Walikota Tatong Bara saat menggunting pita sebagai tanda peresmian fasilitas TPS 3R.
ZONA KOTAMOBAGU — Walikota Tatong Bara meresmikan fasilitas Tempat Pengelolaan Sampah (TPS) Reduce Reuse Recycle (3R) di Kelurahan Matali, Kecamatan Kotamobagu Timur, Rabu (17/1). Keberadaan fasilitas tersebut akan sangat membantu masyarakat dalam memanfaatkan sampah untuk didaur ulang menjadi bahan yang bermanfaat, seperti pembuatan pupuk organik.
Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan dapat ikut menggerakkan roda perekonomian masyarakat. Sebab, semua sampah bisa didaur ulang dan memberi manfaat yang bernilai ekonomi.
Pada kesempatan itu, walikota juga mengapresiasi dan menyampaikan terima kasih kepada pihak Kementrian Pekerjaan Umum yang sudah membantu pemerintah dalam penyediaan fasilitas tersebut.
“Sampah di Kotamobagu bisa dikendalikan dengan adanya pembangunan TPA (Tempat Pembuangan Akhir) dan TPS (Tempat Pengelolaan Sampah). Fasilitas itu hadir berkat adanya bantuan dari Kementrian PU,” kata walikota. (ads/gito)
Walikota Tatong Bara saat menerima hasil kepatuhan terhadap standar pelayanan publik dari Kepala Ombudsman Perwakilan Sulut, kemarin.
ZONA KOTAMOBAGU – Kualitas pelayanan pemerintah kepada masyarakat terus meningkat. Ini dibuktikan dengan hasil kepatuhan terhadap standar pelayanan publik yang dilakukan oleh Ombudsman Sulawesi Utara (Sulut). Dari hasil penilaian itu, Kota Kotamobagu berada diperingkat kedua di Sulawesi Utara dengan nilai kepatuhan 70,20 dengan zona kepatuhan kuning.
Dari delapan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang dinilai, terdapat tiga diantaranya yakni Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil), Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dan Dinas Sosial yang mendapat zona hijau dengan nilai rata-rata 90. Sedangkan lima SKPD lainnya seperti Dinas Pendidikan, Dinas Pertanian, Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disnaker), Dinas Perhubungan serta Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdagkop dan UKM) berada pada zona merah, namun beberapa poin yang menjadi objek penilaian mendapat angka yang cukup memuaskan.
“Kita memberi apresiasi kepada Pemerintah Kota Kotamobagu. Ada peningkatkan yang cukup signifikan dari tahun sebelumnya. Dinas Sosial misalnya, tahun sebelumnya mendapat nilai paling rendah dan sekarang naik cukup signifikan dengan rata-rata nilai 90. Begitu juga dengan Dinas Perijinan. Kemudian Dinas Catatan Sipil kita apresiasi karena berhasil dan bertahan pada zona hijau. Ini sangat luar biasa, sebelumnya hanya satu SKPD yang zona hijau, sekarang sudah menjadi tiga SKPD,” kata Kepala Ombudsman Perwakilan Sulut, Helda Tirajoh, dalam sambutannya sebelum menyerahkan hasil penilaian kepada Walikota Tatong Bara di Aula Rumah Dinas Walikota, Rabu (17/1).
Ia berharap, raihan nilai tersebut dapat dipertahankan bahkan lebih ditingkatkan lagi kedepannya. “Kota Kotamobagu sekarang sudah sangat berubah. Kita sangat mengapresiasinya dan mengahrapkan kedepannya bisa dipertahankan dan ditingkatkan lagi,” harapnya.
Walikota Tatong Bara, mengapresiasi jajarannya yang sudah berbenah dan terus memperbaiki serta meningkatkan pelayanan ke masyarakat. “Kedepannya harus lebih baik lagi. Manado bisa, Kotambagu juga harus bisa. Dengan raihan nilai ini, mudah-mudahan pelayanan pemerintah ke masyarakat semakin prima,” ujar walikota. (ads/gito)
ZONA HUKRIM- AM alias Dri, warga Desa Passi, Kecamatan Passi, terpaksa harus berurusan dengan polisi. Pasalnya, pria bertubuh gempal itu diduga melakukan pencurian sebuah helm di kompleks kantor walikota, Rabu (17/1). Ia ditangkap saat berada di Kantor Pengadilan Negeri (PN) Kotamobagu sekira pukul 04.30 Wita atau beberapa jam setelah beraksi.
Penangkapan terhadap pelaku berawal dari pengembangan atas laporan di Polres Bolmong. Tim Opsnal Satreskim yang mendapat laporan itu langsung bergerak cepat dan memburu pelaku. Atas bantuan rekaman Closed Circuit Television (CCTV), petugas dengan mudah mengenali identitas dan ciri-ciri pelaku kemudian langsung menciduknya setelah terlebih dahulu mendapati posisi pelaku yang saat itu sedang menghadiri sidang di Kantor PN Kotamobagu.
Dihadapan petugas, ia mengakui perbuatannya itu dan beralasan dirinya pernah menjadi korban pencurian helm.
