Beranda blog Halaman 588

Pencairan Dandes Tunggu Perampungan APBDes

Hamdan Monigi

ZONA KOTAMOBAGU — Dana Desa (Dandes) untuk 15 desa di Kota Kotamobagu, siap dicairkan. Saat ini, Pemerintah Kota (Pemkot) tinggal menunggu perampungan penyusunan Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes) dari masing-masing desa.

Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD), Hamdan Monigi, mengatakan hingga kini belum ada satu-pun desa yang menyelesaikan APBDes. “Itu (APBDes) menjadi syarat pencairannya. Tinggal tergantung desa, kalau soal anggaran sudah siap dicairkan. Dalam APBDes itu tertuang program dan kegiatan yang akan dilaksanakan tiap desa,” kata Hamdan, Selasa (7/3).

Ia mengungkapkan, pihaknya memberi kesempatan hingga pekan kedua Bulan Maret untuk menyelesaikan APBDes.

“Kita kasih waktu sampai minggu kedua. Kalau sudah rampung langsung dicairkan. Makin cepat pencairannya makin bagus, agar kegiatan yang sudah diprogramkan pemerintah dan masyarakat desa bisa langsung action,” ungkapnya.

Dandes yang akan diterima 15 desa tahun ini sebesar Rp17,4 miliar. Jumlah itu naik sekira Rp2,3 miliar dari tahun sebelumnya atau hanya berjumlah Rp15,1 miliar. Kenaikan jumlah anggaran tersebut akan sangat bermanfaat terhadap percepatan pembangunan di dalam desa.

“Jumlah yang akan diterima setiap desa bertambah. Untuk nominalnya pasti berbeda-beda, karena disesuaikan dengan jumlah penduduk, luas wilayah dan lainnya,” ujarnya. (ads/gito)

Cegah Luapan Air, Pemkot Perbaiki Drainase Sinindian

Imran Amon

ZONA KOTAMOBAGU — Perbaikan drainase di Jalan Paloko Kinalang Kelurahan Kotobangon dan Jalan KS Tubun Kelurahan Sinindian, akan segera dikerjakan. Saat ini, proses lelang paket pekerjaan tersebut sudah selesai dan tinggal menunggu pelaksanaan pekerjaan.

“Penandatanganan kontrak pekerjaan sudah selesai dengan pihak pelaksana kegiatan,” kata Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP), Imran Amon.

Ia mengungkapkan, perbaikan dua drainase tersebut sudah sangat mendesak, mengingat di dua lokasi itu sering terjadi banjir khususnya disaat hujan deras akibat luapan air dari drainase.

“Daya tampung drainase sudah tak memadai. Saat hujan deras air meluap ke jalan hingga ke pemukiman warga. Anggarannya 3,4 miliar,” ungkapnya.

Ia berharap, perbaikan drainase didua wilayah itu dapat mengantisipasi luapan air yang sering terjadi. “Kita harap setelah pekerjaan selesai, tidak ada lagi luapan air, dan warga sekitar merasa aman dari ancaman banjir,” harapnya. (ads/gito)

Kinerja Tenaga Kontrak Terus Dievaluasi

Penyerahan SK tenaga kontrak secara simbolis oleh Kepala BKPP, Sahaya Mokoginta, beberapa waktu lalu.

ZONA KOTAMOBAGU — Semua tenaga kontrak yang ada di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) diharuskan mengikuti tes kembali. Hal ini ditegaskan Penjabat Sementara (Pjs) Walikota, Muhammad Mokogita, saat sosialisasi Peraturan Walikota (Perwako) nomor 1 Tahun 2018 tentang tenaga kontrak dan Perwako nomor 2 Tahun 2018 tentang pedoman Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP), Selasa (6/3) di Aula Rumah Dinas Walikota.

Menurutnya, ada banyak orang yang belum bekerja dan ingin menjadi tenaga kontrak, namun Pemkot tidak sembarangan mengakomodir karena ada ketentuannya.

“Setiap tenaga kontrak harus di tes. Jadi tenaga kontrak yang sudah bekerja jangan mengira tidak akan dievaluasi,” kata Rudi.

Ia menjelaskan, setiap tahun ada perubahan tenaga kontrak untuk menuju perbaikan regulasi.
“Jadi kita evaluasi setiap tahun. Mana yang lulus itu yang dikontrak,” ujarnya.

