Kotamobagu, ZONABMR.COM – Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Kotamobagu yang kedapatan tidak berada di tempat tugas pada jam pelayanan publik, bakal menghadapi sanksi tegas hingga pemecatan.
Kepala Inspektorat Kotamobagu, Yusrin Mantali, menegaskan hal itu saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis, 17 Juli 2025.
Ia menyebutkan bahwa sanksi akan diberikan secara bertahap, namun bersifat tegas bagi ASN yang tetap tidak menunjukkan perubahan sikap.
“Ada tiga tahap sanksi. Tahap pertama berupa penangguhan kenaikan pangkat. Jika masih tidak disiplin, sanksinya diturunkan satu tingkat pangkat. Bila masih mengulang, akan diturunkan dua tingkat, dan jika pelanggaran tetap dilakukan untuk ketiga kalinya, maka sanksinya adalah pemecatan,” tegas Yusrin.
Ia juga mengimbau masyarakat turut berperan dalam pengawasan pelayanan publik. Masyarakat yang menemukan ASN tidak berada di tempat saat jam kerja dapat segera melaporkan ke call center 112.
“Silakan laporkan ke 112. Laporan akan ditindaklanjuti oleh tim gabungan yang terdiri dari Inspektorat, Bagian Hukum, BKPP, dan Satpol PP,” ujar Yusrin.
Kebijakan ini menjadi bentuk komitmen Pemkot Kotamobagu dalam meningkatkan kedisiplinan dan kualitas pelayanan publik di lingkungan pemerintahan.
Manado, ZONABMR.COM – Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus Komaling (YSK), resmi melantik Tahlis Gallang sebagai Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Rabu, 16 Juli 2025.
Pelantikan digelar di Wisma Negara, Rumah Dinas Gubernur Sulut, Bumi Beringin, Manado.
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur YSK juga melantik Jemmy Kumendong sebagai Inspektur Provinsi Sulut.
Keduanya diharapkan dapat memperkuat struktur pemerintahan dan mendukung percepatan program pembangunan daerah.
Tahlis Gallang merupakan birokrat senior lulusan IPDN angkatan V tahun 1997.
Ia dikenal memiliki rekam jejak panjang di bidang pemerintahan, pernah menjabat sebagai Sekretaris Daerah di tiga wilayah di Bolaang Mongondow Raya: Kabupaten Bolsel (2013–2015), Kota Kotamobagu (2015–2017), dan Kabupaten Bolmong (2017–2023).
Sejak Desember 2023, Tahlis menjabat sebagai Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulut.
Ia juga diperbantukan sebagai Pelaksana Tugas Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan sejak Agustus 2024, serta sempat menjabat sebagai Pjs Bupati Bolaang Mongondow Selatan pada tahun yang sama.
Dengan pelantikan ini, Tahlis Gallang menggantikan penjabat sebelumnya dan diharapkan membawa semangat baru dalam peningkatan kinerja birokrasi di lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.
Para Fighter yang Akan Berduel di TCW Kotamobagu Baku Pukul Saat Melakukan Sesi Timbang Badan di R&F Cafe Bar
Kotamobagu, ZONABMR.COM – Gelaran laga tarung bertajuk “Kotamobagu Baku Pukul” resmi memasuki tahapan sesi timbang berat, Selasa, 16 Juli 2025, di R&F Coffe Bar Kelurahan Sinindian Kecamatan Kotamobagu Timur.
Sebanyak 80 fighter dari berbagai daerah dipastikan akan bertarung di atas arena dalam delapan kelas berbeda.
Sesi timbang berat ini menjadi penentu kelas tanding masing-masing petarung.
Dari keseluruhan kelas yang tersedia, kelas 57 kg tercatat sebagai kategori dengan jumlah peserta terbanyak, menandakan tingginya animo dan persaingan ketat di kelas tersebut.
Menariknya, selain laga utama, panitia juga menyiapkan pertandingan eksibisi yang tak kalah dinantikan publik.
