Agus Suprijanta (kiri) – Syarif Mokodongan (kanan)
Kotamobagu, ZONABMR.COM – Ketegangan politik di DPRD Kotamobagu semakin terasa jelang peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-80. Paripurna Tahap II LPJ Wali Kota Tahun Anggaran 2024 belum juga digelar, padahal batas waktunya telah lewat.
Penundaan ini membuka kenyataan bahwa dinamika internal DPRD sedang tidak stabil, bahkan kini mengerucut pada pembentukan tiga poros kekuatan besar.
Tiga Kubu, DPRD Sedang Tidak Baik-baik Saja
Anggota DPRD dari Partai Hanura, Agus Suprijanta, 7 Agustus 2025, menyebut DPRD Kotamobagu sedang tidak baik-baik saja dan tengah mengalami pembelahan kekuatan politik yang signifikan.
“DPRD sedang terbelah dalam tiga poros besar. PDIP berdiri sendiri dengan 9 kursi, koalisi NasDem–Hanura punya 8 kursi, dan PKB dengan 5 kursi merupakan kekuatan tersendiri,” ujar Agus blak-blakan.
Ia juga menyebut kecenderungan peluang terbentuknya kerja sama politik antara koalisi NasDem–Hanura dan PDIP sebagai hal yang terbuka.
“Peluang itu terbuka,” tambahnya.
Agus juga mengatakan bahwa fraksi Golkar–Demokrat belum menentukan arah dukungan politiknya.
“Belum ketahuan akan ke mana. Mereka belum menyatakan sikap secara terbuka,” ungkapnya.
Kinerja Dewan Terhambat
Menurut Agus, pembelahan poros ini berimbas langsung pada kinerja kelembagaan.
Sejumlah agenda penting, termasuk pembahasan KUA–PPAS yang seharusnya digelar awal Agustus, ikut tertunda.
“Kalau dewan terus terpecah, pembahasan anggaran bisa lebih alot, bahkan melampaui batas waktu. Itu bisa berdampak langsung pada jalannya program-program pemerintah daerah,” kata Agus.
Ia juga menyebut bahwa tanpa konsensus yang jelas, fungsi pengawasan terhadap eksekutif bisa menjadi tidak maksimal, dan sejumlah peraturan daerah bisa tertunda pengesahannya.
Sikap Partai NasDem
Ketua DPC Partai NasDem Kotamobagu, Syarif Mokodongan, menyatakan bahwa partainya akan selalu berpihak pada kepentingan masyarakat Kotamobagu, dan mendukung koalisi bersama Hanura.
Ia juga membuka peluang komunikasi politik dengan PDIP jika hal tersebut dirasa selaras dengan kepentingan publik.
“Yang pasti, saya sebagai Ketua DPC NasDem Kotamobagu memberi ruang kepada anggota fraksi NasDem di DPRD untuk menyikapi dinamika yang terjadi. Mereka yang menghadapi langsung. Tapi sebelum ada keputusan final, pasti akan dibicarakan bersama di tingkat partai,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan pesan yang ia tujukan kepada seluruh pihak di DPRD Kotamobagu.
“Mari turunkan ego. Jangan ada yang merasa paling hebat, paling jago, paling superior. Di dewan itu kita semua punya status yang sama—dipilih dan dipercaya rakyat. Maka mestinya yang diperjuangkan pun sama, kepentingan rakyat!” tegasnya.
Opini, ZONABMR.COM – Kita hidup di zaman di mana label “grand opening” seolah menjadi tiket untuk mendapat atensi, simpati, bahkan empati.
Maka, ketika sebuah kafe baru bernama Sains Cafe resmi dibuka, Selasa 5 Agustus 2025, dengan sokongan institusi sebesar Rumah BUMN, harapan pun langsung melambung: wah, ini pasti bukan kafe sembarangan.
Ini bukan cuma soal kopi, ini soal gerakan ekonomi lokal. Tapi sayangnya, realitas datang seperti espresso tanpa gula—pahit dan mengejutkan.
Apa yang terjadi? “Grand opening” yang seharusnya menjadi momen bersejarah, justru terasa seperti pesta ulang tahun yang diorganisir dengan file undangan Google Docs dan konsep acara hasil rembukan tengah malam.
Bahkan bukan hal yang mengada-ada ketika ada yang menyebut: kalau bukan karena penampilan Stand Up Indo BMR dan band Braga Mongondow, mungkin para hadirin lebih sibuk bermain ponsel daripada menyimak jalannya acara.
Lucunya, puncak dari acara ini justru bukan peluncuran produk, pengenalan UMKM, atau sambutan motivasional dari pejabat tinggi. Puncaknya adalah… ulang tahun CEO.
