ZONA BOLTIM – Dinas Pariwisata bakal menyulap kawasan Gunung Ambang menjadi destinasi ekowisata di Kabupaten Bolmong Timur (Boltim). Tak tanggung – tanggung, kawasan tersebut bakal dibangun bumi perkemahan.
Rizky Lamaluta, Kepala Dispar Boltim, menuturkan, sudah menyusun berbagai perencanaan terhadap lokasi tersebut, seperti fasilitas toilet hingga resting area. “Fasilitas itu tujuannya membuat pengunjung semakin betah berkunjung di kawasan Gunung Ambang,” tuturnya.
Tidak hanya itu, dalam menyambut libur lebaran nanti, pihaknya pun tengah menata kembali sejumlah destinasi wisata yang tersebar di daerah itu. “Sudah disiapkan wisata buatan Atoga River View (ARV) Out Bound, dan wisata alam Danau Mooat, Tanjung Silar, dan Pulau Nenas. Alat untuk Snorkling pun akan kami siapkan,” ungkapnya.
Menurutnya, lokasi-lokasi tersebut menjadi incaran wisatawan lokal menghabiskan waktu lenggang bersama keluarga selama libur lebaran mendatang. “Gunung Ambang sendiri kami rencanakan akan bangun bumi perkemahan. Sedangkan, Air Terjun Dodandian di Desa Matabulu, kami minta itu dikelola menggunakan Dana Desa (DD) layaknya objek wisata di Atoga Timur yang sudah maju dan terkenal,” tukasnya.
Ia pun berharap, penataan objek wisata desa wajib didukung oleh pemerintah desa setempat. Langkah itu, dalam rangka menggenjot promosi potensi wisata daerah. “Desa silahkan saja menggenjot potensi wisata mereka. Silahkan tiru manajemennya dari desa yang sudah lebih dulu mengelola destinasi wisatanya,” imbuhnya. (iza)
Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) membekali 77 peserta lintas intansi di Kabupaten Bolmong Timur (Boltim), lewat Diklat Penyusunan Analisis Standar Belanja (ASB) dan Standar Satuan Harga (SSH), Senin (20/05/2019).
Diklat tersebut dibuka langsung Bupati Sehan Landjar, dan bertempat di Meeting Room, Hotel Sintesa Peninsula Manado. Dalam acara itu, turut dihadiri Sekretaris Daerah Boltim, Muhammad Assagaf, Sofyan Antonius selaku Kepala Perwakilan BPKP Sulut, serta Asisten Bidang Administrasi Umum, Djainudin Mokoginta.
Suasana kegiatan
Dalam sambutanya, Bupati menyatakan, ASB sendiri merupakan pedoman yang digunakan untuk menganalisis kewajaran beban kerja atau biaya setiap program atau kegiatan, yang akan dilaksanakan oleh SKPD dalam satu tahun anggaran.
Bupati menjelaskan, penilaian kewajaran pembebanan belanja yang dirangkum dalam ASB sendiri mencakup dua hal, yaitu kewajaran beban kerja dan kewajaran biaya. “Beberapa manfaat yang diperoleh dari analisis penyusunan standar yang handal seperti, penetapan platform anggaran pada saat PPAS, cukup menentukan kewajaran biaya dalam melaksanakan kegiatan. Tujuannya, meminimalisir terjadinya pengeluaran yang kurang jelas, dan lain sebagainya,” ujar Bupati.
Suasana kegiatan
Sementara itu, Kepala BPKPD Boltim, Oskar Manoppo melalui Sekretaris BPKPD, Syukur Monoarfa, mengungkapkan, bahwa diklat tersebut bertujuan mendorong daya handal ASN terkait sistem pengendalian intern. “Diklat ini adalah tindak lanjut dari penerapan simda perencanaan lewat system e-budgeting perencaan elektronik,” tuturnya.
Bupati Sehan Landjar (ke-empat dari kanan) foto bersama dengan sejumlah pejabat yang hadir pada kegiatan itu.
Dengan demikian, lewat diklat kali ini, lanjut Monoarfa, para peserta memahami seluk beluk perencanaan berdasarkan system e-budgeting secara menyeluruh. “Ini adalah langkah dalam mendorong terciptanya iklim kendali untuk efisiensi, efektifitas dan produktifitas dari penggunaan sumber daya yang ada,” ujarnya.
