Beranda blog Halaman 29

Milenial Farm: Harapan Baru Pertanian Kotamobagu, Kakao Lokal Dilirik Investor Jepang

Milenial Farm: Harapan Baru Pertanian Kotamobagu, Kakao Lokal Dilirik Investor Jepang
Milenial Farm: Harapan Baru Pertanian Kotamobagu, Kakao Lokal Dilirik Investor Jepang

Kotamobagu, ZONABMR.COM – Di tengah terbatasnya lahan dan gempuran modernisasi kota, anak-anak muda di Kotamobagu justru memilih jalan berbeda: kembali ke tanah.

Melalui komunitas Milenial Farm, mereka membawa semangat baru bertani dengan pendekatan yang lebih modern, terbuka, dan berjejaring.

Salah satunya adalah Akbar Damopolii, praktisi pertanian yang menjadi penggerak utama komunitas ini. Ia menekankan, kunci keberhasilan pertanian bukan hanya soal lahan atau alat, tapi sumber daya manusia (SDM).

“Dari SDM kita bisa mengelompokkan sesuai keahlian masing-masing. Harapannya, meski hanya kota kecil, Kotamobagu bisa tumbuh jadi pusat studi pertanian,” ujarnya optimis.

Anak Muda Turun ke Sawah, Naik ke Media Sosial

Fenomena menarik terlihat di Kotamobagu: semakin banyak anak muda yang turun ke lahan.

Data menunjukkan sekitar 15–20 persen generasi muda kini memilih bertani. Bedanya, mereka tak sekadar menanam dan memanen—aktivitas itu juga mereka bagikan lewat Instagram, TikTok, hingga YouTube.

Hasilnya? Bertani tak lagi dipandang kuno, tapi justru keren. Mereka cepat mengadopsi teknologi, berani mencoba pola tanam modern, sekaligus pandai memadukan metode lama dengan pendekatan baru.

“Petani muda Kotamobagu selangkah lebih maju dalam cara berpikir. Mereka lebih smart dalam mengelola lahan,” kata Akbar.

Kakao Kotamobagu Masuk Radar Investor Jepang

Di balik geliat itu, ada kabar menggembirakan. Salah satu komoditas unggulan Kotamobagu—kakao—baru saja mendapat perhatian serius dari investor Jepang. CEO Cocobanasi, perusahaan asal Negeri Sakura, datang langsung meninjau kualitas kakao lokal.

Mereka bahkan membandingkan dengan produk dari Ghana, India, dan Tanzania.

Hasilnya, kakao fermentasi Kotamobagu dinilai layak untuk pasar internasional. Investor pun menyatakan minat menjalin kerja sama ekspor.

“Ini peluang besar. Harga sudah baik, dan kalau kualitas terus dijaga, nilai jual kakao kita bisa jauh lebih tinggi,” ungkap Akbar.

Kualitas Harus Dijaga, Kolaborasi Jadi Kunci

Tantangan terbesar tentu menjaga kualitas. Karena itu, petani terus diberi edukasi—mulai dari pemilihan bibit unggul, pemupukan, perawatan pohon, hingga penggunaan pestisida ramah ekspor. Residu kimia rendah menjadi syarat mutlak agar kakao bisa tembus pasar global.

Akbar berharap, langkah petani ini mendapat dukungan serius dari pemerintah.

“Kalau ada perhatian lebih, Kotamobagu bukan hanya penghasil kakao, tapi bisa punya brand sendiri, jadi pusat inovasi, bahkan tempat studi banding pertanian,” katanya.

Komunitas Terbuka, Masa Depan Pertanian Terang

Milenial Farm sendiri terbuka bagi siapa saja—anak muda, orang tua, hingga masyarakat yang sekadar ingin belajar bertani modern. Dengan aktif di media sosial dan laman resmi, komunitas ini membangun ruang diskusi yang cair dan mudah diakses.

Harapannya sederhana tapi besar: dengan dukungan bersama, Kotamobagu bisa menjawab tantangan ketahanan pangan, menciptakan inovasi pertanian, dan menjadi contoh bagi daerah lain.

