Beranda blog Halaman 405

Komisi I RDP Dengan Kantor Kecamatan Kotamobagu Timur dan Kelurahan Motoboi Besar

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kotamobagu menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Kantor Kecamatan Kotamobagu Timur serta Kelurahan Motoboi Besar, Kamis (25/6). RDP tersebut terkait penyaluran Bantuan Sosial (Bansos) di wilayah tersebut.

RDP itu diikuti para personil Komisi I serta dihadiri Asisten I Teddy Makalalag, Asisten II Gunawan Damopolii, Camat Kotamobagu Timur Usmar Mamonto, Lurah Motoboi Besar Zulvan Pombaile, serta masyarakat.

“Melalui RDP ini, kita memastikan bansos di Kelurahan Motoboi Besar tersalur sebagaimana mestinya. Penerima bantuan adalah yang benar-benar layak menerima,” kata Agus Suprijhanta, personil Komisi I DPRD Kota Kotamobagu. (guf)

Komisi I Deprov Bahas Dana Desa bersama Pemkot Kotamobagu

ZONA KOTAMOBAGU – Komisi I DPRD Provinsi Sulawesi Utara Bidang Pemerintahan melakukan kunjungan kerja di Kotamobagu yang diterima langsung oleh Wakil Wali Kota, Nayodo Koerniawan, di ruang kerjanya, Kamis (25/6).

Ketua Komisi I DPRD Provinsi Sulut, Vony Paat, mengatakan kunjungan kerja tersebut dalam rangka pengelolaan, penyaluran dan pengawasan Dana Desa Tahun 2020. “Karena di Kotamobagu ini ada 15 Desa dan ada Dana sebesar sekitar Rp22 miliar dari Kementrian Desa untuk Dana Desa Tahun 2020,” ujar Vony.

Menurutnya, dalam Dana Desa itu ada 3 program kegiatan yakni Padat Karya Tunai, Penanganan Covid-19, dan Bantuan Langsung Tunai untuk tiga bulan sebesar Rp600 ribu. “Sekarang sudah ada PMK terbaru Nomor 50 ditambah lagi ada lagi Bantuan Langsung Tunai untuk tiga bulan yakni Juli, Agustus, September sebesar Rp300 ribu,” ungkapnya.

Sementara, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Usmar Mamonto, menyampaikan DPRD Provinsi sudah mengecek langsung dan melihat data penyaluran Alokasi Dana Desa yang di programkan oleh Kementrian Desa. “Jadi apa yang sudah disampaikan oleh Ketua Komisi I bahwa anggaran sebesar Rp22 miliar sudah disalurkan dan Triwulan I tinggal dua desa yang belum yakni Moyag Induk dan Poyawa Kecil,” kata Usmar. (guf)

Nayodo Terima Kunker Setwan Deprov Sulut

ZONA KOTAMOBAGU – Wakil Wali Kota Nayodo Koerniawan menerima kunjungan kerja Tim Sekretariat DPRD Provinsi Sulawesi Utara Sulut (Sulut), Kamis (25/6).

Sekretaris DPRD Sulut Glady Nova Lynda Kawatu, mengatakan pihaknya melakukan kunjungan kerja ke Kotamobagu dalam rangka melakukan penyerapan aspirasi soal Ranperda tentang perlindungan dan pengendalian pohon. “Dimana, Kotamobagu sendiri menjadi salah satu daerah yang sengaja dipilih oleh DPRD Sulut, sebagai lembaga penginisiatif penyusunan Perda tentang perlindungan dan pengendalian pohon tersebut,” ungkap Kawatu.

Wakil Wali Kota Nayodo Koerniawan, dalam sambutannya memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada rombongan dari DPRD Provinsi Sulut yang telah berkenan mendatangi daerah Kotamobagu. “Kami mengucapkan selamat datang, sekaligus apresiasi dan ucapan terima kasih atas keringanan langkah bapak dan ibu untuk sampai ke daerah ini, dalam rangka berdiskusi dan bertukar pikiran bersama, untuk kemajuan daerah kedepan,” ungkapnya. (guf)

Pajak Bentuk Aktualisasi Gotong Royong Berskala Nasional

Oleh: Gunady Mondo

PAJAK Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan atau lebih akrab disebut PBB-P2 merupakan kewajiban bagi seluruh warga negara yang harus ditunaikan setiap tahun. Karena, pajak merupakan salah satu pos pendapatan negara yang digunakan untuk kepentingan pemerintah dan masyarakat umum, bukan kepentingan pribadi ataupun kelompok.

