Beranda blog Halaman 295

Oknum ASN Ini Keberatan Namanya Diberitakan Sangat Lengkap

ZONA BOLTIM – SM alias Ul, oknum ASN di salah satu daerah di Bolaang Mongondow Raya (BMR) mengaku keberatan dengan pemberitaan beberapa media yang menyebut namanya secara lengkap dalam berita dugaan kasus pencabulan.

“Saya mengaku bersalah. Tapi pemberitaan itu saya tidak setuju, karena setiap pemberitaan harusnya dicantumkan inisial saja. Saya merasa keberatan sekali, karena dengan pemberitaan itu saya sangat merasa malu,” sebut SM.

Ia mengungkapkan, dirinya berencana melaporkan beberapa media yang memuat pemberitaan tersebut ke Dewan Pers. “Saya sudah membaca berita itu, karena ada beberapa teman yang memberitahukan ke saya. Saya akan laporkan ke Dewan Pers karena ini berkaitan dengan privasi saya,” ungkapnya.

Tokoh Masyarakat Boltim, Hendra Damopolii, menyayangkan beberapa media online yang memberitakan dugaan kasus tersebut dengan menyebut identitas lengkap terduga pelaku. “Kasus ini masih berproses di kepolisian. Kasihan terduga pelaku dan keluarganya. Teman-teman (wartawan) harusnya melindungi juga privasinya, serta selalu mengutamakan asas praduga tak bersalah,” ujarnya.

Ia menambahkan, media harusnya berperan dalam mengedukasi masyarakat, dan tidak hanya sekadar mengejar klik atau viewer dari produk berita yang disebarluaskan. “Misalnya untuk kasus tertentu yang punya kemiripan nama dan tokoh tertentu sebagai pemantik agar berita itu jadi viral. Sementara aspek pencegahan atau nilai edukasi dan dampak negatif dari berita itu terabaikan,” tambahnya.

Menanggapi pemberitaan yang menyebut lengkap nama pelaku, salah satu advokat yang juga Ketua YLBH BMR, Eldy Satria Noerdin SH, mengatakan, itu adalah pencemaran nama baik jika tidak ada konfirmasi.

“Intinya, secara umum jika ada seseorang merasa namanya tercemar, maka ia berhak menuntut secara hukum, sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku,” terang Eldy. (guf)

Sambut HUT Bhayangkara, Polres Boltim-Polsek Modayag Bagi Sembako dan Masker

Kapolsek Modayag Iptu Amri Momijo menyerahkan bantuan sembako kepada warga kurang mampu.

ZONA BOLTIM – Kepolisian Resor (Polres) Bolaang Mongondow Timur (Boltim) dan Polsek Modayag menyalurkan bantuan sosial berupa Sembako serta bagi-bagi masker kepada masyarakat, Jumat (25/6).

Kegiatan sosial ini merupakan rangkaian dari beberapa agenda yang telah dilaksanakan Polres Boltim dan Polsek Modayag dalam rangka menyambut dan memperingati HUT ke-75 Bhayangkara yang jatuh pada 1 Juli 2021, mendatang.

Adapun jenis bantuan sembako yang disalurkan kepada masing-masing warga kurang mampu, antara lain, Polres Boltim; beras 5 kg, teh 1 dos, minyak kelapa 1/2 kg, gula pasir 1 kg dan masker. Dan Sembako bantuan Polsek Modayag; beras 4 kg, teh dos, kopi 2 bungkus serta gula pasir 2 bungkus.

“Penyaluran bantuan sosial ini diberikan tepat sasaran kepada masyarakat kurang mampu yang saat ini sangat membutuhkan bantuan akibat dampak dari pandemi covid 19,” kata Kapolsek Modayag, Iptu Amri Momijo.

Usai menyalurkan bantuan sembako, Kapolsek Modayag dan anggota melaksanakan bagi-bagi masker kepada masyarakat di tiga kecamatan yakni, Modayag, Modayag Barat dan Mooat.

Kasium Polsek Modayag, Aipda Hijrah Arafat Mamonto menyerahkan masker kepada perangkat desa untuk dibagikan kepada masyarakat.

“Masker yang kita bagi adalah bantuan dari Kementerian Kesehatan sebanyak 600 pics. Sisanya 75 pics bantuan dari Polres Boltim. Setiap kecamatan kita bagi masker 225 pics. Alhamdulillah giat ini berjalan aman, lancar dan tertib,” ujarnya.