Seperti diketahui, jumlah tenaga kontrak sebanyak 1.604 orang yang tersebar di semua SKPD. (ads/gito)

Lelang Proyek Pembangunan Talud Sungai Osion Tinggal Tunggu Pemenang

Sande Dodo

ZONA KOTAMOBAGU – Proyek pembangunan talud Sungai Agoan yang berada di Kampung Baru, Kelurahan Kotamobagu, Kecamatan Kotamobagu Barat, segera action. Saat ini, lelang proyek berbanderol Rp3 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) itu sedang berproses di Unit Layanan Pengadaan (ULP) dan tinggal menunggu pemenangnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Sande Dodo, mengatakan lelang paket pekerjaan tersebut sudah masuk pada tahap pemasukan penawaran dan evaluasi penawarannya.

“Insya allah minggu depan sudah ada pemenangnya, selanjutnya pelaksana kegiatan menyiapkan administrasinya termasuk jaminan lima persen sebelumnya memulai pekerjaan di lapangan,” kata Sande, Senin (5/3).

Dengan adanya kegiatan tersebut, ia berharap dapat mengurangi dampak luapan air sungai yang kerap terjadi khususnya saat hujan deras turun.

“Mudah-mudahan mulai proses lelang sampai pada pekerjaannya berjalan lancar,” harapnya.

Disisi lain, ia mengimbau warga untuk tidak mendirikan bangunan di dekat bantaran sungai. Katanya, berdasarkan Peraturan Walikota (Perwako) tentang garis sepadan sungai, bahwa jarak bangunan dari sungai adalah lima meter.

“Kita lihat sudah banyak bangunan yang berdiri di dekat sungai. Itu menyebabkan penyempitan dan ketika hujan air meluap dan masuk ke pemukiman warga,” imbaunya. (ads/gito)

Bantu Warga Tanggulangi Bencana, Pemkot Bentuk TRC

ZONA KOTAMOBAGU – Tim Reaksi Cepat (TRC) bentukan Pemerintah Kota (Pemkot) siap action dan membantu masyarakat dalam proses evakuasi, rekonstruksi dan pembersihan di lokasi yang terdampak luapan air sungai.

Senin (5/3), TRC yang terdiri pejabat eselon II, III dan staf di tiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dibentuk dan mulai turun ke tiap kelurahan yang menjadi tanggung jawab masing-masing.

Sekretaris Kota (Sekkot) Adnan Massinae, mengatakan ada delapan kelurahan yang membutuhkan perhatian serius, yakni Kelurahan Kotamobagu, Mogolaing, Kotobangon, Biga, Gogagoman, Sinindian, Matali dan Upai. Setiap kelurahan itu katanya telah ada tim yang bertanggung jawab untuk penanganannya dan dipimpin kepala SKPD yang ditentukan dan dibantu para pejabat eselon II, III, staf di semua SKPD yang berdomisili di wilayah sekitar.

“Sebentar sore (kemarin, red) langsung turun ke wilayah masing-masing dan berkoodinasi dengan pemerintah kelurahan setempat. Tindaklanjuti apa yang bisa kita lakukan. Kemudian untuk tim kesehatan, lihat dan periksa kondisi kesehatan masyarakat dan juga lingkungan sekitar apakah ada potensi penyakit sebagai dampak dari luapan air,” kata Adnan, saat apel penanggulangan bencana bersama TRC, Senin (5/3).

Ia mengungkapkan, pembentukan TRC tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat terkena imbas luapan air sungai akibat hujan deras yang terus mengguyur wilayah Kota Kotamobagu.

“Kondisi cuaca seperti ini berpotensi menimbulkan banyak persoalan, seperti luapan air dari drainase ataupun sungai. Untuk itu perlu ada partisipasi dari kita semua. Kemudian kita sebagai ASN harus menjadi pioner dalam membantu masyarakat,” ujar Adnan.

Ia mengungkapkan, semua anggota TRC harus selalu siap setiap saat dan membatu masyarakat.

