Beranda blog Halaman 324

Gandeng BJK, Dinas PUPR Bekali dan Uji Sertifikasi Puluhan Tenaga Konstruksi

ZONA KOTAMOBAGU– Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Kotamobagu bekerjasama dengan Balai Jasa Konstruksi (BJK) Wilayah VI Makassar, menggelar kegiatan Pembekalan dan Uji Sertifikasi bagi puluhan tenaga kerja konstruksi yang digelar di aula kantor setempat, Jumat (26/3).

Kepala PUPR Kotamobagu Claudy N. Mokodongan dalam sambutannya saat membuka kegiatan mengatakan, kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Walikota membangun dan menata Kotamobagu merupakan bentuk kerja nyata pemerintah daerah dalam meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat.

“Terutama peningkatan sarana dan prasarana baik infrastruktur, ekonomi dan sosial kemasyarakatan,” kata Claudy.

Lanjutnya, berdasarkan UU Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi Pasal 70 ayat 1 dan 2 mengamanatkan bahwa setiap tenaga kerja konstruksi yang bekerja di bidang jasa konstruksi wajib memiliki sertifikat kompetensi kerja dsn bahwa setiap penyedia dan/atau pengguna jasa wajib mempekerjakan tenaga konstruksi yang memiliki sertifikat kompetensi kerja.

“Pentingnya peningkatan kapasitas SDM khususnya tenaga konstruktif dari segi kualitas dan kuantitas sehingga kegiatan ini diadakan,” ungkapnya.

Senada dikatakan Kepala Bidang (Kabid) Cipta Karya, Yeyen Yambo, bahwa kegiatan yang dilaksanakan bertujuan untuk peningkatan SDM di bidang jasa konstruksi, termasuk wajibnya kepemilikan sertifikat.

“Tentunya dalam rangka menjalankan amanat UU Nomor 2 tentang Jasa Konstruksi. Dimana, mewajibkan seluruh tenaga kerja yang bekerja dalam bidang jasa konstruksi harus memiliki sertifikat keahlian termasuk dalam hal ini tukang,” terang Yeyen.

Dikatakannya lagi, kegiatan dilaksanakan dengan protokol kesehatan. Dimana seluruh peserta wajib menjalani rapid test sebelum memasuki lokasi kegiatan.

“Harusnya ada sekitar 87 peserta, namun yang hadir sebanyak 62 orang. Mereka wajib rapid test sebelum memasuki ruangan tempat kegiatan berlangsung,” imbuhnya

Ia pun berharap dengan digelarnya pembekalan ini, sumber daya manusia (SDM) konstruksi di Kotamobagu dapat lebih baik, sejalan dengan Visi Misi Walikota. “Sehingga diharapkan pembangunan yang berjalan akan lebih baik untuk kedepannya,” tandasnya. (*/guf)

Tabang, Bungko dan Kopandakan I Cair ADD Tahap I

Ilustrasi Alokasi Dana Desa.

ZONA KOTAMOBAGU — Tiga Desa di Kecamatan Kotamobagu Selatan yakni, Desa Tabang, Bungko dan Kopandakan I dalam proses pencairan Alokasi Dana Desa (ADD) tahap I tahun 2021.

Hal ini diutarakan Kepala Bidang (Kabid) Pembangunan dan Keuangan Desa, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD), Rum Mokoagow, Jumat (26/3).

“Itu yang sudah proses,” kata Rum.

Adapun yang akan segera menyusul, sambung Rum, Moyag Todulan, Bilalang 1 dan Poyowa Besar Satu.

“Yang sudah selesai evaluasi itu ada 6 Desa. Yang proses cair tiga desa di Kecamatan Kotamobagu Selatan dan yang sementara perbaikan itu tadi Moyag Todulan, Bilalang 1 dan Poyowa Besar Satu. Lainnya masih dalam tahap penyusunan,” jelasnya.

Rum menuturkan, dalam proses evaluasi, yang menjadi fokus utama yakni pemanfaatan alokasi dana desa yang tertuang dalam Peraturan Desa (Perdes) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes). “Salah satu fokus evaluasi yakni anggaran terkait penanganan dan penanggulangan Covid-19 yang wajib dianggarkan lewat APBDes,” pungkasnya. (*/guf)

Bupati Ingatkan ASN Soal Kebersihan Kantor

Bupati Sam Sachrul Mamonto memungut dan membersihkan sampah yang berserakan di depan Kantor Bagian Orpeg.