Merah Putih Naik Bersama Weny, Turun Bersama Rendy: Harmoni Kemerdekaan di Kotamobagu

Merah Putih Naik Bersama Weny, Turun Bersama Rendy: Harmoni Kemerdekaan di Kotamobagu
Merah Putih Naik Bersama Weny, Turun Bersama Rendy: Harmoni Kemerdekaan di Kotamobagu

Kotamobagu, ZONABMR.COM – Matahari baru saja menyembul di ufuk timur ketika Alun-alun Boki Hontinimbang dipenuhi ribuan warga Kotamobagu.

Minggu, 17 Agustus 2025, bukan hari biasa—hari itu seluruh pandangan tertuju pada satu warna: merah dan putih.

Dengan langkah mantap, Wali Kota Kotamobagu, Weny Gaib, berdiri di mimbar utama memimpin upacara peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Suasana hening tercipta ketika beliau memimpin doa Mengheningkan Cipta, mengingatkan hadirin pada jasa para pahlawan yang telah mengorbankan segalanya untuk negeri ini.

Tak lama, detik yang ditunggu pun tiba. Paskibraka Kota Kotamobagu melangkah pasti, bendera pusaka dibentangkan, lalu perlahan naik ke langit biru.

Tepuk tangan dan sorak kecil dari barisan warga yang hadir menjadi bukti betapa momen itu selalu menghadirkan haru.

“Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”—tema peringatan kali ini terasa begitu hidup di tengah kebersamaan itu.

Usai upacara, Wali Kota bersama Wakil Wali Kota Rendy Virgiawan Mangkat, Forkopimda, Ketua TP PKK Ny. Rindah Gaib Mokoginta, serta jajaran pemerintah menyerahkan hadiah lomba-lomba kemerdekaan.

Wajah-wajah ceria para pemenang menambah nuansa meriah setelah prosesi khidmat pagi itu.

Bahkan, hadirin masih betah berlama-lama untuk bersama-sama menyaksikan siaran langsung detik-detik proklamasi dari Istana Negara, dipimpin Presiden Prabowo Subianto.

Namun peringatan kemerdekaan di Kotamobagu tidak berhenti di situ. Menjelang sore, mendung menjadi latar ketika Wakil Wali Kota Rendy Mangkat memimpin upacara penurunan bendera merah putih.

Dengan suara lantang penuh wibawa, Rendy menuntun jalannya prosesi hingga Sang Saka Merah Putih perlahan diturunkan dengan penuh kehormatan.

Meski sederhana, upacara sore itu sarat makna: hari panjang perjuangan diwarnai dengan awal yang khidmat dan diakhiri dengan penutup yang tak kalah khidmat.

Ribuan pasang mata yang menyaksikan sejak pagi hingga senja seakan sepakat, delapan dekade kemerdekaan adalah pengingat bahwa Merah Putih akan selalu tegak karena persatuan rakyatnya.

Kapolres Kotamobagu: “Momentum Proklamasi Harus Jadi Pengingat Kita untuk Terus Bersatu”

Kapolres Kotamobagu: “Momentum Proklamasi Harus Jadi Pengingat Kita untuk Terus Bersatu”
Kapolres Kotamobagu: “Momentum Proklamasi Harus Jadi Pengingat Kita untuk Terus Bersatu”

Kotamobagu, ZONABMR.COM – Lapangan Boki Hontinimbang dipenuhi ribuan warga yang khidmat mengikuti upacara peringatan Detik-detik Proklamasi, Ahad, 17 Agustus 2025.

Di tengah barisan pejabat Forkopimda, tampak Kapolres Kotamobagu, AKBP Irwanto, SIK, MH, berdiri tegak menyimak jalannya upacara dengan penuh kesungguhan.

“Momentum Proklamasi bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi pengingat bagi kita semua untuk terus menjaga persatuan, khususnya di Kotamobagu,” ungkap Kapolres usai mengikuti jalannya upacara.

Sejak pagi, Kapolres hadir bersama jajaran pejabat utama dan personel Polres Kotamobagu.

Mereka tidak hanya menjadi bagian dari barisan pasukan, tetapi juga simbol komitmen kepolisian dalam mendukung peringatan hari bersejarah bangsa.

Momen pengibaran Sang Merah Putih menjadi saat yang paling menyentuh.

Dengan seksama, AKBP Irwanto menyaksikan Paskibraka Kota Kotamobagu yang dipimpin Ipda Rudi F. Lombo, salah satu perwira terbaik di jajaran Satlantas Polres Kotamobagu.