“Apapun alasannya, tetap tidak boleh mengambil barang milik prang lain. Sekarang dia (pelaku) sementara diperiksa,” kata Kasat Reskrim, Hanny Lukas.
Informasi didapat, pelaku dalam aksinya itu menukarkan helm miliknya dengan helm jenis NKH berwarna orange milik orang lain yang ditinggalkan di motor Yamaha N Max yang terparkir di depan kantor walikota. Namun tanpa ia sadari, aksinya saat ini terpatau CCTV milik Pemkot Kotamobagu yang terpasang di area kantor walikota. (gito/trz)
Aktivitas belajar mengajar siswa Kelas III SDN Sauk,Rabu (17/1).
ZONA BOLMONG — Bangunan Ruang Kegiatan Belajar (RKB) Sekolah Dasar Negeri (SDN) Sauk, Kecamatan Lolak, memprihatinkan. Atap dan plafon bocor menghiasi ruang kelas I, II dan III di sekolah yang dibangun pada Tahun 1984 itu. Namun demikian, guru dan siswa masih tetap beraktivitas di ruangan tersebut lantaran tak ada pilihan lain untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar setiap hari.
“Kalau hujan turun, air masuk melalui atap yang bocor, dan terpaksa meja dan bangku siswa digeser ke tempat yang aman (tidak bocor). Kemudian kalau hujan deras turun, pasti ada genangan air di dalam kelas,” kata salah satu guru di sekolah tersebut, Rabu (17/1).
Ia mengungkapkan, sempat ada kejadian sejumlah siswa nyaris menjadi korban plafon dan atap ruang kelas tersebut. “Pernah ada kejadian tripleks jatuh disaat kegiatan belajar mengajar sedang berlangsung. Untuk saja hanya jatuh di meja dan tidak mengenai siswa,” ungkapnya.
Ia berharap, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) melalui instansi terkait dapat memperhatikan dengan mengalokasikan anggaran untuk rehabilitasi bangunan tersebut. “Kami harap ada perhatian dari pemerintah,” harapnya. (trz)
JAKARTA – Menpora Imam Nahrawi, yang sudah melakukan MoU dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi (MenPAN-RB), merealisasikan janjinya mengangkat atlet berprestasi menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).
Rabu (17/1) di kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta, Imam mengumumkan daftar nama 137 atlet yang memiliki prestasi mulai dari tingkat dunia hingga tingkat regional Asia Tenggara,diangkat menjadi PNS leat kebijakan formasi khusus.
Kepastian itu disampaikan langsung oleh MenPAN-RB, Asman Abnur, yang menghadiri acara pengumuman dimaksud.
“Kami berharap dengan adanya motivasi baru ini para atlet tidak memikirkan lagi hal-hal terkait apa pekerjaan mereka di masa depan setelah tidak lagi produktif sebagai atlet. Jadi dengan formasi khusus PNS ini, mereka telah memiliki kepastian di masa depannya,” ujar Asman.
Formasi khusus ini menurut Asman merupakan langkah konsisten yang akan diterapkan hingga tahun-tahun mendatang tanpa harus melewati tes sebagaimana pengangkatan PNS formasi umum.
“Untuk formasi khusus ini, tidak seperti test PNS biasa, namun hanya menggunakan Test TKB (Test Kompetensi Bidang), meskipun tetap ada proses yang berjalan seperi pra-jabatan dan sebagainya hingga penempatannya setelah pra-jabatan. Insya Allah ini akan terus konsisten sebagai suntikan motivasi kepada olahragawan berprestasi,” tegasnya.
Beberapa nama yang selama ini cukup dikenal karena prestasinya yang ada dalam daftar itu antara lain Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, yang merupakan peraih emas bulu tangkis ganda campuran, Olimpiade Rio de Janeiro, Brasil, 2016.
Selain itu ada juga Eko Yuli Irawan (peraih perak angkat besi putra Olimpiade Rio 2016), Sri Wahyuni Agustiani (perak angkat besi putri, Olimpiade Rio 2016).
Sementara itu, Imam menyampaikan ucapan terimakasih atas kepada Menteri Asman atas pengangkatan 137 atlet sebagai PNS melalui formasi khusus ini.
“Ini betul-betul menjadi kabar terbaik dari Pak MenPAN-RB bagi seluruh insan olahraga, baik atlet dan pelatih. Pastinya ini menjadi sejarah dan semangat besar kebangkitan olahraga tanah air,” tegas Imam.
Walikota Tatong Bara meresmikan fasilitas Tempat Pengelolaan Sampah (TPS) Reduce Reuse Recycle (3R) di Kelurahan Matali, Kecamatan Kotamobagu Timur, Rabu (17/1). Keberadaan fasilitas tersebut akan sangat membantu masyarakat dalam memanfaatkan sampah untuk didaur ulang menjadi bahan yang bermanfaat, seperti pembuatan pupuk organik.
Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan dapat ikut menggerakkan roda perekonomian masyarakat. Sebab, semua sampah bisa didaur ulang dan memberi manfaat yang bernilai ekonomi.
