Beranda blog Halaman 520

Hari Pertama Pemasukan Berkas CPNS Sepi

Para CPNS saat dikumpukan di Aula Kantor Wali Kota.

ZONA KOTAMOBAGU – Tahapan pemasukan berkas Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang baru saja dinyatakan lulus Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB), dimulai Senin (14/1) hingga Jumat (25/1) mendatang.

Namun di hari pertama pemasukan berkas kemarin, belum ada satupun pelamar yang datang memasukan berkas ke Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP).

“Belum ada berkas yang masuk. Mungkin mereka (CPNS) masih mengurus kelengkapannya,” kata Kasubid Pengadaan dan Pemberhentian, Alfi Syahrin Rustam.

Kelengkapan berkas wajib untuk setiap CPNS. Dalam pengumuman Panitia Pengadaan CPNSD nmor; 37/83/TIMSEL-CPNSD/I/2019 tentang kelengkapan berkas, CPNS yang tidak melengkapi berkas yang sudah ditetapkan, maka yang bersangkutan tidak dapat diangkat sebagai CPNS. “Jadi kelengkapan berkas ini harus diperhatikan. Jangan sampai ada yang tidak lengkap. Pastikan dulu sudah lengkap, baru dimasukan,” ujarnya.

Selain kelengkapan berkas, ia juga mengingatkan semua CPNS untuk tidak memberikan keterangan atau data yang tidak benar. Jika kedapatan katanya, yang bersangkutan dapat digugurkan atau dibatalkan kelulusannya dan diberhentikan tidak dengan hormat jika sudah diangkat menjadi PNS. “Usahakan semua data sesuai dan benar. Jangan memasukan data yang tidak benar, karena bisa berakibat fatal,” ungkapnya.

Seperti diketahui, CPNS yang dinyatakan lulus SKD dan SKB sebanyak 232 orang. Adapun berkas yang harus dimasukan adalah; surat lamaran (ditulis tangan menggunakan huruf capital) yang dibubuhi tanda tangan di atas materai dan ditujukan ke wali kota, ijazah SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA, DIII/DIV/S1 dan S2 beserta transkrip nilai, pas foto terbaru (ukuran 3×4 dan 4×6 masing-masing 8 lembar dengan latar merah, daftar riwayat hidup, SKCK, surat keterangan dokter, surat keterangan tidak pernah mengkonsumsi/menggunakan narkoba dari rumah sakit, surat pernyataan tidak pernah dihukum penjara,  kartu pencari kerja, akta lahir, foto copy KTP, foto copy surat akta nikah, foto copy surat kelahiran anak, Asli SK honorer/tenaga kontrak yang ditandatangani paling rendah pejabat eselon II dan foto copy yang telah dilegalisir.

“Bagi peserta yang dinyatakan lulus dan tidak meregistrasi/daftar ulang, maka yang bersangkutan dinyatakan gugur dan wajib membuat surat pernyataan mengundurkan diri. Kemudian formasinya akan diisi oleh peserta yang memenuhi peringkat berikutnya pada formasi dan pendidikan yang sama,” kata Ketua Panitia Pengadaan CPNSD, Adnan Massinae. (ads/trz)

Musim Penghujan, Masyarakat Diminta Waspada DBD

Jusnan C Mokoginta

ZONA BOLMUT — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bolmut menginstruksikan warga untuk memperhatikan pola hidup sehat selama musim penghujan saat ini. Pasalnya, curah hujan yang cukup tinggi dalam sebulan terakhir ini, mengakibatkan banyak genangan air serta banjir dalam volume kecil. Situasi ini tentu berpotensi menjadi wadah perkembangbiakan jentik nyamuk penyebab penyakit Demam Berdarah Deangue (DBD).

“Sekarang ini sudah ada 7 warga yang menjadi korban serangan DBD, masing-masing 3 orang di wilayah Desa Buko Kecamatan Pinogaluman dan 4 orang di Kecamatan Bintauna. Kami harap kesadaran warga, terutama menerapkan pola 3 M,” ujar Kepala Dinkes, dr Jusnan C Mokoginta MARS, Senin (14/1).