ZONA BOLTIM – Bupati Sam Sachrul Mamonto meminta Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk memperhatikan kebersihan halaman dan ruang kerja di masing-masing kantor. Hal ini diutarakan bupati disela meninjau kondisi kantor Sekretariat Daerah (Setda), Kamis (25/3).

Menurut bupati, lingkungan kerja yang bersih dan rapih bisa membuat pegawai nyaman saat bekerja. “Kalau ruangan bersih dan rapih, maka pegawai akan nyaman dan betah bekerja di kantor. Tapi kalau berantakan begini, pegawai juga tidak betah berlama-lama kerja di kantor,” kata bupati, sembari menunjuk salah satu ruang kerja yang berantakan di Bagian Umum.

Bupati juga meminta kepada para asisten agar selalu mengingatkan ASN soal kebersihan lingkungan kerja saat apel pagi dan sore. “Para Asisten harus ingatkan ke semua ASN saat apel. Jangan membuang sampah sembarangan. Jadikan ruang kerja sebagai tempat yang nyaman bagi kita bekerja,” ujar bupati.

Saat meninjau Halaman dan Kantor Setda, bupati juga tak segan memungut sampah yang berserakan di halaman maupun sudut-sudut ruangan. Selain itu, bupati juga menyoroti cara berpakaian dan penggunaan atribut ASN. (*/guf)

Jadikan Boltim Kawasan Destinasi Wisata, Sachrul Bentuk Tim Percepatan Pembangunan

Sam Sachrul Mamonto

ZONA BOLTIM – Bolaang Mongondow Timur (Boltim) bak sepotong surga yang diturunkan ke bumi. Pasalnya, daerah di ujung timur hasil pemekaran Kabupaten Bolaang Mongondow itu memiliki potensi wisata yang cukup besar dan bisa menjadi andalan jika digarap secara maksimal.

Guna memaksimalkan potensi tersebut, pemerintah akan membentuk tim untuk menetapkan kawasan strategis yang bisa dijadikan objek wisata.

“Kami akan bentuk tim untuk percepatan pembangunan destinasi wisata. Insyaallah tim akan segera bekerja. Dan mudah-mudahan, tahun ini sampai tahun depan Boltim akan menjadi kawasan wisata,” ujar Bupati Boltim Sam Sachrul Mamonto, usai kunjungan kerja sekaligus silahturahmi dengan masyarakat di Kecamatan Modayag Barat, Rabu (24/3).

Ia menyampaikan potensi pariwisata cukup banyak, apalagi wisata alam di Boltim. Namun belum tergarap maksimal. “Ini menjadi tantangan Pemkab Boltim bagaimana upaya percepatan pembangunan destinasi wisata,” ungkapnya.

Bupati menambahkan upaya pembangunan pariwisata ini menjadi bagian juga membangun ekonomi masyarakat berkelanjutan. “Ini ikut mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Mohon doa dan dukungan masyarakat untuk kemajuan daerah demi kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

Sebelumnya, Bupati Sam Sachrul Mamonto telah menyampaikan akan serius untuk membangun pariwisata salah satunya Danau Mooat. Bahkan sudah membuka komunikasi dengan beberapa investor. “Saya tidak janji. Saya dan Pak Oskar ingin bekerja dan tunjukkan kepada masyarakat. Harapannya ada investor datang membangun wisata Danau Mooat,” ungkapnya.

Jika ini terwujud, itu akan menjadi aset sangat mahal di Kabupaten Boltim karena topografi dan kultur sangat berbeda dengan daerah lain. “Kita memiliki karakteristik unik. Dan itu, akan dieksplor dan dikembangkan untuk menjadi sebuah andalan,” pungkasnya. (*/guf)

Pelaksanaan Proyek Ring Road Tinggal Menunggu Penandatanganan Kontrak

Claudy Mokodongan

ZONA KOTAMOBAGU – Pelaksanaan proyek jalan lingkar (Ring Road) yang melintasi wilayah Kota Kotamobagu tinggal menunggu penandatanganan kontrak dari pihak ketiga atau pemenang tender.

Hal ini diutarakan Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kotamobagu, Claudy Mokodongan, dalam kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) sinkronisasi peta revisi RTRW tiga daerah berbatasan di Bolaang Mongondow Raya (BMR), di aula Rumah Dinas Wali Kota Kotamobagu, Kamis (25/3).

Menurutnya, untuk Feasibility Study (FS) Jalan Lingkar Kotamobagu sudah ada Review dari Balai Jalan Nasional Wilayah XV Manado.

“Sudah ada pemenang, tinggal menunggu penandatanganan kontrak. Setelah Feasibility Study yang di Review oleh Balai Jalan, kita akan lanjut ke tahap berikutnya yakni pembebasan lahan. Dan itu akan dibentuk tim dari provinsi,” ujar Claudy.

