ZONA KOTAMOBAGU – Dinas Kesehatan (Dinkes) mendata pasien bibir sumbing untuk dioperasi secara massal. Saat ini, petugas Puskesmas Pembantu (Pustu) dan Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) sedang turun ke desa dan kelurahan untuk mencari 20 pasien yang akan ditangani.
Kepala Dinkes, Devi Lala, mengatakan sejak awal tahun pihaknya sudah mulai melakukan pendataan pasien bibir sumbing. Selain menurunkan petugas di lapangan, pihaknya juga berkoordinasi dengan para kepala desa dan lurah. “Kita masih menunggu data itu. Karena syaratnya harus 20 pasien, kemudian kita akan koordinasikan dengan dokter ahli dari provinsi untuk melakukan operasi,” katanya.
Diungkapkannya, beberapa bulan lalu pihaknya mendapati ada satu pasien bibir sumbing. Namun karena hanya satu orang, sehingga operasinya dilakukan di wilayah Gorontalo yang dilaksanakan Pemerintah Provinsi Gorontalo. “Bulan Februari ada satu pasien. Kebetulan ada operasi di Atinggola oleh Pemprov Gorontalo, sehingga kita fasilitasi agar bisa tertangani,” ungkapnya.
Disisi lain, ia mengimbau kepada para kepala desa dan lurah maupun petugas Pustu dan Poskesdes untuk segera melaporkan jika ada pasien bibir sumbing di setiap desa dan kelurahan atau wilayah masing-masing. “Kalau ada langsung dilaporkan. Nantinya kalau sudah ada 20 orang langsung kita tindakanjuti,” imbaunya. (ads/gito)
Rumah Adat Bolaang Mongondow yang dibangun Pemerintah Desa Kobo Kecil.
ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Desa (Pemdes) Kobo Kecil, Kecamatan Kotamobagu Selatan, memanfaatkan sebagian Dana Desa (Dandes) untuk mengembangkan potensi wisata budaya di desa tersebut. Salah satu yang dilakukan adalah membangun rumah adat Bolaang Mongondow.
Sekretaris Desa (Sekdes), Irwan Mokodompit, mengatakan pembangunan rumah adat tersebut bertujuan untuk menopang Desa Kobo Kecil sebagai desa wisata di Kota Kotamobagu. “Tahun lalu desa ini sudah ditetapkan sebagai desa wisata. Untuk menopang itu, harus ada rumah adat. Anggaran untuk pembangunannya 100 juta lebih dialokasikan lewat dana desa tahun 2017,” katanya.
Lanjutnya, tahun ini pihaknya kembali mengalokasikan anggaran untuk pengadaan fasilitas penunjang lainnya. “Semua kebutuhan dari lembaga adat di sini kami anggaran dan akan disimpan di rumah adat itu. Sekarang ini kita masih berkoordinasi dengan para lembaga adat untuk kelengkapan lainnya,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud), Agung Adati, mengungkapkan pihaknya mendorong langkah Pemdes Kobo Kecil dalam mengembangkan sektor wisata budaya di desanya. “Desa itu sudah ditetapkan sebagai desa wisata tahun lalu. Salah satu syarat menjadi desa wisata adalah memiliki rumah adat. Sebagai instansi terkait, tentu kami sangat mendorong upaya yang sedang dilakukan Pemerintah Desa Kobo Kecil,” ungkapnya. (ads/gito)
Pertemuan advokasi dan sosialisasi dalam rangka kampanye dan introduksi imunisasi Measles Rubella (MR)yang dilaksanakan Dinas Kesehatan di Hotel Sutanraja.
ZONA KOTAMOBAGU – Guna menekan angka kematian anak, Dinas Kesehatan (Dinkes) menggelar pertemuan advokasi dan sosialisasi dalam rangka kampanye dan introduksi imunisasi Measles Rubella (MR). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Hotel Sutanraja, Jumat (29/6), dan dibuka Sekretaris Kota (Sekkot) Adnan Massinae.
