ZONA EKONOMI – Usaha buah-buahan merupakan salah sau bisnis yang mudah dijalankan. Selain itu, buah-buahan juga saat ini menjadi kebutuhan pokok setiap orang, apalagi ditengah pandemi covid-19 ini untuk menjaga kesehatan dan imunitas tubuh.
Dengan tingginya kebutuhan akan buah-buahan, maka sudah banyak masyarakat yang melirik bisnis ini sebagai sumber pendapatan. Salah satunya Yayen Potabuga, Warga Kelurahan Motoboi Besar, Kecamatan Kotamobagu Timur. Berbagai jenis buah saat ini ia pasarkan melalui media sosial, berupa buah apel, anggur, pear, dan jeruk.
Meski baru sebuan berjualan, kini ia sudah banyak melayani para pembeli. Menjalankan bisnis ini menurutnya tidak memerlukan modal yang besar, namun memberikan hasil yang cukup memuaskan. “Buah-buahan ini saya ambil dari distributor langsung. Saya jamin buah yang dijual ini segar semua, dan rasanya manis,” kata Yayen.
Untuk harga, ia menjualnya dengan harga bervariasi sesuai dengan jenis buah yang akan dibeli. “Jika ada yang mau memesan, silahkan hubungi di nomor 081357730142 atau via Facebook @yayen potabuga,” pungkasnya. (guf)
ZONA KOTAMOBAGU – Pemkot Kotamobagu melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mengajak kepada masyarakat untuk bersama menjaga agar kurva kasus Covid-19 di Kotamobagu berada pada posisi landai atau menurun. Sehingga Kota Kotamobagu memenuhi kriteria untuk dapat menerapkan pola kelaziman baru atau New Normal, yang merupakan praktik relaksasi dari PSBB yang sudah diterapkan di beberapa wilayah di Indonesia.
Demikian disampaikan juru bicara gugus tugas, dr Tanty Korompot, saat konferensi pers di Aula Kantor Wali Kota, Selasa (23/6).
“Menjelang persiapan New Normal masyarakat diminta untuk bisa bergotong royong bersama-sama pemerintah, karena kunci suksesnya New Normal ini ada pada komitmen bersama untuk selalu disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan (Prokes),” ucap dr Tanty.
Ia menerangkan, maksud pemerintah menerapkan New Normal adalah dengan tujuan untuk memulihkan kembali semua sektor yang sempat hampir lumpuh dan tidak produktif. “Mari kota keluar dari kondisi tidak nyaman ini, dengan benar-benar memenuhi protokol kesehatan dengan penuh kesabaran. Tetap menggunakan masker, jaga jarak, cuci tangan dengan air mengalir, jaga imunitas tubuh serta selalu berpikiran positif,” imbaunya. (guf)
ZONA KOTAMOBAGU – Pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Kotamobagu kembali bertambah 1 orang, sehingga total menjadi 9 pasien.
Menurut juru bicara gugus tugas Pemkot Kotamobagu, dr Tanty Korompot, dari hasil rilis Gugus Tugas Provinsi Sulawesi Utara tertanggal 22 Juni 2020, bahwa Kota Kotamobagu ketambahan satu orang positif Covid-19.
“Pasien berasal dari Kotamobagu, kontak erat dengan pasien 16 (kluster keluarga) yang saat ini sedang dirawat di RSUD Kotamobagu,” kata, dr Tanty, saat konferensi pers di Aula Kantor Wali Kota, Selasa (23/6).
