ZONA KOTAMOBAGU – Siswa di semua sekolah diminta tidak merayakan hari Valentine baik itu di lingkungan sekolah ataupun di luar sekolah. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan, Rukmi Simbala, Kamis (13/2).
Menurutnya, Kepala Sekolah (Kepsek) ditiap sekolah harus mengimbau siswanya masing-masing agar tidak merayakan hal-hal yang tak seharusnya dilakukan anak-anak yang berstatus pelajar.
“Awasi siswa di masing-masing. Jangan ada yang merayakan (valentine) di dalam sekolah ataupun di luar sekolah. Peran orang tua juga sangat diperlukan. Ini untuk menghindari anak-anak kita dari perilaku dan hal-hal negative yang dapat merusak masa depan mereka,” imbaunya.
Disisi lain, ia menekankan tiap sekolah agar selalu dan tetap menanamkan sikap dan perilaku baik bagi tiap siswa. “Karena karakter dan kepribadian siswa dibentuk dari lingkungan sekolah,” katanya. (gjm)
ZONA KOTAMOBAGU – Panitia Seleksi (Pansel) Pengadaan CPNS memastikan kesiapan tempat hingga fasilitas yang akan digunakan untuk Seleksi Kompetensi Dasar (SKD). Rabu (12/2), tim Pansel meninjau lokasi pelaksanaan termasuk menyiapkan berbagai kebutuhan yang akan digunakan peserta seleksi.
“Tadi kita survey tempat pelaksanaan tes. Kemudian malam ini server soal telah disegel BKPP disaksikan pihak BKN dan inspektorat daerah untuk menjaga kerahasiaannya,” kata Anggota Tim Pansel, Dedy Afandi Iman.
Beberapa jam jelang pelaksanaan SKD, ia mengakui berbagai persiapan sudah dimatangkan. Selanjutnya kata Kepala Bidang Penilaian Kinerja Mutasi dan Promosi Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) itu tinggal menunggu waktu pelaksanaannya. “Mudah-mudahan berjalan lancar mulai hari pertama sampai hari kedua. Kita harap juga semua peserta dapat memperhatikan waktu dan ketentuan yang sudah ditetapkan,” tambahnya.
SKD CPNS Kota Kotamobagu akan diikuti 1.968 peserta. Pelaksanaannya di Hotel Sutanraja, Minahasa Utara. Di hari pertama atau Kamis (13/2), sesi I akan dimulai pukul 08.00 Wita-09.30 Wita, sesi II pukul 10.00 Wita-11.30 Wita, sesi III pukul 12.30 Wita-14.00 Wita, sesi IV pukul 14.30 Wita-16.00 Wita, sesi V pukul 16.30 Wita-18.00 Wita. Untuk hari kedua atau Jumat (14/2), sesi I akan dimulai pukul 08.30 Wita-09.30 Wita, dan sesi II pukul 10.00 Wita-11.30 Wita. (gjm)
Kapolres Kotamobagu memperlihatkan barang bukti hasil penggerebekan.
ZONA HUKRIM – NHM alias Nur, oknum anggota Kepolisian Resor (Polres) Bolaang Mongondow Timur (Boltim) yang ditangkap Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polres Kotamobagu pada Januari lalu, terancam diberhentikan dengan tidak hormat atau dipecat sebagai anggota Polri.
Hal ini dikatakan Kapolres Kotamobagu, AKBP Prasetya Sejati SIK, saat konferensi pers, di ruang Vitcom Polres, Rabu (12/2).
Kapolres menjelaskan, oknum anggota polisi berpangkat Aipda itu terbukti positif menggunakan narkotika jenis sabu golongan I berdasarkan hasil tes urine yang dilakukan. Atas perbuatannya itu, kata Kapolres yang bersangkutan akan diberi hukuman sesuai aturan yang berlaku. “Hukumannya diatas 20 tahun dan bisa saja PTDH (Pemberhentian Tidak Dengan Hormat) sebagai anggota Polri,” kata Kapolres.
