Beranda blog Halaman 162

Tak Layak Lagi Ditempati, Pemkot Rencana Bangun Kembali Pasar Serasi dan Pasar Ikan

Kondisi pasar serasi.

ZONA KOTAMOBAGU —Pemerintah Kota Kotamobagu berencana membangun kembali Pasar Serasi dan Pasar Ikan Kotamobagu, yang kondisinya saat ini sudah sangat memprihatinkan.

Hal ini disampaikan Sekretaris Daerah Kota Kotamobagu, Sofyan Mokoginta, SH., Selasa (2/8/2022) di ruang kerjanya, Kantor Wali kota Kotamobagu, Jalan Ahmad Yani Kotamobagu.

Menurut Sofyan, pembangunan Pasar Serasi dan Pasar Ikan masuk dalam perencanaan tahun 2023. Rencana ini sudah beberapa kali dibahas secara internal oleh Pemkot Kotamobagu, terutama melihat kondisi Pasar Serasi dan Pasar Ikan yang sudah sangat tidak layak digunakan.

“Ini bagian dari komitmen Ibu Walikota dalam penataan kembali pasar-pasar yang ada di Kotamobagu, tentu dengan tetap memperhatikan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Pasar Serasi dan Pasar Ikan saat ini kondisinya sudah sangat memprihatinkan dan tidak layak lagi ditempati. Ini menjadi perhatian kita bersama, terutama pemerintah daerah yang berkewajiban menyediakan sarana prasarana publik yang layak dan representatif untuk dimanfaatkan masyarakat, apalagi pasar dengan aktivitas orang, barang dan jasa yang sangat tinggi. Kami sudah beberapa kali membahas ini dalam rapat internal terkait persiapan, perencanaan dan tentu saja dari sisi pendanaannya,” ujar Sofyan.

Untuk pendanaannya lanjut Sofyan, pemerintah daerah saat ini sedang menyiapkan perencanaannya yang akan diajukan ke pemerintah pusat melalui APBN.

“Kami tengah menyiapkan berbagai dokumen yang dibutuhkan untuk diajukan ke Kementerian Perdagangan melalui instrument APBN,” lanjutnya.

Sofyan berharap rencana Pemerintah Kota Kotamobagu ini mendapatkan dukungan dari seluruh masyarakat Kotamobagu, terlebih fasilitas publik yang akan dibangun adalah pasar Serasi yang letaknya berada di pusat kota dan menjadi wajah Kota Kotamobagu.

“Insyaallah rencana ini akan berjalan sebagaimana yang kita harapkan bersama. Dan tentu saja pemerintah daerah sangat membutuhkan dukungan seluruh masyarakat Kotamobagu,” ungkapnya. (*/guf)

Bupati Sachrul Diundang Khusus di Event ISJAI Sekaligus Promosikan Pariwisata Boltim

ZONA BOLTIM – Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sam Sachrul Mamonto S.Sos M.Si, menghadiri acara
pembukaan pelaksanaan event Internasional Symposium of Jurnal Antropologi Indonesia (ISJAI) yang diselenggarakan oleh FISIP Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado.

Kegiatan yang digelar di yang dibuka Auditorium Unsrat Manado, dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Sulut, Drs Steven Kandow, Selasa (2/8/2022).

Kehadiran Bupati disambut di depan auditorium dengan tarian budaya, Kabasaran beserta panitia ISJAI menuju ruangan acara pembukaan.

Usai pembukaan, Bupati meninggalkan acara bersama-sama dengan Wakil Gubernur diantar oleh panitia dan akademisi Unsrat, pula dengan iringan tarian budaya Kabasaran.

Pelaksanaan ISJAI adalah untuk meningkatkan kemampuan menulis jurnal ilmiah yang berkaitan dengan beberapa aspek termasuk budaya agar bisa menggagas alternatif solusi melalui pendekatan antropologi.

Peserta yang hadir dalam pelaksanaan ISJAI berasal dari dalam dan luar negeri, termasuk 16 perguruan tinggi dari luar negeri, lembaga riset, akademisi dan praktisi.

Bolaang Mongondow Timur diundang khusus oleh panitia untuk mengambil bagian dan berpartisipasi dalam pameran untuk mempromosikan keindahan pariwisata termasuk pengembangan wisata budaya melalui iven Internasional Symposium Jurnal Antropologi Indonesia.

Bupati Bolaang Mongondow Timur, melalui kepala Dinas Pariwisata, Eko Rujadi Marsidi, SKM, MM mengatakan, Boltim diundang langsung dalam pelaksanaan ISJAI dan keikutsertaan dalam pameran adalah sebagai upaya dari pemerintah untuk mempromosikan potensi pariwisata Boltim secara luas.