Dua fighter populer akan berhadapan dalam laga spesial: Sam “Gila” akan ditantang oleh Yohanis “Pace Inzaghi” Randa, yang dikenal dengan gaya bertarung agresif dan atraktif.
Ketua panitia pelaksana yang juga owner Totabuan Cita Waya (TCW), Michael Solat Bibisa, mengatakan bahwa seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan antusiasme peserta sangat tinggi.
“Kami bersyukur sesi timbang berat berjalan tertib dan lancar. Total ada 80 petarung yang siap tampil, belum termasuk partai eksibisi yang akan jadi daya tarik tersendiri bagi penonton. Ini ajang yang sangat ditunggu-tunggu oleh para fighter dan pecinta olahraga tarung di Kotamobagu,” ujarnya.
Ajang ini tidak hanya menjadi panggung adu nyali dan teknik para petarung, tetapi juga ajang pembinaan atlet lokal dan memperkuat ekosistem olahraga bela diri di kawasan Bolaang Mongondow Raya.
Ajang tersebut akan berlangsung selama 3 hari mulai 17-19 Juli 2025 di pelataran kampus Universitas Dumoga Kotamobagu (UDK) Kelurahan Kotobangon Kecamatan Kotamobagu Timur.
Event ini sendiri menegaskan komitmen TCW di pengembangan minat bakat di berbagai bidang olahraga untuk wilayah BMR.
Para Siswa Baru Jurusan RPL SMK Negeri 1 Kotamobagu Antusias Menerima Materi dari Diskominfo Kotamobagu (Foto: Udi)
Kotamobagu, ZONABMR.COM – Dalam rangka mengenalkan lingkungan kerja nyata kepada peserta didik baru, Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) SMK Negeri 1 Kotamobagu melaksanakan kunjungan edukatif ke Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Pemerintah Kota Kotamobagu, Selasa, 15 Juli 2025.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), yang bertujuan memberikan gambaran awal kepada siswa baru mengenai dunia kerja yang relevan dengan jurusan yang mereka pilih.
“Ini merupakan bagian dari program MPLS. Pesertanya adalah siswa-siswi jurusan RPL yang baru masuk tahun ini. Kami ingin mereka tidak hanya mengenal sekolah, tapi juga mulai memahami seperti apa lingkungan kerja yang akan mereka hadapi di masa depan,” ujar Ketua Jurusan RPL SMK Negeri 1 Kotamobagu, Aziz Aljufri.
Dalam kunjungan tersebut, para siswa disambut oleh tim teknis dan staf Diskominfo yang kemudian mengajak mereka berkeliling untuk melihat langsung ruang-ruang kerja, seperti ruang pengelolaan data, pusat layanan informasi, dan server room yang menjadi pusat kontrol jaringan Pemkot Kotamobagu.
Selain itu, pihak Diskominfo juga memberikan pemaparan mengenai peran strategis dinas dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi pemerintahan.
Para siswa mendapatkan penjelasan tentang sistem aplikasi yang digunakan Pemkot Kotamobagu, pengelolaan website resmi pemerintah, serta bagaimana pelayanan informasi publik dijalankan secara digital.
Para siswa terlihat antusias saat mengikuti sesi tanya jawab, di mana mereka bisa berdialog langsung dengan staf IT Diskominfo.
Beberapa siswa bahkan mengajukan pertanyaan seputar pengembangan aplikasi berbasis web dan keamanan jaringan.
Sekretaris Dinas, Hasna Pasambuna, mewakili Kepala Diskominfo Kotamobagu, Fahri Damopolii, menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut.
Ia berharap kegiatan semacam ini dapat memotivasi siswa untuk terus belajar dan mengasah keterampilan mereka di bidang teknologi.
“Kami sangat mendukung kunjungan edukatif seperti ini. Semoga adik-adik sekalian bisa mendapatkan inspirasi dan semangat baru untuk belajar. Dunia kerja di sektor teknologi terus berkembang, dan kalian adalah generasi yang akan menjadi bagian penting dari itu,” ujarnya.