Dijelaskannya, langkah-langkah antisipasi saat memasuki musim penghujan telah dfilaksanakan Dinkes Bolmut, diantaranya dengan melaksanakan fogging dengan menyasar sekolah serta rumnah-rumah warga di daerah endemik seperti Kecamatan Bintauna. Pasca penemuan kasus DBD tandasnya, inrtensitas pelaksanaan fogging ditingkatkan, khususnya di daerah yang menjadi lokasi penemuan pasien DBD.

Dia menjelaskan, seluruh warga popsituif DBD yang ditemukan saat ini telah ditangani, sehingga tidak sampai menyebabkan adanya korban jiwa. “Kami juga meminta bantuan masyarakat, agar secepatnya melaporkan kepada aparat medis di tingkat puskesmas terdekat hingga Dinkes Bolmut, apabila menemukan ada anggota keluarga, sahabat dan tetangga yang mengalami gejala DBD. Tujuannya agar mendapatkan penanganan yang lebih cepat,” pinta mantan Kadis Dinkes Bolmong Timur itu. (Rendy)

Rampungkan MRBM, Pemkot Siapkan Anggaran 6,6 miliar

Adin Mantali

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) menyiapkan anggaran sekira Rp6,6 miliar dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun ini untuk lanjutan penyelesaian Masjid Raya Baitul Makmur (MRBM).

Menurut Kepala Bagian Kesejahteraan Sosial (Kesos), Adin Mantali, anggaran yang disiapkan tahun ini difokuskan pada pengerjaan fisik seperti basement, taman dan finishing untuk koridor depan dan bawah. “Kemarin kita sudah rapat persiapan lanjutan pekerjaan itu. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini sudah action,” katanya.

Ia mengungkapkan, ada beberapa sisi bangunan yang direncanakan akan dibongkar. Bangunan itu terdiri di bagian pintu utama. Namun demikian, ia mengaku pihaknya masih akan berkoordinasi dengan instansi terkait lainnya. “Usulannya begitu dengan pertimbangan estetika. Agar ada pandangan dari jalan raya bisa langsung masih ke dalam masjid. Tapi kita koordinasi dulu dengan bagian aset karena konstruksi masih dalam pengerjaan. Sementara dikaji, dan dalam waktu ini sudah ada hasilnya,” ungkapnya.

Dijelaskannya, lanjutan pengerjaan masjid termegah di Sulawesi Utara itu masih menunggu proses lelang. “Tinggal tunggu hasil perencanaan, setelah itu masuk proses lelang untuk fisik. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini. Pengerjaannya diperkirakan sampai 100 hari. Jika semua berjaan sesuai yang kita rencanakan baik itu lelang maupun pengerjaan fisik, maka tahun ini masjid sudah bisa rampung 100 persen,” jelasnya. (ads/trz)

Cuaca Buruk, BPBD Imbau Nelayan tak Melaut

Musliman Datukramat

ZONA BOLMUT — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bolmut mengimbau para nelayan di seluruh wilayah pesisir daerah itu tidak melaksanakan aktivitas melaut untuk sementara waktu. Pasalnya selama musim penghujan ini, gelombang pantai kerap naik hingga 1,5 meter, dan beresiko membahayakan keselamatan para nelayan.

“Ada baiknya selama musim ombak tinggi sekarang ini, para nelayan memanfaatkan waktu untuk memperbaiki peralatan melaut yang mengalami kerusakan, mulai dari perahu, jaring dan lain-lain,” ujar Kepala BPBD, Musliman Datukramat, Senin (14/1).

Musliman turut mengimbau kepada masyarakat yang hendak berwisata di pantai, agar tidak melakukan aktivitas mandi, utamanya bagi kalangan anak-anak yang tinggal di pesisir pantai, diharapkan diawasi agar tidak bermain di area pantai untuk sementara waktu.

