ZONA EKONOMI – Menjalankan bisnis dengan berjualan rujak buah ternyata mampu mendatangkan penghasilan yang cukup lumayan. Seperti yang dilakukan Muhammad Daud, warga Desa Moyag, Kecamatan Kotamobagu Timur. Dengan berjualan rujak buah, ia mampu meraup omzet ratusan ribu per hari.
Menurut Daud, meski baru se bulan menjalankan bisnis tersebut, sudah banyak pelanggan yang datang membeli rujak buah racikannya. “Alhamdulillah pendapatan per hari bisa sampai Rp350-400 ribu,” kata Daud.
Ia menuturkan, awalnya usaha jualan rujak buah hanya dari rumah mertuanya. Namun melihat peluang usaha ini semakin banyak peminat, ia langsung berinisiatif untuk membuat gerobak dan mencari lokasi yang strategis untuk menjajakan rujak jember buatannya. “Sudah satu tahun saya berjualan rujak buah, hanya dengan memanfaatkan media sosial facebook untuk pemasarannya. Lama-kelamaan pelanggan semakin banyak, jadi pikir-pikir saya berinisiatif membuat gerobak dan alhamdulillah dari hasil penjualan rujak buah bisa memenuhi kebutuhan rumah tangga,” tutur Daud.
Rutinitas Daud untuk berjualan rujak ia mulai sejak siang hingga sore hari. Untuk harga, ia
hanya memasang tarif Rp10 ribu per mika. “Hari-hari pertama jualan memakai gerobak, saya hanya targetkan 20 mika per hari. Tapi banyak permintaan dari pelanggan, jadi ditambah sampai 40 mika,” ujar Daud yang sudah 6 tahun berdomisili di Desa Moyag.
Untuk mendapatkan buah, dirinya hanya pergi membeli di pasar dan ada juga yang dipesan kepada petani buah. “Keuntungan bersih dari hasil jualan selain untuk menutupi biaya hidup sehari-hari, juga ditabung,” ungkapnya.
Cita rasa rujak buahnya datang dari rasa bumbunya yang khas, campuran gula merah dengan cabai dipadu dengan buah-buahan mulai dari pepaya, nenas, ketimun, mangga, kedondong dan lainnya, membuat setiap orang yang mencicipi pasti merasakan sensasi tersendiri, seakan lidahnya tak bisa diam.
Bagi penikmat kuliner yang ingin merasakan sensasi rujak buah jember buatan Muhammad Daud, bisa lansung mengunjungi tempat dagangannya yang terletak di samping Indomaret, Desa Moyag. (guf)




ZONA POLITIK – Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow menggelar pembahasan dua Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda), bertempat di ruang rapat paripurna, Rabu (22/6).
Ketua DPRD Bolmong, Welty Komaling dalam pembahasan tersebut nampak mengkoreksi sejumlah pasal dalam Ranperda Retribusi Pelayanan Kesehatan.
Hal lain pun disampaikan rekan sesama anggota DPRD, yakni Tony Tumbelaka. Tony mengkoreksi terkait besaran biaya luka jahit “Besaran biaya perlu ditinjau lagi. Biaya luka besar, luka kecil. Apa lagi untuk anastesi biayanya cukup besar. Ada lagi terkait dengan biaya sewa Ambulance kalau bisa di turunkan karena disini cukup besar. Saya rasa biaya ini masyarakat sudah tidak mampu lagi,” tukasnya. (Advertorial)
ZONA EKONOMI – Burger Cheese milik Gita Damopolii, warga Desa Moyag, Kecamatan Kotamobagu Timur, menghadirkan banyak pilihan rasa bagi penikmat makanan kuliner di Kota Kotamobagu.
ZONA KOTAMOBAGU – Mewakili Wali Kota Tatong Bara, Wakil Wali Kota Nayodo Koerniawan menghadiri Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) Ke-II DPD Partai Hanura Sulawesi Utara (Sulut), bertempat di Hotel Sutanraja Kotamobagu, Rabu (23/6).
ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) menggelar kegiatan Konsultasi Publik Kajian Lingkungan Hidup Strategis revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (KLHS revisi RTRW) Kota Kotamobagu tahun 2014-2034.