Ya, Anda tidak salah baca. Plot twist-nya, grand opening ini ternyata bertepatan dengan hari ulang tahun sang pemilik, dan akhirnya semua terasa seperti pesta pribadi yang diperluas sedikit agar tampak publik.
Sungguh kreatif, menyatukan dua agenda dalam satu rundown—hemat waktu, hemat biaya.
Dari sisi pejabat, hanya Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kotamobagu, Ariono Potabuga yang terlihat hadir.
Sebuah sinyal bahwa mungkin panitia pun tak terlalu yakin dengan skala acara ini.
Padahal, biasanya jika ada embel-embel “Rumah BUMN”, acara seperti ini bisa mendatangkan sebaris pejabat dengan sambutan panjang nan penuh semangat pemberdayaan.
Tapi di sini? Hanya satu perwakilan, yang malah sempat terlihat bingung. Wajar sih, saya pun bingung.
Lalu siapa yang tak hadir? Selain para tokoh-tokoh pengambil keputusan, tidak tampak satupun figur berduit yang seharusnya jadi target pasar dari promosi produk-produk UMKM.
Orang-orang yang biasa jadi donatur seni, kolektor kerajinan, atau bahkan pemilik usaha besar lokal—semuanya absen.
Seolah-olah mereka tahu lebih dulu bahwa acara ini bukan tempat yang layak untuk mengeluarkan dompet atau sekadar menambah jejaring, atau mungkin tak diundang karena dianggap tak penting.
Dan ini yang lebih mengejutkan lagi: media tak satu pun diundang.
Ya, media—pihak yang seharusnya menjadi perpanjangan suara acara ini ke masyarakat luas—malah luput dari daftar undangan.
Ini ibarat menyanyi di ruang kosong lalu berharap dunia ikut berdendang.
Bagaimana publik mau tahu, jika penyambung lidah masyarakat malah tidak dianggap penting? Atau, mungkin panitia merasa cukup dengan dokumentasi HP dan story Instagram pribadi?
Padahal kehadiran media bisa menjadi amplifikasi luar biasa untuk UMKM binaan yang katanya ingin diperkenalkan ke masyarakat.
Tapi kenyataan berbicara lain. Sains Cafe memulai langkah pertamanya dengan cara yang nyaris diam-diam—hanya saja bukan karena konsep soft opening, tapi karena kelalaian komunikasi.
Belum lagi momen lelang lukisan karya anak muda lokal, yang seharusnya bisa jadi highlight acara, malah berakhir kikuk. Antusiasme minim, interaksi pasif, dan akhirnya dimenangkan oleh CEO sendiri.
Saya hargai niat baik sang CEO membeli karya anak muda—tapi tetap saja, ini bukan cerita sukses lelang, ini lebih mirip cerita “daripada tidak laku.”
Sungguh disayangkan. Momentum yang seharusnya bisa menjadi panggung kolaboratif antara pelaku usaha, pemerintah, komunitas seni, media, dan masyarakat luas—berubah menjadi acara ambigu yang tak jelas batas antara pesta pribadi dan launching produk.
Pertanyaannya: bagaimana bisa acara yang disokong oleh Rumah BUMN—dengan reputasi dan sumber daya yang tidak kecil—terasa begitu sempit ruang dampaknya?
Apakah semua ini akibat ketergesaan, atau memang tidak ada pemahaman soal pentingnya manajemen event dan komunikasi publik?
Semua pihak tentu ingin UMKM tumbuh, berkembang, dan naik kelas.
Tapi pertumbuhan itu tak akan terjadi jika langkah pertamanya saja sudah salah arah.
Acara sebesar ini, dengan potensi keterlibatan banyak stakeholder, seharusnya menjadi simbol sinergi nyata—bukan sekadar acara seremonial bertema “yang penting jalan”.
Jika ke depan kita ingin melihat UMKM benar-benar berjaya, maka kita butuh lebih dari sekadar bantuan modal atau tempat usaha.
Kita butuh visi, konsep yang matang, undangan yang strategis, media yang dilibatkan, dan acara yang benar-benar layak disebut “grand.”
Dan tolong, lain kali, jika memang ingin ulang tahun—buat saja undangan bertema “Happy Birthday.”
Jangan dibungkus dengan label “Grand Opening” dan berharap masyarakat akan terpukau.
Tentunya saya—dan kita semua—masih menyimpan harapan besar bahwa produk-produk lokal UMKM akan tetap bisa naik kelas lewat Rumah BUMN di masa depan.