Menurut Kepala Dinkes, Devie Lala, kegiatan kampanye dan introduksi imunisasi MR merupakan program nasional. Dalam pelaksanaannya, pihaknya bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut dan berkoordinasi dengan seluruh lintas sektor mitra kesehatan.
“Ini baru sebatas kampanye, karena baru akan dilaksanakan pada Bulan Agustus sampai September tahun ini,” katanya.
Ia mengungkapkan, kampanye imunisasi MR adalah kegiatan imunisasi secara massal sebagai upaya untuk memutuskan transmisi penularan virus campak dan rubella pada anak usia 9 bulan sampai dengan di bawah 15 tahun, tanpa mempertimbangkan status imunisasi sebelumnya. “Sasaran utama kami adalah anak berusia sembilan bulan sampai lima belas tahun bisa disuntuk semua,” ungkapnya.
Ditambahkannya, imunisasi MR diberikan untuk melindungi anak Indonesia termasuk Kota Kotamobagu dari penyakit kelainan seperti gangguan pendengaran, gangguan penglihatan, kelainan jantung dan retardasi mental yang disebabkan adanya infeksi rubella pada saat kehamilan. “Upaya pencegahan kita lakukan lewat imunisasi ini,” tambahnya. (ads/gito)
Kerajinan tangan buatan warga Kelurahan Biga terpajang sebagai barang dagangan.
ZONA KOTAMOBAGU – Ivira Neli Putong (52), warga Kelurahan Biga, Kecamatan Kotamobagu Utara, menggali kreativitas dengan membuat berbagai kerajinan tangan yang berbahan dasar rotan, seperti penutup saji, keranjang, kursi dan sebagainya. Hasil kerajinan tangannya itu kemudian dijual kembali di lapan depan rumahnya.
Menurut pengakuannya, dirinya sudah mulai menekuni usaha itu sejak puluhan tahun lalu. “Sudah sekitar 30 tahun saya menjual kerajinan tangan ini. Ada tutup saji, kursi rotan dan lainnya semua tersedia di sini,” katanya.
Ia mengungkapkan, tempat penjualan hasil kerajinan tangan berbahan dasar rotan miliknya itu hanyalah satu-satunya yang berada di Kota Kotamobagu. “Di Kotamobagu hanya ada di sini, makanya banyak dari luar daerah yang datang membeli di sini,” ungkapnya.
Hasil penjualan kerajinan tangan yang dibuatnya katanya cukup lumayan dan bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari hingga biaya sekolah dan kuliah anak-anaknya. “Harganya ada yang sepuluh ribu, ada juga yang enam juta. Tergantung dari barang apa yang mereka beli. Setiap bulan hasilnya lumayan bisa tiga juta sampai lima juta,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disparbud), Agung Adati, mengungkapkan Pemerintah Kota (Pemkot) terus mendorong pengembangan berbagai produk unggulan daerah agar kedepannya bisa menjadi salah satu icon daerah.
“Itu sangat baik, menggali kreativitas yang bernilai jual. Itu juga bisa menyedot wisatawan datang ke Kotamobagu. Tentu ini harus didorong bersama sebagai bentuk kreativitas masyarakat Kota Kotamobagu,” ungkapnya. (ads/gito)
ZONA KOTAMOBAGU – Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Periode 2018-2023 telah berakhir. Meski sudah ada hasil real qount desk Pilkada Pemkot Kotamobagu, namun penentuan siapa pemenang hajat lima tahunan itu masih menunggu keputusan resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).
“Hasil real qount sudah ada, tapi tetap kita menunggu keputusan resmi dari KPU,” kata Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Irianto Mokoginta.
Disisi lain, ia mengapresiasi proses Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak Tahun 2018 di Kota Kotamobagu yang berjalan dengan aman dan lancar. “Kalaupun ada riak-riak kecil di lapangan, itu hal biasa dan dinamika pesta demokrasi. Situasi dan kondisi masih cukup kondusif. Terima kasih juga kepada masyarakat yang sudah menyalurkan hak pilihnya, serta pihak kepolisian dan TNI yang sudah ikut membantu kelancaraan pelaksanaannya,” sebutnya.
