Beranda blog Halaman 332

32 Calon Paskibraka Ikut Seleksi Tingkat Provinsi

ZONA KOTAMOBAGU – Sebanyak 32 calon Paskibraka direkrut Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kotamobagu untuk mengikuti seleksi tingkat provinsi.

Mereka merupakan rekomendasi 16 SMA dan SMK se-Kotamobagu, untuk mengikuti tiga aspek rangkaian tes yang dilakukan panitia seleksi. Mulai dari performance (fisik, kesehatan, tinggi badan), Interview (Penilaian wawasan) dan terakhir PBB. Setelah itu, dinilai secara pararel dan sangat ketat, barulah diumumkan satu pasang siswa dan siswa mewakili Kotamobagu di Provinsi Sulut.

Kepala Dispora Marham Anas Tungkagi, melalui Kepala Bidang Kepemudaan, Haris Manoppo mengatakan, perekrutan sudah berlangsung sejak 22 Februari melalui rekomendasi sekolah. Karena pandemi, sehingga tidak ada seleksi secara langsung.

“Dan hari ini, kami melaksanakan pra seleksi yang dihadiri oleh calon paskibraka dan orang tua siswa untuk penyampaian hal-hal yang perlu mereka ketahui,” kata Haris yang juga ketua tim seleksi Paskibraka Kotamobagu tingkat provinsi. (guf)

Boba Jalan Pulang Digandrungi Kaum Milenial

ZONA EKONOMI – Berawal dari suka, Nany Diansari Korompot menjadikan minum Boba sebagai ladang bisnis yang potensial. Terbukti, sehari Nany bisa meraup keuntungan jutaan ribu rupiah perhari hanya dengan menjual minuman Boba.

Bahkan kaum milenial di Kota Kotamobagu, menjadi langganan tetap minuman Boba Jalan Pulang yang beralamat di Jalan Siliwangi, kelurahan Kotobangon, Kecamatan Kotamobagu Timur itu.

“Awalnya memang karena senang beli boba, dan merasa ini bisa jadi peluang usaha saya bersama dengan beberapa teman membuat konsepnya. Kemudia melakulan survei pasar di wilayah Kotamobagu, lalu perlahan membuat racikan, agar Boba Jalan Pulang memiliki cita rasa, kemudian usaha Boba Jalan Pulang kami jalankan,” ujar Nany.

Selain milenial, kata Nany, usaha minuman Boba miliknya sudah menjadi trend di kalangan anak muda, anak sekolahan, bahkan peminatnya juga orang-orang kantoran. “Alhamdulillah, ,sudah dua pekan berjalan usaha minuman Boba terterima di semua kalangan di Kotamobagu,” ucap Owner Boba Jalan Pulang itu.

Lanjut dia, adapun menu di Boba Jalan Pulang, bervariasi. Mulai Original Brown Sugar, Cookies Ovaltine, Sweet Nutella, Classic Chocolate, Cappucino, Belgian Choco Match, Matcha,Taro violet. “Harga mulai 14 ribu rupiah sampai 16 ribu Rrupiah. Dengan topping, Regal Susu dan Cheese Cream, dengan tambahan harga tiga ribu samapi dua ribu rupiah,” tuturnya. (guf)

Keripik Tempe Buatan Yayu Laris Manis

ZONA EKONOMI – Keripik tempe merupakan jenis olahan makanan yang terbuat dari bahasan dasar tempe yang diiris tipis kemudian digoreng dan diberi bumbu. Tak heran, jika keripik tempe ini memiliki cita rasa yang sangat enak dan juga gurih sehingga banyak masyarakat yang menyukainya, mulai dari kalangan anak-anak hingga kalangan orang dewasa.

Salah satu yang menekuni usaha ini yaitu Yayu Herlina warga Motoboi Kecil, Kecamatan Kotamobagu Selatan. Usaha yang telah ditekuni Yayu kurang lebih setahun ini, kata Yayu, awalnya hanya untuk dijadikan cemilan dirumah, kemudian dicoba dalam jumlah banyak lalu dijajakannya di warung-warung seputaran rumah.

Alhasil, kehadiran keripik tempe hasil olahan Ibu dua anak ini, direspon baik oleh konsumen, bahkan tak sedikit yang memberikan saran agar dipasarkan di supermarket yang ada di Kotamobagu.

“Karena banyak masukan dari konsumen dan disuport juga oleh suami tercinta, saya langsung mengurus izin edar Produk Industri Rumah Tangga (PIRT) di Dinas Kesehatan Kotamobagu, sebagai jaminan bagi para konsumen mengenai produknya, dan saya beri label Keripik Tempe Dua Putri,” jelasnya.