Tapi untuk itu, harus dimulai dari keseriusan mendesain setiap langkah: dari konsep, strategi komunikasi, hingga eksekusi yang benar-benar pantas disebut “launching yang layak.”
Saya berani bersumpah tidak memiliki tendensi negatif atau tujuan pribadi terhadap Sains Cafe, pun beberapa pelaku yang terlibat di dalamnya adalah orang-orang yang cukup dekat dengan saya, tapi tolonglah, seharusnya dengan nama besar Rumah BUMN sebagai bekingan sudah lebih dari cukup sebagai alasan untuk ekstra serius menggolkan program UMKM naik kelas.
Namun di tengah semua kekacauan narasi dan miskinnya konsep ini, saya juga sungguh berharap tulisan ini hanya menjadi pengingat ringan—bahwa ada misi besar di balik nama besar Rumah BUMN.
Tulisan ini bukan untuk memadamkan semangat, apalagi menjatuhkan.
Saya tidak ingin tulisan ini justru membuat animo masyarakat terhadap Sains Cafe menurun. Justru sebaliknya.
Saya sangat menyarankan warga Kotamobagu dan sekitarnya untuk tetap berbondong-bondong mengunjungi Sains Cafe.
Bukan sekadar untuk ngopi atau nongkrong, tapi untuk ikut mendukung, membeli, dan mempromosikan produk-produk UMKM lokal yang dibina melalui Rumah BUMN.
Karena di balik semua kekurangan teknis yang ada, produk-produk UMKM ini tetap pantas untuk naik kelas, dikenal luas, dan menjadi kebanggaan daerah.
Dan saya tahu persis—di luar acara yang hambar itu—kopinya ternyata nikmat, pelayannya ramah, dan produknya layak dipromosikan.
Bukankah pada akhirnya, kita semua sepakat bahwa UMKM memang butuh dukungan… bukan hanya dari negara, tapi juga dari kita semua?
Mari belajar dari acara ini—bukan untuk menyalahkan, tapi untuk tidak mengulanginya.***
Udi Masloman
*Penulis adalah Pemimpin Redaksi Zonabmr. Aktif di pergerakan musik lokal daerah, frontman dan penulis lagu di band Krayon INS. Pernah memperjuangkan karya-karya musisi lokal BMR untuk didengar saat menjadi penyiar di stasiun radio lokal DC FM; saat ini menjabat sebagai Ketua DPC organisasi pers Pro Jurnalismedia Siber (PJS) Kabupaten Bolmong
Terduga AP Berhasil Diamankan Tim Resmob Polres Kotamobagu (Foto: Humas Polres Kotamobagu)
Kotamobagu, ZONABMR.COM – Sore itu, Selasa, 5 Agustus 2025, sebuah laporan masuk ke Polres Kotamobagu.
Laporan yang tak hanya mengusik rasa kemanusiaan, tetapi juga menguji komitmen aparat penegak hukum dalam melindungi anak-anak dari bahaya kejahatan seksual.
Laporan itu menyebut adanya dugaan persetubuhan terhadap anak di bawah umur.
Tanpa banyak sorotan, Tim Resmob Polres Kotamobagu segera bergerak.
Di balik keheningan kantor polisi, langkah demi langkah penyelidikan mulai disusun. Identitas korban dilindungi, bukti dikumpulkan, dan sejumlah saksi mulai dimintai keterangan.
Semua dilakukan dengan kehati-hatian tinggi, mengingat kasus ini melibatkan korban yang masih sangat rentan secara psikologis.
Butuh waktu singkat namun intens, hingga akhirnya terduga pelaku dengan inisial AP, seorang pemuda berusia 18 tahun, berhasil diamankan.
Penangkapan dilakukan dengan cepat dan tanpa perlawanan berarti.
Kepada penyidik, AP diduga kuat telah melakukan tindakan yang melanggar hukum dan norma kemanusiaan terhadap anak yang masih di bawah umur.
“Kasus ini bukan hanya soal penegakan hukum, tapi juga soal perlindungan terhadap generasi masa depan kita,” ungkap AKP I Dewa Gede Dwiadnyana, Kasi Humas Polres Kotamobagu, saat dikonfirmasi Rabu, 6 Agustus 2025.
Dari informasi yang berhasil dihimpun, kasus ini menunjukkan pola yang berulang dalam sejumlah laporan kekerasan seksual terhadap anak di wilayah Bolaang Mongondow Raya: korban kerap takut berbicara, pelaku berasal dari lingkungan terdekat, dan pengungkapan baru terjadi setelah tekanan psikologis memuncak.