Usai upacara, Kapolres juga turut menyaksikan penyerahan santunan dan hadiah lomba oleh Pemerintah Kota Kotamobagu, sebelum bersama-sama masyarakat mengikuti siaran langsung upacara Detik-detik Proklamasi dari Istana Negara Jakarta.

“Harapan saya, semangat kemerdekaan ini bisa menular dalam kehidupan sehari-hari. Kita jaga keamanan, kita jaga kebersamaan, demi Kotamobagu yang lebih baik,” tutup Kapolres.

Ariono “Hantam” Alasan Anas: Kekalahan Dishub Bukan Karena Latihan, Tapi Karena Kalah Kualitas

Ariono “Hantam” Alasan Anas: Kekalahan Dishub Bukan Karena Latihan, Tapi Karena Kalah Kualitas
Sengit, Ariono Potabuga (kiri) Membalas Komentar Anas Tungkagi (kanan)

Kotamobagu, ZONABMR.COM – Persaingan di Lomba Pasukan Baris Berbaris (PBB) antar OPD lingkup Pemkot Kotamobagu dalam rangka memeriahkan HUT RI Ke-80 belum berakhir meski derap langkah sudah usai.

Justru setelah lomba, tensi kian meninggi lewat duel komentar antara dua kepala dinas: Ariono Potabuga dan Anas Tungkagi.

Ariono, Kepala DisdagkopUMKM, tampil percaya diri usai mengantar timnya merebut posisi ketiga—tepat di atas Dishub yang harus rela tersingkir. Saat mendengar lawannya berkilah soal minimnya waktu latihan, Ariono langsung menyambar dengan sindiran keras.

“Saya kira itu hanya alasan saja,” ucapnya lantang.

Menurut Ariono, Dishub yang sehari-hari lekat dengan baris-berbaris seharusnya tak mencari dalih.

“Dibanding kami yang hanya latihan saat menghadapi lomba, alasan Dishub hanyalah cara menghibur diri atas kekalahan dari kami,” tambahnya, seolah menancapkan fakta bahwa kemenangan timnya lahir dari kualitas, bukan sekadar keberuntungan.

Sebelumnya, Kepala Dishub Anas Tungkagi memang berusaha membalik keadaan.

Ia menegaskan bahwa DisdagkopUMKM hanya diuntungkan oleh faktor keberuntungan.

“Mereka hanya beruntung,” ujar Anas.

Ia berdalih timnya sibuk dengan tugas lapangan, hanya sempat latihan setengah jam sebelum tampil.

Meski begitu, Anas tetap meyakini Dishub masih lebih baik ketimbang banyak OPD lain.

“Selain yang juara, sisanya biasa-biasa saja. Masih kami lebih baik. Dan ingat… akan Dishub balas tahun depan,” tutupnya, dengan nada yang terdengar lebih seperti ancaman.

Namun bagi Ariono, pembelaan itu justru mempertegas satu hal: Dishub kalah di medan yang seharusnya jadi keunggulan mereka.

Dan di tengah sorotan publik, pernyataannya terasa seperti pukulan telak yang membuat rivalnya tak punya ruang untuk berdiri tegak.

Di balik semua itu, Sat Pol PP dan Damkar tetap menguasai podium utama dengan meraih juara satu dan dua.

Tapi jelas, cerita paling panas bukan soal siapa di atas panggung, melainkan duel sindiran yang memastikan rivalitas DisdagkopUMKM dan Dishub akan kembali memanas tahun depan.

Arena Gengsi di Lomba PBB Antar OPD Kotamobagu: Sat Pol PP Jadi Jawara, DisdagkopUMKM Tumbang Terhormat, Dishub Janji Balas Dendam

Arena Gengsi di Lomba PBB Antar OPD Kotamobagu: Sat Pol PP Jadi Jawara, DisdagkopUMKM Tumbang Terhormat, Dishub Janji Balas Dendam
Kepala DisdagkopUMKM Ariono Potabuga Mengakui Keunggulan Dinas Sat Pol PP yang Dipimpin Sahaya Mokoginta

Kotamobagu, ZONABMR.COM – Alun-alun Boki Hontinimbang pada Ahad, 17 Agustus 2025, seakan berubah menjadi arena pertarungan.

Bukan ring tinju atau lapangan bola, melainkan lomba Pasukan Baris Berbaris (PBB) antar-OPD Pemkot Kotamobagu.

