Beranda blog Halaman 477

Puspaga Tekan Kasus KDRT di Kotamobagu

Citra Dewi Ololah

ZONA KOTAMOBAGU – Kasus kekerasan terhadap perempuan terutama dalam rumah tangga, mengalami tren penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Dari catatan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA), sejak tahun 2017 hingga Oktober 2019, terdapat 28 laporan kasus yang masuk ke Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2TP2A) Kota Kotamobagu.

“Jumlah kasusnya menurun dari tahun ke tahun. 2017 ada 14 kasus, 2018 9 kasus, dan sampai Oktober 2019 5 kasus,” kata Kepala Bidang Kepala Bidang Hak Perempuan Perlindungan Khusus dan Pemenuhan Hak Anak, Citra Dewi Ololah.

Ia mengungkapkan, setiap laporan yang masuk langsung ditindaklanjuti melalui mediasi hingga proses hukum di kepolisian. “Pertama kita mediasi dulu, kalau tidak selesai baru diserahkan ke polisi. Intinya setiap laporan kita kawal sampai pelakunya diproses hukum, dan korban benar-benar mendapatkan keadilan,” ungkapnya.

Dari semua laporan yang masuk ke P2TP2A, perempuan yang menjadi korban kekerasan rata-rata masih berada pada usia produktif. “Ada kekerasan fisik, pelecehan seksual, psikologis dan pengancaman,” ujarnya.

Untuk pencegahan kekerasan khususnya dalam rumah tangga, ia mengaku Pemerintah Kota (Pemkot) melalui Dinas PPPA memaksimalkan Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga). Sebelum melakukan pencatatan nikah, melalui Puspaga itu setiap pasangan calon pengantin terlebih dahulu dibekali dan diberi pemahaman tentang agama, menjalankan kehidupan berumah tangga, serta tanggung jawab terhadap anak, dari psikolog, pihak Kementrian Agama (Kemenag), serta Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB).

“Setelah ikut pembekalan melalui Puspaga, calon pengantin akan diberi rekomendasi yang isinya calon pengantin bersangkutan sudah mengikuti pembekalan, dan bisa melakukan pencatatan nikah. Kalau tidak ada rekomendasi, maka akan ditolak petugas pencatat nikah,” jelasnya.

Sejak rekomendasi Puspaga menjadi syarat pencatatan nikah diberlakukan, angka kasus kekerasan terhadap perempuan serta perceraian mengalami penurunan dari tahun ke tahun. “Puspaga ini sedang eksis di Kotamobagu, dan menjadi wadah untuk menekan angka perceraian dan tindak kekerasan dalam berumah tangga,” ujarnya. (gjm)

TBNK Santun Atasi Solusi Persoalan Sanitasi

Suasana rapat kelompok kerja sanitasi yang dirangkaikan dengan launching program TBNK Santun.

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) me-launching program Tempat Berdiskusi daN Konsultasi Sanitasi TUNtas (TBNK Santun), Rabu (20/11), disela rapat kelompok kerja sanitasi Kotamobagu. Program yang digagas Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) itu, bertujuan untuk memudahkan pelayanan terkait sanitasi.

“Program ini merupakan inovasi untuk membuka ruang konsultasi sanitasi di tingkat pemerintah desa dan kelurahan, agar dalam proses perencanaan pembangunan sanitasi di desa dan kelurahan bisa sesuai dan tepat sasaran,” kata Kepala Bidang Perekonomian Infrastruktur Sumber Daya Manusia, Andi Abasi.

Sebagai instansi teknis yang menggagas program itu, ia mengungkapkan pihaknya akan memfasilitasi tempat berdiskusi serta memberi pemahaman terkait sanitasi di desa dan kelurahan masing-masing. “Dengan di-launchingnya program ini, pemerintah desa dan kelurahan diharapkan dapat berkonsultasi dan memahami tentang pentingnya keberadaan sanitasi di wilayah mereka, sehingga target percepatan pembangunan sanitasi merata di Kotamobagu bisa tercapai,” ungkapnya.

