
ZONABMR.com — Totabuan Citawaya Akuatik (TCW) Kotamobagu menorehkan prestasi membanggakan dalam Kejuaraan Renang Terbuka Antar Perkumpulan Piala Gubernur Sulawesi Utara 2026. Klub renang asal Kotamobagu ini berhasil menempati posisi Juara Umum II dengan koleksi enam medali emas, empat perak, dan 12 perunggu.
Kejuaraan yang berlangsung pada 30–31 Oktober 2026 tersebut dipusatkan di Kolam Renang Tirto Sagoro 09, Kodaeral VIII Kairagi, Manado, Sulawesi Utara. Kompetisi ini diikuti ratusan atlet dari berbagai perkumpulan renang di Sulawesi Utara serta sejumlah klub lintas provinsi di wilayah Sulawesi.
Dalam kejuaraan tersebut, TCW Akuatik menurunkan 51 atlet. Capaian 22 medali menjadi hasil membanggakan, terlebih sebagian besar atlet yang diturunkan masih berstatus pemula.
Ketua Pengurus Kota (Pengkot) Akuatik Kotamobagu, Aisya Christine Bibisa, mengaku bangga dan bersyukur atas pencapaian para atlet tersebut.
“Alhamdulillah, puji Tuhan. Saya selaku Ketua Cabor Akuatik Kotamobagu merasa sangat bangga dan bersyukur atas raihan prestasi luar biasa yang dicapai para atlet renang Totabuan Citawaya Akuatik yang berhasil menjadi Juara Umum II dalam Kejuaraan Renang Terbuka Antar Klub Piala Gubernur Sulawesi Utara,” ungkap Christine.
Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kedisiplinan, kerja keras selama latihan, serta semangat juang para atlet ketika berkompetisi.
Ia juga mengapresiasi peran pelatih, tim pendukung, dan orang tua yang turut memberikan dukungan terhadap proses pembinaan atlet.
Berdasarkan informasi dari pelatih TCW Akuatik, Coach Ramlan dan Mira Batjo, sebagian besar atlet yang mengikuti kejuaraan tersebut masih berstatus pemula.
Sejumlah atlet bahkan berhasil mencatatkan prestasi di lebih dari satu nomor perlombaan.
Zayyan Alfarizqi Van Gobel meraih juara pertama nomor 50 meter gaya dada Grup 4 kategori pemula. Nicander Damian Gevariel Rumagit menyumbangkan dua medali perak melalui nomor 50 meter gaya dada dan 50 meter gaya bebas kategori pemula.
Prestasi juga ditorehkan Ardiana Islami Lahaji yang meraih juara pertama nomor 50 meter gaya dada dan juara kedua nomor 50 meter gaya bebas. Sementara Riland Sherafim meraih juara ketiga nomor 50 meter gaya dada Grup 4 pemula.
Pada kategori Grup 3, Christian Fransiscus Uada Pilomali mencatatkan prestasi melalui nomor 100 meter gaya dada, 100 meter gaya punggung, dan 50 meter gaya bebas putra. Ia juga meraih juara kedua nomor 100 meter gaya kupu-kupu putra.
Saffanah Nadira Mamonto menyumbangkan prestasi melalui nomor 100 meter gaya punggung putri dengan meraih juara ketiga. Ia juga meraih podium ketiga pada nomor 100 meter gaya kupu-kupu dan 100 meter gaya bebas putri.
Nama lainnya, Zianisa Kaisha Tungkagi meraih juara ketiga nomor 100 meter gaya dada putri Grup 3 kategori pemula. Adzril Rahandhika Potabuga juga meraih dua podium ketiga pada nomor 100 meter dan 50 meter gaya bebas putra.
Muh Yazeed Mokoginta turut menyumbangkan medali melalui juara ketiga nomor 100 meter gaya kupu-kupu putra Grup 3.
Sementara itu, Muh Dean El-Ahsan Korompot meraih juara ketiga nomor 100 meter gaya dada putra Grup 2.
Kontribusi besar juga datang dari Agista Aisya Tunggali yang tampil dominan dengan meraih empat medali emas pada nomor 50 meter gaya bebas, 100 meter gaya bebas, 100 meter gaya kupu-kupu, dan 100 meter gaya punggung. Ia juga meraih medali perak nomor 100 meter gaya dada putri Grup 2.
Adapun Ni Putu Widyaningsih menyumbangkan dua medali perunggu melalui nomor 50 meter dan 100 meter gaya bebas putri Grup 1.
Christine berharap pencapaian tersebut tidak membuat para atlet cepat berpuas diri. Sebaliknya, hasil kejuaraan ini diharapkan menjadi motivasi untuk meningkatkan kemampuan dan mempersiapkan diri menghadapi kompetisi dengan tingkat persaingan lebih tinggi.
“Prestasi ini menjadi bukti bahwa pembinaan usia muda dan kerja sama yang solid antara atlet, tim pelatih, serta dukungan penuh orang tua telah berjalan di jalur yang tepat,” ujarnya.
“Perjalanan belum selesai. Saya berharap pencapaian ini tidak membuat kita berpuas diri, tetapi menjadi batu loncatan sekaligus pembakar semangat untuk menghadapi kejuaraan tingkat regional maupun internasional yang lebih tinggi ke depannya,” tambah Christine.






