Beranda blog

TCL 2026 Tak Hanya Milik Kaum Pria, Penonton Perempuan Ramaikan Stadion Nunuk Matali

TCL 2026 Tak Hanya Milik Kaum Pria, Penonton Perempuan Ramaikan Stadion Nunuk Matali
Perempuan dari Berbagai Tingkatan Usia Tampak Berdiri Menyaksikan Pertandingan TCL 2026 di Antara Penonton (Foto: Akbar Upi)

Kotamobagu, ZONABMR.COM — Atmosfer berbeda terlihat dalam gelaran Totabuan Champions League (TCL) 2026 di Stadion Nunuk Kelurahhan Matali. Turnamen yang diselenggarakan oleh TCW itu tak lagi identik sebagai tontonan kaum pria semata. Dalam beberapa pertandingan awal, kehadiran penonton perempuan mulai mendominasi sejumlah sudut tribun.

Mulai dari pelajar hingga ibu rumah tangga tampak antusias menyaksikan pertandingan secara langsung. Fenomena ini menunjukkan bahwa TCL 2026 perlahan berkembang menjadi ruang hiburan yang dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat.

Hal itu diakui salah satu penonton, Iva Mokoagow, warga Kampung Baru. Menurutnya, selain memang menyukai sepak bola, faktor keamanan juga menjadi pertimbangan paling penting untuk datang menonton langsung di stadion.

“Sejauh ini, suasana pertandingan TCL 2026 cukup tertib dan membuat penonton perempuan merasa nyaman,” ujar Iva.

Menurut Iva, kehadiran petugas keamanan dan pengaturan penonton yang baik membuat perempuan maupun anak-anak tidak ragu datang menyaksikan pertandingan.

“Kalau keamanan dan kenyamanan seperti ini terus dipertahankan, saya yakin semakin banyak perempuan yang akan datang menonton. TCL bukan hanya menjadi hiburan bagi kaum pria, tetapi juga bagi masyarakat secara umum,” katanya.

(Foto: Akbar Upi)

Panitia penyelenggara mengakui meningkatnya jumlah penonton perempuan tidak terlepas dari berbagai upaya menciptakan suasana pertandingan yang aman dan nyaman bagi semua kalangan.

Salah satu panitia TCL 2026, Aulia Gaib, Sabtu (11/7/2026), mengatakan pihaknya berupaya semaksimal mungkin menjaga keamanan selama turnamen berlangsung. Menurutnya, sepak bola seharusnya menjadi tontonan yang bisa dinikmati bersama keluarga.

“Panitia berusaha semaksimal mungkin menjaga keamanan dan kenyamanan penonton selama pertandingan berlangsung. Karena itu, kami mengajak anak-anak maupun perempuan untuk datang dan menyaksikan langsung pertandingan TCL 2026 di Stadion Nunuk Matali,” ujar Aulia.

Meningkatnya antusiasme penonton perempuan dalam beberapa laga awal TCL 2026 menjadi sinyal bahwa sepak bola lokal kini mampu menjangkau audiens yang lebih luas (Foto: Akbar Upi)

Hal senada disampaikan Sekretaris Panitia, Sisman Damopolii. Ia menegaskan bahwa penyelenggara telah membangun koordinasi dengan berbagai pihak guna memastikan seluruh rangkaian pertandingan berjalan aman dan tertib.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian, Satpol PP, serta Pemerintah Kelurahan Matali untuk menjamin keamanan selama pelaksanaan turnamen. Keselamatan dan kenyamanan penonton menjadi prioritas panitia,” kata Sisman.

Sementara itu, Ketua Panitia TCL 2026, Hendra Mokoagow, menegaskan bahwa komitmen menghadirkan kompetisi yang sehat tidak hanya diwujudkan di dalam lapangan, tetapi juga melalui pengamanan yang ketat di area stadion.

Menurut Hendra, panitia ingin menjadikan TCL sebagai ajang olahraga yang ramah keluarga sekaligus menghadirkan pengalaman menonton yang menyenangkan bagi masyarakat.

“Sejak awal kami berkomitmen menghadirkan turnamen yang profesional, sehat, dan menghibur. Karena itu, aspek keamanan menjadi perhatian utama panitia. Kami ingin memastikan seluruh penonton, termasuk perempuan dan anak-anak, merasa aman dan nyaman saat datang ke Stadion Nunuk Matali,” ujarnya.

Meningkatnya antusiasme penonton perempuan dalam beberapa laga awal TCL 2026 menjadi sinyal bahwa sepak bola lokal kini mampu menjangkau audiens yang lebih luas. Dengan dukungan pengamanan dari berbagai pihak, turnamen ini diharapkan tidak hanya melahirkan pertandingan berkualitas, tetapi juga membangun budaya menonton sepak bola yang lebih inklusif di Kotamobagu.

Terungkap di Sidang Prapid PN Tangerang, SME Ditetapkan Tersangka, DPO, dan Diusulkan Red Notice dalam Sehari

Terungkap di Sidang Prapid PN Tangerang, SME Ditetapkan Tersangka, DPO, dan Diusulkan Red Notice dalam Sehari
Suasana Sidang Prapid SME di PN Tangerang (Foto: AK)

Jakarta, ZONABMR.COM – Sejumlah fakta baru terungkap dalam sidang praperadilan yang diajukan oleh Shesee Monicha Elshaday (SME), perempuan asal Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara, terkait penetapannya sebagai tersangka dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) oleh Polda Metro Jaya.

Dalam sidang praperadilan di Pengadilan Negeri Tangerang, kuasa hukum SME, Very Dilapanga, menilai terdapat kejanggalan dalam proses hukum yang dilakukan penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya. Menurutnya, kliennya tidak pernah diperiksa, baik sebagai saksi maupun tersangka, sebelum ditetapkan sebagai DPO.

Berdasarkan dokumen yang ditunjukkan dalam persidangan, penetapan SME sebagai tersangka, penerbitan DPO, permintaan bantuan pencarian orang, surat pencegahan ke luar negeri, hingga usulan penerbitan red notice disebut diterbitkan pada tanggal yang sama, yakni 15 Desember 2025.

Kuasa hukum SME menduga rangkaian penerbitan dokumen tersebut dilakukan tanpa didahului upaya pemanggilan maupun pemberitahuan kepada keluarga yang berdomisili di Kota Kotamobagu.

“Semua dokumen penetapan klien kami sebagai tersangka dan penetapan status DPO serta red notice diterbitkan dalam satu hari. Menurut kami, prosedur sebagaimana diatur dalam Peraturan Kepolisian Nomor 6 Tahun 2019 tidak dijalankan secara semestinya dan hak-hak hukum klien kami terabaikan,” kata Very Dilapanga usai sidang praperadilan, Kamis (9/7/2026).

Very juga menyatakan pihaknya mempertanyakan alasan penetapan DPO terhadap SME. Menurut dia, kliennya saat itu berada di Kamboja dengan dokumen keimigrasian yang sah.

“Klien kami berada di Kamboja sebagai pekerja migran dengan visa kerja dan izin tinggal yang resmi saat proses hukum berlangsung. Kami menilai seharusnya ada mekanisme pemanggilan yang ditempuh terlebih dahulu,” ujarnya.

Selain itu, pihak kuasa hukum menyebut memiliki data yang menunjukkan bahwa SME telah meninggalkan Indonesia sejak 26 Februari 2023. Atas dasar itu, mereka mempertanyakan penggunaan data perlintasan yang dijadikan salah satu dasar dalam proses penetapan DPO.