“Ketika hujan deras turun dan ada masyarakat yang membutuhkan bantuan, langsung turun dengan cepat. Kita beri bantuan sesuai apa yang dibutuhkan masyarakat, seperti evakuasi ke tempat yang aman, merekonstruksi dan membersihkan rumah warga yang terdampak luapan banjir, kemudian memberi bantuan berupa bahan natura seikhlasnya,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana TRC, Refly Mokoginta, mengatakan pihaknya masih menunggu hasil identifikasi soal jumlah rumah warga yang terdampak bencana serta jumlah kerugian materil akibat luapan air sungai.

“Kita masih menunggu, ada tim bersama Dinas Sosial sedang turun mengidentifikasi di semua wilayah,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) itu. (ads/gito)

Taman Kota Pobundayan Diusul Jadi Lokasi Wisata Kuliner

ZONA KOTAMOBAGU – Taman Kota yang berlokasi di Kelurahan Pobundayan, Kecamatan Kotamobagu Selatan, diusulkan jadi lokasi wisata kuliner. Usulan itu disampaikan pemerintah kelurahan pada Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) beberapa waktu lalu.

“Kita usulkan agar Dinas Perdagangan membuat lapak tempat berjualan sekaligus panggung untuk tempat pertunjukan seni di situ, agar taman itu bisa memberi manfaat positif ke masyarakat. Mudah-mudahan usulan itu akan terakomodir,” kata Lurah Pobundayan, Apri Djunaidi Paputungan, pekan lalu.

Ia mengungkapkan, pengusulan itu dilakukan karena lokasinya dinilai strategis serta diyakini bisa memberi dampak positif ke masyarakat setempat.

“Kalau sudah dipasangi lampu kemudian pintu gerbang dibuat tulisan lokasi wisata kuliner, pasti itu akan ramai. Lokasinya strategis karena dekat dengan rumah sakit. Para pedagangnya adalah masyarakat di sini (Pobundayan) dan itu akan memberi dampak posifit khususnya di sektor ekonomi,” ungkapnya.

Ia mengakui, selesai di bangun beberapa tahun lalu, Taman Kota yang berada di sekitar pemukiman warga itu kurang dimanfaatkan dan justru dijadikan tempat untuk kegiatan-kegiatan negatif.

“Sering kali kita razia di situ. Banyak yang kedapatan melakukan kegiatan negatif. Untuk itu, agar ada manfaat positifnya, kita usulkan agar dijadikan pusat wisata kuliner,” tambahnya. (ads/gito)

Jelang Pilwako, Pjs Walikota Imbau Masyarakat Jaga Persaudaraan

Muhammad Rudi Mokoginta

ZONA KOTAMOBAGU – Penjabat Sementara (Pjs) Walikota, Muhammad Mokoginta, mengimbau semua elemen masyarakat untuk terus menjaga persaudaraan, persatuan dan kesatuan. Hal ini disampaikannya saat memberi sambutan pada pembukaan perayaan Cap Go Meh dan Pagelaran Seni Budaya Daerah, Jumat (2/3), pekan lalu.

Menurutnya, Kota Kotamobagu tidak lama lagi akan menggelar pemilihan kepala daerah. Oleh karena itu, keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat harus terus dijaga.

“Hubungan persaudaraan yang sudah lama terjalin harus tetap dijaga,” imbaunya.

Lanjutnya, semua elemen masyarakat harus tetap menjaga suasana aman dan damai. Katanya, perbedaan pilihan dalam setiap agenda pesta demokrasi adalah sebuah hal yang biasa.

“Berbeda pilihan adalah hal yang wajar, namun yang paling utama adalah bagaimana kita semua dapat menjaga suasana yang aman dan damai di Kota Kotamobagu,” ujarnya. (ads/gito)

Realisasi Anggaran SKPD Akan Dievaluasi Setiap Bulan

Muhammad Rudi Mokoginta

ZONA KOTAMOBAGU – Evaluasi capaian realisasi anggaran di tiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) akan dilakukan setiap bulan, baik itu komponen belanja langsung maupun belanja tidak langsung. Evaluasi itu penting dilakukan agar dapat mengukur tingkat capaian kinerja masing-masing SKPD.

Penjabat Sementara (Pjs) Walikota, Muhammad Mokoginta, mengatakan dari evaluasi yang dilakukan itu, akan diketahui SKPD yang serapan anggarannya masih rendah dan apa yang menjadi penyebabnya.

“Kedepannya evaluasi akan dilakukan setiap bulan,” katanya, pada rapat koordinasi dan evaluasi percepatan pelaksanaan pengadaan barang dan jasa, pekan lalu.