Setelah resmi terdaftar dan miliki PIRT, produk olahan tempe, tepung, garam dan rempah-rempah tersebut mulai ditawarkan ke berbagai supermarket. “Saya tawarkan di Paris Supermarket, Abdi Supermarket, dan beberapa tempat yang menjual makanan di Kotamobagu, Allhamdulilah sekarang Keripik Tempe Dua Putri ini laris di pasaran,” akunya.

Bahkan, untuk menjaga kualitas rasa dari keripik tersebut, Yayu mengaku tidak sembarang mengunakan tempe. Menurutnya, sudah ada langganan tempe khusus yang menjadi pilihanya. “Tempe yang digunakan adalah tempe murni pilihan. Dalam sekali produksi, bisa mencapai 70 sampai 90 kemasan, dengan satu kemasan dibanderol dengan harga 5 ribu,” ucapnya. (*/guf)

Sekda: Di Kotamobagu Hanya Ada Pasar Kuliner

Sande Dodo

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu menegaskan jika tidak ada pasar malam di wilayahnya. Hal ini dikatakan Sekretaris Daerah (Sekda) Kotamobagu, Sande Dodo, Jumat (26/2).

Menurut Sekda, di Kota Kotamobagu hanya ada pasar kuliner tidak ada pasar malam. Dirinya membantah soal isu yang beredar jika pasar malam diizinkan di Kotamobagu. “Terkait pemberitaan ada pasar malam, itu tidak benar. Yang ada hanya pasar kuliner,” tegas Sekda.

Sekda menjelaskan, di Kotamobagu hanya ada Pusat Jajanan Serba Ada (Pujasera). Bahkan kata Sekda, pengunjung yang datang di kawasan itu wajib patuhi protokol kesehatan.

“Yang ada di Kotamobagu itu Pusat Jajanan Serba Ada. Pengunjung pun wajib laksanakan protokol kesehatan. Memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas,” jelas Sekda.

Diketahui, aktifitas di pasar kuliner Kotamobagu dijaga oleh Tim gugus tugas covid-19. (guf)

SSM-OPPO Resmi Dilantik Sebagai Bupati dan Wakil Bupati Boltim

Sam Sachrul Mamonto dan Oskar Manoppo.

ZONA BOLTIM – Sam Sachrul Mamonto dan Oskar Manoppo (SSM-OPPO) resmi dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim) periode 2021-2024. Keduanya dilantik dan diambil sumpah jabatan oleh Gubernur Olly Dondokambey, di Graha Bumi Beringin, Manado, Jumat (26/2).

Pelantikan Sachrul-Oskar dilaksanakan bersamaan dengan Bupati dan Wakil Bupati Minahasa Utara, Bupati dan Wakil Bupati Minahasa Selatan, Bupati dan Wakil Bupati Bolmong Selatan serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tomohon.

“Hari ini saya melantik 5 pasang Bupati/Walikota dan Wakil Bupati/Wakil Walikota hasil Pilkada Serentak Tahun 2020 di Provinsi Sulawesi Utara. Semoga para pemimpin yang dipilih oleh rakyat ini bisa amanah dan bertanggung jawab kepada rakyat yang dipimpinnya. Selamat bertugas, Tuhan Memberkati,” ucap Olly Dondokambey.

Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan itu disaksikan Wakil Gubernur Steven Kandouw, unsur Forkopimda serta keluarga terdekat dari kepala daerah yang dilantik, dengan menerapkan protokol kesehatan. (*/guf)

BP2MI MoU dengan Pemkab Talaud, Elly Lasut Siapkan 1.500 Anak Muda Bekerja di Jepang

ZONA SULUT – Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani bersama Bupati Kabupaten Talaud, Elly Lasut, melakukan penandatanganan perjanjian kerjasama atau Memorandum of Understanding (MoU) terkait peluang kerja lewat program Specified Skill Worker (SSW) di Jepang, bertempat di Kantor BP2MI Pusat, Selasa (23/2).

Bupati Talaud Elly Lasut, mengaku bersyukur dengan adanya peluang kerja di Jepang. Pemerintah daerah kata Elly, akan memfasilitasi bahkan siap menganggarkan dana lewat APBD untuk pelatihan bahasa kepada anak daerah sebelum diberangkatkan ke Jepang. “Ada Seribu lima ratus anak muda Talaud yang sudah kita siapkan,” ucap Elly.