Dalam persidangan, tim kuasa hukum Polda Metro Jaya yang terdiri dari AKBP Iver Son Manossoh, Kombes Pol Abrianto Pardede, dan AKBP Julianthy menyerahkan sejumlah dokumen kepada hakim praperadilan Wisnu. Salah satu dokumen yang disampaikan, menurut pihak kepolisian, adalah surat dari Direktorat Jenderal Imigrasi terkait data perlintasan SME yang diterima sebelum penetapan status DPO.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Polda Metro Jaya mengenai dalil-dalil yang disampaikan pemohon dalam sidang praperadilan tersebut. Sidang masih berlangsung dan proses pembuktian dari kedua belah pihak masih berjalan.

Catatan redaksi: Seluruh dalil yang disampaikan dalam berita ini merupakan keterangan para pihak dalam persidangan praperadilan. Putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap akan menjadi dasar penilaian atas sah atau tidaknya tindakan hukum yang dipersoalkan.

Bonawang FC Awali Langkah di TCL 2026 dengan Kemenangan Meyakinkan atas Putra Jaton Ikhwan

Bonawang FC Awali Langkah di TCL 2026 dengan Kemenangan Meyakinkan atas Putra Jaton Ikhwan
Duel Seru Antara Pemain Bonawang FC dan Jaton Putra (Foto: Akbar)

Kotamobagu, ZONABMR.COM – Turnamen sepak bola bergengsi Totabuan Champions League (TCL) 2026 resmi bergulir. Laga pembuka yang berlangsung di Stadion Nunuk Matali, Rabu (8/7/2026), menjadi milik Bonawang FC setelah menundukkan Putra Jaton Ikhwan dengan skor meyakinkan 2-0.

Sejak peluit kick-off dibunyikan wasit Sugito Ahia, kedua tim langsung bermain terbuka dan saling menekan. Putra Jaton Ikhwan berupaya menguasai permainan, namun Bonawang FC tampil lebih efektif dalam memanfaatkan peluang.

Gol pembuka lahir pada menit ke-29 melalui aksi M. Uwais. Pemain bernomor punggung 13 itu sukses menuntaskan peluang yang diperoleh Bonawang FC dan membawa timnya unggul 1-0. Keunggulan tersebut bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Putra Jaton Ikhwan meningkatkan intensitas serangan demi mengejar ketertinggalan. Pelatih melakukan tiga pergantian pemain sekaligus dengan memasukkan Aldi M, Rahmat, dan Muh Nasir untuk menambah daya gedor di lini depan.

Meski terus menekan, upaya Putra Jaton Ikhwan selalu mampu dipatahkan lini pertahanan Bonawang FC yang tampil disiplin sepanjang pertandingan.

Bonawang FC justru kembali menghukum lawannya lewat serangan efektif. Pada menit ke-58, pemain pengganti Alfahri P yang masuk menggantikan Agip B berhasil mencetak gol kedua sekaligus memastikan kemenangan timnya menjadi 2-0.

Sebelumnya, Bonawang FC juga melakukan penyegaran dengan memasukkan Eliv M menggantikan Dito M pada menit ke-52.

Wajah Tegang di masing-masing Bench (Foto: Akbar)

Pertandingan berlangsung dalam tensi tinggi, terutama di babak kedua. Pengawas pertandingan Fanx Paputungan mencatat empat kartu kuning dikeluarkan wasit untuk meredam permainan keras dari kedua tim.

Tiga kartu kuning diberikan kepada pemain Putra Jaton Ikhwan, yakni Julianto (15′), Upik Antola (42′), dan Rizki Sugoha (45+1′). Sementara dari kubu Bonawang FC, Boceng menerima kartu kuning pada menit ke-76.

Usai pertandingan, Pelatih Bonawang FC, Andi Daun, mengaku bersyukur atas kemenangan perdana yang diraih timnya. Menurutnya, skuad Bonawang FC saat ini diperkuat perpaduan pemain lokal dan sejumlah talenta muda Elite Pro Academy (EPA) Maluku U-20 yang sebelumnya sukses menjadi runner-up Liga Soccer Indonesia.

Muh. Wais Side, Pemain Bonawang FC Berhasil Menjadi Man of the Match (Foto: Udi)

“Kami masih mencari sekitar lima pemain lagi yang benar-benar siap bekerja keras untuk tim. Alhamdulillah kami memiliki jaringan sehingga bisa mendatangkan pemain-pemain EPA Maluku U-20. Target kami jelas, menjadi juara grup dan membawa Bonawang FC menjadi yang terbaik di turnamen ini,” ujar Andi Daun.

Manajer Bonawang FC, Ardiansyah Ololah, turut mengapresiasi penampilan seluruh pemain yang mampu menjalankan instruksi pelatih dengan baik hingga mengamankan tiga poin pada laga perdana.

Menurutnya, manajemen masih membuka peluang menambah amunisi baru untuk memperkuat skuad menghadapi pertandingan berikutnya.

“Kami masih memiliki kuota untuk pemain baru agar tim ini semakin kompetitif. Prioritas kami saat ini adalah pemain-pemain muda potensial, khususnya yang merupakan jebolan EPA U-20,” katanya.

Susunan Pemain

Putra Jaton Ikhwan

Starter:

Akram Rahimo (PG/Kapten), Rizki Sugoha, Ruslan, Mando, Julianto, Diki Cage, Yirman Botulhe, Upik Antola, Ismail Adam, Alvit Mokodompit, Riyaldi Baulwo.

Cadangan:

Cholis Mokoagow, Aldi Mashanani, Rahmat H., Muhammad Nasir, Rizki Balangeng, Rika Luyangkun.

Pelatih: Rody

Manajer: Arifin Buchari

Bonawang FC

Starter:

Rifky Mokodompit (PG/Kapten), Angga Banggol, Boceng, Camaferro, Edo Inodap, Ahmad Bayau, Asrul, Dito Mokogagow, Agip Bonde, M. Uwais, Rido Matulili.

Cadangan:

Fajar Moddong, Kliv Mandang, Dandung Pasi, Alfahri Paputungan, Eliv Onggeleneng.

Pelatih: Andi Daun

Manajer: Rizaldi Pasi

Siap Wakili Sulut di O2SN Nasional, Ketua PBSI Afni Manoppo Siapkan Bonus Untuk Tiga Pebulutangkis Muda Kotamobagu

Siap Wakili Sulut di O2SN Nasional, Ketua PBSI Afni Manoppo Siapkan Bonus Untuk Tiga Pebulutangkis Muda Kotamobagu
Siap Wakili Sulut di O2SN Nasional, Ketua PBSI Afni Manoppo Siapkan Bonus Untuk Tiga Pebulutangkis Muda Kotamobagu (Foto: Akbar/PBSI Kotamobagu)

Kotamobagu, ZONABMR.COM – Tiga atlet bulutangkis asal Kota Kotamobagu dipastikan akan memperkuat kontingen Provinsi Sulawesi Utara pada Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat nasional. Kepastian itu diperoleh setelah mereka menorehkan hasil membanggakan pada O2SN tingkat Provinsi Sulawesi Utara yang digelar selama dua hari, 7–8 Juli 2026.

Dari tiga atlet tersebut, dua berhasil membawa pulang gelar juara pertama di jenjang SMP. Mereka adalah Steevie Gefanik Immanuel Mioyo, siswa SMP Negeri 3 Kotamobagu asal Kelurahan Tumobui yang menjadi juara pada nomor tunggal putra, serta Atiyah Nailah Manoppo, siswi MTs Negeri 1 Kotamobagu asal Kelurahan Gogagoman yang keluar sebagai juara tunggal putri.

Sementara itu, prestasi juga ditorehkan Kanindiyah Lagendrawan, siswi MI Al-Khairat Mogolaing yang berdomisili di Kelurahan Mogolaing. Ia berhasil finis di peringkat ketiga pada kategori putri jenjang SD.

