Beranda blog Halaman 296

Rujak Jember Buatan Daud Diburu Penikmat Kuliner

ZONA EKONOMI – Menjalankan bisnis dengan berjualan rujak buah ternyata mampu mendatangkan penghasilan yang cukup lumayan. Seperti yang dilakukan Muhammad Daud, warga Desa Moyag, Kecamatan Kotamobagu Timur. Dengan berjualan rujak buah, ia mampu meraup omzet ratusan ribu per hari.

Menurut Daud, meski baru se bulan menjalankan bisnis tersebut, sudah banyak pelanggan yang datang membeli rujak buah racikannya. “Alhamdulillah pendapatan per hari bisa sampai Rp350-400 ribu,” kata Daud.

Ia menuturkan, awalnya usaha jualan rujak buah hanya dari rumah mertuanya. Namun melihat peluang usaha ini semakin banyak peminat, ia langsung berinisiatif untuk membuat gerobak dan mencari lokasi yang strategis untuk menjajakan rujak jember buatannya. “Sudah satu tahun saya berjualan rujak buah, hanya dengan memanfaatkan media sosial facebook untuk pemasarannya. Lama-kelamaan pelanggan semakin banyak, jadi pikir-pikir saya berinisiatif membuat gerobak dan alhamdulillah dari hasil penjualan rujak buah bisa memenuhi kebutuhan rumah tangga,” tutur Daud.

Rutinitas Daud untuk berjualan rujak ia mulai sejak siang hingga sore hari. Untuk harga, ia
hanya memasang tarif Rp10 ribu per mika. “Hari-hari pertama jualan memakai gerobak, saya hanya targetkan 20 mika per hari. Tapi banyak permintaan dari pelanggan, jadi ditambah sampai 40 mika,” ujar Daud yang sudah 6 tahun berdomisili di Desa Moyag.

Untuk mendapatkan buah, dirinya hanya pergi membeli di pasar dan ada juga yang dipesan kepada petani buah. “Keuntungan bersih dari hasil jualan selain untuk menutupi biaya hidup sehari-hari, juga ditabung,” ungkapnya.

Cita rasa rujak buahnya datang dari rasa bumbunya yang khas, campuran gula merah dengan cabai dipadu dengan buah-buahan mulai dari pepaya, nenas, ketimun, mangga, kedondong dan lainnya, membuat setiap orang yang mencicipi pasti merasakan sensasi tersendiri, seakan lidahnya tak bisa diam.

Bagi penikmat kuliner yang ingin merasakan sensasi rujak buah jember buatan Muhammad Daud, bisa lansung mengunjungi tempat dagangannya yang terletak di samping Indomaret, Desa Moyag. (guf)

Dinas PP-KB dan IBI Gelar Pelayanan KB Sejuta Akseptor Secara Gratis

Pelayanan KB gratis yang dilaksanakan Dinas PP-KB Kotamobagu dan Ikatan Bidan Indonesia.

ZONA KOTAMOBAGU – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PP-KB) Kotamobagu bersama Ikatan Bidan Indonesia (IBI) menggelar program pelayanan KB sejuta akseptor secara gratis, di Kelurahan Motoboi Kecil, Kecamatan Kotamobagu Selatan, Kamis (24/6) kemarin.

Kegiatan tersebut dalam rangka menyambut Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-28 yang jatuh pada tanggal 29 Juni 2021 dan HUT ke-70 Ikatan Bidan Indonesia (IBI).

Kepala Dinas PP dan KB Kotamobagu Ahmad Yani Umar mengatakan prinsip dalam menyambut Harganas kali ini, pihaknya ingin hadir di tengah masyarakat.

“Kegiatan dilaksanakan di empat kecamatan. Dan hari ini adalah puncak pelaksanaan secara serentak di Indonesia. Tentu pada pelaksanaan ini tetap mengedepankan penerapan protokol kesehatan Covid-19,” ujarnya.

Lanjutnya pelayanan KB gratis bagi masyarakat telah dilaksanakan sejak awal bulan Juni 2021.