Menurut Elly, jumlah anak muda yang akan direkrut untuk diberikan pelatihan
bahasa itu, nantinya akan diambil dari setiap desa dan kelurahan. Setiap desa dan kelurahan akan direkrut 10. “Jadi nantinya selain APBD, ada juga dana desa akan dimanfaatkan untuk membiayai pelatihan. Ini bukti keseriusan kami pemerintah untuk memanfaatkan peluang kerja di Jepang,” kata Elly.

Kepala BP2MI, Benny Rhamdani mengatakan, MoU ini merupakan salah satu Badan Hukum yang memiliki inisiatif untuk menyiapkan dan meningkatkan SDM dalam rangka penempatan, khususnya ke negara Jepang.

Benny mengatakan, momentum hari ini dimaknai sebagai bentuk nyata kolaborasi
positif antar pemangku kepentingan, pemerintah daerah maupun pihak swasta.
Benny menjelaskan, salah satu dari 9 program prioritas BP2MI, yakni menyiapkan tenaga kerja terampil dan profesional, khususnya untuk penempatan negara-
negara yang bekerjasama secara G to G dengan Indonesia. “Saya sering sampaikan dalam forum-forum bahwa kontribusi dan pengorbanan Pekerja Migran kita terhadap Indonesia tidaklah main-main. Remitansi sebesar 159,7 triliun yang hampir setara dengan sumbangan migas kita, dan juga tidak kalah dengan sumbangan sektor wisata Indonesia,” ujarnya.

Di masa pandemi ini, meskipun pekerja migran Indonesia mengalami dampak
yang luar biasa, namun seiring dengan pembukaan secara terbatas negara-negara
penempatan, maka PMI dapat menjadi bagian dari solusi untuk mengatasi
pengangguran di dalam negeri akibat pandemi. “Saya mengajak untuk mengubah paradigma, menerapkan nilai-nilai pelayanan dengan rasa hormat, karena PMI sejatinya adalah Pahlawan Devisa yang patut dan layak diberikan pelayanan sebagai warga negara VVIP,” katanya.

Benny juga memberikan apresiasi kepada Pemkab Talaud yang datang jauh dari Timur Indonesia dengan niat komitmen dan serius dalam penyiapan SDM ke luar negeri. Apalagi penempatan ke Jepang ini memiliki prospek yang luar biasa. Yakni untuk jabatan perawat dan Caregiver (pengasuh lansia) dengan gaji yang cukup besar, yakni mencapai 22 juta sampai 27 juta dengan kontrak kerja 5 tahun.

Benny berharap, inisiasi seperti ini dapat dilakukan di daerah-daerah lain. Selain
itu, Benny meminta agar UPT-UPT yang ada di daerah harus aktif dan menjalin kerjasama dengan pihak swasta untuk dapat memenuhi kuota yang telah ditentukan oleh negara penempatan.

Kepala UPT BP2MI Manado Hendra Makalalag menambahkan, selain sosialisasi, pihaknya terus melakukan penjajakan dengan sejumlah kepala daerah lainnya yang ada di Sulut. “Kerjasama Pemkab Talaud dengan BP2MI sebagai bentuk keseriusan pemerintah untuk memanfaatkan peluang kerja di Jepang terlebih bagi para anak mudah di Talaud,” kata Hendra.

“Ini patut diberikan apresiasi. Sebab peluang ini mampu dimanfaatkan bagi pemerintah daerah. Betapa bangganya anak mudah di Talaud, yang diberikan pelatihan tanpa mengeluarkan biaya sepersen pun,” sambungnya.

Selain itu kata Hendra, langkah Pemkab Talaud sebagai rasa tanggungjawab dalam
memberikan perlindungan teknis bagi calon Pekerja migran Indonesia sebelum
bekerja ke luar negeri. Hendra juga mengatakan, sesuai amanat Undang-Undang Nomor 18 tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (UU PPMI), salah satu tanggungjawab pemerintah dalam meningkatkan kompetensi calon PMI adalah menyediakan dan memfasilitasi pelatihan calon pekerja, melalui pelatihan vokasi
yang anggarannya berasal dari fungsi pendidikan.

“Nah, hari ini Kabupaten Talaud sudah memulai. Mudah-mudah ada kabupaten
kota di Sulut yang akan menyusul,” katanya.
Hendra menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Talaud andil dalam menunrunkan angka pengangguran di Sulut. Terobosan Bupati Talaud yang luar biasa ini, memungkinan teman-teman dari daerah lain tertarik untuk bekerjasama.

