ZONA EKONOMI – Imbauan pemerintah mengenai penggunaan masker bagi masyarakat yang beraktivitas di luar rumah, rupanya dimanfaatkan sejumlah pedagang sebagai peluang untuk mendapatkan pundi-pundi rupiah.
Seperti yang dilakukan Tari Mamonto (28). Pedagang masker asal Desa Moyag ini menjual masker yang diproduksi orang tuanya. “Alhamdulillah banyak yang membeli. Harga sebelumnya lima ribu. Tapi karena harga kain naik, maka saya menyesuaikan juga harga yang dijual,” sebutnya.
Keinginan dirinya menjual masker itu bukan semata mengejar keuntungan saja, namun ada misi kemanusiaan yang mendasarinya. “Jadi ini bukan hanya cari untung saja. Ini demi kita semua. Mudah-mudahan dengan memakai masker, kita bisa terhindar dari virus corona,” ujarnya. (guf)
ZONA KOTAMOBAGU – Dinas terkait diminta melakukan inspeksi mendadak (sidak) di pasar tradisional soal ketersediaan bahan pokok jelang ramadhan serta di tengah pandemic virus corona saat ini. Hal ini dikatakan Anggota DPRD, Jusran Deby Mokolanut.
Menurutnya, dinas terkait harus memastikan ketersediaan bahan pokok yang ada di pasar tradisional. “Harus turun lapangan dan pastikan stok aman. Apalagi ini sudah menjelang ramadhan, pasti kebutuhan masyarakat meningkat,” katanya.
Selain stok, harga bahan pokok juga harus menjadi perhatian dinas terkait. “Jangan sampai ada oknum yang memanfaatkan situasi seperti ini. Ini harus diantisipasi. Kita harap dinas terkait harus turun lapangan,” ujarnya.
Menanggapinya, Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Didsdagkop-UKM), Herman Aray, mengungkapkan pihaknya terus memantau ketersediaan bahan pokok di semua pasar tradisional. “Tiap hari kita pantau. Untuk stok saat ini masih aman,” ungkapnya.
Mengenai harga bahan pokok, ia mengaku masih normal meski ada beberapa jenis bahan yang mengalami kenaikan. “Pada dasarnya masih normal. Kalaupun ada yang naik, itu hanya beberapa jenis saja. Intinya aktivitas di pasar tetap kita awasi,” tambahnya. (guf)
Penyaluran sembako oleh jajaran Polres Kotamboagu di Desa Moyag.
ZONA HUKRIM – Polres Kotamobagu menyalurkan bantuan kepada warga kurang mampu di sejumlah desa dan kelurahan se-Kota Kotamobagu, Selasa (14/4). Adapun bantuan yang diberikan berupa beras sebanyak 500 kilo gram yang dibagi per lima kilo gram setiap paketnya. Kemudian ditambah minyak goreng, gula pasir serta mie instan.
“Jadi kegiatan ini sifatnya untuk meringankan beban bagi warga kurang mampu selama masa karantina atau pembatasan kegiatan. Agar saat masyarakat mengurangi aktivitas dalam mencari rezeki, masih kita bantu untuk kebutuhan sembako mereka,” kata Kapolres Kotamobagu, AKBP Prasetya Sejati SIK.
Lanjutnya, selain menyalurkan bantuan sembako kepada warga kurang mampu, pihaknya juga melakukan pembagian masker secara gratis. “Untuk pembagian masker kemarin, kita menyebar sekira 1.500 masker yang kita bagi kepada pengendara-pengendara di pusat kota dan pedagang pasar tradisional serta kepada tukang sol sepatu,” ujar Kapolres.
Dirinya juga mengimbau, kepada seluruh masyarakat untuk bersama-sama mencegah penyebaran Covid-19 ditiap desa dan kelurahan. “Virus Corona atau Covid-19 itu bukan aib. Jadi silahkan masyarakat yang merasa kurang sehat untuk segera melaporkan ke dinas terkait atau gugus tugas penanganan Covid-19. Dan virus ini bisa disembuhkan. Disiplin saja akan sembuh. Jadi laporkan saja kepada gugus tugas, nanti kita tangani dan karantina serta kita kasih disinfektan, obat dan vitamin. Jangan kuatir dan tidak usah takut. virus ini bisa disembuhkan,” pungkasnya. (guf)
ZONA KOTAMOBAGU — Jamaah tabligh yang mengikuti Ijtima di Gowa beberapa waktu lalu, diminta segera memeriksakan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kotamobagu. Hal ini diutarakan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), dr Tanty Korompot MMkes, saat konferensi pers, Selasa (14/4).
