Beranda blog Halaman 41

Mengenang Karya Emas Titiek Puspa, Sang Legenda yang Tak Pernah Padam

Mengenang Karya Emas Titiek Puspa, Sang Legenda yang Tak Pernah Padam
Cover Album Lawas Titiek Puspa

Jakarta, ZONABMR.COM – Bicara dunia musik Indonesia, rasanya tak lengkap tanpa menyebut nama Titiek Puspa.

Sosok yang satu ini bukan cuma penyanyi biasa, tapi juga pencipta lagu, aktris, dan figur seni yang karyanya hidup dari zaman dulu sampai sekarang.

Meskipun beliau sudah berpulang, karya-karya emasnya tetap begitu membekas di ingatan.

Perjalanan Panjang Seorang Titiek Puspa

Titiek Puspa mulai bersinar di era 50-an, di masa di mana musik Indonesia lagi bertumbuh pesat.

Suara khasnya, ditambah kepribadiannya yang kuat di atas panggung, bikin dia gampang banget dicintai banyak orang.

Tapi yang bikin beliau spesial, bukan cuma soal suara. Titiek Puspa juga jago banget nulis lagu.

Tema lagunya pun sangat bervariasi — ada tentang cinta, keluarga, sosial, bahkan realita hidup yang jarang disentuh penyanyi lain pada zamannya.

Lagu-Lagu yang Tak Lekang oleh Waktu

Siapa sih yang tak kenal lagu-lagu ini:

“Kupu-Kupu Malam” Lagu yang dalem banget. Tentang perempuan-perempuan yang harus bekerja di malam hari. Titiek Puspa menulisnya dengan penuh empati, tanpa menghakimi.

“Bing” Lagu ini dibuat buat mengenang sahabatnya, Bing Slamet. Simpel tapi ngena, bikin kita yang denger ikut merasa kehilangan.

“Apanya Dong” Lagu ini lucu tapi nyentil! Kritik sosial dibungkus dengan lirik yang jenaka dan catchy.

“Doa Seorang Ibu” Lagu penuh haru yang sering dinyanyikan waktu Hari Ibu. Tak heran, karena liriknya benar-benar mewakili cinta ibu yang tanpa batas.

Selain itu, beliau juga bikin banyak lagu anak-anak, acara TV, sampai main di teater. Multitalenta!

Warisan untuk Indonesia

Titiek Puspa mengajarkan kita satu hal penting: berkarya itu harus dari hati.

Dia selalu total di setiap karyanya, tanpa pernah setengah-setengah. Dan itu yang bikin karyanya tetep hidup sampai hari ini.

Walaupun beliau sudah tiada, semangat dan inspirasinya bakal terus ada di setiap nada, setiap lirik, dan setiap hati yang pernah tersentuh karyanya.

Terima kasih, Titiek Puspa. Warisanmu abadi.

Menulis dari Negara yang Terlambat Sadar

Menulis dari Negara yang Terlambat Sadar

~Kadang yang paling menyakitkan bukan ketika dibohongi, tapi saat menyadari bahwa kita ikut menyebarkan kebohongan itu.~

Oleh: Udex Mundzir

Opini, ZONABMR.COM – Saya menulis ini sebagai wartawan yang pernah percaya. Bukan karena naif, tapi karena pada satu titik saya ingin percaya bahwa pemimpin bisa berubah, bahwa negara bisa jadi lebih baik lewat suara rakyat, bukan warisan dinasti.

Sepuluh tahun lalu, kami—media, seniman, influencer, akademisi—berlomba menyuarakan “harapan.” Kami menertawakan mobil Esemka karena polos dan lokal, bukan karena palsu. Kami mengangkat narasi “anak tukang kayu” dan membandingkannya dengan elit lama yang dikira penuh dosa. Kami bantu bentuk pencitraan yang sekarang justru mencemari logika publik.

Kini, saya bertanya pada diri sendiri: apa yang sebenarnya telah kami bantu bangun?

Hari ini kita tahu, Esemka tidak pernah benar-benar ada. Kita tahu, kebijakan yang digadang-gadang sebagai pro-rakyat, dari kartu-kartu sakti sampai bansos digital, ternyata jadi ladang korupsi baru. Kita tahu bahwa di balik senyum dan baju putih polos itu, ada kekuasaan yang senang bermain abu-abu.

Kita menyaksikan runtuhnya KPK, revisi UU, pengangkatan para buzzer jadi komisaris, dan hukum yang bengkok ke arah istana.

Dan ketika suara rakyat mulai kritis, kekuasaan membalas dengan kedap. Tak ada ruang untuk oposisi, bahkan di media. Kritik disebut hoaks, oposisi dijadikan lawakan.

Yang lebih menyakitkan, sebagian dari kami masih diam.