Ia mengimbau, semua elemen masyarakat tetap menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) pasca penghitungan suara. “Keamanan dan ketertiban harus tetap kita jaga bersama,” imbaunya.
Seperti diketahui, hasil real qount desk Pilkada Kotamobagu, Pasangan Calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota Nomor Urut 1, Tatong Bara-Nayodo Koerniawan (TB-NK), meraup 54,19 persen suara atau sebanyak 33.907. Sedangkan sang rival, Paslon Nomor Urut 2, Jainudin Damopolii-Suharjo Makalalag (Jadi-Jo), hanya mendapatkan dukungan 28.690 suara dengan presentase 45,81 persen. (ads/gito)
ZONA KOTAMOBAGU – Walikota Tatong Bara dijadwalkan akan menerima penghargaan Satya Lencana dari Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Pusat, 6 Juli mendatang. Hal itu sesuai undangan dari Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) dari Surat Keputusan Kepala BKKBN Pusat nomor 2.251/HL.102/G2/2018 tentang Tamu Prestasi KKBPK.
Tatong Bara menjadi satu-satunya Kepala Daerah (Kada) di Bolmong Raya (BMR) yang mendapatkan undangan tersebut. Sedangkan di Sulawesi Utara (Sulut), Tatong akan bersama Walikota Manado, Walikota Bitung dan Bupati Minahasa Tenggara menerima penghargaan itu di Graha Bumi Beringin, Manado.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB), Aldjufri Ngandu, mengatakan penghargaan diberikan kepada kepala daerah yang peduli dan berkomitmen soal kependudukan.
“Pengendalian penduduk dan kesejahteraan keluarga menjadi salah bagian dari penilaian. Setelah menerima penghargaan yang sama di Lombok dua tahun lalu, Kota Kotamobagu tahun ini kembali menerima penghargaan ini,” katanya.
Ia mengakui, capaian tersebut merupakan bukti kerja sama dan kerja keras semua pihak serta dorongan dan dukungan penuh dari walikota. “Perhatian ibu walikota terhadap kependudukan, keluarga berencana dan kesejahteraan keluarga sangat tinggi. Kalau tidak ada supprot dan perhatian beliau serta dukungan masyarakat, mustahil penghargaan ini akan didapat,” sebut mantan Kabag Humas itu. (ads/gito)
ZONA POLITIK — Pasangan Calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota Nomor Urut 1, Tatong Bara-Nayodo Koerniawan (TB-NK), terpilih menjadi walikota dan wakil walikota Kotamobagu periode 2018-2023. Meski belum ada keputusan resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU), namun dari hasil real qount desk Pilkada Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu, Paslon yang diusung 100 persen Partai Politik (Parpol) peraih kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kotamobagu itu unggul 54,19 persen atau sebanyak 33.907. Sedangkan sang rival, Jainudin Damopolii-Suharjo Makalalag (Jadi-Jo) hanya mendapatkan dukungan 28.690 dengan presentase 45,81 persen. Dari hasil itu, pasangan TB-NK hampir dipastikan memenangi kontestasi Pilkada serentak tahun ini di Kota Kotamobagu.
Data didapat dari Desk Pilkada Pemkot, dari empat kecamatan, TB-NK berhasil menang telak di Kecamatan Kotamobagu Timur dan Kotamobagu Selatan dengan perolehan masing-masing 10.600 suara dan 11.070 suara. Sementara sang lawan, hanya mendapat dukungan 7.184 suara dan 6.643 suara. Sedangkan di dua kecamatan lainnya, yakni Kotamobagu Barat dan Kotamobagu Utara, meskipun kalah tapi perbedaan suara tak teraluh jauh. TB-NK memperoleh suara 8.356 suara dan 3.881 suara, dan JadiJo 9.483 suara dan 5.380 suara.