“Kami meminta kepada peserta ijtima di gowa yang belum memeriksakan diri, agar segera ke RSUD Kotamobagu untuk pemeriksaan kesehatan. Kalau tidak kooperatif kami akan jemput,” katanya. (guf)
ZONA KOTAMOBAGU – Gugus Tugas Covid-19 Pemkot Kotamobagu mengumumkan sebanyak 7 warga Kotamobagu positif saat dilakukan tes cepat rapid test. Ini dikatakan Kadis Kesehatan Tanty Korompot, Selasa (14/4) siang ini.
“Setelah melakukan tes cepat rapid tes kepada 52 jamaah tablig yang melaksanakan kegiatan di Gowa, sebanyak 7 warga Kotamobagu dinyatakan positif hasil rapit tes,” katanya.
Meski begitu Pemkot masih menunggu hasil Swab test, beberapa hari kedepan dari laboratorium Makassar.
Saat ini ke-tujuh warga tersebut sudah diisolasi di Rumah Sakit Kotamobagu untuk perawatan. (guf)
ZONA KOTAMOBAGU – Wali Kota, Tatong Bara, meminta jajaran pemerintah desa dan kelurahan untuk terus meningkatkan kewaspadaan di wilayah masing-masing. Hal ini disampaikan wali kota pekan lalu, kepada sejumlah wartawan di ruang kerjanya.
Menurut wali kota, kewaspadaan di desa dan kelurahan sangat penting dan urgent dilakukan. “Sebab merekalah (perangkat desa/kelurahan) yang paling tahun kondisi rill di masyarakat, terutama lalu lintas orang yang datang di wilayah mereka,” kata wali kota.
Selain itu, wali kota menekankan agar patroli rutin juga harus terus dilakukan. “Bila ada warga yang baru datang dari luar daerah, apalagi daerah dengan status zona merah, maka mereka harus segera melapor dan berkoordinasi dengan tim gugus tugas untuk diambil tindakan,” ujar wali kota.
Disisi lain, wali kota mengapresiasi kinerja tim gugus tugas yang setiap hari tanpa lelah berpatroli keliling desa-kelurahan serta menyampaikan himbauan kepada masyarakat. “Saya sangat mengapresiasi kinerja dari tim gugus tugas. Setiap hari mereka tanpa lelah menyampaikan himbauan sekaligus menggugah kesadaran masyarakat. Dan itu akan terus dilakukan,” sebut wali kota. (guf)
ZONA POLITIK — Upaya tim medis dalam menangani pasien covid-19 mendapat support dari ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Kota Kotamobagu, Jusran Debby Mokolanot (JDM).
Kepada sejumlah awak media, Aleg tiga periode ini mengajak juga seluruh lapisan masyarakat agar dapat mensuport medis dalam menjalankan tugas mereka untuk menyelamatkan ancaman covid 19.
“Bayangkan kalau tenaga medis terpapar atau karena kontak dengan pasien yang di diagnosa awal positiv, berarti akan di isolasi. Maka akan mengurangi tenaga medis yang bertugas. Mari kita support tenaga medis dan keluarganya,” jelas Jusran.
Di sisi lain JDM berharap, semua tim medis yang bertugas di Instalasi Gawat Darurat (IGD) agar dilengkapi dengan Alat Pelindung Diri (APD). Pasalnya kata Jusran, sebelum diketahui hasil diagnosa pasien baru masuk, petugas medis di IGD yang bersentuhan langsung dengan mereka.
“Untuk mengantisipasi awal, Gugus covid19 dan pihak rumah sakit swasta agar memprioritaskan APD tenaga medis IGD karena semua pasien masuk IGD sebelum masuk ruangan,” ujarnya.
“Tentu yang wajib lengkap APD adalah medis yang bertugas di ruangan isolasi rumah sakit rujukan pasien positiv Corona,” tambahnya. (guf)
Tim Satgas Covid-19 Bolmut mengumumkan 1 pasien bertatus PDP melalui konferensi pers, Senin (13/4), di Kantor Dinas Kesehatan.
ZONA BOLMUT – Satu orang warga Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) yang sebelumnya berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP) kini berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), dr Jusnan C Mokoginta MARS, saat konferensi pers di Kantor Dinkes, Senin (13/4).
