Beranda blog Halaman 29

Arena Gengsi di Lomba PBB Antar OPD Kotamobagu: Sat Pol PP Jadi Jawara, DisdagkopUMKM Tumbang Terhormat, Dishub Janji Balas Dendam

Arena Gengsi di Lomba PBB Antar OPD Kotamobagu: Sat Pol PP Jadi Jawara, DisdagkopUMKM Tumbang Terhormat, Dishub Janji Balas Dendam
Kepala DisdagkopUMKM Ariono Potabuga Mengakui Keunggulan Dinas Sat Pol PP yang Dipimpin Sahaya Mokoginta

Kotamobagu, ZONABMR.COM – Alun-alun Boki Hontinimbang pada Ahad, 17 Agustus 2025, seakan berubah menjadi arena pertarungan.

Bukan ring tinju atau lapangan bola, melainkan lomba Pasukan Baris Berbaris (PBB) antar-OPD Pemkot Kotamobagu.

Namun tensinya tak kalah panas: gengsi, harga diri, dan kebanggaan instansi dipertaruhkan di setiap hentakan kaki.

Sejak awal, Dinas Sat Pol PP dan Damkar tampil layaknya “pasukan tempur” yang tak memberi celah.

Langkah serempak, aba-aba tegas, hingga disiplin yang nyaris sempurna membuat mereka mendominasi.

Hasilnya tak terbantahkan: juara 1 dan 2 sapu bersih mereka bawa pulang.

Namun cerita tak berhenti pada puncak podium. Sorotan justru mengarah pada drama di perebutan posisi ketiga.

Dinas Perdagangan, Koperasi dan UMKM (DisdagkopUMKM) berhasil menyamakan skor dengan Dinas Pendidikan.

Kepala DisdagkopUMKM, Ariono Potabuga, yang sempat percaya diri menantang dominasi Sat Pol PP, akhirnya harus menerima kenyataan.

“Kami akui Sat Pol PP dan Damkar memang luar biasa,” kata Ariono, dengan nada sportif. Tapi di balik kekalahan, ia tetap mengangkat kepala: “Kami bangga, karena berhasil mengalahkan Dishub.”

Kalimat itu sontak menjadi “peluit kick-off” babak baru persaingan.

Dari kubu Dishub, Anas tak tinggal diam. Dengan nada dingin bercampur sengit, ia melempar balasan.

“Mereka hanya beruntung,” ujar Anas, menekankan bahwa timnya nyaris tanpa persiapan.

“Personel Dishub sibuk mengatur lalu lintas dan baru latihan sekali, setengah jam sebelum lomba. Tapi jujur, meski minim waktu, kami masih lebih baik dari banyak OPD yang persiapannya lama.”

Ucapan itu bukan sekadar pembelaan, melainkan serangan balik.

Bahkan Anas menutup komentarnya dengan sebuah janji yang terdengar lebih seperti ancaman:
“Selain yang juara, sisanya biasa-biasa saja. Masih kami lebih baik. Dan ingat… akan kami balas tahun depan.”

Dengan demikian, lomba PBB kali ini meninggalkan lebih dari sekadar daftar juara. Ia meninggalkan bara, dendam, dan janji pembalasan.

Tahun depan, dipastikan kembali menjadi arena panas: Sat Pol PP dengan ambisi mempertahankan mahkota, DisdagkopUMKM dengan gengsi yang ingin ditebus, dan Dishub dengan tekad balas dendam.

Pertarungan baru sudah ditabuh.

Duel Keyakinan di Lomba PBB, Sahaya dan Ariono Sama-Sama Klaim Peluang Juara

Duel Keyakinan di Lomba PBB, Sahaya dan Ariono Sama-Sama Klaim Peluang Juara
Ariono Potabuga dan Sahaya Mokoginta, Dua Kepala OPD yang Bersaing Memperebutkan Gelar Juara Lomba PBB (Foto: Udi)

Kotamobagu, ZONABMR.COM – Suasana menjelang puncak perayaan HUT ke-80 Republik Indonesia di Kotamobagu kian menghangat.