Namun tensinya tak kalah panas: gengsi, harga diri, dan kebanggaan instansi dipertaruhkan di setiap hentakan kaki.

Sejak awal, Dinas Sat Pol PP dan Damkar tampil layaknya “pasukan tempur” yang tak memberi celah.

Langkah serempak, aba-aba tegas, hingga disiplin yang nyaris sempurna membuat mereka mendominasi.

Hasilnya tak terbantahkan: juara 1 dan 2 sapu bersih mereka bawa pulang.

Namun cerita tak berhenti pada puncak podium. Sorotan justru mengarah pada drama di perebutan posisi ketiga.

Dinas Perdagangan, Koperasi dan UMKM (DisdagkopUMKM) berhasil menyamakan skor dengan Dinas Pendidikan.

Kepala DisdagkopUMKM, Ariono Potabuga, yang sempat percaya diri menantang dominasi Sat Pol PP, akhirnya harus menerima kenyataan.

“Kami akui Sat Pol PP dan Damkar memang luar biasa,” kata Ariono, dengan nada sportif. Tapi di balik kekalahan, ia tetap mengangkat kepala: “Kami bangga, karena berhasil mengalahkan Dishub.”

Kalimat itu sontak menjadi “peluit kick-off” babak baru persaingan.

Dari kubu Dishub, Anas tak tinggal diam. Dengan nada dingin bercampur sengit, ia melempar balasan.

“Mereka hanya beruntung,” ujar Anas, menekankan bahwa timnya nyaris tanpa persiapan.

“Personel Dishub sibuk mengatur lalu lintas dan baru latihan sekali, setengah jam sebelum lomba. Tapi jujur, meski minim waktu, kami masih lebih baik dari banyak OPD yang persiapannya lama.”

Ucapan itu bukan sekadar pembelaan, melainkan serangan balik.

Bahkan Anas menutup komentarnya dengan sebuah janji yang terdengar lebih seperti ancaman:
“Selain yang juara, sisanya biasa-biasa saja. Masih kami lebih baik. Dan ingat… akan kami balas tahun depan.”

Dengan demikian, lomba PBB kali ini meninggalkan lebih dari sekadar daftar juara. Ia meninggalkan bara, dendam, dan janji pembalasan.

Tahun depan, dipastikan kembali menjadi arena panas: Sat Pol PP dengan ambisi mempertahankan mahkota, DisdagkopUMKM dengan gengsi yang ingin ditebus, dan Dishub dengan tekad balas dendam.

Pertarungan baru sudah ditabuh.

Duel Keyakinan di Lomba PBB, Sahaya dan Ariono Sama-Sama Klaim Peluang Juara

Duel Keyakinan di Lomba PBB, Sahaya dan Ariono Sama-Sama Klaim Peluang Juara
Ariono Potabuga dan Sahaya Mokoginta, Dua Kepala OPD yang Bersaing Memperebutkan Gelar Juara Lomba PBB (Foto: Udi)

Kotamobagu, ZONABMR.COM – Suasana menjelang puncak perayaan HUT ke-80 Republik Indonesia di Kotamobagu kian menghangat.

Bukan hanya semangat kemerdekaan yang bergelora, tetapi juga tensi rivalitas antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam Lomba Pasukan Baris Berbaris (PBB) yang menjadi salah satu rangkaian acara.

Kepala Dinas Satpol PP dan Damkar Kotamobagu, Sahaya Mokoginta, tampil penuh percaya diri. Ia meyakini pasukannya bakal keluar sebagai penguasa podium.

“Saya yakin Satpol PP bakal sapu bersih seluruh gelar di lomba PBB,” ujarnya dengan nada optimistis, Sabtu 16 Agustus 2025, sehari sebelum pengumuman hasil lomba.

Namun, keyakinan serupa juga digaungkan oleh Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UMKM, Ariono Potabuga.

Menurutnya, perlombaan ini belum selesai sebelum hasil resmi diumumkan.

“Seperti yang saya katakan sebelum perlombaan dimulai, kami siap menantang Satpol PP dan Dinas Perhubungan. Jangan sesumbar. Hasil belum diumumkan, tidak ada yang tidak mungkin,” tegas Ariono.

Bagi Ariono, rivalitas justru menjadi energi tambahan bagi timnya.

