
ZONA EKONOMI – Banyak cara yang bisa dilakukan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari bagi Hasna Paulu, warga Kelurahan Kotamobagu, Kecamatan Kotamobagu Barat. Salah satunya dengan berjualan keliling aneka kue dan gorengan. Dengan jualan kue ini, ia pun mampu menyekolahkan anaknya hingga ke perguruan tinggi.
Lengkap dengan keranjang dagangannya, Hasna Paulu atau biasa dipanggil Mama Siti, berjualan kue dan gorengan mengelilingi, kantor-kantor yang ada di Kotamobagu.
Ibu tiga anak ini mengaku, memilih berjualan kue dan gorengan karena makanan ini diminati banyak orang dan harganya juga terjangkau. “Yang paling sering saya buat dan dijual adalah gorengan risoles, kue pananda, kelapa pulo dan donat,” akunya, Kamis (28/1).
Ia juga mengaku, dari hasil berjualan kue, ia bisa menyekolahkan kedua putrinya sampai ke jenjang perguruan tinggi. “Saya berjualan sudah 15 tahun. Dimulai dengan membuat adonan kue malam dan proses pengorenganya kembali dilanjutkan subuh. Pada pukul 07.00 pagi, saya sudah berangkat dari rumah dan mulai mengunjungi kantor-kantor,” jelasnya.
Dari berbagai varian kue yang dijualnya, harganya juga bervariasi. Mulai dari Rp2.500 per kue, sampai Rp5.000 per tiga kue. “Allhamdulillah perharinya 350 potong kue dan gorengan habis terjual. Kadang juga banyak pelanggan yang datang langsung ke rumah yang ada di Kampung Baru Kelurahan Kotamobagu,” ungkapnya. (*/guf)
ZONA POLITIK – Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tomohon, Jumat (29/2) melakukan kunjungan kerja (Kunker) di Dewan Kota (Dekot) Kotamobagu.




ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Desa (Pemdes) Moyag, Kecamatan Kotamobagu Timur menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Desa, bertempat di aula kantor desa setempat, Rabu (27/1). Dalam Musrenbang itu, disepakati enam usulan program prioritas pembangunan di tahun 2022.
Kepala Desa (Sangadi) Moyag, Rusmin Mamonto mengatakan, program-program yang diusulkan dalam Musrenbang kali ini, merupakan program yang diusulkan masyarakat pada Musrenbang tahun lalu dan belum sempat terealisasi pada tahun ini, karena adanya pandemi Covid-19. Sehingga banyak anggaran yang dialokasikan pemerintah daerah dalam program pembangunan tahun ini masih tergeser untuk penanganan pandemi Covid-19.
Sementara itu, mewakili Camat Kotamobagu Timur, Kepala Seksi Perekonomian dan Pembangunan, Rosain Paputungan menyampaikan, usulan-usulan dari masyarakat yang menjadi skala prioritas sudah disepakati dalam Musrenbang tingkat desa Moyag ini, akan kembali dibahas dalam Musrenbang tingkat kecamatan.