TBNK Santun itu berisikan sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait pembangunan sanitasi daerah. (gjm)

H-4 Pendaftaran Ditutup, Ini Jumlah Sementara Pelamar CPNS Kotamobagu

Salah satu pelamar CPNS saat memasukkan berkas fisik ke sekretariat Pansel.

ZONA KOTAMOBAGU – Pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di instansi Pemerintah Kota Kotamobagu diingatkan soal batas waktu pendaftaran via aplikasi SSCASN, serta pemasukan berkas fisik ke sekretariat Panitia Seleksi (Pansel) atau di Kantor Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP).

“Sampai hari ini pelamar yang mendaftar online ataupun yang memasukkan fisik berkas, terus bertambah. Kita tetap menunggu sampai batas akhir yang ditentukan,” kata Kepala Bidang Pengadaan dan Pengembangan Kompetensi, Faisal Pobela, Rabu (20/11).

Hingga pukul 13.00 Wita, jumlah sementara pelamar CPNS yang sudah mendaftar via aplikasi SSCAN sebanyak 697 orang. Rinciannya; 523 tenaga kesehatan dan 174 tenaga teknis. Dari jumlah itu, baru sebagian kecil yang memasukkan berkas fisik ke secretariat Pansel. “Sampai pukul 14.46 Wita, jumlah sementara berkas yang masuk adalah 135 untuk tenaga kesehatan dan 72 tenaga teknis. Masih ada waktu beberapa hari lagi. Kita harap waktu yang tersisa ini bisa dimanfaatkan untuk mendaftar, dan memasukkan berkas fisik,” jelasnya.

Berdasarkan pengumuman Panitia Seleksi (Pansel) nomor 8/813/Pansel-CPNS/XI2019 yang ditandatangani Ketua Pansel, Sande Dodo, mulai 12 November mulai dibuka pendaftaran dan pemasukan berkas fisik. Kemudian untuk batas pendaftaran secara online adalah tanggal 24 November pukul 24.00 Wita. Sedangkan batas pemasukan berkas fisik tanggal 25 November pukul 16.00 Wita. Khusus bagi pelamar dari luar daerah, diberi batas waktu hingga 25 November untuk pengiriman via pos. (gjm)

184 miliar untuk Ganti Rugi Lahan Ring Road

Imran Amon
Imran Amon

ZONA KOTAMOBAGU – Proyek pembangunan ring road diperkirakan akan dimulai tahun depan. Hal ini diutarakan Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP), Imran Amon.

Menurutnya, tahapan saat ini adalah pembebasan lahan yang terus dikomunikasikan dengan pemerintah daerah tetangga yang akan dilintasi ring road. “Ring road yang akan dibangun panjangnya 33,9 kilo meter. Lebarnya 40 sampai 60 meter,” katanya.

Untuk ganti rugi lahan, ia mengungkapkan menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut). “Biaya pembebasan lahan 184 miliar. Untuk Kota Kotamobagu 145 miliar, Boltim 11 miliar dan Bolmong 28 miliar,” ungkapnya.

Lanjutnya, teknis ganti rugi disesuaikan dengan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP). “Soal penghitungan nilai ganti untung ini menjadi kewenangan tim appraisal. Mereka yang menentukan nilainya yang disesuaikan dengan NJOP,” ujarnya. (gjm)

Kotamobagu Dapat Predikat Kota Sehat 2019

Wali kota, Ir Hj Tatong Bara, Selasa (19/11), menerima penghargaan Kota Sehat dengan Kategori Swasti Saba Wiwerda dari Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, atas Komitmen serta Keberhasilan Pemerintah Daerah Kota Kotamobagu dalam penyelenggaran Program Kabupaten / Kota Sehat Tahun 2019.

Wali kota usai menerima penghargaan tersebut mengatakan bahwa, sangat bersyukur dengan diraihnya penghargaan Kota Sehat Swasti Saba Wiwerda, yang merupakan penghargaan Kota Sehat yang tingkatnya lebih tinggi dari penghargaan Kota Sehat yang diraih Kota Kotamobagu sebelumnya, yakni Penghargaan Kota Sehat Kategori Swasti Saba Padapa.