“Rangkaian pelaksanaan pelayanan KB sejuta akseptor dilaksanakan mulai awal Juni. Untuk itu momentum Harganas, saya mengajak seluruh keluarga untuk memupuk komunikasi antar anggota untuk menciptakan ketahanan keluarga yang semakin kuat untuk mewujudkan keluarga berkualitas,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Pengurus IBI Kotamobagu, Sri Nurhayati Dunggio di dampingi Sekertaris IBI Herny Tampi, mengatakan sesuai dengan surat dari Pengurus Pusat (PP) IBI, kegiatan hari ini merupakan kegiatan dari BKKBN Pusat kemudian Dinas PP dan KB dan IBI sebagai mitra kerja untuk mensukseskan kegiatan ini.

“Pelayanan KB untuk semua jenis kontrasepsi, sesuai dengan permintaan akseptor pada saat melakukan registrasi atau pendaftaran seperti pemasangan implan, pencabutan implan, pelayanan KB suntik, KB pil terkecuali kontrasepsi mantap. Akan tetapi jika dalam pendaftaran ada akseptor yang menginginkan kontrasepsi mantap, tetap akan diakomodir,” tambahnya. (*/guf)

Ditangan Sahrini, Karung Goni Jadi Produk Bernilai Ekonomis

Sahrini Wilar memperlihatkan hasil kerajinan tangannya yang dipajang di depan rumah.

ZONA EKONOMI – Karung goni identik dengan bahan yang digunakan untuk menyimpan bahan pangan. Namun, di tangan Sahrini Wilar (55), karung goni disulap menjadi produk bernilai ekonomis.

Sahrini Wilar, ibu rumah tangga (IRT) yang tepatnya tinggal di depan Patung Bogani, Kelurahan Kotobangon, Kecamatan Kotamobagu Timur bercerita, ia membangun usahanya penuh dengan tantangan sejak dua tahun lalu. Awal mula, ia mendapat ide untuk membuka usaha ketika suaminya meninggal. Kemudian melihat karung bekas goni dan mencoba membuat tas kecil untuk menyimpan ponsel genggam sebanyak 10 buah.

“Awal-awal malu menjualnya. Namun anak kedua saya, mengeluarkan dan memajang tas dari karung goni itu. Tak disangka ternyata laku semuanya,” ujarnya.

Kemudian mencoba lagi dengan berbagai kreasi tambahan luar berupa kain batik dan aksesoris lainnya, dan ternyata habis terjual. Bahkan pernah ada bule (warga negara asing) memborong 10 tas untuk oleh-oleh ke negaranya.

“Yang datang dari Turki dan Belanda bersama penerjemahnya. Bahkan sempat berbincang-bincang soal cara membuat tas karung goni. Saking bangganya, bule itu memberi uang 1 juta untuk membayar 10 buah tas kecil. Padahal harga tas kecil hanya 50 ribu,” tutur IRT dua anak ini.

Ia juga katakan yang dijual ada ukuran kecil dan besar dengan harga Rp 50.000 sampai Rp150.000. Sedangkan dari satu buah karung goni setiap hari bisa menghasilkan 7 sampai 8 tas ukuran kecil, namun untuk ukuran besar hanya 5 buah.

“Bentuk dan modelnya kreasi sendiri. Rasa syukur setiap hari bisa laku 4 sampai 5 buah tas karung goni. Dan semuanya dijahit menggunakan mesin jahit manual pedal kaki,” ungkapnya.

Bahkan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, Sahrini mencoba membuat dream catcher atau penangkap mimpi sampai vas bunga anggrek dan lainnya.

“Ini semua agar kebutuhan keluarga bisa terpenuhi setiap hari, apalagi tinggal saya sendiri yang banting tulang demi anak-anak,” imbuhnya.

Adapun harapan agar usahanya bisa berlanjut, Sahrini sampaikan, modal khusus membeli mesin jahit otomatis dengan harapan bisa membuat tas sebanyak-banyaknya. Apalagi selama ini, belum pernah mendapatkan bantuan pemerintah. “Harapan saya hanya bantuan mesin jahit otomatis dari pemerintah,” tambahnya. (guf)

Sekda: Lembaga Penyiaran Miliki Peran Penting dan Strategis Bagi Pemda

Sekda Kotamobagu, Sande Dodo, memberikan sambutan pada kegiatan Workshop Mekanisme Perizinan Online.