Diketahui, diklat tersebut digelar selama empat hari, terhitung 20 sampai 23 Mei mendatang. Para peserta yang terdiri dari kasubag program SKPD, Kecamatan serta Puskesmas itu, nantinya akan disuguhi sejumlah materi yang dibawakan oleh Tim BPKP Sulut. (Advetorial)
Wali Kota Tatong Bara foto bersama Gubernur dan para kepala daerah di Sulut usai rakor TPID.
ZONA KOTAMOBAGU — Wali Kota Ir Hj Tatong Bara, menghadiri Rapat Koordinasi High Level Meeting (HLM), Tim Pengendali Infalasi Daerah (TPID) Provinsi Sulawesi Utara, Senin (20/2).
Rapat koordinasi itu dilaksanakan di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sukawesi Utara, Manado, dipimpin Gubernur Olly Dondokambey.
Pada rapat yang dihadiri para kepla daerah itu, membahas tentang ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok, pelaksanaan penandatangan Roadmap Pengendalian Inflasi Sulawesi Utara Tahun 2019 – 2021, serta Pencanangan Program Barito 4.0 dengan Tim Penggerak PKK.
Wali kota usai kegiatan itu, mengatakan rapat koordinasi tersebut sangat penting dalam rangka memastikan ketersediaan dan stabiltas harga bahan pokok, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri. “Pemerintah Kota Kotamobagu tentunya mendukungpenuh berbagai langkah dan upaya yang dilaksanakan dalam rangka untuk memastikan ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok,” kata wali kota.
Selain diikuti para kepala daerah di Sulut, kegiatan itu juga dihadiri Sekretaris Provinsi (Sekprov) Edwin Silangen, Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Utara Andrei Angouw, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Rita Maya Dondokambey–Tamuntuan, dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Utara Arbonas Hutabarat. (trz)
ZONA BOLTIM – Kepala Dinas Pariwisata, Kabupaten Bolmong Timur (Boltim) Rizky Lamaluta, menilai perbaikan infrastruktur pariwisata dapat memberikan kontribusi positif terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Peningkatan infrastruktur memang ditujukan untuk menggaet wisatawan berkunjung ke sini. Itu artinya, dari kunjungan tersebut cukup signifikan mendorong PAD dari sektor pariwisata daerah,” katanya, kala dihubungi dengan wartawan, Senin (20/05/2019).
Terlebih, Rizky mengaku, dengan penetapan tarif retribusi pada beberapa objek wisata, semisal, Kawasan Danau Mooat, serta sejumlah destinasi wisata yang tersebar di beberapa wilayah itu, secara bertahap mampu mendorong gairah kunjungan wisatawan ke daerah. “Dari tahun ke tahun, angka kunjungan wisatawan lokal maupun dari manca negara naik drastis. Ini akan mendorong gairah industri pariwisata bergeliat,” ungkapnya.
Senada dengan itu, Kabid Pengembangan Destinasi, Rasno Sugeha, menambahkan, penetapan target sebesar Rp2,8 juta bisa tercapai. “Optimis mencapai target. Itu diukur dari jumlah wisatawan yang datang ke daerah ini, utamanya di Kawasan Danau Mooat cukup tinggi,” tambahnya.
Trepisah, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD), Oskar Manoppo, menuturkan, sebelumnya target PAD Dinas Pariwisata mencapai 99,28 persen dari target Rp25 juta per tahun. “Makanya, target kita tingkatkan jadiRp 27.850.000. Target ini diharapkan bisa dicapai bukan hanya di Dinas Pariwisata, melainkan juga di instansi lain,” pungkasnya. (iza)
Wali Kota Tatong Bara foto bersama gubernur dan para kepala daera di Sulut.
Wali Kota Ir Hj Tatong Bara, menghadiri Rapat Koordinasi High Level Meeting (HLM), Tim Pengendali Infalasi Daerah (TPID) Provinsi Sulawesi Utara, Senin (20/2).Rapatkoordinasi (rakor) itu dilaksanakan di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Utara, Manado, dipimpin Gubernur Olly Dondokambey.
Pada rapat yang dihadiri para kepla daerah itu, membahas tentang ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok, pelaksanaan penandatangan Roadmap Pengendalian Inflasi Sulawesi Utara Tahun 2019 – 2021, serta Pencanangan Program Barito 4.0 dengan Tim Penggerak PKK.