“Dalam penyaluran bantuan sosial dan masker Polsek Modayag bekerjasama dengan Pemerintah Kecamatan dan Pemerintah desa. Dibagikannya masker bantuan Kementerian Kesehatan dan Polres Boltim tersebut guna mencegah penyebaran covid-19 serta membiasakan masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan selama beraktifitas di luar rumah,” pungkas Kapolsek. (guf)

Asisten II Buka Pelatihan Digital Entrepreneurship Academy

ZONA KOTAMOBAGU – Mewakili Wali Kota Tatong Bara, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Kotamobagu, Siti Rafiqah Bora, membuka secara resmi Pelatihan Digital Entrepreneurship Academy (DEA) yang digelar Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian (BPSDMP) Kominfo Manado, bertempat di Hotel Sutan Raja Kotamobagu, Jumat (25/6) pagi.

Sambutan Wali Kota Tatong Bara yang dibacakan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sitti Rafiqah Bora menyampaikan, bahwa Pemerintah Kota Kotamobagu menyambut baik dan memberikan apresiasi yang tinggi serta ucapan terima kasih kepada BPSDMP Kominfo Manado, yang telah menggelar pelatihan Digital Entrepreneurship Academy (DEA) khususnya bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Kotamobagu.

“Pelatihan seperti ini sangat dibutuhkan, terlebih di masa pandemi seperti saat ini peningkatan kemampuan para pelaku UMKM untuk bertahan di tengah hantaman krisis yang melanda seluruh dunia, mutlak dibutuhkan. Dengan pelatihan ini diharapkan para pelaku UMKM di Kotamobagu bisa mendapat tambahan ilmu dan kemampuan untuk meningkatkan produktivitas usahanya dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BPSDMP Kominfo Manado, Christiany Juditha, mengatakan DEA merupakan program Balai Litbang SDM Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, melalui BPSDMP yang ada di 8 kota di Indonesia.

Kotamobagu menjadi kota ke 9 pelaksanaan DEA di wilayah Provinsi Sulut, Gorontalo, Sulawesi Barat dan Sulawesi Tengah, yang menjadi wilayah BPSDMP Kominfo Manado. Kegiatan ini dilaksanakan selama 2 hari, mulai 25 sampai 26 Juni 2021.

“Kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada Ibu Wali Kota Kotamobagu yang telah memberikan support dan dukungan hingga kegiatan ini bisa terlaksana di Kotamobagu,” ucapnya.

Lanjutnya, adapun peserta yang mendaftar cukup banyak, yakni di atas 200-an peserta. Kemudian diseleksi adminisrasi oleh pantia tersisa 198 peserta, selanjutnya diseleksi lagi terutama terkait bidang usaha yang dijalankan, dan tersisa 60 peserta yang hadir saat ini.

“Dalam pelatihan akan diberikan materi mulai model bisnis, pembuatan konten kreatif, cara memasarkan produk, hingga ke cara pembuatan website atau toko digital untuk memajang produk usahanya. Mudah-mudahan pelatihan ini bisa meningkatkan kapasitas para pelaku UMKM di Kotamobagu dalam menjalankan usahanya terutama dengan memanfaatkan perkembangan teknologi,” pungkasnya. (guf)

Sambut HUT ke-75 Bhayangkara, Polres Kotamobagu Gelar Vaksinasi Massal dan Donor Darah

Kapolres Kotamobagu, AKBP Prasetya Sejati SIK.

ZONA KOTAMOBAGU – Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Bhayangkara, 1 Juli 2021, Kepolisian Resor (Polres) Kotamobagu akan menggelar kegiatan bakti sosial yakni, vaksinasi massal dan donor darah.

Adapun bakti sosial yang akan dilaksanakan diantaranya, pelaksanaan vaksinasi massal kepada jajaran Polres Kotamobagu dan masyarakat umum serta menggelar Baksos donor darah.

“Vaksinasi dilaksanakan pada Sabtu 26 Juni, kemudian pekan depan dilanjutkan kegiatan donor darah,” ujar Kapolres Kotamobagu, AKBP Prasetya Sejati SIK.

Lanjutnya, program vaksinasi akan dilaksanakan di lima titik yang terbagi di empat kecamatan se-Kota Kotamobagu.