ZONA KOTAMOBAGU – Sekretaris Daerah (Sekda) Kotamobagu, Sande Dodo, menghadiri sekaligus membuka secara resmi kegiatan Workshop Mekanisme Perizinan Online bersama Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), bertempat di kafe Kopi Korot, Kotamobagu, Kamis (24/6).

Dalam sambutannya, Sekda menyampaikan bahwa lembaga penyiaran memiliki peran yang sangat penting serta sangat strategis bagi Pemerintah Daerah (Pemda), khususnya dalam mendukung berbagai program dan kegiatan pembangunan yang dilaksanakan pemerintah daerah.

“Siaran yang dipancarkan dan di terima secara bersamaan, serentak dan bebas memiliki pengaruh yang besar dalam pembentukan pendapat dan sikap masyarakat, mengingat besarnya fungsi lembaga penyiaran maka lembaga penyiaran tentunya wajib bertanggung jawab dalam menjaga nilai moral, budaya, kepribadian dan kesatuan bangsa sehingga penyelenggaraan penyiaran akan dapat di laksanakan secara baik dan berkualitas,” jelasnya.

Lanjutnya, sehubungan dengan hal tersebut lembaga penyiaran yang juga merupakan media komunikasi dan informasi masa sangat diharapkan dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Peran dan fungsi tersebut dapat terselenggara dengan baik jika setiap lembaga penyiaran dapat memenuhi aturan kewajibannya termasuk yang berkaitan dengan perizinan.

“Serangkaian kegiatan workshop pada pagi hari ini maka saya juga mengharapkan kepada seluruh peserta untuk mengikuti kegiatan ini dengan baik agar nantinya seluruh materi yang di sampaikan oleh para narasumber dari KPID Sulut akan dapat dipahami serta dimengerti khususnya yang berkaitan dengan tata cara serta mekanisme perizinan Online lembaga penyiaran,” tutupnya.

Sementara itu, Korbid PS2P KPID Sulut, Hamri Mokoagow, yang juga satu-satunya komisioner perwakilan dari Bolaang Mongondow Raya mengatakan, karena Kotamobagu adalah kota model sektor pengembangan jasa tentunya jasa penyiaran adalah salah satu investasi yang menjanjikan di Kotamobagu, yang bisa mensupport pendapatan asli daerah dibidang penyiaran yang ada di Kotamobagu.

“Tugas kita sebagai KPID adalah mendorong regulasi, pengawasan dan partisipasi serta mendukung lembaga-lembaga penyiaran seperti lembaga penyiaran publik, swasta, komunitas dan berlangganan. Revisi Undang-undang 32 tahun 2002, kalau tahun ini berhasil didorong maka insya allah konten-konten seperti youtube, Netflix, instagram, facebook dan lain-lain yang mengandung unsur-unsur pornografi, isu Hoax dan kekerasan yang tidak layak di konsumsi oleh anak-anak akan di awasi oleh KPID,” pungkasnya. (guf)

Kotamobagu Juara Umum STQH Tingkat Provinsi 2 Kali Berturut-turut

Kepala Bagian Kesra, Hamdan Mokoagow, menerima tropi juara umum STQH tingkat Provinsi Sulut.

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu mengapresiasi kafilah utusan Kota Kotamobagu yang kembali berhasil meraih juara umum pada Lomba Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadist (STQH) ke-XXVI tingkat Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) tahun 2021.

Dari 13 peserta yang ikut dalam lomba tersebut, Kotamobagu keluar sebagai juara masing-masing, tilawah penghafal Quran 1 juz hingga 10 juz putra dan putri, penghafal hadits mulai dari 100 hadist bersanad hingga 500 hadist tidak bersanad putra putri, sehingga dari 15 kabupaten/kota yang ikut, Kotamobagu berhasil menyabet juara umum dan ini merupakan keberhasilan yang kedua kalinya mulai tahun 2020 dan tahun 2021.

Wali Kota Kotamobagu Tatong Bara, melalui Kepala bagian Kesejahteraan Masyarakat (Kabag Kesra), Hamdan Mokoagow, menyampaikan rasa bangga serta apresiasi yang tinggi kepada seluruh kontingen kafilah yang berhasil meraih Juara Umum STQH tingkat Provinsi Sulut.