“Alhamdulillah Kota Kotamobagu berhasil meraih penghargaan Kota Sehat kategori Wiwerda, untuk itu, saya menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh masyarakat Kota Kotamobagu, dan kepada Dinas Kesehatan serta seluruh instansi terkait, atas partisipasi serta dukungannya, dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat, sehingga Kotamobagu dapat meraih penghargaan Kota Sehat Tahun 2019,” ujar Walikota.

Penyerahan penghargaan Kota Sehat Tahun 2019 yang dilaksanakan di ruang Sasana Bhakti Praja Kantor Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia tersebut, dihadiri Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Tito Karnavian, Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Terawan Agus Putranto, serta para Bupati / Walikota penerima Penghargaan Kota Sehat Tahun 2019. (advertorial)

Wali Kota Terima Penghargaan Swasti Saba Wiwerda

Wali Kota, Tatong Bara, usai menerima piala dan piagam penghargaan Swasti Saba Wiwerda atas keikutsertaan Pemkot Kotamobagu dalam penyelenggaraan Kabupaten/Kota Sehat 2019.

ZONA KOTAMOBAGU –  Wali Kota, Tatong Bara, menerima penghargaan swasti saba wiwerda atas partisipasi Pemerintah Kota (Pemkot) dalam penyelenggaraan Kabupaten/Kota Sehat tahun 2019. Piala dan piagam penghargaan itu diserahkan Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, di Ruang Sasana Bhakti Praja, Jakarta Pusat, Selasa (19/11).

Wali kota usai menerima penghargaan itu, menyampaikan rasa syukur atas prestasi yang didapat dipenghujung tahun ini. Menurut wali kota, penghargaan Kota Sehat yang diraih Pemkot Kotamobagu tahun ini meningkat satu tahap yang diraih pada 2018 lalu. “Pemerintah daerah terus menerus membenahi daerah, agar lingkungan atau kota kita dikategorikan sehat dengan beberapa kriteria yang ditetapkan secara nasional. Dan Alhamdulillah pada hari ini telah diterima penghargaan yang kedua kali dengan tingkatan yang lebih tinggi,” kata wali kota.

Raihan penghargaan itu kata wali kota menjadi pemacu dan pemicu semangat bagi jajaran Pemkot Kotamobagu untuk terus berbenah dan memberikan yang terbaik untuk daerah. “Kita terus berbenah, dan insya allah tahun depan bisa mendapatkan kategori Wistara,” sebut wali kota.

Wali kota mengungkapkan, piala dan piagam penghargaan itu bukan segala-segalanya. Sebab hal itu hanya sebuah penghargaan. Yang lebih penting menurut wali kota dua periode ini adalah pemenuhan kriteria. Dengan begitu, Kota Kotamobagu termasuk wilayah yang layak didiami dan layak menjadi tempat tinggal bagi seluruh masyarakat.

“Indikator yang dicapai tidak berhenti terhadap piala saja, tapi lebih pada nilai akhir dari sebuah keberhasilan secara utuh, serta indeks pembangunan manusia yang didalamnya ada indikator harapan hidup masyarakat,” ungkap wali kota.

Dengan lingkungan yang sehat, diharapkan seluruh kehidupan berproses dengan baik. Dengan demikian, usia hidup masyarakat meningkat, angka kasus kematian ibu dan bayi menurun, serta stunting yang bisa terus ditekan. “Ini akan menjadi catatan, dan insya allah prestasi yang kita capai ini akan lebih meningkat di tahun-tahun selanjutnya,” ujar wali kota. (gjm)

Ini Tujuan Bagian Humas Kota Tomohon Berkunjung ke Dinas Kominfo Kotamobagu

Kunjungan Bagian Humas Kota Tomohon yang diterima Kepala Dinas Kominfo, Ahmad Yani Umar, dan jajarannya.