Lanjutnya, saat ini tim surveilans Dinas Kesehatan Kotamobagu lagi melakukan kontak tracking dari pasien tersebut. “Saat ini data Covid-19 di Kotamobagu yang terkonfirmasi positif berjumlah 9 orang, ODP 4 orang, PDP 6 orang (5 dirawat di RSUD Kotamobagu dan 1 dirawat di RSUP Kandou Manado). Sementara untuk pelaku perjalanan 2.995 orang dan pelaku perjalanan dalam pemantauan 206 orang,” ujarnya. (guf)
MAHEN, yang memiliki nama lengkap Petrus Mahendra ini sudah mencuri perhatian sejak awal kemunculannya di musik Indonesia dengan merilis single pop perdananya yang berjudul ‘Pura-Pura Lupa’. Lagu ini berhasil mendulang sukses karena disukai oleh banyak pendengar musik dari berbagai usia dan negara. Lagu ini bahkan cukup lama bertengger di chart musik teratas dan menjadi trending hingga dicover dalam berbagai versi bahasa. Video klip lagu tersebut sudah ditonton sebanyak 44 juta views di YouTube.
Sebelumnya Mahen sudah dikenal sebagai penyanyi cover lagu-lagu hits di Instagram dan YouTube. Jumlah followers Instagram Mahen juga terbilang dahsyat yaitu mencapai hingga 1,7 juta. Di penghujung akhir tahun 2019 lalu, Mahen mulai serius terjun ke dunia musik Indonesia dengan bergabung di bawah naungan label rekaman Indosemar Records.
Mahen kembali mengeluarkan single terbarunya yang berjudul ‘Luka Yang Ku Rindu’. Masih dengan lagu karya cipta dari Pika Iskandar, yang dikemas dengan aransemen musik yang indah oleh Tito P. Soenardi, Mahen hadir dengan sebuah lagu patah hati yang lirih.
“Sebenarnya cerita lagu ini adalah flashback dari lagu ‘Pura-Pura Lupa’. Jadi cerita lagu ini sebelum cerita tentang lagu ‘Pura-Pura Lupa’ yaitu tentang kisah cinta anak muda di mana dia nemuin lumayan banyak masalah dalam hubungan percintaan mereka. Mungkin karena masih muda dan agak labil, jadi pada saat dihadapi pada beberapa masalah, mereka belum bisa mengisi satu sama lain. Jadi ribut terus, merasa terluka karena dibohongi. Tapi sebenarnya di setiap hubungan pasti ada hal yang bikin seneng, manis untuk diinget. Jadi luka itu bikin dia enggak bener-bener mau menghapus memori indah yang pernah ada,” ungkap Mahen.
Proses rekaman lagu ini yang dilakukan di tengah krisis pandemi virus Corona, rupanya memberikan sedikit kesulitan buat Mahen. Meskipun ada kendala, proses rekaman tersebut bisa dilaluinya dengan mulus.
“Proses produksi sampai rekaman rekaman lagu ini sebenarnya lebih cepat dibandingkan dengan lagu sebelumnya sih. Cuma karena masih kondisi Covid-19 ini, jadi ada beberapa kendala waktu rekaman itu, kayak aku dibantu oleh Kak Ayoe sebagai Vocal Director di lagu ini. Dan kondisinya Kak Ayoe tidak bisa ada di Jakarta karena memang domisilinya dia ‘kan di Bandung. Jadi Kak Ayoe men-direct vokal aku via Whatsapp Call. Pastinya ada kendala delay karena sinyal gitu, jadi aku berusaha semaksimal mungkin pahami arahan dari Kak Ayoe untuk aku interpretasikan ke lagu ini,” ujar Mahen menjelaskan tentang proses rekaman yang dilaluinya.
Bagi Mahen, musik sudah membawanya dikenal banyak orang. Kecintaannya terhadap musik membuat Mahen bercita-cita ingin bisa membuat lagu ciptaannya sendiri. Memiliki karya lagu sendiri adalah hal yang diimpi-impikannya sejak lama.
“Aku pengen suatu saat aku bisa bikin lagu yang aku buat sendiri, karena musik sudah membawa aku berkarier sejauh ini. Aku pengen jadi penyanyi sekaligus musisi yang bisa dikenang banyak orang, yang memiliki banyak karya yang luar biasa. Pasti ada kebanggan tersendiri kalau aku bisa seperti itu,” ucap Mahen.
