Beranda blog Halaman 5

Dapur MBG Imandi Resmi Beroperasi, Perkuat Program Presiden Prabowo di Dumoga Timur

Dapur MBG Imandi Resmi Beroperasi, Perkuat Program Presiden Prabowo di Dumoga Timur
Dapur MBG Imandi Resmi Beroperasi, Perkuat Program Presiden Prabowo di Dumoga Timur (Foto: Nen/ZB)

Kotamobagu, ZONABMR.COM — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) resmi mulai beroperasi di Kecamatan Dumoga Timur, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Jumat (06/02/26).

Peresmian ini ditandai dengan launching Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan dapur MBG Imandi sebagai bagian dari penguatan program strategis Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan kualitas gizi anak usia sekolah.

Kegiatan launching berlangsung di lingkungan Sekolah Yayasan Cinta Kasih satu pintu (satap) TPA–KB–TK–SD–SMP–SMK–SMA–SLB, Kelurahan Imandi.

Prosesi pengguntingan pita dilakukan di bangunan dapur MBG yang berada di belakang gedung Yayasan Cinta Kasih.

Program MBG merupakan inisiatif nasional yang mulai diintensifkan pada awal tahun 2026 melalui ribuan titik SPPG di seluruh Indonesia, termasuk di satuan pendidikan dan dapur umum di berbagai daerah, sebagai langkah konkret pemerintah dalam membangun sumber daya manusia unggul sejak usia dini.

Bupati Bolaang Mongondow Yusra Alhabsy, S.E., M.Si yang diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Deker Rompas, S.E., M.M menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Badan Gizi Nasional (BGN) Provinsi Sulawesi Utara, Yayasan Cinta Kasih Imandi, serta seluruh pihak yang terlibat dalam terlaksananya program tersebut.

“Peresmian SPPG dan dapur MBG ini merupakan langkah awal yang sangat penting dalam membangun sumber daya manusia masa depan bangsa, khususnya di Kabupaten Bolaang Mongondow,” ujar Deker dalam sambutannya.

Ia menjelaskan, SPPG berfungsi sebagai dapur umum untuk memasak dan mendistribusikan makanan bergizi gratis bagi peserta didik sesuai program Presiden Prabowo Subianto.

Program ini juga menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam mengatasi permasalahan gizi buruk dan stunting, serta mendukung tumbuh kembang anak usia sekolah guna meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan.

“Program MBG bertujuan memastikan tidak ada anak sekolah yang terhambat proses belajarnya akibat kekurangan asupan gizi. Karena itu, paket makanan yang didistribusikan harus tepat waktu, sehat, higienis, dan sesuai standar kebutuhan gizi,” tegasnya.

Pemerintah Daerah Bolmong juga menekankan pentingnya pengelolaan dapur MBG yang profesional dan bertanggung jawab, termasuk penerapan sistem pengawasan ketat serta kebersihan dapur agar keamanan dan kesehatan pangan benar-benar terjamin.

Sementara itu, Ketua Yayasan Cinta Kasih Imandi sekaligus mitra SPPG, Elvie Fifi Finasang, S.Pd menyampaikan komitmennya untuk menjalankan amanah program nasional tersebut dengan sepenuh hati dan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Perjalanan hingga sampai di titik ini bukan hal yang mudah. Banyak perjuangan dan pengorbanan yang telah kami lalui. Namun dengan kekuatan, kesabaran, dan doa, kami akan terus bekerja keras demi suksesnya program Makan Bergizi Gratis,” ungkapnya.

Ia juga memohon dukungan serta doa dari seluruh pihak agar dapur MBG Imandi dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi anak-anak sekolah di Kecamatan Dumoga Timur.

Diketahui, Dapur SPPG Imandi berada di bawah binaan Yayasan Rovelam Manado sebagai mitra pendamping dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis, sesuai standar operasional dan pengawasan Badan Gizi Nasional.

Kegiatan peresmian dan launching SPPG dapur MBG Imandi ini turut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bolaang Mongondow Ketut Kolak, SKM, Camat Dumoga Timur Margaretha Untu, S.Pd, Lurah Kelurahan Imandi Denny Walalangi, Kepala SPPG Imandi sekaligus Koordinator BGN Dumoga Timur Alviansyah Bonde, Ketua Yayasan Rovelam Peduli Manado Gerson Laoh, serta tokoh masyarakat, tokoh agama, dan seluruh jajaran pengelola dapur MBG Imandi.

Luar Biasa! Totabuan Citawaya Akuatik Kotamobagu Raih Medali Emas Terbanyak Ketiga di Gorontalo Swimming Championship

Luar Biasa! Totabuan Citawaya Akuatik Kotamobagu Raih Medali Emas Terbanyak Ketiga di Gorontalo Swimming Championship
Atlet-atlet Totabuan Citawaya Akuatik Kotamobagu Raih Prestasi Membanggakan di Gorontalo Swimming Championship (Foto: TCW Akuatik Club/udi)

Kotamobagu, ZONABMR.COM – Prestasi membanggakan ditorehkan Totabuan Citawaya Akuatik Kotamobagu pada ajang Gorontalo Swimming Championship Indonesia Timur yang berlangsung di kolam renang Lahilote Kota Gorontalo, 29–31 Januari 2026.

Dengan kekuatan 16 atlet dan dua pelatih, klub asal Kotamobagu ini sukses menembus tiga besar perolehan medali terbanyak, mengoleksi 19 medali emas, 9 perak, dan 8 perunggu.

Ketua Klub Totabuan Citawaya Akuatik, Edy Haryanto, menyampaikan rasa bangga atas perjuangan para atlet yang tampil konsisten dan penuh determinasi sepanjang kejuaraan.

“Saya sangat bangga dengan perjuangan atlet-atlet kami hingga mampu meraih perolehan medali terbanyak ketiga di event ini. Semoga hasil ini menjadi pemicu semangat bagi seluruh atlet untuk terus gigih berlatih, karena tidak ada hasil manis yang bisa diraih dalam waktu singkat,” ujar Edy.