Suasana rakor TPID yang dilaksanakan di Kantor Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Utara.
Wali kota usai kegiatan itu, mengatakan rapat koordinasi tersebut sangat penting dalam rangka memastikan ketersediaan dan stabiltas harga bahan pokok, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri. “Pemerintah Kota Kotamobagu tentunya mendukung penuh berbagai langkah dan upaya yang dilaksanakan dalam rangka untuk memastikan ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok,” kata wali kota.
Wali Kota Tatong Bara foto bersama peserta rakor.
Selain diikuti para kepala daerah di Sulut, kegiatan itu juga dihadiri Sekretaris Provinsi (Sekprov) Edwin Silangen, Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Utara Andrei Angouw, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Rita Maya Dondokambey–Tamuntuan, dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Utara Arbonas Hutabarat. (advertorial)
ZONA BOLTIM – Pemkab Bolaang Mongondow Timur (Boltim), segera membayarkan Tunjangan Hari Raya (THR) seluruh pegawai negeri di daerah itu. Hal ini ditegaskan, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Oskar Manoppo, Minggu (19/05/2019).
Kata Oskar, pembayaran THR itu langsung ke rekening pegawai negeri terhitung Senin (20/05/2019). “Proses pembayaran THR, hari senin besok akan dilakukan,” ungkapnya.
Dikatakan Oskar, Pemkab Boltim lebih awal membayar THR ASN dari jadwal yang ditetapkan pemerintah pusat. Alasannya, karena jauh sebelumnya pihaknya telah menganggarkan THR melalui APBD, sehingga tidak repot menanganinya karena dananya sudah siap.
Menurutnya, secara nasional pembayaran THR PNS mulai tanggal 24 Mei 2019, namun dengan kesiapan anggaran maka lebih cepat melayani pembayaran THR.
“Anggarannya sudah siap, jadi mulai Senin 20 Mei kami sudah melayani pembayaran bagi dinas, badan, bagian atau kantor yang telah mengajukan permintaan lewat bendahara,” jelasnya.
Disebutkan, THR atau gaji 14 untuk ASN dananya sudah ada dan siap dibayarkan sesuai besaran gaji pangkat/golongan masing-masing PNS.
Menurutnya, THR diatur melalui peraturan pemerintah (PP) nomor 36 Tahun 2019, PMK 58/PMK.05/2019 dan gaji 13 diatur melalui PP nomor 35 Tahun 2019, PMK 57/PMK.05/2019. (iza)
ZONA POLITIK – Meski pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim) baru akan dilaksanakan pada tahun 2020 mendatang, namun sejumlah nama yang bakal bertarung dihajatan lima tahunan ini mulai ramai diperbincangkan.
Nama-nama yang hangat dan tak pernah luput dari diskusi dan perbincangan baik di media sosial maupun langsung oleh masyarakat itu adalah mereka yang berlatar belakang politisi maupun birokrat. Siapa saja mereka?, berikut ulasannya:
Sam Sachrul Mamonto
Siapa yang tak kenal dengan Sam Sachrul Mamonto (SSM). Dia adalah mantan komisioner KPU Bolmong (sebelum pemekaran), pernah menjabat Ketua DPD PAN sekaligus Ketua DPRD Boltim, serta pernah menjadi salah satu kontestan Pilkada Boltim pada tahun 2015. SSM saat ini adalah figur yang paling banyak diperbincangkan. Kehadirannya di Pilkada 2020 menjadi yang paling dinanti-nantikan. Bahkan dari perbincangan di tengah masyarakat, SSM yang berpeluang besar di usung Partai Nasdem ini disebut-sebut menjadi satu-satunya calon bupati yang paling siap bertarung di Pilkada Boltim.
Dengan siapa SSM akan berpasangan di Pilkada?. Menarik untuk dinanti.
Oskar Manoppo
Selain Sam Sachrul Mamonto, ada nama Oskar Manoppo yang disebut-sebut akan ikut ambil bagian pada Pilkada mendatang. Oskar yang saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKD) Boltim ini bakal menjadi penantang serius peserta Pilkada lainnya.
Apakah Oskar akan maju sebagai calon bupati atau calon wakil bupati?. Kita tunggu saja.
