Beranda blog Halaman 587

Kopi Asli Kotamobagu Tembus Pasar Nasional

Muhammad Mokoginta

ZONA KOTAMOBAGU – Kopi bubuk hasil olahan kelompok masyarakat di Desa Bilalang, Kecamatan Kotamobagu Utara, yakni Kopi Sinondag, Dinodok dan Mojago, menembus pasar nasional. Hal itu sangat memberi dampak positif terhadap perekonomian masyarakat.

“Berkat bantuan pemerintah dan Bank Indonesia, kami di sini bisa mengembangkan produksi kopi lebih besar lagi. Jelas ini memberi dampak positif terhadap kesejahteraan kami,” kata salah satu pengrajin Kopi Sinondag, Hasna Mokoginta.

Sekretaris Desa Bilalang II, Djafar Mokoagow, mengakui bantuan mesin pengolah kopi yang diberikan sangat membantu dalam pengelolaan kopi yang dilakukan masyarakat. “Dulu mesin seperti ini baru ada di Toko Sakura, sekarang sudah ada di sini. Sehingga sekarang yang dijual bukan lagi biji kopinya, tapi langsung bubuk kopi yang sudah dikemas, kemudian dipasarkan ke sejumlah daerah,” katanya.

Penjabat Sementara Walikota, Muhammad Mokoginta, berharap para pengrajin dapat terus meningkatkan kualitas kopi hasil olahan, agar kedepannya kopi asli Kotamobagu bisa memiliki daya saing dan menembus pasar domestik bahkan internasional. “Kualitasnya harus terus diperbaiki. Apalagi dengan adanya mesih pengolah, kita harap produksinya terus meningkat,” harapnya. (ads/gito)

Cegah Luapan Air, BPBD Keruk Sungai Katulidan

Satu unit alat berat dikerahkan untuk mengeruk Sungai Katulidan.

ZONA KOTAMOBAGU – Mengantisipasi luapan air sungai yang berakibat pada tergenang rumah warga, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melakukan pengerukan sungai serta membangun tanggul. Senin (12/3), satu unit alat berat dikerahkan untuk mengeruk Sungai Katulidan yang berada di RT 24 dan RT 25 Gogagoman, Kecamatan Kotamobagu Barat.

Kepala BPBD, Refly Mokoginta, mengatakan penanggulangan banjir diprioritaskan di titik yang rawan luapan. Sebagai langkah awal, pihaknya melakukan pengerukan sungai. “Anggarannya dari dana tanggap darurat. Kalau untuk pembangunan tanggul diusulkan ke BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) melalui BPBD Provinsi Sulut,” katanya.

Ia mengungkapkan, beberapa hari lalu tim dari BPBD Provinsi Sulut telah meninjau sejumlah titik sungai yang sering meluap saat musim penghujan. “Dari hasil peninjauan itu, ada beberapa titik yang mendesak untuk dilakukan penanganan karena air sungai sering meluap setiap kali hujan turun,” ungkapnya.

Disisi lain, ia berharap agar ada kesadaran masyarakat dengan tidak membuang sampah di sungai. “Butuh kesadaran masyarakat agar tidak lagi membuang sampah di sungai, karena itu bisa berdampak penyumbatan aliran air dan berpotensi terjadi luapan,” harapnya. (ads/gito)

Disperinaker Rencana Bangun Rumah Kemasan

Ilustrasi

ZONA KOTAMOBAGU – Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) akan membuat rumah kemasan produksi tahun ini. Anggaran sebesar Rp600 juga dari Dana Alokasi Khusus (DAK) telah disiapkan untuk pembangunan maupun pengadaan mesin fasilias penunjang lainnya.

Kepala Bidang Perindustrian, Fadlun Paputungan, mengatakan pembangunan rumah kemasan itu dimaksudkan untuk memudahkan para pelaku industri dalam pengemasan industrinya baik yang berbentuk cair maupun padat termasuk stiker dan pelabelannya.

“Semua produk industri akan masuk ke situ. Itu selain membantu para pelaku industri dalam pengemasan juga tentu akan bermanfaat dari segi PAD (Pendapatan Asli Daerah),” katanya.

Ia mengungkapkan, kehadiran rumah kemasan itu kedepannya diharapkan Kota Kotamobagu menjadi pusat pengemasan di Bolmong Raya. “Jadi ini bukan hanya khusus produk hasil olahan masyarakat Kotamobagu saja, tidak menutup kemungkinan juga dari daerah lain,” ungkapnya.