Namun kali ini, korban berani bersuara dan suaranya didengar.
Polres Kotamobagu pun menegaskan, kasus ini akan diproses secara tuntas.
AP kini telah diamankan dan tengah menjalani proses hukum sesuai Undang-Undang Perlindungan Anak.
Sementara itu, pihak kepolisian juga memberikan pendampingan psikologis bagi korban.
Tak berhenti sampai di sini, Polres Kotamobagu kembali menyerukan pentingnya partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan yang aman bagi anak-anak.
“Kami butuh mata dan telinga masyarakat. Laporkan jika ada hal yang mencurigakan. Jangan tunggu sampai korban berikutnya muncul,” tegas AKP Dwiadnyana.
Kasus ini adalah cermin bahwa ancaman terhadap anak bisa terjadi kapan saja dan di mana saja.
Namun di sisi lain, ini juga membuktikan bahwa dengan respons cepat, kepedulian, dan kerja sama, kejahatan seperti ini bisa diungkap dan ditindak.
Tim SMP N 2 Kotamobagu Merayakan Gelar Juara (Foto: Udi)
Kotamobagu, ZONABMR.COM – Kompetisi Gala Siswa Indonesia (GSI) tingkat SMP/MTs se-Kota Kotamobagu tahun 2025 resmi berakhir Selasa, 5 Agustus 2025 sore, dengan laga final yang menegangkan di Lapangan Pobundayan, Kecamatan Kotamobagu Selatan.
Pertandingan puncak mempertemukan dua sekolah unggulan SMP Negeri 2 Kotamobagu dan SMP Negeri 1 Kotamobagu.
Setelah 2×25 menit waktu normal berakhir tanpa gol, penentuan juara dilakukan lewat drama adu penalti.
SMPN 2 akhirnya berhasil keluar sebagai kampiun setelah menaklukkan lawannya dengan skor 4-2.
Ajang GSI tahun ini mencatatkan hasil sebagai berikut:
Juara I: SMP Negeri 2 Kotamobagu
Juara II: SMP Negeri 1 Kotamobagu
Juara III: SMP Cokroaminoto Kotamobagu
Juara IV: SMP Negeri 4 Kotamobagu
Penutupan kegiatan turut dihadiri oleh Ketua Askot PSSI Kotamobagu, Michael Solat Bibisa, yang hadir mewakili Wali Kota Kotamobagu Wenny Gaib, Juga hadir Kepala Dinas Pendidikan Kota Kotamobagu, Moh Aljufri Ngandu, dan Staf Khusus Wali Kota, Hamri Mokoagow.
Dalam sambutannya, Aljufri menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Wali Kota dan Wakil Wali Kota, namun menegaskan bahwa Pemerintah Kota tetap memberikan dukungan penuh terhadap pembinaan generasi muda, khususnya di bidang olahraga.
“Selamat kepada SMP Negeri 2 Kotamobagu atas prestasi hari ini. Kami dari Dinas Pendidikan akan terus memberikan dukungan, termasuk untuk persiapan menuju ajang di tingkat provinsi. Kebutuhan akomodasi dan teknis akan kami fasilitasi,” ujar Aljufri.
Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi antar instansi untuk mendukung perkembangan bakat para pelajar di bidang sepak bola.
“Kami hadir di sini bukan hanya untuk menyaksikan pertandingan, tapi juga untuk melihat langsung potensi anak-anak kita. Pembinaan ini tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab Dinas Pendidikan, tapi butuh kerja sama semua pihak,” tambahnya.
GSI sendiri merupakan kelanjutan dari program Liga Pelajar Indonesia (LPI), yang kini menjadi platform strategis dalam pencarian bibit unggul sepak bola pelajar, dari tingkat kota hingga nasional.
Keberhasilan SMPN 2 Kotamobagu menjadi juara bukan sekadar kebanggaan bagi sekolah tersebut, tapi juga menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lainnya di Kotamobagu agar terus mendorong siswa berprestasi lewat kegiatan positif dan kompetitif.
FIFGroup Manado Berhasil Keluar Sebagai Juara ASML 2025
Manado, ZONABMR.COM – Gelaran Astra Manado Soccer League (AMSL) 2025 resmi berakhir sukses dengan FIFGROUP Manado keluar sebagai juara.
Turnamen mini soccer internal Grup Astra Manado yang berlangsung sejak 18 April hingga 2 Agustus 2025 ini dilaksanakan di Lapangan Manado Minisoccer, kawasan Ring Road Manado.