Dengan adanya kunjungan ini, diharapkan para siswa RPL SMK Negeri 1 Kotamobagu tidak hanya memiliki pemahaman teoritis dari bangku sekolah, tetapi juga pengalaman awal tentang seperti apa suasana dan tantangan di lingkungan kerja profesional.
Dinas PU Kotamobagu Tetap Genjot Perbaikan Jalan Meski Dihantam Panas dan Hujan
Kotamobagu, ZONABMR.COM – Di tengah cuaca yang tak menentu, kadang terik menyengat dan sesekali diguyur hujan deras, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Kotamobagu tetap konsisten menjalankan tugasnya.
Melalui Bidang Bina Marga, sejumlah pekerjaan pembangunan dan pemeliharaan jalan mulai digelar secara intensif di berbagai titik dalam wilayah kota.
Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas PU Kotamobagu, Haris Momintan, menjelaskan bahwa kegiatan perbaikan ini telah berlangsung sejak tiga bulan lalu.
“Sejak awal tahun kami sudah mulai, dan di dua triwulan pertama ini ada 18 paket pembangunan serta perbaikan jalan yang mulai dijalankan pada bulan Juli 2025,” ungkap Haris saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis, 10 Juli 2025.
Ia menyebut, beberapa ruas jalan yang sebelumnya ramai dikeluhkan warga karena berlubang, kini mulai diperbaiki secara bertahap.
“Terkait jalan berlubang yang sempat viral di media sosial, itu sudah kami tangani. Kami bergerak cepat,” tegasnya.
Lebih lanjut, Haris menjelaskan bahwa sebagian pekerjaan dilakukan dengan sistem swakelola, yang sudah dimulai sejak Februari lalu.
Dari total panjang jalan yang ada, sekitar 1.000 meter telah dibagi untuk proses perbaikan.
“Dari 100 persen kondisi jalan di Kotamobagu, 65 persen dalam kondisi baik, sementara sisanya, 35 persen, tergolong rusak ringan,” jelasnya.
Meski menghadapi berbagai tantangan, termasuk cuaca yang kadang tidak bersahabat, Dinas PU tetap berkomitmen menyelesaikan tugas.
“Panas, hujan—kami tetap bekerja. Ini demi kenyamanan masyarakat,” kata Haris.
Ia menambahkan, anggaran untuk pekerjaan perbaikan tahap selanjutnya juga telah dicairkan.
Untuk triwulan pertama, perbaikan difokuskan di ruas jalan depan Toko Tita dengan pengaspalan lapis penetrasi.
Sedangkan di triwulan kedua, kegiatan berlanjut ke ruas jalan di Kelurahan Motoboi Kecil, Jalan Hi. Zakaria Imban, serta sejumlah titik lainnya yang akan segera ditangani.
Pemerintah Kota Kotamobagu berharap seluruh upaya perbaikan infrastruktur jalan ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.
“Ini adalah bagian dari komitmen pemerintah, sesuai visi ‘The Winner’, untuk terus mendorong pembangunan demi kesejahteraan warga Kotamobagu,” pungkas Haris.
Jainuddin Damopolii: Lulusan INJadi Harus Jadi Garda Terdepan Pelayanan Kesehatan Bermartabat
Kotamobagu, ZONABMR.COM – “Wisuda ini bukan sekadar seremoni, tapi amanah ilmu yang harus dijaga dengan integritas dan pengabdian.”
Pernyataan penuh makna ini disampaikan Ketua Yayasan 23 Maret Kotamobagu, Jainuddin Damopolii, saat memberikan sambutan pada Sidang Senat Terbuka Luar Biasa Wisuda ke-2 Institut Kesehatan dan Teknologi Jainudin (INJadi), Rabu, 9 Juli 2025.
Bertempat di Ballroom Hotel Sutan Raja, momen ini menjadi tonggak penting bagi puluhan lulusan Program Studi Keperawatan dan Kebidanan jenjang Diploma III.