Bukan hanya semangat kemerdekaan yang bergelora, tetapi juga tensi rivalitas antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam Lomba Pasukan Baris Berbaris (PBB) yang menjadi salah satu rangkaian acara.

Kepala Dinas Satpol PP dan Damkar Kotamobagu, Sahaya Mokoginta, tampil penuh percaya diri. Ia meyakini pasukannya bakal keluar sebagai penguasa podium.

“Saya yakin Satpol PP bakal sapu bersih seluruh gelar di lomba PBB,” ujarnya dengan nada optimistis, Sabtu 16 Agustus 2025, sehari sebelum pengumuman hasil lomba.

Namun, keyakinan serupa juga digaungkan oleh Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UMKM, Ariono Potabuga.

Menurutnya, perlombaan ini belum selesai sebelum hasil resmi diumumkan.

“Seperti yang saya katakan sebelum perlombaan dimulai, kami siap menantang Satpol PP dan Dinas Perhubungan. Jangan sesumbar. Hasil belum diumumkan, tidak ada yang tidak mungkin,” tegas Ariono.

Bagi Ariono, rivalitas justru menjadi energi tambahan bagi timnya.

“Lawan berat itu peluang. Kami sudah siap,” tambahnya penuh semangat.

Dengan dua pimpinan OPD sama-sama percaya diri, publik kini menunggu dengan rasa penasaran siapa yang akan benar-benar membawa pulang gelar juara.

Semua akan terjawab di puncak perayaan 17 Agustus esok, saat hasil resmi diumumkan.

Banjir Bakan Lumpuhkan Akses Jalan, Warga Tuding Ulah Mafia Tambang Emas

Banjir Bakan Lumpuhkan Akses Jalan, Warga Tuding Ulah Mafia Tambang Emas
Banjir Bakan Lumpuhkan Akses Jalan, Warga Tuding Ulah Mafia Tambang Emas

Bolmong, ZONABMR.COM – Jalur nasional Bakan–Matali Baru lumpuh total pada Selasa, 12 Agustus 2025, usai banjir bandang melanda Kecamatan Lolayan. Luapan Sungai Bolaang, Tapa’gale, dan Lolotud menyeret lumpur serta batu, memutus akses vital yang menghubungkan wilayah tersebut.

Namun, di balik bencana ini, muncul tudingan keras dari warga. Seorang tokoh masyarakat Lolayan menyebut banjir bukan semata akibat hujan deras, melainkan dipicu aktivitas pertambangan emas ilegal yang beroperasi di wilayah hulu.

“Hutan digunduli, gunung dikeruk. Semua ini ulah tambang emas ilegal yang dikendalikan mafia. Mereka kebal hukum, jadi aktivitasnya terus jalan,” ujarnya geram, Rabu 13 Agustus 2025.

Ia menegaskan, masyarakat sudah muak dengan kerusakan lingkungan yang terus berulang setiap musim hujan.

Warga mendesak aparat bertindak tegas menghantam mafia tambang emas yang dinilai menjadi dalang perusakan alam di Lolayan.

Menanggapi hal itu, Kasat Reskrim Polres Kotamobagu, Ahmad Waafi, S.Tr.K., M.H., memastikan langkah cepat akan diambil.

“Kami akan patroli ke wilayah yang diduga menjadi lokasi tambang ilegal. Jika kedapatan dan terbukti, langsung kami tindak tanpa pandang bulu,” tegasnya.

Berdasarkan UU Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, pelaku tambang ilegal terancam pidana penjara maksimal 5 tahun dan denda hingga Rp100 miliar.

Selain itu, kerusakan lingkungan yang ditimbulkan juga dapat dijerat pasal pidana lingkungan hidup.

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya telah mengultimatum pemberantasan mafia sumber daya alam. “Negara tidak boleh kalah oleh mafia SDA,” tegasnya.