Deretan Peraih Medali Totabuan Citawaya Akuatik

1. Agista Aisya Tunggali (KU 3 Putri) – 9 emas, 1 perak

  • 400 m gaya bebas (emas)
  • 200 m gaya bebas (emas)
  • 100 m gaya bebas (emas)
  • 50 m gaya bebas (emas)
  • 100 m gaya kupu-kupu (emas)
  • 50 m gaya kupu-kupu (emas)
  • 100 m gaya punggung (emas)
  • 50 m gaya punggung (emas)
  • 200 m gaya ganti putri (emas)
  • 50 m gaya dada (perak)

2. Anggrainy Putri Haryanto Bibisa (KU Pemula Putri, ≤7 tahun) – 3 emas

  • 50 m gaya bebas (emas)
  • 50 m gaya dada (emas)
  • 50 m gaya kupu-kupu (emas, naik kelas KU 5)

3. Carrisa Magdalena Lamongi (KU 3 Putri) – 3 emas, 3 perak

  • 200 m gaya dada (emas)
  • 100 m gaya dada (emas)
  • 50 m gaya dada (emas)
  • 100 m gaya kupu-kupu (perak)
  • 50 m gaya kupu-kupu (perak)
  • 50 m gaya punggung (perak)

4. Katarina Fransiska Lamongi (KU 2 Putri) – 1 emas, 2 perunggu

  • 50 m gaya kupu-kupu (emas)
  • 50 m gaya bebas (perunggu)
  • 50 m gaya dada (perunggu)

5. Ryuzaki Al Aqsa Mokodompit (KU 2 Putra) – 3 perak, 4 perunggu

  • 200 m gaya ganti (perak)
  • 50 m gaya bebas (perak)
  • 100 m gaya kupu-kupu (perak)
  • 50 m gaya kupu-kupu (perunggu)
  • 100 m gaya bebas (perunggu)
  • 100 m gaya punggung (perunggu)

6. Muhammad Rizan Fauzi Tunggali (KU 1 Putra) – 1 perak, 1 perunggu

  • 200 m gaya dada (perak)
  • 50 m gaya dada (perunggu)

7. Cristian Fransiscu Uada Pilomali (KU 4 Putra) – 1 perak, 2 perunggu

  • 200 m gaya ganti (perak)
  • 100 m gaya dada (perunggu)
  • 100 m gaya kupu-kupu (perunggu)

Medali Estafet dan Beregu

8. Estafet 4×100 m Gaya Ganti Putri – Emas

  • Agista Aisya Tunggali
  • Katarina Fransiska Lamongi
  • Carrisa Magdalena Lamongi
  • Arashel Scatzi Mahila Mokoginta

9. Estafet 200 m Gaya Bebas Putri – Emas

  • Katarina Fransiska Lamongi
  • Arashel Scatzi Mahila Mokoginta
  • Carrisa Magdalena Lamongi
  • Agista Aisya Tunggali

10. Estafet 200 m Gaya Ganti Mix – Emas

  • Agista Aisya Tunggali
  • Muhammad Rizan Fauzi Tunggali
  • Carrisa Magdalena Lamongi
  • Ryuzaki Al Aqsa Mokodompit

Apresiasi Akuatik Kotamobagu

Ketua Akuatik Kotamobagu, Aisya Christine Bibisa, memberikan apresiasi tinggi atas perjuangan klub-klub asal Kotamobagu yang tampil di ajang tersebut.

“Saya sangat mengapresiasi dan merasa bangga atas perjuangan luar biasa dari dua klub asal Kotamobagu, yakni Totabuan Citawaya Akuatik dan Zynergy. Semoga capaian ini tidak menurunkan semangat berlatih, agar para atlet selalu siap menghadapi tantangan kapan pun undangan bertanding datang,” ujarnya.

Pada kejuaraan ini, klub-klub renang Sulawesi Utara menunjukkan dominasi. Nusantara Swimming Club Manado keluar sebagai peraih medali terbanyak pertama, disusul Lahilote Club Gorontalo di posisi kedua, dan Totabuan Citawaya Akuatik Kotamobagu di peringkat ketiga.

Beri Teladan, Kapolres Kotamobagu Ikut Tes Kesamaptaan Bersama Personel

Beri Teladan, Kapolres Kotamobagu Ikut Tes Kesamaptaan Bersama Personel
Beri Teladan, Kapolres Kotamobagu Ikut Tes Kesamaptaan Bersama Personel (Foto: Humas Polres Kotamobagu)

Kotamobagu, ZONABMR.COM – Kapolres Kotamobagu AKBP Irwanto SIK, MH, bersama para Pejabat Utama (PJU) dan seluruh personel Polres Kotamobagu melaksanakan Tes Kesamaptaan Jasmani yang digelar di Mako Polres Kotamobagu, Jumat (30/01/2026).

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya menjaga kesiapan fisik serta meningkatkan profesionalisme anggota dalam menjalankan tugas kepolisian.

Tes kesamaptaan berlangsung dalam suasana penuh semangat dan kebersamaan.

Kehadiran Kapolres yang turun langsung mengikuti seluruh rangkaian tes bersama personel menjadi simbol nyata kepemimpinan yang memberi teladan.

Mulai dari lari, pull up, sit up, push up hingga shuttle run, seluruh personel mengikuti kegiatan dengan antusias dan disiplin tinggi.

Kapolres Kotamobagu AKBP Irwanto SIK, MH., menegaskan bahwa tes kesamaptaan jasmani bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian penting dalam membangun kesiapan personel secara menyeluruh.

Menurutnya, fisik yang prima merupakan modal utama bagi setiap anggota Polri dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Kondisi fisik yang baik sangat menentukan kinerja anggota di lapangan. Yang tidak kalah penting, kegiatan seperti ini juga memperkuat rasa kebersamaan dan soliditas di internal Polres Kotamobagu,” ujarnya.