“Ini adalah kesempatan kita untuk mengenalkan potensi pariwisata Boltim kepada pemerhati, penggiat pariwisata dan peneliti dari luar negeri,” ujar Eko. (*/guf)

DPRD Kotamobagu Gelar RDP Bersama Pemkot dan Pedagang

ZONA POLITIK — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kotamobagu menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait penertiban Pasar 23 Maret yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu, Selasa (2/8/20220.

RDP berlangsung di ruang sidang gedung DPRD ini, dipimpin Wakil Ketua DPRD Syarifuddin Mokodongan ini, dan dihadiri instansi terkait Pemkot Kotamobagu bersama para pedagang Pasar 23 Maret Kotamobagu.

Adapun anggota DPRD yang turut dalam agenda RDP, masing-masing Eka Mashoeri, Anugrah Begie Gobel, Win Ponuntul, Yunita Lontoh, Steward Adhityo Pantas, Ahmad Sabir, Fachrian Mokodompit.

Menurut Syarifuddin, RDP yang digelar bertujuan untuk menemukan solusi tentang langkah Pemkot dalam penertiban pedagang Pasar 23 Maret yang berjualan di badan jalan Bogani dan jalan Ibolian pada Senin 1 Agustus 2022 kemarin.

“Para pedagang paham kalau berjualan di bahu jalan itu salah dan melanggar aturan, karena sudah merampas hak orang lain yakni pejalan kaki. Akan tetapi ada satu poin yang didapat, yakni proses pengaturan di dalam pasar itu sendiri,” kata Syarif.

Untuk itu, Syarif pun menyarankan kepada pihak eksekutif agar kembali melakukan pendataan pedagang yang berada di pasar 23 Maret.

“Data kembali pedagang, sebab ada beberapa yang hanya memiliki lapak di dalam area Pasar 23 Maret tapi bukan pedagang. Inilah kendala yang menyebabkan pedagang pasar memilih berjualan di badan jalan,” ungkapnya.

Senada dengan Syarifuddin, Eka Mashoeri juga menyarankan agar Pemkot Kotamobagu perlu melakukan pembenahan di dalam pasar, agar ketika penertiban dilakukan, lapak di dalam pasar sudah disiapkan bagi mereka yang akan dipindahkan.

“Benahi yang didalam dan pedagang yang berada di luar harus diinventarisir. Selain itu dinas terkait juga bisa mengantisipasi jangan sampai lapak tidak cukup. Teknisnya harus dipikirkan lebih mantang,” tegas Politisi Golkar ini.

Sementara, Anugrah Begie Gobel juga menambahkan, bahwa hal ini perlu dibicarakan bersama agar nantinya di dalam penertiban bisa berjalan dengan baik, tanpa ada pihak yang merasa dirugikan.

“Sebagai kota jasa, pemerintah dan DPRD harus siap sedia menerima aspirasi seperti ini, sebab dari sektor perdagangan, ruko, dan jasa lainnya telah menyumbang pendapatan daerah,” imbuhnya. (Advertorial)

Cat Anti Flea Collar Official Seresto Collar Site

The pesticide Imidacloprid is definitely an active component in Seresto. This article will tell you if you’ve been wondering what’s in Seresto. You’ll discover whether or not this system remains safe and secure for your pet and why it’s regulated by the Environmental Protection Organization. It is additionally employed to management the spread of bacterial bacterial infections. It really is a commonly used pesticide and was made by Bayer and Elanco Pet Wellness.

Imidacloprid

Bayer AG, a giant German agribusiness and prescription drug company, just recently halted product sales of the dubious pesticide, Imidacloprid, in Seresto. Although most research with this item focused on individual substances, one Bayer study found that imidacloprid and flumethrin use a “synergistic impact” in the control of certain pest insects.

The active component in Seresto is imidacloprid, a pesticide that eliminates adult ticks and larvae inside your pet’s environment. The substance functions via simple get in touch with, so that your pet doesn’t even have to chew to be killed by it. This implies your pet will be protected for approximately 8-10 weeks, that is lots of time to get rid of ticks.

Seresto(r) eliminates ticks in puppies and pet cats. Even though it doesn’t eliminate existing ticks, it kills people who continue to be and repels any future ones. It also eliminates seresto for cats nibbling lice and goodies sarcoptic mange in dogs. It is not an appropriate treatment for pups or kittens. In humans, Seresto may cause irritation and should only be used under the guidance of a veterinarian.