Adapun pengertian pajak adalah kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan Undang-undang, dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara dan diperuntukan sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat.

Dalam pengembangan pembangunan di berbagai sektor, pemerintah tidak akan melakukannya sendiri tanpa ditopang banyak pihak, termasuk masyarakat atau yang disebut warga negara. Olehnya dengan membayar pajak, maka sorang warga negara telah berkontribusi dalam pelaksanaan pembangunan yang berkesinambungan.

Namun, apakah seluruh warga negara yang telah wajib pajak memiliki kesadaran untuk menuaikan kewajibannya membayar pajak?. Tentu tidak. Hal ini yang menjadi PR atau pekerjaan rumah bagi pemerintah untuk memberikan pengertian, sosialisasi dan imbauan tentang kesadaran serta pentingnya membayar pajak bagi setiap warga negara, terlebih masyarakat umum yang masih awam dengan seberapa pentingnya pungutan pajak untuk pembangunan bangsa dan negara.

PERAN PEMERINTAH
Tak bisa dimungkiri, saat ini kesadaran masyarakat umum untuk membayar pajak masih tergolong rendah. Fakta, di beberapa daerah di Indonesia masih banyak daerah yang belum mampu memenuhi target pendapatan, dalam hal upaya peningkatan penerimaan negara khususnya dari sektor PBB-P2.

Di sini, tentu dibutuhkan peran pemerintah agar lebih maksimal lagi dalam memberikan pemahaman dan sosialisasi kepada masyarakat bahwa membayar merupakan suatu keharusan untuk menopang pembangunan, terlebih khusus pembangunan yang dilaksanakan di daerah.

Memang, untuk menumbuh-kembangkan partisipasi masyarakat dalam menunaikan kewajiban membutuhkan proses. Apalagi, bagi masyakat awam yang tidak mengerti betul pentingnya membayar pajak. Akan tetapi, itulah tugas dan kewajiban pemerintah untuk memberikan pemahaman. Ini juga kembali ke peran pemerintah, mulai dari tingkat provinsi, daerah, kecamatan, hingga ke tingkat desa/kelurahan. Terebih pemerintah desa/kelurahan yang menjadi ujung tombak dan perpanjangan tangan keberlangsungan pembangunan di tingkat paling bawah, yang juga lebih dekat dengan masyarakat. Tapi, apakah dalam memberikan pemahaman pemerintah desa juga mengetahui apa pentingnya membayar pajak?.

Dari sisi kekuatan, sebenarnya pemerintah tingkat desa/kelurahan-lah yang sangat berperan. Pemerintah desa/kelurahan mempunyai kekuatan untuk memaksa masyarakat membayar pajak, dengan memberikan edukasi bahwa uang pajak dipergunakan untuk penyelenggaraan pembangunan sektor riil yang telah direncanakan oleh pemerintah. Kemudian, perlu juga ditegaskan bahwa pemerintah berwenang memungut pajak dari rakyatnya, karena pajak digunakan juga sebagai sarana untuk mensejahterakan masyarakat. Faktor ini mungkin bisa menjadi salah satu pendorong masyarakat untuk membayar pajak. Tentunya juga harus dibarengi dengan pemberian kepercayaan kepada wajib pajak, dan diimbangi dengan instrumen pengawasan.
Selain itu, hubungan antara masyarakat dan pemerintah harus terbangun dengan rasa saling percaya. Sebab, selama ini masih ada masyarakat yang tidak percaya dan mengetahui persis uang mereka digunakan ke sektor mana saja.

Nah, dengan memberikan gambaran mengenai alokasi pajak yang dibayarkan sesuai dengan alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), pastinya akan menimbulkan kepercayaan masyarakat untuk menunaikan kewajibannya dalam hal membayar pajak.