Pelaksanaan tes kesamaptaan ini juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan antar personel lintas fungsi. Semangat saling menyemangati terlihat jelas selama kegiatan berlangsung, mencerminkan kekompakan Polres Kotamobagu sebagai satu kesatuan yang solid dan siap menghadapi berbagai tantangan tugas ke depan.

Melalui kegiatan ini, Polres Kotamobagu menegaskan komitmennya untuk terus menjaga kesehatan, profesionalisme, dan soliditas personel, demi terwujudnya pelayanan kepolisian yang optimal serta terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah hukum Polres Kotamobagu.

Dari Kotamobagu, Jaton Bangkit Menjaga Akar: Sanggar Totabuan Matuari KKJI Resmi Berdiri

Dari Kotamobagu, Jaton Bangkit Menjaga Akar: Sanggar Totabuan Matuari KKJI Resmi Berdiri
Dari Kotamobagu, Jaton Bangkit Menjaga Akar: Sanggar Totabuan Matuari KKJI Resmi Berdiri (Foto: Udi)

Kotamobagu, ZONABMR.COM – Sanggar Seni Budaya Totabuan Matuari Kerukunan Keluarga Jawa Tondano Indonesia (KKJI) Kotamobagu resmi terbentuk melalui rapat pembentukan kepengurusan (28/01/26) yang digelar di kediaman Wakil Ketua KKJI Kotamobagu Hasim Pulukadang, Kelurahan Pobundayan, Kecamatan Kotamobagu Selatan.

Rapat tersebut dihadiri Ketua KKJI BMR dan Kotamobagu Farid Asimin, Ketua Dewan Pembina Ali Nurhamidin, Sekretaris KKJI Abu Bakar Masloman, serta sejumlah tokoh Jawa Tondano (Jaton) dari berbagai latar belakang profesi, mulai dari Wakil Ketua Pengadilan Agama, politisi, pengusaha, jurnalis, hingga ketua RW.

Selain pembentukan sanggar, rapat ini juga menetapkan struktur kepemimpinan melalui musyawarah mufakat.

Dalam forum tersebut, Hasim Pulukadang secara resmi dipilih sebagai Ketua Sanggar Seni Budaya Totabuan Matuari, sementara Nurhayati Nurhamidin ditetapkan sebagai Ketua KKJI Kecamatan Kotamobagu Selatan.

Ketua KKJI BMR dan Kotamobagu, Farid Asimin, dalam sambutannya menegaskan bahwa eksistensi komunitas Jawa Tondano (Jaton) harus terus dirawat melalui wadah budaya yang terorganisir.

“Terima kasih atas kehadiran semua pihak. Ini membuktikan bahwa Jaton bisa eksis di mana saja. Kita mewarisi semangat juang nenek moyang para pejuang kemerdekaan, kesungguhan dalam beragama, serta semangat guyub dan silaturahmi yang harus terus dijaga,” ujar Farid. Ia juga mengingatkan bahwa KKJI dibentuk pada tahun 2012 di Gedung DPR RI Jakarta sebagai wadah pemersatu masyarakat Jawa Tondano di Indonesia.

Dalam rapat tersebut, peserta juga mengajukan sejumlah usulan nama sanggar. Setelah melalui berbagai pertimbangan, seluruh peserta sepakat menetapkan nama Sanggar Seni Budaya Totabuan Matuari sebagai identitas resmi.

Ketua Sanggar terpilih, Hasim Pulukadang, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Ia menargetkan kegiatan perdana sanggar dapat terlaksana dalam waktu dekat.

“Insya Allah sebelum bulan Juni kita sudah bisa melaksanakan kegiatan, baik hadrah maupun lomba seni lainnya,” kata Hasim.

Sementara itu, Ketua KKJI Kecamatan Kotamobagu Selatan, Nurhayati Nurhamidin, mengungkapkan bahwa akan lebih dahulu mempersiapkan tim hadrah anak-anak laki-laki sebagai langkah awal menghadapi Festival Budaya Jaton (Fesbudjaton) di Gorontalo.

“Untuk Kecamatan Kotamobagu Selatan, kami akan membentuk lebih dulu tim hadrah anak-anak laki-laki sebelum Fesbudjaton di Gorontalo. Sedangkan untuk Dames, sejauh ini sudah tiga kali tampil,” ujar Nurhayati.

Ia menambahkan, terdapat tiga kategori yang direncanakan akan diikutsertakan dalam ajang tersebut, yakni hadrah anak-anak, dana-dana remaja, dan Dames. Selain itu, tidak menutup kemungkinan akan disertakan peserta pidato berbahasa Jaton bagi anggota yang dinilai fasih.

Dari sudut pandang generasi muda, Effendy Masloman menilai kehadiran sanggar ini bukan sekadar ruang seni, tetapi juga ruang menjaga ingatan dan identitas.

“Sanggar ini bagi kami bukan hanya tempat berlatih seni, tetapi tempat menjaga ingatan. Sebagai generasi muda Jawa Tondano yang tumbuh besar di Kotamobagu, kami hidup di tengah perubahan zaman yang sangat cepat. Tanpa ruang seperti ini, sangat mudah bagi kami untuk lupa dari mana kami berasal,” ungkap Effendy.

Ia menegaskan bahwa kehadiran Sanggar Totabuan Matuari menjadi penanda penting bagi keberlanjutan budaya Jaton.

“Lewat sanggar ini, kami ingin tetap terhubung dengan akar kami—dengan bahasa, seni, dan nilai-nilai yang diwariskan leluhur. Ini tentang memastikan bahwa identitas Jaton tidak berhenti di generasi kami, tetapi terus hidup ke generasi berikutnya,” tutupnya.

