Beranda blog Halaman 342

Dari Hasil Jualan Kue, Hasna Paulu Mampu Sekolahkan Anak Hingga Perguruan Tinggi

Hasna Paulu saat menjajakan kue buatannya di kantor Pemkot Kotamobagu.

ZONA EKONOMI – Banyak cara yang bisa dilakukan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari bagi Hasna Paulu, warga Kelurahan Kotamobagu, Kecamatan Kotamobagu Barat. Salah satunya dengan berjualan keliling aneka kue dan gorengan. Dengan jualan kue ini, ia pun mampu menyekolahkan anaknya hingga ke perguruan tinggi.

Lengkap dengan keranjang dagangannya, Hasna Paulu atau biasa dipanggil Mama Siti, berjualan kue dan gorengan mengelilingi, kantor-kantor yang ada di Kotamobagu.

Ibu tiga anak ini mengaku, memilih berjualan kue dan gorengan karena makanan ini diminati banyak orang dan harganya juga terjangkau. “Yang paling sering saya buat dan dijual adalah gorengan risoles, kue pananda, kelapa pulo dan donat,” akunya, Kamis (28/1).

Ia juga mengaku, dari hasil berjualan kue, ia bisa menyekolahkan kedua putrinya sampai ke jenjang perguruan tinggi. “Saya berjualan sudah 15 tahun. Dimulai dengan membuat adonan kue malam dan proses pengorenganya kembali dilanjutkan subuh. Pada pukul 07.00 pagi, saya sudah berangkat dari rumah dan mulai mengunjungi kantor-kantor,” jelasnya.

Dari berbagai varian kue yang dijualnya, harganya juga bervariasi. Mulai dari Rp2.500 per kue, sampai Rp5.000 per tiga kue. “Allhamdulillah perharinya 350 potong kue dan gorengan habis terjual. Kadang juga banyak pelanggan yang datang langsung ke rumah yang ada di Kampung Baru Kelurahan Kotamobagu,” ungkapnya. (*/guf)

DPRD Kotamobagu Terima Kunjungan Legislator Tomohon

ZONA POLITIK – Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tomohon, Jumat (29/2) melakukan kunjungan kerja (Kunker) di Dewan Kota (Dekot) Kotamobagu.

Kunker tersebut diterima Kasubag Tata Usaha Indrawan Detu SS,dan Kasubag Legislasi Frayudi Linggotu SH MKn, mewakili Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Kotamobagu Moh Agung Adati ST MSi.

Frayudi mengatakan, Kunker anggota DPRD Tomohon menyangkut pemberlakuan Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD) di Kotamobagu. “Selain sistem kerja SIPD dan SIMDA, juga mengenai teknis kegiatan reses, serta menanyakan sosialisasi Perda, transportasi,” kata Frayudi.

Sementara itu, Indrawan Detu menambahkan, kunjungan wakil rakyat Kota Tomohon ini juga mengenai besaran anggaran perjalanan dinas, dana reses dan aplikasi SIPD. “Hampir semua sama dengan di Tomohon,” pungkas Indrawan. (*/guf)

Dinsos Usul 1.488 KPM Terima BPNT

Noval Manoppo

ZONA KOTAMOBAGU – Sebanyak 1.488 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) diusulkan Dinas Sosial (Dinsos) Kotamobagu untuk mendapatkan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI.

Diusulkannya kembali nama KPM ini, dikarenakan tahun 2020 lalu sebanyak 1.800 KPM penerima BPNT atau sembako di Kota Kotamobagu telah dinonaktifkan Kementerian Sosial.

Kepala Dinas Sosial Kotamobagu, Noval Manoppo, mengatakan nama KPM yang dinonaktifkan itu diverifikasi lagi pihaknya dan pemerintah kelurahan/desa di Kotamobagu untuk memastikan tidak ada nama ganda, pindah domisili, sudah mampu, atau meninggal dunia.