“Selain jajaran Polres Kotamobagu, diharapkan masyarakat umum yang ingin mendaftar dan ikut vaksinasi ini agar langsung mendaftar di Polres Kotamobagu. Kami menyediakan sekitar 560 vial vaksin Covid-19,” terang Kapolres.

Tak hanya itu, Kapolres juga berharap keterlibatan masyarakat untuk ikut dalam aksi kemanusiaan yakni, donor darah.

“Pelaksanaan kegiatan ini demi kemanusiaan. Serta khususnya untuk menyambut HUT Bhayangkara ke 75 Tahun,” pungkas Kapolres. (*/guf)

Rujak Jember Buatan Daud Diburu Penikmat Kuliner

ZONA EKONOMI – Menjalankan bisnis dengan berjualan rujak buah ternyata mampu mendatangkan penghasilan yang cukup lumayan. Seperti yang dilakukan Muhammad Daud, warga Desa Moyag, Kecamatan Kotamobagu Timur. Dengan berjualan rujak buah, ia mampu meraup omzet ratusan ribu per hari.

Menurut Daud, meski baru se bulan menjalankan bisnis tersebut, sudah banyak pelanggan yang datang membeli rujak buah racikannya. “Alhamdulillah pendapatan per hari bisa sampai Rp350-400 ribu,” kata Daud.

Ia menuturkan, awalnya usaha jualan rujak buah hanya dari rumah mertuanya. Namun melihat peluang usaha ini semakin banyak peminat, ia langsung berinisiatif untuk membuat gerobak dan mencari lokasi yang strategis untuk menjajakan rujak jember buatannya. “Sudah satu tahun saya berjualan rujak buah, hanya dengan memanfaatkan media sosial facebook untuk pemasarannya. Lama-kelamaan pelanggan semakin banyak, jadi pikir-pikir saya berinisiatif membuat gerobak dan alhamdulillah dari hasil penjualan rujak buah bisa memenuhi kebutuhan rumah tangga,” tutur Daud.

Rutinitas Daud untuk berjualan rujak ia mulai sejak siang hingga sore hari. Untuk harga, ia
hanya memasang tarif Rp10 ribu per mika. “Hari-hari pertama jualan memakai gerobak, saya hanya targetkan 20 mika per hari. Tapi banyak permintaan dari pelanggan, jadi ditambah sampai 40 mika,” ujar Daud yang sudah 6 tahun berdomisili di Desa Moyag.

Untuk mendapatkan buah, dirinya hanya pergi membeli di pasar dan ada juga yang dipesan kepada petani buah. “Keuntungan bersih dari hasil jualan selain untuk menutupi biaya hidup sehari-hari, juga ditabung,” ungkapnya.

Cita rasa rujak buahnya datang dari rasa bumbunya yang khas, campuran gula merah dengan cabai dipadu dengan buah-buahan mulai dari pepaya, nenas, ketimun, mangga, kedondong dan lainnya, membuat setiap orang yang mencicipi pasti merasakan sensasi tersendiri, seakan lidahnya tak bisa diam.

Bagi penikmat kuliner yang ingin merasakan sensasi rujak buah jember buatan Muhammad Daud, bisa lansung mengunjungi tempat dagangannya yang terletak di samping Indomaret, Desa Moyag. (guf)

Dinas PP-KB dan IBI Gelar Pelayanan KB Sejuta Akseptor Secara Gratis

Pelayanan KB gratis yang dilaksanakan Dinas PP-KB Kotamobagu dan Ikatan Bidan Indonesia.

ZONA KOTAMOBAGU – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PP-KB) Kotamobagu bersama Ikatan Bidan Indonesia (IBI) menggelar program pelayanan KB sejuta akseptor secara gratis, di Kelurahan Motoboi Kecil, Kecamatan Kotamobagu Selatan, Kamis (24/6) kemarin.

Kegiatan tersebut dalam rangka menyambut Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-28 yang jatuh pada tanggal 29 Juni 2021 dan HUT ke-70 Ikatan Bidan Indonesia (IBI).

Kepala Dinas PP dan KB Kotamobagu Ahmad Yani Umar mengatakan prinsip dalam menyambut Harganas kali ini, pihaknya ingin hadir di tengah masyarakat.

“Kegiatan dilaksanakan di empat kecamatan. Dan hari ini adalah puncak pelaksanaan secara serentak di Indonesia. Tentu pada pelaksanaan ini tetap mengedepankan penerapan protokol kesehatan Covid-19,” ujarnya.