Dirinya berharap, tim yang akan dibentuk nanti melibatkan semua kabupaten/kota yang akan dilewati jalur Ring Road. “Saya juga berharap hasil Review dari Balai Jalan Nasional sudah pasti agar tidak berubah lagi,” ujarnya.

Ia menambahkan, bahwa anggaran untuk pelaksanaan review feasibility studi, sudah tertata dalam DIPA tahun anggaran 2021. “Dan saat ini sudah ada pemenangnya, tinggal menunggu penandatanganan kontrak,” tandasnya. (*/guf)

Kotamobagu, Bolmong dan Boltim Sinkronisasi Revisi RTRW

ZONA KOTAMOBAGU — Sinkronisasi peta revisi rencana tata ruang wilayah (RTRW), daerah berbatasan dengan Kota Kotamobagu menghasilkan kesepakatan bersama dua daerah yakni, Bolaang Mongondow Timur (Boltim) dan Bolaang Mongondow (Bolmong).

Hasil kesepakatan bersama tiga daerah itu, lahir dari rapat koordinasi antara Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu bersama Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow dan Bolaang Mongondow Timur, Bertempat di Aula Rumah Dinas Wali Kota Kotamobagu, Kamis (25/3).

Menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kotamobagu, Claudy Mokodongan, hasil pembahasan dengan Kabupaten Boltim menghasilkan tiga kesepakatan. Dimana kesepakatan tersebut meliputi batas wilayah, sinkronisasi rencana struktur ruang dan rencana pola ruang.

“Batas wilayah mengacu pada Permendagri Nomor 12 Tahun 2015 tentang Batas Daerah Kota Kotamobagu dengan Boltim Provinsi Sulawesi Utara,” kata Claudy.

Hasil kesepakatan dengan Kabupaten Bolmong, sambung Claudy, yakni pertama batas administrasi dua daerah dan kedua menyetujui dan menyepakati hasil pembahasan pemanfaatan ruang wilayah antara Bolmong dan Kotamobagu.

“Hasilnya kawasan Hutan Cagar Alam Gunung Ambang mengacu pada Keputusan Menteri Kehutanan Republik Indonesia Nomor: SK.734/Menhut-II/2014 tentang Kawasan Hutan dan Konservasi Perairan Provinsi Sulawesi Utara dan kedua rencana pola ruang pada wilayah berbatasan yakni kawasan perkebunan dan kawasan pertanian sudah sesuai,” imbuhnya.

Adapun yang belum dibahas dan disepakati antara Kotamobagu-Bolmong dan Kotamobagu-Boltim yakni, belum adanya jalur ring road dalam rencana struktur ruang Bolmong dan Boltim.

“Antara wilayah Bolmong yang belum dibahas dan disepakati belum adanya rencana pusat pemerintahan untuk calon provinsi BMR, adanya rencana pembangunan TPA di Desa Poyowa Kecil, Kecamatan Kotamobagu Selatan dan adanya rencana kawasan perdagangan dan jasa di jalur AKD. Sedangkan dengan Boltim itu belum adanya jalur ringroad dalam rencana struktur ruang Kabupaten Boltim,” pungkas Claudy. (*/guf)

Tak Ada Lagi Perbedaan, Sachrul-Oskar Satukan Kembali Masyarakat di 7 Kecamatan

Bupati Sam Sachrul Mamonto dan Wakil Bupati Oskar Manoppo satu payung saat kunjungan kerja di Kecamatan Modayag Barat.

ZONA BOLTIM – Sejak dilantik 26 Februari lalu, Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sam Sachrul Mamonto dan Oskar Manoppo, langsung mengagendakan kunjungan kerja (kunker) sekaligus silaturahmi di tujuh Kecamatan yang ada di Boltim.

Setelah Sebelumnya sudah lima Kecamatan yang dikunjungi, hari ini (Rabu, 24/3/2021) Bupati dan Wabup Boltim melakukan Kunker di Kecamatan Modayag Barat dan Modayag, sekaligus menutup seluruh agenda Kunker perdana Bupati dan Wabup Boltim.

Kedatangan Bupati dan Wabup yang didampingi oleh Ketua dan Wakil Ketua TP PKK Boltim ini, seakan menjawab kerinduan masyarakat Boltim kepada dua Pemimpin yang baru ini.

Dalam penyampaiannya, Bupati terus memberikan edukasi kepada Pemerintah Kecamatan, Pemerintah Desa dan masyarakat.