Imidacloprid is widely used in flea control products, but the EPA’s new findings on the effects of insecticides on endangered species are a cause for concern. Whilst flumethrin and imidacloprid alone pose no damage to people, their combination is a lot more harmful than either substance alone. And the EPA also has found that Seresto positions an irrational chance to individual wellness. Seresto collars carry on to work for 8-10 weeks, causing them to be efficient for managing and removing ticks for approximately 8-10 several weeks.

Even though the EPA’s memo information that the number of occurrences connected with the aid of flumethrin in Seresto has been continuously raising within the last several years, there are still some unresolved cases that haven’t been effectively investigated. If you have an animal treated with Seresto, the EPA suggests disposing of the collar in a household hazardous waste facility.

Imidacloprid is a topical insecticide for the treatment of flea infestations. It can cause short-term irritability at the site of application. The drug is not toxic to fish, but can cause drooling and profuse drooling in cats. It is additionally safe for use up to five times its recommended dose in cats. If you are using Seresto for the treatment of fleas, the vet will suggest a suitable dosage according to your animal’s overall health.

Imidacloprid is a kind of pesticide

Imidacloprid is a widely used insecticide and is a neurotoxin, endocrine disruptor, immunosuppressant, and carcinogen. It has been connected to cancer and it is extremely persistent within the atmosphere. It is also a potent pesticide and it has a higher persistence in water. Despite the fact that this has been prohibited for outdoor usage within the Western Union, the EPA has accepted it for use in dog collars. Its risk to animals and humans has not been sufficiently researched.

Bayer AG, a huge German prescription drug and agribusiness company, developed the Seresto pesticide. The vast majority of studies to date have dedicated to individual pesticide sprays, and features recently been learned that imidacloprid and flumethrin work together to give a “synergistic impact.” This implies that Seresto is effective against a wide selection of insects and parasites.

Mosquito Collar For Dogs

The toxicity of imidacloprid may differ dependant upon the varieties. Unlike other insecticides, imidacloprid is highly toxic to quail, canaries, pigeons, and house sparrows. However, other beneficial insects are also affected by IMI. They experience reduced fecundity and eggshell thinning.

Because Seresto collars contain two different insecticides, researchers say that the combination of flumethrin and imidacloprid could be harmful to animals. Research indicates that imidacloprid and flumethrin might have negative effects on bees and butterflies. The Midwest Center has recommended that consumers use Seresto only if the combination of both chemicals is safe for dogs.

Imidacloprid is an insecticide approved for use in many countries. It is the most popular neonicotinoid and it is applied to greater than 140 varieties of plants. As opposed to other insecticides, imidacloprid has little toxicity to humans. It is actually especially efficient in opposition to herb-feeders like aphids and it is utilized to combat fleas and ticks on creatures.

Imidacloprid is really a endemic insecticide and affects the neurological system of insects. Which means that it can spread all through the plant and stay assimilated by pests that eat the plants and flowers treated with it. In the long run, imidacloprid will cause the pests to die. This means that imidacloprid is extremely great at killing fleas and ticks.

Imidacloprid is in Seresto

flumethrin and Imidacloprid are two pesticide sprays widely used in the usa. The 2 compounds happen to be linked to massive endangerment of bugs like butterflies and bees. Both these ingredients will be in Seresto and therefore are outlined as offering 8 several weeks of safety for cats and dogs. Are safe for pets.

In addition to these side effects, Seresto is also linked to more animal deaths and harm incidents than any other pesticide used on pets, although these products can cause severe side effects in people. The EPA is presently analyzing pesticides for acceptance, with no timeline has been offered. For the time being, customers need to browse the brand to avoid making use of pesticides. In the meantime, Seresto continues to be producing earnings for Bayer more than $300 million a year.

Seresto is actually a prescription medication registered to be used in pets only. Before they lay eggs, it kills fleas on your pet within 24 hours of application and kills flea larvae. Seresto also reduces the number of flea chicken eggs inside your pet’s environment. The medication is safe for use in cats and dogs, but you must follow the directions of your veterinarian. Seresto must not be utilized in pets with identified hypersensitivity towards the ingredient, pregnant or nurses creatures, or kittens and puppies less than 10 weeks aged.

Seresto contains two insecticides: imidacloprid and flumethrin. These two ingredients are synergistic and function effectively to kill grownup ticks along with their larvae. The productive substances in Seresto destroy both the ticks as well as the larvae in your pet’s environment. Simply comes into contact with the skin.

Imidacloprid is among the most widely used pesticides in the United States, although the active ingredient is imidacloprid, which is not absorbed by fleas. The insecticide is probably the group of pesticide sprays referred to as neonicotinoid, and contains been connected to the decline of pollinator populations. Imidacloprid can be used in Seresto brand name flea collars. Thiamethoxam and clothianidin are mainly found in insecticides and are sprayed on fruits and vegetables.