Banyak wartawan—maaf, rekan seprofesi saya—yang akhirnya memilih “netral,” padahal tahu apa yang sedang terjadi. Ada yang dibeli lewat proyek, ada yang dijinakkan lewat penghargaan, ada juga yang hanya ingin “aman.”

Saya tahu, karena saya pernah jadi salah satunya.

Kami wartawan dibesarkan dengan idealisme: “berpihak kepada kebenaran dan kepentingan publik.” Tapi di lapangan, kami dicekik oleh iklan, tekanan pemilik media, dan redaktur yang harus tunduk pada pemegang saham yang dekat kekuasaan.

Kini, kami hidup di negeri yang penuh ilusi.

Pemerintah bicara pertumbuhan ekonomi, tapi jutaan rakyat tak mampu mudik karena kehilangan kerja. Mereka bicara digitalisasi, tapi anak-anak di pedalaman masih berjalan 10 km untuk sinyal. Mereka bangga buka taman 24 jam, tapi masjid malah diminta sepi dan sunyi.

Mereka bangga proyek IKN dikunjungi wisatawan, padahal fungsinya untuk pusat pemerintahan, bukan taman safari beton.

Dan kini, ketika korupsi sudah telanjang di depan mata, Prabowo pun bicara soal “keadilan bagi anak dan istri koruptor.” Pernyataan itu terdengar simpatik, tapi mematikan.

Karena ia mengaburkan batas antara pelaku dan korban. Antara pencuri dan penadah. Antara empati dan pembiaran.

Lebih parah lagi, pernyataan itu mengungkap satu hal yang mengkhawatirkan: Prabowo cenderung lebih berempati pada koruptor dan keluarganya ketimbang kepada penderitaan rakyat.

Rakyat kecil yang kehilangan hak atas kesehatan, pendidikan, pekerjaan, bahkan sekadar harga bahan pokok yang wajar, tak pernah mendapat empati sebesar itu.

Tak ada pidato menyentuh soal anak petani yang gagal panen, atau buruh yang di-PHK tanpa pesangon. Tapi untuk istri dan anak koruptor, negara diminta “berperasaan.”

Ini bukan hanya keliru secara moral. Ini pengkhianatan terhadap akal sehat.

Sebagai wartawan, saya paham kekuatan narasi. Narasi bisa membangkitkan perlawanan, atau meninabobokan rakyat. Dan kekuasaan sekarang sedang memainkan narasi yang licin: empati kepada elit, kekerasan kepada rakyat kecil.

Kita sudah menyaksikan rakyat miskin disita motornya karena telat bayar pajak. Tapi saat bicara keluarga koruptor, negara justru mengingatkan kita untuk “adil.” Di mana adilnya?

Lebih ironis lagi, saat media massa kini lebih sibuk menyoroti pesta pernikahan artis, drama influencer, atau jargon pejabat viral. Kita, wartawan, sedang kehilangan akal sehat kolektif.

Hari ini, negara tak lagi menunggu berita baik. Negara ingin berita yang dipesan.

Saya menulis ini sebagai pengakuan, dan mungkin penyesalan. Tapi juga sebagai seruan: mari berhenti pura-pura tidak tahu.

Kita semua tahu ini salah. Kita semua tahu ini busuk. Dan kalau kita diam, maka kita bagian dari kebusukan itu.

Sudah cukup kita tertawa atas kebohongan yang kita tahu tak lucu.

Sudah cukup kita diam karena takut kehilangan akses.

Sudah saatnya kita menulis dengan satu tujuan: menyuarakan kembali apa yang tersisa dari nurani publik.

Karena jika wartawan ikut bungkam, lalu siapa yang akan bicara? ***

Udex Mundzir
Udex Mundzir

*Penulis adalah wartawan di Onews.id

 

Sang Diva Tiga Zaman, Penyanyi Legendaris Titiek Puspa Meninggal Dunia di Usia 87 Tahun

Sang Diva Tiga Zaman, Penyanyi Legendaris Titiek Puspa Meninggal Dunia di Usia 87 Tahun
Sang Diva Tiga Zaman, Almh.Titiek Puspa (Foto: IG Titiekpuspa_official

Jakarta, ZONABMR.COM – Dunia musik dan hiburan Indonesia kembali berduka. Penyanyi senior sekaligus musisi legendaris, Titiek Puspa, meninggal dunia pada Kamis (10/4/2025) pukul 16.30 WIB di Rumah Sakit Medistra, Jakarta

Titiek Puspa mengembuskan napas terakhirnya dalam usia 87 tahun.

Kabar duka ini disampaikan oleh label musik Musica Studio melalui akun resmi Instagram mereka, @musicastudios.

“Selamat jalan eyang @titiekpuspa_official. Terima kasih atas segala cinta dan kasih. Selamat beristirahat dengan tenang, eyang. Salam cinta dan doa,” tulis Musica Studio dalam unggahannya.