Banjir Bakan kini menjadi ujian nyata: apakah aparat benar-benar berani menindak mafia tambang emas, atau rakyat kembali harus menelan pil pahit sebagai korban bencana yang tak kunjung berakhir.

Banjir Bakan Diduga Akibat Aktivitas Tambang Ilegal

Banjir Bakan Diduga Akibat Aktivitas Tambang Ilegal
Banjir Bakan Diduga Akibat Aktivitas Tambang Ilegal

Bolmong, ZONABMR.COM – Sehari setelah banjir bercampur lumpur melanda Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, Wakil Bupati Bolaang Mongondow (Bolmong) Dony Lumenta turun langsung ke lokasi, Rabu 13 Agustus 2025.

Air Sungai Bolaang, Sungai Tapa’gale, dan Lolotut yang meluap sehari sebelumnya telah merendam puluhan rumah dan lahan warga, memutus jalur penghubung Desa Bakan–Desa Matali Baru.

Didampingi Wakil Ketua DPRD Bolmong Febrianto Tangahu, jajaran OPD, Satpol PP, Camat Lolayan, pemerintah desa, dan tim dari PT J Resources Bolaang Mongondow (JRBM), rombongan menyusuri bantaran sungai dan memeriksa gorong-gorong yang kerap tak mampu menahan debit air saat hujan deras.

Banjir setinggi 50–60 sentimeter yang menggenangi Dusun I dan II ini, menurut Dony, bukan hanya akibat curah hujan tinggi.

“Banjir yang disertai lumpur ini dipicu aktivitas pertambangan yang dilakukan sekelompok orang,” tegasnya.

Ia menginstruksikan tim gabungan Pemkab untuk menelusuri aliran Sungai Bolaang hingga ke hulu, sebelum menggelar rapat bersama seluruh pihak terkait usai peringatan HUT RI.

Febrianto Tangahu mengapresiasi respon cepat pemerintah daerah.

Ia mendorong pertemuan lintas pemangku kepentingan, termasuk pihak perusahaan tambang, untuk membahas pembangunan infrastruktur penunjang.

“Harapan saya, semua stakeholder hadir agar solusi yang diambil bisa menyeluruh,” ujarnya.

Pandangan berbeda datang dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bolmong.

Kabid Penataan, Perlindungan, dan Pengelolaan Lingkungan Hidup serta Peningkatan Kapasitas, Erni Tungkagi, menekankan perlunya melihat masalah secara proporsional.

Menurutnya, pengelolaan lingkungan tambang resmi JRBM relatif terkontrol, berbeda dengan aktivitas tambang lain di sekitar wilayah tersebut yang tidak memiliki izin.

Sejak hari pertama banjir, PT JRBM telah mengerahkan satu unit excavator, dua grader, dan satu water truck untuk membersihkan material lumpur yang menutup jalan nasional Bakan–Matali Baru. Akses warga pun perlahan kembali normal.

General Manager Eksternal Relation dan Security PT JRBM, Andreas Saragih, memastikan pihaknya siap membantu pemerintah mencari solusi permanen.

“JRBM akan terus berkoordinasi dengan Pemkab agar peristiwa seperti ini tidak terulang,” katanya.

Grand Opening Sains Coffee: Plagiarisme, Robot Gaib, dan Tanggung Jawab yang Menguap

Grand Opening Sains Coffee: Plagiarisme, Robot Gaib, dan Tanggung Jawab yang Menguap
Gambar Plagiat yang Menjadi Lukisan untuk Dilelang dan Gambar Merchandise Saat Grand Opening Sains Coffee

Kotamobagu, ZONABMR.COMGrand opening Sains Coffee di Kelurahan Motoboi Kecil semestinya menjadi perayaan manis bagi penikmat kopi dan pelaku UMKM-UMKM binaan Rumah BUMN, yang seharusnya mendapat kesempatan merepresentasikan produknya.