“Situasi pantai sekarang ini sangat berbahaya bagi keselamatan masyarakat, terlebih khusus para nelayan. Ada banyak kegiatan positif yang bisa dilaksanakan untuk menggantikan kiegiatan melaut, ketimbang harus membahayakan keselamatan diri,” imbaunya. (Rendy)

Ini Alasan Wali Kota PIndah RKUD ke BNI

Tatong Bara

ZONA KOTAMOBAGU – Rencana pemindahan Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) Pemerintah Kota (Pemkot) dari Bank SulutGo ke BNI mendapat sambutan positif dari PT BNI Persero Tbk. Hal ini disampaikan CEO PT BNI Tbk wilayah Manado, Haris Handoro, disela kunjungannya ke data center dan command center, Kamis (10/1).

Menurutnya, pihaknya siap member pelayanan yang maksimal ke Pemerintah Kota (Pemkot). “Kalau pelayanan kami sudah pasti komit. Kita bisnis di bidang jasa, maka pelayanan itu nomor satu,” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Tatong Bara, mengungkapkan pemindahan RKUD dari Bank SulutGo ke BNI adalah untuk lebih memaksimalkan pelayanan. “Pemindahan RKUD ini jangan dianggap sebagai sebuah hal yang besar. Ini semata-mata untuk pelayanan, apalagi kita sedang menuju smart city tahun 2021,” ungkapnya.

Wali kota mengakui, ada kesamaan visi antara Pemkot dengan BNI dalam hal pelayanan. “Formatnya adalah transformasi pelayanan. Setelah melihat format itu dan disesuaikan dengan apa yang kita rencanakan tahun 2021 yaitu smart city, in sangat sinkron,” sebut wali kota.

Wali kota menambahkan, RKUD yang ada di BNI bisa termanfaatkan dalam rangka pelayanan. “Cuma itu tujuan kita kenapa dipindahkan ke RKUD,” tambahnya. (ads/trz)

Prestasi Awal Tahun, Pemkot Terima Piala Adipura

Adnan Massinae

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) dipastikan kembali menerima penganugerahaan adipura tahun 2018 dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KemenLHK). Kepastian ini berdasarkan undangan dari KemenLHK yang diterima Pemkot.

Dalam undangan itu, penganugerahan adipura 2018 akan dilaksanakan di Gedung Manggala Wanabhakti, Jakarta, Senin (14/1) pekan depan, oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla.

“Alhamdulillah Kota Kotamobagu mendapat penganugerahan adipura tahun 2018,” kata Sekretaris Daerah (Sekda), Adnan Massinae.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Nasrun Gilalom, mengungkapkan penganugerahan adipura 2018 baru dilakukan awal tahun ini dikarenakan ada tambahan tahapan penilaian yang dilakukan oleh tim penilai. “Undangannya sudah diterima. Insya allah ibu wali kota yang akan menerimanya,” unkapnya.

Penganugerahan adipura 2018 yang akan diterima pecan depan itu merupakan bukti kerja keras dan kerja sama Pemerintah Kota (Pemkot) bersama semua elemen masyarakat. “Ini adalah kebanggaan kita semua. Insya allah prestasi ini akan bisa dipertahankan dan lebih ditingkatkan lagi ke depannya,” ujarnya. (ads/trz)

E-Absensi Awasi Pegawai ‘Kaki Gatal’

Pegawai di lingkungan Pemkot Kotamobagu saat apel korpri.

ZONA KOTAMOBAGU – Gerak-gerik pegawai di lingkungan Dinas Kesehatan (Dinkes) akan diawasi melalui aplikasi e-absensi. Dengan begitu, ruang gerak pegawai ‘kaki gatal’ alias yang suka keluyuran di jam kerja ataupun yang sering datang terlambat dan pulang cepat, akan lebih mudah diawasi.

Kepala Data Center Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Rudy Yuanto Unu, mengatakan pihaknya saat ini tinggal merampungkan data Aparatur Sipil Negara (ASN) serta memasang instalasi yang terakses ke Dinas Kesehatan. “Kemungkinan minggu depan sudah rampung semua, dan setelah itu akan diluncurkan sebagai SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) percontohan penerapan e-absensi sekaligus launching Kota Kotamobagu menuju smart city 2021,” katanya.