Dari hasil penyelidikan yang dilakukan, barang haram tersebut dibawa oknum anggota polisi itu dari Poso, Sulawesi Tengah, pada 2018 lalu. Ia ditangkap saat sedang bersama seorang perempuan berinisial INM alias Irn, oknum ASN Pemkab Bolmong, di Kelurahan Mogolaing pada Rabu (15/1) lalu. “Mereka adalah pemakai. Kasus ini sementara penyidikan dan akan kita kembangkan terus,” ujar Kapolres.
Pengungkapkan kasus tersebut berawal dari laporan masyarakat pada 13 Januari lalu. Laporan itu kemudian ditindaklanjuti Satres Narkoba Polres Kotamobagu. Pada 14 Januari, tim Satres Narkoba yang melakukan penyelidikan bergerak menuju ke tempat atau lokasi sebagaimana yang dilaporkan. Rabu (15/1) sekira pukul 05.30 Wita, petugas melakukan penggerebekan di rumah NHM. Saat akan ditangkap, NHM alias Nur, berhasil melarikan diri. Sementara seorang perempuan yang sedang bersamanya saat itu, INM alias Irn, tak bisa melarikan diri dan langsung ditangkap petugas. Dari penggerebekan itu, petugas menemukan dua paket kecil butiran kristal yang diduga isinya sabu di dalam saku sebelah kiri baju jas bhayangkari.
Setelah penggerebekan itu, petugas membawa INM alias Irn dibawa ke Kantor Satres Narkoba bersama barang bukti berupa; dua paket butiran Kristal diduga sabu, dua buah air softgun, seragam polisi dan jas bhayangkari. Hasil tes urine, yang bersangkutan positif menggunakan narkotika jenis sabu.
Sementara itu, oknum anggota polisi sebelumnya berhasil melarikan diri saat penggerebekan datang menyerahkan diri ke Kantor Satres Narkoba malam harinya atau sekira pukul 21.00 Wita. Dari interogasi yang dilakukan saat itu, NHM alias Nur mengakui barang bukti yang didapat petugas di rumahnya adalah miliknya yang ia bawa dari Poso, Sulawesi Tengah, pada 2018 lalu. (gjm)
ZONA KOTAMOBAGU – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) mengupayakan anggaran penyelenggaraan turnamen sepak bola bertajuk Wali Kota Cup masuk dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan. Demikian diutarakan Sekretaris Dispora, Hendra Makalalag, Rabu (12/2).
Menurutnya, anggaran wali kota cup tahun ini belum teranggarkan dalam APBD 2020. Oleh karena itu, pihaknya kata dia akan mengusulkan agar bisa teranggarkan dalam APBD Perubahan nanti.
“Tetap kita upayakan agar Wali Kota Cup ke-V dilaksanakan. Mudah-mudahan anggarannya masuk APBD-P. Sekitar 100 juta anggaran pelaksanaannya,” kata Hendra.
Penyelenggaraan Wali Kota Cup menjadi sesuatu yang paling ditunggu pegiat olahraga sepak di Kota Kotamobagu bahkan di Bolaang Mongondow Raya. Di setiap tahun penyelenggaraannya, turnamen sepak bola terakbar di Kota Kotamobagu itu selalu diikuti tim-tim sepak bola yang menghadirkan banyak pemain berlabel Liga I, Liga II maupun Liga III Indonesia.
“Akan kita laksanakan sekitar Bulan November atau Desember tahun ini. Kita upayakan anggarannya ada. Apalagi ini (Wali Kota Cup) adalah turnamen yang paling ditunggu masyarakat khususnya pecinta sepak bola,” ujar Hendra. (gjm)
ZONA KOTAMOBAGU – Keran pencairan Dana Desa (Dandes) tahap I sudah mulai dibuka. Namun hingga pekan kedua Februari ini, belum ada satupun dari 15 desa di Kota Kotamobagu yang mencairkan anggaran tersebut.