“Lawan berat itu peluang. Kami sudah siap,” tambahnya penuh semangat.

Dengan dua pimpinan OPD sama-sama percaya diri, publik kini menunggu dengan rasa penasaran siapa yang akan benar-benar membawa pulang gelar juara.

Semua akan terjawab di puncak perayaan 17 Agustus esok, saat hasil resmi diumumkan.

Banjir Bakan Lumpuhkan Akses Jalan, Warga Tuding Ulah Mafia Tambang Emas

Banjir Bakan Lumpuhkan Akses Jalan, Warga Tuding Ulah Mafia Tambang Emas
Banjir Bakan Lumpuhkan Akses Jalan, Warga Tuding Ulah Mafia Tambang Emas

Bolmong, ZONABMR.COM – Jalur nasional Bakan–Matali Baru lumpuh total pada Selasa, 12 Agustus 2025, usai banjir bandang melanda Kecamatan Lolayan. Luapan Sungai Bolaang, Tapa’gale, dan Lolotud menyeret lumpur serta batu, memutus akses vital yang menghubungkan wilayah tersebut.

Namun, di balik bencana ini, muncul tudingan keras dari warga. Seorang tokoh masyarakat Lolayan menyebut banjir bukan semata akibat hujan deras, melainkan dipicu aktivitas pertambangan emas ilegal yang beroperasi di wilayah hulu.

“Hutan digunduli, gunung dikeruk. Semua ini ulah tambang emas ilegal yang dikendalikan mafia. Mereka kebal hukum, jadi aktivitasnya terus jalan,” ujarnya geram, Rabu 13 Agustus 2025.

Ia menegaskan, masyarakat sudah muak dengan kerusakan lingkungan yang terus berulang setiap musim hujan.

Warga mendesak aparat bertindak tegas menghantam mafia tambang emas yang dinilai menjadi dalang perusakan alam di Lolayan.

Menanggapi hal itu, Kasat Reskrim Polres Kotamobagu, Ahmad Waafi, S.Tr.K., M.H., memastikan langkah cepat akan diambil.

“Kami akan patroli ke wilayah yang diduga menjadi lokasi tambang ilegal. Jika kedapatan dan terbukti, langsung kami tindak tanpa pandang bulu,” tegasnya.

Berdasarkan UU Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, pelaku tambang ilegal terancam pidana penjara maksimal 5 tahun dan denda hingga Rp100 miliar.

Selain itu, kerusakan lingkungan yang ditimbulkan juga dapat dijerat pasal pidana lingkungan hidup.

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya telah mengultimatum pemberantasan mafia sumber daya alam. “Negara tidak boleh kalah oleh mafia SDA,” tegasnya.

Banjir Bakan kini menjadi ujian nyata: apakah aparat benar-benar berani menindak mafia tambang emas, atau rakyat kembali harus menelan pil pahit sebagai korban bencana yang tak kunjung berakhir.

Banjir Bakan Diduga Akibat Aktivitas Tambang Ilegal

Banjir Bakan Diduga Akibat Aktivitas Tambang Ilegal
Banjir Bakan Diduga Akibat Aktivitas Tambang Ilegal

Bolmong, ZONABMR.COM – Sehari setelah banjir bercampur lumpur melanda Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, Wakil Bupati Bolaang Mongondow (Bolmong) Dony Lumenta turun langsung ke lokasi, Rabu 13 Agustus 2025.

Air Sungai Bolaang, Sungai Tapa’gale, dan Lolotut yang meluap sehari sebelumnya telah merendam puluhan rumah dan lahan warga, memutus jalur penghubung Desa Bakan–Desa Matali Baru.

Didampingi Wakil Ketua DPRD Bolmong Febrianto Tangahu, jajaran OPD, Satpol PP, Camat Lolayan, pemerintah desa, dan tim dari PT J Resources Bolaang Mongondow (JRBM), rombongan menyusuri bantaran sungai dan memeriksa gorong-gorong yang kerap tak mampu menahan debit air saat hujan deras.

Banjir setinggi 50–60 sentimeter yang menggenangi Dusun I dan II ini, menurut Dony, bukan hanya akibat curah hujan tinggi.

“Banjir yang disertai lumpur ini dipicu aktivitas pertambangan yang dilakukan sekelompok orang,” tegasnya.