Lagu ‘Luka Yang Ku Rindu’ ini sejak dirilis pada tanggal 16 Juni 2020 lalu, berhasil menduduki posisi 2 Trending YouTube di hari ke-2 perilisannya dan sudah mendapat penonton sebanyak 3,9 juta di YouTube hingga saat ini. (wp)
ZONA POLITIK – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) diminta lebih memperhatikan pembinaan atlit di Kota Kotamobagu. Hal ini disampaikan Ketua Komisi III DPRD, Royke Kasenda, saat pembahasan Laporan Pertanggungjawaban (LPj), pekan lalu.
“Selama ini yang ada hanya insentif pelatih saja. Tapi dukungan lainnya tidak ada. Sehingga terkesan atlet kurang dapat perhatian,” kata Royke.
Menurut politisi PDI Perjuangan itu, pembinaan atlit sangat diperlukan demi peningkatan prestasi di bidang olahraga. “Jangan sampai ada atlet berprestasi karena upaya pribadi masing-masing atlit. Harus ada perhatian dari intansi terkait. Ini sebagai bentuk dorongan terhadap atlit agar lebih berprestasi lagi. Ada 16 cabang olahraga yang katanya berprestasi. Fokuskan di situ dulu tanpa mengabaikan yang lain,” ujarnya.
“Ini harus diperhatikan. Kemudian dinas terkait juga harus ada inovasi agar Kota Kotamobagu kedepannya ada industri olahraga,” tambahnya. (guf)
ZONA MANADO – Anggota DPRD Provinsi Sulut dari Partai NasDem dapil Bolmong Raya, Alfian Bara diterpa isu kalau dirinya ditangkap Polisi. Bahkan isu tersebut sempat bergulir lewat sindiran-sindiran di media social.
Namun isu itu langsung terbantahkan oleh pernyataan Sekretaris Dewan Provinsi Sulut, Glady Kawatu, Senin (22/6).
Sekwan mengatakan sampai saat ini Alfian Bara masih dalam keadaan normal, bahkan sedang masuk kantor. “Saat ini saja pak Alfian ada di kantor di ruang fraksi,” jelas Kawatu.
Ketidakbenaran adanya informasi Alfian Bara ditangkap Polisi juga di perkuat dengan dengan dilakukannya video conference oleh beberapa wartawan, dengan Papa Nada (sapaan akrab Alfian Bara), Senin (22/6) siang ini, lewat panggilan WhatsApp. “Saya sekarang berada di ruang fraksi Partai Nasdem DPRD Provinsi Sulut. Bukan di Polda atau BNN,” ucap Alfian yang merupakan adik kandung dari Walikota Kotamobagu Ir Hj Tatong Bara tersebut.
Alfian menegaskan, dirinya dalam keadaan sehat dan tidak tersangkut masalah apapun. “Saya berharap warga Bolaang Mongondow Raya, tidak usah terlalu panik dengan isu-isu yang digulirkan di media social. Saat ini saya sementara akan rapat fraksi di Kantor DPRD Sulut,” tambahnya.
Soal isu kalau penangkapan terhadap politisi Nasdem dari Dapil Bolaang Mongondow Raya tersebut, dilakukan padq 4 hari lalu. Alfian kembali membantahnya. “Ada isu yang digulirkan kalau sata ditangkap di Bumi Beringin. Sementara saya 4 hari lalu di Kotamobagu, dan hampir 2 pekan disana. Baru tadi malam kembali ke Manado. Jadi itu semua tidak benar,” tandasnya. (TN/guf)
ZONA KOTAMOBAGU – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kotamobagu merilis data terbaru perkembangan tentang program pencegahan dan pengendalian Covid-19, Senin (22/6).
Dalam konferensi pers di Aula Kantor Wali Kota, Juru bicara Gugus Tugas, dr Tanty Korompot, menyampaikan jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang saat ini tengah dirawat dan sudah selesai masa pemantauan.