Capaian tersebut mengantarkan ketiga atlet muda itu menjadi wakil Sulawesi Utara pada O2SN tingkat nasional. Mereka diharapkan mampu melanjutkan tren positif dan bersaing dengan para atlet terbaik dari berbagai provinsi di Indonesia.

Ketua Pengurus Cabang PBSI Kota Kotamobagu, Sri Afni Manoppo, mengaku bangga atas hasil yang diraih para atlet binaan tersebut. Menurutnya, keberhasilan itu merupakan buah dari proses latihan yang dijalani secara konsisten serta dukungan berbagai pihak, mulai dari pelatih, sekolah hingga keluarga atlet.

Ia mengatakan PBSI Kota Kotamobagu akan memberikan bonus kepada ketiga atlet sebagai bentuk apresiasi atas prestasi yang telah diraih di tingkat provinsi.

“Prestasi ini adalah kebanggaan kita semua. Sebagai bentuk dukungan dan apresiasi, kami akan memberikan bonus kepada mereka. Semoga ini menjadi penyemangat agar mereka dapat tampil lebih baik lagi dan mengharumkan nama Kotamobagu di tingkat nasional,” kata Sri Afni.

Ia berharap penghargaan tersebut tidak hanya menjadi bentuk apresiasi, tetapi juga menjadi motivasi bagi para atlet untuk meningkatkan persiapan menghadapi O2SN tingkat nasional.

Keberhasilan ini sekaligus menjadi sinyal positif bagi pembinaan bulutangkis usia pelajar di Kota Kotamobagu. Raihan dua gelar juara dan satu posisi ketiga di tingkat provinsi menunjukkan potensi atlet daerah yang terus berkembang dan mampu bersaing di level yang lebih tinggi.

Dengan membawa nama Sulawesi Utara di ajang nasional, ketiga atlet diharapkan dapat kembali mengukir prestasi sekaligus mengharumkan nama Kota Kotamobagu di kancah olahraga pelajar Indonesia.

Delapan Komunitas Bersihkan Sampah, Hapus Coretan Vandalisme, dan Pasang Penanda Jalur di Gunung Ambang

Delapan Komunitas Bersihkan Sampah, Hapus Coretan Vandalisme, dan Pasang Penanda Jalur di Gunung Ambang
Beberapa Anggota Komunitas yang Berinisiatif Membersihkan Gunung Ambang (Foto: Komunitas)

Boltim, ZONABMR.COM—Meningkatnya aktivitas pendakian dan kegiatan luar ruang di Gunung Ambang dalam beberapa waktu terakhir belum sepenuhnya diiringi dengan kesadaran menjaga kelestarian lingkungan. Sampah yang ditinggalkan pendaki serta aksi vandalisme berupa coretan pada fasilitas pendakian menjadi persoalan yang mendorong delapan komunitas pecinta alam di Bolaang Mongondow Raya (BMR) turun melakukan aksi konservasi.

Selama tiga hari, 1–3 Juli 2026, para relawan menggelar kegiatan bertajuk Satu Langkah, Dua Manfaat Bebas Sampah & Vandalisme. Mereka membersihkan sampah di sepanjang jalur pendakian, membersihkan pos dengan menghapus coretan-coretan vandalisme yang dibuat oleh orang-orang tidak bertanggung jawab, serta memasang penanda jalur di Pos 1, Pos 2, dan Pos 3 untuk memudahkan navigasi sekaligus meningkatkan keselamatan pendaki.

Kegiatan tersebut dikoordinasikan Acil Taulama sebagai Koordinator Tim dan Wahyudi Makalalag sebagai Koordinator Lapangan. Delapan komunitas yang terlibat yakni Aliansi Pecinta Alam BMR, Vertical Merah Putih, PA Manguni Green Community, KMPA Maleo, MPA Butaiyo Nusa, KPAB Ochetellus Kotamobagu, Komunitas Pendaki, dan KPAB Lembah Hitam Adventure.

Acil Taulama mengatakan, aksi ini merupakan respons atas masih ditemukannya sampah dan vandalisme di kawasan Gunung Ambang. Menurutnya, meningkatnya minat masyarakat terhadap aktivitas pendakian seharusnya juga diikuti dengan meningkatnya kesadaran untuk menjaga kelestarian alam.

“Jika tujuan naik gunung adalah menikmati keindahannya, lalu untuk apa mengotorinya? Jika merasa berat membawa turun sampah dari bekal yang dibawa, mengapa saat mendaki terasa ringan membawanya naik ke gunung? Jika ingin menunjukkan eksistensi diri, media sosial sudah menyediakan ruang yang cukup tanpa harus mencoret fasilitas umum ataupun merusak pohon di dalam hutan,” ujarnya.

Delapan Komunitas Bersihkan Sampah, Hapus Coretan Vandalisme, dan Pasang Penanda Jalur di Gunung Ambang (Foto: Komunitas)

Ia menegaskan, menjaga kelestarian gunung bukan hanya menjadi tanggung jawab komunitas pecinta alam, tetapi seluruh orang yang datang menikmati keindahan alam.

Senada dengan itu, Mekry Supit mengajak masyarakat menjadikan kepedulian terhadap lingkungan sebagai budaya bersama.

“Dosa besar yang dilakukan manusia adalah meninggalkan sampah. Stop vandalisme di Pos Jaga Gunung Ambang. Mari torang jaga bersama kebersihan, kelestarian lingkungan, dan fasilitas umum di mana pun kita berada,” katanya.

Melalui kegiatan ini, para relawan berharap meningkatnya tren aktivitas outdoor tidak hanya melahirkan lebih banyak pendaki, tetapi juga menumbuhkan budaya bertanggung jawab terhadap alam. Mereka mengajak setiap pengunjung membawa kembali sampahnya, tidak melakukan vandalisme, serta bersama-sama menjaga kebersihan dan kelestarian Gunung Ambang agar tetap lestari bagi generasi mendatang.

Creative Camp: Ikhtiar pemajuan kebudayaan oleh SS Abo Tadohe

SS Abo Tadohe merupakan jembatan antara ingatan dan kearifan luhur di masa lalu dan optimisme budaya untuk generasi masa depan

Peliput: Indra S. Umbola

Creative Camp: Ikhtiar pemajuan kebudayaan oleh SS Abo Tadohe
Foto bersama segenap anggota SS Abo Tadohe dan para undangan (Foto: Koko Potabuga)

Boltim, ZONABMR.COM—Saat semuanya seakan terburu-buru dan berorientasi ke depan, Sanggar Seni (SS) Abo Tadohe tak sungkan menoleh ke belakang. Bukan untuk meromantisasi sejarah melainkan meninjau kembali kumpulan ingatan untuk dikabarkan kepada siapa saja yang mulai atau terlanjur lupa.

Di balik barisan pepohonan di area perkebunan Moyongkota, Bolaang Mongondow Timur, Creative Camp IV digelar, 26-28 Juni 2026. Puluhan pemuda pemudi nampak khusyuk mengikuti rangkaian kegiatan.

“Ini angkatan keempat. Dan pengkaderan seperti ini rutin dilakukan tiap tahun,” ujar Herindra Chrisdianto Mamonto selaku Pembina dan Pengasuh Sanggar.

Kegiatan tersebut menghadirkan dua narasumber dari luar, yakni Tyo Mokoagow untuk Filsafat Seni, dan Patra Mokoginta untuk Sejarah Mongondow. Sementara narasumber untuk materi lainnya berasal dari internal sanggar.

Pentingnya Kaderisasi dalam Sanggar Seni

Menurut Tyo, SS Abo Tadohe merupakan jembatan antara ingatan dan kearifan luhur di masa lalu dan optimisme budaya untuk generasi masa depan. Di sisi lain, tak banyak sanggar seni yang menerapkan gaya kaderisasi secara konsisten seperti SS Abo Tadohe.

