Beranda blog Halaman 437

Cegah Covid-19, Perbatasan Sulut-Gorontalo Diberlakukan Sistem Buka-Tutup

ZONA BOLMUT – Berbagai upaya dilakukan pemerintah dalam mengantisipasi penyebaran Covid-19. Salah satunya adalah memberlakukan sistem buka-tutup di perbatasan Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) Provinsi Sulawesi Utara dengan Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut) Provinsi Gorontalo.

Sistem buka-tutup itu berlaku Jumat (27/3) pukul 18.00 Wita. Kendaraan dari arah Bolmut menuju Gorontalo atau sebaliknya tak diperkenankan melintas saat malam hari. Jalur Trans Sulawesi itu baru akan dibuka kembali pukul 06.00 Wita.

Bupati Drs Hi Depri Pontoh, saat berada di Balai Desa Tuntulow, Kecamatan Pinogaluman, mengatakan penerapan sistem buka-tutup itu merupakan hasil koordinasi dengan Forkompimda Provinsi Gorontalo yang dipimpin langsung Gubernur Gorontalo. “Hasil koordinasi kami mewakili Pemprov Sulut dan Pemprov Gorontalo untuk menutup sementara jalur trans Sulawesi di wilayah perbatasan di desa Tuntulow Kecamatan Pinogaluman, mulai malam ini pukul 18,00 WITA dan dibuka Pukul 06.00 Wita,” katanya.

Selain itu, lock down sementara yang disepakati bersama diantaranya memberikan keluasan kendaraan ambulance dan kendaraan logistic bahan makanan. “Khusus ambulance hanya pasien rujukan yang benar benar masyarakat Gorontalo. Tidak berlaku pasien asal Bolmut, karena pasien Bolmut akan dirujuk di rumah sakit rujukan yang ada di Sulawesi Utara,” tambahnya. (Rendi)

Alfamart dan Indomaret Wajib Sediakan Tempat Cuci Tangan

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kotamobagu, Herman Aray saat sidak di retail Indomaret.

ZONA KOTAMOBAGU – Langkah Pemerintah Kota (Pemkot) untuk mengantisipasi penyebaran virus corona atau Covid-19 terus dilakukan. Kali ini, Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdagkop-UKM) turun langsung di setiap toko retail Alfamart dan Indomaret untuk meninjau tempat cuci tangan lengkap dengan sabun pembersih bagi masyarakat.

“Wajib hukumnya untuk menyiapkan tempat cuci tangan, setelah kita periksa Indomaret sudah menyiapkan wadah untuk cuci tangan sejak kemarin. Tapi Alfamart belum ada jadi kita berikan teguran keras dan mereka segera menyiapkannya,” tegas Kepala Disdagkop-UKM, Herman Aray.

Untuk memastikan kembali kata Aray, pihaknya akan turun kembali memeriksa gerai-gerai Alfamart. “Kita akan periksa kembali. Jika masih belum, maka izin mereka akan dicabut,” tegasnya. (guf)

Petugas Medis Penanganan Covid-19 Dapat Suntikan Dana Insentif

Yusrin Mantali

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) menyiapkan anggaran sebesar Rp2,1 miliar untuk insentif petugas medis dalam menangani pasien Corona Virus Disease (Covid-19). Hal ini diutarakan Kepala Bagian Umum, RSUD Kotamobagu, Yusrin Mantali.

“Anggaran sekira 2,1 miliar itu disiapkan untuk para dokter spesialis, dokter umum perawat, radiographer, petugas laboratorium, petugas logistik, petugas oksigen, gizi, teknis sarana dan prasarana, cleaning service, sampai dengan petugas ambulance dan pemulasaran jenazah,” kata Yusrin.

Untuk jumlah insentif masing-masing petugas medis sendiri, Yusrin mengatakan kalau itu bervariasi. “Yang terendah adalah Rp 2,25 juta, dan yang tertinggi adalah Rp7,5 juta per bulan, tiap orang,” ungkapnya.

Menurutnya, pemberian insentif itu sendiri akan mulai diberlakukan pada bulan April mendatang. “Penerimaan Insentif sesuai dengan alokasi dana dihitung mulai bulan April nanti,” pungkasnya. (guf)

Ini Website Pemkot yang Memuat Informasi Soal Perkembangan Covid-19 di Kota Kotamobagu

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) menyiapkan website khusus yang memuat informasi mengenai Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Website yang dikelola Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) itu bernama: covid19.kotamobagukota.go.id. atau klik: https://covid19.kotamobagukota.go.id/

Dalam website itu, memuat berbagai informasi mengenai Covid-19, termasuk upaya pencegahan yang dilakukan Pemkot, peta sebaran hingga jumlah pasien. Selain berbagai informasi perkembangan Covid-19, website itu juga bisa mengedukasi masyarakat mengenai mulai dari proses penularan hingga cara melindungi diri dari wabah virus tersebut.