“Data yang masuk ini adalah yang dikirim relawan di tiap-tiap TPS,” kata Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Irianto Mokoginta.
Meski telah ada hasil real qount, namun ia mengaku tetap menunggu keputusan resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU). “Ini real qount, tapi tetap tunggu pleno KPU,” sebutnya.
Menanggapi perolehan suara tersebut, Calon Walikota terpilih, Nayodo Koerniawan, mengatakan capaian tersebut merupakan bukti kerja keras dari tim pemenangan, partai pengusung dan pendukung TB-NK. “Syukur moanto (terima kasih) kepada semua pendukung TB-NK. Ini adalah bukti bahwa kami pasangan calon dan semua pendukung memiliki komitmen untuk bersama-sama memajukan Kota Kotamobagu tercinta ini,” kata Nayodo.
Sementara itu, Calon Walikota terpilih, Tatong Bara, mengungkapkan kemenangan TB-NK adalah kemenangan rakyat Kota Kotamobagu. “Kemenangan yang kita idam-idamkan terbukti hari ini. Terima kasih kepada partai politik pengusung serta semua tim pemenangan yang sudah bekerja sehingga kita mendapatkan hasil ini,” ungkap Tatong, dihadapan para pendukungnya saat berada di kediamannya Kelurahan Mogolaing.
Disisi lain, ia mengimbau kepada semua pendukungnya untuk tetap menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. “Kita boleh bereuforia, tapi keamanan dan ketertiban masyarakat harus tetap kita jaga bersama. Saya minta juga kita tidak melakukan konvoi, karena ini perintah Pak Kapolres. Saya harap semua dapat mematuhinya,” imbaunya.
Sementara itu, anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU), Ridwan Kalauw, mengungkapkan setelah tahapan pemungutan dan penghitungan suara di tiap TPS, formulir C1 dimasukkan dalam kotak berhologram kemudian akan diserahkan ke Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) untuk direkapitulasi di tingkat kecamatan. “Pleno PPK tahapannya mulai Tanggal 28 Juni sampai Tanggal 4 Juli. Kemudian pleno KPU tahapannya Tanggal 4 Juli sampai 6 Juli,” ungkapnya. (trz/gito)
Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Nomor Urut 1, Tatong Bara (kanan) dan Nayodo Koerniawan (kiri) saat kampanye akbar di Kelurahan Molinow.
ZONA POLITIK — Tim pemenangan Pasangan Calon (Paslon) Tatong Bara-Nayodo Koerniawan (TB-NK), meyakini Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Periode 2018-2023, akan dimenangkan pasangan TB-NK.
Kayakinan itu berdasarkan hasil survey yang dilakukan Pusat Demokrasi dan Hak Asasi Manusian (Pusdeham). Dari dua kali survey yang dilakukan pada Bulan Mei dan Juni, presentase kemenangan pasangan TB-NK selalu berada di atas angka 60 persen. Sedangkan sang rival, Jainudin Damopolii-Suharjo Makalalag (JaDi-Jo), hanya berada pada angka 37,4 persen. Sementara yang belum menentukan pilihan sebanyak 1,6 persen.
“Survey ini dilakukan pada 6 – 13 Juni 2018, dengan margin of error plus minus 5 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen. Jumlah sample yakni 500. Metode penarikan sample menggunakan metode multistage random dengan metode wawancara tatap muka,” kata Sekretaris Tim Pemenangan TB-NK, Ismail Dahab.
Lanjutnya, dari dua kali survey yang dilakulan pada Bulan Mei dan Juni, pasangan JaDi-Jo mengalami kenaikan lebih dibanding pasangan TB-NK. Namun demikian, kenaikan angka presentasi pasangan nomor urut 2 itu tidak signifikan.
“Pada Bulan Mei elektabilitas JaDi-Jo 35,6 persen, dan di Bulan Juni 37,0 persen. Untuk pasangan TB-NK pada Bulan Mel 60,8 persen dan pada Bulan Juni 61,4 persen. Pemilih yang belum menentukan pilihan mengalami penurunan. Di Bulan Mei 3,6 persen dan di Bulan Juni hanya 1,6 persen,” terangnya.