Hj Sudarwati, yang lebih dikenal dengan nama panggung Titiek Puspa, lahir di Tanjung, Kalimantan Selatan, pada 1 November 1937. Selama lebih dari enam dekade, ia dikenal sebagai salah satu sosok paling berpengaruh dalam dunia musik, seni, dan budaya Indonesia.

Julukan “Diva Tiga Zaman” pun disematkan kepadanya karena eksistensinya yang melintasi generasi.

Perjalanan Karier

Karier musik Titiek Puspa dimulai pada tahun 1950-an. Bakat musiknya yang luar biasa membawanya berpartisipasi dalam berbagai ajang pencarian bakat, hingga akhirnya dikenal luas di kancah nasional.

Ia tidak hanya dikenal sebagai penyanyi bersuara emas, tetapi juga sebagai pencipta lagu produktif yang karya-karyanya menjadi hits besar.

Di luar musik, Titiek Puspa juga aktif di dunia perfilman dan teater. Ia tampil dalam sejumlah film nasional yang turut memperkaya khazanah perfilman Indonesia pada masa keemasannya.

Diskografi Pilihan Titiek Puspa

Kupu-Kupu Malam (1977)

Bimbi (1980)

Cinta (1983)

Apanya Dong (1995)

Adinda (1997)

Kisah Hidup (2005)

Bahtera Asmara (2008)

Banyak lagunya yang menjadi lagu abadi dan dinyanyikan lintas generasi, seperti “Kupu-Kupu Malam”, “Bimbi”, “Marilah Kemari”, dan “Doa Untukmu Anakku”.

Daftar Film yang Pernah Dibintangi

Minah Gadis Dusun (1964)

Di Balik Dinding Sekolah (1965)

Bunga Putih (1966)

Manusia Berilmu Gaib (1972)

Apa Jang Kau Tjari, Palupi? (1969, soundtrack)

Mer’s Lips (1992)

Madre (2013, sebagai cameo)

Selain film layar lebar, Titiek Puspa juga beberapa kali tampil di panggung teater musikal dan acara televisi, memperlihatkan multitalentanya.

Warisan untuk Dunia Seni Indonesia

Titiek Puspa tak hanya meninggalkan karya, tetapi juga nilai-nilai ketekunan, kreativitas, dan cinta tanah air melalui seni. Banyak penyanyi dan musisi muda yang menjadikannya inspirasi dalam berkarya.

Sejumlah publik figur, musisi, dan masyarakat luas turut menyampaikan belasungkawa atas kepergian Titiek Puspa. Ucapan duka membanjiri media sosial, mengenang betapa besar kontribusinya terhadap musik dan budaya Indonesia.

Kepergian Titiek Puspa meninggalkan duka mendalam, namun juga warisan seni yang abadi untuk bangsa.

Selamat jalan, Eyang Titiek Puspa. Karyamu akan terus hidup dalam hati kami.

RVM Tekankan Disiplin ASN dalam Apel Perdana Pasca Libur Lebaran

RVM Tekankan Disiplin ASN dalam Apel Perdana Pasca Libur Lebaran
Wakil Wali Kota Kotamobagu, Rendy Virgiawan Mangkat

Kotamobagu, ZONABMR.COM – Wakil Wali Kota Kotamobagu, Rendy Virgiawan Mangkat (RVM), menegaskan pentingnya kedisiplinan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Daerah Kota Kotamobagu.

Penegasan itu disampaikan RVM saat memimpin apel kerja perdana ASN Pemkot Kotamobagu pasca libur nasional Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah dan Cuti Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1947, di Alun-alun Boki Hontinimbang Kotamobagu, Rabu 9 April 2025.

Dalam sambutannya, RVM menekankan bahwa disiplin merupakan kunci utama dalam keberhasilan pelaksanaan tugas dan tanggung jawab sebagai ASN.

“Masalah disiplin perlu saya ingatkan kepada seluruh jajaran aparatur pemerintah daerah, mengingat disiplin merupakan kunci utama suksesnya pelaksanaan tugas dan tanggung jawab sebagai seorang ASN. Tidak hanya sebatas kehadiran, akan tetapi disiplin dalam artian etos kerja, perilaku, sikap dan etika sebagai ASN, baik di dalam maupun di luar kedinasan, termasuk dalam bermedia sosial,” tegas RVM.

Apel perdana tersebut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kotamobagu, Sofyan Mokoginta, para asisten, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para camat, lurah, sangadi, perangkat desa se-Kota Kotamobagu, serta seluruh ASN dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Pemkot Kotamobagu.

Dengan penekanan terhadap kedisiplinan tersebut, diharapkan seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kota Kotamobagu dapat meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat dan menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.