Di hadapan para wisudawan, orang tua, serta para undangan, Jainuddin menyampaikan harapan besarnya agar para lulusan tak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan yang manusiawi dan bermartabat.
“Kami berharap lulusan Jainudin mampu menjadi garda terdepan dalam pelayanan kesehatan, terutama di daerah-daerah yang membutuhkan. Keilmuan kalian adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan,” tegasnya.
Ia juga menegaskan komitmen yayasan dalam terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan, fasilitas, serta pembaruan kurikulum yang adaptif terhadap dinamika dunia kesehatan.
“Kami bertekad menjadikan INJadi sebagai pusat pendidikan kesehatan yang unggul di Bolaang Mongondow Raya bahkan Sulawesi Utara,” imbuhnya.
Hadir dalam acara tersebut mewakili Pemerintah Kota Kotamobagu, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Nasli Paputungan.
Dalam sambutannya, Nasli mengucapkan selamat kepada para wisudawan dan memberikan apresiasi tinggi kepada pihak institusi atas perannya dalam mencetak tenaga kesehatan profesional.
“Wisuda ini bukan akhir dari perjalanan, melainkan awal dari tantangan sesungguhnya. Di tengah masyarakat, kemampuan, sikap, dan dedikasi Anda akan diuji langsung. Dengan ilmu dan pengalaman yang dimiliki, saya yakin para lulusan akan mampu memberi kontribusi nyata bagi kemajuan daerah,” ujar Nasli, mewakili Wali Kota Kotamobagu, Weny Gaib.
Kegiatan ini berlangsung khidmat dan penuh rasa syukur, menjadi momentum berharga bagi seluruh civitas akademika INJadi dan bukti nyata komitmen lembaga pendidikan dalam menjawab tantangan dunia kesehatan masa kini dan mendatang.
INJADI Gelar Sumpah Profesi Perawat dan Bidan, Cetak Tenaga Kesehatan Siap Pakai
Kotamobagu, ZONABMR.COM – Institut Kesehatan dan Teknologi Jainuddin (INJADI) kembali melaksanakan prosesi pengambilan sumpah profesi bagi lulusan Program Studi Keperawatan dan Kebidanan, yang digelar di Sutanraja Hotel Kotamobagu, Selasa (8/7/2025).
Sebanyak 45 lulusan resmi diambil sumpahnya dalam kegiatan yang menandai kesiapan mereka untuk terjun langsung ke dunia kerja sebagai tenaga kesehatan profesional.
Para peserta sebelumnya telah dinyatakan lulus dari uji kompetensi yang menjadi syarat utama kelulusan.
Prosesi sakral ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting di bidang kesehatan, di antaranya perwakilan Ketua DPW Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Sulawesi Utara, Ns. Suwirno Akolo, S.Kep., Ketua DPD PPNI Kotamobagu, Ns. Salni Saharman, S.Kep., M.Kep., serta pengurus cabang Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kota Kotamobagu, Bidan Yunita Kereh, S.ST., M.Kes.
Rektor INJADI, Ns. Eko Susilo, S.Kep., M.Kes., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada para lulusan.
Ia menekankan bahwa sumpah profesi bukan sekadar formalitas, melainkan sebuah komitmen moral dalam menjalankan tugas pelayanan kesehatan.
“Kami mengucapkan selamat kepada seluruh lulusan yang telah menyelesaikan studi dan mengikuti prosesi sumpah profesi. Momen ini menandai kesiapan kalian dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Kami harap janji dan sumpah yang diucapkan benar-benar diinternalisasi dan dijadikan pedoman dalam praktik di lapangan,” ujar Eko Susilo.
Ia juga menyoroti peran strategis perawat dan bidan dalam menjawab berbagai tantangan kesehatan masyarakat, khususnya dalam penurunan angka stunting serta peningkatan kualitas pelayanan bagi ibu dan anak.