“Saya membayangkan, jauh di atas sana, Abo Tadohe pasti bahagia namanya digunakan untuk sanggar ini,” ucapnya usai mengampu kelas.

Penyampaian materi Sejarah Mongondow oleh Patra Mokoginta (Foto: Indra Umbola)

Budayawan Bolmong yang juga penulis buku Toedoe in Passi, Uwin Mokodongan berpandangan, kaderisasi adalah hal mutlak sebeba regenerasi tak hanya berfungsi sebagai ruang berkesenian tetapi juga sebagai tempat transfer pengetahuan, nilai, dan tradisi kepada generasi berikutnya.

Hal tersebut berbanding lurus dengan pentingnya pengenalan tradisi dan kebudayaan bagi generasi muda, di mana kebudayaan tidak hanya membicarakan masa lalu tetapi juga menjadi pedoman nilai dalam menghadapi masa depan.

“Melalui kaderisasi, lahir generasi yang memahami kebudayaannya dan mampu menjadi perekat penggerak dalam upaya pelestarian serta pemajuan budaya,” tegasnya.

Proses Regenerasi yang Tak Selalu Mudah

Sejak didirikan pada 2021, SS Abo Tadohe telah melakukan proses kaderisasi kepada puluhan pemuda pemudi Moyongkota dan sekitarnya. Puluhan anggota aktif tersebut terbagi dalam dua kategori, yakni dewasa dan junior.

Ayu Putri Lomban yang juga selaku Pembina dan Pengasuh Sanggar menjelaskan, anggota yang di bawah usia 15 tahun masuk ke dalam kategori junior. Adapun jumlahnya lebih sedikit ketimbang dewasa.

Pertunjukan tari oleh anggota junior SS Abo Tadohe (Foto: Koko Potabuga)

“Lebih banyak usia di atas 15 tahun. Untuk junior baru sekitar sepuluh orang,” ungkap Ayu, sapaan akrabnya, sembari menjelaskan tak ada batas usia dalam perekrutan anggota baru.

“Anggota saat ini ada yang duduk di bangku SMP, bahkan ada juga yang sudah menikah,” tambahnya.

Namun jalan regenerasi tak selalu mudah. Pasang surut selalu ada. Terlebih ketika budaya kerap disalahartikan sebagai antitesa dari kemajuan zaman.

“Angkatan kali ini saja hanya empat orang,” ucap Chris saat ditemui di sela-sela pelaksanaan Creative Camp IV.

Meski begitu, Chris dan penggerak SS Abo Tadohe tidak patah arang. Berbagai upaya dilakukan demi menarik minat generasi muda untuk mempelajari seni dan budaya Bolaang Mongondow (Bolmong).

“Salah satu tujuan kami melakukan berbagai pementasan dan kegiatan termasuk Creative Camp ini adalah untuk menumbuhkan keinginan generasi muda mempelajari seni dan budaya,” tambahnya.

Selain itu, Creative Camp juga menjadi sarana membentuk kreativitas dalam berkesenian dan wadah untuk lebih mempererat kebersamaan sesama anggota komunitas.

“Selain anggota baru, anggota lama juga sangat antusias untuk duduk dan mendengarkan materi yang disampaikan narasumber,” ucap Chris.

Kesadaran Pentingnya Menjaga Alam

Dibeberkan Ayu, para anggota yang mengikuti Creative Camp dibekali dengan berbagai pengetahuan, mulai dari Filsafat Seni hingga Sejarah Mongondow. Tak lupa dimasukkan pula pengetahuan tentang wawasan lingkungan sebagai sebuah pengakuan keberpihakan SS Abo Tadohe dalam upaya pelestarian alam.

Pembacaan puisi oleh anggota SS Abo Tadohe (atas) & Pembina dan Pengasuh SS Abo Tadohe, Herindra Chrisdianto Mamonto (bawah). (Foto: Koko Potabuga)

“Bagi kami, kelestarian alam itu sangat penting. Bahkan beberapa anggota sanggar juga merupakan penggiat lingkungan,” ucap Ayu.

Dalam konteks yang lebih besar, kebudayaan Mongondow sama sekali tak bisa dipisahkan dari kesadaran pentingnya menjaga kelestarian alam.

Uwin Mokodongan menjelaskan, alam menempati posisi penting dalam kosmologi masyarakat Bolmong. Banyak syair, nyanyian tua, cerita rakyat, dan ritus yang menujukkan hubungan erat antara manusia dan alam.

“Dalam pandangan leluhur Mongondow, hutan, sungai, gunung, dan laut bukan hanya ruang hidup tetapi juga memiliki makna spiritual. Karena itu, menjaga alam juga berarti menjaga warisan budaya,” tegasnya.

Upaya Kolaboratif dalam Pemajuan Kebudayaan

Menurut Uwin, apa yang dilakukan SS Abo Tadohe merupakan bagian dari upaya pemajuan kebudayaan yang menuntut kerja kolaboratif antara masyarakat dan pemerintah. Masyarakat dapat melakukannya melalui pelestarian tradisi, pendidikan budaya, serta aktivitas sanggar dan komunitas seni.

Sementara, pemerintah diwajibkan melakukan pelestarian kebudayaan sebagaimana yang termaktub dalam dokumen Pokok Pikiran Pemajuan Kebudayaan (PPKD) di tiap daerah, dan UU Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

“Kebudayaan itu penting karena di dalamnya terkandung nilai-nilai yang membentuk karakter, mentalitas, dan jati diri masyarakat. Jika kebudayaan kuat maka fondasi kehidupan sosial juga semakin kuat,” ujar Uwin.

Di sisi lain, Ayu menambahkan, hingga saat ini sanggar seni yang diasuhnya berjalan secara mandiri. Untuk menggelar berbagai kegiatan hingga pengadaan berbagai atribut pentas dalam rangka pemajuan kebudayaan, pihaknya mengadakan bazar door to door untuk menjadi sumber pendanaan.

“Sisanya ditutupi dari kantong pribadi para anggota sanggar,” tutupnya.

SS Abo Tadohe mungkin bukan bentuk paling ideal dalam upaya pemajuan kebudayaan, tapi mereka telah memulainya. Kita kapan?

*Penulis adalah jurnalis lepas. Penyuka musik dan fotografi.

Syekh Muhammad Jaber Apresiasi Kepedulian Rahman Salehe terhadap Syiar Islam

Rahman Salehe
Syekh Muhammad Jaber bersama Ketua Tanfidziyah PCNU Kotamobagu, Nasrun Koto saat Bersilaturahmi di Kediaman Rahman Salehe (Foto: PCNU Kotamobagu)

Kotamobagu, ZONABMR.COM – Di sela padatnya agenda Safari Dakwah di Kota Kotamobagu, Syekh Muhammad Jaber menyempatkan diri mengunjungi kediaman Rahman Salehe di Kelurahan Motoboi Kecil, Kecamatan Kotamobagu Selatan, Sabtu (4/7/2026).

Kunjungan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Syekh Muhammad Jaber datang didampingi Ketua Tanfidziyah PCNU Kotamobagu, Nasrun Koto, untuk bersilaturahmi dengan Rahman Salehe beserta keluarga.

Rahman Salehe mengaku bersyukur atas kunjungan tersebut. Menurutnya, kehadiran Syekh Muhamad Jaber di rumahnya menjadi kehormatan dan kebahagiaan yang akan selalu dikenang keluarganya.

“Alhamdulillah, atas izin Allah SWT, Syekh Muhammad Jaber dapat hadir langsung di rumah kami. Ini merupakan kehormatan dan kebahagiaan yang akan selalu kami kenang,” ujar Rahman.

Dalam kesempatan itu, Syekh Muhammad Jaber menyampaikan apresiasi kepada keluarga Rahman Salehe yang dinilainya konsisten mendukung kegiatan keagamaan. Salah satu bentuk kepedulian tersebut yakni membantu pembiayaan keberangkatan sejumlah imam dan tokoh agama untuk menunaikan ibadah umrah ke Tanah Suci Makkah.