Imidacloprid is really a topical ointment treatment utilized to treat ticks in cats. It is also employed for managing unwanted organisms in dogs and ferrets. However, it is considered an ‘off-label’ medicine and therefore used cautiously. This means the active ingredient of Seresto continues to be in the collar without getting laundered off by drinking water. Some animals may be sensitive to this drug.

Seresto Collars are odorless, user friendly, and shown to kill fleas and push away ticks for approximately 8 months. There is absolutely no need to be concerned about your pet ingesting dangerous chemical substances from a squirt container. This collar is effective for outdoor and indoor use. To utilize the collar, you have to very first apply it for your dog’s neck area. Afterward, you are able to get rid of it.

A Seresto collar is made from a polymer matrix that produces controlled levels of imidacloprid and flumethrin to the dog’s epidermis during a period of 8 several weeks. The collar is odourless and remains efficient for this period. The productive substances within the collar are held in the collar therefore they do not wash with drinking water. The pros and cons of using this collar are listed below.

The EPA claims that Seresto collars have been approved for use in the United States since 1999, but they have not studied their track record. There were records of men and women becoming hurt as well as wiped out through the insecticides used in the collars. Although the EPA is reviewing the Seresto collars, it might take yrs just before it locates the cause of these harmful effects.

While the manufacturer, Elanco, has mentioned that Seresto collars are safe, dog owners have elevated concerns concerning the chemical and the use of it. Some Seresto collar proprietors have posted issues on the internet, starting from sickness to skin rashes, convulsions to even dying. Those who have experienced side effects to Seresto collars have known as around the EPA to briefly remember the products.

Imidacloprid for Seresta Collars has a pesticide referred to as pyrethroid. This insecticide is really a neonicotinoid, which is dangerous to water organisms. It is prohibited for outdoor usage in the European Union. In addition, it is additionally known to result in neurological symptoms and faintness. Although this pesticide is commonly used, it should not be utilized on the skin of your dog unless you are confident that you are going to struggle to avoid exposure to it.

In research conducted recently, imidacloprid for Seresto Collards proven effective towards Ehrlichia canis. The collar was put on eight puppies in one research center. An additional team obtained no collars. The puppies have been tested at 14-day time periods. A placebo collar was used as a management team. In each of these trial offers, the potency of the Seresto collar was evaluated against a placebo collar.

The presence of imidacloprid and flumethrin inside the Seresto Collar was looked into. Using each insecticides during these collars continues to be connected with some good unwanted effects. The two kinds of insecticides could be used to kill ticks. The 2 chemical substances work well towards ticks and fleas. They also wish that imidacloprid will substitute the harmful ingredient pyrethrin.

seresto

Research indicates that this Imidacloprid/flumethrin collar is effective towards different ectoparasites in dogs. Such as Ctenocephalidescanis and felis, Ixodes ventallii, and Rhipicephalus pusillus. The collar also protects in opposition to fleas and ticks in cats. In addition, it will kill ticks and it is efficient towards mites.

Research of imidacloprid and flumethrin in vitro shown synergistic effects in repelling fleas and ticks. An in vitro window vial effectiveness research of collars utilizing imidacloprid and flumethrin also confirmed the collars’ effectiveness. If imidacloprid is causing toxic effects in dogs, a single application of the Seresto Collar can last up to eight months, depending on the size of the collar and the type of active ingredient used.

A veterinary exam may be necessary to determine. The veterinary clinic will ask about any signs and symptoms your puppy is exhibiting, in addition to whether he or she has utilized topical flea remedies before. The vet will conduct a complete actual exam, total blood vessels matter, pee check, and biochemistry board to figure out regardless of whether imidacloprid toxicity will be the result in. Skin area irritability and too much salivation will also be warning signs of imidacloprid toxicity, which ought to be promptly dealt with by way of a vet.

Imidacloprid is surely an insecticide that functions by disturbing neurotransmission. It functions by opening salt channels and resulting in suffered depolarization of the neuron. It has minimal effect on mammalian nAChRs, but has been registered for use in dogs. Imidacloprid is accessible being a solitary element or as a combination with permethrin, a class B insecticide.

Flumethrin

There are several factors why you ought to think about using a flea and tick collar on the pet. Fleas and ticks may cause significant health conditions, along with their bites can lead to painful epidermis illness. These parasites can transmit a number of infectious diseases, such as Lyme disease, check high temperature, bartonellosis, and tapeworms. Seresto Collars include 4.5Percent 10 and flumethrin% imidacloprid, and therefore are distributed around your dog’s epidermis during the period of 8-10 weeks. This is a effective and convenient method to guard your pet from exterior unwanted organisms.