Terinformasi, di tiap desa rata-rata masih merampungkan Rancangan Peraturan Desa (Ranperdes) tentang Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes) yang menjadi syarat mutlak pencairannya.
“Belum ada yang memasukan (Ranperdes APBDes),” kata Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD), Rum Mokoagow, Rabu (12/2).
Setelah Ranperdes rampung, ia mengungkapkan, belum serta merta Dandes tahap I dicairkan, sebab masih akan dievaluasi terlebih dahulu. “Semua tahapan itu butuh waktu. Untuk itu kita harapkan agar Ranperdes APBDes ini bisa dipercepat,” ungkapnya.
Bagi desa yang sudah merampungkan Ranperdes APBDes, ia menuturkan akan langsung dijadwalkan evaluasi. “Jadi tidak menunggu semua desa. Mana yang cepat itu yang dievaluasi lebih dulu. Kemudian kalau semua syarat terpenuhi, baru bisa diproses pencairannya,” tambahnya. (gjm)
ZONA KOTAMOBAGU — Proyek lanjutan pembangunan Masjid Agung Baitul Makmur (MABM) mulai dilelang. Tahapan saat ini adalah evaluasi administrasi, kualifikasi, teknis dan harga. Informasi dari Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), ada 20 perusahaan yang mendaftar untuk mendapatkan paket pekerjaan dengan Harga Penawaran Sementara (HPS) Rp2,5 miliar itu.
“Sudah mulai lelang. Kalau semua berjalan lancar dan sesuai tahapan (lelang), kemungkinan pertengah bulan depan (Maret) sudah mulai action pekerjaan di lapangan,” kata Kepala Bagian Kesejahteraan Sosial (Kesos), Dedy Mamonto.
Ia mengungkapkan, anggaran Rp2,5 miliar yang dialokasikan tahun ini adalah penganggaran terakhir untuk pekerjaan lanjutan pembangunan masjid tersebut.
“Pekerjaan tahun ini tinggal finisihing saja. Paling banyak di luar bangunan masjid. Ada pengerjaan basement, pemasangan kaca besar di sebelah barat masjid, penantaan landscape sekaligus taman dan paving. Kita harapkan bersama agar semua prosesnya mulai dari lelang sampai pengerjaan nanti berjalan lancar dan sesuai yang kita harapkan, agar masjid ini sudah bisa rampung 100 persen dan bisa langsung digunakan,” ungkapnya.
Disisi lain, ia mengharapkan pihak ketiga pemenang proyek tersebut bisa mengerjakan semua item pekerjaan yang diberikan. “Selain waktu, kualitasnya juga harus diperhatikan. Untuk pengawasan di lapangan tetap kita lakukan agar semuanya berjalan sebagaimana mestinya,” tambahnya. (gjm)
ZONA KOTAMOBAGU – Wali Kota Tatong Bara dan Wakil Wali Kota Nayodo Koerniawan menyambut kunjungan kerja Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XIII Merdeka Mayjen TNI Santos Gunawan Matondang S.I.P M.M M.Tr. (Han) di rumah dinas Wali Kota, Senin (10/2) malam.
Dalam sambutannya, Wali Kota Tatong Bara mengatakan, selamat datang kepada Pangdam XIII Merdeka di Kota Kotamobagu. “Atas nama pribadi, atas nama pemerintah daerah serta seluruh elemen masyarakat se- Bolaang Mongondow Raya mengucapkan selamat datang di Kota Kotamobagu, Dega’ niondon komintan,” kata Tatong.
Pada kesempatan itu, wali kota juga memaparkan profil Kotamobagu, mulai dari luas wilayah, jumlah penduduk hingga capaian pembangunan, prestasi termasuk kondisi keamanan di Kota Kotamobagu.