Sejarah Singkat Suku Jawa Tondano (Jaton)

Suku Jawa Tondano (Jaton) merupakan komunitas etnis hasil perjumpaan sejarah antara orang Jawa dan masyarakat Minahasa di Sulawesi Utara.

Akar sejarah Jaton bermula pada awal abad ke-19, tepatnya setelah berakhirnya Perang Jawa (1825–1830) yang dipimpin oleh Pangeran Diponegoro melawan pemerintah kolonial Belanda.

Pasca kekalahan Perang Jawa, Belanda mengasingkan sejumlah pengikut dan laskar Pangeran Diponegoro ke berbagai wilayah Nusantara, salah satunya ke daerah Tondano, Minahasa.

Para pengasingan ini kemudian menetap, berbaur, dan membangun kehidupan baru bersama masyarakat lokal Minahasa, termasuk melalui perkawinan dan interaksi sosial-budaya.

Dari proses inilah lahir komunitas Jawa Tondano, yang kemudian dikenal dengan sebutan Jaton.

Secara kultural, Jaton memiliki identitas khas yang memadukan unsur tradisi Jawa dengan adat Minahasa, serta nilai-nilai keislaman yang kuat. Bahasa, seni, dan tradisi Jaton berkembang sebagai identitas unik yang berbeda dari Jawa di Pulau Jawa maupun Minahasa secara umum.

Hingga kini, komunitas Jaton tersebar di beberapa wilayah Sulawesi Utara dan Bolaang Mongondow Raya, termasuk Kotamobagu, dan tetap menjaga tradisi, seni, serta nilai-nilai leluhur sebagai bagian penting dari jati diri dan sejarah mereka.

Pemkot Kotamobagu Siapkan Rp12 Miliar untuk Infrastruktur Jalan dan Jembatan Tahun 2026

Pemkot Kotamobagu Siapkan Rp12 Miliar untuk Infrastruktur Jalan dan Jembatan Tahun 2026
Pemkot Kotamobagu Siapkan Rp12 Miliar untuk Infrastruktur Jalan di Tahun 2026 (Foto: Ris)

Kotamobagu, ZONABMR.COM – Pemerintah Kota Kotamobagu melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menyiapkan anggaran sebesar Rp12.074.000.000 dari APBD Tahun Anggaran 2026 untuk pembangunan hingga perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan di wilayah Kota Kotamobagu.

Anggaran tersebut dialokasikan pada bidang Bina Marga dan akan digunakan untuk sejumlah pekerjaan yang tersebar di berbagai desa dan kelurahan.

Kepala Dinas PUPR Kotamobagu Claudy Mokodongan, melalui Kepala Bidang Bina Marga Haris Momintan, mengungkapkan bahwa pada tahun 2026 terdapat delapan paket pekerjaan yang telah dipersiapkan.

“Untuk tahun ini ada delapan paket pekerjaan yang terdiri dari pembangunan jalan, pembangunan jembatan, rekonstruksi jalan, serta pemeliharaan rutin jalan,” ujar Haris Momintan, Rabu (28/1/2026) di ruang kerjanya.

Adapun paket pekerjaan tersebut meliputi pembangunan jembatan bawah rangka baja di Perkebunan Monsi, Kelurahan Mongondow, relokasi jembatan rangka baja eks Jembatan Rona, jasa konstruksi konsultasi pengawasan, peningkatan Jalan Kebun Ampera, peningkatan Jalan Ibolian, pemeliharaan berkala Jalan Zakaria Imban, pembangunan Jalan Kompleks Sanggar Tani di Kelurahan Motoboi Kecil, serta pemeliharaan rutin jalan yang tersebar di sejumlah titik.

Momintan menjelaskan, seluruh paket pekerjaan tersebut saat ini sudah masuk tahap persiapan dan akan segera dilelang melalui Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kota Kotamobagu.

“Semua pekerjaan ini sudah dalam persiapan untuk dilakukan pelelangan lewat ULP Kota Kotamobagu,” jelasnya.

Ia berharap proses lelang hingga pelaksanaan pekerjaan dapat berjalan lancar dan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Semoga semua berjalan dengan lancar sampai ada pemenang dan seluruh pekerjaan tersebut segera dilaksanakan. Ini lelang terbuka, siapa saja bisa ikut mendaftar dengan menaati seluruh regulasi yang ada,” tandas Momintan.

Diketahui, pada tahun 2025 Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kotamobagu total telah menyelesaikan 18 item pekerjaan.

TP-PKK Kotamobagu Persiapkan Lokasi Program Pangan Keluarga

Sekretariat Baru TP-PKK Kotamobagu Dirancang Jadi Pusat Program Pangan Keluarga
Ketua TP-PKK Kotamobagu Kotamobagu, Ny. Rindah Mokoginta-Gaib saat Meninjau Lokasi di Kelurahan Mogolaing

Kotamobagu, ZONABMR.COM — Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Kotamobagu, Ny. Rindah Mokoginta-Gaib, Jumat (23/01/26), mengunjungi kawasan Kantor OPD Bersama di Jalan Kampus, Kelurahan Mogolaing.

Kunjungan bersama jajaran pengurus TP-PKK Kotamobagu tersebut dimaksudkan untuk meninjau lokasi yang direncanakan menjadi pusat pelaksanaan program pangan keluarga.

Rombongan meninjau langsung halaman belakang Kantor OPD Bersama yang akan dimanfaatkan sebagai lokasi program terpadu TP-PKK.

Ketua TP-PKK Kotamobagu, Rindah Mokoginta-Gaib, mengatakan lokasi tersebut dipilih karena memiliki luasan yang memadai serta merupakan aset milik Pemerintah Kota Kotamobagu yang dapat dioptimalkan untuk kegiatan pemberdayaan masyarakat.

“Lokasi ini rencananya akan dijadikan sebagai lokasi pelaksanaan program TP-PKK di bidang pertanian, perikanan, peternakan, dan perkebunan,” ujar Rindah.