“Alhamdulillah, kita kembali meraih Juara Umum STQH Sulut Tahun 2021. Ini merupakan hasil kerja keras kita bersama dalam pembinaan keagamaan di Kota Kotamobagu,” ujarnya.

Lanjutnya, raihan prestasi ini juga tak lepas dari perhatian Wali Kota Tatong Bara dan Wakil Wali Kota Nayodo Koerniawan yang terus menopang dari segi anggaran serta bantuan fasilitas penunjang agar kontingen Kotamobagu dapat memberikan yang terbaik.

“Sehingga perencanaan dan pelaksanaan tahapan seleksi dari tingkat Desa/Kelurahan, Kecamatan, hingga Kota Kotamobagu dapat berjalan maksimal, sehingga kafilah dan unsur terkait mampu mempersembahkan amanah masyarakat Kota Kotamobagu menjadi Juara Umum STQH Tingkat Provinsi Sulut,” ungkapnya.

Menurutnya, capaian prestasi merupakan sebuah kebanggaan bagi Pemerintah Daerah dan masyarakat Kota Kotamobagu.

“Saya atas nama pribadi, Pemerintah Daerah dan masyarakat tentunya merasa bangga, sekaligus juga menyampaikan terima kasih yang sebesar – besarnya kepada seluruh official, terlebih khusus kepada peserta atau kafilah yang telah mengharumkan nama daerah Kota Kotamobagu, serta berharap agar capaian prestasi ini dapat dipertahankan lagi. Bahkan lebih ditingkatkan lagi, di masa – masa yang akan datang,” tuturnya.

Ia juga menyampaikan, prestasi yang diraih sebagai juara umum tentunya juga tidak lepas dari dukungan seluruh guru mengaji di Kota Kotamobagu, termasuk dalam mendukung pelaksanaan gerakan masyarakat mengaji yang dilaksanakan di wilayah Kota Kotamobagu.

“Terima kasih para guru-guru yang telah mendidik dan membina sehingga bisa sukses dengan diraihnya Juara Umum STQH Tingkat Provinsi Sulut Tahun 2021,”pungkasnya. (guf)

Bapemperda DPRD Bolmong Bahas Dua Ranperda Inisiatif

ZONA POLITIK – Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow menggelar pembahasan dua Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda), bertempat di ruang rapat paripurna, Rabu (22/6).

Adapun dua Ranperda inisiatif yang dibahas DPRD itu, yakni tentang Retribusi Menara Telekomunikasi, serta Ranperda usulan Eksekutif yakni tentang Retribusi Pelayanan Kesehatan.

Pembahasan Dua Ranperda itu dipimpin Ketua Bapemperda, Masud Lauma dan dihadiri Ketua DPRD, Welty Komaling, anggota DPRD Tony Tumbelaka dan I Wayan Gede.

Ketua DPRD Bolmong, Welty Komaling dalam pembahasan tersebut nampak mengkoreksi sejumlah pasal dalam Ranperda Retribusi Pelayanan Kesehatan.

Menurut Welty, harusnya dalam pembahasan tersebut dihadiri oleh BPJS “Saya tidak melihat dalam pembahasan ini ada BPJS. Padahal ada korelasi dan hubungan sangat erat dengan BPJS. jangan sampai saat Ranperda ini diputuskan akan bertentangan dengan apa yang ada di BPJS.

Selain itu kata Welty, hal yang perlu dikomentari terkait dengan orientasi dari Rumah Sakit. “Saya sepakat dengan apa yang disampaikan rekan saya sesama anggota DPRD. Orientasi dari Ranperda ini jangan sampai membebani masyarakat. Karena saya tahu Rumah Sakit itu orientasinya bukan mengejar laba. Karena sektor pendapatannya sudah dipangkas, jadi orientasinya sudah ke pelayanan,” Beber Welty.

Hal lain pun disampaikan rekan sesama anggota DPRD, yakni Tony Tumbelaka. Tony mengkoreksi terkait besaran biaya luka jahit “Besaran biaya perlu ditinjau lagi. Biaya luka besar, luka kecil. Apa lagi untuk anastesi biayanya cukup besar. Ada lagi terkait dengan biaya sewa Ambulance kalau bisa di turunkan karena disini cukup besar. Saya rasa biaya ini masyarakat sudah tidak mampu lagi,” tukasnya. (Advertorial)

Peduli Kegiatan Kemasyarakatan, Bupati Apresiasi Polres Boltim

Bupati Boltim meninjau kegiatan bakti kesehatan donor darah yang diselenggarakan Polres Boltim.