“Untuk ODP yaitu berjumlah 4 orang yang sudah diperiksa dan sedang dalam masa pemantauan selama 14 hari. Sedangkan yang selesai pemantauan yakni 164 orang. Jadi Total kumulatif ODP sampai dengan saat ini berjumlah 168 orang,” kata dr Tanty.
Untuk pasien PDP, kata dr Tanty, yang sekarang sedang dirawat di RSUD Kota Kotamobagu berjumlah 6 orang. “Bersama ini juga kami laporkan bahwa pasien dalam pengawasan yang sembuh dan selesai pemantauan ada 29 orang, sehingga jumlah kumulatif pasien dalam pengawasan adalah 35 orang,” sebutnya. (guf)
ZONA KOTAMOBAGU – Pemkot Kotamobagu melalui Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid-19 kembali mengumumkan data terbaru pasien terkonfirmasi positif, Senin (22/6).
“Untuk kasus yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Kotamobagu, sesuai yang telah dirilis oleh gugus tugas provinsi se malam, bahwa Kota Kotamobagu ketambahan 4 kasus baru dari 13 kasus yang sebelumnya. Dengan rincian, kasus ke-14 berjenis kelamin laki-laki usia 33 tahun merupakan kontak erat resiko tinggi dengan pelaku perjalanan dari zona merah dan transmisi lokal yaitu, Sulawesi Selatan. Yang bersangkutan merupakan tenaga kesehatan di salah satu faskes di Kotamobagu,” kata juru bicara Gugus Tugas, dr Tanty Korompot, saat konferensi pers di Aula Kantor Wali Kota.
Lebih lanjut Kepala Dinas Kesehatan ini mengumumkan, untuk kasus ke-15 adalah perempuan berusia 27 tahun yang merupakan kontak erat resiko tinggi yang juga pelaku perjalanan dari zona merah yaitu Sulawesi Selatan. “Yang bersangkutan juga adalah salah satu tenaga kesehatan di faskes di Kotamobagu. Dan Untuk kasus ke-16 juga berjenis kelamin perempuan, usia 22 tahun berasal dari kelurahan Mongondow. Yang bersangkutan juga pelaku perjalanan dari zona merah dan transmisi lokal yaitu Sulawesi Selatan ke Kotamobagu. Dan kasus ke-16 ini menjadi induk dari kasus ke-14 dan kasus ke-15, sehingga menjadi 1 cluster dalam satu keluarga,” terang dr Tanty.
Sementara untuk kasus yang ke-17, dijelaskannya, pasien berjenis kelamin laki-laki, usia 39 tahun berasal dari Desa Moyag. “Yang bersangkutan adalah ODP disalah satu rumah sakit yang ada di Kota Manado yang merupakan hasil penjaringan dari Dinas Kesehatan Daerah Provinsi Sulawesi Utara,” jelasnya.
Dengan adanya ketambahan kasus yang baru ini, dirinya mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak panik tetapi tetap waspada dalam menjalan apa yang disarankan oleh pemerintah dan juga mematuhi protokol kesehatan. “Tetap Gunakan masker jika ada urusan penting di luar rumah, selalu cuci tangan dengan menggunakan sabun di air yang mengalir, selalu jaga jarak serta selalu berpikiran positif di luar dan dalam rumah,” imbaunya. (guf)
Gugus Tugas Pemkot Kotamobagu mengumumkan data terbaru perkembangan Covid-19.
ZONA KOTAMOBAGU – Pemkot Kotamobagu melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, kembali mengumumkan data terbaru pasien terkonfirmasi positif Covid-19, Jumat (19/6).
“Hari ini, sesuai hasil rilis gugus tugas Provinsi Sulut, Kotamobagu ketambahan dua pasien terkonfirmasi positif Covid-19. Pasien nomor 12, perempuan umur 65 tahun asal Kotobangon kontak erat dengan pasien nomor 11. Pasien nomor 13, perempuan 32 tahun asal Pontodon kontak erat dengan pasien nomor 11,” kata juru bicara gugus tugas Covid-19, dr Tanty Korompot saat konferensi pers di Aula Kantor wali kota.