Fuad Landjar
Fuad Landjar adalah putra Bupati Boltim dua periode, Sehan Landjar. Fuad baru terpilih di Pileg tahun ini dan berpeluang besar menjadi Ketua DPRD Boltim. Nama Fuad ramai diperbincangkan publik akan maju di Pilkada Boltim dengan PAN sebagai kendaraan politiknya. Apakah Fuad akan rela meninggalkan kursi ketua atau anggota DPRD Boltim demi maju di Pilkada?. Kita lihat saja.
Nursiwin Dunggio
Nama Nursiwin Dunggio juga tak luput dari perhatian publik. Istri Bupati Sehan Landjar itu banyak disebut dalam setiap perbincangan. Jika Nursiwin yang baru saja terpilih menjadi anggota DPRD Provinsi Sulut maju di Pilkada Boltim, maka bisa dipastikan Bupati Sehan Landjar akan menjadi aktor dibalik layar untuk memenangkannya. Kita tunggu saja.
Medy Lensun
Ketua DPC PDI Perjuangan Boltim, Medy Lensun, disebut-sebut akan kembali bertarung di Pilkada Boltim. Mantan wakil bupati Boltim periode 2010-2015 itu berpeluang diusung PDI Perjuangan yang pada Pileg tahun ini berhasil mempertahankan raihan tiga kursinya di DPRD Boltim. Sebuah hal yang mustahil jika PDI Perjuangan hanya menjadi penonton di Pilkada mendatang. Menarik untuk dinanti.
Rusdi Gumalangit
Masyarakat Boltim tidak asing lagi dengan nama Rusdi Gumalangit. Ia adalah wakil bupati periode saat ini. Nama Rusdi ramai diperbincangkan masyarakat akan maju bertarung di Pilkada. Sangat disayangkan jika Rusdi yang lima tahun lalu telah mengundurkan diri sebagai birokrat kemudian melewatkan momentum Pilkada 2020. Apakah Rusdi akan maju sebagai calon bupati atau kembali sebagai calon wakil bupati?, kemudian dengan siapa ia berpasangan?, dan partai apa yang akan menjadi kendaraan politiknya?. Jawabannya akan diketahui bersama pada tahun 2020 nanti.
Nama-nama yang disebutkan di atas adalah yang paling banyak ramai diperbicangkan masyarakat sebagai calon bupati. Bukan tidak mungkin juga nama-nama itu akan maju bersama alias saling berpasangan sebagai calon bupati dan wakil bupati.
Selain nama-nama itu, ada juga sejumlah nama yang ramai diperbincangkan sebagai calon wakil bupati. Mereka adalah; Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Rusmin Mokoagow, Ketua DPC Demokrat Tomy Sumendap, Anggota DPRD Argo Sumaiku serta Anggota DPRD Provinsi Sulut Rocky Wowor. (***)
Kuatir dengan ancaman stunting, Dinas Kesehatan Kabupaten Bolmong Timur (Boltim) gencar melakukan langkah pencegahan secara terpadu diberbagai wilayah di daerah itu. Demikian ditegaskan, Kepala Dinkes Boltim, Eko Marsidi, baru-baru ini.
Ia mengungkapkan, stunting sendiri adalah suatu kondisi di mana anak mengalami gangguan pertumbuhan, sehingga menyebabkan tubuhnya lebih pendek ketimbang teman-teman seusianya.
Lebih lanjut, dia menjelaskan, stunting adalah kejadian yang tak bisa dikembalikan seperti semula jika sudah terjadi. Anak masuk ke dalam kategori stunting ketika panjang atau tinggi badannya menunjukkan angka di bawah -2 standar deviasi (SD).
“Resikonya bisa mengakibatkan penyakit degenerative. Ini berdampak pada kemampuan kognitif yang menurun, daya tangkap berkurang, kecerdasan melemah, mudah sakit, fungsi tubuh tidak seimbang, postur tubuh rendah dan penampilan kurang menarik,” paparnya.
Olehnya, Dinkes Boltim, lanjut dia, terus berkomitmen menekan masalah stunting ini. “Tim dan relawan dari Dinkes, kami kerahkan melakukan sosialisasi kepada ibu – ibu dan balita di sejumlah titik di tujuh kecamatan,” ungkapnya.