WG – RVM Hadiri Halalbihalal di Kelurahan Biga

WG - RVM Hadiri Halalbihalal di Kelurahan Biga
WG – RVM Hadiri Halalbihalal di Kelurahan Biga

Kotamobagu, ZONABMR.COM – Agenda silaturahmi Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu dengan masyarakat dalam rangkaian Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah terus berlanjut.

Sabtu 5 April 2025, giliran hajatan Halalbihalal yang dikemas dalam perayaan Hari Raya Pinogi’ot Kelurahan Biga yang dihadiri Wali Kota Kotamobagu Wenny Gaib (WG) dan Wakil Wali Kota Rendy Virgiawan Mangkat (RVM).

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota Kotamobagu RVM menyampaikan pesan khusus kepada seluruh masyarakat yang hadir.

“Atas nama pribadi dan jajaran pemerintah daerah, saya menyampaikan mohon maaf lahir dan batin apabila ada salah dan khilaf, baik selama proses tahapan Pilkada hingga hari ini kami menjalankan tugas,” ujar RVM.

RVM juga mengajak seluruh masyarakat untuk mengakhiri perbedaan pasca pemilihan wali kota dan wakil wali kota, serta kembali bersatu membangun Kotamobagu.

“Jangan ada lagi masyarakat yang terkotak-kotak pasca Pilwako. Saatnya kita bergandengan tangan untuk membangun daerah ini menjadi lebih baik,” pinta RVM.

Kegiatan Halal Bihalal itu berlangsung penuh keakraban, mempererat tali silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat setempat dalam suasana Idul Fitri yang penuh berkah.

Muhammad Alfian Arisa Resmi Pimpin BPC HIPMI Kotamobagu

Muhammad Alfian Arisa Resmi Pimpin BPC HIPMI Kotamobagu
Muhammad Alfian Arisa Mengibarkan Bendera HIPMI Usai Ditetapkan Sebagai Ketua BPC HIPMI Kotamobagu (Foto: Udi)

Kotamobagu, ZONABMR.COM – Muhammad Alfian Arisa resmi pimpin Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC HIPMI) Kotamobagu periode 2025 – 2028.

Hal itu dipastikan setelah Alfian terpilih secara aklamasi dalam Muscab BPC HIPMI, Jumat 4 April 2025, yang digelar di Cafe Sipatuo Mini Soccer, desa Bungko.

Diwawancarai seusai gelaran Muscab, Alfian selalu Ketua BPC HIPMI Kotamobagu terpilih mengungkapkan bahwa langkah awal mereka adalah melakukan audiensi dengan Pemerintah Kota Kotamobagu.

“Kami akan sowan ke Pemkot, beraudiensi untuk memberikan masukan dan ide-ide bagaimana agar Kotamobagu bisa menjadi kota yang maju dari segi ekonomi, dengan membuka ruang bagi pengusaha-pengusaha muda,” ungkap Alfian.

Dikatakan Alfian, pihaknya sangat memahami pentingnya kolaborasi strategis dengan Pemkot Kotamobagu.

“Kami ingin bermitra dengan Pemkot, memberikan dukungan terutama dari sisi birokrasi, agar arus dan traffic ekonomi di Kotamobagu bisa meningkat dan mengalami eskalasi,” ucap Alfian.

Meski mengakui bahwa gaung HIPMI belum begitu terdengar luas di Kotamobagu, Alfian optimis melalui program-program kerja ke depan, eksistensi organisasi akan semakin kuat.

Salah satu fokus utama adalah merangkul UMKM yang banyak bermunculan sejak pandemi COVID-19.

“UMKM-UMKM ini belum stabil, di sinilah peran HIPMI untuk merangkul dan mendukung mereka agar bisa tumbuh dan berkelanjutan,” ujar Alfian.

Dijelaskan Alfian, HIPMI akan berusaha membuka peluang kerja sama dengan jaringan nasional hingga internasional.

“Kami akan mendatangkan investor agar uang dari luar bisa masuk dan berputar di Kotamobagu. Ini akan mendorong kolaborasi dengan pengusaha lokal dan menciptakan UMKM yang lebih kreatif,” kata Alfian.

Alfian pun meyakinkan bahwa komitmennya membawa HIPMI Kotamobagu sebagai salah satu motor penggerak perekonomian di Kotamobagu.

“Saya berdarah Hassanudin, berjiwa Bogani. Berdarah Bugis, namun lahir dan besar di Kotamobagu. Jadi tak perlu diragukan komitmennya untuk membawa kemajuan Kotamobagu,” tegas Alfian.

Pada intinya, dikatakan Alfian, HIPMI Kotamobagu siap menjembatani ruang untuk pelaku usaha, karena tujuan akhirnya adalah meningkatkan kesejahteraan bersama.