Ajang bergengsi ini mempertemukan delapan tim dari berbagai Perusahaan Grup Astra di Manado, Sulawesi utara, yakni FIFGROUP, Tag (Tim Astra gabungan-TAF, AAB dan AG), Daihatsu Malalayang, Daihatsu Martadinata, United Tractors, TRAC, Isuzu, dan ACC Finance.
Seluruh pertandingan dikemas dalam format liga dan berlangsung dalam suasana penuh semangat sportivitas dan rasa kekeluargaan.
FIFGROUP Manado sendiri hanya sekali menelan kekalahan dari TAG di laga terakhir, namun menyapu bersih pertandingan lainnya hingga mencatatkan akumulasi Point tertinggi.
Disusul TAG sebagai juara dua, dan Isuzu di posisi ketiga.
Piala dan hadiah senilai Rp5 juta diserahkan langsung oleh Ketua Panitia Aqil Fathlurahman bersama Korwil Grup Astra Manado, Muhammad Taufik Irmansyah, dan disaksikan seluruh kepala cabang yang hadir.
Penyerahan hadiah diterima oleh Yohanis “Pace Inzaghi” Batara Randa, Kepala FIF Kotamobagu sekaligus mantan Koordinator Wilayah Astra Manado.
Yohanis juga mencatat prestasi pribadi sebagai runner up top skor dengan torehan 6 gol, hanya terpaut satu gol dari Exel dengan 7 gol dari Daihatsu Martadinata yang menyabet gelar top skor.
Korwil Grup Astra Manado, Muhammad Taufik Irmansyah, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi wadah mempererat tali persaudaraan antara anggota grup melalui olahraga.
“Semangat kebersamaan dan kekompakan adalah nilai utama yang ingin terus kami bangun di lingkungan Astra,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Aqil mengucapkan apresiasi kepada seluruh pihak yang turut menyukseskan turnamen ini.
“Terima kasih kepada semua peserta, panitia, dan perangkat pertandingan. Tanpa kalian, kegiatan ini tidak akan semeriah ini,” kata Aqil.
Pace Inzaghi yang menjadi pemain paling senior dalam kompetisi itu, juga memberikan apresiasi kepada panitia.
Ia berharap agar turnamen serupa dapat terus diselenggarakan setiap tahun sebagai tradisi positif dalam lingkup Grup Astra Manado.
Dengan berakhirnya AMSL 2025, semangat sportivitas, persahabatan, dan kekompakan kian terasa menyatu dalam keluarga besar Astra di Manado.
Turnamen ini menjadi bukti nyata bahwa olahraga bukan hanya soal kompetisi, tetapi juga soal membangun kebersamaan yang solid.
Kotamobagu, ZONABMR.COM – Pemerintah Kota Kotamobagu tengah bersiap menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia dengan serangkaian kegiatan yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat.
Dalam rapat panitia pelaksana (Panpel) yang digelar pada Selasa, 5 Agustus 2025, dan dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Sat Pol PP dan Damkar), Sahaya Mokoginta, berbagai agenda besar telah disusun untuk menyemarakkan peringatan kemerdekaan tahun ini.
Rapat Panpel tersebut berlangsung di Aula Kantor Dinas Sat Pol PP dan Damkar Kotamobagu, menjadi momentum awal koordinasi lintas sektor demi kelancaran seluruh agenda kegiatan.
Sahaya yang juga menjabat sebagai Ketua Panitia Pelaksana mengungkapkan, kegiatan akan dimulai dengan peluncuran resmi (launching) pada besok hari.
Rangkaian acara yang telah dipersiapkan antara lain kegiatan olahraga, aksi bakti sosial, sosialisasi anti narkoba, hingga pembentangan 10.000 bendera merah putih di berbagai sudut Kota Kotamobagu.
“Semua kegiatan ini akan berlangsung hingga puncak peringatan pada 17 Agustus. Kami ingin momen kemerdekaan ini benar-benar dirasakan oleh seluruh masyarakat,” ujar Sahaya usai memimpin rapat.
Salah satu yang menjadi perhatian khusus dalam perayaan kali ini adalah keterlibatan para pelajar SMA.
Menurut Sahaya, pihak panitia telah berkoordinasi dengan Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Utara untuk memastikan keterlibatan siswa dalam kegiatan defile atau pawai jalan kaki.
“Ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Kami ingin membangun rasa kebersamaan, mempererat ikatan sesama anak bangsa, dan sebagai langkah preventif mencegah terulangnya tawuran antar pelajar seperti yang sempat terjadi kemarin,” jelasnya.
Selain pelajar, perayaan HUT RI ke-80 ini juga mengajak partisipasi dari berbagai instansi, termasuk swasta, BUMN, dan BUMD.