Ia menginstruksikan tim gabungan Pemkab untuk menelusuri aliran Sungai Bolaang hingga ke hulu, sebelum menggelar rapat bersama seluruh pihak terkait usai peringatan HUT RI.

Febrianto Tangahu mengapresiasi respon cepat pemerintah daerah.

Ia mendorong pertemuan lintas pemangku kepentingan, termasuk pihak perusahaan tambang, untuk membahas pembangunan infrastruktur penunjang.

“Harapan saya, semua stakeholder hadir agar solusi yang diambil bisa menyeluruh,” ujarnya.

Pandangan berbeda datang dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bolmong.

Kabid Penataan, Perlindungan, dan Pengelolaan Lingkungan Hidup serta Peningkatan Kapasitas, Erni Tungkagi, menekankan perlunya melihat masalah secara proporsional.

Menurutnya, pengelolaan lingkungan tambang resmi JRBM relatif terkontrol, berbeda dengan aktivitas tambang lain di sekitar wilayah tersebut yang tidak memiliki izin.

Sejak hari pertama banjir, PT JRBM telah mengerahkan satu unit excavator, dua grader, dan satu water truck untuk membersihkan material lumpur yang menutup jalan nasional Bakan–Matali Baru. Akses warga pun perlahan kembali normal.

General Manager Eksternal Relation dan Security PT JRBM, Andreas Saragih, memastikan pihaknya siap membantu pemerintah mencari solusi permanen.

“JRBM akan terus berkoordinasi dengan Pemkab agar peristiwa seperti ini tidak terulang,” katanya.

Grand Opening Sains Coffee: Plagiarisme, Robot Gaib, dan Tanggung Jawab yang Menguap

Grand Opening Sains Coffee: Plagiarisme, Robot Gaib, dan Tanggung Jawab yang Menguap
Gambar Plagiat yang Menjadi Lukisan untuk Dilelang dan Gambar Merchandise Saat Grand Opening Sains Coffee

Kotamobagu, ZONABMR.COMGrand opening Sains Coffee di Kelurahan Motoboi Kecil semestinya menjadi perayaan manis bagi penikmat kopi dan pelaku UMKM-UMKM binaan Rumah BUMN, yang seharusnya mendapat kesempatan merepresentasikan produknya.

Tapi yang tersaji justru racikan aneh: satu bagian plagiarisme, dua sendok janji palsu, dan topping tanggung jawab yang entah di mana menjadi menu Grand Opening rasa pesta ultah itu.

Salah satu yang paling “kena” rasanya adalah Sandi Gomba, pemilik hak cipta gambar sebuah lukisan yang tiba-tiba muncul di panggung lelang.

“Awalnya saya lihat dari media sosial. Saya pikir cuma dipajang. Eh, ternyata dilelang. Lengkap dengan tepuk tangan,” kata Sandi sambil menunjukkan video acara. “Saya sampai mikir, ini beneran atau saya lagi mimpi absurd.”

Yang membuatnya lebih terkejut, sang CEO Sains Coffe, yang lucunya jadi pihak pemenang lelang, di depan penonton dengan bangga mengklaim bahwa ide lukisan ini lahir dari beberapa orang di “circle” mereka.

Circle mereka? Saya bahkan nggak kenal. Circle pertemanan atau lingkaran setan, saya juga tidak tahu,” ujar Sandi, separuh heran separuh geli.

Lebih “seru” lagi, lukisan yang direpresentasikan oleh sang CEO itu ternyata sudah berkembang biak menjadi merchandise tanpa izin.

“Kalau mau niat, sekalian bikin spanduk satu kota. Biar semua orang tahu ‘hasil karya’ mereka,” sindir Sandi.

Ketika ditanya apakah ia melarang penggunaan karyanya, Sandi tegas menjawab:

“Silakan pakai. Saya senang kalau karya diapresiasi. Tapi jangan dikomersilkan tanpa izin. Kalau mau usaha bareng, ngomong baik-baik. Ini malah seperti maling yang minta difoto sambil senyum.”

Bukti Hak Cipta Gambar di Laptop Sandi Gomba yang Diklaim Sains Coffee

Bagi Sandi, yang paling disayangkan bukan hanya pelanggaran hak cipta, tapi bagaimana sebuah acara dengan dukungan nama besar bisa berakhir penuh klaim sepihak dan omong kosong.