Istri Wali Kota Weny Gaib itu menjelaskan, dalam pengembangannya akan dibangun sejumlah sarana pendukung, seperti kolam ikan, dapur hidup, serta area tanam produktif, yang berfungsi sebagai lokasi percontohan pemanfaatan lahan bagi kader PKK dan masyarakat.

Menurut Rindah, program terpadu tersebut dirancang untuk mendukung ketahanan pangan keluarga serta mendorong peningkatan ekonomi rumah tangga, sejalan dengan program kerja TP-PKK, khususnya Pokja III.

“Tempat ini juga akan menjadi pusat edukasi dan contoh pemanfaatan lahan produktif yang dapat direplikasi di tingkat kelurahan,” tambahnya.

Terkait waktu pelaksanaan, Rindah menyampaikan bahwa program ini direncanakan mulai dilaksanakan pada Februari 2026, dengan tahapan penataan lahan, pembangunan sarana pendukung, hingga pemanfaatan lokasi secara optimal.

“Dan pada Oktober 2026 mendatang, akan digelar panen raya dan pasar murah dari hasil panen raya,” tutupnya.

Pemanfaatan halaman belakang Kantor OPD Bersama tersebut juga menjadi bagian dari upaya optimalisasi aset daerah, agar tidak hanya berfungsi sebagai kawasan perkantoran, tetapi turut memberikan manfaat langsung bagi kegiatan pemberdayaan dan ketahanan pangan masyarakat.

Reset Demokrasi Indonesia: Dari Demokrasi Elitis Menuju Demokrasi Kerakyatan

Oleh: Muhamad Zakir Mokoginta

Reset Demokrasi Indonesia: Dari Demokrasi Elitis Menuju Demokrasi Kerakyatan
(Foto: Generate AI)

ZONABMR.COM – Demokrasi Indonesia hari ini berjalan, tetapi pincang. Pemilu berlangsung rutin, kekuasaan berganti secara prosedural, namun rakyat semakin jauh dari pusat pengambilan keputusan. Demokrasi seolah hidup di bilik suara, tetapi mati dalam kebijakan.

Laporan Economist Intelligence Unit (EIU) 2024 menempatkan indeks demokrasi Indonesia pada angka 6,44, turun dari 6,53 pada tahun sebelumnya dan berada dalam kategori flawed democracy. Penurunan ini bukan semata soal teknis pemilu, melainkan soal kualitas kebebasan, keterwakilan, dan distribusi kekuasaan yang semakin timpang.

EIU menilai demokrasi melalui lima indikator: proses pemilu, fungsi pemerintahan, partisipasi politik, budaya politik, dan kebebasan sipil. Indonesia relatif baik dalam penyelenggaraan pemilu, tetapi lemah dalam budaya politik dan kebebasan sipil. Ini menegaskan bahwa demokrasi Indonesia semakin prosedural dan semakin elitis.

Demokrasi Tanpa Rakyat

Masalah paling mendasar demokrasi Indonesia adalah krisis keterwakilan. DPR sebagai lembaga legislatif mengklaim diri sebagai wakil rakyat, tetapi dalam praktiknya lebih sering bertindak sebagai perpanjangan kepentingan partai dan elite. Banyak undang-undang strategis disusun dan disahkan tanpa konsultasi publik yang memadai, bahkan tanpa keterlibatan konstituen di daerah pemilihan.

Publik baru mengetahui dampak regulasi setelah undang-undang disahkan. Proses legislasi berlangsung cepat, tertutup, dan minim partisipasi. Dalam kondisi seperti ini, rakyat direduksi menjadi objek legitimasi, bukan subjek demokrasi.

Jika wakil rakyat tidak pernah secara sungguh-sungguh bertanya kepada rakyat, maka keterwakilan itu kehilangan makna politik dan moralnya.

Dominasi Legislatif dan Trias Politica yang Timpang

Indonesia mengadopsi konsep trias politica Montesquieu untuk mencegah penumpukan kekuasaan. Namun pasca Reformasi 1998, justru lembaga legislatif menjelma sebagai institusi paling dominan. DPR tidak hanya memproduksi undang-undang, tetapi juga mengontrol hampir seluruh simpul kekuasaan negara.

Contoh paling jelas adalah mekanisme pemilihan komisioner KPU dan Bawaslu yang harus melewati DPR. Padahal, kedua lembaga ini berfungsi sebagai wasit pemilu. Ketika wasit dipilih oleh peserta pertandingan, konflik kepentingan menjadi sesuatu yang sistemik, bukan kebetulan.

Kontroversi penyelenggaraan Pemilu 2019 dan 2024 mulai dari dugaan keberpihakan hingga lemahnya penegakan etik tidak bisa dilepaskan dari desain sistem yang membuat lembaga penyelenggara pemilu bergantung pada kekuatan politik.

Yudikatif dalam Pusaran Kekuasaan

Ketimpangan demokrasi juga terlihat jelas pada lembaga yudikatif. Putusan Mahkamah Konstitusi yang meloloskan Gibran Rakabuming sebagai calon wakil presiden menjadi titik balik paling serius dalam sejarah independensi MK. Putusan tersebut tidak hanya memicu kritik etik, tetapi juga menegaskan bahwa hukum dapat diproduksi untuk melayani kekuasaan.

Kepercayaan publik terhadap lembaga peradilan merosot. Ketika pengadilan konstitusi kehilangan jarak dari kekuasaan, demokrasi kehilangan pagar terakhirnya.

Lebih jauh, keputusan yang membuka ruang TNI dan Polri menduduki jabatan sipil memperlihatkan kemunduran agenda reformasi sektor keamanan. Supremasi sipil yang diperjuangkan sejak 1998 kembali tergerus secara legal-formal.