“Tenaga keperawatan dan kebidanan memiliki kontribusi besar dalam menekan angka stunting serta mendukung program kesehatan ibu dan anak. Diharapkan para lulusan ini dapat menjadi garda terdepan dalam mewujudkan masyarakat yang sehat dan sejahtera,” tambahnya.
Selain itu, Rektor INJADI turut menyuarakan harapan agar pemerintah dapat memberikan perhatian lebih terhadap mahasiswa dari keluarga kurang mampu, khususnya yang ingin menempuh pendidikan di bidang kesehatan.
Menurutnya, dukungan berupa beasiswa sangat penting untuk menunjang proses belajar mengajar dan mencetak lebih banyak tenaga kesehatan berkualitas.
Kegiatan pengambilan sumpah ini telah menjadi agenda rutin tahunan sejak pendirian INJADI, dan menjadi bagian integral dari tahapan akhir pendidikan Diploma III Keperawatan dan Kebidanan.
Prosesi ini tidak hanya menandai kelulusan, namun juga meneguhkan komitmen etika profesi para lulusan sebelum menjalani praktik di tengah masyarakat.
Pemuda Mabuk Bikin Ricuh di Mobuya, Tim Resmob Polres Kotamobagu Lakukan Penangkapan
Kotamobagu, ZONABMR.COM – Seorang pemuda berinisial HM alias Hendrik (24), warga Desa Mobuya, Kecamatan Passi Barat, diamankan Tim Resmob Polres Kotamobagu usai mabuk dan membuat keributan sambil mengancam warga dengan senjata tajam, Minggu, 6 Juli 2025.
Aksi HM yang dalam pengaruh minuman keras itu terjadi di jalan raya Desa Mobuya.
Ia dilaporkan menghadang dan mengejar warga sambil membawa pisau, bahkan melempari kendaraan yang melintas dengan batu.
Salah satu korban, FT alias Fanly (40), warga Desa Wulurmaatus, Kecamatan Modoinding, Minahasa Selatan, menjadi sasaran pengancaman dan pelemparan oleh tersangka.
Menurut laporan korban yang tertuang dalam Laporan Polisi Nomor LP/356/VII/2025/SPKT/Polres Kotamobagu/Polda Sulut, kejadian bermula saat dirinya hendak melintasi Desa Mobuya.
Tiba-tiba, HM menghadang laju mobilnya dan menodongkan pisau ke arah korban.
Fanly sempat menghindar, namun kendaraan miliknya terkena lemparan batu oleh pelaku.
Aksi brutal tersebut sempat terekam kamera warga dan menyebar luas di media sosial. Setelah menerima laporan, Tim Resmob bergerak cepat ke lokasi dan langsung mengamankan pelaku untuk dibawa ke Mapolres Kotamobagu.
Kapolres Kotamobagu AKBP Irwanto SIK, MH melalui Kasi Humas AKP I Dewa Dwiadnyana membenarkan kejadian tersebut.
“Tersangka pengancaman dan pengrusakan di Desa Mobuya telah kami amankan untuk proses hukum selanjutnya,” ujarnya.
Hingga kini, tersangka HM masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Mapolres Kotamobagu.
Polisi juga mengimbau masyarakat untuk segera melapor apabila mendapati aksi kriminal serupa.
~Maka ketika ada orang-orang yang dengan tulus membuka pintu usaha mereka demi memberi ruang bagi suara-suara itu, patutlah kita memberi salam hormat~
Aksi Seru dari Penonton dan Musisi Lokal yang Terjadi di Salah satu Gigs di Log In Cafe
Opini, ZONABMR.COM – Di kota kecil seperti Kotamobagu dan kawasan Bolaang Mongondow Raya (BMR), semangat bermusik tak pernah benar-benar padam.
Ia mungkin tidak selalu terdengar keras, tapi selalu ada—menyala kecil di sudut-sudut kamar tidur, di studio seadanya, dan kini, semakin sering di panggung-panggung sederhana yang lahir dari inisiatif para pemilik kafe lokal.