Ia menjelaskan, aplikasi e-absensi berfungsi untuk memantau kehadiran serta kinerja pegawai Dinas Kesehatan. Setiap pegawai katanya akan diberikan kartu yang sudah terkoneksi dengan sistem pada aplikasi tersebut. “Nantinya setiap pegawai akan diberikan combo card yang berfungsi sebagai kartu identitas pegawai, ATM, pembayaran parkir maupun pembayaran tap cash. Kemudian tiap pintu yang ada di Dinas Kesehatan akan dipakai accses door yang bisa diakses melalui handphone pegawai,” jelasnya.

Dengan menggunakan aplikasi e-absensi, ia mengungkapkan bisa lebih mudah mengawasi aktivitas pegawai di Kantor Dinas Kesehatan, Rumah Sakit maupun Puskesmas. “Sistem ini bisa terakses hingga radius 20 meter. Jadi ketika ada pegawai yang keluar kantor atau melebihi radius itu, maka secara otomatis akan terbaca oleh sistem dan disaat bersamaan akan muncul pertanyaan kepada yang bersangkutan lewat handphone,” terangnya.

Selain e-absensi, aplikasi Edupatrol juga dalam waktu dekat ini akan segera diterapkan di dua sekolah percontohan, masing-masing SDN 2 Kotamobagu dan SMP Negeri 4 Kotamobagu. “Sekarang tinggal merampungkan data. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini akan diluncurkan bersamaan dengan e-absensi,” tambahnya. (ads/trz)

Tahun ini Pemkot Pasang 2.309 PJU

Imran Amon
Imran Amon

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) akan memasang 2.309 lampu jalan di sejumlah titik yang ada di wilayah Kota Kotamobagu. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP), Imran Amon.

Menurutnya, anggaran untuk pengadaan ribuan mata lampu itu berkisar Rp3 miliar, dengan target pemasangannya selesai tahun ini. “Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini sudah running pemasangannya,” katanya.

Dalam pemasangan PJU itu, ia mengungkapkan pihaknya akan berkoordinasi dengan PLN terutama soal daya yang akan digunakan. “Kita akan pelajari lagi, karena dari 800 PA kita turun sampai 350 ribu atau lebih dari setengah daya. Tahun ini kita target nol dayanya, setelah itu kita seragamkan pemasangan lampunya,” ujarnya.

Pemasangan lampu jalan itu katanya untuk ikut memperindah wajah Kota Kotamobagu sebagai kota jasa dan perdagangan. “Jika wajah kota kita terlihat indah, maka dengan sendirinya investor akan datang ke daerah ini,” tambahnya. (ads/trz)

CPNS Asal Luar Daerah Tak Diijinkan Pindah

Para CPNS saat dikumpukan di Aula Kantor Wali Kota.

ZONA KOTAMOBAGU – 232 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang barus saja dinyatakan lulus Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB), diminta untuk mengabdikan diri secara maksimal kepada Pemerintah Kota (Pemkot). Hal ini diutarakan Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) dihadapan para CPNS, Kamis (10/1) di Aula Kantor Wali Kota.

Menurutnya, setiap CPNS termasuk yang berasal dari luar daerah diharuskan untuk member diri sepenuhnya bagi Kota Kotamobagu. “Banyak juga yang berada dari luar Kotamobagu. Perlu diingatkan, anda sudah memilih Kota Kotamobagu, maka secara otomatis anda harus mengabdi sepenuhnya untuk daerah ini. Jangan hanya jadi batu loncatan kemudian pindah,” kata Sahaya.

Ia menyebut, perpindahan CPNS dari Kota Kotamobagu ke daerah lain akan sangat merugikan Pemerintah Kota (Pemkot). Oleh karena itu, ia mengingatkan agar CPNS terutama yang berasal dari luar daerah untuk bisa mengabdi sepenuhnya untuk Kota Kotamobagu. “Jika ada yang minta pindah, itu seperti merugikan daerah ini. Anda harus siap untuk mengabdi,” sebut Sahaya.