Represi dan Penyempitan Ruang Sipil

Kualitas demokrasi tidak hanya diukur dari pemilu, tetapi dari cara negara merespons kritik. Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) mencatat sedikitnya 3.337 orang ditangkap di 20 kota pada Agustus 2025 dalam konteks aksi protes. Data lain menyebut angka penangkapan bahkan mencapai lebih dari 5.000 orang.

Penangkapan massal terhadap warga dan mahasiswa menunjukkan kecenderungan negara mengelola kritik dengan pendekatan keamanan, bukan dialog demokratis. Ini adalah ciri klasik demokrasi yang sedang mengalami kemunduran.

Demokrasi dalam Cengkeraman Modal

Demokrasi Indonesia juga semakin terjerat oligarki dan kapitalisme. Money politics dalam Pilkada bukan lagi anomali, melainkan mekanisme yang diterima secara diam-diam. Kandidat yang tidak memiliki modal besar hampir pasti tersingkir, atau terpaksa tunduk pada kepentingan pemodal.

Akibatnya, kebijakan publik tidak lagi lahir dari kebutuhan rakyat, melainkan dari kompromi kekuasaan dan modal. Penguasaan sumber daya alam oleh korporasi besar termasuk asing adalah konsekuensi dari demokrasi yang dikuasai oligarki.

Ironisnya, negara bahkan terlibat dalam praktik pertukaran data pribadi warga negara dengan pihak asing, bertentangan dengan UU No. 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi. Ketika negara memperlakukan data warganya sebagai komoditas, demokrasi kehilangan dimensi etiknya.

Reset Demokrasi: Dari Wacana ke Tindakan

Dalam situasi seperti ini, Indonesia tidak cukup melakukan perbaikan administratif. Yang dibutuhkan adalah reset demokrasi pembenahan menyeluruh terhadap struktur dan praktik kekuasaan.

Reset demokrasi bukan konsep abstrak. Ia harus diwujudkan melalui tindakan konkret. Pertama, pemilihan komisioner KPU dan Bawaslu harus dikeluarkan dari kendali DPR dan diserahkan kepada lembaga seleksi independen, sebagaimana praktik di sejumlah negara demokrasi. Ketergantungan penyelenggara pemilu pada DPR hanya akan memperpanjang konflik kepentingan.

Kedua, pemilihan pimpinan TNI dan Polri harus sepenuhnya berbasis profesionalisme, bukan kalkulasi politik. Praktik uji kelayakan di DPR selama ini lebih sering menjadi arena tawar-menawar politik ketimbang penilaian objektif kapasitas.

Ketiga, sistem kepartaian perlu ditata ulang. Banyaknya partai politik tidak otomatis memperkuat demokrasi. Sebaliknya, ia justru memperlebar fragmentasi kepentingan elit dan memperbesar biaya politik, yang akhirnya dibebankan kepada rakyat melalui money politics.

Keempat, partai politik harus berhenti menjadikan modal sebagai tiket kekuasaan. Tanpa reformasi internal partai, demokrasi akan terus dikuasai oligarki dan kehilangan legitimasi sosialnya.

Reset demokrasi hanya mungkin jika rakyat kembali ditempatkan sebagai subjek, bukan sekadar objek elektoral. Demokrasi tidak cukup dijaga melalui pemilu, tetapi melalui keberanian menegakkan etika, keadilan, dan supremasi hukum.

Indonesia tidak kekurangan orang pintar. Yang langka adalah keberanian politik untuk memutus dominasi elit dan modal. Demokrasi akan terus menurun jika rakyat terus dijauhkan dari kekuasaan yang seharusnya mereka miliki.

Muhamad Zakir Mokoginta

Penulis adalah Putra Asli Desa Pontodon Kecamatan Kotamobagu Utara, Aktivis dan mahasiswa Kampus Universitas Dumoga Kotamobagu. Saat ini tercatat sebagai Sekretaris Umum HMI Bolaang Mongondow Raya

Ukir 97 Medali di Porprov Sulut XII, Atlet Kotamobagu Tuai Apresiasi Wali Kota

Ukir 97 Medali di Porprov Sulut XII, Atlet Kotamobagu Tuai Apresiasi Wali Kota
Prestasi Atlet di Ajang Porprov Sulut XII Tuai Apresiasi Wali Kota, Weny Gaib (Foto: Diskominfo Kotamobagu)

Kotamobagu, ZONABMR.COM — Prestasi gemilang kontingen Kota Kotamobagu pada Porprov Sulawesi Utara XII tahun 2025 di Manado, mendapat apresiasi langsung dari Wali Kota Kotamobagu dan mendorong pemerintah daerah menyiapkan peningkatan infrastruktur olahraga.

Apresiasi tersebut disampaikan pada upacara perayaan HUT ke-116 Kota Kotamobagu, Senin (19/01/2026), di Alun-alun Boki Hontinimbang.

“Atas nama pribadi, jajaran Pemerintah Daerah, bahkan atas nama seluruh masyarakat Kota Kotamobagu, saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya disertai ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh atlet Kota Kotamobagu yang telah mengharumkan nama daerah,” ujar Wali Kota Kotamobagu dalam sambutannya.

Menurut Wali Kota, prestasi yang diraih para atlet tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga kebanggaan seluruh masyarakat.

Capaian tersebut merupakan bukti kerja keras, disiplin, semangat juang, serta komitmen tinggi dalam membawa nama baik daerah di tingkat Provinsi Sulawesi Utara.

“Prestasi ini merupakan bukti kerja keras, disiplin, dan semangat juang yang tinggi dalam mengharumkan nama Kota Kotamobagu di tingkat provinsi,” tegasnya.

Pada ajang Porprov Sulut XII yang digelar di Manado, kontingen Kota Kotamobagu berhasil mengoleksi 24 medali emas, 33 medali perak, dan 40 medali perunggu, dengan total 97 medali, sekaligus menempatkan diri di peringkat ke-6 klasemen akhir.