“Dengan semangat kolaboratif dan ide-ide segar dari para pengusaha muda, HIPMI Kotamobagu optimis bisa menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun ekonomi daerah yang lebih maju dan inklusif,” tutup Alfian.

Ini Harapan Wakil Wali Kota Kotamobagu RVM untuk BPC HIPMI Kotamobagu

Ini Harapan Wakil Wali Kota Kotamobagu  RVM untuk BPC HIPMI Kotamobagu
Wakil Wali Kota Kotamobagu Rendy V. Mangkat bersama Panitia Muscab BPC HIPMI Kotamobagu

Kotamobagu, ZONABMR.COM – Harapan besar disampaikan oleh Wakil Wali Kota Kotamobagu Rendy V. Mangkat (RVM) terhadap Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kotamobagu, dalam upaya bersama mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah.

Hal itu sebagaimana disampaikan RVM dalam sambutannya saat menghadiri Muscab BPC HIPMI Kotamobagu, Jumat 4 April 2025, di Cafe Sipatuo Mini Soccer, desa Bungko.

RVM juga menyampaikan apresiasi atas terpilihnya Ketua BPC HIPMI Kotamobagu yang baru, Mohammad Alfian Arisa.

“Sebagai sahabat, saya sangat mengapresiasi ketua terpilih. Saya meminta kita tetap bersama-sama bersinergi dalam mendorong perekonomian di Kotamobagu.

Apapun yang menjadi kepentingan bersama, kami dari pihak pemerintah siap mendukung penuh kemajuan perekonomian di Kotamobagu,” ujar RVM.

RVM menekankan pentingnya kebersamaan dan kolaborasi antar seluruh pihak, tanpa ada yang berjalan sendiri-sendiri.

“Semua sahabat-sahabat yang hadir, jangan biarkan Ketua Alfian jalan sendiri, dan saya serta Pak Wali Kota Weny Gaib jalan sendiri. Kita semua harus bersinergi, bergandengan tangan, berjalan bersama untuk mendorong potensi-potensi ekonomi demi kesejahteraan masyarakat Kotamobagu,” pinta RVM.

RVM pun mengucapkan selamat bekerja kepada pengurus BPC HIPMI periode 2025 -2028.

“Selamat bekerja kepada ketua dan pengurus yang baru. Sekali lagi saya meminta, mari kita bersinergi untuk masyarakat Kotamobagu,” tutup RVM.

Diketahui, Mohammad Alfian Arisa terpilih secara aklamasi sebagai Ketua BPC HIPMI Kotamobagu periode 2025 – 2028 dalam Muscab tersebut.

Muscab BPC HIPMI Kotamobagu Digelar, Dorong Sinergi Pengusaha Muda dan Pemerintah untuk Majukan Ekonomi Daerah

Muscab BPC HIPMI Kotamobagu Digelar, Dorong Sinergi Pengusaha Muda dan Pemerintah untuk Majukan Ekonomi Daerah
Muscab BPC HIPMI Kotamobagu Digelar, Dorong Sinergi Pengusaha Muda dan Pemerintah untuk Majukan Ekonomi Daerah (Foto: Udi)

Kotamobagu, ZONABMR.COM – Musyawarah Cabang (Muscab) Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC HIPMI) Kotamobagu resmi digelar dengan melibatkan sejumlah tokoh penting daerah, Jumat 4 April 2025 di Cafe Sipatuo Mini Soccer, Desa Bungko.

Ketua Panitia Muscab, Lukman Ake, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mempererat hubungan antarpengusaha muda.

“Serta memperkuat sinergi dengan pemerintah dalam mendorong kemajuan ekonomi daerah,” ucap Lukman.

Muscab itu juga, lanjut Lukman, menjadi ajang konsolidasi internal organisasi guna menyiapkan program-program kerja yang relevan dengan kebutuhan ekonomi saat ini.

“Terutama dalam menghadapi tantangan dan peluang di era digital,” kata Lukman.

Sementara Ketua Kompartemen BPP HIPMI Ilham Akbar Mustafa, dalam sambutannya menegaskan pentingnya kolaborasi antara HIPMI dan Pemerintah Daerah.

“Kolaborasi antara HIPMI dan pemerintah sangat penting untuk mendorong akselerasi perekonomian di Kotamobagu. Sinergi ini bisa membuka lebih banyak peluang usaha dan lapangan kerja,” ujar Lukman.

Diketahui, acara tersebut dihadiri oleh Asisten II Setda Kotamobagu, Adnan Massinae yang sekaligus mewakili Wali Kota Kotamobagu Weny Gaib membuka secara resmi Musda BPC HIPMI Kotamobagu.

Turut hadir Asisten III Agung Adati perwakilan BPD HIPMI Sulut, anggota DPRD Kotamobagu Fachrian Mokodompit, Wakil Ketua DPRD Bolmong Sulhan Manggabarani, serta sejumlah tokoh pengusaha muda Kotamobagu.