Diharapkan, mereka turut mengambil bagian dalam berbagai kegiatan, khususnya lomba kebersihan lingkungan yang akan digelar di seluruh wilayah Kotamobagu.
“Kegiatan ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi kita semua sebagai bangsa Indonesia. Semangat gotong royong dan cinta tanah air harus terus kita tanamkan,” tutup Sahaya.
Dengan berbagai persiapan yang matang dan semangat kebersamaan, Kota Kotamobagu siap menjadikan perayaan HUT RI ke-80 sebagai momentum mempererat solidaritas masyarakat dan meningkatkan rasa nasionalisme, terutama di kalangan generasi muda.
Para Wisatawan Berpose di Lokasi Penebangan Liar dalam Wilayah TN Bogani Nani Wartabone
Bolmong, ZONABMR.COM – Di balik pesona rimbunnya hutan tropis dan keberagaman hayati yang memikat, Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNW) yang terletak di Desa Toraut, Kecamatan Dumoga Barat, Kabupaten Bolaang Mongondow, menyimpan persoalan serius: penebangan liar.
Tak hanya merusak kelestarian alam, aktivitas ilegal ini mulai menuai sorotan, termasuk dari wisatawan asing yang datang untuk menikmati keindahan kawasan konservasi tersebut.
Salah satunya adalah Jerome, seorang fotografer asal Swiss yang berkunjung bersama enam anggota keluarganya.
Niat hati ingin mengabadikan keaslian hutan tropis Sulawesi Utara, Jerome justru disuguhi pemandangan aktivitas penebangan pohon di kawasan yang seharusnya steril dari kegiatan eksploitatif.
“The forest we visited was interesting, but unfortunately subject to logging (illegal?), which disappointed us for a reserve with an entrance fee,” ujar Jerome kecewa.
Keluhan ini bukan yang pertama. Menurut Dedy Tampilang, Manajer Bogani Explorer—sebuah operator wisata lokal yang rutin menggelar trip trekking dan diving di wilayah Bolaang Mongondow—komplain serupa sering disampaikan oleh para tamu mereka.
“Rata-rata wisatawan senang dengan pengalaman menjelajah hutan tropis yang masih alami, lengkap dengan kehadiran satwa liar. Tapi mereka juga heran dan kecewa, karena dengan tiket masuk Rp150.000 per orang, aktivitas illegal logging masih marak di dalam kawasan,” jelas Dedy.
Yang lebih mengkhawatirkan, kata Dedy, adalah bukti-bukti perusakan yang langsung disaksikan para wisatawan, termasuk pemburuan terhadap satwa dilindungi seperti Macaca.
Ia mengungkapkan, pada kunjungan terakhir, selain keluarga dari Swiss, juga terdapat dua tamu asal Prancis yang menyampaikan protes keras atas situasi ini.
“Ini bukan sekadar soal merusak pemandangan, tapi pelanggaran terhadap undang-undang dan nilai konservasi. Kami minta pengelola taman nasional dan pemerintah daerah bertindak tegas,” tegasnya.
Dampak Serius bagi Pariwisata dan Penegakan Hukum
Aktivitas penebangan liar tidak hanya mengancam ekosistem taman nasional, tetapi juga berpotensi merusak reputasi wisata alam di Bolaang Mongondow.
Ketika wisatawan asing menyaksikan langsung kerusakan lingkungan di kawasan konservasi yang mereka bayar untuk kunjungi, kepercayaan terhadap industri pariwisata lokal pun ikut tercoreng.
“Kalau dibiarkan, ini bisa berdampak jangka panjang. Wisatawan bisa enggan datang lagi, lalu mereka akan menyebarkan cerita buruk tentang pengelolaan kawasan konservasi kita ke komunitas internasional,” ujar Dedy.
Dari sisi hukum, penebangan liar di kawasan taman nasional merupakan pelanggaran berat.
Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dengan jelas melarang segala bentuk perusakan di kawasan konservasi. Pelaku dapat dikenakan sanksi pidana hingga penjara dan denda besar.
Sayangnya, sejauh ini belum ada tindakan tegas yang terlihat di lapangan.
Situasi ini menjadi alarm bagi pemerintah, agar tidak tutup mata terhadap kerusakan yang terjadi di salah satu paru-paru dunia yang ada di wilayah mereka.
“Kami mendesak pengelola Taman Nasional dan aparat penegak hukum agar segera mengambil tindakan nyata. Jangan tunggu hingga semuanya rusak dan tidak bisa dipulihkan,” pungkas Dedy.
