pemuda yang merupakan lulusan dari salah satu Universitas di Sulawesi Utara ini, menjelaskan, dipilihnya usaha minuman boba ini, karena peminatnya yang sangat banyak di Kotamobagu.

“Karena kebetulan disini (Desa Moyag-red) belum ada yang jualan minuman seperti ini, namun banyak yang berminat, saya pun bersama saudara saya mencoba membuatnya. Alhamdulillah setelah dibuka banyak yang suka,” ujar

Pun, minuman dengan beberapa varian rasa ini selain enak, juga tidak memeras kantong. Karena hanya dengan membayar Rp10 ribu saja sudah dapat merasakan kenikmatan minuman boba kekinian ini.

“Ada 5 varian rasa yang tersedia. Ada Red Velvet, Green Tea, Taro, Brown Sugar dan Coklat. Semua harganya sama, namun jika ingin ditambahkan toping, cukup membayar Rp12 ribu saja,”

Jika ingin mencoba minuman boba ini, bisa langsung mengunjungi gerai no name yang berada di jalan trans Desa Moyag, atau bisa juga di delivery dengan menghubungi nomor +62 895-6104-68813 lewat via WhatsApp. (guf)