Lanjutnya pelayanan KB gratis bagi masyarakat telah dilaksanakan sejak awal bulan Juni 2021.

“Rangkaian pelaksanaan pelayanan KB sejuta akseptor dilaksanakan mulai awal Juni. Untuk itu momentum Harganas, saya mengajak seluruh keluarga untuk memupuk komunikasi antar anggota untuk menciptakan ketahanan keluarga yang semakin kuat untuk mewujudkan keluarga berkualitas,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Pengurus IBI Kotamobagu, Sri Nurhayati Dunggio di dampingi Sekertaris IBI Herny Tampi, mengatakan sesuai dengan surat dari Pengurus Pusat (PP) IBI, kegiatan hari ini merupakan kegiatan dari BKKBN Pusat kemudian Dinas PP dan KB dan IBI sebagai mitra kerja untuk mensukseskan kegiatan ini.

“Pelayanan KB untuk semua jenis kontrasepsi, sesuai dengan permintaan akseptor pada saat melakukan registrasi atau pendaftaran seperti pemasangan implan, pencabutan implan, pelayanan KB suntik, KB pil terkecuali kontrasepsi mantap. Akan tetapi jika dalam pendaftaran ada akseptor yang menginginkan kontrasepsi mantap, tetap akan diakomodir,” tambahnya. (*/guf)

Ditangan Sahrini, Karung Goni Jadi Produk Bernilai Ekonomis

Sahrini Wilar memperlihatkan hasil kerajinan tangannya yang dipajang di depan rumah.

ZONA EKONOMI – Karung goni identik dengan bahan yang digunakan untuk menyimpan bahan pangan. Namun, di tangan Sahrini Wilar (55), karung goni disulap menjadi produk bernilai ekonomis.

Sahrini Wilar, ibu rumah tangga (IRT) yang tepatnya tinggal di depan Patung Bogani, Kelurahan Kotobangon, Kecamatan Kotamobagu Timur bercerita, ia membangun usahanya penuh dengan tantangan sejak dua tahun lalu. Awal mula, ia mendapat ide untuk membuka usaha ketika suaminya meninggal. Kemudian melihat karung bekas goni dan mencoba membuat tas kecil untuk menyimpan ponsel genggam sebanyak 10 buah.

“Awal-awal malu menjualnya. Namun anak kedua saya, mengeluarkan dan memajang tas dari karung goni itu. Tak disangka ternyata laku semuanya,” ujarnya.

Kemudian mencoba lagi dengan berbagai kreasi tambahan luar berupa kain batik dan aksesoris lainnya, dan ternyata habis terjual. Bahkan pernah ada bule (warga negara asing) memborong 10 tas untuk oleh-oleh ke negaranya.

“Yang datang dari Turki dan Belanda bersama penerjemahnya. Bahkan sempat berbincang-bincang soal cara membuat tas karung goni. Saking bangganya, bule itu memberi uang 1 juta untuk membayar 10 buah tas kecil. Padahal harga tas kecil hanya 50 ribu,” tutur IRT dua anak ini.

Ia juga katakan yang dijual ada ukuran kecil dan besar dengan harga Rp 50.000 sampai Rp150.000. Sedangkan dari satu buah karung goni setiap hari bisa menghasilkan 7 sampai 8 tas ukuran kecil, namun untuk ukuran besar hanya 5 buah.

“Bentuk dan modelnya kreasi sendiri. Rasa syukur setiap hari bisa laku 4 sampai 5 buah tas karung goni. Dan semuanya dijahit menggunakan mesin jahit manual pedal kaki,” ungkapnya.

Bahkan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, Sahrini mencoba membuat dream catcher atau penangkap mimpi sampai vas bunga anggrek dan lainnya.

“Ini semua agar kebutuhan keluarga bisa terpenuhi setiap hari, apalagi tinggal saya sendiri yang banting tulang demi anak-anak,” imbuhnya.

Adapun harapan agar usahanya bisa berlanjut, Sahrini sampaikan, modal khusus membeli mesin jahit otomatis dengan harapan bisa membuat tas sebanyak-banyaknya. Apalagi selama ini, belum pernah mendapatkan bantuan pemerintah. “Harapan saya hanya bantuan mesin jahit otomatis dari pemerintah,” tambahnya. (guf)

Sekda: Lembaga Penyiaran Miliki Peran Penting dan Strategis Bagi Pemda

Sekda Kotamobagu, Sande Dodo, memberikan sambutan pada kegiatan Workshop Mekanisme Perizinan Online.