Sekretaris Dinas Kominfo, Fahri Damopolii, mengatakan website itu diluncurkan untuk memudahkan masyarakat dalam mengakses informasi mengenai Covid-19. “Mudah-mudahan website ini nisas menjadi sarana informasi bagi masyarakat Kota Kotamobagu yang ingin tahu perkembangan Covid-19 di daerah ini,” katanya.

Adapun perkembangan Covid-19 di Kota Kotamobagu yang termuat dalam website tersebut Kamis (26/3), yakni; 73 orang yang berstatus Orang Dalam Pengawasan (ODP), kemudian tiga Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan 0 atau tidak ada pasien positif. Jumlah ODP dan PDP itu tersebar di sejumlah desa dan kelurahan. (guf)

Dana Desa dan ADD Bisa Dipakai untuk Pencegahan Covid-19

Rum Mokoagow

ZONA KOTAMOBAGU – Dana Desa (Dandes) dan Alokasi Dana Desa (ADD) bisa dipakai untuk pencegahan dan penanganan pandemi Corona Virus Disease (Covid-19). Hal ini sebagaimana dikatakan Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD), Rum Mokoagow.

Menurutnya, pada dasarnya untuk teknis pengelolaan kegiatan desa melalui APBDes mengacu pada Permendagri nomor 10 tahun 2018 dengan cantolan kegiatan pada bidang pembangunan sub bidang kesehatan yakni penyelenggaraan desa siaga kesehatan. “Jadi pemerintah desa diharapkan bisa menata kegiatan melalui dana desa, ADD atau sumber keuangan lainnya untuk pengadaan belanja alat semprot, disinfektan, masker dan bahan kebutuhan lainnya dalam rangka desa siaga kesehatan yang saat ini mengenai pencegahan Covid-19,” ujar Rum.

Lanjutnya, untuk level pencegahan penyebaran Covid-19 dalam penggunaan dana desa ini, pemerintah desa diharapkan dapat mengedukasi masyarakat di wilayahnya seperti mengkampanyekan pola hidup bersih dan sehat. “Tetapi harus disesuaikan dengan kondisi riil di lapangan dan tingkat kebutuhan penanganan,” sebutnya.

Dirinya menambahkan, penggunaan dana desa dan ADD dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19 ini, pemerintah desa juga harus berkoordinasi dengan pihak berwenang dalam hal ini Gugus Tugas Pemkot Kotamobagu agar penggunaan dan kebutuhannya sesuai dengan skala kebutuhan masyarakat. “Jadi dengan adanya koordinasi itu, perangkat desa bersama masyarakat bisa mengambil langkah-langkah pencegahan yang diperlukan dalam penanganan penyebaran Covid-19 di di dalam desa,” pungkasnya. (guf)

Baru Tiba di Kotamobagu, Warga Dianjurkan Screening di Klinik PIE Puskesmas Mocil

dr Tanty Korompot

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) melalui Dinas Kesehatan, mengimbau bagi warga Kota Kotamobagu yang baru tiba dari luar daerah atau 14 hari sebelumnya pernah berpergian di daerah Pandemi Covid-19, agar melakukan pemeriksaan (Screening) awal di Klinik Penyakit Infeksi Emerging (PIE) di Puskesmas, Kelurahan Motoboi Kecil (Mocil), Kecamatan Kotamobagu Selatan.

Disediakannya layanan Klinik PIE ini, sebagai bentuk upaya Pemkot dalam rangka percepatan pemutusan rantai penyebaran Pandemi Covid-19 di wilayah Kota Kotamobagu.

“Bagi mereka yang baru tiba maupun mempunyai riwayat 14 hari sebelumnya bepergian ke daerah pandemi Covid-19, agar supaya memeriksakan kesehatannya di klinik yang sudah disediakan pemerintah,” imbau Kepala Dinas Kesehatan, dr Tanty Korompot.

Menurutnya, layanan ini akan terus dilakukan pihaknya sampai masa tanggap darurat Covid-19 selesai. “Layanan pemeriksaan ini gratis dan kita buka 1×24 jam setiap harinya,” ujarnya.

Dirinya juga berharap, peran aktif lurah dan Sangadi untuk mensosialisasikan hal tersebut kepada masyarakat. “Diharapkan bantuan semua Lurah dan sangadi se-Kotamobagu agar dapat mensosialisasikan ke masyarakat di wilayahnya masing-masing apabila ada warga yang baru tiba dari luar daerah untuk segera melakukan pemeriksaan di Klinik PIE,” pungkasnya. (guf)

Pemkot Rilis Peta Sebaran ODP dan PDP, Warga Diimbau Batasi Aktivitas di Luar Rumah

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) merilis data terbaru Peta Sebaran Covid-19 Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di tiap desa dan kelurahan se-Kota Kotamobagu, Rabu (25/3) pukul 07.00 Wita.