Dalam diam, mereka membuktikan bahwa ruang berkarya bisa diciptakan dari niat, bukan sekadar modal.
Di tengah riuhnya industri musik nasional yang serba instan dan kompetitif, para musisi lokal berjuang untuk tetap hidup—bukan hanya secara ekonomi, tetapi secara batin.
Bagi mereka, musik adalah cara mengekspresikan isi kepala, keresahan, cinta, luka, dan semangat.
Namun sering kali, semangat itu terbentur realitas: tak ada panggung, tak ada ruang, tak ada dukungan.
Maka ketika ada orang-orang yang dengan tulus membuka pintu usaha mereka demi memberi ruang bagi suara-suara itu, patutlah kita memberi salam hormat.
Log In Cafe adalah satu di antara tempat yang kini menjadi simbol harapan baru bagi geliat musik lokal.
Bukan hanya karena desain interiornya yang nyaman atau kopinya yang enak, tapi karena keberpihakan sang pemilik terhadap komunitas kreatif.
Dalam setahun terakhir, Log In Cafe telah beberapa kali bekerja sama dengan musisi lokal untuk menggelar gigs, termasuk event F**klentine yang mendapat sambutan hangat dari komunitas.
Lebih dari itu, pada perayaan ulang tahun pertamanya, Log In bahkan menjadikan panggung musik lokal sebagai inti acaranya—bukan hiburan pelengkap.
“Kadang kita cuma butuh seseorang yang bilang, ‘ayo manggung di sini’. Dan itu artinya besar banget buat kami,” ujar Enzhu, gitaris Krayon INS dan Sine, dua band lokal yang telah malang melintang di berbagai panggung alternatif.
“Kafe-kafe seperti ini ibarat oase. Tempat kita bisa menyalakan lagi semangat yang kadang redup karena tak ada tempat tampil. Kita jadi punya tujuan lagi.”
Dari sudut lain kota, Holy Drip Cafe juga menjadi tempat yang tak terpisahkan dari perkembangan skena musik lokal.
Tak heran, sebab pemiliknya sendiri adalah bagian dari band lokal Undestroyed—band yang tidak hanya tampil, tapi juga konsisten merilis karya orisinal.
Holy Drip tak hanya menyediakan tempat, tapi menyuntikkan semangat: bahwa bermusik adalah jalan yang layak ditempuh.
Di tempat ini, pengunjung tak hanya datang untuk kopi, tapi juga untuk ikut menyaksikan dan merayakan proses kreatif para musisi.
Lalu ada Warkop Jarod, yang layak disebut sebagai ‘rumah panggung’ bagi musisi BMR.
Jarod Fest. Salah Satu Panggungan Bergengsi yang Menjaga Nyala Semangat Musisi Lokal Kotamobagu dan BMR
Dalam beberapa tahun terakhir, kafe ini menjadi tuan rumah dari sejumlah event penting seperti Jarod Fest, Bersuakarya, hingga Bersuanada.
Kegiatan-kegiatan ini bukan sekadar acara hiburan, tapi platform nyata untuk membangun mental tampil, memperkuat jejaring antar komunitas, dan membuktikan bahwa musisi lokal mampu menyuguhkan pertunjukan yang layak dihargai.
“Kalau bukan tempat-tempat seperti Jarod, kita tidak tahu lagi mau manggung di mana. Tapi yang bikin lebih spesial, mereka tak cuma kasih tempat. Mereka percaya sama karya kita,” ungkap Erik, vokalis Ampowplur, band lokal yang tengah naik daun dan mulai dikenal berkat lagu-lagu dengan lirik dan suara khas.
Bagi Erik dan banyak musisi lainnya, termasuk saya, ruang semacam itu bukan hanya tentang logistik atau teknis, tetapi soal pengakuan.
Ada satu momen yang selalu saya ingat, sederhana tapi membekas.
Sahabat ini menepuk bahu saya sambil tersenyum, lalu bertanya, “Kapan Krayon INS manggung lagi di sini?”