Menurutnya, pasien yang bersangkutan dirawat di RSUD Bolmut. Setelah penanganan awal oleh tim dokter, pasien menunjukkan gejala mirip dengan Covid-19 seperti panas dan batuk. “Tapi hasil rapid tes pasien masih negatif,” katanya.
Ia mengungkapkan, pasien tersebut saat ini masih dirawat di RSUD Bolmut. “Kita sudah berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 Sulawesi Utara, dan diperbolehkan untuk sementara dirawat di sini sambil melihat kondisi pasien sesuai protokol penanganan pasien Covid-19,” ungkapnya.
Lanjutnya, pihaknya juga berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 Provinsi Sulawesi Utara mengenai pengambilan sampel pasien untuk dilakukan tes swab. “Semoga saja hasilnya negatif,” ujarnya.
Satu pasien bertatus PDP tersebut diketahui merupakan salah satu anggota rombongan yang belum lama ini pulang dari Surabaya, Jawa Timur. (Rendi)
ZONA BOLMUT – Pemerintah Daerah (Pemda) memastikan kesiapan bahan pokok (bapok) yang akan segera disalurkan kepada masyarakat.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Viktor Nanlessy, mengatakan bapok itu akan disalurkan kepada masyarakat yang terdampak bencana banjir beberapa waktu lalu, maupun yang terdampak Covid-19. “Tadi saya dan Pak Wabup meninjau langsung ketersediaan bahan pokok. Semua sudah siap. Tinggal di-packing, setelah itu baru disalurkan,” katanya, Senin (13/4).
Bapok yang akan diberikan ke masyarakat berupa; beras, ikan kaleng, mie instan dan telur. “Bantuan ini langsung dari BNPB. Penerimanya ada 2.047 KK. Kemudian Pemda juga sedang mempersiapakan bantuan berupa beras, minyak kelapa, gula dan kopi. Ini untuk persediaan masyarakat dalam menghadapi bulan suci ramadhan. Penerimanya 10.000 KK,” ungkapnya.
Penyaluran bantuan tersebut direncanakan akan dimulai pekan depan. “Paling cepat minggu depan sudah mulai penyalurannya,” tambahnya. (Rendi)
ZONA KOTAMOBAGU – Wali Kota, Tatong Bara, meminta dukungan semua komponen masyarakat dalam mendukung langkah dan upaya yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) dalam pencegahan penyebaran dan penanganan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Hal ini diutarakan wali kota kepada sejumlah wartawan, pekan lalu.
Menurutnya, apapun yang dilakukan Pemkot di tengah situasi pandemic virus corona saat ini, tidak akan berbuah hasil tanpa ada dukungan nyata dari seluruh komponen masyarakat. “Kami sangat membutuhkan dukungan seluruh masyarakat,” kata wali kota.
Jumlah kasus di Sulawesi Utara yang terus bertambah setiap hari menjadi tanda awas bagi semua masyarakat. Oleh karena itu, wali kota berharap ada kesadaran secara kolektif dalam menghadapi kondisi darurat seperti saat ini. “Tidak ada satupun di antara kita yang menginginkan kondisi seperti saat ini. Yang sangat disayangkan, saat kondisi begini masih ada pihak-pihak tertentu yang hanya menebar hal-hal yang tidak benar di masyarakat dan menibumlkan polemik berkepanjangan, mengkritik tanpa memahami persoalan sebenarnya, bahkan sampai membawanya ke ranah politik. Kasihan masyarakat kita yang selalu menjadi korban oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab,” ujarnya.
Wali kota mengungkapkan, tujuan utama penerapan aturan yang dilaksanakan Pemkot adalah untuk keselamatan seluruh masyarakat Kota Kotamobagu. “Tidak ada salahnya ketika kita seluruh masyarakat mulai meningkatkan kesadaran terhadap bahaya virus ini, saling menjaga dan saling menyadarkan. Di tengah kondisi seperti saat ini, hukum tertinggi adalah keselamatan masyarakat. Saya akan berjuang dengan segala daya dan upaya yang kami miliki untuk menyelamatkan seluruh masyarakat Kota Kotamobagu,” ungkap wali kota.
Selain bersama-sama melawan virus corona, wali kota juga mengajak masyarakat untuk senantiasa berdoa kepada yang maha kuasa agar Kota Kotamobagu bisa dilindungi dan dijauhkan dari vorus corona. “Mari kita sama-sama berdoa agar wabah virus ini tidak sampai di Kota Kotamobagu. Insya allah ini akan segera berakhir,” harapnya. (guf)