Selain itu, Berbagai upaya yang ditempuh, antara lain, pemberian tablet bagi remaja putri usia 12-18 tahun. Pemenuhan gizi ibu hamil, pemberian ASI eksklusif, rutin melakukan pemantauan pertumbuhan anak terutama di posyandu, menjaga kebersihan diri dan lingkungan serta pemberian tablet fe bagi remaja putri 12-8 tahun. “Bila cara-cara ini intens dilakukan, penyebab stunting bisa kita cegah,” tuturnya. (Advetorial)
ZONA KOTAMOBAGU – Pemusatan latihan bagi 36 Calon Anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) akan dimulai 6 Juli mendatang. Hal ini diutarakan Kepala Bidang Kepemudaan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), Maulana Lombu.
Menurutnya, selama pemusatan latihan itu para Calon Paskibraka (Capas) akan mendapat pelatihan serta materi yang berkaitan dengan baris-berbaris. “Pemusatan latihan itu akan berlangsung sampai sehari sebelum bertugas,” katanya.
Ia mengungkapkan, 36 peserta yang akan mengikuti pemusatan latihan itu adalah hasil seleksi tahap I dan tahap II yang dilaksanakan beberapa waktu lalu. Peserta seleksi itu katanya berasal dari perwakilan semua sekolah tingkat menengah atas di Kota Kotamobagu. “Seleksi tahap I dilaksanakan di tingkat sekolah diikuti 107 siswa. Itu hanya fokus pada administrasi saja, termasuk tinggi badan. Kemudian di seleksai tahap II yaitu soal PBB (Peraturan Baris Berbaris), psikotes, tes wawasan kebangsaan. Hasil seleksi tahap II itu menghasilkan 36 peserta yang akan mengikuti pemusatan latihan sebelum bertugas pada 17 Agustus mendatang,” ungkapnya.
Ia berharap, 36 Capas tersebut dapat menjaga fisik dan kesehatan agar ketika masuk pemusatan latihan benar-benar siap baik dari segi fisik maupun mental. “Kita harap semua berjalan dengan baik, agar pelaksanaan tugas nanti pada 17 Agustus bisa sesuai yang kita harapkan bersama,” harapnya. (trz)
ZONA NASIONAL – Pemilu 2020 mendatang 269 daerah di Indonesia bakal menggelar Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo pun mempersiapkan sejumlah catatan untuk evaluasi.
“Kita menunggu dulu hasil pileg, pilpres ini selesai, bersama dengan DPR terpilih, KPU, Bawaslu, dan elemen demokrasi mari kita duduk bersama mengevaluasi. Apakah perlu menggunakan e-voting, apakah jadwal kampanye begitu panjang nggak bisa diperpanjang, apakah harus 7 bulan kan nggak, sebulan pun cukup kalau mau niat,” kata Tjahjo usai acara Kemenkes Hari Peringatan Malaria Sedunia 2019 di Desa Budaya Kertalangu, Denpasar, Bali, Senin (13/5/2019).
Tjahjo mengatakan pihaknya belum bisa melakukan evaluasi karena Pemilu 2019 belum rampung. Tjahjo menyoroti soal pelaksaan Pilkada serentak untuk Pemilu berikutnya.
“Ketiga apakah pileg dan pilpres digabung, atau pilkada sendiri, pileg sendiri, pilpres sendiri. Keserentakkan kan tidak bisa diukur pada jam, tanggal dan hari yang sama, mungkin dalam satu minggu yang harinya berbeda bisa atau mungkin dalam satu bulan yang sama. Mari sama-sama duduk kita nggak bisa ngotot masing-masing,” tuturnya.
Meski begitu, Tjahjo optimistis administrasi data kependudukan sudah lebih akurat. Dia menyebut hanya tinggal 2 persen warga yang belum memiliki e-KTP.
Baca juga: Panglima Petakan Potensi Konflik dan Pengerahan Massa Pasca-Pemilu 2019
“Data kependudukan sekarang sudah 98 persen. (Akurasinya) Sama, yang sudah punya e-KTP 98 persen, tinggal 2 persen. Tinggal masyarakat yang belum itu yang sekolah atau kerja atau tinggal di luar negeri, rekan perkotaan yang punya e-KTP ganda,” ujarnya.
“Tapi dua persen tergantung pada proaktif masyarakat. Kalau tinggal di pedesaan bisa kita datangi kalau yang di luar negeri gimana kita ngejarnya?” cetus Tjahjo.