Pertanyaan itu terlontar bukan sekadar basa-basi, bukan juga demi mendatangkan keramaian ke tempat usahanya.
Ada ketulusan yang sulit diabaikan, ada antusiasme yang menyala di balik kalimat yang terdengar ringan itu.
Kafe itu bernama Red Corner, salah satu tempat nongkrong yang belakangan semakin sering terdengar di kalangan anak muda Kotamobagu.
Tapi bagi saya, Red Corner bukan sekadar kafe. Ia adalah ruang, tempat hangat yang memberi pelukan bagi kami—para musisi lokal yang terus mencari tempat untuk bersuara.
Pemilik Red Corner, sahabat lama saya itu, tak pernah lelah menunjukkan dukungan.
Ia tidak hanya mempersilakan panggungnya digunakan, tetapi juga menantikan dengan penuh semangat kapan kami akan kembali mengisi ruangannya dengan denting gitar, drum yang menggetarkan dada, dan lirik-lirik yang mungkin hanya dipahami oleh mereka yang tumbuh di tanah ini.
Baginya, musik lokal bukan selingan. Ia adalah bagian dari identitas tempat itu sendiri.
Ketika tempat usaha memberi panggung bagi musisi lokal, mereka sedang menyampaikan satu pesan penting: bahwa suara mereka pantas untuk didengar, bahwa karya mereka layak untuk dihargai.
Tak bisa dipungkiri, skena musik lokal sering kali terpinggirkan. Minim promosi, terbatas tempat, dan kerap hanya dinikmati segelintir orang.
Namun kini, dengan hadirnya tempat-tempat seperti Log In, Holy Drip, Warkop Jarod, Red Corner dan cafe-cafe lain yang tak sempat saya sebutkan, geliat itu mulai menemukan napas baru.
Dari gigs kecil yang sederhana, tumbuh keyakinan bahwa musik lokal bukan sekadar pelengkap suasana—ia adalah jantung dari daerah.
Lebih dari sekadar mendukung, para pemilik kafe ini sedang mewariskan nilai.
Bahwa musik lokal harus diberi ruang untuk tumbuh. Bahwa kreativitas harus dipelihara, bukan dikekang. Bahwa komunitas harus disatukan, bukan dibungkam.
Tentu saja, ini baru langkah awal. Masih banyak yang bisa dan harus dilakukan.
Tapi keberanian mereka untuk memulai, untuk memberi tanpa pamrih, sudah membuka jalan.
Kini tinggal bagaimana kita—sebagai komunitas, penikmat, bahkan pemerintah—menjaga jalan itu tetap terbuka.
Kotamobagu dan BMR butuh lebih banyak orang-orang seperti mereka.
Orang-orang yang memahami bahwa suara musisi lokal adalah suara daerah, adalah suara zaman.
Karena dari panggung kecil dan gigs sederhana itulah, kadang lahir suara yang mengubah segalanya.
Dan kepada mereka yang telah memberi tempat, semangat, dan harapan—kita tak hanya angkat topi. Kita bergandeng tangan, berdiri bersama, dan berkata: mari kita jaga musik lokal tetap hidup.
Jadi, jika hari ini ada yang bertanya kenapa musik lokal masih bertahan, salah satu jawabannya adalah karena ada orang-orang seperti pemilik Red Corner.
Yang tak lelah percaya, tak lelah mendukung, dan tak pernah berhenti bertanya:
“Kapan kalian manggung lagi di sini?” ***
Udi Masloman
*Penulis adalah Pemimpin Redaksi Zonabmr. Aktif di pergerakan musik lokal daerah, frontman dan penulis lagu di band Krayon INS. Pernah memperjuangkan karya-karya musisi lokal BMR untuk didengar saat menjadi penyiar di stasiun radio lokal DC FM; saat ini menjabat sebagai Ketua DPC organisasi pers Pro Jurnalismedia Siber (PJS) Kabupaten Bolmong
“Amartha Binangun” Jadi Tema Nobar Wayang Kulit Polres Kotamobagu di Hari Bhayangkara ke-79
Kotamobagu, ZONABMR.COM – Malam yang sejuk di Foodsal Cafe, Kelurahan Kotobangon, Jumat (4/7/2025), terasa berbeda dari biasanya.