BERBAGAI KEMUDAHAN MEMBAYAR PAJAK
Untuk saat ini, proses pembayaran pajak sudah sangat mudah. Terlebih dengan kemajuan teknologi, berbagai kemudahan dalam membayar pajak telah dirasakan. Apalagi, Direktorat Jendral Pajak (DJP) telah melakukan berbagai terobosan dengan meluncurkan berbagai aplikasi elektronik, demi mempermudah para wajib pajak dalam melaksanakan kewajiban membayar pajak. Di antaranya, melalui penyampaian SPT Tahunan dengan e-filing, pendaftaran wajib pajak secara on-line melalui e-registration, pembayaran pajak dengan e-billing, e-tax invoice, adanya contact center dan simplifikasi formulir. Dengan demikian, wajib pajak tidak perlu lagi antre di kantor pajak. Membayar pajak juga bisa dilakukan melalui bank atau agen-agen yang tersebar di kecamatan-kecamatan.

Bahkan, kemudahan membayar pajak juga sudah sering disosialisasikan hingga ke tingkat sekolah. Seperti dilakukan oleh beberapa Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama yang tersebar di daerah se-Indonesia. Sosialisasi bertajuk Tax go to School (TGTS), menyasar sekolah-sekolah tingkat SMA sederajat untuk menumbuhkan kesadaran membayar pajak sejak dini bagi para generasi penerus.
Dengan adanya berbagai payment point dan inovasi sistem pembayaran, serta berbagai kemudahan pembayaran pajak, maka diharapkan kesadaran masyarakat untuk membayar pajak akan semakin meningkat.

JENIS PAJAK YANG HARUS DIBAYARKAN
Berdasarkan definisi pajak, sebagaimana tertulis dalam Undang-undang Nomor: 28 Tahun 2007 pasal 1 ayat (1), terdapat dua frasa penting. Yang pertama kontribusi wajib, dan kedua kemakmuran rakyat. Dua frasa ini merujuk kepada dua pelaku penting dalam perpajakan, yaitu wajib pajak sebagai kontributor pemberi pajak dan masyarakat umum sebagai subjek tanggungan pajak. Kedua pelaku inilah yang merupakan penggerak utama alur perjalanan pajak yang efisien dan efektif. Hal ini menggambarkan kepada kita bahwa, pajak merupakan bentuk aktualisasi gotong royong berskala nasional demi terwujudnya kemakmuran rakyat.

Sehingga itu, membayar pajak adalah kewajiban yang harus dipenuhi oleh setiap warga negara. Salah satu jenis pajak yang harus dibayarkan secara rutin adalah PBB-P2. Jenis pajak ini wajib dibayarkan oleh warga negara yang memiliki properti, baik berupa tanah ataun bangunan. Pembayarannya dilakukan setiap setahun sekali.

Kendati demikian, kebanyakan wajib pajak seringkali menunda membayarkannya hingga akhirnya kelupaan. Akan tetapi, bukannya tidak mau membayar, namun kesibukkan harian membuat para wajib pajak tidak sempat antre di kantor pajak, kantor pos, atau bank untuk membayar pajak. Padahal jika terlambat membayar pajak, akan berbuah denda. Meskipun besaran denda keterlambatan membayar PBB-P2 biasanya hanya 2 persen dari besaran pajak yang harus dibayarkan.

Untuk itu, mari kita tanamkan sadar pajak.
Dari segi persyaratan wajib pajak sendiri tetrbagi dua, yakni subjektif dan syarat objektif. Yaitu, warga negara yang memiliki Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) lebih dari Rp4.500.000 per bulan. Maksudnya, jika Anda seorang karyawan/pegawai, baik karyawan swasta maupun pegawai pemerintah, dengan total penghasilan lebih dari Rp4,5 juta, maka wajib membayar pajak. Jika Anda adalah wirausaha, maka setiap penghasilan akan dikenakan pajak sebesar 0,5 persen dari total penghasilan kotor/bruto, berdasarkan Perraturan Pemerintah (PP) 36 tahun 2018. Dalam Undang-undang tentang pajak ini sudah dijelaskan, jika seseorang dengan sengaja tidak membayar pajak yang seharusnya dibayarkan, maka ada ancaman sanksi administratif maupun hukuman secara pidana. Olehnya, segeralah melaksanakan Pelaporan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) Pajak Orang Pribadi, sebagaimana ditetapkan sebelum tanggal 31 Maret, yang saat ini dapat dilakukan secara online, melalui aplikasi e-filing.