Tapi yang tersaji justru racikan aneh: satu bagian plagiarisme, dua sendok janji palsu, dan topping tanggung jawab yang entah di mana menjadi menu Grand Opening rasa pesta ultah itu.

Salah satu yang paling “kena” rasanya adalah Sandi Gomba, pemilik hak cipta gambar sebuah lukisan yang tiba-tiba muncul di panggung lelang.

“Awalnya saya lihat dari media sosial. Saya pikir cuma dipajang. Eh, ternyata dilelang. Lengkap dengan tepuk tangan,” kata Sandi sambil menunjukkan video acara. “Saya sampai mikir, ini beneran atau saya lagi mimpi absurd.”

Yang membuatnya lebih terkejut, sang CEO Sains Coffe, yang lucunya jadi pihak pemenang lelang, di depan penonton dengan bangga mengklaim bahwa ide lukisan ini lahir dari beberapa orang di “circle” mereka.

Circle mereka? Saya bahkan nggak kenal. Circle pertemanan atau lingkaran setan, saya juga tidak tahu,” ujar Sandi, separuh heran separuh geli.

Lebih “seru” lagi, lukisan yang direpresentasikan oleh sang CEO itu ternyata sudah berkembang biak menjadi merchandise tanpa izin.

“Kalau mau niat, sekalian bikin spanduk satu kota. Biar semua orang tahu ‘hasil karya’ mereka,” sindir Sandi.

Ketika ditanya apakah ia melarang penggunaan karyanya, Sandi tegas menjawab:

“Silakan pakai. Saya senang kalau karya diapresiasi. Tapi jangan dikomersilkan tanpa izin. Kalau mau usaha bareng, ngomong baik-baik. Ini malah seperti maling yang minta difoto sambil senyum.”

Bukti Hak Cipta Gambar di Laptop Sandi Gomba yang Diklaim Sains Coffee

Bagi Sandi, yang paling disayangkan bukan hanya pelanggaran hak cipta, tapi bagaimana sebuah acara dengan dukungan nama besar bisa berakhir penuh klaim sepihak dan omong kosong.

“Kalau saya diam, orang akan percaya ini ide mereka. Besok-besok, mungkin mereka bilang saya yang menjiplak karya saya sendiri. Dan percaya atau tidak, banyak orang yang akan mengangguk,” ucapnya.

“Kopi itu pahit, tapi kebohongan itu lebih pahit. Bedanya, pahit kopi bisa hilang dengan gula, pahit kebohongan… susah hilang,” tutup Sandi.

Drama belum selesai. Di luar sana, flyer acara mengumumkan pameran robotik—janji yang cukup membuat orang membayangkan sebuah sajian futuristik. Tapi saat hari H, hasilnya… nihil. Nol besar.

Seorang pengunjung yang datang jauh-jauh demi rasa penasaran mengaku kecewa. “Jangankan robot, bayangannya saja tidak ada.”

“Robotnya mungkin masih di jalan, atau minum kopi di belakang. Ini bukan pameran robotik, ini pameran khayalan.” tambah pengunjung lainnya.

Dan di sinilah bagian yang tak kalah unik: keganjalan-keganjalan tadi ternyata makin memantapkan sikap penanggung jawab Rumah BUMN untuk… menolak diwawancarai zonabmr.com.

Lucunya, sosok yang seharusnya bertanggung jawab penuh atas segala sesuatu yang berkaitan dengan Rumah BUMN ini, saat dihubungi via telepon justru menjawab santai: “Silakan hubungi pihak yang lebih di atas.”

Siapa yang dimaksud? Entahlah—pimpinan? Tuhan? Malaikat Jibril?

Yang jelas, alangkah disayangkan kepercayaan yang diberikan pihak atasan kepada sang penanggung jawab, malah berakhir dengan sang atasan yang ikut menanggung apa yang seharusnya menjadi tanggung jawab bawahannya.