Menurut Syekh, setiap bantuan yang diberikan dengan niat ikhlas untuk kepentingan umat akan menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir.

“Semoga setiap kebaikan yang telah dilakukan menjadi amal jariyah di sisi Allah SWT. Membantu para imam dan pejuang agama adalah bagian dari ikhtiar memakmurkan syiar Islam yang memiliki nilai pahala sangat besar,” tuturnya.

Syekh Muhamad Jaber juga mendoakan agar Rahman Salehe beserta keluarga senantiasa diberikan kesehatan, keberkahan rezeki, serta keistiqamahan untuk terus berkontribusi bagi kemaslahatan umat.

Di hadapan jamaah yang menghadiri rangkaian Safari Dakwah, Syekh Muhamad Jaber juga mengaku terharu melihat antusiasme masyarakat Kotamobagu dalam menghadiri setiap majelis ilmu.

“Terus terang saya tidak menyangka. Kotamobagu mungkin tidak sebesar kota-kota lain, tetapi kecintaan masyarakatnya terhadap ilmu agama sungguh luar biasa. Di setiap tempat saya melihat masyarakat datang berbondong-bondong hanya untuk menghadiri majelis ilmu,” ungkapnya.

Kegiatan silaturahmi di kediaman Rahman Salehe ditutup dengan santap malam bersama, dilanjutkan Salat Magrib berjamaah yang diikuti Syekh Muhammad Jaber, rombongan, dan keluarga tuan rumah sebelum melanjutkan rangkaian Safari Dakwah di Kota Kotamobagu.

GGMNU Kotamobagu Sukses, Ribuan Jemaah Antusias Ikuti Safari Dakwah Syekh Muhammad Jaber

GGMNU Kotamobagu Sukses, Ribuan Jemaah Antusias Ikuti Safari Dakwah Syekh Muhammad Jaber
GGMNU Kotamobagu Sukses, Ribuan Jemaah Antusias Ikuti Safari Dakwah Syekh Muhammad Jaber (Foto: PCNU Kotamobagu)

Kotamobagu, ZONABMR.COM — Rangkaian kegiatan Gema Gemilang Muharram Nahdlatul Ulama (GGMNU) yang digelar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Kotamobagu melalui Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) berlangsung sukses dan penuh khidmat. Puncak kegiatan menghadirkan ulama internasional, Syekh Muhammad Jaber, yang menjalani safari dakwah di sejumlah titik di Kota Kotamobagu, Sabtu (4/7/2026).

Kegiatan diawali dengan salat Subuh berjamaah dan tausiah di Masjid Ar-Rahman DC Manoppo, Kelurahan Matali. Selanjutnya, Syekh Muhammad Jaber bersilaturahmi ke Yayasan Nuurul Khairaat Bukit Tursina II di Moyag Induk, Kecamatan Kotamobagu Timur.

Safari dakwah kemudian berlanjut dengan salat Zuhur berjamaah dan tausiah di Masjid At-Taqwa, Kelurahan Mogolaing. Pada sore harinya, ribuan masyarakat memadati Masjid Agung Baitul Makmur Kotamobagu untuk mengikuti tabligh akbar yang menjadi puncak rangkaian Gema Gemilang Muharram.

Usai tabligh akbar, Syekh Muhammad Jaber juga menyempatkan diri bersilaturahmi ke kediaman Rahman Salehe di Kelurahan Matali sebagai penutup seluruh rangkaian kegiatan.

Syekh Muhammad Jaber saat Memberikan Tausyah di Masjid D.C. Manoppo, Kelurahan Matali (Foto: PCNU)

Ketua LDNU Kota Kotamobagu, Merdi F. Mamonto, mengatakan seluruh rangkaian kegiatan terlaksana dengan baik berkat sinergi antara PCNU, LDNU, lembaga-lembaga lajnah, panitia, Banser, serta dukungan berbagai pihak.

“Alhamdulillah, Gema Gemilang Muharram PCNU Kota Kotamobagu di bawah komando LDNU dapat terlaksana dengan baik, mulai dari rapat pembentukan panitia hingga rapat finalisasi yang tersinkronisasi bersama seluruh lembaga dan lajnah dalam menghadirkan ulama internasional,” ujar Merdi.

Menurutnya, kehadiran Syekh Muhammad Jaber memberikan dampak positif bagi pembinaan spiritual masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan sosial umat.

“Rangkaian kegiatan yang dimulai dari Masjid Ar-Rahman, kemudian silaturahmi di Yayasan Nuurul Khairaat Bukit Tursina, dilanjutkan safari dakwah di Masjid At-Taqwa hingga tabligh akbar di Masjid Agung Baitul Makmur merupakan bagian dari program PCNU bersama LDNU untuk memelihara semangat menuntut ilmu, meningkatkan ibadah, serta memantapkan iman dan takwa kepada Allah SWT,” katanya.

Asisten III Pemkot Kotamobagu, Moch. Agung Adati menyampaikan Sambutan Pemerintah atas Kedatangan Syekh Muhammad Jaber (Foto: PCNU Kotamobagu)

Merdi menambahkan, kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa seluruh program dijalankan secara terstruktur melalui kolaborasi seluruh lembaga di lingkungan PCNU.

Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Kotamobagu yang diwakili Asisten III Muhammad Agung Adati serta kehadiran anggota DPRD Kota Kotamobagu Refly Setiawan Mamonto dalam puncak kegiatan.

“Insyaallah, ke depan program seperti ini akan kami tingkatkan lagi dengan menghadirkan ulama-ulama nasional. PCNU dan LDNU akan terus bersinergi dengan Pemerintah Kota Kotamobagu dalam membina umat agar menjadi pribadi yang saleh, berakhlak, mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, sekaligus tetap menjaga nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah di tengah masyarakat yang majemuk,” ujarnya.

Merdi berharap GGMNU menjadi penyemangat bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus mendukung kegiatan keagamaan, sosial, dan dakwah yang memberikan manfaat nyata bagi umat.

Sementara itu, Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Kotamobagu, Hi. Nasrun Koto, menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, lembaga, Banser, pemerintah daerah, dan masyarakat yang telah menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan.

“Kesuksesan Gema Gemilang Muharram ini merupakan buah dari kebersamaan seluruh keluarga besar Nahdlatul Ulama bersama masyarakat dan pemerintah. Antusiasme jemaah di setiap lokasi menunjukkan bahwa semangat masyarakat Kotamobagu dalam menuntut ilmu agama masih sangat tinggi. Ini menjadi motivasi bagi PCNU untuk terus menghadirkan program-program dakwah yang menyejukkan, mempererat ukhuwah, dan memberikan manfaat nyata bagi umat,” ujar Nasrun.

Di sisi lain, Syekh Muhammad Jaber di hadapan jamaah yang hadir mengaku terharu melihat besarnya antusiasme masyarakat Kotamobagu dalam menghadiri setiap majelis ilmu.

“Terus terang saya tidak menyangka. Kotamobagu mungkin tidak sebesar kota-kota lain, tetapi kecintaan masyarakatnya terhadap ilmu agama sungguh luar biasa. Di setiap tempat saya melihat masyarakat datang berbondong-bondong hanya untuk menghadiri majelis ilmu. Ini menunjukkan bahwa iman dan kepedulian terhadap agama masih hidup dan terjaga dengan baik. Saya bersyukur bisa menyaksikan semangat seperti ini di Kotamobagu. Semoga Allah menjaga masyarakatnya dan terus melimpahkan keberkahan,” tutur Syekh Muhammad Jaber.