Meskipun saat ini pandemi Covid-19 masih terus berlangsung, namun bukan menjadi alasan bagi para wajib pajak untuk tak melaporkan pajaknya. Karena, pahak wajib dibayarkan oleh setiap warga negara yang sudah wajib pajak. Terlebih, pemerintah sudah memberikan banyak fasilitas dan insentif perpajakan yang dapat dimanfaatkan selama masa wabah pandemi Covid-19. Seperti, penurunan tarif pajak penghasilan untuk wajib pajak badan, pajak penghasilan ditanggung pemerintah, pajak penghasilan atas impor dibebaskan serta pajak pertambahan nilai atas impor tidak dipungut.

Kembali disampaikan pula bahwa, pajak yang dibayarkan merupakan wujud gotong royong warga dalam membangun negara. Apalagi di tengah pandemi Covid-19. Sebab, negara memerlukan anggaran yang tak kecil untuk menangani Covid-19 agar segera cepat berlalu.

Di lain sisi, membayar pajak tak akan mengurangi harta dan penghasilan yang selama ini telah kita dapat dari tanah, air, dan udara yang selama ini kita nikmati dari bumi Indonesia. Justru, dengan membayar pajak kita turut menjaga keberlangsungan pembangunan dan masa depan Indonesia. Sehingga kita tetap bisa berbakti, berniaga, dan berkarya di bumi Indonesia.

Pajak adalah pungutan wajib dari rakyat untuk negara. Setiap sen uang pajak yang dibayarkan rakyat akan masuk dalam pos pendapatan negara dari sektor pajak. Dengan tertib membayar pajak, maka kita telah berpartisipasi dan bergotong royong dalam membantu pembangunan daerah, bahkan keberlangsungkan pembangunan secara nasional yang berkelanjutan.

Dengan taat membayar pajak, masyarakat akan mendapatkan manfaat melalui pembangunan fasilitas umum dan infrastruktur, seperti jalan, jembatan, sekolah, rumah sakit. Juga pertahanan dan keamanan, seperti bangunan, senjata, perumahan, hingga subsidi pangan dan Bahan Bakar Minyak (BBM).
Jadi, sudah sangat jelas jika uang pajak yang dipungut oleh pemerintah dari masyarakat sangatlah penting dalam pengalokasian anggaran pajak yang dikelola pemerintah.

Diakhir tulisan ini, penulis berharap masyarakat yang sudah wajib pajak dapat memahami bahwa pajak bukan hanya sekadar melaporkan SPT tahunan, membayar PPN saat berbelanja, atau memotong sebagian penghasilan untuk membayar PPh. Lebih dari itu, pajak hadir untuk mewujudkan kemakmuran rakyat melalui gotong royong dan dengan semangat bela negara.

Mudah-mudahan tulisan ini akan memacu semakin banyak lagi wajib pajak yang dengan sadar melaporkan SPT Tahunan dan membayar pajak yang merupakan suatu kewajiban bagi warga negara.(**)

(Penulis Adalah Warga Negara Indonesia, yang bertempat tinggal di Kelurahan Mogolaing, Kecamatan Kotamobagu Barat, Kota Kotamobagu – Sulawesi Utara)

28 CJH Bolmut Batal Berangkat ke Tanah Suci

Drs Amran Lamarang

ZONA BOLMUT – 28 Calon Jamaah Haji (CJH) di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, batal berangkat ke tanah suci tahun ini. Hal ini disampaikan Kepala Kantor Kementrian Agama, Drs Amran Lamarang, Selasa (23/6).

Menurutnya, penyebab ditundanya pemberangkan CJH tahun ini karena masih dalam masa pandemi Covid-19. “Tetap bersabar, karena 28 calon jamaah haji kita akan berangkatkan tahun depan dan menjadi prioritas,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, CJH yang batal berangkat tahun ini bisa mengambil uang pelunasan Rp13 juta. “Tapi untuk uang pendaftaran awal 25 juta tidak bisa. Karena kalau diambil berarti tidak jadi berangkat. Uang pendaftaran itu untuk booking pesawat dan visa. Jika itu diambil maka tiketnya hangus dan harus mendaftar lagi,” ungkapnya. (Rendi)

Tahun Ajaran Baru, Siswa Masih Belajar di Rumah

Rukmi Simbala

ZONA KOTAMOBAGU – Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) diprediksi hingga tahun ajaran baru masih akan terus berlangsung di rumah. Demikian dikatakan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kotamobagu, Rukmi Simbala.