“Saat ini 1.488 nama sudah selesai diverifikasi dan diusulkan lagi ke Kemensos untuk mendapatkan BPNT,” kata Noval, Jumat (29/1).

Menurutnya, nama yang kembali diusulkan itu sudah dianggap layak menerima BPNT berdasarkan verifikasi langsung di lapangan.

“BPNT atau bantuan sembako ini ditegaskan Menteri Sosial harus tepat sasaran dengan data yang baik. Karena itu perbaikan-perbaikan dilakukan kemudian diusulkan lagi untuk mendapat lagi bantuan ini,” ujar Noval.

Diketahui, pada Juni 2020 lalu, 1.800 KPM di Kotamobagu yang setiap bulannya menerima BPNT tidak lagi mendapat bantuan. Penyebabnya karena rekening yang dipegang oleh 1.800 KPM sudah dinonaktifkan. Dinsos Kotamobagu saat itu menyebut penyebab dinonaktifkan ribuan rekening itu karena ada masalah ketidakpadanan Nomor Induk Kependudukan (NIK). (guf)

Nakes Prioritas Vaksinasi Tahap I

Vaksin Covid-19 tahap awal diterima Dinas Kesehatan Kotamobagu, beberapa hari lalu.

ZONA KOTAMOBAGU – Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Kota Kotamobagu dipastikan akan digelar awal Februari 2021 mendatang.

Sebanyak 2.800 vial vaksin tahap pertama yang diterima Pemkot Kotamobagu, diperuntukkan bagi 1.375 tenaga kesehatan (Nakes) dengan akumulasi 2 kali dosis.

Menurut Kepala Dinkes Kotamobagu, Tanty Korompot, bahwa proses vaksinasi dijadwalkan akan dilaksanakan pada awal Februari 2021. “Untuk jadwal vaksinasi di Kotamobagu, Insya Allah minggu depan,” ujar Tanty, Jumat (29/1).

Tanty juga mengungkapkan, bahwa untuk kelebihan jumlah vaksin yang dikirim yakni, sekira 50 dosis masih akan diutamakan untuk Nakes.

“Untuk sisa nanti tetap diperuntukan untuk SDMK (Sumber Daya Manusia Kesehatan) dan pelayanan publik, sementara untuk masyarakat serta Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menunggu vaksin tahap berikutnya,” jelasnya.

Ditanya soal ada atau tidaknya seremonial untuk program vaksinasi pertama kali di Kotamobagu, dirinya mengatakan, bahwa masih menunggu koordinasi dengan pihak terkait. “Kami masih menunggu info dari Pemprov,” pungkasnya. (guf)

Legislator Perempuan Ini Nyatakan Siap Divaksin

Alfitri Tungkagi

ZONA POLITIK – Langkah Pemerintah melakukan vaksinasi untuk menekan angka terpapar Covid 19 terus menuai dukungan dari berbagai kalangan.

Kali ini dukungan tersebut, datangnya dari salah satu Anggota Legislatif (Aleg) Partai Demokrat Kotamobagu, Alfitri Tungkagi.

Ketika waktunya penyuntikan vaksin. Alfitri siap mengikuti program pemerintah pusat yang diturunkan hingga ke daerah ini.

“Tak hanya sebagai wakil rakyat, tapi saya sadar akan pentingnya kesehatan. Maka saya siap ketika datang waktunya divaksin,” kata Alfitri, Kamis (28/2) malam.

Salah satu dari lima srikandi di Dewan Kota (Dekot) Kotamobagu ini, menghimbau masyarakat untuk tetap mengikuti protokol kesehatan demi memutus mata rantai penyebaran covid 19.

“Harapan saya, semoga kita secepatnya bisa kembali hidup normal seperti sebelum pandemi. Oleh karena itu, saya juga tidak pernah bosan bosan untuk terus menghimbau masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan yakni tetap selalu menerapkan 3M,” ujarnya.