ZONA KOTAMOBAGU – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) menerima kunjungan kerja dari Bagian Humas Sekretariat Daerah (Setda) Kota Tomohon, Selasa (19/11). Agenda kunjungan itu dalam rangka sharing informasi terkait managemen kerja sama dengan media massa.

“Kunjungan kita ke sini untuk mencari informasi yang lebih bagus soal praktek kerja sama dengan media massa yang dilakukan Pemkot Kotamobagu. Saya lihat di sini lebih maju segi kerjasamanya dengan media karena sudah diatur dengan baik,” kata Djufry Rorong, Kasubag Pemberitaan dan Publikasi Bagian Humas dan Protokol Kota Tomohon.

Kerja sama dengan media massa di Kota Tomohon kedepannya akan dikelola Dinas Kominfo. Oleh karena itu pihaknya sengaja berkunjung ke Kota Kotamobagu terkait management kerja sama dengan media massa. “Kami ingin banyak dapat informasi di sini agar kedepannya pelayanan lebih baik lagi. Begitu juga dengan pemberitaan yang disebarluaskan melalui media dapat diterima masyarakat dengan baik, dan apa yang menjadi tujuan pemerintah bisa tercapai,” ujarnya.

Selain manajemen soal kerja sama dengan media massa, rombongan dari Kota Bunga itu juga berkonsultasi soal Pejabat Pengelola Informasi Daerah (PPID) yang nantinya akan diterapkan di Kota Tomohon. “Kita dapat informasi Kota Kotamobagu juara 3, jadi kita belajar selangkah atau tiga langkah lebih maju. Apa yang baik itu yang kami terapkan,” sebutnya.

Kepala Bidang Statistik Informasi Komunikasi Publik (SIKP), Fahri Damopolii, mengungkapkan banyak hal yang dibicarakan terkait agenda kunjungan Bagian Humas Setda Kota Tomohon tersebut. “Tahun 2020 kerja sama dengan media massa di Kota Tomohon rencananya sudah di Dinas Kominfo, sehingga itu mereka datang ke sini mencari informasi bagaimana mekanisme dan tata kelola kerja sama dengan media,” ungkapnya. (gjm)

Kopi Kotamobagu Ditarget Tembus Pasar Sulut

Tatong Bara

ZONA KOTAMOBAGU – Kopi Kotamobagu ditargetkan merambah pasar Sulawesi Utara (Sulut). Hal ini diutarakan Wali Kota, Tatong Bara, usai peresmian replika Komalig di Desa Kopandakan I, Kecamatan Kotamobagu Selatan, Senin (18/11).

Menurut wali kota, kopi merupakan salah satu produk unggulan Kota Kotamobagu. Pemerintah Kota (Pemkot) katanya terus berupaya mengembangkannya. Sasarannya adalah menguasai pasar Sulut melalui café-café yang ada. “Pak gubernur sudah tegaskan, kalau seluruh produk kerajinan apa saja dibawa ke Manado. Mereka akan beli. Ini tantangan bagi kita bagaimana produk yang kita bawa itu bisa terterima. Tentu kualitasnya harus baik, selain itu pengemasannya juga harus menarik agar ada daya tariknya,” kata wali kota.

Untuk mewujudkan target itu, wali kota mengungkapkan pihaknya akan melibatkan kader PKK yang ada di daerah. “PKK akan kita libatkan, mulai proses pengemasan dan seterusnya. Nantinya kader PKK ini juga akan diberi pendampingan, agar semua prosesnya berjalan baik dan sesuai yang kita harapkan,” ungkapnya. (gjm)

Buka Kegiatan HKG PKK, Ini Pesan Wali Kota

Wali Kota, Tatong Bara, memberi sambutan saat membuka kegiatan HKG PKK ke-47, dan Jambore Temu Kader PKK ke-1, di Desa Kopandakan I.

ZONA KOTAMOBAGU — Wali Kota, Tatong Bara, dan Wakil Wali Kota, Nayodo Koerniawan, menghadiri sekaligus membuka kegiatan dalam rangka memperingati Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-47 dan Jambore Temu Kader ke-1 PKK Kotamobagu yang dipusatkan di Lapangan Beringin, Desa Kopandakan 1, Kecamatan Kotamobagu Selatan, Senin (18/11).

