
ZONA KOTAMOBAGU – Usaha Batu Bata yang dikelola ratusan warga Kelurahan Pobundayan, Kecamatan Kotamobagu Selatan, hingga kini masih tetap eksis. Bisnis turun temurun ini, sepertinya mampu meraup untung dan meningkatkan taraf perekonomian masyarakat setempat.
Hidar Damopolii, salah satu pelaku usaha batu bata mengatakan, usaha yang dia tekuni ini sekira sudah beberapa tahun ini. Sebelumnya, pengelolaan batu bata masih secara manual. Namun, kini sudah menggunakan mesin cetak batu bata.
Dikatakan pemuda kalem ini, menggeluti bisnis batu bata, kadang harga di pasaran naik turun atau tidak menentu. Meski begitu, saya beserta keluarga tetap menekuni usaha ini.
“Saat ini, harga batu bata merah cukup stabil. Untuk ukuran bata 9 Rp 450 dan ukuran bata 12 Rp 550. Harga tersebut belum termasuk biaya pengiriman jika ada pesanan, sesuai dengan jarak tempuh pemesan batu bata,” ujar Hidar.
Ditambahkan Chito M Nur, Warga Pobundayan, salah satu pelaku usaha batu bata sukses. Pasca proses pembuatan batu bata dari manual kemudian menggunakan mesin cetak. Produksi perhari batu bata mentah, bisa mencapai 10.000- 15.000. Sementara dengan menggunakan mesin, dapat menekan biaya produksi.
Selain itu, bisnis ini juga dapat menyerap lapangan kerja bagi warga di Pobundayan dan beberapa desa tetangga. (gjm)

