
ZONA KOTAMOBAGU – Usulan dana rekonstruksi pasca bencana yang diusulkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), mendapat lampu hijau atau respon positif dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Menurut Kepala BPBD, Refly Mokoginta, pihak BNPB sudah melakukan verifikasi atau usulan tersebut dan saat ini tinggal menunggu tindaklanjutnya. “Jika tidak ada aral melintang itu akan terealisasi tahun ini. Insya allah tidak tertunda,” kata Refly.
Ia mengungkapkan, usulan tersebut diajukan pada akhir 2017 lalu. Ada beberapa titik krusial yang akan ditangani lewat dana tersebut. “Kita usulkan 47 miliar untuk rehabilitasi dan pembangunan talud serta gorong-gorong dan drainase di wilayah-wilayah yang rawan banjir,” ungkapnya.
Lanjutnya, beberapa waktu lalu pihak BNPB sudah mensurvey lokasi-lokasi yang akan ditangani lewat dana yang diusulkan tersebut. Hasilnya, ada sejumlah titik yang mendesak untuk ditindaklanjuti. “Kita sangat berharap agar usulan itu segera teralisasi,” tambahnya.
Anggaran Rp47 miliar yang diusulkan itu diperuntukan pada rehabilitasi dan rekonstruksi talud sebesar Rp34,6 miliar dan sisanya Rp12,3 miliar untuk drainase atau gorong-gorong. Untuk pembangunan talud akan difokuskan di 13 sungai yang sering meluap. Sedangkan gorong-gorong difokuskan di beberapa titik yang ada di Kelurahan Gogagoman, Tumubuy, Kotobangon dan Genggulang. (ads/gito)