Pada rapat tersebut, semua pimpinan SKPD diminta memaparkan proses pengadaan barang dan jasa di SKPD masing-masing.

“Sekarang sudah memasuki akhir triwulan pertama. Koordinasi dan evaluasi seperti ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana progres pengadaan barang dan jasa di setiap perangkat daerah. Ketika ada permasalahan, bisa dengan cepat diketahui dan dicarikan solusinya,” ujarnya. (ads/gito)

Pembayaran TPP Terkendala Format Laporan Kinerja Pegawai

Muhammad Rudi Mokoginta

ZONA KOTAMOBAGU — Penjabat Sementara (Pjs) Walikota, Muhammad Mokoginta, menginstruksikan Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) untuk segera menyelesaikan format penyampaian laporan kinerja harian pegawai yang menjadi syarat pembayaran Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) Pegawai Negeri Sipil (PNS). Hal itu disampaikannya disela rapat koordinasi dan evaluasi percepatan pelaksanaan pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Tahun Anggaran 2018, Rabu (28/2) lalu.

Menurutnya, dari evaluasi capaian komponen belanja tidak langsung, salah satu yang ditemui disemua Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) adalah soal serapan TPP yang masih belum mencatatkan realiasasi.

“BPKD (Badan Pengelola Keuangan Daerah) sudah menyatakan kesiapannya untuk melakukan pembayaran, tapi masalahnya adalah belum menyampaikan rekapan hasil kinerja ASN yang menjadi dasar pembayaran,” katanya.

Pada kesempatan itu, Pjs walikota meminta BKPP untuk segera menyelesaikan apa yang menjadi kendala agar pembayaran TPP bisa segera dilakukan.

“Saya memahami kondisi para PNS, karena saya juga ada seorang PNS. Gaji kita setiap bulannya sudah sangat terbatas, dan sebagian besar sangat bergatung pada tunjangan penghasilan ini. Makanya saya instruksikan BKPP untuk segera menyelesaikan permasalahan ini dan BPKD segera melakukan pembayaran,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris BKPP, Asral Impe, mengungkapkan kendala dalam penyelesaian laporan hasil kinerja ini adalah proses peralihan mekanisme penyampaian laporan kinerja harian dari manual ke online.

“Saat ini kita menggunakan aplikasi SIKAP dalam penyampaian laporan kinerja harian pegawai. Setiap PNS diwajibkan menginput kinerja hariannya langsung ke sistem, karena itu secara otomatis akan terekap setiap bulannya. Tapi kendalanya adalah proses peralihan dari manual ke online,” ungkapnya. (ads/gito)

76 Pedagang Pasar Pocil Tempati Kios Baru

Pjs Walikota saat memberi sambutan usai menyerahkan kunsi kios kepada pedagang.

 

ZONA KOTAMOBAGU – 76 pedagang yang berjualan di Pasar Poyowa Kecil (Pocil), Kecamatan Kotamobagu Selatan, menempati kios-kios yang dibangun pemerintah. Kamis (1/3), Penjabat Sementara (Pjs) Walikota, Muhammad Mokoginta, menyerahkan kunci kios kepada pedagang.

“Diharapkan agar para pedagang dapat menjaga dan merawat kios-kios ini serta memanfaatkannya dengan baik,” kata Pjs walikota.

Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdagkop dan UKM), Herman Aray, mengatakan pedagang yang menempati kios-kios tersebut adalah pedagang yang sudah lama berjualan di pasar tersebut. “Kios itu dibangun pemerintah untuk para pedagang, dengan tujuan agar mereka yang berjualan di situ merasa lebih nyaman,” katanya.

Ditegaskannya, tidak ada biaya sewa kios yang dikenakan bagi setiap pedagang, kecuali retribusi yang sudah diatur dalam Peraturan Daerah (Perda). “Pedagang hanya membayar retribusi sesuai Perda, tidak ada biaya selain itu,” tegasnya.

Sementara itu, para pedagang mengaku bangga mendapat fasilitas yang memadai sebagai tempat berjualan. “Terima kasih kepada pemerintah yang telah memberi perhatian kepada kami dengan menyiapkan fasilitas ini,” sebut para pedagang di pasar tersebut. (ads/gito)