D’MASIV: Dari Ciledug, Siap Meretas Asa Menembus Panggung Musik Dunia

D'MASIV: Dari Ciledug, Siap Meretas Asa Menembus Panggung Musik Dunia
D’Masiv Siap Menembus Panggung Musik Dunia

Jakarta, ZONABMR.COM – D’MASIV siap meretas mimpi go internasional dengan tampil di acara bergengsi MUSEXPO 2025 yang akan dihelat di Los Angeles, Amerika Serikat, pada 12-20 Maret 2025.

Bisa dikatakan bahwa MUSEXPO, yang merupakan konferensi musik internasional yang telah digelar sejak 2001, adalah platform prestisius yang diinisiasi oleh Sat Bisla, President & Founder A&R Worldwide MUSEXPO.

Sebagai salah satu acara paling berpengaruh dalam industri musik global, MUSEXPO telah menjadi ajang yang meluncurkan karier sejumlah artis ternama seperti Coldplay, Muse, Adele, Keane, Jessie J, Lorde, dan banyak lagi, yang kini telah menjadi ikon global di dunia musik.

Adapun langkah besar menuju panggung musik dunia ini telah dimulai sejak tiga tahun lalu dengan tampil di berbagai benua dengan rutin. Sebagai salah satu acara, yang dipercaya paling berpengaruh dalam industri musik global. Alhasil, Museexpo adalah tempat mengasah talenta musik dunia, sebelum masuk ke ekosistem panggung musik dunia.

“Ada 250 orang lebih pelaku utama musik dunia yang akan hadir di ajang ini, di luar ribuan penonton saban harinya. Musexpo 2025 selalu dinanti pelaku musik dunia. Untuk itu, untuk mempersiapkan di ajang ini, kami empat kali latihan, sekali latihan bisa 10 jam, dari pagi sampai malem. Mengingatkan pada masa dulu, Senin sampai Jumat latihan, Sabtu tampil di atas panggung. Benar-benar fokus, dengan meminimalisir kesalahan,” ungkap Rian Ekky Pradipta, vokalis utama D’MASIV di REP Studio, Ciledug, Jaksel, Senin (10/3/2025) petang.

Apalagi, selama ini, D’Masiv telah wara-wiri Jakarta – LA dalam tiga tahun terakhir ini dan sang vokalis sendiri telah mempersiapkan peluru agar bisa lancar berkomunikasi bahasa Inggris dengan harapan bisa masuk dan menjalin kerjasama dengan ekosistem musik dunia.

“Saya bahkan harus les bahasa inggris lagi, agar maksimal di LA. Kita juga telah bertemu beberapa record label dan promotor untuk mengatur plan, bisnis plan seperti apa, rekaman seperti apa, dengan target rilis album di bulan Mei 2025. Kalau mau menembus (pasar) global harus menuju AS. Seperti yang dilakukan Adele dan banyak nama lainnya,” cerita Rian.

Meski belum ada catatan resmi, dari sejumlah nama besar yang pada akhirnya menemukan popularitas mereka, berapa persen yang belum berhasil menggapai mimpinya. Yang pasti bagi Rian dan kawan kawan, melalui ajang musik ini, bersama punggawa D’Masiv lainnya sejumlah rencana matang telah mereka susun sedemikian rupa.

“Setelah tampil hampir di semua kota di Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, inilah saatnya menaikkan level mimpi kita. Selain itu, sebagai mahluk berakal, kita harus melebarkan mimpi kita. Nanti Tuhan marah (kita tidak memaksimalkan mimpi kita)apalagi kita satu satunya band Asia yang tampil di slot jam prime time,” imbuh Rian.

Vokalis kelahiran Yogyakarta, 17 November 1986 ini mengungkapkan bahwa acara ini sudah berlangsung selama 25 tahun, pastinya ini akan menjadi sebuah hal yang penting bagi karir D Masiv, karena kita akan melakukan busines meeting bukan hanya showcase belaka.

“Banyak CEO musik dunia, seperti dari Netflix hingga Disney hadir di even ini. Makanya kita harus tampil maksimal. Bahkan saya kembali belajar les bahasa Inggris, agar pronounciation saya yang bagus,” imbuh Rian.

Tak hanya sekadar tampil, dalam ajang ini band asal Ciledug ini akan memanfaatkan momen untuk mencari partner yang pas, teristimewa dengan record label yang tertarik dengan DMASIV.

Intinya, kalau kita mau punya karya yang dikenal secara luas, kita harus menembus pasar AS, baru dikenal secara worldwide. Sebagaimana yang dilakukan Cold Play dan Adele, juga sejumlah boy band dari Korsel.