Sementara itu, Mayjen TNI Santos Gunawan Matondang S.I.P M.M M.Tr. (Han) dalam sambutanya juga memuji capaian yang telah ditorehkan oleh Pemerintah Kota Kotamobagu, terlebih keberhasilan meraih predikat WTP. “Apa yang berhasil diraih dipertahankan dan lebih ditingkatkan kembali,” sebutnya.
Hadir dalam penyambutan kunjungan kerja itu, Bupati Bolmong Dra Yasti Soepredjo Mokoagow, Ketua DPRD Kotamobagu Meidy Makalalag, Wakil Bupati Bolsel Dedi Abdul Hamid, serta jajaran Pemkot Kotamobagu. (gjm)
Komisi III DPRD Kotamobagu lakukan pertemuan dengan pihak Dinas Pendidikan.
ZONA POLITIK – Komisi III DPRD Kotamobagu, mengunjungi Dinas Pendidikan, Selasa (11/2), dalam rangka koordinasi mengenai raport mutu pendidikan Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Menurut Ketua Komisi III, Royke Kasenda, pertemuan tersebut untuk menindaklanjuti hasil pertemuan dengan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) beberapa waktu lalu.
“Setelah kita ketahui, langsung kita tindaklanjuti ke dinas pendidikan. Untuk datanya sudah ada, untuk itu kami minta dinas pendidikan agar tahun ini dapat meningkatkan mutu pendidikan SD dan SMP,” kata Kasenda.
Lanjut Politisi PDIP ini, melihat mutu pendidikan di 15 kabupaten/kota di Sulawesi Utara, Kota Kotamobagu berada di peringkat ke lima. “Peringkat ini sangat baik. Tetapi kita tidak boleh lihat ranking itu. Namun yang kita lihat harus per sekolah. Jadi per sekolah itu sudah ada skor. Nah, kita disini belum ada yang masuk distandar nasional pendidikan SMP. Jadi masih dibawah standar. Tapi secara rata-rata sudah bagus,” ujarnya.
Ia menjelaskan, standar nasional pendidikan ada delapan parameter. Dari delapan itu, di Kotamobagu ada dua parameter yang masih rendah, yakni tenaga pendidik serta sarana dan prasarana.
“Jadi secara keseluruhan nilai kita kurang di parameter ini. Contoh, tenaga pendidik misalnya penempatan kepala sekolah yang belum sesuai dengan jenjang pendidikan, yang harusnya S1, tapi bukan S1 atau ada sertifikat tertentu yang belum ada. Akhirnya skornya berkurang disitu,” jelasnya.
Untuk sarana dan prasarana, kata Kasenda, harusnya ada ruang guru sendiri. Kemudian standar bangunan kelas ukurannya belum sesuai standar yang ditentukan. Tetapi agak dilema, pasalnya kalau bangunan sulit dibongkar ulang kemudian dibangun kembali.
“Jadi kondisi-kondisi itu juga mengurangi nilai. Selain itu, parameter lain yang dinilai di sarana dan prasarana yakni jamban. Jadi jamban ini juga sangat berpengaruh dinilai. Sebab harus ada rasio antara jumlah murid dengan jumlah jamban. Rata-rata sekolah kita hanya satu wc laki-laki dan satu wc perempuan. Pada sebenarnya itu tidak boleh, dia harus ada rasio yakni 40 atau 60 dalam satu wc,” ungkapnya.
Dirinya mengakui, sebagai mitra kerja, komisi III sangat mensupport dan mengapresiasi kinerja dinas pendidikan karena masuk diperingkat 5 besar mutu pendidikan se-Sulut. “Meski begitu kami ingin ada peningkatan lagi terkait mutu pendidikan di Kota Kotamobagu. Minimal ada satu atau dua SD dan SMP yang kita tentukan untuk meraih ke dua parameter itu. Kami juga akan mensuport dalam hal kebijakan anggaran untuk sarana dan prasarana, yang salah satunya jamban atau ruang guru, sebab ada skor dalam poin-poin ini,” terangnya.