Dari data peta sebaran tersebut, sebanyak 62 Orang Dalam Pemantauan (ODP). Kemudian ada tiga orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Dalam keterangan, orang yang berstatus ODP dan PDP semuanya sudah diperiksa dan dalam pemantauan selama 14 hari.

Mengantisipasi angka penyebaran Covid-19 ini, Pemkot Kotamobagu melalui Dinas Kesehatan mengimbau kepada masyarakat agar mematuhi anjuran pemerintah selama masa tanggap darurat Covid-19 dengan menerapkan Physical Distancing (menjaga jarak fisik untuk memastikan penyakit tidak menyebar).

“Diharapkan kepada masyarakat baik di desa dan kelurahan agar membatasi aktivitas ke luar rumah. Jaga diri dan selalu menerapkan pola hidup bersih dan sehat, seperti mencuci tangan dengan sabun dan menjaga kebersihan lingkungan. Semoga wabah ini cepat berakhir,” ujar Kepala Dinas Kesehatan, dr Tanty Korompot.

Seperti diketahui, Pemkot melalui Gugus Tugas terus melakukan sosialisasi dan himbauan kepada masyarakat untuk sementara waktu tidak menggelar kegiatan yang bersifat mengumpul orang dalam jumlah banyak. Tindakan ini dilakukan dalam rangka memutus rantai penyebaran Covid-19 di wilayah Kota Kotamobagu. (guf)

Banyak Pembeli, Pedagang Jahe Raup Untung

Pedagang jahe di Pasar 23 Maret meraup keuntungan lebih.

ZONA KOTAMOBAGU – Banyaknya pembeli jahe atau biasa disebut goraka, membuat para pedagang meraup keuntungan melimpah.

Menurut Papa Neli salah satu pedagang jahe di Pasar 23 Maret, naiknya harga jahe di pasaran dikarenakan adanya isu virus corona. “Harga jahe naik pasca adanya isu virus itu. Sebab jahe merupakan salah satu penangkal virus di dalam tubuh jika dikonsumsi,” tuturnya.

Ia mengungkapkan, sebelum adanya isu virus corona di Kotamobagu, harga jahe merah hanya berkisar Rp35 ribu. “Kalau jahe kuning harganya 20 ribu per kilogram. Berbeda dengan jahe merah yang saat ini harganya 60 ribu per kilogram,” ungkapnya.

Ditambahkannya, jahe yang ia jual tersebut diambil dari petani di perkebunan Modoinding, Kabupaten Minahasa Selatan. “Selain kita ambil di Modoinding, ada juga petani dari desa Bilalang yang datang mengantar jahe kepada kami,” ujarnya. (guf)

Pemkab Bolmut Siapkan Ruang Isolasi Sementara Untuk Pasien Covid-19

ZONA BOLMUT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) menyiapkan ruang isolasi sementara di RSUD Bolmut untuk penanganan pasien Covid-19. Hal itu dilakukan sebagai langkah antisipasi jika ada pasien berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

Ruangan berkapasitas 10 kamar itu dijadikan ruang isolasi sementara untuk penanganan pasien dengan status PDP sebelum dirujuk ke rumah sakit yang ditunjuk Kementrian Kesehatan sebagai rumah sakit rujukan pasien Covid-19.

Sekretaris Daerah (Sekda) Asripan Nani, Asisten I Leksi Talibo, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Sofian Mokoginta serta jajaran RSUD Bolmut telah meninjau bangunan gedung yang disiapkan sebagai ruang isolasi sementara. “Kita sudah tinjau kesiapan gedung untuk dijadikan ruang isolasi sementara. Ini (ruang isolasi) penting dan harus disiapkan tiap daerah,” kata Sekda, Asripan Nani. (rendi)

Pemkab Bolmut Siapkan Posko Layanan Covid-19

ZONA BOLMUT – Gugus tugas pencegahan dan percepatan penanganan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) bentukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), menyiapkan posko layanan masyarakat.

Kepala Bagian Humas, Sri Wahyuni Pontoh, mengatakan posko tersebut disiapkan Pemkab Bolmut untuk memudahkan masyarakat mendapatkan pelayanan terutama mengenai Covid-19. “Melalui posko ini pemerintah bisa mengontrol dan cepat tanggap jika ada masyarakat yang membutuhkan penanganan serius,” katanya, Selasa (24/3).

Selain pelayanan, di posko itu masyarakat juga bisa mendapatkan informasi mengenai pencegahan maupun gejala-gejala terinfeksi Covid-19. “Di posko ini masyarakat bisa bertanya apa saja mengani Covid-19, sehingga bisa paham cara pencegahannya serta mengenali ciri-cirinya,” ujarnya. (rendi)