“D’MASIV mau menaikkan level mimpi, karena kita uda tampil di sejumlah kota di Indonesia, bahkan kota yang ngga ada di peta. Kita juga ingin tampil di Paris, London dan Berlin. Sebagaimana yang pernah kita lakukan di Manchester dan Hamburg saat melakukan test mental beberapa waktu lalu dan ini juga jadi pintu bagi musisi band Indonesia lain untuk bisa berkiprah di panggung global,” cerita Rian.

Pemilik nama lengkap Rian Ekky Pradipta ini pun memastikan musik D’Masiv yang akan manggung di LA, AS, bukan sembarangan dan tentu apabila menjadi representasi, ambasador kebudayaan Indonesia, tidak harus dari pakaiannya, sebagaimana dilakukan Niki (Nicole Zefanya, penyanyi Indonesia asal Tangerang Kota) yang dalam sebuah wawancaranya saat itu memperkenalkan musisi Indonesia seperti Chrisye.

“Kita ingin tampil orisinal sebagai band dari Ciledug, Indonesia. Meski sebenarnya kita bikin lagu notasinya bukan untuk orang Indonesia, karena ketukannya sudah beda. Makanya kita telah melakukan mapping produser mana yang cocok dengan musik D’ Masiv. Makanya kita ngga sabar untuk busines meeting di sana. Termasuk menjadi band yang bertanggung jawab secara live,” terang Rian.

Tak sekadar persiapan dengan latihan matang yang telah mereka lakukan, atau dengan coba menciptakan sejumlah komposisi musik anyar, tapi D’Masiv pede bisa berbicara banyak di musik dunia karena selama ini telah melakukan konsultasi aktif dengan Sat Bilsa,seorang tokoh eksekutif musik yang sangat dihormati dalam bisnis musik di AS. Dia pendiri dan presiden dari A&R Worldwide, sebuah perusahaan konsultasi musik yang berbasis di Los Angeles.

Bisa dikatakan Sat Bisla memiliki pengalaman jam terbang lebih dari 20 tahun dalam bisnis musik, dengan fokus pada pengembangan artis, A&R, dan pemasaran. Ia telah bekerja dengan beberapa label rekaman besar, termasuk Universal Music Group, Sony Music Entertainment, dan Warner Music Group.

“Kami berharap, telinga dan jaringan bisnisnya luar biasa sekali dan berharap D’MASIV bisa mengikuti jejak musisi dunia lain dan sukses go global ,” kata Rian.

Sementara itu, Rian juga menyampaikan bahwa momen ini merupakan tonggak penting dalam perjalanan D’MASIV sebagai musisi atau band independen, setelah menuntaskan kerjasama panjang dengan Musica Studio’s sejak 2008, yang puncaknya adalah perilisan album bertajuk “8” di tahun lalu.

Sebagai langkah go global mereka, D’MASIV menjanjikan the next album mereka akan fully berbahasa Inggris. Dwiki Aditya Marshall alias Kiki yang berkisah D’Masiv yang biasa tampil di panggung kecil dengan 50-an penonton, tapi pada MUSEXPO nanti diisi orang-orang berpengaruh dalam bisnis musik di LA, bersiap memperkenalkan musik D’Masiv supaya lebih global.

“Pasti akan denger musik sekarang kalo gue basic suka musiknya Mr Big, Dream Theater sentuhan rock tapi mengkombine yang dipunya dan pelajari yang sedang happening sekarang itu sudah diterapkan dengan demo lagu dan pasti akan berubah terutama ego bermusik ditekan dengan kehadiran produser musik dunia nanti karena punya pandangan berbeda dicari titik temu apa yang kita punya dan pandangan produser digabung,”sebutnya.

Senada yang diungkapkan oleh Rayyi Kurniawan pembetot bass D’Masiv,” Kita akan mencari produser dan label yang cocok dengan (musik) kita, dengan 10 materi lagu yang telah kita siapkan dan 5 lagu untuk showcase di acara nanti, semoga ini menjadi langkah yang baik menuju panggung musik dunia,”tuturnya.

Rama gitaris D’MASIV pun menimpali tentu hadirnya produser tak menghilangkan karakter bermusik mereka karena sejak di Musica, D’Masiv gak pernah terbatas referensi musik sesuai jenis lagu, lirik namun yang paling signifikan lirik dan kita gak pengen hilangkan karakter bermusik selama ini.

Rama menambahkan respon sejauh ini penikmat musik  luar Negeri begitu ekspresif merespons karya kami pas main di Nam show orang yang lewat berhenti ikutan goyang lagu kami dan hal itu seperti dikasi energi lebih sehingga hal itu akan kita jaga dan tentunya kehadiran produser musik baru akan memberikan dimensi baru pada karya D’Masiv selanjutnya.