Salah satu pemilik usaha kacang goyang, Sumarni Umbola, mengaku menyambut baik rencana pemerintah membangun rumah kemasan tersebut. “Kalau sudah ada rumah kemasan, tentu itu sangat baik. Selama ini kacang goyang belum dikemas menarik. Baru dibungkus pakai plastik gula. Kalau sudah dikemas seperti snack maka itu akan lebih menarik,” sebutnya. (ads/gito)

Keluyuran, Satpol PP Ciduk Empat Pelajar

TERCIDUK: Empat pelajar saat berada di Kantor Dinas Satpol PP.

ZONA KOTAMOBAGU – Empat pelajar yang berasal dari salah satu Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kota Kotamobagu, diciduk petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), saat giat operasi yang dilaksanakan Senin (12/3). Keempat pelajar itu terdiri dari dua laki-laki dan dua perempuan berinisial masing-masing FL, TG, VM dan FD.

Informasi didapat, keempat pelajar itu terjaring razia saat jam belajar sedang berlangsung. Saat itu, pasukan penegak Perda sedang melakukan operasi turin di sejumlah wilayah di Kota Kotamobagu. Saat menuju ke Desa Sia’, Kecamatan Kotamobagu Utara, petugas mendapati ada mobil avanza yang terparkir di tepi jalan. Curiga ada sesuatu, petuga kemudian mendekat ke mobil tersebut dan ternyata di dalamnya ada empat orang pelajar tersebut. Saat ditanyai petugas, keempat pelajar yang semuanya duduk di bangku kelas III itu tak bisa menjawab dan terlihat seperti kebingungan. Dari situ petugas menggiring keempatnya ke Kantor Dinas Satpol PP untuk diberi pembinaan.

“Mereka didapati berada di mobil avanza. Saat ditanyai alasan berada di situ, mereka tak bisa menjawab dan seperti kebingungan. Kita bawa mereka ke kantor untuk ditindaklanjuti,” kata Kepala Seksi Operasional dan Penertiban, Rio Lasabuda.

Lanjutnya, setelah diperiksa dan dilakukan pendataan, keempat pelajar tersebut langsung dipulang. Namun sebelum itu diberi pembinaan dan dibuatkan surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatan yang sama. “Mereka sudah dipulangkan,” tambahnya. (ads/gito)

Dishub Tambah Dua Set Alat Parkir Elektronik

Sugiarto Yunus

ZONA KOTAMOBAGU – Dinas Perhubungan kembali menambah dua set alat parkir elektronik tahun ini yang akan dipasang di area Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). Hal ini disampaikan Sekretaris Dinas Perhubungan, Sugiarto Yunus.

Menurutnya, pengadaan alat tersebut dianggarkan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp198 juta. “Sekarang alat itu sedang dalam pengiriman. Mudah-mudahan akhir bulan ini sudah tiba dan akan langsung di pasang. Itu akan dipasang di pintu masuk dan keluar. Nantinya di situ akan ada tiga alat parkir elektronik,” katanya.

Ia mengungkapkan, setelah tiga set alat parkir terpasang semuanya, pihaknya akan membuatkan jalur khusus untuk pegawai RSUD dan mobil ambulance. “Nantinya itu akan dipisahkan, agar akses masuk karyawan dan mobil ambulance terpisah dengan kendaraan pengunjung,” ungkapnya.

Lanjutnya, pemasangan alat parkir tersebut merupakan salah satu upaya dalam menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor perparkiran. “Target PAD untuk retribusi parkir sebesar 2,8 miliar. Dengan menggunakan parkir elektronik itu, kita yakin target PAD bisa dicapai,” ujarnya.

Soal tarif, ia menambahkan masih mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2011 tentang retribusi parkir, dengan besaran tarif Rp500 untuk kendaraan roda dua dan Rp1.000 untuk kendaraan roda empat. “Nantinya tarif itu akan kita sesuaikan lagi, karena Perda itu sementara direvisi,” tambahnya. (ads/gito)

Pemkot Tunggu Tawaran Investor Soal Pemanfaatan Gedung Eks RSUDB

Muhammad Mokoginta

ZONA KOTAMOBAGU – Eks Gedung Rumah Sakit Umum Datoe Binangkang (RSUDB) yang berada di Kelurahan Kotamobagu, Kecamatan Kotamobagu Barat, hingga kini belum dimanfaatkan. Beberapa bangunan gedung tersebut untuk sementara ditempati Badan Search and Rescue Nasional (Basarnas).