Pada kesempatan itu, Sahaya mengungkapkan status para CPNS saat ini belum sepenuhnya aman meski sudah dinyatakan lulus seleksi. “Sekarang ini masih berproses. Bisa saja gagal diangkat menjadi PNS. Ini bukan menakut-nakuti tapi sekadar mengingatkan saja. PNS saja yang sekian hari tidak masuk kerja bisa diberhentikan tidak dengan hormat karena akumulasi kehadiran. Apalagi baru CPNS. Pada prajab beberapa waktu lalu juga ada yang tidak lulus. Ini jangan sampai terjadi dan kita harap semua CPNS ini bisa diangkat menjadi PNS,” ujar Sahaya.

Selain itu, Sahaya juga mengingatkan para CPNS soal disiplin dan kinerja. Disiplin dan kinerja katanya bukan hanya sekadar kata, melainkan harus diaplikasikan dalam pelaksanaan tugas keseharian. “Disiplin harus dijaga, begitu juga dengan kinerja yang harus selalu ditingkatkan,” sebut Sahaya.

Sekretaris Daerah (Sekda), Adnan Massinae, menyampaikan masih ada proses setelah dinyatakan lulus seleksi CPNS serta berbagai persyaratan yang harus dipenuhi sebelum resmi menjadi PNS. “ Ketika sudah menjadi PNS maka tugas kalian adalah sebagai pelayan, pengayom dan pembantu masyarakat. Kalian semua akan memasuki dunia baru, dan tentu harus ada perubahan baik itu perilaku maupun sikap. Hanya ada dua pilihan, ikut atau tidak. Jangankan tidak ikut, ragu-ragu saja lebih baik kembali. Sebelum diangkat menjadi PNS nanti akan disumpah dengan Panca Prasetya Korps Pegawai Republik Indonesia,” tutur Adnan. (ads/trz)

Awal Tahun, 12 Warga Terserang DBD

Devi Lala

ZONA KOTAMOBAGU – Musim hujan yang terjadi akhir-akhir ini menjadi tanda awas bagi masyarakat. Pasalnya, di saat seperti ini sangat rawan dengan penyebaran berbagai jenis penyakit. Salah satunya adalah Demam Berdarah Dengue (DBD). Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan, serta rutin membersihkan tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), Devie Lala, mengatakan kebersihan lingkungan merupakan tindakan awal pencegahan penyebaran nyamuk aedes aegypti. “Kebersihan adalah hal paling utama. Kemudian jangan sampai ada genangan air di sekitar rumah kita, karena itu menjadi tempat perkembanganbiakan nyamuk. Jika lingkungan kita bersih, maka akan terhindar dari berbagai jenis penyakit,” katanya.

Ia mengungkapkan, di awal tahun ini sudah ada 12 kasus yang terjadi dan tersebar di sejumlah desa dan kelurahan. “Berdasarkan laporan dari tiap Puskesmas sudah ada 12 kasus pada bulan ini, dan penderitanya adalah anak-anak dan orang dewasa,” ungkapnya.

Pemberantasan sarang nyamuk harus dilakukan agar nyamuk yang membawa virus DBD tak dapat berkembang biak dan keluarga kita terlindung dari DBD. “Cuaca seperti saat ini sangat rentan dengan berbagai penyakit, termasuk DBD. Nyamuk yang membawa virus penyakit itu bisa dengan mudah berkembang biak di mana saja, termasuk di selokan. Pemberantasan sarang nyamuk cukup dengan 3 M Plus (menguras, menutup, menimbun) plus memakai hand body anti nyamuk,” ungkapnya.

Ia mengaku, pihaknya siap menindaklanjuti jika ada laporan masyarakat soal kasus DBD. Namun sebelum turun melakukan tindakan di lapangan, terlebih dahulu harus ada hasil laboratorium atau hasil pemeriksaan dokter yang menyatakan bahwa itu adalah DBD. “Kita akan identifikasi juga. Jika tidak ada jentik kemudian ada yang terserang DBD, maka bisa saja pasien tersebut terjangkit di tempat lain. Tapi kalau hasil identifikasi ternyata di wilayah itu terdapat banyak jentik, maka kita akan melakukan fogging di wilayah sekitar,” ujarnya. (ads/trz)