“Kalau saya diam, orang akan percaya ini ide mereka. Besok-besok, mungkin mereka bilang saya yang menjiplak karya saya sendiri. Dan percaya atau tidak, banyak orang yang akan mengangguk,” ucapnya.

“Kopi itu pahit, tapi kebohongan itu lebih pahit. Bedanya, pahit kopi bisa hilang dengan gula, pahit kebohongan… susah hilang,” tutup Sandi.

Drama belum selesai. Di luar sana, flyer acara mengumumkan pameran robotik—janji yang cukup membuat orang membayangkan sebuah sajian futuristik. Tapi saat hari H, hasilnya… nihil. Nol besar.

Seorang pengunjung yang datang jauh-jauh demi rasa penasaran mengaku kecewa. “Jangankan robot, bayangannya saja tidak ada.”

“Robotnya mungkin masih di jalan, atau minum kopi di belakang. Ini bukan pameran robotik, ini pameran khayalan.” tambah pengunjung lainnya.

Dan di sinilah bagian yang tak kalah unik: keganjalan-keganjalan tadi ternyata makin memantapkan sikap penanggung jawab Rumah BUMN untuk… menolak diwawancarai zonabmr.com.

Lucunya, sosok yang seharusnya bertanggung jawab penuh atas segala sesuatu yang berkaitan dengan Rumah BUMN ini, saat dihubungi via telepon justru menjawab santai: “Silakan hubungi pihak yang lebih di atas.”

Siapa yang dimaksud? Entahlah—pimpinan? Tuhan? Malaikat Jibril?

Yang jelas, alangkah disayangkan kepercayaan yang diberikan pihak atasan kepada sang penanggung jawab, malah berakhir dengan sang atasan yang ikut menanggung apa yang seharusnya menjadi tanggung jawab bawahannya.

Grand opening Sains Coffee pun meninggalkan aroma pahit—bukan dari kopinya, tapi dari drama di baliknya.

Rendy Paparkan Inovasi “KotaBISA” dalam Verifikasi Lanjutan Penilaian Kota Sehat 2025

Rendy Paparkan Inovasi “KotaBISA” dalam Verifikasi Lanjutan Penilaian Kota Sehat 2025
Rendy Paparkan Inovasi “KotaBISA” dalam Verifikasi Lanjutan Penilaian Kota Sehat 2025

Kotamobagu, ZONABMR.COM – Wakil Wali Kota Kotamobagu, Rendy Virgiawan Mangkat, mengikuti Verifikasi Lanjutan Penilaian Kabupaten/Kota Sehat Tahun 2025 yang digelar secara daring, Selasa 12 Agustus 2025, dari ruang kerjanya.

Dalam kesempatan tersebut, Rendy memaparkan berbagai upaya, capaian kinerja, dan inovasi yang telah dilakukan Pemerintah Kota Kotamobagu dalam penyelenggaraan program Kota Sehat.

Penjelasan itu mencakup seluruh tatanan, mulai dari Masyarakat Sehat Mandiri, Permukiman dan Fasilitas, Satuan Pendidikan, Pasar, Pariwisata, Transportasi dan Tertib Lalu Lintas, Perkantoran dan Perindustrian, Perlindungan Sosial, hingga Pencegahan dan Penanganan Bencana.

Salah satu inovasi yang menjadi sorotan adalah program KotaBISA (Kotamobagu Bersih, Indah, Sanitasi Aman), yang diinisiasi untuk memperkuat perilaku hidup bersih dan sehat di seluruh lapisan masyarakat.

“Saya menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Tim Verifikator Kota Sehat, yang telah memberikan kesempatan kepada Pemerintah Kota Kotamobagu untuk memaparkan berbagai upaya, capaian, dan inovasi yang telah dilakukan,” ujar Rendy.

Ia menegaskan, penilaian Kota Sehat bukan sekadar mengejar penghargaan.

“Lebih dari itu, program ini adalah komitmen kami untuk meningkatkan kualitas hidup seluruh masyarakat, khususnya dalam membangun perilaku hidup bersih dan sehat,” tambahnya.

Kegiatan verifikasi ini turut dihadiri Tim Verifikator Pusat Penilaian Kota Sehat 2025, Tim Pembina Kota Sehat Provinsi Sulawesi Utara, dan Tim Forum Kota Sehat Kota Kotamobagu.