“Kami masih melakukan belajar dari rumah, sebab belum ada izin dari kementerian pendidikan untuk face to face di sekolah,” ujarnya.

Rukmi menjelaskan, untuk tahun ajaran baru masih akan menggunakan sistem daring dan luring, atau belajar dari rumah. “Kemungkinan masih sampai akhir tahun, tapi bisa jadi sampai tahun depan,” jelasnya.

Sementara, untuk proses pendaftaran siswa baru menggunakan dua cara juga yaitu daring dan luring. “Kalau belum punya android, bisa langsung datang ke sekolah untuk mendaftar,” ungkapnya.

Selain itu kata Rukmi, pihaknya juga sudah membagikan panduan belajar daring dan luring dari Kementerian Pendidikan, kepada sekolah di Kotamobagu. (guf)

Pengumuman Hasil Seleksi Paskibraka Tunggu Surat Mensesneg

Marham Anas Tungkagi

ZONA KOTAMOBAGU – Dampak pandemi Covid-19 tampaknya ikut berpengaruh pada pengumuman hasil seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) yang akan bertugas 17 Agustus mendatang. Hal ini kemungkinan akan membuat adanya perubahan pelaksanaan hingga jumlah anggota Paskibraka.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), Marham Anas Tungkagi, mengatakan pihaknya sudah menerima informasi dari Pemprov Sulut. “Baru informasi secara lisan dari Pemprov Sulut bahwa ada perubahan. Tapi kami masih menunggu dari Mensesneg,” ujar Anas.

Diungkapkannya, berdasarkan informasi yang ia terima ada perubahan cara pelaksanaan dan jumlah kuota Paskibraka. “Kami sudah menyiapkan pengumuman 36 nama-nama yang lolos seleksi, namun adanya informasi tersebut sehingga pengumuman ditunda. Sebab jika sudah diumumkan nanti akan berpengaruh pada pembuatan perlengkapan,” terangnya. (guf)

BTS Sabet UNICEF Inspire Award 2020 atas kampanye “Love Myself”!

BTS menangkan UNICEF Inspire Award 2020

Raja boyband K-pop yang sedang on fire, BTS telah memenangkan UNICEF Inspire Award 2020 atas kampanye “Love Myself” mereka!

Pada 22 Juni, UNICEF mengumumkan bahwa mereka telah memberikan kampanye “Love Myself” milik BTS dengan Inspire Award dalam kategori Integrated Campaigns and Events. Kampanye itu, yang dimulai pada 2017, bertujuan untuk mengakhiri kekerasan terhadap anak-anak dan remaja di seluruh dunia.

Inspire Awards mengakui berbagai kampanye UNICEF yang memiliki pengaruh terbesar di negara-negara di seluruh bagian dunia selama setahun terakhir. Tahun ini, 100 kampanye dari 50 negara dipertimbangkan untuk 18 kategori penghargaan. Para pemenang diputuskan melalui kombinasi pemungutan suara online oleh karyawan UNICEF di seluruh dunia dan evaluasi dari panel juri.

Lee Ki Cheol, sekretaris jenderal UNICEF Korea Selatan, mengatakan, “Pesan BTS bahwa kita perlu mencintai diri kita sendiri agar dapat mencintai orang lain telah menciptakan transformasi positif di seluruh dunia. Aku percaya penghargaan ini adalah hasil dari pengaruh positif BTS karena mereka memberi anak-anak dan remaja di seluruh dunia keberanian dan kenyamanan”.

Dia melanjutkan, “Sebagai sesama warga Korea, aku benar-benar bangga mereka telah menerima penghargaan ini, dan aku ingin menggunakan kesempatan ini untuk mengucapkan terima kasih kepada BTS dan Big Hit Entertainment sekali lagi karena selalu aktif mendukung kampanye #ENDviolence milik UNICEF”.