ZONA KOTAMOBAGU – Sekretaris Daerah (Sekda) Kotamobagu, Sande Dodo, menghadiri sekaligus membuka secara resmi kegiatan Workshop Mekanisme Perizinan Online bersama Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), bertempat di kafe Kopi Korot, Kotamobagu, Kamis (24/6).

Dalam sambutannya, Sekda menyampaikan bahwa lembaga penyiaran memiliki peran yang sangat penting serta sangat strategis bagi Pemerintah Daerah (Pemda), khususnya dalam mendukung berbagai program dan kegiatan pembangunan yang dilaksanakan pemerintah daerah.

“Siaran yang dipancarkan dan di terima secara bersamaan, serentak dan bebas memiliki pengaruh yang besar dalam pembentukan pendapat dan sikap masyarakat, mengingat besarnya fungsi lembaga penyiaran maka lembaga penyiaran tentunya wajib bertanggung jawab dalam menjaga nilai moral, budaya, kepribadian dan kesatuan bangsa sehingga penyelenggaraan penyiaran akan dapat di laksanakan secara baik dan berkualitas,” jelasnya.

Lanjutnya, sehubungan dengan hal tersebut lembaga penyiaran yang juga merupakan media komunikasi dan informasi masa sangat diharapkan dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Peran dan fungsi tersebut dapat terselenggara dengan baik jika setiap lembaga penyiaran dapat memenuhi aturan kewajibannya termasuk yang berkaitan dengan perizinan.

“Serangkaian kegiatan workshop pada pagi hari ini maka saya juga mengharapkan kepada seluruh peserta untuk mengikuti kegiatan ini dengan baik agar nantinya seluruh materi yang di sampaikan oleh para narasumber dari KPID Sulut akan dapat dipahami serta dimengerti khususnya yang berkaitan dengan tata cara serta mekanisme perizinan Online lembaga penyiaran,” tutupnya.

Sementara itu, Korbid PS2P KPID Sulut, Hamri Mokoagow, yang juga satu-satunya komisioner perwakilan dari Bolaang Mongondow Raya mengatakan, karena Kotamobagu adalah kota model sektor pengembangan jasa tentunya jasa penyiaran adalah salah satu investasi yang menjanjikan di Kotamobagu, yang bisa mensupport pendapatan asli daerah dibidang penyiaran yang ada di Kotamobagu.

“Tugas kita sebagai KPID adalah mendorong regulasi, pengawasan dan partisipasi serta mendukung lembaga-lembaga penyiaran seperti lembaga penyiaran publik, swasta, komunitas dan berlangganan. Revisi Undang-undang 32 tahun 2002, kalau tahun ini berhasil didorong maka insya allah konten-konten seperti youtube, Netflix, instagram, facebook dan lain-lain yang mengandung unsur-unsur pornografi, isu Hoax dan kekerasan yang tidak layak di konsumsi oleh anak-anak akan di awasi oleh KPID,” pungkasnya. (guf)

Kotamobagu Juara Umum STQH Tingkat Provinsi 2 Kali Berturut-turut

Kepala Bagian Kesra, Hamdan Mokoagow, menerima tropi juara umum STQH tingkat Provinsi Sulut.

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu mengapresiasi kafilah utusan Kota Kotamobagu yang kembali berhasil meraih juara umum pada Lomba Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadist (STQH) ke-XXVI tingkat Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) tahun 2021.

Dari 13 peserta yang ikut dalam lomba tersebut, Kotamobagu keluar sebagai juara masing-masing, tilawah penghafal Quran 1 juz hingga 10 juz putra dan putri, penghafal hadits mulai dari 100 hadist bersanad hingga 500 hadist tidak bersanad putra putri, sehingga dari 15 kabupaten/kota yang ikut, Kotamobagu berhasil menyabet juara umum dan ini merupakan keberhasilan yang kedua kalinya mulai tahun 2020 dan tahun 2021.

Wali Kota Kotamobagu Tatong Bara, melalui Kepala bagian Kesejahteraan Masyarakat (Kabag Kesra), Hamdan Mokoagow, menyampaikan rasa bangga serta apresiasi yang tinggi kepada seluruh kontingen kafilah yang berhasil meraih Juara Umum STQH tingkat Provinsi Sulut.