“Berhubung ini kunjungan perdana kami pasca dilantik februari lalu, jadi Saya tugaskan kepada Pemerintah Desa agar segera melakukan koordinasi dengan Saya (Bupati) maupun Wakil Bupati, terutama tentang bagaimana menyatukan kembali masyarakat yang terkotak-kotak akibat Pilkada tahun lalu,” tegas Bupati.

Lanjut Bupati, Ia bersama Wabup ingin merubah pola pikir masyarakat khususnya dalam momen pilkada. Dimana mungkin sebelumnya momentum pesta demokrasi sering menimbulkan perselisihan antar pendukung paslon.

“Saya ingin kita ubah pola pikir kita dalam menghadapi Pesta Demokrasi. Perbedaan pilihan itu hal yang wajar, tapi jangan sampai itu menimbulkan perpecahan dikalangan masyarakat,” tambah Bupati.

Untuk itu, dengan adanya pembelajaran politik yang baik kepada masyarakat, Bupati berharap dimomen Pilkada yang akan datang, seluruh warga bisa lebih dewasa lagi dalam berpolitik tanpa unsur provokasi dan lain sebagainya.

“Sehingga ketika kita akan melangsungkan Pilkada yang akan datang, maka semuanya akan berjalan dengan damai penuh rasa kekeluargaan. Itu tujuan Saya kenapa Saya selalu mengajarkan Politik Santun,” jelas Bupati.

Bupati juga berpesan kepada Pemerintah Kecamatan maupun Pemerintah Desa, agar bisa bekerja dengan baik, profesional dan selalu berinovasi serta mendukung sepenuhnya semua Program Pemerintah yang tertuang dalam Visi dan Misi Bupati dan Wakil Bupati Bolaang Mongondow Timur.

“Saya dan pak Oskar berdiri disini sebagai Bupati dan Wabup seluruh Masyarakat Boltim. Mari kita bahu-membahu untuk kemajuan Boltim kedepan,” tutup Bupati.

Sementara itu, Wakil Bupati Oskar Manoppo saat memberikan sambutan menegaskan kepada seluruh Pemerintah Desa agar lebih baik lagi dalam hal pengelolaan Dana Desa.

“Kemarin BPK sudah masuk untuk melakukan pemeriksaan. Diharapkan seluruh Sangadi dan jajarannya agar dapat mempersiapkan segala kebutuhan administrasi yang diminta oleh tim Pemeriksa,” tambah Wabup.

Wabup juga meminta agar dalam struktur Pemerintahan di Desa, tidak boleh lagi seorang Sangadi yang menjadikan anggota keluarganya sebagi Sekretaris Desa, Bendahara atau lain sebagainya. Hal ini dapat berakibat fatal yaitu minimnya pengawasan.

“Saya minta agar tidak ada lagi yang seperti itu, berikanlah jabatan lain dalam struktur Pemerintah Desa, kepada orang lain yang dianggap memiliki kemampuan di bidangnya,” imbuh Wabup. (guf)

Minta Masyarakat Hibahkan Lahan, Sachrul-Oskar Rencana Lebarkan Jalan Moyongkota-Purworejo

Bupati Sam Sachrul Mamonto memberikan sambutan pada kunjungan kerja di Kecamatan Modayag Barat.

ZONA BOLTIM – Jika masyarakat merelakan sebagian tanah untuk dihibahkan pembangunan jalan, tahun depan ruas jalan nasional dari Desa Moyongkota hingga Purworejo akan dilebarkan menjadi dua jalur.

Hal ini diutarakan Bupati Sam Sachrul Mamonto, dalam kunjungan kerja Bupati dan Wakil bupati sekaligus silaturahmi dengan masyarakat di Kecamatan Modayag Barat, Rabu (24/3).

“Pembangunan jalan dua jalur dari pintu masuk desa Moyongkota hingga Purworejo akan terlaksana apabila masyarakat rela mengikhlaskan sebagian tanah mereka,” kata Sachrul.

Menurutnya, jika kemudian tidak ada hibah dari masyarakat, otomatis anggaran tidak akan turun. “Tapi kalau ada hibah dari masyarakat, saya menjamin tahun depan itu sudah dua jalur,” ungkap Papa Icat sapaan akrab Bupati.

Mantan Ketua DPRD Boltim ini menerangkan, untuk anggaran pembangunan dua jalur, dirinya bersama Wakil Bupati Oskar Manoppo akan memperjuangkan lewat dana APBN. “Anggarannya kita bisa perjuangkan dari APBN lewat kementerian PUPR. Jadi pembangunan dua jalur itu bisa terlaksana apabila masyarakat menghibahkan sebagian tanah mereka. Apa terlebih ini juga jalan nasional,” pungkasnya. (guf)

Pemkot dan Imigrasi Rakor Tim Pengawasan Orang Asing

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu dan Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Kotamobagu, komitmen bangun sinergitas dan intensitas Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora).