Wali Kota Kotamobagu Weny Gaib saat Memberikan Sambutan
Kotamobagu, ZONABMR.COM – Wali Kota Kotamobagu, Weny Gaib, secara resmi membuka kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Kotamobagu Tahun 2025–2029, yang digelar pada Rabu, 30 Juli 2025, di Ballroom Hotel Sutanraja, Kotamobagu.
Dalam sambutannya, Wali Kota menegaskan pentingnya RPJMD sebagai dokumen strategis pembangunan lima tahunan yang menjadi pedoman bagi seluruh perangkat daerah dalam merancang rencana kerja dan kebijakan pembangunan.
“RPJMD merupakan dokumen perencanaan jangka menengah daerah selama lima tahun ke depan. Dokumen ini disusun sebagai penjabaran dari visi, misi, dan program kepala daerah dan wakil kepala daerah terpilih. Ia menjadi pedoman utama bagi seluruh perangkat daerah dalam merumuskan rencana kerja, kebijakan, dan program pembangunan di daerah ini,” ujar Wali Kota.
Lebih lanjut, Weny Gaib menjelaskan bahwa penyusunan RPJMD juga memperhatikan arah kebijakan pembangunan nasional dan provinsi, serta berlandaskan pada prinsip-prinsip perencanaan pembangunan yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Pada kesempatan tersebut, Wali Kota juga mengumumkan visi pembangunan Kota Kotamobagu untuk lima tahun mendatang, yaitu “Kotamobagu Bersahabat”, yang mencerminkan semangat bersama untuk membangun daerah dengan prinsip berkemajuan, sejahtera, berbudaya, dan inovatif.
“Mengingat pentingnya Musrenbang RPJMD ini, saya berharap seluruh peserta dapat berpartisipasi aktif dengan memberikan masukan serta saran yang positif dan konstruktif. Hal ini menjadi bagian penting dalam penajaman dan penyelarasan tujuan, sasaran, strategi, arah kebijakan, dan program pembangunan Kota Kotamobagu ke depan,” tambahnya.
Musrenbang ini turut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Kotamobagu, Rendy Virgiawan Mangkat, bersama unsur Forkopimda seperti Dandim 1303 Bolaang Mongondow Letkol Inf. Fahmil Harris, Kapolres Kotamobagu AKBP Irwanto, Wakil Ketua DPRD Ahmad Sabir, para anggota legislatif.
Serta berbagai elemen masyarakat mulai dari akademisi, tokoh agama, pengusaha, hingga perwakilan LSM dan tokoh pemuda.
Keberagaman peserta yang hadir mencerminkan semangat inklusifitas dalam proses perencanaan pembangunan daerah, yang diharapkan mampu menjawab tantangan dan kebutuhan masyarakat secara menyeluruh, sekaligus membentuk arah pembangunan yang lebih terarah, partisipatif, dan berkelanjutan.
Kotamobagu, ZONABMR.COM – Mediasi yang digelar di Kantor Polres Kotamobagu menjadi langkah awal penyelesaian konflik antara dua sekolah di Kotamobagu, pasca-tawuran pelajar yang terjadi di depan SMA Negeri 1 Kotamobagu.
Dalam pertemuan, Rabu, 30 Juli 2025 tersebut, lima siswa dari SMA Negeri 1 dan sepuluh siswa dari SMK Cokroaminoto bersama orang tua mereka dipanggil untuk mendapatkan pembinaan langsung dari pihak kepolisian.
Insiden yang terjadi sehari sebelumnya sempat menghebohkan masyarakat.
Tak hanya menciptakan kekhawatiran di kalangan warga, kejadian itu juga memantik reaksi serius dari kalangan guru dan wali murid.
Belum diketahui secara pasti penyebab bentrokan tersebut, namun pihak sekolah dan kepolisian bergerak cepat untuk mencegah hal serupa terulang.
Kepala SMA Negeri 1 Kotamobagu, Masyuri Podomi, menjelaskan bahwa pihaknya langsung menindaklanjuti insiden tersebut dengan menggelar empat kali apel pembinaan dalam satu hari.
“Hari ini, kami melaksanakan empat kali apel di sekolah, sebagai bagian dari upaya pembinaan. Pihak kepolisian juga telah memanggil siswa dan wali murid untuk diberikan arahan,” ujar Masyuri.
Dari hasil mediasi dan investigasi awal, diketahui adanya grup komunikasi di aplikasi perpesanan Whatsapp yang dibuat oleh sejumlah siswa, dan diduga menjadi sarana pemicu atau pengorganisasian tawuran.
Guru-guru bersama aparat kini tengah menelusuri jejak digital grup tersebut sebagai bagian dari tindakan pencegahan.