Syekh Muhammad Jaber Bersilaturahmi di Kediaman Rahman Salehe, Kelurahan Motoboi Kecil (Foto: PCNU Kotamobagu)

Dalam kesempatan tersebut, Syekh Muhammad Jaber juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama berpartisipasi dalam pembangunan Pesantren Tahfidz Syekh Ali Jaber yang berada di Kampung Sindang Galih, Desa Cibadak, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur. Menurutnya, pembangunan pesantren tersebut diharapkan menjadi amal jariyah yang melahirkan generasi penghafal Al-Qur’an di masa mendatang.

Hitung Mundur Totabuan Champions League, VAR Siap Digunakan, Persiapan Stadion Capai 70 Persen

Hitung Mundur Totabuan Champions League, VAR Siap Digunakan, Persiapan Stadion Capai 70 Persen READ.ID – Panitia Totabuan Champions League (TCL) terus mematangkan persiapan penyelenggaraan turnamen sepak bola yang akan berlangsung di Stadion Nunuk Matali, Kelurahan Matali, Kecamatan Kotamobagu Timur. Hingga Kamis (2/7/2026), progres persiapan telah mencapai sekitar 70 persen. Berbagai fasilitas penunjang pertandingan mulai dipasang, di antaranya technical area, bench pemain, official area, papan pergantian pemain, papan skor, tribun penonton, hingga instalasi sistem Video Assistant Referee (VAR). Seluruh pekerjaan ditargetkan rampung sebelum kompetisi resmi dibuka pada Senin, 6 Juli 2026, pukul 15.00 WITA. Pantauan di lokasi, panitia tengah melakukan pemasangan jaringan kabel sebagai bagian dari instalasi sistem VAR. Selain itu, bench pemain telah terpasang, sementara pembenahan lapangan dan fasilitas pendukung lainnya masih terus dikebut. Ketua Panitia Totabuan Champions League, Hendra Mokoagow, mengatakan persiapan terus dipercepat agar seluruh sarana dan prasarana siap digunakan saat pertandingan dimulai. "Hingga hari ini persiapan sudah mencapai sekitar 70 persen. Kami terus menyelesaikan seluruh fasilitas, termasuk pemasangan VAR, agar semuanya siap saat kompetisi bergulir pada 6 Juli nanti," ujar Hendra. Menurut Hendra, penggunaan VAR kembali dipertahankan karena pada penyelenggaraan sebelumnya dinilai mampu membantu perangkat pertandingan meminimalkan potensi kesalahan dalam pengambilan keputusan pada momen-momen krusial di lapangan. "Pada Wali Kota Cup VII, penggunaan VAR memberikan dampak yang positif. Karena itu, pada Totabuan Champions League kami kembali menggunakannya agar wasit memiliki alat bantu dalam mengambil keputusan pada situasi-situasi penting di pertandingan. Kami ingin menghadirkan kompetisi yang lebih adil, profesional, dan menjunjung tinggi sportivitas," katanya. Penggunaan VAR pada Totabuan Champions League menjadi yang kedua di Bolaang Mongondow Raya sejak PSSI Kota Kotamobagu dipimpin Michael Solat Bibisa. Teknologi tersebut sebelumnya pertama kali diterapkan pada Turnamen Wali Kota Cup VII sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas penyelenggaraan kompetisi sepak bola di daerah. Hendra menambahkan, pembukaan Totabuan Champions League dipastikan berlangsung semarak. Sebelum pertandingan resmi dimulai, panitia telah menyiapkan laga ekshibisi yang akan mempertemukan tim pemerintah daerah se-Bolaang Mongondow Raya. "Rencananya pembukaan akan diawali turnamen ekshibisi. Untuk sementara diikuti tiga tim, yakni Pemerintah Kota Kotamobagu, Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow, dan Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Namun, kami masih membuka peluang jika Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan bergabung sehingga formatnya bisa berubah menjadi empat tim," jelasnya. Pada laga ekshibisi tersebut, Tim Pemkot Kotamobagu rencananya akan diperkuat Wali Kota Weny Gaib bersama Wakil Wali Kota Rendy Mangkat. Tim Pemkab Bolaang Mongondow akan diperkuat Bupati Yusra Alhabsyi dan Wakil Bupati Donny Lumenta, sedangkan Tim Pemkab Bolaang Mongondow Timur akan dipimpin Bupati Oskar Manoppo bersama Wakil Bupati Argo Sumaiku. Apabila Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan bergabung, format pertandingan ekshibisi akan disesuaikan. Totabuan Champions League 2026 juga dipastikan akan diikuti klub-klub terbaik dari Bolaang Mongondow Raya. Pada penyelenggaraan tahun ini, panitia telah menyiapkan hadiah juara pertama sebesar Rp175 juta, yang sebelumnya telah diumumkan sebagai hadiah terbesar dalam sejarah kompetisi sepak bola amatir di Bolaang Mongondow Raya. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Kotamobagu, Anki Taurina Mokoginta, yang turut meninjau langsung persiapan di Stadion Nunuk Matali, menyatakan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan open tournament Totabuan Champions League. Menurutnya, ajang tersebut menjadi wadah positif untuk pembinaan atlet sekaligus mendorong kemajuan sepak bola di Bolaang Mongondow Raya. "Pemerintah Kota Kotamobagu melalui Dinas Pemuda dan Olahraga sangat mendukung penyelenggaraan open tournament Totabuan Champions League. Kegiatan seperti ini bukan hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi sarana pembinaan atlet sepak bola daerah serta mempererat silaturahmi antarklub. Kami berharap turnamen ini berjalan sukses dan dapat terus berkembang menjadi agenda olahraga yang membanggakan daerah," ujar Anki. Sementara itu, Ketua ASKOT PSSI Kota Kotamobagu, Michael Solat Bibisa, mengajak seluruh masyarakat Bolaang Mongondow Raya untuk hadir memadati Stadion Nunuk Matali dan memberikan dukungan kepada klub-klub yang akan berlaga. "Kami mengajak seluruh masyarakat BMR untuk datang ke Stadion Nunuk Matali dan menyaksikan langsung Totabuan Champions League. Turnamen ini akan menyajikan pertandingan-pertandingan yang menarik karena diikuti klub-klub terbaik dari Bolaang Mongondow Raya. Dukungan masyarakat akan menjadi motivasi bagi para pemain untuk menampilkan permainan terbaik sekaligus menjadi energi positif bagi kemajuan sepak bola di daerah kita," kata Michael. Panitia optimistis seluruh persiapan dapat dirampungkan sesuai jadwal sehingga Totabuan Champions League siap bergulir pada Senin, 6 Juli 2026, pukul 15.00 WITA, dengan menghadirkan pertandingan yang lebih modern, kompetitif, profesional, dan menghibur masyarakat. Evaluasi Kritis dan Rekomendasi Penajaman Naskah ini sudah lebih kuat karena setiap narasumber memiliki peran yang berbeda. Hendra Mokoagow menjelaskan progres persiapan, penggunaan VAR, dan konsep pembukaan. Anki Taurina Mokoginta mempertegas dukungan pemerintah terhadap penyelenggaraan turnamen sebagai bagian dari pembinaan olahraga. Sementara Michael Solat Bibisa berfokus mengajak masyarakat hadir dan memberikan dukungan kepada klub-klub terbaik BMR. Pembagian ini membuat berita lebih seimbang, minim pengulangan, dan sesuai dengan prinsip penulisan berita yang baik. Dari sisi news value, berita ini layak menjadi headline olahraga menjelang pembukaan Totabuan Champions League 2026.
Ketua Panitia Pelaksana Open Tournament Totabuan Champions League, Hendra Mokoagow bersama Kepala Dispora Kotamobagu, Anki Taulani Mokoginta saat Memantau Kesiapan Lapangan (Foto: Akbar)

Kotamobagu, ZONABMR.COM – Panitia Totabuan Champions League (TCL) terus mematangkan persiapan penyelenggaraan turnamen sepak bola yang akan berlangsung di Stadion Nunuk Matali, Kelurahan Matali, Kecamatan Kotamobagu Timur. Hingga Kamis (2/7/2026), progres persiapan telah mencapai sekitar 70 persen.