ZONA BOLTIM – Bupati Sam Sachrul Mamonto, mengapresiasi serta menyampaikan terima kasih kepada pihak Kepolisian Resor (Polres) Bolaang Mongondow Timur (Boltim) yang selalu aktif dan peduli akan kegiatan kemasyarakatan, salah satunya dengan menggelar Bakti Kesehatan Donor Darah.

Hal ini disampaikan Bupati usai meninjau kegiatan Bakti kesehatan donor darah, dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-75, bertempat di gedung Aula Polres Boltim, Tutuyan, Rabu (23/6).

“Kegiatan ini adalah tugas kemanusiaan. Darah yang kita sumbangkan itu untuk sesama manusia dan membantu ketersediaan darah di Bank PMI,” kata Sachrul.

Lanjutnya, kemarin juga telah dilaksanakan kegiatan donor darah di hari World Blood Donor Day (WBDD) yang diprakarsai oleh DPRD dan Pemkab Boltim bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI).

“Secara umum dengan donor darah, kita sudah membantu banyak orang, khususnya pasien yang membutuhkan. Selain itu, bisa membuat kita terhindar dari penyakit dan kesehatan tetap terjaga,” terang Bupati.

Sementara itu, Kapolres Boltim, AKBP Irham Halid SIK menyampaikan, penuh rasa syukur atas terlaksananya kegiatan dengan baik dan kondusif. “Alhamdulillah berjalan baik, semua mematuhi protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19,” kata Irham.

Dikatakannya, bakti kesehatan donor darah dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-75 tahun ini, Polres Boltim dapat 70 lebih kantung darah dari para pendonor.

“Alhamdulillah hari ini antusias anggota, juga ASN sampai Wartawan, banyak yang mendonorkan darahnya,” ucap Kapolres.

Selain itu, kata Kapolres, adapula kegiatan pemasangan implan program dari BKKBN pusat, sehingga dibarengi dengan kegiatan donor darah.

“Kita akan isi hari bhayangkara ini dengan bakti sosial di tempat-tempat ibadah, juga ditempat umum seperti pasar, dan pembagian sembako. Kemudian 26 Juni lanjut kegiatan olahraga Go Sehat jalan santai. Adapun lomba kebersihan antar Polsek dan Polres, juga lomba polisi teladan, dan banyak lagi kegiatan sosial yang kita adakan untuk memperingati HUT Bhayangkara,” pungkasnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua TP-PKK Boltim yang juga Bendahara PMI Boltim, Seska Ervina Budiman serta perwakilan dari PT JRBM. (*/guf)

Menjanjikan, Gita Damopolii Buka Bisnis Burger Cheese

ZONA EKONOMI – Burger Cheese milik Gita Damopolii, warga Desa Moyag, Kecamatan Kotamobagu Timur, menghadirkan banyak pilihan rasa bagi penikmat makanan kuliner di Kota Kotamobagu.

Owner Burger Cheese yang akrab di sapa Gita ini menuturkan, motivasinya untuk memulai bisnis ini karena bisnis kuliner saat ini menjadi usaha yang begitu menjanjikan di Kotamobagu.

“Saat ini bisnis kuliner sudah sangat menjanjikan, itu yang memotivasi saya untuk berani menjalankan bisnis ini,” ujarnya.

Soal keuntungan, Gita mengungkapkan meski baru empat bulan berjalan, namun keuntungan dari bisnis ini sudah bisa memenuhi kebutuhan ekonominya.

“Alhamdulillah, keuntungannya sudah bisa untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, tergantung banyaknya orderan, kalau banyak yang pesan bisa sampai Rp200 ribu keuntungan dalam sehari penjualan.

Lanjutnya, harga Burger Cheese ini sangat terjangkau. Hanya dengan Rp15 ribu, sudah bisa nikmati kuliner khas Jerman ini.