Grand opening Sains Coffee pun meninggalkan aroma pahit—bukan dari kopinya, tapi dari drama di baliknya.

Rendy Paparkan Inovasi “KotaBISA” dalam Verifikasi Lanjutan Penilaian Kota Sehat 2025

Rendy Paparkan Inovasi “KotaBISA” dalam Verifikasi Lanjutan Penilaian Kota Sehat 2025
Rendy Paparkan Inovasi “KotaBISA” dalam Verifikasi Lanjutan Penilaian Kota Sehat 2025

Kotamobagu, ZONABMR.COM – Wakil Wali Kota Kotamobagu, Rendy Virgiawan Mangkat, mengikuti Verifikasi Lanjutan Penilaian Kabupaten/Kota Sehat Tahun 2025 yang digelar secara daring, Selasa 12 Agustus 2025, dari ruang kerjanya.

Dalam kesempatan tersebut, Rendy memaparkan berbagai upaya, capaian kinerja, dan inovasi yang telah dilakukan Pemerintah Kota Kotamobagu dalam penyelenggaraan program Kota Sehat.

Penjelasan itu mencakup seluruh tatanan, mulai dari Masyarakat Sehat Mandiri, Permukiman dan Fasilitas, Satuan Pendidikan, Pasar, Pariwisata, Transportasi dan Tertib Lalu Lintas, Perkantoran dan Perindustrian, Perlindungan Sosial, hingga Pencegahan dan Penanganan Bencana.

Salah satu inovasi yang menjadi sorotan adalah program KotaBISA (Kotamobagu Bersih, Indah, Sanitasi Aman), yang diinisiasi untuk memperkuat perilaku hidup bersih dan sehat di seluruh lapisan masyarakat.

“Saya menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Tim Verifikator Kota Sehat, yang telah memberikan kesempatan kepada Pemerintah Kota Kotamobagu untuk memaparkan berbagai upaya, capaian, dan inovasi yang telah dilakukan,” ujar Rendy.

Ia menegaskan, penilaian Kota Sehat bukan sekadar mengejar penghargaan.

“Lebih dari itu, program ini adalah komitmen kami untuk meningkatkan kualitas hidup seluruh masyarakat, khususnya dalam membangun perilaku hidup bersih dan sehat,” tambahnya.

Kegiatan verifikasi ini turut dihadiri Tim Verifikator Pusat Penilaian Kota Sehat 2025, Tim Pembina Kota Sehat Provinsi Sulawesi Utara, dan Tim Forum Kota Sehat Kota Kotamobagu.

Jalan Rusak di Lorong Bulawan Hambat Akses ke Perkebunan Rakyat

Jalan Rusak di Lorong Bulawan Hambat Akses ke Perkebunan Rakyat
Jalan Rusak di Lorong Bulawan Desa Tanoyan Selatan (Foto: Udi)

Bolmong, ZONABMR.COM — Masyarakat Lorong Bulawan, Desa Tanoyan Selatan, Kecamatan Lolayan, berharap pemerintah segera memperbaiki ruas jalan yang menjadi jalur utama menuju lokasi perkebunan rakyat.

Sekretaris Desa Tanoyan Selatan, Sehan Yakub, Selasa 12 Agustus 2025, mengungkapkan bahwa jalan sepanjang kurang lebih 2,5 kilometer tersebut memiliki nilai strategis.

Jika diperbaiki, jalur ini bisa difungsikan sebagai jalan usaha tani, mempermudah petani mengangkut hasil panen dan mengakses lahan mereka.

Namun, kondisi saat ini jauh dari layak. Saat musim kemarau, jalanan dipenuhi debu yang pekat dan dikhawatirkan dapat memicu penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Sementara di musim hujan, jalan berubah menjadi lintasan berlumpur dengan banyak kubangan air, menyulitkan kendaraan maupun pejalan kaki.

“Kami berharap ini menjadi perhatian serius pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow. Jalan ini sangat penting untuk aktivitas ekonomi masyarakat,” kata Sehan.