Sebagai tindak lanjut atas capaian tersebut, Pemerintah Kota Kotamobagu merencanakan pembangunan jogging track di Alun-alun Paloko Kinalang dan perbaikan sarana prasarana Gelora Ambang guna menunjang pembinaan atlet serta mendorong partisipasi masyarakat dalam berolahraga.

Menanggapi perhatian pemerintah daerah, Ketua Akuatik Kotamobagu, Aisa Christine Bibisa, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada pimpinan daerah atas dukungan yang diberikan kepada atlet dan cabang olahraga.

“Saya selaku Ketua Akuatik Kotamobagu sangat berterima kasih atas perhatian serta kepedulian dari Pemerintah Kota Kotamobagu, yakni Pak Wali Kota dr. Weny Gaib dan Pak Wakil Wali Kota Rendy Mangkat, SH, MH, yang juga dalam kapasitasnya sebagai Ketua KONI Kotamobagu,” ujar Christine.

Atlet Akuatik Kotamobagu Peraih Medali Emas Porprov Sulut XII

Ia menegaskan bahwa cabang olahraga akuatik, khususnya renang, menjadi salah satu tulang punggung prestasi Kotamobagu pada Porprov Sulut XII.

“Akuatik renang merupakan cabang olahraga yang menjadi penyumbang medali terbanyak untuk Kota Kotamobagu pada ajang Porprov 2025 di Manado,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Christine juga menyoroti pentingnya pemberian bonus dan perhatian pemerintah sebagai bagian dari pembinaan atlet berkelanjutan.

“Bonus ini bukan hanya sebagai penghargaan, tetapi juga menjadi motivasi agar atlet terus meningkatkan prestasi dengan tetap giat berlatih, sehingga tidak hanya berkompetisi di ajang Pekan Olahraga Provinsi, tetapi juga mampu tampil di event skala nasional bahkan internasional,” jelasnya.

Menurutnya, olahraga tidak semata-mata berorientasi pada prestasi, tetapi juga memiliki peran strategis dalam pembangunan sumber daya manusia.

“Selain prestasi, tujuan olahraga adalah membangun karakter, kesehatan, serta meningkatkan kualitas generasi muda yang ada di Kota Kotamobagu,” pungkas Christine.

Sementara itu, pelatih cabang olahraga Muay Thai dan Kick Boxing Kota Kotamobagu, Andrey Pakariyanto, turut menyampaikan rasa bangga dan apresiasi atas penyerahan simbolis bonus Porprov yang dilaksanakan bertepatan dengan HUT ke-116 Kota Kotamobagu.

Ia menilai momentum tersebut menjadi bentuk penghargaan nyata atas perjuangan atlet dan pelatih selama berlaga di Porprov Sulut XII.

Ukir 97 Medali di Porprov Sulut XII, Atlet Kotamobagu Tuai Apresiasi Wali Kota
Andrey Pakariyanto bersama Orang Tua Atlet, Usai Menerima Bonus dari Pemkot Kotamobagu (Foto: Andrey)

“Penyerahan simbolis bonus Porprov di momen HUT Kotamobagu ini sangat menyenangkan dan mengesankan, karena inilah yang sudah ditunggu oleh seluruh atlet dan pelatih Kotamobagu yang telah berjuang di ajang Porprov di Manado,” ujar Andrey.

Ia mengaku bangga mewakili para pelatih penerima bonus, khususnya pelatih atlet peraih medali emas, serta menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Kotamobagu atas perhatian yang diberikan.

“Saya mewakili para pelatih penerima bonus, khususnya pelatih peraih medali emas, merasa sangat senang dan bangga. Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Pemerintah Kota Kotamobagu karena perjuangan kami semua telah diapresiasi,” katanya.

Andrey berharap ke depan dukungan pemerintah daerah terhadap atlet dan pelatih dapat terus ditingkatkan, terutama menjelang ajang Porprov berikutnya.

“Kedepan saya berharap pada ajang Porprov selanjutnya, Pemerintah Kota Kotamobagu bisa memberikan dukungan yang lebih baik lagi bagi atlet dan pelatih yang akan berjuang mati-matian demi menjadi yang terbaik dan mengharumkan nama Kota Kotamobagu,” pungkasnya.

Pemerintah Kota Kotamobagu berharap sinergi antara pemerintah daerah, KONI, dan seluruh cabang olahraga dapat terus diperkuat, sehingga prestasi yang telah diraih dapat ditingkatkan secara berkelanjutan di masa mendatang.

Mengenang Sosok Darmo Paputungan: Birokrat Ulung BMR Yang Low Profile

Mengenang Sosok Darmo Paputungan: Birokrat Ulung BMR Yang Low Profile
Alm. Drs. Darmo Paputungan

ZONABMR.COM – Sejarah birokrasi di tanah Totabuan mencatat nama Almarhum Drs. Darmo Paputungan sebagai salah satu figur penting yang memiliki dedikasi panjang, mulai dari era kepemimpinan Bupati Marlina Moha Siahaan (MMS) hingga masa pemerintahan awal mantan Walikota Ir. Tatong Bara.

Namun, jauh sebelum dikenal sebagai birokrat emas tanah totabuan, Darmo Paputungan telah mengukir prestasi gemilang di sektor swasta. Beliau pernah menduduki posisi strategis sebagai Manajer Utama di proyek nasional pengelolaan kelapa atau di masa lalu disebut Coconut World Centre.

Berkat kinerjanya yang luar biasa, beliau sempat mendapatkan tawaran prestisius untuk dipromosikan menetap dan bekerja di luar negeri.

Namun, kecintaan lelaki kelahiran 3 Juli 1952 yang mendalam pada tanah kelahiran membuatnya memilih jalan yang berbeda; beliau menolak peluang emas di luar negeri tersebut dan mengabdi sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di daerah.

Sebagai pejabat senior yang disegani, kiprahnya sangat sentral saat menjabat sebagai Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Kabupaten Bolaang Mongondow era awal 2000-an.