Itu tercermin lewat rapat koordinasi Timpora Kota Kotamobagu tahun 2021 yang dilaksanakan di Hotel Sutanraja Kotamobagu, Rabu (24/3).

Mewakili Wali Kota Kotamobagu, Tatong Bara, Asisten Bidang Pemerintahan, Teddy Makalalag, membuka dengan resmi rakor Timpora tersebut yang dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan HAM, Provinsi Sulut, Humaksono, SH.MH, Kepala Divisi Keimigrasian, Ganda Samosir, SH.MH dan Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Kotamobagu, Usman, SE.MH.

Wali Kota dalam sambutannya yang dibacakan Asisten Bidang Pemerintahan Kotamobagu menyampaikan bahwa keberadaan orang atau warga negara asing (WNA) yang melakukan kegiatan di wilayah hukum Indonesia, perlu mendapatkan perhatian seluruh instansi terkait.

“Oleh karena itu, bagi Pemerintah Kotamobagu, rapat Timpora yang kita laksanakan merupakan kegiatan yang sangat penting dan strategis, khususnya dalam rangka koordinasi antar instansi terkait dengan pengawasan orang asing, sesuai dengan bidang tugas masing-masing,” kata Wali Kota Tatong Bara.

Menurut Wali Kota, pengawasan orang asing menjadi sangat penting dan harus mendapat perhatian. Alasannya, jika dilihat dari posisi, maka wilayah Kotamobagu sangat strategis, baik sebagai daerah tujuan maupun daerah transit orang maupun barang.

“Yang bisa saja dimanfaatkan oleh oknum-oknum tertentu, untuk melakukan berbagai kegiatan ilegal, seperti kejahatan narkoba, perdagangan manusia maupun kejahatan lainnya yang dapat mengancam stabilitas keamanan negara dan daerah kita tercinta,” jelas Wali Kota.

Wali Kota berharap, agar melalui rapat Timpora tersebut dapat menghasilkan kesamaan persepsi sekaligus meningkatkan semangat dan motivasi dalam melakukan pengawasan orang asing.

“Saya juga mengimbau kepada seluruh Timpora agar kiranya terus meningkatkan sinergitas dan intensitas kerjasama terutama dalam hal tukar menukar data dan informasi terkait pengawasan orang asing di daerah ini, dapat terlaksana dengan baik dan maksimal, sebagaimana menjadi harapan kita semua,” pungkas Wali Kota.

Sekadar diketahui, turut hadir dalam rapat koordinasi Timpora Kotamobagu, Kepala Disnaker Kotamobagu, Kepala Disparbud Kotamobagu, Kepala Kesbagpol Kotamobagu, Satpol-PP Kotamobagu, Kepala BNN Bolmong, Kepala Dinkes Kotamobagu, unsur TNI dan Polri serta beberapa instansi terkait lainnya. (*/guf)

Pemkot Tambah PJU di Tiga Kecamatan

Chelsia Paputungan

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu, akan menambah lampu penerangan jalan umum (PJU) di tahun 2021 ini.

Sebanyak 84 lampu PJU yang akan dipasang. Untuk lokasinya di tiga Kecamatan. Hal ini dikatakan Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kotamobagu, Chelsia Paputungan.

“Tiga Kecamatan yang akan dipasang PJU yakni, Kecamatan Kotamobagu Timur, Kotamobagu Selatan dan Kotamobagu Utara,” kata Chelsia Paputungan.

Pemasangannya lanjut Chelsia, segera dilaksanakan apabila semua prosesnya rampung. “Ini sedang berproses. Jika semua sudah rampung tahapan pelaksanaan pekerjaan akan di lakukan oleh pihak penyedia,” terangnya.

Lebih lanjut ia katakan, di Kotamobagu masih ada beberapa titik yang harus di pasang PJU. Namun, karena keterbatasan anggaran dimasa pandemi ini, pihaknya harus melihat skala prioritas sembari mencari sumber anggaran lain.

“Untuk 84 titik itu, dananya bersumber dari DAU daerah kotamobagu TA 2021. Kami tahu itu belum mencukupi sehingga sekarang ini, kami mengirimkan proposal ke kementerian ESDM, insya allah ini bisa terwujud sehingga kebutuhan akan penerangan jalan semua titik bisa terpenuhi,” pungkasnya. (guf)