Penandatangan kerja sama itu turut dihadiri Sekretaris Daerah Talaud, dan Takumi Koba Indonesia. Hadir juga, Sestama BP2MI Tatang Budi Utama Razak, Plt Deputi Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika, Plt Deputi Penempatan dan Pelindungan Kawasan Eropa dan Timur Tengah, Plt Deputi Penempatan dan Pelindungan Kawasan Amerika dan Pasifik, para pejabat eselon II di lingkungan BP2MI, serta Direktur utama Takumi Koba Indonesia Mr Tomonori Kobayasi, Direktur Utama Vital Corporation Mr Dai Kawasaki, Kepala UPT Seluruh Indonesia dan tamu undangan yang mengikuti secara virtual. (*/guf)

Lagi, 1 ASN Terancam Dipecat

Alfi Syahrin Rustam

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu sangat tegas dalam menerapkan sanksi kedisiplinan sebagaimana amanat Peraturan Pemerintah (PP) nomor 53 tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil.

Setelah sanksi pemberhentian terhadap 2 ASN (Aparatur Sipil Negara) yang melanggar aturan yakni, berinisial NN golongan IIc yang bertugas di Dinas Kesehatan dengan inisial CK golongan IIa bertugas di Kantor Kelurahan Tumobui, Kecamatan Kotamobagu Timur. Kini, ada lagi 1 ASN bertugas di Dinas Kesehatan Kota Kotamobagu dalam proses pemberhentian karena tidak masuk kerja sejak 2019.

Kasubbid Pengadaan dan Pemberhentian BKPP Kotamobagu, Alfi Syahrin Rustam mengatakan, soal satu ASN, masih menunggu proses.

“Sudah sidang kode etik, kemudian soal SK (Surat Keputusan) pemberhentian dalam proses pengajuan,” ujarnya, Rabu (24/2) kemarin.

Alfi menyebut, tinggal menunggu SK wali kota terbit terkait pemberhentian. “SK terbit, secara otomatis ASN tersebut diberhentikan,” jelasnya.

Diketahui, pelanggaran 1 ASN tersebut, secara kumulatif 167 hari tidak masuk kerja. “Itu artinya, sudah melebihi batas yang akhirnya sanksi disiplin diterapkan sesuai PP 53 Tahun 2010,” tukasnya. (guf)

Penuhi Indikator Kota Layak Anak, 6 Instansi Teken MoU

ZONA KOTAMOBAGU – Tim Gugus Tugas Kota Layak Anak (KLA) Kotamobagu melaksanakan rapat tim kerja sekaligus penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU), bertempat di Kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A), Kamis (25/2).

Adapun rapat yang dilakukan untuk mempersiapkan data-data dalam pemenuhan penilaian KLA yang direncanakan bulan Maret hingga April 2021.

Sekretaris Daerah (Sekda) Sande Dodo mengatakan, yang menjadi harapan bagaimana kerja tim dalam memenuhi indikator yang menjadi syarat untuk meraih penghargaan Madya.

“Kotamobagu kan sudah dua kali mendapatkan penghargaan KLA. Tentu pada rapat ini, bagaimana bisa naik lagi hasilnya ke tingkat Madya,” harap Sande yang juga Ketua Gugus Tugas KLA Kotamobagu.

Sementara itu, Asisten II Rafiqah Bora menyampaikan, sesuai pengalaman ada beberapa syarat untuk dipenuhi pada penilaian ini yakni hak kebebasan sipil, perlindungan khusus, lingkungan keluarga tanpa suatu penyakit, kesehatan dasar dan kesejahteraan, pendidikan dan pemanfaatan waktu luang, serta kegiatan budaya, dan paling utama adalah kelembagaan.

Selain itu, Kecamatan Layak Anak serta Desa/Kelurahan Layak Anak. Pemenuhan indikator lainnya, promosi dan sosialisasi publikasi tentang kegiatan terkait KLA.

“Ini yang menjadi syarat bagaimana indikator penilaian harus terpenuhi,” ujar Rafiqah Bora yang pernah menjadi Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Ia juga menyampaikan bahwa tahun ini Wali Kota Kotamobagu menargetkan dari tingkat Pratama harus naik ke tingkat Madya.

“Sehingga perlu kerja sama yang baik untuk mengisi pemenuhan instrumen KLA dalam mewujudkan target Madya,” tuturnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Virginia Olii mengatakan, ada 6 instansi yang menandatangani nota kesepahaman atau MoU yakni Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Capil), Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Komunikasi dan Informatika, serta Dinas Sosial dan Bagian Hukum Sekretariat Daerah (Setda) Kotamobagu.