Warga setempat menilai, perbaikan jalan tersebut bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga menyangkut keberlangsungan ekonomi dan kesehatan warga yang menggantungkan hidup dari perkebunan.

Hujan Deras di Bolmong, Lumpur Tambang Tutup Jalan dan Anak Sungai di Matali Baru

Hujan Deras di Bolmong, Lumpur Tambang Tutup Jalan dan Anak Sungai di Matali Baru
Hujan Deras di Bolmong, Lumpur Tambang Tutup Jalan dan Anak Sungai di Matali Baru

Bolmong, ZONABMR.COM – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Sulawesi Utara, Selasa 12 Agustus 2025, membawa masalah baru bagi warga Desa Matali Baru, Kecamatan Lolayan.

Material sisa pertambangan dari Blok Bakan meluncur bersama air hujan, membentuk lumpur tebal yang menutup ruas jalan utama dan menghambat aliran anak sungai di desa tersebut.

Plt Kepala Pelaksana BPBD Bolmong, Veddy Mokoginta, mengonfirmasi peristiwa ini.

“Tim kami sudah turun untuk memantau. Hasilnya, banyak sisa material pertambangan yang menutupi ruas jalan hingga anak sungai,” ujarnya.

Pantauan di lapangan menunjukkan, lumpur menutupi jalan sepanjang hampir 100 meter, membuat kendaraan sulit melintas dan memicu kekhawatiran akan keselamatan warga.

Beberapa rumah di sekitar lokasi juga terimbas, meski jumlah pastinya masih menunggu hasil asesmen tim BPBD.

Sebagai langkah awal, PT Sumber Mineral Abadi (SMA) mengerahkan satu unit ekskavator, satu unit greder, dan satu unit water truck untuk membersihkan badan jalan. Upaya ini diharapkan bisa memulihkan akses transportasi yang sempat lumpuh.

Bagi warga Matali Baru, kejadian seperti ini bukan yang pertama. Setiap musim hujan, risiko banjir lumpur akibat aktivitas tambang kerap membayangi.

“Kami khawatir ini akan terus terulang. Harus ada langkah pencegahan sebelum kejadian semakin parah,” ungkap salah satu warga.

Hingga kini, BPBD Bolmong masih memantau situasi dan menunggu laporan lengkap dari lapangan, sembari menyiapkan langkah lanjutan jika cuaca buruk kembali melanda.

Dari Lumpur ke Legalitas: Kisah Penambang Sulut Menyambut 30 WPR

Dari Lumpur ke Legalitas: Kisah Penambang Sulut Menyambut 30 WPR
Ilustrasi

Sulut, ZONABMR.COM – Pagi itu, udara di sebuah perkampungan penambang di Minahasa terasa lebih hangat dari biasanya. Bukan karena matahari yang terik, tapi karena kabar yang menular dari mulut ke mulut: “Kita sudah resmi punya izin!”

Bagi Rinto, seorang penambang pasir dan batu yang sudah 15 tahun mengandalkan cangkul dan karungnya, berita itu seperti membuang beban berat dari punggung.

“Selama ini kami kerja was-was. Takut dikejar, takut ditutup, padahal ini satu-satunya cara kami cari makan,” katanya sambil menghela napas lega.

Sabtu, 9 Agustus 2025, menjadi hari yang akan diingat lama oleh para penambang rakyat Sulawesi Utara.

Di hari itu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengesahkan 30 blok Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) di provinsi ini — jumlah terbanyak di seluruh Indonesia.

Langkah ini bukan turun dari langit begitu saja. Ada perjuangan panjang pemerintah daerah, rapat-rapat yang berlarut-larut, hingga lobi-lobi ke pusat.

Gubernur Sulawesi Utara berdiri di garis depan, memastikan bahwa ribuan penambang yang selama ini bekerja dalam bayang-bayang ketidakpastian akhirnya mendapatkan kepastian hukum.

