
ZONA KOTAMOBAGU — Pemerintah Kota (Pemkot) terus mengoptimalkan upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di Kota Kotamobagu. Salah satu yang dilakukan adalah menggeser anggaran puluhan miliar rupiah untuk penanganannya.
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD), Sugiarto Yunus, mengatakan pergeseran anggaran untuk optimalisasi pencegahan penyebaran Covid-19 sudah dilakukan dalam dua tahap. Saat ini, pihaknya juga kata dia sedang menggeser anggaran untuk tahap III.
“Tahap I anggaran yang digeser 9,9 miliar untuk mengakomodir dana bantuan penanggulangan bencana, kemudian tahap II 17,6 miliar untuk penanganan Covid-19 sebagaimana arahan presiden, Menteri Keuangan dan Menteri Dalam Negeri, termasuk petunjuk wali kota,” katanya.
Ia mengungkapkan, pergeseran anggaran tahap III dilakukan berdasarkan SKB Mendagri dan Menkeu, termasuk menindaklanjuti Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 35 Tahun 2020 tentang Pengelolaan Transfer Ke Daerah dan Dana Desa Tahun Anggaran 2020 Dalam Rangka Penanganan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) dan/atau Menghadapi Ancaman yang Membahayakan Perekonomian Nasional.
“Tahap ketiga ini terjadi perubahan atas besaran dana transfer dari pemerintah pusat, baik itu Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Bagi Hasil (DBH), Dana Insentif Daerah (DID), maupun Dana Alokasi Khusus (DAK), yang mengharuskan kami melakukan penyesuaian terhadap komponen belanja dan pendapatan daerah, termasuk melakukan penyesuaian terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Untuk total besaran pagu yang digeser, saat ini tinggal menunggu hasil penyesuaian dalam aplikasi Simda,” ungkapnya.
Ia mengakui, besarnya anggaran yang akan digeser untuk penanganan Covid-19 tak mempengaruhi kesiapan anggaran yang akan dialokasikan Pemkot. Apalagi kata dia, Wali Kota Tatong Bara dan Wakil Wali Kota Nayodo Koerniawan terus memberi arahan dan petunjuk selama penyesuaian komponen pendapatan dan belanja daerah yang termuat dalam dokumen APBD.
“TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah) telah melakukan penghitungan dengan berbagai pertimbangan yang ada, termasuk menyiapkan skenario yang jelas dan terukur. Ini untuk mengantisipasi jika kondisi ini masih terus berlanjut sampai akhir tahun. Petunjuk ibu wali kota (Tatong Bara) dan pak wakil wali kota (Nayodo Koerniawan) sangat jelas. Jadi kami tidak pernah bingung dalam melakukan pergeseran. Insya Allah kami siap lahir batin dalam penanganan Covid-19 ini,” ujarnya. (guf)