Menurut Penjabat Sementara (Pjs) Walikota, Muhammad Mokoginta, lokasi berdirinya bangunan tersebut masuk pada kawasan pengembangan sarana perdagangan dan jasa. “Rumah sakit itu masuk kawasan perdagangan dan jasa, karena berada di kawasan perkotaan. Jadi tidak boleh untuk pembangunan pabrik apapun,” katanya, pekan lalu.

Ia mengakui, pemerintah merespon jika ada investor yang tertarik memanfaatkan bangunan tersebut. “Kalau ada yang mau tukar guling, kita respon itu selagi pemanfaatannya untuk pembangunan dua sarana itu, yakni perdagangan atau jasa,” sebutnya.

Seperti diketahui, aktivitas di rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolmong itu berakhir pada awal 2017 lalu. Sejak itulah, tak ada lagi aktivitas di bangunan yang berdiri pada Tahun 1948 itu. (ads/gito)

Pemdes Bilalang II Cari Terobosan Kembangkan Potensi Kemiri

ZONA KOTAMOBAGU – Potensi kemiri di Desa Bilalang II sangat menjanjikan. Tak sedikit warga setempat yang mengandalkan hasil penjualan kemiri sebagai salah satu sumber pendapatan.

Untuk menunjang produktifitas dan meningkatkan kualitas hasil olahannya, saat ini pemerintah desa setempat sedang mencari formula baru agar kedepannya bisa menjadi lebih baik lagi.

“Kami sementara mencari solusi bagaimana mengolah kemiri jadi produk siap pakai. Sekarang ini sampai sekarang masih digunakan sebagai bumbu dapur,” kata Sekretaris Desa (Sekdes), Djafar Mokoagow, Kamis (8/3).

Ia mengungkapkan, lahan perkebunan kemiri di Desa Bilalang Bersatu tergolong besar. Rata-rata pohon kemiri itu katanya ditanam sejak puluhan tahun yang lalu.

“Bisa dikatakan kalau Desa Bilalang sebagai penghasil kemiri terbesar di Bolmong Raya. Kalau pengolahannya sudah baik, maka kemiri ini bukan hanya jadi bumbu masakan saja, tapi juga bisa untuk kebutuhan lainnya,” ungkapnya. (ads/gito)

Investor Cina Siap Bangun Pabrik Pengalengan Nenas di Kotamobagu

Pertemuan investor China dengan Pjs Walikota bersama SKPD terkait di ruang kerja walikota.

ZONA KOTAMOBAGU – Investor asal China siap membangun pabrik pengalengan nenas di Kota Kotamobagu. Kamis (8/2), tiga orang investor asal negeri tirai bambu itu datang dan menggelar pertemuan dengan Penjabat Sementara (Pjs) Walikota bersama sejumlah pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terakit.

“Mereka dari Guangzhou dan tertarik mengembangkan industri di bidang pertanian, seperti nenas, kelapa dan ikan. Tapi yang paling utama adalah nenas,” kata Pjs Walikota, Muhammad Mokoginta, usai pertemuan dengan investor China, kemarin.

Ia mengakui, Pemerintah Kota (Pemkot) Pemkot sangat menyambut baik rencana investor China itu untuk membangunan pabrik pengalengan nenas di Kota Kotamobagu. Lahanya seluas satu hingga dua hektare untuk pembangunan pabrik tersebut disiapkan di wilayah Kelurahan Mongkonai, Kecamatan Kotamobagu Barat.

“Untuk areal perkebunan nenas di sini (Kotamobagu) kecil, jadi hanya pabriknya saja. Jadi kita berbagi dengan Kabupaten Bolmong, nenasnya dari Desa Lobong (Bolmong) dan pabriknya di Kotamobagu. Ini sangat baik dan menguntungkan bagi masyarakat. Kalau sudah ada pabriknya, tentu tenaga kerjanya prioritas dari Kotamobagu, kecuali untuk tenaga ahli itu berasal dari luar daerah,” ungkapnya.

Lanjutnya, setelah pertemuan tersebut pihak investor akan melakukan study kelayakan dengan melihat kualitas nenas dan besarnya area perkebunannya.

“Mereka butuh areal yang besar sekitar 30 hektare. Kalau tersedia, mereka tertarik dan siap ke sini. Kita sudah koordinasi dengan Dinas Pertanian Bolmong, di sana ada 30 hektare lahan tanaman nenas dan masih ada cadangan sekitar 10 ribu hektare lagi,” ujarnya.