“Alhamdulillah, kita kembali meraih Juara Umum STQH Sulut Tahun 2021. Ini merupakan hasil kerja keras kita bersama dalam pembinaan keagamaan di Kota Kotamobagu,” ujarnya.

Lanjutnya, raihan prestasi ini juga tak lepas dari perhatian Wali Kota Tatong Bara dan Wakil Wali Kota Nayodo Koerniawan yang terus menopang dari segi anggaran serta bantuan fasilitas penunjang agar kontingen Kotamobagu dapat memberikan yang terbaik.

“Sehingga perencanaan dan pelaksanaan tahapan seleksi dari tingkat Desa/Kelurahan, Kecamatan, hingga Kota Kotamobagu dapat berjalan maksimal, sehingga kafilah dan unsur terkait mampu mempersembahkan amanah masyarakat Kota Kotamobagu menjadi Juara Umum STQH Tingkat Provinsi Sulut,” ungkapnya.

Menurutnya, capaian prestasi merupakan sebuah kebanggaan bagi Pemerintah Daerah dan masyarakat Kota Kotamobagu.

“Saya atas nama pribadi, Pemerintah Daerah dan masyarakat tentunya merasa bangga, sekaligus juga menyampaikan terima kasih yang sebesar – besarnya kepada seluruh official, terlebih khusus kepada peserta atau kafilah yang telah mengharumkan nama daerah Kota Kotamobagu, serta berharap agar capaian prestasi ini dapat dipertahankan lagi. Bahkan lebih ditingkatkan lagi, di masa – masa yang akan datang,” tuturnya.

Ia juga menyampaikan, prestasi yang diraih sebagai juara umum tentunya juga tidak lepas dari dukungan seluruh guru mengaji di Kota Kotamobagu, termasuk dalam mendukung pelaksanaan gerakan masyarakat mengaji yang dilaksanakan di wilayah Kota Kotamobagu.

“Terima kasih para guru-guru yang telah mendidik dan membina sehingga bisa sukses dengan diraihnya Juara Umum STQH Tingkat Provinsi Sulut Tahun 2021,”pungkasnya. (guf)

Bapemperda DPRD Bolmong Bahas Dua Ranperda Inisiatif

ZONA POLITIK – Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow menggelar pembahasan dua Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda), bertempat di ruang rapat paripurna, Rabu (22/6).

Adapun dua Ranperda inisiatif yang dibahas DPRD itu, yakni tentang Retribusi Menara Telekomunikasi, serta Ranperda usulan Eksekutif yakni tentang Retribusi Pelayanan Kesehatan.

Pembahasan Dua Ranperda itu dipimpin Ketua Bapemperda, Masud Lauma dan dihadiri Ketua DPRD, Welty Komaling, anggota DPRD Tony Tumbelaka dan I Wayan Gede.

Ketua DPRD Bolmong, Welty Komaling dalam pembahasan tersebut nampak mengkoreksi sejumlah pasal dalam Ranperda Retribusi Pelayanan Kesehatan.

Menurut Welty, harusnya dalam pembahasan tersebut dihadiri oleh BPJS “Saya tidak melihat dalam pembahasan ini ada BPJS. Padahal ada korelasi dan hubungan sangat erat dengan BPJS. jangan sampai saat Ranperda ini diputuskan akan bertentangan dengan apa yang ada di BPJS.

Selain itu kata Welty, hal yang perlu dikomentari terkait dengan orientasi dari Rumah Sakit. “Saya sepakat dengan apa yang disampaikan rekan saya sesama anggota DPRD. Orientasi dari Ranperda ini jangan sampai membebani masyarakat. Karena saya tahu Rumah Sakit itu orientasinya bukan mengejar laba. Karena sektor pendapatannya sudah dipangkas, jadi orientasinya sudah ke pelayanan,” Beber Welty.

Hal lain pun disampaikan rekan sesama anggota DPRD, yakni Tony Tumbelaka. Tony mengkoreksi terkait besaran biaya luka jahit “Besaran biaya perlu ditinjau lagi. Biaya luka besar, luka kecil. Apa lagi untuk anastesi biayanya cukup besar. Ada lagi terkait dengan biaya sewa Ambulance kalau bisa di turunkan karena disini cukup besar. Saya rasa biaya ini masyarakat sudah tidak mampu lagi,” tukasnya. (Advertorial)