Melihat angka-angka tersebut dengan mempertimbangkan waktu yang sangat singkat, bisa dipastikan elektabilitas JaDi-Jo tak dapat melampaui TB-NK. “Insya allah, Tanggal 27 Juni (besok) pasangan TB-NK menang,” tambahnya. (trz)
ZONA KOTAMOBAGU – Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) diliburkan pada Rabu (27/6), dalam rangka Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2018. Hal ini disampaikan Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP), Sahaya Mokoginta.
Menurutnya, Keputusan Presiden (Kepres) nomor 14 Tahun 2018 tentang hari pemungutan suara pemilihan gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati serta walikota dan wakil walikota Tahun 2018 sebagai libur nasional, sudah diterbitkan.
“Tetap libur. Meskipun bulan ada surat edaran tapi Kepres sudah ada. Kemungkinan besok (hari ini, red) akan kita tindaklanjuti dengan surat edaran,” kata Sahaya.
Walikota Tatong Bara, mengimbau semua elemen masyarakat yang memiliki hak pilih untuk menyalurkan hak pilihnya pada hari H pemungutan suara. “Kita imbau masyarakat agar mempergunakan kesempatan ini untuk menyalurkan hak pilihnya pada 27 Juni. Jangan Golput, karena ini ajang untuk menunjukan tanggung jawab kita sebagai warga negara. Satu suara itu penting, untuk itu mari kita ke TPS menyalurkan hak pilih,” imbau walikota. (ads/gito)
ZONA KOTAMOBAGU – Potensi ternak babi ternyata sangat menjanjikan. Di Kelurahan Tumubui, Kecamatan Kotamobagu Timur, tak sedikit warga yang menggantungkan hidupnya lewat beternak babi. Salah satunya adalah Veki Rondonuwu (44). Mulai beternak babi sejak 2009 lalu, ia kini bisa menikmati hidupnya. Mampu menyekolahkan anaknya hingga perguruan tinggi serta bisa membangun rumah lewat hasil ternaknya.
Ia mengakui, setiap kali panen ia bisa mendapatkan penghasilan hingga jutaan rupiah. “Puji tuhan, dengan beternak babi saya bisa bangun rumah dan membiayai sekolah dan kuliah anak-anak saya,” katanya.
Ia mengungkapkan, seekor babi ia jual seharga Rp5 juta. Jika dalam sebulan atau tiap kali panen mencapai 10 ekor, maka ia bisa mendapatkan penghasilan hingga Rp50 juta. “Harga jual berbeda-beda, karena disesuaikan dengan beratnya. Kalau berat mencapai 130 kilo gram, harganya empat juta sampai lima juta per ekor. Biasanya yang datang membeli dari Minahasa. Kalau sudah dekat natal, tahun baru atau ada pengucapan, banyak pembeli yang datang,” ungkapnya.
Ia mengakui, kendala yang dihadapinya selama beternak babi adalah kurangnya pasokan pakan ternak hingga terbatasnya bantuan bibit dari pemerintah. “Yang menjadi kendala yakni pakannya. Karena babi harus diberikan makanan yang sesuai agar kualitas dagingnya juga akan sangat baik. Kalau sudah berumur tiga bulan harus diberi makan pelet, sedangkan kalau sudah memasuki usai dewasa atau sudah dekat panen, makanannya sudah ditambah jagung dan konsentrat. Harapannya, mudah-mudahan ada bantuan dari pemerintah berupa pakan ternak atau biaya untuk perawatannya,” ujarnya.
Kepala Bidang Peternakan, Manaf Pudul, mengimbau semua peternak babi untuk memperhatikan kesehatan ternaknya masing-masing. “Ada banyak peternak babi di sini. Kita mendorong pengembangannya, karena itu sangat berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat,” tuturnya. (ads/gito)