Ditambahkannya, pihaknya investor tersebut sangat serius mengembangkan investasinya di wilayah Bolmong Raya termasuk di Kota Kotamobagu. “Mereka serius, kami juga sangat serius,” tambahnya. (ads/gito)

Dinsos Cek Kualitas Rastra di Gudang Bulog

Kepala Dinas Sosial, Sarida Mokoginta, saat mengecek kualitas rastra di Gudang Bulog, kemarin.

ZONA KOTAMOBAGU – Dinas Sosial (Dinsos) mengecek ketersediaan serta keualitas beras sejahtera (rastra) di Gudang Bulog yang berada di Kelurahan Mogolaing, Kecamatan Kotamobagu Barat, Kamis (8/3). Pengecekan itu dilakukan untuk memastikan ketersediaan stok serta kualitas beras subsidi dari pemerintah itu sebelum disalurkan ke masyarakat.

“Sebelum kita salurkan kita chek dulu. Ini untuk memastikan agar beras yang diberikan ke masyarakat benar-benar layak di konsumsi. Dari hasil pengecekan tadi (kemarin, red), stok beras tersedia dan kualitasnya baik,” kata Kepala Dinsos, Sarida Mokoginta.

Diungkapkannya, penyaluran beras rastra untuk jatah bulan Februari akan mulai dilakukan Jumat (9/3) hari ini. Namun demikian, katanya pihaknya masih menunggu kesiapan mobil operasional Bulog yang masih melakukan penyaluran di wilayah Bolmong, Bolmut dan Bolsel.

“Untuk jumlah penerima masih seperti tahun lalu yaitu 5.510 kepala keluarga. Setiap penerima mendapat 10 kilogram. Itu gratis atau tidak ada biaya tebusan,” ungkapnya.

Lanjutnya, data penerima rastra tersu diperbarui. Itu dilakukan agar warga yang layak menerima bisa mendapatkan beras tersebut. “Datanya diperbarui terus setiap tahun. Jika ada penerima yang tak lagi masuk kategori penerima seperti sudah pindah domisili, meninggal dunia ataupun sudah ada peningkatan dari segi ekonomi, akan diganti dengan yang lain,” ujarnya.

Disisi lain, ia mengingatkan agar warga penerima manfaat untuk dapat memanfaatkan rastra tersebut dengan baik dan tidak diperjualbelikan. “Kita harap ada kerja sama dari pemerintah desa dan kelurahan agar penyalurannya di lapangan bisa tepat sasaran,” tambahnya. (ads/gito)

Tiga Kelompok Tani Dapat Bantuan Mesin Pengolahan Kopi

Pjs Walikota memberi sambutan sebelum peresmian mesin pengolahan kopi di Desa Bilalang II.

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) serius mengembangkan kopi sebagai salah satu produk unggulan daerah. Berbagai upaya dilakukan, termasuk menggandeng Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulawesi Utara (Sulut) untuk bekerja sama dalam dalam pengembangannya. Sebagai tindaklanjut dari kerja sama itu, BI telah menyerahkan bantuan mesin pengolah kopi kepada tiga kelompok tani yakni Bangelo, Bubungayo dan Sumayat.

Kamis (8/3), Penjabat Sementara (Pjs) Walikta, Muhammad Mokoginta, meresmikan mesin pengolahan kopi tersebut di Desa Bilalang II, Kecamatan Kotamobagu Utara.

“Saya harapkan dengan adanya mesin ini, produksi dan kopi lebih meningkat lagi,” kata Pjs Walikota.

Lahan tanaman kopi di area perkebunan Bilalang seluas 130 hektare dengan produksi mencapai 125 ton per tahun. Besarnya luas lahan serta tingginya angka produksi itu diharapkan bisa memberi dampak positif terhadap perekonomian masyarakat. “Dengan adanya mesin ini, masyarakat juga harus terus menaman, agar produksinya terus meningkat,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Pjs walikota juga berharap agar pihak BI terus mendorong perkembangan usaha kecil menengah khususnya di Kota Kotamobagu. “Bukan hanya untuk komoditas kopi saja, tapi juga UMKM lainnya,” sebutnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Perwakilan Sulut, Soekowardojo, mengatakan pemberian mesin pengolah kopi itu dimaksudkan untuk meningkatkan produktifitas dan kualitas kopi yang muaranya pada peningkatan perekonomian masyarakat desa. “Kami harapkan kopi Robusta di Kotamobagu ini bisa bersaing dengan kopi dari daerah lain,” ungkapnya. (ads/gito)