Diketahui, jumlah vaksin telah tiba di Kotamobagu sekira 2800 dosis yang diperuntukan bagi tenaga kesehatan. (*/guf)

Disperindagkop-UKM Bone Bolango Lirik Potensi UMKM di Kotamobagu

ZONA KOTAMOBAGU – Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM (Disdagkop-UKM) Kotamobagu menerima kunjungan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi & UKM (Disperindagkop-UKM) Kabupaten Bone Bolango.

Menurut Kabid Koperasi dan UKM, Meiva Najoan, kunjungan Disperindagkop-UKM Bone Bolango dalam rangka studi komparasi terkait Koperasi dan UKM. “Iya, mereka datang untuk study komparasi di Kotamobagu,” kata Meiva saat dihubungi media ini, Kamis (28/1).

Menurutnya, dari study terkait Koperasi dan UKM ini, ada hal menarik yang menjadi perhatian pihak Disperindagkop-UKM Bone Bolango.

“Selain Credit Union Mototabian, mereka juga tertarik dengan Kue Kolombeng selai, sehingga kami dampingi untuk mengunjungi dan melihat langsung proses produksinya,” ungkapnya. (*/guf)

Soal Batas Wilayah, Pemkot Tunggu Kesiapan Desa Moyag-Moyongkota Baru

Harfandi Tonote

ZONA KOTAMOBAGU – Penentuan batas wilayah antara Desa Moyag, Kecamatan Kotamobagu Timur, Kota Kotamobagu dan Desa Moyongkota Baru, Kecamatan Modayag Barat, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), tepatnya berada di perkebunan bagian timur Kota Kotamobagu, tinggal menunggu kesepakatan antara dua Desa tersebut, mana yang menjadi batas wilayah Kotamobagu dan Boltim.

Kepala Bagian Tata Pemerintahan (Tapem) Setda Kotamobagu melalui Kasubag Administrasi Kewilayahan, Harfandi Tonote, mengatakan bahwa dari kedua desa sudah ada persetujuan untuk melaksanakan peninjauan ulang terkait batas wilayah.

“Kami sudah konsultasi dengan Pemerintah Boltim. Tetapi berdasarkan Permendagri tahapannya harus dari Desa. Kemarin sudah ada persetujuan dengan berita acara dan telah sepakat untuk turun langsung antara kedua desa,” ujar Harfandi, Kamis (28/1).

Untuk itu, lanjut Harfandi, bagian Tapem tinggal menunggu waktu kesiapan dari Pemerintah Desa Moyag dan Desa Moyongkota Baru kapan untuk turun langsung menentukan batas wilayah. “Untuk bisa turun ke lapangan meninjau lokasi, kita tinggal menunggu dari pihak desa untuk menyurat ke Tapem, ketika ada hasil berita acara revisi batas wilayah. Karena untuk turun harus ada dua desa. Sehingga, ketika turun lapangan butuh waktu dari keduanya,” tuturnya.

Intinya kata Harfandi, kesepakatan untuk menetapkan batas wilayah ada pada kedua desa tersebut, karena Pemerintah hanya mengurus administrasinya. “Intinya kesekapakatan menetapkan batas wilayah ada pada kedua desa. Karena Kepala Desa lah yang lebih tahu mana batas-batasnya,” terangnya. (guf)

Musrenbang Desa, Masyarakat Moyag Usulkan 6 Program Pembangunan

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Desa (Pemdes) Moyag, Kecamatan Kotamobagu Timur menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Desa, bertempat di aula kantor desa setempat, Rabu (27/1). Dalam Musrenbang itu, disepakati enam usulan program prioritas pembangunan di tahun 2022.

Enam program usulan tersebut diantaranya, peninjauan batas wilayah Kota Kotamobagu dan Bolaang Mongondow Timur yang ada di desa Moyag, pelebaran dan pengaspalan jalan dusun 7 sampai pabrik sentra gula semut, pengaspalan hotmix jalan dusun 1 ke dusun 8, pelebaran dan pengaspalan hotmix jalan Moyag-Upai, pelebaran jalan lorong Ampera dan pengaspalan jalan PPIP 2 dari perkebunan dusun 8 ke Kelurahan Biga-Upai.