Untuk memasarkan Burger Cheese, wanita yang pernah bekerja di salah satu restoran cepat saji ini memanfaatkan media sosial seperti WhatsApp atau Facebook. Kedepan, Gita berencana akan mengembangkan usaha burger cheese ini dengan membuka gerai kecil di kotamobagu. (guf)

Wawali Nayodo Hadiri Musdalub ke-II DPD Hanura Sulut

ZONA KOTAMOBAGU – Mewakili Wali Kota Tatong Bara, Wakil Wali Kota Nayodo Koerniawan menghadiri Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) Ke-II DPD Partai Hanura Sulawesi Utara (Sulut), bertempat di Hotel Sutanraja Kotamobagu, Rabu (23/6).

Dalam sambutannya, Wawali menyampaikan bahwa Partai Hanura telah banyak memberikan sumbangsih bagi kemajuan Bangsa dan Negara.

“Sejak didirikan pada tanggal 14 November 2006, Partai Hanura telah banyak berperan aktif serta berkontribusi positif bagi kemajuan bangsa, negara dan daerah lebih khususnya di Kota Kotamobagu. Apalagi, banyak Kader-kader dari Partai Hanura yang sekarang sudah menduduki jabatan penting di semua sektor, salah satunya Wakil Ketua PKK DPP Partai Hanura, Bung Benny Rhamdani yang sekarang menjabat sebagai Kepala BP2MI RI,” ujar Wawali.

Wawali menambahkan, Musdalub ke-II DPD Hanura Sulut ini merupakan salah satu momentum yang sangat penting dan strategis bagi seluruh Kader Partai Hanura.

“Apalagi dalam rangka menetapkan program kerja, memilih serta menetapkan pengurus DPD Partai Hanura Sulut,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua OKK DPP Partai Hanura, Benny Rhamdani, dalam sambutannya menyampaikan bahwa seluruh kader partai harus membangun sinergi dengan semua pihak dalam tujuan mensejahterakan masyarakat.

“Tujuan utama dari Partai Hanura adalah bagaimana kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat dapat tercapai. Untuk itu semua kader partai harus berada di garda terdepan dalam mencapai tujuan ini,” ucap Benny.

Benny juga menyampaikan, kepada kader Hanura agar harus benar-benar mengutamakan kepentingan rakyat.

“Kebanggaan seorang kader bukan banyaknya jumlah kursi di legislatif dan kekuatan di parlemen. Namun kebanggaan kader Partai Hanura ketika kita bisa menunjukkan kepada rakyat, bahwa kita setia atas apa yang menjadi mimpi dan amanah rakyat itu sendiri. Dan itu adalah komitmen besar Partai Hanura” pungkasnya.

Turut Hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Ketua Bidang OKK Partai Hanura, Benny Rhamdani, Wakil Ketua DPP, Djafar Alkatiri, Ketua DPRD Kotamobagu, Meiddy Makalalag ST beserta Anggota DPRD Kotamobagu, serta seluruh Pengurus dan Kader Partai Hanura se-Sulut. (*/guf)

Pemkot Gelar KLHS Revisi RTRW Kotamobagu Tahun 2014-2034

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) menggelar kegiatan Konsultasi Publik Kajian Lingkungan Hidup Strategis revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (KLHS revisi RTRW) Kota Kotamobagu tahun 2014-2034.

Kegiatan yang dilaksanakan di aula rumah dinas Wali Kota Kotamobagu itu, dibuka langsung Sekertaris Daerah (Sekda), Sande Dodo, Rabu (23/6).

“KLHS dibuat sebagai akibat bertambahnya luas wilayah Kota Kotamobagu dari awalnya hanya 68 Km persegi menjadi 108,9 Km persegi,” kata Sekda.

Lanjutnya, ada beberapa perubahan yang terjadi akibat perubahan RTRW. Namun, yang terpenting masyarakat membutuhkan lingkungan yang bersih, sehat dan nyaman.

“Berkaitan dengan perubahan itu, ada hal yang perlu diperhatikan. Hal yang diperhatikan dalam perubahan ini, tidak hanya kaitan dengan aspek lingkungan, tapi juga memperhatikan aspek sosial,” ujarnya.

Selain itu, dalam konsultasi publik mengemuka pula isu sampah, alih fungsi lahan dan pencemaran sungai.

Turut hadir dalam kegiatan, Asisten II dan III, pimpinan OPD, anggota DPRD Kotamobagu serta tokoh masyarakat. (*/guf)