Consumers need to contact the FDA and EPA about the Seresto collar. Make sure it is not too tight or loose if you have a dog that has never had a collar before. The manufacturer recommends maintaining the outside product packaging of the collar until it is actually used. As this item includes little parts, it should be kept in the wrapping until the time it is utilized. Then, it may be discarded responsibly.

The components in Seresto Collars contain imidacloprid, which can be harmful to puppies. The pesticide can lead to breathing dizziness and distress, as well as throwing up and tremor. It’s not crystal clear which of those dangerous ingredients is a lot more harmful fordogs and cats, and human beings. However, a recent study suggests that Seresto collars are safe for dogs and cats, and that the ingredient imidacloprid may be the culprit behind neurological death and symptoms in dogs.

seresto

Seresto Collars are considered effective against both ticks and fleas. They include 4.5Percent 10 and imidaclopridPer cent flumethrin, which can be efficient in opposition to all four kinds of ectoparasites. Unlike other items, Seresto Collars are nontoxic and does apply in your cat without stressing about its outcomes on your cat’s overall health.

Despite the fact that Elanco has professed that Seresto Collars are secure for dogs, consumer reviews recommend or else. In fact, research recently learned that over a 1000 puppies have been injured and hundreds of pet owners experienced significant health problems. While many Seresto owners have complained about negative effects, most failed to report these serious results. If you have questions about the safety of flumethrin in Seresto Collards, please read the ingredient label, in some cases, pet owners have posted complaints on the internet.

. This is a neonicotinoid insecticide, which is linked to enormous endangerment of butterflies and bees. Just recently, the EPA suggested to re-agree the item. imidacloprid and Flumethrin with each other have already been linked to a variety of unfavorable overall health outcomes.

They tested the effectiveness of a combination of flumethrin and imidacloprid in Seresto Collars on dogs. In addition to dealing with the pets with all the active component, the collars also successfully destroyed pre-current stages of parasitic organisms on dogs. The collars were effective towards the parasite and the ectoparasite invasion within 14 days.

flumethrin and Imidacloprid in Seresto Collards had been evaluated in vitro and then in glass vial efficiency research. The energetic components have been released from collars on dogs and cats for approximately 8-10 weeks. The producing long-term effectiveness of Seresto Collars was demonstrated by hair examples accumulated from pets putting on the collar. The collars lasted provided that 8 weeks, which makes them an effective solution for flea and check management.

The research learned that imidacloprid and flumethrin showed up on the collars inside of two times and decreased to approximately half a dozen percent during the day 84. The study’s authors concluded that both energetic substances had been properly tolerated and were not related to any side effects around the kittens and cats. In comparison, flumethrin levels continued to be relatively constant during the study, growing by day 14 and after that plateauing at about 2Percent for the remainder of times period of time.

A newly released document through the Midwest Center for Investigative Confirming discloses the alleged wellness outcomes of the Seresto flea and tick collar. The EPA controls most flea and check items, which includes Seresto. More than seven thousand pet owners and a dozen human fatalities have been reported since 2012.

In order to determine the efficacy of the collars, researchers conducted a study on the content of imidacloprid and flumethrin in a series of randomly chosen Seresto collars, according to the center. The active substances within the collars had been measured utilizing HPLC and acetonitrile precipitation. All authors contributed to the research and added significant editorial try to the last manuscript.

TNI-POLRI Dukung Penuh Relokasi Pedagang Serasi dan Ikan ke Pasar Genggulang

ZONA KOTAMOBAGU — Jajaran TNI dan Polri mendukung penuh proses pelaksanaan relokasi pedagang Pasar Serasi dan pasar Ikan ke Pasar Rakyat Genggulang yang tahapannya direncanakan akan dimulai pada 3 Agustus mendatang.

Menurut Kepala Bagian OPS Polres Kotamobagu, Kompol Johan Damopolii, pada prinsipnya Polres Kotamobagu mendukung upaya relokasi pasar yang akan dilaksanakan Pemerintah Kota Kotamobagu.

“Sebagaimana arahan dan petunjuk Pak Kapolres, kami mendukung penuh pelaksanaan relokasi ini, terutama dari pengamanan selama proses relokasi, maupun pada tahapan penyekatan yang akan dilakukan. Polres Kotamobagu akan menurunkan sekitar 200 personil,” ujar Johan, Senin (1/8/2022).

