
ZONA KOTAMOBAGU – Perayaan Hari Raya Binarundak yang baru saja dilaksanakan di Kelurahan Motoboi Besar, Kecamatan Kotamobagu Timur, tak hanya menjadi momentum perekat silaturahmi antar sesama masyarakat, tapi juga menjadi destinasi wisata kuliner di Kota Kotamobagu. Dalam pelaksanaannya, panitia pelaksana menyiapkan 2.050 kilo gram (Kg) beras ketan yang diolah menjadi binarundak sebanyak lebih dari 4.000 ruas bambu.
Menurut Kepala Dinas Pariwisa dan Kebudayaan (Disparbud), Agung Adati, perayaan hari raya binarundak yang dikemas dalam kegiatan festival binarundak Tahun 2018 merupakan sebuah destinasi wisata kuliner. Selain yang disiapkan pemerintah di empat titik pelaksanaan, di tiap rumah warga juga menyediakan menu binarundak yang disajikan kepada setiap tamu yang datang.
“Kalau bicara binarundak, rugi kalau tidak ke Kelurahan Motoboi Besar. Di sana disiapkan di rumah-rumah warga dan juga di beberapa titik yang disiapkan panitia,” katanya.
Ia mengungkapkan, selain binarundak yang menjadi salah satu menu khas daerah, Kota Kotamobagu juga dikenal dengan berbagai menu khasnya, seperti sayur yondog, ayam sinorang dan lainnya. “Kita sudah beberapa kali menggelar festival kuliner khas Kotamobagu dengan sasaran untuk mempromosikan makanan khas Kotamobagu. Ini juga sudah masuk dalam 100 calender of event Pemprov Sulut,” ungkapnya.
Penjabat Sementara (Pjs) Walikota, Muhammad Mokoginta, meminta agar perayaan hari raya binarundak yang dikemas dalam kegiatan festival binarundak tahun 2018 itu, dijadikan wadah untuk saling bersilaturahmi. “Semoga melalui kegiatan ini, semakin mempererat silaturahmi diantara kita semua,” sebut Pjs walikota.
Asisten II Pemprov Sulut itu juga mengapresiasi pemerintah dan masyarakat Kelurahan Motoboi Besar yang telah menggagas kegiatan tersebut. Kedepannya ia berharap kegiatan serupa tetap dilaksanakan dan lebih ditingkatkan lagi. “Kegiatan ini tak hanya menjadi ajang silaturahmi, tapi juga menjadi destinasi wisata di Kota Kotamobagu. Ini harus dipertahankan dan ditingkatkan lagi,” ujarnya.
Lurah Motoboi Besar, Zulvan Pombaile, menuturkan perayaan hari raya binarundak sebuah tradisi turun-temurun yang selalu dilaksanakan masyarakat setempat sejak belasan tahun yang lalu. Tujuannya adalah lebih mempererat persaudaraan dan kekerabatan dengan jalinan tali silaturahmi. “Perayaan seperti ini bukan hanya sekadar rutinitas tahunan saja, tapi dijadikan momentum untuk meningkatkan hubungan meningkatkan hubungan silaturahmi antar sesama,” tuturnya.
Lanjutnya, titik perayaan hari raya binarundak ke-11 tahun ini dibagi di empat lokasi yang berada di tiap lingkungan. “Kemudian ada juga kelompok swadaya masyarakat, sehingga total ada 50-an titik pembakaran. Kegiatan seperti ini akan terus berkelanjutan kedepannya dan akan lebih ditingkatkan lagi. Terima kasih kepada Pemerintah Kota Kotamobagu yang turut mensupport kegiatan ini,” ujarnya. (ads/gito)


