ZONA KOTAMOBAGU – Wakil Wali Kota (Wawali) Nayodo Koerniawan, melakukan peletakan batu pertama pembangunan saluran irigasi di Kelurahan Kobo Kecil, Kecamatan Kotamobagu Timur, Selasa (15/9).
Kegiatan tersebut merupakan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) oleh mitra kerja DPR RI Komisi V Herson Mayulu melalui Balai Sungai Provinsi Sulawesi Utara.
Pembangunan Saluran Irigasi dikerjakan dengan cara padat karya, dimana salah satu pelaksananya adalah Kelompok Swadaya Masyarakat Dapuon Desa Kobo Kecil.
Wawali berharap manfaat dari hasil pekerjaan pembangunan tersebut dapat dirasakan oleh para petani sekitar. “Ini juga membantu pemulihan ekonomi masyarakat, serta memperbaiki saluran air yang nantinya juga memberikan manfaat untuk para petani,” ujar Wawali.
Sementara itu, Kepala Desa Kobo Kecil, Refly M Ginintu, mengatakan pembuatan saluran air irigasi ini dengan total anggaran sekitar Rp195 juta yang akan di buat sepanjang 250 meter. “Saya mengucapkan terima kasih ke Pemerintah Kotamobagu, Pemerintah Pusat, Bapak Herson Mayulu selaku Anggota DPR RI Komisi V, yang telah memberikan bantuan ini, semoga saluran irigasi ini nantinya bisa meningkatkan kualitas pertanian dan untuk mensejahterakan masyarakat,” ungkapnya.
“Semoga program seperti ini juga terus dilakukan, karena wilayah di Kobo Kecil juga cukup luas, sehingga masih banyak butuh drainase saluran air melalui Program P3-TGAI,” pungkasnya. (*/guf)


ZONA HUKUM – Guna menekan angka penyebaran Covid-19, Kapolres Kotamobagu, AKBP Prasetya Sejati SIK, mengajak seluruh elemen masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan (Prokes). Hal ini disampaikan Kapolres saat coffee morning bersama sejumlah awak media, di halaman Mapolres Kotamobagu, Senin (14/9) pagi.
ZONA EKONOMI – Dikalangan pencinta kuliner, Kota Kotamobagu dikenal sebagai salah satu pusat makanan enak. Di kota yang dijuluki kota model jasa ini, para penikmat kuliner juga bisa merasakan menu masakan khas paling enak di beberapa rumah makan.


“Tujuan ranperda ini nantinya untuk mensukseskan petani di Kotamobagu, dari segi pendapatan ekonomi sehingga petani bisa sejahtera. Sehingga, diharapkan produk pertanian di Kotamobagu dapat bersaing dengan produk pertanian dari daerah lain,” kata Herdi.
Sementara itu, Kabag Hukum Pemkot Kotamobagu Rendra S. Dilapanga, mengungkapkan, berdasarkan ketentuan pasal dan undang-undang tentang pajak dan retribusi daerah dapat memungut retribusi atas penjualan hasil produksi usaha pemerintah daerah, salah satunya berupa benih dan bibit tanaman.
Di tempat yang sama, Kabid Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan DPP Kotamobagu Ramjan Mokoginta, menyebutkan sejumlah tanaman yang menjadi produk unggulan di Kotamobagu. “Ada delapan jenis bibit tanaman yang mulai dipasarkan tahun depan. Diantaranya, durian, cokelat serta nenas,” imbuhnya.
ZONA EKONOMI – Minuman Boba saat ini sudah sangat trending di Kota Kotamobagu. Sudah banyak yang menjalankan bisnis minuman kekinian ini. Salah satunya Minuman Boba ‘No Name’ milik Fauji Mamonto, warga Desa Moyag, Kecamatan Kotamobagu Timur.