Berbagai fasilitas penunjang pertandingan mulai dipasang, di antaranya technical area, bench pemain, official area, papan pergantian pemain, papan skor, tribun penonton, hingga instalasi sistem Video Assistant Referee (VAR). Seluruh pekerjaan ditargetkan rampung sebelum kompetisi resmi dibuka pada Senin, 6 Juli 2026, pukul 15.00 WITA.

Pantauan di lokasi, panitia tengah melakukan pemasangan jaringan kabel sebagai bagian dari instalasi sistem VAR. Selain itu, bench pemain telah terpasang, sementara pembenahan lapangan dan fasilitas pendukung lainnya juga terus dikebut.

Hitung Mundur Totabuan Champions League, VAR Siap Digunakan, Persiapan Stadion Capai 70 Persen READ.ID – Panitia Totabuan Champions League (TCL) terus mematangkan persiapan penyelenggaraan turnamen sepak bola yang akan berlangsung di Stadion Nunuk Matali, Kelurahan Matali, Kecamatan Kotamobagu Timur. Hingga Kamis (2/7/2026), progres persiapan telah mencapai sekitar 70 persen. Berbagai fasilitas penunjang pertandingan mulai dipasang, di antaranya technical area, bench pemain, official area, papan pergantian pemain, papan skor, tribun penonton, hingga instalasi sistem Video Assistant Referee (VAR). Seluruh pekerjaan ditargetkan rampung sebelum kompetisi resmi dibuka pada Senin, 6 Juli 2026, pukul 15.00 WITA. Pantauan di lokasi, panitia tengah melakukan pemasangan jaringan kabel sebagai bagian dari instalasi sistem VAR. Selain itu, bench pemain telah terpasang, sementara pembenahan lapangan dan fasilitas pendukung lainnya masih terus dikebut. Ketua Panitia Totabuan Champions League, Hendra Mokoagow, mengatakan persiapan terus dipercepat agar seluruh sarana dan prasarana siap digunakan saat pertandingan dimulai. "Hingga hari ini persiapan sudah mencapai sekitar 70 persen. Kami terus menyelesaikan seluruh fasilitas, termasuk pemasangan VAR, agar semuanya siap saat kompetisi bergulir pada 6 Juli nanti," ujar Hendra. Menurut Hendra, penggunaan VAR kembali dipertahankan karena pada penyelenggaraan sebelumnya dinilai mampu membantu perangkat pertandingan meminimalkan potensi kesalahan dalam pengambilan keputusan pada momen-momen krusial di lapangan. "Pada Wali Kota Cup VII, penggunaan VAR memberikan dampak yang positif. Karena itu, pada Totabuan Champions League kami kembali menggunakannya agar wasit memiliki alat bantu dalam mengambil keputusan pada situasi-situasi penting di pertandingan. Kami ingin menghadirkan kompetisi yang lebih adil, profesional, dan menjunjung tinggi sportivitas," katanya. Penggunaan VAR pada Totabuan Champions League menjadi yang kedua di Bolaang Mongondow Raya sejak PSSI Kota Kotamobagu dipimpin Michael Solat Bibisa. Teknologi tersebut sebelumnya pertama kali diterapkan pada Turnamen Wali Kota Cup VII sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas penyelenggaraan kompetisi sepak bola di daerah. Hendra menambahkan, pembukaan Totabuan Champions League dipastikan berlangsung semarak. Sebelum pertandingan resmi dimulai, panitia telah menyiapkan laga ekshibisi yang akan mempertemukan tim pemerintah daerah se-Bolaang Mongondow Raya. "Rencananya pembukaan akan diawali turnamen ekshibisi. Untuk sementara diikuti tiga tim, yakni Pemerintah Kota Kotamobagu, Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow, dan Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Namun, kami masih membuka peluang jika Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan bergabung sehingga formatnya bisa berubah menjadi empat tim," jelasnya. Pada laga ekshibisi tersebut, Tim Pemkot Kotamobagu rencananya akan diperkuat Wali Kota Weny Gaib bersama Wakil Wali Kota Rendy Mangkat. Tim Pemkab Bolaang Mongondow akan diperkuat Bupati Yusra Alhabsyi dan Wakil Bupati Donny Lumenta, sedangkan Tim Pemkab Bolaang Mongondow Timur akan dipimpin Bupati Oskar Manoppo bersama Wakil Bupati Argo Sumaiku. Apabila Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan bergabung, format pertandingan ekshibisi akan disesuaikan. Totabuan Champions League 2026 juga dipastikan akan diikuti klub-klub terbaik dari Bolaang Mongondow Raya. Pada penyelenggaraan tahun ini, panitia telah menyiapkan hadiah juara pertama sebesar Rp175 juta, yang sebelumnya telah diumumkan sebagai hadiah terbesar dalam sejarah kompetisi sepak bola amatir di Bolaang Mongondow Raya. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Kotamobagu, Anki Taurina Mokoginta, yang turut meninjau langsung persiapan di Stadion Nunuk Matali, menyatakan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan open tournament Totabuan Champions League. Menurutnya, ajang tersebut menjadi wadah positif untuk pembinaan atlet sekaligus mendorong kemajuan sepak bola di Bolaang Mongondow Raya. "Pemerintah Kota Kotamobagu melalui Dinas Pemuda dan Olahraga sangat mendukung penyelenggaraan open tournament Totabuan Champions League. Kegiatan seperti ini bukan hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi sarana pembinaan atlet sepak bola daerah serta mempererat silaturahmi antarklub. Kami berharap turnamen ini berjalan sukses dan dapat terus berkembang menjadi agenda olahraga yang membanggakan daerah," ujar Anki. Sementara itu, Ketua ASKOT PSSI Kota Kotamobagu, Michael Solat Bibisa, mengajak seluruh masyarakat Bolaang Mongondow Raya untuk hadir memadati Stadion Nunuk Matali dan memberikan dukungan kepada klub-klub yang akan berlaga. "Kami mengajak seluruh masyarakat BMR untuk datang ke Stadion Nunuk Matali dan menyaksikan langsung Totabuan Champions League. Turnamen ini akan menyajikan pertandingan-pertandingan yang menarik karena diikuti klub-klub terbaik dari Bolaang Mongondow Raya. Dukungan masyarakat akan menjadi motivasi bagi para pemain untuk menampilkan permainan terbaik sekaligus menjadi energi positif bagi kemajuan sepak bola di daerah kita," kata Michael. Panitia optimistis seluruh persiapan dapat dirampungkan sesuai jadwal sehingga Totabuan Champions League siap bergulir pada Senin, 6 Juli 2026, pukul 15.00 WITA, dengan menghadirkan pertandingan yang lebih modern, kompetitif, profesional, dan menghibur masyarakat. Evaluasi Kritis dan Rekomendasi Penajaman Naskah ini sudah lebih kuat karena setiap narasumber memiliki peran yang berbeda. Hendra Mokoagow menjelaskan progres persiapan, penggunaan VAR, dan konsep pembukaan. Anki Taurina Mokoginta mempertegas dukungan pemerintah terhadap penyelenggaraan turnamen sebagai bagian dari pembinaan olahraga. Sementara Michael Solat Bibisa berfokus mengajak masyarakat hadir dan memberikan dukungan kepada klub-klub terbaik BMR. Pembagian ini membuat berita lebih seimbang, minim pengulangan, dan sesuai dengan prinsip penulisan berita yang baik. Dari sisi news value, berita ini layak menjadi headline olahraga menjelang pembukaan Totabuan Champions League 2026.
Proses Pemasangan VAR (Foto: Udi)

Ketua Panitia Totabuan Champions League, Hendra Mokoagow, mengatakan persiapan terus dipercepat agar seluruh sarana dan prasarana siap digunakan saat pertandingan dimulai.