“Ketika kerjasama dengan produser luar disitu ego bermusik kita diturunkan karena produser memberikan rasa dalam karya kami selanjutnya dan tentu tantangannya kami harus jalankan ibadah puasa ditengah mayoritas umat non muslim yang gak puasa saat di Amerika nanti,”tuturnya.

“Ini adalah momen yang perlu kita rayakan bersama, baik dalam ekosistem musik Indonesia maupun secara global. Kami ingin perjalanan ini menjadi persembahan untuk MASIVERS, penggemar setia yang mendukung setiap langkah dan karya kami,”timpal Wahyu, drummer D’MASIV.

D’MASIV, yang berawal dari Ciledug, Tangerang, kini menjadi salah satu band yang diapresiasi di Indonesia. Kesuksesan mereka menjadi wujud nyata dari komitmen dan perjuangan tanpa henti yang telah diberikan sepanjang 22 tahun berkarier.

D’MASIV, yang dijuluki “The Voice of Impact” oleh MarkPlus Corp, siap meluncurkan program “D’MASIV GOES GLOBAL 2025-2030”sebuah strategi blueprint untuk memperluas jangkauan karier dan brand

mereka. Program ini bertujuan untuk mengglobalisasi musik Indonesia, memajukan diplomasi budaya tanah air, dan memberikan dampak signifikan di panggung internasional.

Partisipasi mereka di MUSEXPO 2025 menandai langkah penting menuju ekspansi global, membuktikan kesiapan untuk bersaing di panggung musik dunia dan melibatkan penggemar internasional dalam perjalanan musikalnya.

Perjalanan terbaru D’MASIV ke Los Angeles tidak terlepas dari dukungan luar biasa dari berbagai pihak, termasuk PERTAMINA, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Bank Rakyat Indonesia, DESOUND, JBL, TransJakarta, Shabu Kojo Premium, Warna Warni Advertising, Glance, serta seluruh kerabat terdekat.

Dukungan ini memberikan kekuatan bagi D’MASIV untuk terus maju, mewujudkan ambisi, dan mengukir prestasi di kancah internasional.

Wenny – Rendy Pastikan Kenyamanan dan Kelancaran Beraktivitas di Pasar Senggol

Wenny - Rendy Pastikan Kenyamanan dan Kelancaran Beraktivitas di Pasar Senggol
Wali Kota Weny Gaib bersama Wakil Wali Kota Rendy V. Mangkat didampingi Forkopimda saat Mengunjungi Salah Satu Lapak di Pasar Senggol (Foto: Udi)

Kotamobagu, ZONABMR.COM – Wali Kota – Wakil Wali Kota Kotamobagu, Weny Gaib – Rendy V. Mangkat, Selasa 25 Maret 2025,  mengunjungi Pasar Senggol di Jalan Bogani Kelurahan Gogagoman, untuk memastikan kenyamanan dan kelancaran beraktivitas para pedagang dan pembeli.

Saat kunjungan tersebut, Weny – Rendy menyempatkan diri untuk berdialog dengan para pedagang maupun pembeli yang datang berbelanja di lokasi pasar senggol.

“Menurut laporan para pedagang, jumlah pengunjung cenderung meningkat pada malam hari,” ucap Weny Gaib.

Selain itu, masyarakat sekitar utamanya pemilik pertokoan tak luput dari perhatian Weny – Rendy.

“Kami menanyakan kepada masyarakat sekitar, terutama masyarakat pemilik pertokoan, apakah dalam beberapa hari setelah dibangunnya Pasar senggol ini terdapat kendala atau tidak,” lanjut Weny Gaib.

Wali Kota yang belum lama dilantik oleh Presiden Prabowo itu berharap, adanya pasar senggol itu dapat membantu ekonomi masyarakat Kotamobagu.

“Terutama UMKM – UMKM yang ada di Kotamobagu,” harap Weny Gaib.

Terpisah, Ketua Panitia Asosiasi Pedagang Pasar Senggol selaku penyelenggara, Lendi Mokodompit melalui Juru Bicara Didi Musa menyampaikan hal yang sama.

Pengurus Asosiasi Pedagang Pasar Senggol Diwawancarai Awak Media (Foto: Udi)

“Kami berharap dengan adanya pasar senggol ini, bisa menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat kota kotamobagu,” ujar Didi Musa.

Pihaknya, dikatakan Didi Musa, mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi Wali Kota – Wakil Wali Kota Kotamobagu yang memberikan perhatian dan dukungan kepada para pedagang di lokasi Pasar Senggol.

Diketahui, dalam kunjungan itu Weny – Rendy turut didampingi Kapolres Kotamobagu, AKBP Irwanto, Dandim 1303 BM, Letkol Inf Fahmil Harris, serta para pimpinan OPD di lingkup Pemkot Kotamobagu.