Dengan ketambahan dua pasien positif Covid-19, jumlah akumulatif pasien positif asal Kotamobagu berjumlah 4 pasien. Saat ini kedua pasien sedang menjalani perawatan di RSUD Kotamobagu. Sementara 2 pasien sebelumnya, masing-masing dirawat di RSUD Datoe Binangkang dan RSUP Kandou Manado. “Tim surveilans Dinas Kesehatan Kotamobagu saat ini akan melakukan tracking dari semua pasien positif yang baru,” terang dr Tanty. (guf)
WABAH covid 19 atau corona yang melanda dunia dan Indonesia khususnya, sangat berdampak terhadap semua aspek kehidupan. Tak hanya dunia kesehatan yang kalang-kabut menangani pasien, ekonomi pun dibuat tak berdaya oleh corona.
Kondisi ini di satu sisi membuat masyarakat semakin takut akan tertular virus corona sehingga memilih berdiam di rumah. Sementara di sisi lain mereka juga cemas dengan masalah keuangan, pekerjaan dan masa depan mereka. Akibatnya, banyak orang menjadi bingung, stres dan frustasi karena sulit memilih antara stay at home atau beraktivitas seperti biasa.
Melihat situasi ini beragam cara dilakukan orang untuk mengekspresikan kepedulian dan keprihatinannya. Di Bintauna, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Sulawesi Utara misalnya, seorang anggota polisi bernama Zaini Taleba (32) menciptakan lagu “Selamatkan Kami dari Corona” sebagai bentuk keprihatinannya terhadap wabah virus ini.
Lagu yang juga dinyanyikan sendiri oleh polisi berpangkat bripka ini merupakan ekspresi kegundahan Zaini melihat kondisi masyarakat yang terdampak corona. Rupanya pengalaman sebagai anggota Polsek Bintauna yang terlibat langsung dalam pengamanan dan sosialisasi covid 19 telah menginspirasi suami dari Tutyanti Hasan ini.
Ya, Zaini gundah melihat aktivitas masyarakat Bolmut yang sebelumnya ramai namun sejak wabah corona melanda mendadak jadi sepi. Sekolah dan kantor ditutup, pasar dibatasi, masyarakat jadi cemas, stres dan frustasi.
“Ada dorongan yang sangat kuat untuk berbuat sesuatu. Dan kebetulan saya memiliki sedikit kemampuan menciptakan lagu, maka lewat lirik lagu saya coba menyampaikan pesan tentang virus corona ’” ujar Zaini merendah.
Lewat lagu “Selamatkan Kami dari Corona” ayah dari Hasbi Restu Dg Taleba, Anindia Fauzia Dg Taleba dan Arraji Rayan ini menyampaikan pesan bahwa sesungguhnya kekuasaan Allah itu di atas segala-galanya. Artinya, corona bisa ada di Indonesia dan di belahan dunia lain atas izin Allah. Karenanya, hanya dengan bertobat dan memohon ampunan kepada-Nya kita akan terbebas dari Corona.
Namun, jika dimaknai lebih dalam lirik lagu “Selamatkan Kami dari Corona” mengandung tiga pesan utama, yakni penyesalan, ampunan dan doa. Lewat lagu ini Zaini ingin mengajak kita semua untuk menakar timbangan amal kebaikan kita masing-masing, kemudian memohon ampun atas segala salah dan dosa yang telah kita perbuat, sembari memanjatkan doa kepada sang pemilik alam semesta agar kita diselamatkan dari wabah virus corona ini.
Video lagu “Selamatkan Kami dari Corona “ yang dinyanyikan Bripka Zaini Taleba saat ini tengah viral di media sosial facebook dan youtube. Salah satunya yang diunggah di https://www.youtube.com/watch?v=nxXr1LFZCbk hingga hari ini sudah ditonton sebanyak 2.788 kali. (*)