Pada kesempatan itu, walikota juga mengapresiasi dan menyampaikan terima kasih kepada pihak Kementrian Pekerjaan Umum yang sudah membantu pemerintah dalam penyediaan fasilitas tersebut. “Sampah di Kotamobagu bisa dikendalikan dengan adanya pembangunan TPA (Tempat Pembuangan Akhir) dan TPS (Tempat Pengelolaan Sampah). Fasilitas itu hadir berkat adanya bantuan dari Kementrian PU,” kata walikota.
Kepala Satuan Kerja Penyehatan Lingkungan Kementrian PU, Reymond K, juga mengapresiasi pemerintah dan masyarakat Kota Kotamobagu atas pembangunan TPS tersebut. “Tekad pembangunan sampah di Kotamobagu sangat tinggi. Ini dibuktikan dengan Kota Kotamobagu berhasil meraih piala adipura. Kita harap ini dapat berkelanjutan,” ujarnya. (advertorial)
ZONA KOTAMOBAGU – Menindaklanjuti Surat Keputusan (SK) Walikota Nomor 221 Tanggal 18 Desember 2017, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) membentuk Satuan Tugas Percepatan Berusaha (Satgas PB). Satgas yang diketuai Sekretaris Kota (Sekkot) Adnan Massinae itu akan bertugas menginventarisir kembali ijin usaha yang dianggap bermasalah.
“Semua ijin usaha yang sudah pernah diajukan oleh para pelaku usaha akan diinventarisir kembali oleh Satgas PB,” kata Kepala DPMPTSP, Noval Manoppo.
Lanjutnya, pembentukan Satgas PB tersebut akan menunjang percepatan serta kemudahan bagi para pengusaha yang akan berinvestasi di Kota Kotamobagu. “Ada banyak kemudahan diberikan kepada pelaku usaha. Proses perijinan masih dalam pengurusan, sudah bisa membangun dengan catatan terlebih dahulu melalui kajian teknis tata ruang yang syaratnya sudah terpenuhi,” ujar Sekretaris Satgas PB itu.
Dia berharap, dengan adanya Satgsas PB akan semakin mempermudah para investor datang berinvestasi. “Masalah perijinan yang kerap menjadi masalah masuknya investor ke suatu daerah bisa diminimalisir dengan adanya Satgas ini,” harapnya. (ads/gito)
Kepala BKPP Sahaya Mokoginta saat menyerahkan hasil uji potensi dan kompetensi kepada salah satu pejabat administrator.
ZONA KOTAMOBAGU – Hasil uji potensi dan kompetensi 20 pejabat administrastor diserahkan kepada masing-masing pejabat yang bersangkutan. Hasil berupa rekomendasi terkait potensi dan kompetensi diserahkan Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP), Sahaya Mokoginta, Selasa (16/1), di ruang kerjanya.
“Hasilnya berupa rekomendasi terkait kompetensi dan potensi masing-masing,” kata Sahaya, kemarin.
20 pejabat tersebut sebelumnya telah mengikuti uji potensi dan kompetensi pada Agustus tahun lalu di Kantor Badan Kepegawaian Negara (BKN) Regional Manado. “Setelah mengantongi hasilnya masing-masing, kita harap semua lebih termotivasi dan terus meningkatkan kinerjanya,” ujarnya. (ads/gito)
Walikota Tatong Bara saat menyerahkan bantuan kepada salah satu kelompok tani.
ZONA KOTAMOBAGU – Walikota Tatong Bara menyerahkan bantuan dana serta alat mesin pertanian kepada kelompok tani. Bantuan itu diberikan walikota usai apel korpri di Lapangan Boki Hotinimbang, Kotamobagu, Rabu (17/1).
Kelompok tani (Poktan) Boliagonan Desa Poyowa Besar II adalah salah satu Poktan yang menerima bantuan berupa dana pengolahan padi organik sebesar Rp49.860.000.
“Saya mewakili seluruh kelompok tani yang menerima bantuan pada hari ini (kemarin, red), menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ibu Walikota Tatong Bara yang selalu memberikan perhatian lebih kepada kami para petani. Bantuan ini sangat berarti dan membantu kami para petani,” kata Ketua Poktan Boliagonan, Anan Kodarasi.
Sementara itu, walikota berharap bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan dengan sebaik mungkin. “Tujuan dari pemberian bantuan ini adalah untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Saya harap itu (bantuan) dapat digunakan sesuai peruntukkannya,” harap walikota. (ads/gito)
ZONA BOLMUT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) kembali melanjutkan program cetak sawah baru tahun ini dengan target seluas 100 hektare. Hal ini diutarakan Kepala Bidang Pertanian Dinas Pertanian, Safrudin Pontoh.
Menurutnya, program tersebut akan mulai dilakukan pada triwulan II mendatang. Soal lokasi, katanya pihaknya belum menentukan sebeb semua kecamatan mengusulkan pencetakan lahan sawah baru. “Kita juga masih akan meninjau lokasi yang layak dijadikan persawahan baru,” ujarnya.
Ditambahkannya, tahun sebelumnya Pemkab juga melaksanakan program yang sama dan berhasil mencetak 200 hektare lahan sawah baru. “Sekarang sawah-sawah itu telah difungsikan petani,” tambahnya. (trz)