Disadari memang ada beberapa hal yang menjadi tantangan dalam tahap relokasi ini. Tapi ini sudah menjadi tangung jawab Bersama. Kekompakan tim pada saat turun nanti menjadi penting agar kendala dan tantangan yang dihadapi sebentar bisa segera ditangani.

“Potensi terhadap hal-hal yang tidak diinginkan Bersama tetap ada. Makanya strateginya dengan pendekatan persuasif agar para pedagang ini mau pindah ke lokasi yang sudah disiapkan, karena para pedagang juga adalah warga kita Bersama. Kita akan secara rutin melaksanakan koordinasi dan evaluasi,” ucap Johan.

Sementara Kasdim 1303 Bolaang Mongondow, Mayor Arh. Achmad Janis, menyampaikan dukungan yang sama.

“Pada intinya pihak TNI siap mendukung penuh terkait tugas yang diberikan, baik itu kesiapan personil dalam pengamanan, pada posko maupun pada saat pelaksanaan penyekatan. Apalagi ini program pemerintah yang harus didukung dan menjadi tanggung jawab Bersama,” ucap Janis. (*/guf)

Pemkot Kotamobagu Finalisasi Relokasi Pedagang Pasar

Sofyan Mokoginta.

ZONA KOTAMOBAGU —Pemerintah Kota Kotamobagu menggelar rapat finalisasi teknis terkait relokasi pedagang pasar serasi dan pasar Ikan ke Pasar Rakyat Genggulang, Senin (1/8/2022), di Aula Rumah Dinas Wali Kota, Jalan Ahmad Yani Kotamobagu.

Sekretaris Daerah Kota Kotamobagu, Sofyan Mokoginta, yang memimpin langsung rapat mengatakan rapat diagendakan untuk membahas berbagai persiapan terkait pelaksanaan relokasi.

“Iya, hari ini kita menggelar rapat finalisasi untuk teknis relokasi para pedagang. Kami membahas berbagai hal yang harus dipersiapkan jelang pelaksanaan relokasi yang rencananya akan dimulai pada Rabu, 3 Agustus mendatang. Ini penting dilakukan agar pada saat pelaksanaan nanti semuanya bisa terkoordinasi dengan baik,” ucap Sofyan.

Pemerintah Kota Kotamobagu sendiri berharap pelaksanaan relokasi ini berjalan dengan baik dan sesuai dengan yang direncanakan. Hal ini tentu membutuhkan dukungan dan kerjasama seluruh stakeholder yang terlibat langsung.

“Dalam relokasi ini Pemkot telah membentuk tim yang melibatkan seluruh perangkat daerah untuk menangani langsung tahapan relokasi. Selain itu jajaran TNI dan Polri juga masuk sebagai tim kerja. Seluruh tim akan bekerja dengan pendekatan persuasif. Kami berharap kerja-kerja dari tim relokasi pasar ini mendapatkan dukungan serta kerjasama dari para pedagang yang akan direlokasi,” ujarnya.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kota Kotamobagu, Ariono Potabuga, Menambahkan relokasi pedagang dari Pasar Serasi dan Pasar Ikan ke Pasar Rakyat Genggulang merupakan agenda pemerintah daerah yang sudah direncakan sejak lama.

“Sudah cukup tersosialisasi kepada para pedagang baik secara langsung maupun lewat berbagai media, dan saat ini kembali diagendakan pelaksanaannya dan sudah disosialisasikan lagi kepada para pedagang,” ucap Ariono.

Tahapan relokasi akang diawali dengan penertiban pedagang yang berjualan di badan jalan di area pasar 23 Maret, yang pelaksanaannya pada 3 Agustus 2022 dimulai pukul 02.30 Wita. Pada hari yang sama juga akan dilakukan pembatasan akses mobilitas barang dan orang ke area Pasar Serasi dan Pasar Ikan.

“Selanjutnya pada tanggal 4 Agustus 2022 kami mengajak dan menghimbau kepada seluruh pedagang yang berada di Pasar Ikan dan Pasar Serasi untuk bersedia pindah ke Pasar Genggulang karena kedua pasar tersebut akan dihentikan operasionalnya untuk sementara dan selanjutnya akan dibangun kembali sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku,” ujar Ariono.

Rapat dihadiri seluruh tim kerja relokasi pasar Pemkot Kotamobagu, Kasdim 1303 Bolaang Mongondow Mayor Arh. Achmad Janis, Kabag OPS Polres Kota Kotamobagu, Kompol. Johan Damopolii, Kapolsek Kotamobagu AKP Luther Ta’dung, Kasat Intelkam Polres Kota Kotamobagu, AKP Jocke Meteng. (*/guf)

Sangat Representatif, Disdagkop UKM Ajak Pedagang Tempati Pasar Genggulang

Pasar rakyat di Genggulang.