Kegiatan yang mengambil tema “Tingkatkan kinerja kader PKK melalui pengelolaan administrasi PKK itu, juga turut dihadiri unsur Forkopimda, seluruh Kepala SKPD, Camat, lurah dan sangadi serta seluruh kader PKK se-Kota Kotamobagu.

Wali Kota usai membuka kegiatan tersebut mengatakan, dari pemantauan disejumlah stand, paling tidak mereka sudah mulai melakukan inovasi, satu kreasi, satu produk yang mereka bisa hasilkan. Tinggal memang ada beberapa hal yang harus kita sempurnakan seperti pengemasan.

“Ingredients untuk barang itu harus ada tercantum kadar makanannya, kadar gizinya sampai pada batas waktunya. Kedepan ini memang harus dipelihara, terus dipantau, terus dibina, agar nilai atau valuenya bisa berubah dan bisa lebih luas pemasarannya,” tutur Wali Kota.

Lebih lanjut Wali Kota mengatakan, bapak Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey, sudah menyampaikan bahwa seluruh produk kerajinan apa saja dari Kotamobagu bisa dibawa ke Manado mereka akan beli.

“Tetapi proses dari kita harus lebih ditingkatkan lagi, termasuk ingredients tercantum kandungan makanan di dalam kemasan. Saya memberi apresiasi untuk sementara hari ini. PKK memberikan satu geliat yang cukup baik tinggal memang kita perlu pendampingan termasuk beberapa produk yang pemakingannya sudah bagus, seperti produk kopi, gula merah dan produk lainnya. Dan ini sudah saya sampaikan pintu gerbangnya kita ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) untuk bisa lebih luas lagi,” ujarnya.

Wali Kota juga mengungkapkan, target Pemkot Kotamobagu kopi harus bisa masuk diseluruh kafe di Sulawesi Utara. “PKK akan membantu dan PKK bisa kita intervensi sampai pada pengawalan dari pemakingan hingga dari hulu ke hilirnya. Paling tidak penanamannya harus kita kontrol lewat pertanian, cara penanganannya sampai pada prosesnya,” kata Tatong.

Ditambahkan, Untuk promosi, nantinya Pemkot Kotamobagu akan mengadakan satu promosi tunggal dalam satu produk. “Tapi kita harus memberikan satu pendampingan yang kuat, termasuk pemakingannya, kandungan makanannya, rasanya sampai dalam pewarnaan jangan sampai ada bahan kimia,” pungkas Wali Kota. (gjm)

Wali Kota Resmikan Replika Komalig

Wali kota dan wakil wali kota foto bersama memperlihatkan salah satu kerajinan tangan Bolaang Mongondow yang ada di dalam bangunan replika Komalig.

ZONA KOTAMOBAGU – Bangunan replika komalig (rumah raja) yang dibangun di Desa Kopandakan I, Kecamatan Kotamobagu Selatan, diresmikan Wali Kota, Tatong Bara, Senin (18/11). Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita, yang dilanjutkan dengan peninjauan peralatan serta benda-benda peninggalan sejarah Bolaang Mongondow di dalam bangunan tersebut.

“Saya mengapresiasi setinggi-tingginya atas dibangunnya bangunan replika Komalig ini. Dari bangunan ini, kita bisa mengetahui peninggalan leluhur kita,” sebut wali kota.

Wali kota mengungkapkan, sejumlah fasilitas maupun peralatan di dalam bangunan tersebut masih perlu dan akan ditambah. “Nanti kita akan memperluas dan menantang kita untuk mengoleksi lebih besar lagi, menyiapkan tempat yang lebih besar dan representatif lagi,” ungkapnya.

Peresmian bangunan replika Komalig itu dihadiri Wakil Wali Kota Nayodo Koerniawan, Sekretaris Daerah Sande Dodo bersama sejumlah pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), serta Kepala Balai Pelestarian Budaya Wilayah Suluttengo, Apolos Marisan. (gjm)