Kegiatan Musrenbang tersebut, turut dihadiri Kepala Seksi Perekonomian dan Pembangunan Kantor Kecamatan Kotamobagu Timur, Rosain Paputungan, Ketua dan anggota BPD, kepala dusun serta tokoh masyarakat, tokoh agama dan pemuda.

Kepala Desa (Sangadi) Moyag, Rusmin Mamonto mengatakan, program-program yang diusulkan dalam Musrenbang kali ini, merupakan program yang diusulkan masyarakat pada Musrenbang tahun lalu dan belum sempat terealisasi pada tahun ini, karena adanya pandemi Covid-19. Sehingga banyak anggaran yang dialokasikan pemerintah daerah dalam program pembangunan tahun ini masih tergeser untuk penanganan pandemi Covid-19.

“Program yang sudah diusulkan ini, nantinya akan dibahas lagi ditingkat kecamatan. Dan semoga apa yang menjadi skala prioritas dalam program ini semuanya bisa tercover dan dapat terealisasikan di tahun 2022,” kata Rusmin.

Dirinya berharap, dari enam usulan program prioritas ini dapat menjadi perhatian pemerintah daerah agar akses dan roda perekonomian masyarakat akan terus meningkat.

“Semoga hasil kesepakatan ini dapat menjadi pertimbangan oleh pemerintah daerah nantinya, sehingga pembangunan infrastruktur yang ada di Desa Moyag dapat dinikmati masyarakat,” harapnya.

Sementara itu, mewakili Camat Kotamobagu Timur, Kepala Seksi Perekonomian dan Pembangunan, Rosain Paputungan menyampaikan, usulan-usulan dari masyarakat yang menjadi skala prioritas sudah disepakati dalam Musrenbang tingkat desa Moyag ini, akan kembali dibahas dalam Musrenbang tingkat kecamatan.

“Usulan tersebut akan kita bahas ditingkat kecamatan. Karena nantinya program yang lahir dalam Musrenbang ini akan disesuaikan dengan anggaran untuk pembangunan di tahun 2022 mendatang,” pungkasnya.

Kegiatan Musrenbang tersebut, dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19. (guf)

Vaksinasi Covid-19 di Kotamobagu Mulai Awal Februari

Vaksin Covid-19 tiba di Kantor Dinas Kesehatan Kotamobagu.

ZONA KOTAMOBAGU– Vaksin Covid-19 jenis Sinovac sebanyak 2.800 yang dikirim Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara tiba di Kota Kotamobagu, Rabu (27/01) sekira pukul 07.30 Wita, malam ini. Pendistribusian vaksin tersebut, mendapat pengawalan ketat dari pihak keamanan.

Vaksin diterima langsung Kepala Dinas Kesehatan, dr Tanty Korompot, di Kantor Dinas Kesehatan Kotamobagu untuk selanjutnya disimpan di cold chain yakni tempat penyimpanan khusus vaksin agar terjaga suhunya.

Menurut dr Tanty, pihaknya masih akan melakukan rapat terkait rencana teknis pelaksanaan vaksin. “Setelah menerima ini, besoknya kami masih akan menggelar rapat dengan para Kepala Puskesmas, Vaksinator, Satgas Covid-19 yang di dalamnya ada unsur TNI dan Polri, terkait teknis vaksinasi di RSUD maupun di Puskesmas,” katanya.

Lanjutnya, tahap awal ini vaksin yang diterima sebanyak 2.800 vial untuk 1.375 tenaga kesehatan. “Untuk pelaksanaan vasin sendiri, rencana kita pada tanggal 1 Februari. Namun akan dilihat dulu, kalau persiapannya sudah selesai maka kita laksanakan, tapi kalaupun belum berarti dilaksanakan pada tanggal 2 Februari,” terangnya.