“Hingga hari ini persiapan sudah mencapai sekitar 70 persen. Kami terus menyelesaikan seluruh fasilitas, termasuk pemasangan VAR, agar semuanya siap saat kompetisi bergulir pada 6 Juli nanti,” ujar Hendra.

Menurut Hendra, penggunaan VAR kembali dipertahankan karena pada penyelenggaraan sebelumnya dinilai mampu membantu perangkat pertandingan meminimalkan potensi kesalahan dalam pengambilan keputusan pada momen-momen krusial di lapangan.

“Pada Wali Kota Cup VII, penggunaan VAR memberikan dampak yang positif. Karena itu, pada Totabuan Champions League kami kembali menggunakannya agar wasit memiliki alat bantu dalam mengambil keputusan pada situasi-situasi penting di pertandingan. Kami ingin menghadirkan kompetisi yang lebih adil, profesional, dan menjunjung tinggi sportivitas,” katanya.

Penggunaan VAR pada Totabuan Champions League menjadi yang kedua di Bolaang Mongondow Raya sejak PSSI Kota Kotamobagu dipimpin Michael Solat Bibisa. Teknologi tersebut sebelumnya pertama kali diterapkan pada Turnamen Wali Kota Cup VII sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas penyelenggaraan kompetisi sepak bola di daerah.

Hendra menambahkan, pembukaan Totabuan Champions League dipastikan berlangsung semarak. Sebelum pertandingan resmi dimulai, panitia telah menyiapkan laga ekshibisi yang akan mempertemukan tim pemerintah daerah se-Bolaang Mongondow Raya.

“Rencananya pembukaan akan diawali turnamen ekshibisi. Untuk sementara diikuti tiga tim, yakni Pemerintah Kota Kotamobagu, Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow, dan Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Namun, kami masih membuka peluang jika Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan bergabung sehingga formatnya bisa berubah menjadi empat tim,” jelasnya.

Pada laga ekshibisi tersebut, Tim Pemkot Kotamobagu rencananya akan diperkuat Wali Kota Weny Gaib bersama Wakil Wali Kota Rendy Mangkat. Tim Pemkab Bolaang Mongondow akan diperkuat Bupati Yusra Alhabsyi dan Wakil Bupati Donny Lumenta, sedangkan Tim Pemkab Bolaang Mongondow Timur akan dipimpin Bupati Oskar Manoppo bersama Wakil Bupati Argo Sumaiku. Apabila Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan bergabung, format pertandingan ekshibisi akan disesuaikan.

Totabuan Champions League 2026 juga dipastikan akan diikuti klub-klub terbaik dari Bolaang Mongondow Raya. Pada penyelenggaraan tahun ini, panitia telah menyiapkan hadiah juara pertama sebesar Rp175 juta, yang sebelumnya telah diumumkan sebagai hadiah terbesar dalam sejarah kompetisi sepak bola amatir di Bolaang Mongondow Raya.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Kotamobagu, Anki Taurina Mokoginta, yang turut meninjau langsung persiapan di Stadion Nunuk Matali, menyatakan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan open tournament Totabuan Champions League. Menurutnya, ajang tersebut menjadi wadah positif untuk pembinaan atlet sekaligus mendorong kemajuan sepak bola di Bolaang Mongondow Raya.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Anki Taurina Mokoginta Tegaskan Pemkot Kotamobagu Mendukung Penuh Event TCL (Foto: Akbar)

“Pemerintah Kota Kotamobagu melalui Dinas Pemuda dan Olahraga sangat mendukung penyelenggaraan open tournament Totabuan Champions League. Kegiatan seperti ini bukan hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi sarana pembinaan atlet sepak bola daerah serta mempererat silaturahmi antarklub. Kami berharap turnamen ini berjalan sukses dan dapat terus berkembang menjadi agenda olahraga yang membanggakan daerah,” ujar Anki.

Sementara itu, Ketua ASKOT PSSI Kota Kotamobagu, Michael Solat Bibisa, mengajak seluruh masyarakat Bolaang Mongondow Raya untuk hadir memadati Stadion Nunuk Matali dan memberikan dukungan kepada klub-klub yang akan berlaga.

Ketua PSSI Kotamobagu, Michael Solat Bibisa (Foto: Akbar)

“Kami mengajak seluruh masyarakat BMR untuk datang ke Stadion Nunuk Matali dan menyaksikan langsung Totabuan Champions League. Turnamen ini akan menyajikan pertandingan-pertandingan yang menarik karena diikuti klub-klub terbaik dari Bolaang Mongondow Raya. Dukungan masyarakat akan menjadi motivasi bagi para pemain untuk menampilkan permainan terbaik sekaligus menjadi energi positif bagi kemajuan sepak bola di daerah kita,” kata Michael.

Panitia optimistis seluruh persiapan dapat dirampungkan sesuai jadwal sehingga Totabuan Champions League siap bergulir dengan menghadirkan pertandingan yang lebih modern, kompetitif, profesional, dan menghibur masyarakat.

Bantah Tudingan Terlibat PETI, Recky Kaligis Ungkap Status Kepemilikan Lahan

Bantah Tudingan Terlibat PETI, Recky Kaligis Ungkap Status Kepemilikan Lahan
Recky Kaligis (Foto: RK)

Bolmong, ZONABMR.COM –  Anggota DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) dari Fraksi PDI Perjuangan, Recky Kaligis, membantah tudingan yang mengaitkan dirinya dengan dugaan aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Desa Pusian, kawasan Perkebunan Oboy.

Recky menegaskan dirinya tidak pernah terlibat dalam aktivitas penambangan ilegal sebagaimana yang dituduhkan.

Menurutnya, informasi yang beredar merupakan fitnah dan tidak memiliki dasar.
“Ini adalah fitnah dan tidak berdasar. Saya tidak melakukan aktivitas tambang emas ilegal,” tegas Recky dalam keterangannya, Kamis (2/7/2026).

Tudingan tersebut muncul setelah namanya disebut dalam sejumlah pemberitaan yang mengaitkannya dengan dugaan aktivitas PETI di kawasan Perkebunan Oboy, Desa Pusian.

Recky Kaligis menegaskan bahwa lahan yang dimaksud bukan lagi menjadi miliknya karena telah dijual kepada Stenly Sangkup sekitar empat tahun lalu. Menurutnya, sejak proses jual beli dilakukan, ia tidak lagi mengetahui aktivitas apa pun yang berlangsung di lokasi tersebut.

“Lahan itu sudah lama saya jual. Pembelinya adalah Stenly Sangkop. Jadi, saya sudah tidak tahu-menahu lagi mengenai aktivitas apa pun di lahan tersebut,” ujarnya.

Dikonfirmasi secara terpisah, Stenly Sangkop membenarkan telah membeli lahan perkebunan tersebut dari Recky Kaligis sekitar empat tahun lalu. Ia mengaku memiliki bukti transaksi berupa kwitansi jual beli.

“Iya benar, lahan perkebunan itu sudah saya beli empat tahun lalu dari Pak Recky Kaligis dan ada bukti kwitansi jual-belinya,” kata Stenly.

Stenly juga mengakui sempat melakukan aktivitas penambangan emas di lahan tersebut setelah proses pembelian. Namun, kegiatan tersebut telah dihentikan karena tidak ditemukan material emas yang layak ditambang.

“Usai dibeli, saya pernah mengolah tambang emas di situ. Tapi sudah berhenti karena ternyata tidak ada material emasnya,” pungkasnya.