ZONA KOTAMOBAGU —Pemerintah Kota Kotamobagu melalui Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kembali mengajak dan menghimbau para pedagang di Pasar Serasi, Pasar Ikan dan eks Bioskop Palapa Kotamobagu untuk pindah berjualan di Pasar Rakyat Genggulang, Kotamobagu Utara, yang telah disiapkan oleh pemerintah daerah.

“Untuk seluruh pedagang Pasar Serasi, Pasar Ikan dan pedagang sekitaran eks bioskop Palapa Kotamobagu, mari jo torang pindah ke Pasar Rakyat Genggulang yang sudah sangat representatif dan siap ditempati,” ucap Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kota Kotamobagu, Ariono Potabuga, S.Pd., ME., Senin (1/8/2022).

Menurut Ariono, Pasar Serasi, Pasar Ikan dan eks bioskop Palapa sudah sangat tidak layak lagi dimanfaatkan untuk aktivitas jual beli dan Pemkot Kotamobagu akan menutup sementara operasional dari pasar ini.

“Pasar Serasi, Pasar Ikan dan eks Bioskop Palapa Kotamobagu sudah sangat tidak layak lagi untuk ditempati, selain tidak didukung dengan perizinan untuk Pasar Serasi dan eks bioskop Palapa, area ini juga tidak terdapat fasilitas IPAL dan sanitasi sehingga menyebabkan pencemaran lingkungan, drainase tidak memadai, tidak tersedia tempat parkir, tidak ada tempat penampungan sampah, dan kondisi bangunannya sudah sangat membahayakan karena sudah tua dan beberapa kali mengalami kebakaran yang menyebabkan konstruksi bangunan rawan roboh,” ucapnya.

Untuk itu pihaknya berharap para pedagang Pasar Serasi, Pasar Ikan dan pedagang di sekitaran eks bioskop Palapa agar segera pindah ke Pasar Genggulang yang lebih layak dan representatif untuk ditempati.

“Mari pindah ke Pasar Rakyat Genggulang dengan berbagai fasilitas yang lebih lengkap, lebih layak dan memadai.” ajak Ariono. (*/guf)

Kondisi Kios Pasar 23 Maret Kotamobagu Sangat Layak Ditempati

ZONA KOTAMOBAGU —Kondisi Kios yang ada Pasar 23 Maret Kotamobagu sangat layak untuk ditempati dan digunakan sebagai lokasi berjualan oleh para pedagang.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kotamobagu, Ariono Potabuga, menanggapi adanya keluhan sejumlah pedagang pasar 23 Maret Kotamobagu yang menyatakan bahwa kondisi pasar tersebut tidak layak untuk ditempati.

“Kondisi pasar termasuk kios yang ada di pasar 23 Maret sangat layak untuk ditempati, jadi tidak ada masalah terkait dengan rencana pemindahan kembali pedagang yang berjualan di area badan jalan, untuk kembali menempati area pasar 23 Maret,” ujarnya.

Dikatakannya lagi bahwa, para pedagang yang akan dipindahkan kembali ke dalam areal Pasar 23 Maret, sebelumnya merupakan pedagang yang telah menempati pasar 23 Maret.

“Pedagang yang berjualan di Jalan itu adalah pedagang di dalam pasar 23 Maret Kotamobagu, dan mereka semuanya berjualan di dalam pasar tanpa ada masalah, oleh karena masa pandemi Covid 19 tahun 2020 Kemarin, dalam rangka pembatasan aktifitas dan pengaturan jaga jarak, mereka diarahkan untuk mengatur jarak sampai kemudian ada yg berjualan di area badan Jalan. Sekarang Pemerintah melakukan pengaturan kembali dengan meminta mereka kembali masuk ke dalam area pasar tempat mereka sebelumnya, dan kami menilai keadaan pasar masih sama dengan yang mereka tempati sebelum mereka keluar berjualan di area badan jalan,” terangnya.

Dikatakannya lagi bahwa, terkait keluhan sejumlah pedagang bahwa pihak Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM yang tidak melakukan sosialisasi tentang rencana relokasi pedagang yang sehari – hari berjualan di area Jalan Bumbungon, Bolian dan Bogani, adalah tidak benar.