Diterangkannya, dari rencana semula vaksin akan dibagi di beberapa Puskesmas yang telah ditunjuk. Namun karena kapasitas penyimpanan di Kantor Dinas Kesehatan memenuhi, maka semuanya disatukan di Kantor Dinkes.

“Cukup disimpan di sini saja karna kapasitasnya memadai jadi semua tertampung, selain itu agar lebih mudah mengawasi. Untuk pengamananya juga terjamin karena dijaga ketat unsur TNI Polri serta pihak keamanan Dinkes,” tandasnya.

Sementara itu, Veri M. Awuy, SKM selaku Petugas Logistik Imunisasi Provinsi Sulut yang bertugas mendistribusikan vaksin ke Kabupaten/Kota Se Bolaang Mongondow Raya, mengaku tidak mendapat kendala saat melakukan pendistribusian.

“Hingga saat ini tidak ada kendala untuk penyaluran di wilayah Bolmong Raya. Hari ini kami mendistribusikan ke Kabupaten Bolmong, Bolsel kemudian Kota Kotamobagu. Besok giliran Boltim dan Bolsel,” ungkapnya.

Dikatakannya lagi, tenggat waktu penyuntikan pertama dengan kedua adalah 14 hari. Bisa lebih tapi tidak bisa kurang dari 14 hari. “Untuk aturan pemakaiannya single dosis. Artinya 1 vial untuk 1 org dengan dosis 0,5 ml. Sedangkan untuk penyimpanannya harus di suhu 2-8 derajat celcius,” pungkasnya. (*/guf)

Bapemperda DPRD Kotamobagu Vidcon bersama Kemendagri dan Kemenkeu

Begie Ch Gobel

ZONA POLITIK – Begie Ch Gobel yang juga ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kotamobagu, Selasa (26/1), mewakili Dewan Kota (Dekot) Kotamobagu, dalam evaluasi Ranperda bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu.

Beggie saat dikonfirmasi, Rabu (27/1), membenarkan jika dirinya mewakili Dekot pada evaluasi Ranperda melalui via daring.

“Evaluasi ini, menyangkut Ranperda Kota Kotamobagu tentang retribusi penjualan usaha daerah benih dan bibit tanaman namun, sesuai undang undang 28 tahun 2009 tentang pajak daerah dan retribusi daerah ini nama atau nomenklatur rancangan perda ini tinggal retribusi penjualan dan usaha daerah, jadi benih dan bibitnya sudah dihapus,” kata Beggie.

Dalam evaluasi tersebut, Begie juga mengatakan bahwa kami juga menyampaikan bahwa di Kota Kotamobagu ada Perda tentang balai benih ikan dimana itu juga masuk dalam penjualan produksi usaha daerah.

“Oleh karena itu mereka menyatakan bahwa hasil evaluasi itu, dari kemendagri dan kemenkeu menyatakan Perda balai benih ikan tetap jalan dulu tapi nanti, Propemperda pada tahun depan (2022), itu dilakukan perubahan lagi jadi, usaha produksi daerah itu nanti mengatur bukan hanya bibit tanaman tapi juga bibit ikan,” tuturnya.

Beggie berharap, ketika diberlakukan di pasar dapat memberikan nilai yang baik untuk daerah. “Ada juga beberapa pasal yang akan dihapus, sudah termuat dipasal yang lain atau duplikasinya dihilangkan atau dihapus, memang tidak banyak yang dibongkar dari hasil evaluasi itu hanya diperbaiki saja karena pertama mereka melihat peraturan perundang undangan yang lebih tinggi khususnya UU 28 tahun 2009 tentang pajak daerah dan retribusi daerah kemudian yang peling penting agar tidak terlalu banyak Perda sebagaimana sebelumnya ada balai benih ikan dan Perda bibit tanaman itu disatukan dalam Propemperda,” jelasnya. (*/guf)