“Ini semua untuk kesiapan ketika pusat minta data, kita sudah siap dan tinggal mengisi pemenuhan penilaian KLA,” pungkas Virginia. (guf)

Inspiratif, Penjual Cemilan Asal Motcil Sukses Sekolahkan Dua Anak Hingga Sarjana

ZONA EKONOMI – Setiap usaha jika diawali dengan niat, akan membuahkan hasil yang diinginkan. Berawal dari niat yang tulus dan motivasi yang tinggi dalam menjalankan usaha, Lesmi Pasi warga Kelurahan Motoboi Kecil (Motcil), Kecamatan Kotamobagu Selatan, mampu menyekolahkan anak hingga ke jenjang perguruan tinggi.

Meski keterbatasan alat produksi, Lesmi atau biasa dipanggil mama Rukli, menggeluti usaha cemilannya yang diberi nama “Nur Setia”.

“Usaha ini sudah 20 tahun kami jalani. Awalnya saya berpikir untuk bisa kerja di rumah sambil mengurus anak-anak. Berkat dorongan dari suami, Alhamdulilah anak pertama dan kedua sudah selesai sekolah sampai ke jenjang Sarjana. Untuk anak ketiga, masih duduk di bangku SMA,” kata Lesmi, Selasa (23/2).

Usaha Nur Setia ini memproduksi berbagai macam cemilan. “Seperti Panada Tore, Stik Bawang, Kacang-kacangan dan Stik Kates,” kata Lesmi.

“Setiap hari kami menghasilkan 20 sampai 25 kilo Panada Tore. Untuk ukuran 1 kilogram harganya 60 ribu, seperdua kilo 30 ribu dan untuk kemasan dua ons 15 ribu,” jelasnya.

Di kotamobagu sendiri, produk Nur Setia ini sangat laris. Ini terbukti keberadaan cemilan milik Lesmi berada diberbagai pusat perbelanjaan.

“Kalau di pusat kota, ada di Paris Supermarket, Abdi Karya, Dragon, warung-warung di terminal dan di toko Oleh-oleh khas kotamobagu,” akunya.

Tak hanya di Kotamobagu, tapi di luar daerah, Lasmi juga membangun kerja sama bahkan sampai ke ibu Kota Provinsi Sulawesi Utara. “Ada juga di Manado. Biasanya di hari-hari tertentu seperti perayaan Idul Fitri, Idul Adha, Natal, Tahun baru dan hari-hari besar keagamaan lainya, permintaan banyak,” ungkapnya. (*/guf)

Pemkot Usulkan 80 Formasi CPNS ke Kemenpan-RB

ZONA KOTAMOBAGU – Pemkot Kotamobagu melalui Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) mengusulkan 80 formasi CPNS 2021 ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).

Usulan formasi yang disampaikan ke Kemenpan RB sebagai tindaklanjut Surat Menpan-RB Nomor: B/584/M.SN.01.00/2020 tertanggal 13 Juli 2020.

“Usulan formasi CPNS 2021 sudah dikirim sejak September 2020 lalu,” ujar Kepala Sub Bidang (Kasubbid) Pengadaan dan Pemberhentian BKPP Kotamobagu, Alfi Syahrin Rustam, Rabu (24/2).

Adapun 80 formasi CPNS 2021 yang diusulkan, lanjut Alfi, tinggal menunggu hasil persetujuan apakah semua usulan diterima atau seperti apa nantinya.

“Kami tinggal menunggu persetujuan dari Kemenpan RB terkait usulan yang disampaikan lalu,” ungkapnya.

Diketahui, soal informasi pendaftaran CPNS 2021 akan dibuka pada April 2021. Rincian formasi kebutuhan masing-masing instansi rencananya akan diumumkan bulan Maret 2021. Sedangkan proses pendaftaran akan berjalan selama April-Mei 2021, kemudian baru di bulan Juni 2021 mulai dilakukan seleksi.

Pemerintah juga sudah menetapkan 1,3 juta lowongan yang akan dibuka. Dari angka itu, 1 juta lowongan dibuka untuk guru honorer yang mau melamar menjadi PPPK. (guf)

USULAN FORMASI CPNS 2021 KOTA KOTAMOBAGU:

Tenaga Guru:

Guru Kelas SD 10 orang
Guru Penjas SD 4 orang
Guru BK SMP 3 orang

Tenaga Kesehatan:

RSUD Kotamobagu 19 orang yakni Dokter Spesialis, Perawat Anastesi, Pranata Laboratorium Kesehatan dan Perekam Medis

Puskesmas 18 orang yakni Dokter Gigi, Pranata Laboratorium Kesehatan, Sanitarian, dan Nutrisionis.

Tenaga Fungsional Lainnya:

Auditor 20 orang
Medik Veteriner 2 orang
Analis Lingkungan Hidup 2 orang
Paramedik Veteriner 2 orang

Sumber: BKPP Kotamobagu