Alunan gamelan mengisi udara, mengiringi sorot lampu temaram yang menyinari kelir putih tempat bayangan para ksatria akan bertarung.
Di hadapan layar itu, Polres Kotamobagu mengajak masyarakat menyelami makna budaya lewat pagelaran wayang kulit bertema “Amartha Binangun”—sebuah kisah tentang pembangunan negeri yang adil, rukun, dan beradab.
Kegiatan nonton bareng (nobar) ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-79, dan telah menjadi tradisi tahunan selama tiga tahun terakhir atas inisiasi Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.
Dihadiri oleh jajaran pejabat utama Polres Kotamobagu serta unsur Forkopimda, suasana malam itu mencair dalam kehangatan yang hanya bisa dihadirkan oleh pertunjukan yang memadukan filosofi, hiburan, dan nilai-nilai luhur.
“Wayang kulit bukan hanya bentuk hiburan, tapi jendela nilai yang membentuk karakter bangsa. Tema Amartha Binangun ini selaras dengan semangat Hari Bhayangkara—membangun tatanan masyarakat yang harmonis, adil, dan sejahtera,” ujar Wakapolres Kotamobagu Kompol Romel Pontoh mewakili Kapolres, AKBP Irwanto, SIK, MH.
Amartha Binangun: Bangun Negeri, Rawat Nilai
Lakon Amartha Binangun bukan sekadar kisah pewayangan. Ia merupakan alegori tentang negara ideal—di mana pemimpin berlaku bijak, rakyat hidup dalam keteraturan, dan keadilan menjadi landasan hidup bersama.
Dalam cerita itu, para Pandawa membangun kembali negeri Amarta dari kehancuran, dengan semangat kebersamaan dan pengabdian.
Bagi Polri, kisah ini adalah cermin dari semangat pengabdian kepada masyarakat.
“Amartha Binangun adalah simbol dari visi Bhayangkara yang melayani, melindungi, dan mengayomi masyarakat demi terwujudnya kehidupan berbangsa yang damai dan beradab,” ungkap Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dalam pernyataannya.
Ia menegaskan bahwa pelestarian budaya seperti wayang kulit bukan sekadar simbolik, melainkan bentuk nyata Polri dalam merawat identitas bangsa dan memperkuat kedekatan dengan masyarakat.
Seni yang Menyatukan
Pertunjukan malam itu tidak hanya menghadirkan nostalgia, tetapi juga menyatukan lintas generasi.
Di barisan depan, penonton tampak antusias mengikuti kisah Arjuna dan Yudhistira, tertawa saat Semar melontarkan guyonan khasnya, dan terdiam ketika sang dalang menyelipkan petuah tentang keadilan, pengabdian, dan makna kepemimpinan.
Dalam era yang serba digital, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa tradisi lisan dan pertunjukan klasik masih punya tempat dan kekuatan untuk membentuk cara pandang, membangun rasa, dan menanamkan nilai.
Menjadi Bhayangkara yang Berakar
Hari Bhayangkara bukan sekadar peringatan institusional, tapi refleksi tentang peran Polri di tengah masyarakat.
Dan malam itu, di bawah kelir yang menari, Polres Kotamobagu menunjukkan bahwa menjaga ketertiban bisa sejalan dengan menjaga kebudayaan.
Dengan mengangkat lakon Amartha Binangun, Polres mengirimkan pesan kuat: bahwa Bhayangkara tak hanya berdiri di garda hukum, tapi juga di garda nilai—membangun negeri lewat keadilan, kebersamaan, dan kebudayaan.
Karena dalam bayangan wayang, kita menemukan terang: tentang siapa kita, apa yang kita jaga, dan untuk siapa kita mengabdi.