Stefanus Sumampouw, Ketua DPD Lembaga Perlindungan Konsumen RI (LPK-RI) Sulawesi Utara, melihat ini sebagai kemenangan rakyat kecil.

“Ini buah dari komitmen pemimpin kita yang mau mendengar. Penambangan rakyat harus dilindungi, bukan dimatikan,” ujarnya.

Tak kalah bersemangat, Maykel, Ketua LPK-RI Kota Manado, menegaskan pencapaian ini bukan main-main. “Sulut kini memegang rekor nasional. Tiga puluh blok WPR, dan ini baru permulaan,” katanya.

Bagi penambang, legalitas ini adalah kunci membuka banyak pintu.

Dengan status WPR, mereka berhak mendapat pelatihan teknologi, bantuan modal, dan perlindungan dari praktik eksploitasi.

Lebih dari itu, mereka bisa bekerja tanpa ketakutan — sebuah kemewahan yang jarang dimiliki pekerja tambang tradisional.

Di sela perayaan kecil di kampung, Rinto sudah membayangkan masa depan. “Kalau dapat bantuan mesin, kita bisa kerja lebih cepat. Anak-anak pun bisa sekolah lebih tinggi,” ucapnya, matanya berbinar.

Pemerintah provinsi berjanji akan memperjuangkan WPR di wilayah lain. “Kami tidak berhenti di sini,” kata seorang pejabat dinas pertambangan. “Masih ada banyak lokasi yang sedang kami proses.”

Bagi banyak orang di luar Sulawesi Utara, angka 30 mungkin hanya data di kertas. Tapi bagi Rinto dan ribuan penambang lainnya, itu adalah simbol kemerdekaan di tanah sendiri.

Sebuah jaminan bahwa keringat yang mereka teteskan akan berbuah masa depan yang lebih pasti.

Dan di tepian lubang tambang yang berkilau diterpa matahari, suara palu dan cangkul kini terdengar berbeda — lebih mantap, lebih percaya diri, dan lebih optimis.

Weny – Rendy Lepas Peserta Lomba Gerak Jalan Antar OPD Kotamobagu

Weny - Rendy Lepas Peserta Lomba Gerak Jalan Antar OPD Kotamobagu
Weny – Rendy Lepas Peserta Lomba Gerak Jalan Antar OPD Kotamobagu

Kotamobagu, ZONABMR.COM – Suasana Alun-Alun Boki Hontinimbang, Senin 11 Agustus 2025, dipenuhi semangat dan keceriaan.

Wali Kota Kotamobagu, Weny Gaib, bersama Wakil Wali Kota, Rendy Virgiawan Mangkat, secara resmi melepas peserta Lomba Gerak Jalan Antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Kotamobagu.

Kegiatan itu menjadi salah satu rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Kotamobagu.

Dalam sambutannya, Wali Kota Weny Gaib menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh peserta.

“Saya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh peserta Lomba Gerak Jalan. Kegiatan ini merupakan wujud nyata semangat dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah dan masyarakat Kota Kotamobagu dalam menyambut Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia. Sekali lagi, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada semua peserta yang telah berpartisipasi,” ujar Weny Gaib.

Ia juga menambahkan, selain lomba gerak jalan, Pemerintah Kota Kotamobagu telah menyiapkan berbagai kegiatan lainnya, baik di tingkat OPD, desa, maupun kelurahan, termasuk pelaksanaan Pawai Pembangunan.

Acara pelepasan peserta ini turut dihadiri Ketua TP-PKK Kota Kotamobagu, Ny. Rindah Gaib Mokoginta, perwakilan Forkopimda, para asisten, pimpinan OPD, serta Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Kotamobagu.

Dengan derap langkah penuh semangat, para peserta memulai lomba, menandai dimulainya rangkaian kegiatan yang diharapkan dapat mempererat kebersamaan dan menumbuhkan jiwa nasionalisme di tengah masyarakat.