“Itu tidak benar, kami sudah berulang kali melakukan sosialisasi terkait rencana pengaturan lokasi para pedagang di Pasar 23 Maret Kotamobagu, bahkan sejak awal tahun kami sudah turun melakukan sosialisasi, baik melalui surat maupun turun langsung untuk menyampaikan rencana tersebut. Untuk surat resmi bahkan sudah dua kali kami sampaikan kepada para pedagang di area tersebut,” ujarnya. (*/guf)

DPRD Gelar Paripurna Tingkat II Pertanggungjawaban APBD Kotamobagu Tahun 2021

ZONA POLITIK — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kotamobagu menggelar rapat Paripurna dalam rangka pembicaraan tingkat II, pengambilan persetujuan atas Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda), tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD tahun anggaran 2021.

Rapat paripurna yang digelar di ruang sidang paripurna gedung DPRD Kotamobagu ini, dipimpin langsung Ketua DPRD Meiddy Makalalag ST, Senin (1/8/2022).

Berkembang dalam paripurna, ada enam poin yang disarankan Banggar DPRD terkait pertanggungjawaban pelaksanaan APBD tahun 2021 untuk tindaklanjuti Pemkot Kotamobagu.

Enam poin tersebut disampaikan Alfitri Tungkagi selaku salah satu anggota Banggar DPRD Kotamobagu.

Adapun enam poin tersebut yakni:

1. Laporan APBD kiranya dapat dilengkapi sesuai dengan catatan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan.
2. Dalam pergeseran anggaran pada masing-masing OPD, agar kiranya pemerintah daerah dapat berkoordinasi dengan pihak DPRD dalam penyajian informasi.
3. Diminta kepada pemerintah agar kiranya dapat mengkaji lagi terkait penetapan retribusi pajak hiburan, ruko, kios di Pasar Serasi dan Pasar 23 Maret.
4. Diminta kepada pemerintah daerah agar meningkatkan pendapatan asli daerah di tahun mendatang.
5. Diminta kepada pemerintah daerah agar Dinas Perhubungan mencari format dalam meningkatkan fasilitas parkir yang ada di tempat-tempat umum di Kotamobagu
6. Dalam penulisan angka-angka di laporan pertanggungjawaban mengharapkan kepada tim pemerintah, agar tidak keliru dan harus diperbaiki untuk tahun-tahun yang akan datang.

Dalam paripurna ini, 3 fraksi masing-masing Fraksi Hanura, Golkar dan Demokrat memilih tidak membacakan pandangan fraksi.

Meski demikian, total 6 fraksi yang ada di DPRD Kotamobagu, semuanya menerima dan menyetujui laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD tahun anggaran 2021.

Untuk pihak eksekutif sendiri, paripurna di hadiri Wakil Wali Kota Nayodo Koerniawan SH, para Asisten serta Pimpinan OPD lingkup Pemkot Kotamobagu.

Sementara pihak legislatif, dihadiri Wakil DPRD Syarifuddin Juaidi Mokodongan serta sejumlah anggota DPRD Kotamobagu. (Advertorial)

Bupati Sachrul Hadiri Dzikir Akbar Peringatan Tahun Baru Islam 1444 H di Bulawan

ZONA BOLTIM – Bupati Sam Sachrul Mamonto, menghadiri Dzikir Akbar yang diselenggarakan oleh Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kecamatan Kotabunan dalam rangka memperingati tahun baru Islam, 1 Muharram 1444 Hijriyah di halaman Mesjid An’Nur, Desa Bulawan, Minggu (31/7/2022).

Kegiatan Dzikir Akbar dipimpin oleh Majelis Dzikir Ustaj Hi Jefri Koe bersama Tim, Ketua MUI Boltim Ustaj K. Ismail dan pimpinan Pondok Pesantren Tebu Ireng, KH. Abdurrahman Modeong.

Acara dzikir akbar diawali tauzia oleh KH. Abdurrahman Modeong, dilanjutkan dengan lantunan ayat suci Al-quran serta dzikir dan doa.

Dzikir Akbar juga dihadiri oleh Pimpinan NU, Pimpinan Muhammadiyah, Pimpinan Dewan Mesjid Indonesia, GP Ansor, Fatayat NU Bolaang Mongondow Timur dan masyarakat dan Majelis Dzikir.

Camat Kotabunan, Idrus Paputungan, S.Pd, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas pelaksanaan dzikir akbar dan pihak-pihak yang ikut serta. Camat mengatakan bahwa Bupati tidak memberikan sambutan, karena Bupati hadir ditengah-tengah masyarakat hanya untuk mengikuti dzikir akbar bersama-sama dengan jamaah yang ikut serta.

Usai kegiatan pelaksanaan dzikir akbar, Bupati memberikan bantuan uang tunai secara pribadi kepada BKMT Kecamatan Kotabunan. Bupati juga mengagendakan bahwa berikut bisa melaksanakan dzikir akbar seperti ini yang dilaksanakan di dalam Mesjid. (*/guf)