Di masa itu, beliau mengelola sektor niaga dan industri salah satu fokus utamanya adalah industri kerajinan, kemudahan izin usaha, investasi, dan inovasi menjadikan labuan uki seperti pelabuhan bitung untuk memudahkan kemudahan proses arus barang yang akhirnya terhenti di tengah jalan.

Gagasan itu lahir saat wilayah Bolmong raya masih menjadi satu kesatuan besar sebelum dimekarkan menjadi beberapa daerah otonom seperti hari ini.

Kapasitas intelektual alumni Universitas Sam Ratulangi (UNSRAT) ini tidak diragukan lagi, terutama setelah menempuh pendidikan kepemimpinan selama sembilan bulan di Universitas Indonesia (UI).

Kompetensi manajerialnya kian teruji ketika mengikuti diklat kepemimpinan Eselon II atau SPAMEN, di mana beliau berhasil meraih predikat sebagai salah satu lulusan dengan nilai tertinggi di tingkat nasional.

Reputasi cemerlang ini membuat sosok Darmo Paputungan dikenal luas melintasi batas wilayah Bolaang Mongondow Raya (BMR). Banyak birokrat ulung di Sulawesi Utara (Sulut) mengenal beliau dengan baik sebagai sosok yang cerdas namun hidup sederhana.

Bahkan, banyak tokoh penting yang dekat dengan beliau dan sering berdiskusi ringan. Salah satunya mantan Pj Bupati Bolsel A.R Mokoginta, mantan Sekda Boltim Moh. Assegaf hingga Sekprov Sulut Tahlis Gallang.

Tidak sedikit pula pejabat di lingkup Pemerintah Provinsi maupun Kabupaten/Kota lainnya di Sulut yang menjadikan beliau sebagai mentor dalam hal pemahaman tata kelola pembangunan daerah. Beliau juga dekat dengan kalangan pengusaha di kota kotamobagu.

Dengan pangkat Golongan IV/b (Pembina Tingkat I), nama Darmo Paputungan sempat mencuat kuat dalam bursa calon Penjabat (Pj) Bupati pasca-pemekaran wilayah di BMR kala itu namun beliau tidak mengambil kesempatan tersebut dan memilih menutup karirnya dengan pensiun dini.

Pasca pensiun, tenaga dan pemikiran beliau tetap diandalkan oleh Pemerintah Kota Kotamobagu, di mana beliau dipercaya menjabat sebagai Staf Khusus Walikota Bidang Ekonomi dan Pembangunan di era kepemimpinan Tatong Bara – Jainudin Damopolii selama 5 tahun.

Di luar jalur birokrasi, beliau juga dikenal pernah tercatat sebagai Pembina Partai Amanat Nasional (PAN) Kotamobagu.

Perjalanan hidup sang birokrat ulung yang low profile ini berakhir pada Maret 2022 pada usia 69 tahun di kampung kelahirannya, Desa Lolan, Kabupaten Bolaang Mongondow karena penyakit stroke yang diderita. Beliau meninggalkan seorang putra yang dikenal luas sebagai musisi indie Zumi Paputungan, yang juga kini mengikuti jejak ayahnya sebagai PNS.

Meski kini telah tiada, seluruh dedikasi dan kontribusi yang telah diberikan Drs. Darmo Paputungan tetap menjadi bagian tak terpisahkan dalam sejarah pembangunan di Bolaang mongondow raya. ***

BREAKING NEWS! Niat Melerai Berujung Maut: Sujarwo Tewas Ditikam di Parkiran Toko Tita

BREAKING NEWS! Niat Melerai Berujung Maut: Sujarwo Tewas Ditikam di Parkiran Toko Tita
Jenazah Korban Saat Dievakuasi (Foto: Udi)

Kotamobagu, ZONABMR.COM – Niat baik berujung tragedi. Sujarwo Pinontoan (27), warga Kelurahan Pontodon, Kecamatan Kotamobagu Utara, tewas setelah mencoba melerai perkelahian yang terjadi di pelataran parkir Toko Tita, Ahad (04/01/2026).

Berdasarkan pantauan ZONABMR.COM di lokasi kejadian, Sujarwo diketahui merupakan karyawan Toko Tita.

Saat insiden berlangsung yang diperkirakan sekira pukul 03.53 WITA, korban berusaha menghentikan keributan di area parkir toko. Namun, upaya tersebut justru berakhir tragis.

Korban diduga menjadi sasaran pengeroyokan. Ia dipukul menggunakan batu dan paving blok, sebelum akhirnya ditikam di bagian ulu hati.

Luka tikam tersebut diduga kuat menjadi penyebab korban meninggal dunia di lokasi kejadian.

Tim INAFIS (Indonesia Automatic Fingerprint Identification System) Polres Kotamobagu yang turun ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) telah melakukan olah TKP dan mengamankan sejumlah barang bukti. Barang bukti tersebut di antaranya sandal yang diduga milik korban, batu, serta paving blok yang diduga digunakan pelaku saat melakukan penganiayaan.

Pihak keluarga korban telah melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Kotamobagu sebagai dugaan tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang.

Sementara itu, berdasarkan pantauan di sekitar TKP, salah satu pemilik warung yang berada tepat di depan lokasi kejadian mengaku tidak mendengar adanya keributan maupun teriakan saat peristiwa berlangsung.

Saat ini, Tim Reserse Mobile (Resmob) Polres Kotamobagu tengah melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku.

Berdasarkan informasi awal yang dihimpun, pelaku diduga berjumlah dua orang.

Jenazah Sujarwo Pinontoan saat ini telah dievakuasi ke RSUD Kotamobagu untuk menjalani proses otopsi guna memastikan penyebab pasti kematian.

Hingga berita ini diturunkan, pantauan ZONABMR.COM menunjukkan aparat kepolisian masih terus mengembangkan penyelidikan dan mengumpulkan keterangan saksi di sekitar lokasi kejadian.