Masyuri menegaskan bahwa bila kejadian serupa kembali terjadi di luar lingkungan sekolah, maka penanganan akan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pihak kepolisian.
“Jika kericuhan semacam ini terjadi lagi di luar sekolah, itu sudah menjadi ranah penegakan hukum,” ujarnya tegas.
Pihak sekolah berharap kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi seluruh siswa dan lingkungan pendidikan di Kotamobagu.
Tawuran tidak hanya merugikan para pelajar secara pribadi, tapi juga mencoreng marwah pendidikan yang seharusnya menjadi tempat tumbuhnya nilai moral dan karakter.
“Jangan sampai hal ini terulang lagi. Kita ingin anak-anak kembali fokus belajar, bukan saling bermusuhan,” tutup Masyuri.
Tangkapan Layar Video Kericuhan Antar Siswa di Jl. Arief Rachman Hakim
Kotamobagu, ZONABMR.COM — Insiden yang terjadi pada Selasa, 29 Juli 2025 sore di Jalan Arief Rahman Hakim, tepatnya di sekitar lingkungan SMA Negeri 1 Kotamobagu, menjadi perhatian pihak sekolah.
Kepala SMA Negeri 1 Kotamobagu, Masyuri Podomi, menyampaikan bahwa kejadian tersebut berada di luar area sekolah dan berlangsung di luar kendali pihaknya.
Menurut Masyuri, puncak kericuhan terjadi sekitar pukul 14.45 WITA, saat dirinya tengah melakukan supervisi terhadap guru-guru di dalam kelas.
Saat itu, ada sejumlah siswa yang tidak berada di kelas diduga menjadi bagian dari kerumunan yang menyaksikan atau bahkan terlibat dalam insiden tersebut.
“Ada aksi pelemparan ke arah sekolah, tapi kami tidak mengetahui pasti siapa pelakunya. Kejadiannya berlangsung cepat dan di luar pagar sekolah,” ungkapnya.
Pelemparan itu, diduga menjadi salah satu pemicu pecahnya insiden tawuran.
Menanggapi situasi itu, pihak sekolah segera meminta bantuan dari aparat kepolisian guna menjaga keamanan.
“Kami langsung berkoordinasi dengan pihak Polres. Kami juga diminta hadir untuk proses mediasi. Tadi kami mengutus wakil kepala sekolah, dua guru, dan dua petugas keamanan sekolah,” lanjut Masyuri.
Hingga saat ini, identitas siswa yang terlibat masih dalam proses penyelidikan.
“Kami belum bisa menyebut siapa saja yang terlibat karena masih ditangani pihak berwenang. Besok dijadwalkan ada mediasi lanjutan dan saya sendiri yang akan hadir, insya Allah,” tegasnya.
Usai kejadian, Masyuri segera mengumpulkan para siswa dan menggelar apel pada pukul 15.00 WITA.
Dalam kesempatan itu, ia mengingatkan agar para siswa segera pulang dan tidak berkeliaran di luar sekolah usai jam pelajaran.
“Kami minta mereka langsung pulang. Kami juga mendapat jaminan dari pihak kepolisian bahwa keamanan akan terus dijaga.”
Lebih lanjut, Masyuri mengungkapkan bahwa beberapa pekan sebelumnya pihaknya padahal baru mendapat kunjungan dari kepolisian dan Badan Narkotika Nasional (BNN) terkait pembinaan.
Namun, ia menilai perlu adanya langkah yang lebih konkret dalam bentuk nota kesepahaman (MoU) antara pihak sekolah-sekolah, Pemerintah Kota, dan Polres Kotamobagu.
“Harus ada kerja sama yang lebih erat untuk menjamin keamanan lingkungan sekolah. Kami berharap Pemkot dan Polres bisa bersama kami menjaga suasana yang kondusif,” ujarnya.
Salah satu hal yang mengejutkan Masyuri adalah laporan dari warga yang menyebut ada sekitar 14 unit sepeda motor datang ke lokasi, dengan pengendara yang berboncengan dua hingga tiga orang.
Mereka mengenakan jaket hitam dan masker, sehingga sulit dikenali.
Dalam kericuhan tersebut, seorang siswa yang diduga siswa SMK Cokroaminoto Kotamobagu, dikabarkan jatuh dari motornya dan langsung diamankan oleh pihak SMA Negeri 1 untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan sebelum akhirnya aparat kepolisian datang.
Pihak sekolah berharap situasi ini bisa segera dikendalikan dan menjadi momentum bersama untuk memperkuat sinergi menjaga lingkungan pendidikan yang aman bagi para siswa.