Dirinya berharap, kepada pihak Dinas Pendidikan terkait hal-hal yang bisa dirubah misalnya, mengenai penempatan tenaga pendidik yang harus sesuai standar pendidikan. “Menurut mereka sekarang ada 30 guru yang mengikuti pendidikan kepala sekolah. Setelah selesai pendidikan mereka akan ditempatkan di sekolah-sekolah,” pungkasnya.
Dalam kunjungan kerja tersebut, ketua Komisi III, Royke Kasenda ditemani anggota antara lain, Haris Mongilong, Rewi Daun dan Abas Limbalo. (gjm)
ZONA POLITIK – DPC PDI Perjuangan Kota Kotamobagu akan melakukan penanaman pohon di Hutan Kota Bonawang, Kelurahan Mongkonai Barat, pada 14 Ferbuari mendatang. Hal itu sebagai tindak lanjut dari instruksi Ketua Umum (Ketum) PDI Perjuangan, Megawati Soekarno Putri, soal gerakan mencintai bumi.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Kotamobagu, Meiddy Makalalag, mengatakan ratusan kader partai mulai dari tingkat ranting, kecamatan dan cabang akan terlibat dalam kegiatan itu. “Persiapannya sudah matang. Kita juga sudah bentuk panitia untuk kegiatan itu,” kata Meiddy.
Ketua DPRD Kota Kotamobagu itu mengungkapkan, sesuai instruksi Ketum PDI Perjuangan, kegiatan itu wajib dilaksanakan.
“Ibu ketua umum selalu menekankan kepada semua kader agar selalu menjaga, melestarikan dan mencintai alam kita. Sebagai tindakan nyata, kader PDI Perjuangan se-Indonesia harus melakukan penanaman pohon di daerah masing-masing,” ungkap Meiddy.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Adrianus Mokoginta, menyebut persiapan pelaksanaan kegiatan itu sudah matang, dan tinggal menunggu waktu pelaksanaannya.
“Selain kader partai, sejumlah organisasi pecinta lingkungan ingin bergabung bersama mensukseskan kegiatan ini. Mereka mengapresiasi PDI Perjuangan yang memiliki kepedulian tinggi terhadap pelestarian lingkungan,” sebut Ketua Fraksi PDI Perjuangan di DPRD Kota Kotamobagu itu. (gjm)
Kepala DPPPA Sitty Rafiqah Bora memperlihatkan hasil karya Kader Pekka Kotamobagu.
ZONA KOTAMOBAGU – Kader Perempuan Kepala Keluarga (Pekka) memamerkan produk usaha kecil hasil karya mereka pada dialog perlindungan sosial sekaligus wisuda kader Pekka, di Aula Kantor Wali Kota, Selasa (11/2). Produk yang dipamerkan itu seperti; gula merah, kopi, kacang, kripik dan sejumlah produk usaha lainnya.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA), Sitti Rafiqah Bora, mengatakan produk usaha yang ditampilkan kader Pekka itu membuktikan eksistensi Pekka di Kota Kotamobagu. “Ini perlu kita dorong dan kembangkan bersama dinas terkait,” katanya.
Dengan kehadiran Pekka di Kota Kotamobagu, ia berharap kedepannya bisa membangun perempuan di Kota Kotamobagu yang mandiri dan tidak sepenuhnya tergantung kepada kepala keluarga atau laki-laki.
“Apalagi mereka yang sudah di wisuda ini sudah banyak yang hidup sendiri dan menjadi kepala keluarga tidak ada suami. Melalui Pekka ini, mereka bisa mandiri dan mendapatkan penghasilan sendiri untuk menghidupi keluarga mereka,” ujarnya. (gjm)