Dan juga baru-baru ini, Samsung mengumumkan HP Galaxy S20 + BTS Edition untuk menarik perhatian para BTS ARMY, memasarkannya sebagai “kesempatan eksklusif bagi penggemar di seluruh dunia untuk terhubung lebih dekat dari sebelumnya dengan boyband favorit mereka”. Galaxy S20 + BTS Edition sudah buka pre-order baru-baru ini dan sesuai ekspektasi, HP itu sudah terjual habis.

Faktanya, HP ini sold out alias terjual ludes dalam waktu kurang dari satu jam — sebuah bukti dedikasi penggemar BTS di seluruh dunia. Sementara Samsung tidak memberikan informasi tentang berapa banyak unit yang tersedia, mudah untuk menyimpulkan bahwa jumlahnya mencapai ribuan.

BTS Galaxy S20 + untungnya tidak terlalu mahal, seperti yang telah menjadi norma pada beberapa produk edisi khusus. S20 + reguler memiliki harga sekitar 1,5 juta Won⁠ atau sekitar Rp 17,6 juta untuk HP dan Galaxy Buds+ jika beli melalui pre-order. Samsung edisi BTS itu juga menawarkan HP dan Buds+ BTS Edition warna ungu, tetapi seharga 1,6 juta Won⁠ atau sekitar Rp 18,8 juta. (wp/mm)

Jual Buah-buahan Ditengah Pandemi Covid-19, Yayen Raup Untung Lebih

ZONA EKONOMI – Usaha buah-buahan merupakan salah sau bisnis yang mudah dijalankan. Selain itu, buah-buahan juga saat ini menjadi kebutuhan pokok setiap orang, apalagi ditengah pandemi covid-19 ini untuk menjaga kesehatan dan imunitas tubuh.

Dengan tingginya kebutuhan akan buah-buahan, maka sudah banyak masyarakat yang melirik bisnis ini sebagai sumber pendapatan. Salah satunya Yayen Potabuga, Warga Kelurahan Motoboi Besar, Kecamatan Kotamobagu Timur. Berbagai jenis buah saat ini ia pasarkan melalui media sosial, berupa buah apel, anggur, pear, dan jeruk.

Meski baru sebuan berjualan, kini ia sudah banyak melayani para pembeli. Menjalankan bisnis ini menurutnya tidak memerlukan modal yang besar, namun memberikan hasil yang cukup memuaskan. “Buah-buahan ini saya ambil dari distributor langsung. Saya jamin buah yang dijual ini segar semua, dan rasanya manis,” kata Yayen.

Untuk harga, ia menjualnya dengan harga bervariasi sesuai dengan jenis buah yang akan dibeli. “Jika ada yang mau memesan, silahkan hubungi di nomor 081357730142 atau via Facebook @yayen potabuga,” pungkasnya. (guf)

Songsong New Normal, Pemkot Ajak Masyarakat Gotong Royong Terapkan Prokes

ZONA KOTAMOBAGU – Pemkot Kotamobagu melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mengajak kepada masyarakat untuk bersama menjaga agar kurva kasus Covid-19 di Kotamobagu berada pada posisi landai atau menurun. Sehingga Kota Kotamobagu memenuhi kriteria untuk dapat menerapkan pola kelaziman baru atau New Normal, yang merupakan praktik relaksasi dari PSBB yang sudah diterapkan di beberapa wilayah di Indonesia.

Demikian disampaikan juru bicara gugus tugas, dr Tanty Korompot, saat konferensi pers di Aula Kantor Wali Kota, Selasa (23/6).

“Menjelang persiapan New Normal masyarakat diminta untuk bisa bergotong royong bersama-sama pemerintah, karena kunci suksesnya New Normal ini ada pada komitmen bersama untuk selalu disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan (Prokes),” ucap dr Tanty.

Ia menerangkan, maksud pemerintah menerapkan New Normal adalah dengan tujuan untuk memulihkan kembali semua sektor yang sempat hampir lumpuh dan tidak produktif. “Mari kota keluar dari kondisi tidak nyaman ini, dengan benar-benar memenuhi protokol kesehatan dengan penuh kesabaran. Tetap menggunakan masker, jaga jarak, cuci tangan dengan air mengalir, jaga imunitas tubuh serta selalu berpikiran positif,” imbaunya. (guf)